XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Selasa, 10 Maret 2009

BALLS OF FURY : Komedi Hiperbola Tentang Ping Pong

Quotes:
Master Wong-Ping Pong... is not the macarena. It takes patience. She is like a fine, well-aged prostitute... it takes years to learn her tricks.
[chuckles]
Master Wong-She is cruel, laughs at you when you are naked, but you keep coming back for more, and more! Why? Because she is the only prostitute I can afford.

Cerita:
Mantan juara yunior, Randy Daytona yang pensiun dini karena dipermalukan lawannya bersembunyi di sebuah klub dengan memperlihatkan variasi keahliannya bermain ping pong. Saat seorang agen FBI bernama Rodriguez meminta Randy untuk kembali berkompetisi demi menyelidiki sindikat rahasia Feng. Meski awalnya menolak, Randy menyanggupi untuk berlatih dengan guru Wong dan keponakannya yang seksi lihai, Maggie. Dapatkah Randy menguasai semuanya sekaligus memenangkan kompetisi dunia bawah yang unik sekaligus kejam itu?

Gambar:
Kental dengan nuansa China dimana setting dan penggarapan tidak terlihat bernuansa Barat.

Act:
Dan Fogler yang merupakan calon komedian potensial sebagai Randy Daytona yang bodoh tapi gigih berjuang.
Christopher Walken yang sudah bermain dalam ratusan film kali ini kebagian peran antagonis Feng yang culas sekaligus misterius.
Si cantik Maggie Q sebetulnya tampil hanya sekilas di awal dan akhir scene tapi keahliannya cukup menarik untuk disaksikan disini.

Sutradara:
Robert Ben Garant yang seringkali tampil di beberapa episode film teve sebagai dirinya sendiri memulai debutnya sebagai sutradara di film ini yang uniknya langsung memuncaki tangga nomor satu box office Amerika di minggu pertama pemutarannya. Surprising!

Komentar:
Sesungguhnya walau terkesan konyol dan kacau, harus diakui Balls Of Fury cukup menghibur terutama dengan gaya bercerita versi parodi olahraga ping pong yang tidak lazim. Di beberapa sisi, humornya terlihat berlebihan karena bertolak dari situasi-situasi yang kurang nyaman. Itulah sebabnya film ini tidak akan begitu saja dapat disukai oleh semua kalangan. Patut digarisbawahi penampilan Christopher Walken yang tampil sangat kocak dan sulit ditebak perangainya disini. Berminat membuktikannya?

Durasi:
85 menit

U.S. Box-Office:
$32,844,290 till end of 2007

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 09 Maret 2009

RIGHTEOUS KILL : Kiblat Dua Detektif Uzur Menangani Kasus Pembunuhan Berantai

Quotes:
Turk-You don't become a cop because you want to serve and protect. You join the force because they let you carry a gun and a badge. You do it because you get respect.

Cerita:
Dua detektif NYPD yang beranjak tua, Turk dan Rooster bersahabat sejak dulu dan menghadapi pembunuh serial yang melakukan pembunuhan terhadap pelaku kriminal yang lolos dari hukum. Mereka punya problema masing-masing dan saat bekerja dengan tim yang lebih muda, Perez dan Riley, ketegangan tidak terelakkan terlebih saat Turk tinggal dengan mantan kekasih Perez, Karen yang juga seorang detektif investigasi. Apa yang sebetulnya melatar belakangi pembunuh serial tersebut?

Gambar:
Selayaknya drama bertemakan kepolisian, gambar dan setting seringkali berpindah-pindah disesuaikan dengan ciri khas investigasi.

Act:
Pelaku film ini semuanya memiliki nama di kancah perfilman Hollywood sehingga kaliber aktingnya merupakan jaminan bagi film itu sendiri.
Robert De Niro sebagai Turk.
Al Pacino sebagai Fisk.
John Leguizamo sebagai Perez.
Donnie Wahlberg sebagai Riley.
Carla Gugino sebagai Karen.

