XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label yoyok dumprink. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yoyok dumprink. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

MR. BEAN KESURUPAN DEPE : Pembohongan Publik Penyimpangan Kreatifitas


Quotes:
Ini Olimpiade apa tujuh belasan sih? Kok makan kerupuk gini?

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh K2K Productions ini tidak mengadakan screening ataupun gala premiere untuk menjaga “kerahasiaan” kontennya.
Cast:
Dewi Perssik sebagai Marni
Doyok sebagai Parmin
Marwan XL sebagai Romeo
Mpok Atiek sebagai Emak

Director:
Merupakan film ketiga bagi Yoyok Dumprink di tahun 2012 ini setelah Kungfu Pocong Perawan.

W For Words:
Ketika pertama kali mendengar kabar bahwa Rowan Atkinson akan bermain dalam sebuah film produksi K2K Productions, banyak pihak tidak percaya akan kebenarannya. Saya dengan polosnya (ingin) percaya meski meragukan seberapa banyak porsi pria bergelar dokter yang populer dengan serial komedi Mr. Bean di tahun 90an itu terlibat dalam film yang memajang namanya bersama dengan penyanyi dangdut merangkap aktris penuh sensasi, Dewi Perssik. Mudah-mudahan saya tidak keliru menyebut beliau “aktris” yang kondang dengan goyang gergajinya tersebut.

Suami istri miskin, Parmin dan Marni tinggal bersama Emak, ibu Marni yang cerewet dan overprotektif. Marni yang tengah hamil tua ingin sekali pergi ke Jakarta melihat Catwoman yang ternama itu. Parmin yang berprofesi sebagai penarik becak awalnya tidak kuasa memenuhi idaman sang istri sebelum akhirnya menyanggupi. Betapa malang nasib mereka bertemu seorang psikopat bergergaji listrik yang menghabisi nyawa keduanya sampai menitis menjadi pocong. Asrama Pocong yang menjadi persinggahan justru mempertemukan Parmin dan Marni dengan pocong-pocong lain termasuk Bean yang kepincut dengan Marni. Apakah obsesi Marni melihat Catwoman masih dapat terwujud?
Selepas film berakhir, saya ingin sekali menemui seorang KK Dheeraj secara pribadi. Pertama, saya ingin "pukpuk" kepalanya karena usaha cemerlangnya menemukan seorang bule “antah berantah” untuk disulap menjadi Rowan Atkinson, lengkap dengan kedua alis tebal, tahi lalat di pipi kiri, setelan jas-kemeja-dasi-celana panjang yang persis sama serta boneka teddy bear yang selalu mengiringinya! Kedua, saya ingin “jitak” kepalanya karena upaya pembohongan publik tingkat tinggi yang bahkan tidak menghargai eksistensi Rowan Atkinson KW-3 itu, setidaknya dengan mencantumkan namanya pada credit title!

Si bule tersebut melakukan personifikasi Mr. Bean dengan amat mirip mulai dari gerak mata dan bibirnya yang khas hingga bahasa tubuhnya yang canggung. Namun sayang sekali, adegan slapstick yang dikerjakannya tidak didukung oleh skrip yang baik sehingga lalu-lalangnya mengisi layar tak cuma gagal membangkitkan tawa penonton tapi juga membuat penonton ingin mendeportasinya ke Inggris Raya. Scene kawinan pesta taman sampai dolanan Amazing Water World terasa dibuat semirip mungkin dengan tipikal sitkom Mr. Bean walau funny effect nya jelas berbeda seratus delapan puluh derajat!

Dewi Perssik kembali super sibuk menokohkan dua tokoh sekaligus, sebagai gadis desa sederhana bernama Marni sampai superstar glamor bernama Catwoman. Maaf sekali, keduanya failed, mbak! Kehamilan Marni tidak meyakinkan dan imej istri soleh tidak terlihat sedangkan kebintangan Catwoman dibangun berdasarkan apa? Penyanyi dengan aksi panggung hot dalam balutan kostum kulit menonjolkan belahan disana-sini tapi diiringi lagu Korea? Terus terang, alis mata saya terangkat sebelah kala menyaksikan adegan ini.

