XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label dewi perssik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dewi perssik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

MR. BEAN KESURUPAN DEPE : Pembohongan Publik Penyimpangan Kreatifitas


Quotes:
Ini Olimpiade apa tujuh belasan sih? Kok makan kerupuk gini?

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh K2K Productions ini tidak mengadakan screening ataupun gala premiere untuk menjaga “kerahasiaan” kontennya.
Cast:
Dewi Perssik sebagai Marni
Doyok sebagai Parmin
Marwan XL sebagai Romeo
Mpok Atiek sebagai Emak

Director:
Merupakan film ketiga bagi Yoyok Dumprink di tahun 2012 ini setelah Kungfu Pocong Perawan.

W For Words:
Ketika pertama kali mendengar kabar bahwa Rowan Atkinson akan bermain dalam sebuah film produksi K2K Productions, banyak pihak tidak percaya akan kebenarannya. Saya dengan polosnya (ingin) percaya meski meragukan seberapa banyak porsi pria bergelar dokter yang populer dengan serial komedi Mr. Bean di tahun 90an itu terlibat dalam film yang memajang namanya bersama dengan penyanyi dangdut merangkap aktris penuh sensasi, Dewi Perssik. Mudah-mudahan saya tidak keliru menyebut beliau “aktris” yang kondang dengan goyang gergajinya tersebut.

Suami istri miskin, Parmin dan Marni tinggal bersama Emak, ibu Marni yang cerewet dan overprotektif. Marni yang tengah hamil tua ingin sekali pergi ke Jakarta melihat Catwoman yang ternama itu. Parmin yang berprofesi sebagai penarik becak awalnya tidak kuasa memenuhi idaman sang istri sebelum akhirnya menyanggupi. Betapa malang nasib mereka bertemu seorang psikopat bergergaji listrik yang menghabisi nyawa keduanya sampai menitis menjadi pocong. Asrama Pocong yang menjadi persinggahan justru mempertemukan Parmin dan Marni dengan pocong-pocong lain termasuk Bean yang kepincut dengan Marni. Apakah obsesi Marni melihat Catwoman masih dapat terwujud?
Selepas film berakhir, saya ingin sekali menemui seorang KK Dheeraj secara pribadi. Pertama, saya ingin "pukpuk" kepalanya karena usaha cemerlangnya menemukan seorang bule “antah berantah” untuk disulap menjadi Rowan Atkinson, lengkap dengan kedua alis tebal, tahi lalat di pipi kiri, setelan jas-kemeja-dasi-celana panjang yang persis sama serta boneka teddy bear yang selalu mengiringinya! Kedua, saya ingin “jitak” kepalanya karena upaya pembohongan publik tingkat tinggi yang bahkan tidak menghargai eksistensi Rowan Atkinson KW-3 itu, setidaknya dengan mencantumkan namanya pada credit title!

Si bule tersebut melakukan personifikasi Mr. Bean dengan amat mirip mulai dari gerak mata dan bibirnya yang khas hingga bahasa tubuhnya yang canggung. Namun sayang sekali, adegan slapstick yang dikerjakannya tidak didukung oleh skrip yang baik sehingga lalu-lalangnya mengisi layar tak cuma gagal membangkitkan tawa penonton tapi juga membuat penonton ingin mendeportasinya ke Inggris Raya. Scene kawinan pesta taman sampai dolanan Amazing Water World terasa dibuat semirip mungkin dengan tipikal sitkom Mr. Bean walau funny effect nya jelas berbeda seratus delapan puluh derajat!

Dewi Perssik kembali super sibuk menokohkan dua tokoh sekaligus, sebagai gadis desa sederhana bernama Marni sampai superstar glamor bernama Catwoman. Maaf sekali, keduanya failed, mbak! Kehamilan Marni tidak meyakinkan dan imej istri soleh tidak terlihat sedangkan kebintangan Catwoman dibangun berdasarkan apa? Penyanyi dengan aksi panggung hot dalam balutan kostum kulit menonjolkan belahan disana-sini tapi diiringi lagu Korea? Terus terang, alis mata saya terangkat sebelah kala menyaksikan adegan ini.