Sutradara:
Sebagai orang yang pernah membesut drama romantika reporter Up Close & Personal (2006), Jon Avnet bukan orang baru dalam kancah produksi film Hollywood. Beberapa genre film yang pernah dikerjakannya menambah supervisinya terhadap sebuah film.

Komentar:
Jaminan dua nama besar De Niro dan Pacino tidak cukup berhasil mengangkat film ini. Sepintas alur film ini seperti terkesan "malas" untuk bercerita dengan teratur karena dibangun dengan struktur yang sudah bisa ditebak. Ending film yang seharusnya menjadi klimaks menjadi tidak terlalu penting lagi. Jangan bandingkan film ini dengan reuni kedua aktor tersebut dalam HEAT karena hanya membuat RIGHTEOUS KILL terlihat sangat buruk dan penuh kemustahilan untuk bisa dinikmati secara utuh sebagai sebuah film yang menjual cast.

Durasi:
95 menit

U.S. Box-Office:
$40,076,438 till end of 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 08 Maret 2009

KAMBING JANTAN : Suka Duka Long Distance Relationship dan Kuliah Finance

Cerita:
Karena dilahirkan di klinik dokter hewan, Dika menjuluki dirinya KAMBING. Sejak kecil ia sudah berusaha mencari soulmatenya dengan mengirimkan surat cinta kepada teman-teman sekolahnya yang berlainan jenis mulai dari SD sampai SMA. Usahanya kadang berhasil kadang gagal hingga akhirnya bertemu sang pujaan hati yang dijulukinya KEBO! Kambing dan kebo yang sama-sama hobi bermusik membentuk sebuah band sambil merajut tali cinta mereka. Ujian muncul saat mereka menapaki jenjang kuliah dimana kambing dipaksa menuruti kemauan orangtuanya untuk mengambil kuliah finance di Adelaide. Hubungan jarak jauh yang rumit disertai dengan kondisi keuangan yang pas-pasan membuat Dika bingung, apalagi harus menjalani studi yang sebenarnya tidak disukai dan dikuasainya. Bagaimana Dika menghadapi semua persoalan pelik tersebut sekaligus mencari akhir bahagia untuk dirinya?

Gambar:
Setting Indonesia Australia mendapat porsi yang cukup disertai dengan beberapa visualisasi imajinatif yang menarik.

Act:
Raditya Dika yang telah menelurkan beberapa buku ringan dan juga penulis blog populer kali ini memerankan dirinya sendiri. Hasilnya tampak natural dan pas walau ia mengaku tidak mempunyai referensi khusus dalam berakting.
Herfiza Novianti sebagai Kebo memperlihatkan akting yang cukup menarik terutama transformasinya dari siswi manis penyuka musik sampai menjadi mahasiswi pecinta sastra Cina.
Edric Tjandra paling mendapat kredit atas perannya yang memikat sebagai Haryanto, sahabat seperjuangan Dika.
Didukung pula oleh Sarah Safitri sebagai Ine, Meity Josefina dan Pong Hardjatmo sebagai Mama dan Papa Dika.

Sutradara:
Rudy Soedjarwo yang beberapa karya terakhirnya kurang mendapat sambutan boleh dikatakan kembali ke kiblat awalnya. Rudi memang cenderung lebih baik membuat film ringan dengan serius dibandingkan film serius tapi berusaha dibuat ringan dan itu dibuktikan lewat Kambing Jantan. Terjemahan bebas dari blog/novel yang cukup mulus dan terjaga untuk tidak melenceng dari pakemnya.

Komentar:
Jika anda membaca blog atau bukunya terlebih dahulu dan mengenal siapa itu Raditya Dika mungkin tidak akan asing lagi dengan isi film ini. Memang tidak mudah memvisualisasikan apa yang sudah tertuang dalam tulisan karena pasti ada something missing dalam prosesnya. Terbukti kadang-kadang film ini seperti "lelah" dalam menyampaikan isinya yang penuh keanekaragaman aspek anak muda. Terlepas dari itu saya mendapati Kambing Jantan The Movie ini sebagai hiburan segar dan beda untuk penonton kalangan remaja karena merupakan film lokal pertama yang diangkat dari blog. Jika sukses, bukan tidak mungkin kita akan melihat karya-karya Raditya Dika lain yang diangkat ke layar lebar.