Bagian yang melibatkan Asrama Pocong beserta isinya juga membuat muak. Tematiknya yang fun dan colorful mengingatkan kita akan kawanan Ajun Perwira dan Rizky Mocil cs dalam Poconggg Juga Pocong (2011), tapi bukan berarti mendandani pocong dengan kain kafan “pelangi aneka warna” bisa dibilang sah! Perlombaan makan kerupuk, lari (atau loncat) sendok kelereng antar pocong semakin menegaskan bahwa penulis skripnya berpikiran layaknya siswa SD. Tambahan balap bajaj juga tidak menolong segi kreatifitasnya karena sudah pernah ditampilkan sebelumnya dalam Mas Suka Masukin Aja (2008) yang juga produksi K2K.
Ada yang baru dari KKD yaitu melodrama melankolis. Sesuatu yang diharapkan mampu menutup filmnya dengan high note sekaligus meminta penonton memberi maaf padanya. Sorry mister, you’re still guilty as charged! Curhat Catwoman mengenai masa lalunya yang terselamatkan saat seorang bocah lelaki ikhlas mendonorkan bola matanya karena membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya tiba-tiba saja muncul. Twistnya sudah bisa diduga jika orang itu adalah Parmin yang kemudian berpelukan unyu dengan Catwoman di atas panggung. Alih-alih penonton bereaksi dengan menitikkan air mata, ternyata malah misah-misuh sambil meninggalkan bioskop. Saya cuma tersenyum, menggaruk-garuk kepala!

Mr. Bean Kesurupan Depe dapat dikatakan catatan terburuk sepanjang sejarah perfilman lokal. Segala sesuatu yang diawali dengan kebohongan tidak akan pernah menjadi kebenaran. Bukan hanya itu, pencurian scoring music yang melandasi beberapa adegan disini juga patut menjadi isu. Terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan KKD kali ini mudah-mudahan saja tidak menjerumuskannya ke dalam jerat hukum yang berlaku suatu saat nanti. Tak ada yang lebih buruk dari elemen kreatifitas yang disalahartikan secara hakiki bahkan terjadi secara sengaja dan penuh kesadaran. Saran saya bagi anda yang penasaran akan konten film ini: Jangan nonton atau menyesal! Cukup pantengin posternya, manggut-manggut seraya berujar “Oh, ada ‘Bean’ toh..”

Durasi:
79 menit

Overall:
No-rated

Catatan:
Sebagian foto dalam artikel ini berasal dari tabloid Bintang Indonesia

Kamis, 12 April 2012

KUNGFU POCONG PERAWAN : Degradasi Kreatifitas Pasangan Mengganggu


Quotes:
Mey Mey: Kita harus hormat pada kakak tertua yang lagi makan kedondong. Hai kakak kedua cium pipi aku dong!

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh K2K Productions ini gala premierenya diselenggarakan di Epicentrum XXI pada tanggal 9 April 2012.

Cast:
Olga Syahputra sebagai Boh Lam
Jessica Iskandar sebagai Mey Mey
Yadi Sembako sebagai Boh Siaw
Daus Mini sebagai Ang Pao
Rizky Putra sebagai Baron alias Amsyong Lu

Director:
Merupakan film kedua bagi Yoyok Dumprink di tahun 2012 ini setelah Kafan Sundel Bolong.

W For Words:
Ada satu yang menarik tatkala melihat poster film hasil desain Michael Tju beberapa bulan lalu. Pasalnya saya melihat penampakan yang sama persis dengan Kungfu Panda (2008) dimana latar belakang, warna dasar dan jenis huruf yang digunakan betul-betul jiplakan murni, lengkap dengan tagline: “Kata orang lebih dahsyat dari si panda?” Oh my God! Jika memang permintaan sang produser, maka dimana akal sehat seorang KK Dheeraj yang tak henti-hentinya membombardir masyarakat dengan karya-karya non orisinil?
Mey Mey yang merupakan kembang perguruan kungfu menaruh hati pada kakak kedua Boh Lam meskipun oleh gurunya dijodohkan dengan kakak pertama Boh Siaw. Tugas besar menanti Boh Siaw bersama dengan bocah Ang Pao yaitu mencari kitab sakti di hutan. Malangnya tak lama keduanya tewas dalam kecelakaan. Sementara itu, musuh bebuyutan Amsyong Lu dan kawanannya berhasil menculik Mey Mey sekaligus membunuh guru besar. Kini Boh Siaw dan Ang Pao yang telah menjadi pocong harus menyelamatkan Mey Mey sekaligus membalaskan dendam.