Bagian yang melibatkan Asrama Pocong beserta isinya juga membuat muak. Tematiknya yang fun dan colorful mengingatkan kita akan kawanan Ajun Perwira dan Rizky Mocil cs dalam Poconggg Juga Pocong (2011), tapi bukan berarti mendandani pocong dengan kain kafan “pelangi aneka warna” bisa dibilang sah! Perlombaan makan kerupuk, lari (atau loncat) sendok kelereng antar pocong semakin menegaskan bahwa penulis skripnya berpikiran layaknya siswa SD. Tambahan balap bajaj juga tidak menolong segi kreatifitasnya karena sudah pernah ditampilkan sebelumnya dalam Mas Suka Masukin Aja (2008) yang juga produksi K2K.
Ada yang baru dari KKD yaitu melodrama melankolis. Sesuatu yang diharapkan mampu menutup filmnya dengan high note sekaligus meminta penonton memberi maaf padanya. Sorry mister, you’re still guilty as charged! Curhat Catwoman mengenai masa lalunya yang terselamatkan saat seorang bocah lelaki ikhlas mendonorkan bola matanya karena membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya tiba-tiba saja muncul. Twistnya sudah bisa diduga jika orang itu adalah Parmin yang kemudian berpelukan unyu dengan Catwoman di atas panggung. Alih-alih penonton bereaksi dengan menitikkan air mata, ternyata malah misah-misuh sambil meninggalkan bioskop. Saya cuma tersenyum, menggaruk-garuk kepala!

Mr. Bean Kesurupan Depe dapat dikatakan catatan terburuk sepanjang sejarah perfilman lokal. Segala sesuatu yang diawali dengan kebohongan tidak akan pernah menjadi kebenaran. Bukan hanya itu, pencurian scoring music yang melandasi beberapa adegan disini juga patut menjadi isu. Terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan KKD kali ini mudah-mudahan saja tidak menjerumuskannya ke dalam jerat hukum yang berlaku suatu saat nanti. Tak ada yang lebih buruk dari elemen kreatifitas yang disalahartikan secara hakiki bahkan terjadi secara sengaja dan penuh kesadaran. Saran saya bagi anda yang penasaran akan konten film ini: Jangan nonton atau menyesal! Cukup pantengin posternya, manggut-manggut seraya berujar “Oh, ada ‘Bean’ toh..”

Durasi:
79 menit

Overall:
No-rated

Catatan:
Sebagian foto dalam artikel ini berasal dari tabloid Bintang Indonesia

Kamis, 08 Desember 2011

ARWAH KUNTILANAK DUYUNG : Suami Penyiksa Kuntilanak Duyung Pembalas

Tagline:
Tepat di kilometer sembilan puluh tujuh
Jalan tol cipularang di selimuti ratapan pilu
Tepat di tempat haus darah itu
Arwah kuntilanak duyung menunggumu


Storyline:
Di sebuah pantai, Linda dan Ardo bertemu dan saling jatuh cinta. Demi masa depan mereka berdua, Ardo membangun Villa Linda disana atas rekomendasi Jali untuk hidup berbahagia bersama istri tercinta. Adalah dua pembantu kocak yang mendampingi keduanya yaitu Ayu dan Odong. Sementara itu tukang ojek sepeda paruh baya Amat tanpa sengaja membuang ari-ari bayi ke pantai sehingga mengundang Aisha, kuntilanak duyung penunggu pantai setempat. Sejak saat itulah Amat dan Sule yang rajin mangkal seringkali menjadi sasaran gangguan. Apa yang sesungguhnya diinginkan Aisha?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Productions dimana syutingnya diselesaikan sebelum Ramadhan lalu.

Cast:
Dewi Perssik sebagai Aisha
Saipul Jamil sebagai Jali
Entis Sutisna alias Sule sebagai Sule
Pretty Asmara sebagai Ayu
Afdhal Yusman sebagai Ardo
Dian Widiantoro sebagai Linda

Director:
Merupakan film keenam bagi Yoyok Dumprink sekaligus yang kelima di tahun 2011 ini setelah Pacar Hantu Perawan.