Durasi:
115 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 07 Maret 2009

THE REAL POCONG : Obsesi Pocong Hantui Keluarga Muda

Cerita:
Pasutri muda, Ivan dan Rini beserta putri mereka, Laura baru saja pindah ke rumah sendiri di suatu tempat tenang yang agak terpencil. Namun firasat Laura sudah tidak baik saat berkeliling di lingkungan sekitar rumah karena ia merasa melihat "sesuatu" yang jahat dan diam-diam mengincarnya. Sayangnya kedua orangtuanya tidak begitu saja percaya sampai pada akhirnya Laura menghilang. Rini berjuang keras meyakinkan Ivan untuk pindah rumah setelah mendapatkan Laura kembali yang tidak ketahuan rimbanya. Dengan bantuan seorang paranormal, Laura dinyatakan "dibawa" pocong ke dunia lain. Berasal dari manakah kekuatan gaib yang meliputi lingkungan itu? Apakah ketiganya dapat berkumpul kembali pada akhirnya?

Gambar:
Kesan sunyi dan angker mampu tertangkap dengan baik di tengah setting yang terlihat alami dan jauh dari peradaban.

Act:
Debut layar lebar yang cukup baik bagi Nabila Syakieb sebagai Rini yang sangat menyayangi putrinya namun tidak pernah mempercayai intuisinya sejak awal.
Ashraf Sinclair sebagai Ivan, seorang ayah sekaligus suami yang tidak mempercayai hal-hal gaib sebelum berhadapan sendiri dengan dunia tak tampak itu.
Penampilan yang cukup menarik diperlihatkan bintang cilik Sakinah Dava Erawan sebagai Laura dan Kinaryosih kali ini bermain sebagai tetangga misterius yang menyembunyikan teka-teki.

Sutradara:
Hanny R. Saputra yang angkat nama lewat drama melankolis Heart pada kesempatan ini mengangkat tema pocong yang berkali-kali sudah dilakukan oleh sineas lain. Hanny sendiri mengaku temanya berbeda dengan pendekatan psikologis dan eksplorasi ketakutan manusia bukan hanya dari tampilan visual saja.

Komentar:
Maaf tanpa bermaksud mengkritik kalau sejam pertama film ini terlalu berlarut-larut tanpa riak yang berarti. Setelah berjalan sejam barulah plot cerita bergulir cepat dan lebih bermakna, sayang pada eksekusi ending cenderung klise tanpa inovasi baru. Secara keseluruhan The Real Pocong digarap dengan rapi dan serius, hasilnya harus diakui memang cukup menyeramkan dan menawarkan nuansa yang berbeda dari film sejenis. Tertarik membuktikannya?

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 06 Maret 2009

CURIOUS CASE OF BENJAMIN BUTTON : Perjalanan Hidup Pria Dengan Siklus Hidup Tak Lazim

Quotes:
Benjamin Button-It's a funny thing about comin' home. Looks the same, smells the same, feels the same. You'll realize what's changed is you.
----------
Daisy-Would you still love me if I were old and saggy? Benjamin Button-Would you still love ME if I were young and had acne? When I'm afraid of what's under the bed? Or if I end up wetting the bed?