Dua hubungan “aneh tapi nyata” dihadirkan disini. Pertama, Olga Syahputra dan Jessica Iskandar yang tengah menjadi buah bibir karena diberitakan berpacaran. Nyatanya dalam film, percintaan mereka hanya dibahas di bagian pembuka dan penutup saja, itupun dengan interaksi konyol penuh dialog spontan menggelikan. Kedua, Yadi Sembako dan Daus Mini sebagai tandem pocong besar kecil yang (katanya) ahli kungfu. Ide untuk memodernisasi kostum dan penampilan mereka pasti mengingatkan anda pada Ajun Perwira dan Nycta Gina dalam Poconggg Juga Pocong.
Sutradara Yoyok Dumprink memang konsisten menghadirkan sinematografi layaknya FTV lengkap dengan ornamen musik ala Tiongkok. Entah mengapa saya yang kebetulan tumbuh dalam budaya Tionghoa merasakan pencemaran imej akan perguruan kungfu yang biasanya sakral itu. Sang guru besar diperlakukan dengan tidak senonoh oleh murid-muridnya, belum lagi tokoh Mey Mey yang seliweran tanpa latar belakang itu dengan bahasa Mandarin yang juga.. ah sudahlah. Bahkan ada adegan jiplakan dari Johnny English Reborn dimana Yadi Sembako menirukan Rowan Atkinson “menarik batu”.

Kesimpulan utuhnya adalah Kungfu Pocong Perawan samasekali tidak lucu dan tidak seru. Kelemahan skrip amat terasa menyelinap di setiap perpindahan adegan yang menandakan pergantian subplot. Humornya kering, berantemnya garing. Apa lagi yang anda harapkan? Jika terang-terangan dimaksudkan sebagai parodi mungkin bisa lebih dimaafkan. Namun mempertimbangkan banyaknya penjiplakan disana-sini yang disengaja membuat sisi kreatifitasnya terdegradasi ke tempat yang paling dalam. Mudah-mudahan film semacam ini tidak pernah mewakili wajah perfilman Indonesia!

Durasi:
77 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 26 Januari 2012

KAFAN SUNDEL BOLONG : Syarat Menggelikan Kaya Mendadak

Quotes:
Deden: Loe gak pantes nonton politik, pantesnya nonton tanjidor.


Storyline:
Deden adalah pecundang bermodal pas-pasan. Keinginan untuk dicintai wanita cantik dan mendapat kekayaan membawanya menemui dukun bernama Tante Sun dengan ditemani sahabat karibnya, Munaf alias Muka Nafsu. Syarat yang diajukan hanya tiga yaitu kolor gadis perawan, rambut tokoh tinggi dan kain kafan mayat yang belum semalam di kubur. Sayangnya begitu semua terpenuhi, Tante Sun keburu meninggal. Kekayaan instan yang diterima Deden ternyata membangkitkan amarah sundel bolong yang meminta imbalan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Productions.

Cast:
Aziz Gagap sebagai Deden
Arumi Bachsin sebagai Chery
Udin Penyok sebagai Munaf
Andreano Phillip
Jeffrey Lee

Director:
Merupakan film ketujuh bagi Yoyok Dumprink alias Yoyo Subagiyo.

Comment:
Intisari sebuah film nampaknya menjadi unsur ke-9529 bagi seorang KK Dheeraj. Sekelumit ide yang muncul di kepalanya tiba-tiba bisa dituangkan menjadi skrip jadi-jadian sekalipun. Film pertamanya di tahun 2012 ini seharusnya memicu kemarahan seorang Nayato Fio Nuala. Apa pasal? Aktor dan aktris kesayangannya dibajak! Namanya dipasang besar-besar. Tentu anda tahu, saya membicarakan siapa? Tidak lain dan tidak bukan adalah Aziz Gagap dan Arumi Bachsin.