Comment:
Mari terjemahkan kata per kata judul film ini versi saya, jadi dilarang protes. Arwah adalah intisari dari tubuh fisik perempuan. Kuntilanak identik dengan makhluk halus berwujud perempuan yang meninggal saat tengah mengandung. Sedangkan duyung adalah ikan berkepala manusia yang biasanya perempuan. Persamaan dari ketiga kata tersebut adalah perempuan. Lantas jika ketiga kata tersebut dipersatukan, konsepnya dapat diartikan perempuan jadi-jadian. Setuju saja deh dengan KKD kali ini!
Entah siapa yang patut dipersalahkan atas ide brilian skrip yang tak dapat dipertanggungjawabkan itu. Bagaimana empat tempat yang berbeda mulai dari vila, hutan, pantai, tol Cipularang dapat dihubungkan begitu saja tanpa korelasi yang jelas. Mungkin Doraemon harus mengecek pintu kemana saja nya apakah digunakan tanpa ijin oleh KKD? Yang pasti dengan gaya bercerita loncat-loncat ala bajingan eh bajing, Yoyok Dumprink berusaha menciptakan momok dari kuntilanak naik ojek sepeda (DP), kuntilanak duyung (DP lagi) dan pocong banci (untung bukan DP).

Samasekali tidak ada penjelasan masuk akal bagaimana seorang wanita yang tengah mengandung mati dibunuh lalu dibuang ke laut lantas menjadi kuntilanak air yang kemudian diperhalus menjadi kuntilanak duyung? Asumsi liar saya mulai berkelana. Lantas twist di akhir cerita yang berusaha menjawab misteri tol Cipularang KM 97 dihadirkan dengan adegan bulan purnama di belahan langit malam saja. Sungguh sebuah masterpiece!
Ricuh “drama king” Saipul Jamil yang sempat memprotes pemasangan tulisan Tol Cipularang KM 97 besar-besar dalam posternya ternyata tidak diimbangi oleh akting yang baik. Jika di kemudian hari ia mempersalahkan LSF yang memangkas adegan seks “brutal” nya itu, saya tidak heran. Dewi Perssik tampaknya sudah semakin “nyaman” bekerjasama dengan KKD dalam beberapa film terakhirnya. Baik sebagai wanita biasa atau hantu luar biasa, ia tidak berkeberatan, termasuk mengenakan kostum duyung emas yang untungnya tidak sampai memalukan.

Debut Sule disini setidaknya sedikit menyelamatkan film. Gaya humornya yang fresh di layar lebar cukup mampu memancing tawa berkali-kali. Adegannya membonceng kuntilanak dengan sepeda di tengah hutan malah mengingatkan saya akan sosok (alm.) Suzanna dan Muni Cader di film-film horor lawas. Karakter Ayu dan Odong rasanya ditakdirkan menjadi perusak mata dengan banyaknya syut close up yang mempertontonkan bulu dada dan beha-kolor Pretty yang triple XL itu. Sedangkan tokoh Linda Ardo sudah ditakdirkan menjadi pelengkap derita saja terlepas dari apapun yang mereka lakukan.
Satu-satunya nilai plus Arwah Kuntilanak Duyung adalah originalitas seorang KK Dheeraj yang biasanya “mencontek” itu. Bahkan kreatifitasnya diganjar dengan acknowledgement yang membuat film ini konon akan diremake oleh Hollywood menjadi sebuah sains fiksi horor yang lain daripada biasanya. Apapun hasilnya kelak, kita sebagai masyarakat penikmat film local tidak perlu berbangga hati dahulu. Namun sebaiknya merasa malu jika di penghujung tahun 2011 ini masih dijejali dengan ide “gabrukan” semacam ini. Teruskanlah mengikik Dewi Perssik sembari dikritik!

Durasi:
77 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 04 Oktober 2011

PACAR HANTU PERAWAN : Pancuran Perekat Kekasih Dunia Lain

Quotes:
Opa Mandy: Ohh si by the way juga ikut kesana? Anaknya si Badrun?


Storyline:
Trio saudari, Vicky, Mandy dan Misa nyaris selalu berbagi apapun bersama, tak ketinggalan Opa mereka yang nyentrik bin ajaib itu. Suatu ketika, Mandy yang belum memiliki kekasih diajak managernya Joyce dan pacarnya Alex untuk berwisata ke Hutan Jodoh dimana Pancuran Perekat Kekasih diyakini manjur. Namun bukan percaya, Mandy malah mencibir. Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda tampan bernama Romy yang langsung memikat hati Mandy. Bersamaan pula, gangguan supernatural mulai menghinggapi Joyce dan Alex. Benarkah Mandy dikutuk oleh penghuni gaib Hutan Jodoh itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Productions dan special screeningnya diadakan di fX Platinum XXI pada 4 Oktober 2011.