Cerita:
Saat Badai Katrina menghantam New Orleans, ibu tua Daisy Williams dan putrinya yang sudah dewasa, Caroline bersama-sama membaca buku harian teman lama Daisy, Benjamin Button yang memiliki siklus hidup yang sangat menarik dimana lahir sebagai fisik orang tua dan beranjak muda seiring pertambahan usianya. Semua perjalanan hidup Benjamin tertuang di dalam diary tersebut, mulai dari dibuang oleh ayah kandungnya Thomas Button, pemilik pabrik kancing sampai diadopsi oleh wanita kulit hitam baik hati, Queenie yang juga petugas panti jompo. Berangkat dewasa, Benjamin bertemu kapten kapal Mike dan bekerja dengannya selama bertahun-tahun. Tak pelak pertemuan dininya dengan Daisy di usia muda menimbulkan getar asmara yang sulit disangkalnya. Bagaimana perjuangan seorang Benjamin dengan hidup yang tak biasa itu menyesuaikan diri dengan cinta dan mimpinya?

Gambar:
Sinematografi yang mengagumkan dari awal sampai akhir karena potret kehidupan seorang Benjamin Button mampu dijangkau dengan sempurna.

Act:
Brad Pitt sebagai Benjamin Button walau tidak tampil full sepanjang film berhasil menguatkan image nya sebagai aktor papan atas Hollywood yang rajin bervariasi dalam mengambil peran. Terima kasih untuk tim make up dan efek visual yang mencitrakan dirinya dalam berbagai rentang usia.
Aktris kaliber Oscar Cate Blanchett kebagian peran Daisy Williams yang cantik, cerdas dan menyenangkan didukung dengan kemampuan menarinya yang tinggi.
Didukung pula oleh Julia Ormond sebagai Caroline, Jason Flemyng sebagai Thomas Button Faune, Taraji P. Henson sebagai Queenie dan beberapa aktor-aktris yang semuanya tampil maksimal di film ini.

Sutradara:
Bekerjasama untuk ketiga kalinya setelah Se7en dan Fight Club bersama Brad Pitt, David Fincher boleh dibilang sutradara berbakat yang seringkali di bawah radar. Hal ini dikarenakan karyanya yang tentatif dan cenderung tidak komersil serta kesibukannya menggarap video klip artis-artis terkenal. Kinerja Fincher dalam Curious Case Of Benjamin Button ini boleh dibilang karya terbaiknya sejauh ini karena berhasil memaksimalkan plot dan eksplorasi cerita dalam durasi yang cukup panjang.

Komentar:
Mengambil rentang waktu yang panjang, bisa dibilang sepanjang hidup seorang Benjamin Button menonton film ini niscaya akan membangkitkan semua panca indera anda, mulai dari tertawa lepas, sedih terharu, tersenyum simpul sampai mungkin mengernyitkan dahi. Boleh dikatakan film yang lengkap dan nyaris sempurna, tidak heran jika banyak meraih nominasi penghargaan bergengsi dunia. Semua aspek film ini dari sinematografi, spesial efek, original score, akting, gaya bercerita, penyutradaraan dll mampu berkolaborasi dengan sangat baik dalam film yang konon diangkat dari cerita fiksi pendek. Salah satu film yang akan bertahan kualitasnya sepanjang masa!

Durasi:
160 menit

U.S. Box-Office:
$125,388,340 till March 2009

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 05 Maret 2009

ACCURACY OF DEATH : 7 Hari Waktu Pencabut Nyawa

Tagline:
Seven Days to the End of Life.. and the Beggining of Love

Cerita:
Malaikat maut Chiba bertugas mengamati seseorang yang hanya memiliki tujuh hari sebelum kematiannya sebelum memutuskan untuk melaksanakan atau melanjutkannya. Ia bertugas dengan cepat lalu pergi ke toko CD dan memuaskan dirinya dengan musik. Pada suatu ketika subyeknya adalah Kazue Fujiki, berusia 27 tahun, bekerja di pabrik di bagian keluhan pelanggan. Apakah Chiba mampu menunaikan misinya tanpa mengindahkan nasib seseorang yang mungkin saja punya harapan sendiri-sendiri?

Gambar:
Selayaknya film Jepang, adegan bergulir lambat. Nuansa dingin dan sunyi terasa kental. Beberapa grafis lokasi pembicaraan Chiba dan sang anjing terkesan surealis.

