XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label will smith. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label will smith. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Mei 2012

MEN IN BLACK 3 : Emotional Ending Defies The Neuralyzer Effect


Quotes:
Agent K: There are things out there you don't need to know about.
Agent J: That's not the lie you told me when you recruited me!

Nice-to-know:
Men In Black II rilis di tahun yang sama dengan Spider-Man yaitu 2002. Kini sepuluh tahun kemudian, sekuelnya kembali rilis di tahun yang sama dengan reboot The Amazing Spider-Man.

Cast:
Will Smith sebagai Agent J
Tommy Lee Jones sebagai Agent K
Josh Brolin sebagai Young Agent K
Jemaine Clement sebagai Boris The Animal
Emma Thompson sebagai Agent O
Michael Stuhlbarg sebagai Griffin
Nicole Scherzinger sebagai Boris' Girlfriend

Director:
Merupakan feature film kesepuluh bagi Barry Sonnenfeld setelah terakhir RV (2006).

W For Words:
Men In Black harus diakui telah membawa terobosan sendiri dalam mengangkat tema alien yang biasanya thriller atau horror. Sutradara Barry Sonnenfeld melakukan mixing action comedy sci-fi dengan sangat baik melalui edisi 1997 yang dilanjutkan dengan 2002. Keduanya sukses meraup dollar dalam jumlah yang sangat besar dalam peredaran domestik maupun internasional. Kini skrip edisi ketiganya ditangani oleh kwartet Etan Cohen,David Koepp, Jeff Nathanson, Michael Soccio berdasarkan komik Lowell Cunningham. Pertanyaannya: “Apakah penonton masih antusias setelah satu dekade berlalu?”

Alien jahat Boris berhasil membunuh Agent K muda di tahun 1969 sekaligus mengubah wajah MIB dan dunia yang terancam bahaya. Agent J berinisiatif kembali ke hari sebelum partner abadinya itu tewas dengan bantuan alien cerdas bersahabat Griffin. Perbedaan masa tidak mudah dijalani terlebih Agent K muda samasekali tidak mengenali siapa Agent J sebenarnya. Agent J harus beradaptasi dan menunaikan misinya sesegera mungkin sebelum kehabisan waktu berharganya.

Time traveller. Suatu konsep tidak baru yang selama ini efektif dalam penceritaan sebuah film. Dua hal yang umum anda jumpai adalah perbedaan jaman dan penampilan tokoh utama yang berbeda 180 derajat. Nuansa retro tahun 1969 dihadirkan dengan cermat oleh sutradara Sonnenfeld dimana pada masa itu rasisme digambarkan masih kental. Sedangkan versi muda Agent K dihidupkan secara meyakinkan oleh Josh Brolin. Kelak anda akan lupa peran-peran doi sebelumnya karena ekpresi wajah datar dan bahasa tubuh kakunya yang superfine mengimitasi Tommy Lee Jones yang lebih senior.

Will Smith sendiri masih menghadirkan gaya flamboyan dengan aksi karikaturalnya yang dominan di sepanjang film termasuk saat melompat untuk menembus waktu. Michael Stuhlbarg berhasil menokohkan alien Griffin yang sangat loveable dengan kemampuannya membaca masa depan secara detail. Jemaine Clement tidak buruk sebagai alien antagonis bertangan satu yang entah mengapa penampakannya mengingatkan saya akan Hellboy, Boris The Animal memang tidak menyeramkan tapi cukup membuat anda geregetan. Jangan lupakan berbagai cameo “artis dunia” yang akan memancing tawa anda.

DOP Bill Pope, production designer Bo Welch, visual effects’ expert Ken Ralston dan Jay Redd serta creator makhluk asing Rick Baker sukses mengerjakan tugasnya masing-masing dalam menyuguhkan setting film yang believable. Sayangnya hal tersebut tidak dibarengi dengan konsep humor yang baik kalau tidak mau dibilang kering. Beberapa plot twist yang random pun sedikit mengesankan skrip yang tidak rapi, kerapkali bertentangan dengan logika jika mau ditelaah lebih jauh. Namun anda tidak perlu terlalu serius, nikmati saja hiburan blockbuster ringan ala buddies cop kontra alien ajaib di muka bumi!

Best part of MIB 3 jelas ada di opening dan endingnya. Masa grieving dan goodbye antara Agent J dan Agent K dibuat secara melankolis dan emosional sekaligus menegaskan hubungan macam apa yang berevolusi selama 15 tahun di antara mereka. Yes, Boys to Men in Black definitely needs a long process. Something that you should need to know to get the whole picture of life. Penyelamatan sempurna sebuah sekuel, setidaknya dari efek Neuralyzer yang akan membuat anda melupakan trilogi ini begitu saja. 

Durasi:
103 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
 

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 04 Maret 2009

SEVEN POUNDS : Berapa Harga Utang Budi Manusia?

Quotes:
Emily Posa-Why do I get the feeling you're doing me a really big favor?
Ben Thomas-Because I get the feeling that you really deserve it.

Cerita:
Ben Thomas berada di persimpangan jalan untuk meredakan perasaan bersalahnya. Dia menyadari bahwa ia memiliki kekuatan untuk mengubah kemungkinan jalan hidup tujuh orang asing yang berhak akan kesempatan kedua dalam hidupnya. Tapi ketika salah satu dari mereka menyentuh hatinya, dia harus memilih apakah ia harus mengungkap rahasianya meskipun itu berarti ia harus menyerah pada rencana mulianya..

Gambar:
Petualangan Will Smith mengunjungi lokasi-lokasi kehidupan sehari-hari untuk menemui orang-orang asing yang dianggapnya "pantas" ini terasa real dan full syuting di California.

Act:
Karir Will Smith memang terus meningkat terutama jika dibandingkan debutnya dalam Where The Day Takes You (1992) pada usia 24 tahun. Kali ini bermain sebagai Ben Thomas yang berusaha melepaskan diri dari trauma masa lalu dan mengambil peran orang lain untuk suatu tindakan utang budi pada orang-orang yang justru tidak pernah dikenalnya.
Sebelum ini tampil dalam Killshot, nama Rosario Dawson perlahan tapi pasti mulai dikenal sebagai aktris kulit hitam bertalenta di Hollywood termasuk yang diperlihatkannya disini sebagai Emily Posa, wanita sekarat yang tinggal menunggu akhir hidupnya dengan tegar.
Dua aktor kawakan, Woody Harrelson dan Barry Pepper turut berperan sebagai Dan dan Ezra Turner.

Sutradara:
Sutradara kebangsaan Italia, Gabriele Muccino ini sebelumnya bekerjasama dengan Will Smith dalam The Pursuit Of Happyness (2006) yang menyentuh itu dan berusaha berkolaborasi kembali dalam drama tentang kehidupan.

Komentar:
Paruh pertama film ini bisa jadi membingungkan penonton karena tersusun atas potongan-potongan puzzle yang entah kemana arahnya. Memasuki paruh kedua, titik terang mulai terlihat dimana alur cerita bergulir dengan menyentuh sambil membuka semua teka-teki yang tersimpan rapat. Ya semakin sedikit anda tahu tentang film ini, semakin mungkin anda terharu dibuatnya. Smith dan Dawson tampil cemerlang dan berbagi chemistry yang kuat. Jangan lupakan pula faktor Harrelson dan sang sutradara yang brilian kinerjanya. Walau ada kesan "dipaksakan" pada ending, kesampingkan hal itu dan buka hati anda terhadap hal-hal besar yang selama ini sering dilupakan orang yaitu berkorban dan berbagi.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$69,951,824 till Jan 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!