Cast:
Dewi Perssik sebagai Mandy
Olga Syahputra sebagai Yoga Penjaga Kubur
Jonathan Frizzy sebagai Romy
Natha Narita sebagai Joyce
Rafi Cinoun sebagai Alex
Vicky Vette sebagai Vicky
Misa Campo sebagai Misa

Director:
Merupakan film keempat di tahun 2011 bagi produser sekaligus sutradara bernama Yoyok Dumprink ini setelah terakhir Pocong Mandi Goyang Pinggul yang memetik kehebohan itu.

Comment:
Penundaan rilis 2 bulan lamanya sudah menjadi indikasi seorang KK Dheeraj saja tidak pede merilis film ini. Kemungkinan terbesar karena harus dipangkas disana-sini seperti Hantu Puncak Datang Bulan, tak heran editingnya begitu kasar. Sejujurnya saya sempat berharap besar agar filmnya tidak jadi rilis dalam bentuk apapun juga, bioskop, dvd ataupun konsumsi televisi sekalipun. Lebih baik roll filmnya dimusnahkan dengan cara dibakar ataupun dibuang ke kandang buaya kelaparan yang bahkan tidak perlu mengenal siapa itu Dewi Perssik sesungguhnya.
Entah apa yang merasuki penulis Melonys sehingga memiliki ide brilian untuk mengkonversi Pocong Mandi Goyang Pinggul dalam bentuk lain. Jika sebelumnya ada perjaka Chand Kelvin yang memacari hantu berwujud Sasha Grey, maka kali ini giliran perawan (tentu saja hasil operasi selaput dara!) Dewi Perssik yang dipacari hantu berwujud Jonathan Frizzy. Oops, spoiler! Tidak apalah karena saya asumsikan anda yang membaca review ini 101% tidak akan menontonnya. Yang tidak setuju dengan pernyataan ini silakan tinggalkan komentar di akhir review. Terima kasih.
Tidak dijelaskan apa fungsi Vicky Vette dan Misa Campo dalam film selain memamerkan tonjolan payudara "super"nya dalam adegan berenang ataupun adegan ranjang. Kakak beradik sekalipun tidak harus selalu berdua bahkan satu selimut, bukan? Apabila demikian tidak salah jika seorang lelaki normal berfantasi bahwa keduanya adalah lesbian? Threesome dengan Dewi Perssik? Hiii, tolong jangan teruskan kalimat retoris yang baru saja saya lontarkan itu.
Bagaimana dengan Frizzy? Bisa jadi sepi job sampai mengharuskannya menerima peran Romy. Natha dan Rafi mungkin masih bisa dimaafkan karena belum punya nama samasekali. Meskipun harus memerankan pasangan terbodoh sejagat perfilman dimana size 36B milik si aktris ternyata bisa dikalahkan oleh size 40C si aktor toh mereka lakoni juga. Sederetan chemistry memuakkan yang diperlihatkan keduanya membuat penonton hanya bisa berangan-angan untuk lari ke depan dan menyobek-nyobek layar bioskop sambil tersedu-sedu.
Highlight film ini (kalau mau disebut demikian) cuma terjadi saat Olga si Yoga Penjaga Kubur masuk dalam scenenya selama beberapa menit. Itupun lelucon basi yang setidaknya masih berupaya memancing tawa dengan akronim-akronim bin ajaib dari negeri antah berantah, sebut saja poci (pocong banci), pocicu (pocong banci lucu) dsb. Jika boleh ditambahkan, saya dengan senang hati akan menyebut sederetan lagi macam poyus (pocong jayus), polun (pocong culun) atau poring (pocong garing). Suka-suka elu dah!
Kehadiran kuntilanak bermuka arang dan pocong bermuka bedak tidak memiliki efek apapun terhadap kontribusi cerita, lucu tidak, seram apalagi. Hanya menambah penderitaan sekelompok orang yang mencoba mencari sesuap nasi dalam sekarung gabah dengan terlibat dalam proyek berjudul Pacar Hantu Perawan yang tidak jelas juntrungannya ini. Dan untuk pertama kali selama 3 tahun perjalanan saya sebagai movie blogger, saya putuskan film ini tidak pantas diberi rating terendah sekalipun!

Durasi:
80 menit

Overall:
Non rating di dunia manusia!