Act:
Takeshi Kaneshiro sebagai Chiba
Manami Konishi sebagai Kazue Fujiki

Sutradara:
Satu-satunya karya layar lebar yang disutradarai, diproduseri dan ditulisnya sebelum Accuracy Of Death adalah Bijocan (2004). Masaya Kakei memang lebih banyak terlibat dalam produksi film televisi.

Komentar:
Diangkat dari novel laris karya Kotaro Isaka, film ini mengambil benang merah dari sudut pandang Chiba sang malaikat maut terhadap tiga subjek kematiannya. Bagian kedua terasa cukup mengganggu dan seperti mengambang tanpa kejelasan. Ok kita maafkan hal itu dan kembali pada bagian pertama dan ketiga yang sebetulnya saling berhubungan. Tetapi alur cerita yang lambat ditambah percakapan dengan anjing yang bahkan tidak berkata-kata terasa sangat menyiksa. Secara keseluruhan mungkin anda akan membandingkannya dengan City Of Angels ataupun Meet Joe Black, tapi versi Asia selalu menawarkan sesuatu yang beda, bukan? Saran saya, jika anda menyaksikan film ini di DVD, lebih baik langsung masuk pada bagian ketiga yang manis dan penuh makna, niscaya film ini akan terlihat lebih baik.

Durasi:
110 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

COMET IMPACT : Ketika Bencana Komet Mengancam Bumi

Cerita:
8 Agustus, penerbangan 49 siap mendarat di airport Shannon dimana sebuah komet melintas dan jatuh di selat Irlandia yang menyebabkan gelombang tsunami besar yang menghancurkan daerah sekitar. Badan NEO milik NASA sebagai peneliti benda luar angkasa di sekitar bumi mengidentifikasi bahwa komet susulan akan datang dengan kekuatan yang lebih besar dalam tujuh hari mendatang. Langkah pencegahan dan evakuasi pun segera dilakukan sebelum terlambat..

Gambar:
Kelas TV, penuh dengan spesial efek yang diragukan kebenarannya.

Act:
Beberapa aktor aktris Inggris yang belum punya nama.
Cristian Solimeno sebagai Neil Gant.
James Cosmo sebagai Brenden Kelly.
James Wilby sebagai Josh Hayden.
Teo Wa Vuong sebagai Ly Tam.

Sutradara:
Keith Boak yang selama ini baru terlibat dalam produksi teve sejak 1995.

Komentar:
Dengan gabungan grafik visual dan beberapa istilah luar angkasa, VOILA, jadilah sebuah fiksi ilmiah yang sangat diragukan teorinya. Personel-personel yang terus berusaha melakukan yang terbaik untuk meminimalisir efek bencana tapi tidak terlihat pintar dalam menjalankan keputusan. Diperparah dengan tidak adanya eksplorasi karakter dan interaksi antar tokoh yang penting karena sepanjang film hanya disuguhkan dialog-dialog yang penting tapi tidak cukup penting untuk dipahami. Hm, satu fakta dalam film bencana sejenis bahwa ujung-ujungnya selalu pihak Amerika yang membereskan masalah komet, asteroid tersebut.

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 04 Maret 2009

SEVEN POUNDS : Berapa Harga Utang Budi Manusia?

Quotes:
Emily Posa-Why do I get the feeling you're doing me a really big favor?
Ben Thomas-Because I get the feeling that you really deserve it.

Cerita:
Ben Thomas berada di persimpangan jalan untuk meredakan perasaan bersalahnya. Dia menyadari bahwa ia memiliki kekuatan untuk mengubah kemungkinan jalan hidup tujuh orang asing yang berhak akan kesempatan kedua dalam hidupnya. Tapi ketika salah satu dari mereka menyentuh hatinya, dia harus memilih apakah ia harus mengungkap rahasianya meskipun itu berarti ia harus menyerah pada rencana mulianya..