Kamis, 10 Februari 2011

ARWAH GOYANG KARAWANG : Perseteruan Jaipong Striptis Hantu Masa Lalu

Storyline:
Kesulitan ekonomi rumah tangga membuat Lilis nekad kembali menjadi penari jaipong Goyang Karawang. Adji sempat menentang rencana istrinya itu tetapi tidak berdaya karena ia sendiri pengangguran setelah diputuskan hubungan kerja. Perlahan Lilis menapaki tangga kesuksesan kembali hingga menarik minat Pak Awal untuk mempekerjakan Lilis di pub miliknya, Bintang Kejora. Hal ini mengundang perhatian sengit Neneng yang semula primadona setempat dengan asistennya yang banci, Iyus. Sejak kemunculan Lilis di pub, hal-hal mistis pun mulai terjadi dan satu persatu korban berjatuhan. Apa yang sesungguhnya terjadi di masa lalu Lilis?

Nice to know:
Diproduksi oleh Sentra Mega Kreasi dan gala premierenya dilangsungkan di Planet Hollywood tanggal 8 Februari 2011.

Cast:
Julia Perez sebagai Lilis
Dewi Perssik sebagai Neneng
Erlandho sebagai Adji
Ajeng Kraton
Bembi Zaenal

Director:
Helfi Kardit terakhir menciptakan euphoria sendiri dalam Setan Facebook yang sukses mengabaikan logika cerita itu.

Comment:
Kembali lagi sebuah naskah hasil tambal sulam karya Team Bintang Timur yang bahkan tidak berani menyebutkan nama-nama anggotanya. Jangan salah tanggap. Sebetulnya saya harus akui plotnya cukup menarik andaikata diberikan penekanan fokus cerita yang berbeda dan penambahan subplot yang berfungsi sebagai penopang cerita pula. Sayangnya hal itu tidak terjadi karena produser rasanya sudah cukup pede dengan duet maut aktris utamanya.
Siapa tidak kenal Julia Perez dan Dewi Perssik yang selain jago berdangdut dan bergoyang juga ahli mempertontonkan kemolekan tubuh mereka. Keduanya pun seringkali terlibat dalam produksi film lokal walau tidak pernah berbagi panggung bersama. Saat terjadi untuk pertama kalinya, malah dicemari dengan berita perseteruan antar Jupe dan Depe di lokasi syuting. Entah sungguhan atau demi publikasi luas rasanya tidak berdampak apa-apa terhadap kualitas filmnya sendiri.
Sutradara Helfi rupanya belum bosan menampilkan sosok hantu old-fashioned yaitu rambut panjang dengan make-up putih tebal. Namun sayangnya si hantu tidak mendapat porsi yang memadai untuk benar-benar ditakuti oleh penonton selain suara harimau yang kerapkali terdengar saat kemunculannya. Teror yang dilakukannya juga cuma sebatas sekelebat adegan-adegan bersimbah darah. Terkadang saya sendiri bingung apa sesungguhnya motif si hantu dalam menghabisi para korbannya? Then it’s more like a arcade movie and you know who the winner is.
Arwah Goyang Karawang memang tampaknya menyia-nyiakan potensi yang dimilikinya dengan detail-detail yang tidak penting dan terkesan murahan. Tidak heran jika protes pun berdatangan dari masyarakat tertentu yang ingin memboikot film ini. Namun setidaknya anda bisa menyaksikan Jupe dan Depe “bersaing” lewat kata dan goyang tubuh di layar lebar bukan? Terlepas dari porsi horor yang hanya menjadi penyedap belaka seperti dibutuhkan tetapi tidak dipakai dengan tepat.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 09 September 2010

LIHAT BOLEH PEGANG JANGAN : Persaingan Bisnis Bakso Temuan Cinta

Storyline:
Dua warung baso yang berseberangan letaknya sudah lama bersaing yaitu Goyang Lidah punya Bang Kimbul yang berputera Udjo dan berkaryawan Uci serta Joget Lidah milik Ibu Umi yang berputeri Salma dan berpegawai Neneng. Tiap hari ada saja keributan mereka dalam menarik pelanggan. Udjo sendiri diam-diam menaruh hati pada Salma yang telah bertunangan dengan seorang bule bernama Jay. Lambat laun sabotase demi sabotase mulai terjadi yang berujung pada munculnya pemain baru yaitu Baso Super Delicious dengan tempat yang lebih megah dan mewah. Dikarenakan kedua orangtua mereka jatuh sakit, Udjo dan Salma harus memutar otak untuk menyelamatkan bisnis mereka masing-masing. Bagaimana akhir dari perseteruan ini?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dengan produser Ody Mulya Hidayat.

Cast:
Dewi Perssik sebagai Salma
Dimas Seto sebagai Udjo
Steve Emmanuel sebagai Jay
Yurike Prastica sebagai Ibu Umi
Harry D Fretes sebagai Bang Kimbul

Director:
Film keduanya setelah Menculik Miyabi yang cukup mencuri perhatian itu bagi Findo Purwono HW di tahun 2010 ini.

Comment:
Sutradara Findo terkenal dengan karya-karya ringannya yang seenteng butiran pop corn di tangan anda. Dan kali ini ia mengemban misi untuk menghibur audiens di musim libur Lebaran 2010. Apa yang diangkatnya? Ternyata persaingan antar para penjual baso! Dan sudah diperlihatkan trailernya yang cukup menyita perhatian setiap pembuka pertunjukkan selama beberapa minggu terakhir di bioskop itu. Dewi Perssik secara mengejutkan dipasangkan dengan Steve Immanuel dan Dimas Seto, padahal biasanya Hardi Fadhillah ataupun Budi Anduk cs! Terbukti strategi yang cukup jitu karena Dimas mampu "bertransformasi" menjadi pemuda sederhana yang terkesan "bloon" dan meleburkan dirinya di setiap scene yang disodorkan padanya. Not bad! Sedangkan Steve lebih mengandalkan ke-Indo-annya dari segi penampilan dan cara berbicaranya. Well.. Jangan lupakan penampilan kocak si Boim Harry De Fretes yang tetap mumpuni walau usianya sudah tidak muda lagi. Good job!
Film yang awalnya saya prediksikan tak jauh beda dengan sampah-sampah terdahulu di luar dugaan cukup memenuhi kriteria standar sebuah hiburan ringan. Konflik yang dibangun dari prolog disajikan per layer dengan lumayan runut hingga mencapai puncaknya di ending dengan penyelesaian tersendiri yang rupanya masih mengandalkan "goyangan" DP. Tidak lupa ada tempelan bumbu cinta segitiga, rivalitas bisnis dengan trik-trik yang dipakai, pengkhianatan dalam skala ringan yang kesemuanya dipadu dengan humor-humor ringan menjurus walau untungnya tidak sampai terlalu norak jatuhnya.
Terlepas dari editing yang tidak terlalu rapi, Lihat Boleh Pegang Jangan bisa jadi kuda hitam dari 4 film nasional yang dirilis bersamaan apalagi jika audiens menginginkan sesuatu yang benar-benar ringan sebagai tontonan bersama keluarga. Tunggu dulu, sudah berapa kali saya menyebutkan kata "ringan"? Coba anda hitung sendiri mulai dari awal!

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 01 April 2010

Tiran : Teror Ranjang "Bekas" Bersejarah

Storyline:
Pasangan pengantin muda, Odie dan Susan baru saja pindah ke rumah baru yang mewah dengan kolam renang. Tak lupa mereka membeli ranjang dari Cik Lisye dan keponakannya yang baru tiba dari Taiwan, Ling Ling. Ranjang tersebut ternyata didapatkan Cik Lisye dari lelang kasur sebuah kost dan diperbaharui untuk dijual lagi. Herannya Susan langsung jatuh hati saat melihat ranjang tersebut. Berbeda dengan Odie yang merasa istrinya bertambah aneh setelah meniduri ranjang baru tersebut. Apa yang sesungguhnya terjadi di masa lalu? Akankah hal tersebut mengancam kelangsungan rumah tangga Odie dan Susan?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dan gala premierenya dilakukan di fX.

Cast:
Indra L. Bruggman sebagai Odie
Dewi Perssik sebagai Susan
Ayu Dewi sebagai Cik Lisye
Zuzana Chang sebagai Ling Ling

Director:
Arie Azis kembali dipercaya produser Ody Mulya Hidayat untuk menangani horor yang bisa dibilang sekuel Tiren (2008) ini.