Gambar:
Petualangan Will Smith mengunjungi lokasi-lokasi kehidupan sehari-hari untuk menemui orang-orang asing yang dianggapnya "pantas" ini terasa real dan full syuting di California.

Act:
Karir Will Smith memang terus meningkat terutama jika dibandingkan debutnya dalam Where The Day Takes You (1992) pada usia 24 tahun. Kali ini bermain sebagai Ben Thomas yang berusaha melepaskan diri dari trauma masa lalu dan mengambil peran orang lain untuk suatu tindakan utang budi pada orang-orang yang justru tidak pernah dikenalnya.
Sebelum ini tampil dalam Killshot, nama Rosario Dawson perlahan tapi pasti mulai dikenal sebagai aktris kulit hitam bertalenta di Hollywood termasuk yang diperlihatkannya disini sebagai Emily Posa, wanita sekarat yang tinggal menunggu akhir hidupnya dengan tegar.
Dua aktor kawakan, Woody Harrelson dan Barry Pepper turut berperan sebagai Dan dan Ezra Turner.

Sutradara:
Sutradara kebangsaan Italia, Gabriele Muccino ini sebelumnya bekerjasama dengan Will Smith dalam The Pursuit Of Happyness (2006) yang menyentuh itu dan berusaha berkolaborasi kembali dalam drama tentang kehidupan.

Komentar:
Paruh pertama film ini bisa jadi membingungkan penonton karena tersusun atas potongan-potongan puzzle yang entah kemana arahnya. Memasuki paruh kedua, titik terang mulai terlihat dimana alur cerita bergulir dengan menyentuh sambil membuka semua teka-teki yang tersimpan rapat. Ya semakin sedikit anda tahu tentang film ini, semakin mungkin anda terharu dibuatnya. Smith dan Dawson tampil cemerlang dan berbagi chemistry yang kuat. Jangan lupakan pula faktor Harrelson dan sang sutradara yang brilian kinerjanya. Walau ada kesan "dipaksakan" pada ending, kesampingkan hal itu dan buka hati anda terhadap hal-hal besar yang selama ini sering dilupakan orang yaitu berkorban dan berbagi.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$69,951,824 till Jan 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

COLUMBUS DAY : Pencuri Handal Tuntaskan "Misi" Terakhir

Quotes:
John Cologne-After I'm done talking to you, I feel good.

Storyline:
Setelah berjuang dalam hidup, pencuri kaliber bernama John bersembunyi di taman kota saat berencana untuk membongkar barang curian. Disana ia memulai persahabatan unik dengan seorang anak lelaki kulit hitam Antoine yang akhirnya memintanya berdamai dengan mantan istri dan putrinya yang sudah lama ditinggalkannya. Saat transaksi bisnis dimulai, John berusaha menjauhkan Antoine dari bahaya sebelum ia berangkat ke Florida untuk bersatu kembali dengan keluarganya.

Nice-to-know:
Setiap harinya, Val Kilmer harus dimake-up untuk terlihat lebih tua untuk peran John Cologne dimana ia menggunakan makeup artist yang pernah menanganinya dalam Tombstone (1993).

Cast:
Terakhir dinominasikan Aktor Pendukung Terbaik dalam ajang Saturn Award 2006 lewat Kiss Kiss Bang Bang (2005), Val Kilmer bermain sebagai John Cologne, pencuri yang berusaha menunaikan misi terakhirnya.
Bobb'e J. Thompson sebagai Antoine
Richard Edson sebagai Manny
Marg Helgenberger sebagai Alice
Ivana Milicevic sebagai Cheryl
Lobo Sebastian sebagai Jimmy Espinosa
Michael Muhney sebagai Detective Daniels
Sean Blakemore sebagai Officer Walters
Wilmer Valderrama sebagai Max

Director:
Charles Burmeister pertama kali menyutradarai lewat The King of Sixth Street (2003). Ini adalah film ketiganya sejauh ini.