Comment:
Entah kenapa belakangan tren film lokal menjual adegan panas untuk menarik perhatian, padahal ujung-ujungnya dipotong gunting sensor pula. Belum lagi kehadiran bomseks Jepang/Taiwan dsb yang juga meramaikan layar. Miskin kreatifitas? Mungkin saja. Tiran ini adalah salah satunya. Masih berusaha menjual nama Dewi Perssik yang sukses besar lewat debutnya, Tali Pocong Perawan yang kebetulan dari sutradara, produser dan rumah produksi yang sama. Tidak heran bukan jika dipakai terus? Untungnya Dewi tidak terlalu berlebihan, walau ciri khasnya belum bisa melebur ke karakter lain. Namun cast yang mencuri perhatian disini adalah Ayu Dewi yang tampil lugas sebagai enci-enci tukang jualan furnitur dan ranjang dalam skala lebih khususnya. Indra yang kembali memulai karir layar lebarnya justru tampil kaku. Sedangkan Arie yang dulu saya nilai termasuk sutradara kreatif, belakangan ini seperti kehabisan ide dan terkesan kejar tayang juga. Hmmm.. Alhasil seperti film lain sejenis, plot ceritanya campur aduk mulai dari penghuni kost, pindahan rumah baru, penjual furnitur, pegawai toko, pasutri bermasalah, tetangga seksi, keponakan orang asing, balas dendam, hamil bayi prematur, hantu anak kecil sampai kuntilanak. Bingung? Semua tersaji hanya dalam 70 menitan saja!

Durasi:
75 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Sabtu, 25 Juli 2009

PAKU KUNTILANAK : Balas Budi Sekaligus Dendam Kuntilanak

Cerita:
Trio pemburu mayat yakni Sukun, Obeng, dan Odjie dengan kepalanya Pak Joko dan sekretarisnya Mona harus berhadapan dengan kasus baru.
Seorang gadis, Kunti dibunuh dan dipaku oleh dukun sebelum dimasukkan koper yang dibuang di kali. Tak sengaja ditemukan Pak Joko, Kunti ingin membalas budi dan bersedia diperistri, tentunya dalam wujud manusia biasa sambil berusaha membalas dendam kepada orang-orang yang menyebabkannya tewas. Bagaimana akhir dari misi tersebut?

Gambar:
Cukup konsisten dengan suasana malam hari. Sosok menyeramkan itu banyak terbantu dengan make-up yang sebetulnya berlebihan.

Act:
Masih didukung dengan tim yang sama seperti dulu terutama Kiwil, Eddi Brokoli, Rizky Mocil, Hardi Fadhillah, Cynthiana Alora dan tentunya Dewi Perssik.
Ditambah dengan aktris senior Nanny Wijaya dan model pendatang baru asal Malaysia, Keith Foo serta aktris bule Heather Storm sebagai Sally.

Sutradara:
Masih berusaha menjual formula yang sama yakni paduan horor dan komedi yang kental, Findo Purwono HW tetap mempertahankan garis besar dan jajaran cast yang ironisnya cukup memantapkan hasil box-office 3 film teranyarnya.

Komentar:
Sekuel dari Setan Budeg yang tayang Januari silam, masih mempertahankan pakem yang sama yaitu dengan kekacauan konyol berusaha menyelesaikan kasus supernatural yang bermotifkan balas dendam. Ceritanya dipadu dengan mitos kuntilanak yang harus dipaku untuk membuatnya tidak ganas. Lucu? Meski tidak baru, bolehlah spontanitas komedi itu mengundang tawa. Seram? Hm, rasanya tidak kecuali tawa kuntilanak yang terdengar sangat riil itu (percayalah, saya pernah mendengar yang asli). Lantas apa yang dijual? Murni sebatas franchise komedi hiburan belaka yang tidak perlu banyak berpikir dalam menontonnya. Oya, ditambah dengan beberapa adegan syur yang cukup mencengangkan!

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 15 Januari 2009

SETAN BUDEG : Aksi Trio Pencari Jenazah Mengungkap Misteri Mayat Hilang

Tagline:
Kadang telinga saja tidak cukup untuk mendengar..

Cerita:
Kisah dibuka dengan tiga pemburu mayat yang kerapkali mengurusi mayat tanpa identitas yang bertebaran di jalan ibukota, terutama mereka yang kecelakaan terlindas kereta dan terpisah-pisah anggota tubuhnya! Saat menemukan mayat seorang gadis yang belakangan diketahui bisu tuli bernama Lala menghilang dari mobil jenazah, Pak Joko sebagai atasan mereka menjadi berang. Di lain waktu, Anita mendapat kabar kalau saudara kembarnya mengalami kecelakaan saat ia sendiri dipenuhi tanda tanya besar mengenai rahasia yang mungkin saja disembunyikan orang-orang terdekatnya?

Gambar:
Cukup jelas tersaji walau banyak bermain di malam hari dengan pencahayaan temaram hampir sepanjang film.

Act:
Dewi Perssik kembali dalam film keempatnya. Belum menunjukkan kemajuan akting yang berarti, kali ini dia bermain sebagai sepasang saudara kembar, Anita yang pandai mandiri dan Lala yang bisu tuli. Perbedaan dari penampilan fisik dan sifat yang ingin ditampilkan belum maksimal walau usahanya menarik.
Lucu menyaksikan debut akting Saipul Jamil sebagai suami Anita disini sebagai pengusaha yang sepintas hidupnya terlihat baik-baik saja.
Eddi Brokoli, Hardi Fadhillah dan Rizky Mocil tampil kocak sebagai trio pemburu jenazah, bahkan tanpa nama masing-masing! Beberapa adegan kocak cukup berhasil memancing tawa.

Sutradara:
Findo Purwono HW yang lebih banyak terlibat dalam produksi drama remaja salah satunya yang fenomenal kontroversial, Buruan Cium Gue kali ini kebagian mengarahkan mantan pasutri kondang Dewi Perssik-Saipul Jamil. Sayang memang keterbatasan skenario sulit disiasati lebih jauh lagi sehingga hasil akhir film ini cenderung tanggung.

Komentar:
Konsep yang ingin diusung film ini menjadi bias. Antara ingin menampilkan hal baru yaitu profesi pemburu mayat, ataukah profil setan budeg yang "katanya" sering berdiam di persimpangan rel kereta api? Belum lagi dikaitkan dengan cerita klise hubungan suami istri dan orang ketiga. Apa yang sebenarnya ingin difokuskan? Yah anggap saja film ini menjual banyolan tanpa perlu berpikir panjang jika misinya hanya ingin menghibur. Tidak lebih.

Durasi:
85 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 23 Oktober 2008

KUTUNGGU JANDAMU : Komedi Eksplorasi Dewi Perssik

Cerita:
Setelah memenangkan persidangan dan resmi bercerai dari Rozak, Perssik menumpang hidup di rumah kakaknya yang juga seorang janda, Cherry. Kedatangan Perssik yang menarik secara fisik, tentu saja mengundang perhatian warga sekitar terutama yang berjenis kelamin laki-laki. Di lain pihak, diam-diam Rozak masih berusaha membalas perlakuan Perssik dengan cara yang licik. Apakah Perssik mampu menghadapi semua konflik yang ada di sekitarnya?

Gambar:
Mata anda akan dimanjakan adegan2 komikal yang memancing tawa. Pengambilan gambar di setting yang sebetulnya terbatas itu cukup stabil.

Act:
Dewi Perssik seperti memainkan karakter yang identik dengan hidup pribadinya sendiri. Walau berakting dengan cukup lugas, di beberapa adegan terlihat sangat berlebihan. Sepertinya dia dibebaskan berkreasi di luar tuntutan skrip.

Sutradara:
Findo Purwono HW yang angkat nama lewat komedi remaja vulgar Satu Kecupan, mengulangi formula yang sama. Sebagai hiburan belaka, mungkin cukup berhasil. Tapi tidak secara kualitas film secara keseluruhan.
Beberapa nama artis lawas turut menyemarakkan film ini seperti Eddi Brokoli, Yana Zein, Fara Diana, Yani dan Edwin Manangsang dari Trio Libels.

Komentar:
Pernah liat advertising 2121 yang menampilkan film ini? Hal yang cukup kreatif dan memancing rasa penasaran tentunya. Tapi hal itu tidak akan anda temukan dalam film ini. Yah sekadar ingin tertawa tanpa berkerut kening alias berpikir, boleh saja menjadikan film ini sebagai alternatif tontonan. Namun di luar itu, tidak ada yang spesial dari film ini karena cenderung sekuens cerita tidak terstruktur dengan baik dan fokus film menjadi terpecah-belah sampai berujung pada satu penyelesaian yang terlalu dangkal.

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!