Comment:
Film ini diawali dengan aksi seorang diri Val Kilmer yang terlihat menarik, membangkitkan minat penonton akan kelanjutannya. Nyatanya mereka akan kecewa karena disuguhkan drama dengan tensi yang sangat membosankan. Bersetting hanya di sebuah taman dari siang sampai sore dimana karakter sentral John Cologne berusaha mengingat masa lalunya yang membawa dirinya pada kehidupan yang sedang ia jalani sekarang. Bagaimana interaksi terakhirnya dengan kekasihnya, mantan istrinya, putrinya yang sudah berumahtangga, sahabatnya serta pertemuannya dengan si kecil Antoine yang berhasil mengubah paradigmanya. Itu saja? Ya. Interaksi Kilmer dan Thompson mungkin saja menarik tetapi tidak cukup membangkitkan minat audiens untuk bersimpati pada mereka. Di usia lanjutnya, Kilmer berakting tidak buruk, hanya saja skrip tidak mengijinkannya untuk berbuat banyak. Sutradara Burmeister juga kurang menggali potensinya disini selain menjual pesona Echo Park di Los Angeles sebagai latar belakangnya. Pada akhirnya, Columbus Day hanyalah akan mengisi rak dvd anda yang akan terlupakan seiring berjalannya waktu.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 02 Maret 2009

KIRUN+ADUL PENGEN PUNYA PACAR KEREN : Pengejaran Kesalahpahaman Berbuntut Asmara

Cerita:
Dua pemuda Bali, Kirun dan Adul menjalani kehidupan sehari-hari yang nyaris sama, bekerja dengan santai di siang hari lalu party dengan gerombolan cewek seksi di malam hari. Kebosanan merambat dan Kirun bertekad mendapatkan pacar yang bisa melimpahinya dengan kasih sayang. Semua berubah saat Kirun bertemu dengan anak perempuan Wapres yang manis, Gita. Berbuntut dari ketidak sengajaan saat menelpon, Gita malah marah dan menugaskan seorang aparat intelijen bernama Nugroho untuk melacak jejak Kirun. Kontan saja dalam sekejap, Kirun dan Adul berusaha untuk tidak tertangkap dengan terus melakukan pelarian. Bagaimana akhir dari pengejaran tersebut? Apakah kesalahpahaman bisa berbuah manis pada akhirnya?

Gambar:
Khas Jose Poernomo dimana mixing scene dan fast-forward style masih menjadi andalan!

Act:
Ricky Harun sebagai Kirun tetap terjebak dalam peran stereotype anak muda easy going yang polos. Kali ini sebagai Kirun, Ricky "seakan" menjadi dirinya sendiri. Lucu memang tapi just it!
Abdurrahman Arif sebagai Adul bermain kocak dengan mimik muka dan bahasa tubuhnya yang luwes.
Permata Sari Harahap sebagai Gita, sang putri Wapres terlihat belum dapat mengeksplorasi aktingnya disini. Masih terlihat turun naik dan terkadang cenderung datar.
Reza Rahadian sebagai Nugroho, sang intelijen yang kaku, siaga tapi selalu terhambat oleh dua anak buahnya yang bodoh dan lamban.

Sutradara:
Jose Purnomo setelah puas mengeksplorasi pulau berhantu dan sekuelnya kali ini seperti memiliki template yang sama dari segi setting dan gaya bercerita hanya saja ini murni komedi. Kepiawaiannya memang terasa tapi tidak cukup kreatif untuk mengembangkan segala aspek ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Komentar:
Tanpa harapan tinggi saat menyaksikannya, saya malah terhanyut dengan plot sederhana, alur cerita yang cepat dan fun yang ditawarkan Kirun+Adul dengan humor yang terkadang tidak jelas tapi masih bisa memancing tawa. Ringan sekaligus kocak memang, hanya saja entah kenapa kesan berantakan masih terasa di sepanjang film. Mungkinkah durasi yang singkat dengan masa syuting yang cepat menjadi jawabannya?

Durasi:
80 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!