Kembalinya Arumi Bachsin.. Sepertinya kalimat yang “dijual” dalam posternya ini belum selesai. Yang dimaksud bukan kembali ke dunia akting melainkan ke dunia antah berantah. Ini pendapat pribadi saya. Jika Nayato masih berbaik hati memberikannya peran di dunia fana maka tidak kali ini. Peran Cherry adalah pelengkap derita yang muncul di bagian pembuka dan penutup saja, selayaknya buah ceri yang menghiasi kue tart yang samasekali tidak enak rasanya. Kasihan!
“Bintang” sesungguhnya dalam film ini adalah duet Aziz Gagap dan Udin Penyok yang bahu-membahu berjayus ria sambil berupaya membangkitkan kembali trend sundel bolong yang konon digagas oleh almarhumah Suzanna yang legendaris itu. Sayangnya sundel bolongnya terlihat palsu dan tidak meyakinkan. Jangan harap melihat belatung bermunculan dari punggung berlobang, fokus justru ada di muka hitam yang merupakan kombinasi dari hanoman, nenek gerondong dan genderuwo?

Originalitas menjadi sesuatu yang mahal harganya dalam film-film KKD. Setidaknya ada 2 tembang hits mancanegara yang diambil dalam film ini yaitu Labels or Love dan Kuch Kuch Hota Hai. Adegan slapstick Aziz Gagap di toilet bahkan mengingatkan anda pada satu-dua episode serial televisi Mr. Bean. Entah sederetan jiplakan ide lain apalagi yang berlalu-lalang di kepala dimana saya terlalu malas untuk mengingatnya. Jika ada tambahan, sedianya anda bisa berbaik hati memberitahu.
Kafan Sundel Bolong yang teramat buruk secara kualitas bagaikan replika film-film Nayato KW2 yang setidaknya lebih baik dari segi penyajian gambar. Aziz Gagap hanya mencoba menjadi dirinya sendiri, jangan salahkan kemiripan akting saat ia melakukan “bully” terhadap pak Pocong atau tante Sun. Eh, mereka punya nama lho! Namun pemakaian nama besar Suzanna di poster filmnya dengan dalih “penghormatan” rasanya perlu dijelaskan KK Dheeraj pribadi lewat pidato 81 menit yang mungkin akan lebih menghibur dibandingkan filmnya sendiri.

Durasi:
81 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 08 Desember 2011

ARWAH KUNTILANAK DUYUNG : Suami Penyiksa Kuntilanak Duyung Pembalas

Tagline:
Tepat di kilometer sembilan puluh tujuh
Jalan tol cipularang di selimuti ratapan pilu
Tepat di tempat haus darah itu
Arwah kuntilanak duyung menunggumu


Storyline:
Di sebuah pantai, Linda dan Ardo bertemu dan saling jatuh cinta. Demi masa depan mereka berdua, Ardo membangun Villa Linda disana atas rekomendasi Jali untuk hidup berbahagia bersama istri tercinta. Adalah dua pembantu kocak yang mendampingi keduanya yaitu Ayu dan Odong. Sementara itu tukang ojek sepeda paruh baya Amat tanpa sengaja membuang ari-ari bayi ke pantai sehingga mengundang Aisha, kuntilanak duyung penunggu pantai setempat. Sejak saat itulah Amat dan Sule yang rajin mangkal seringkali menjadi sasaran gangguan. Apa yang sesungguhnya diinginkan Aisha?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Productions dimana syutingnya diselesaikan sebelum Ramadhan lalu.

Cast:
Dewi Perssik sebagai Aisha
Saipul Jamil sebagai Jali
Entis Sutisna alias Sule sebagai Sule
Pretty Asmara sebagai Ayu
Afdhal Yusman sebagai Ardo
Dian Widiantoro sebagai Linda

Director:
Merupakan film keenam bagi Yoyok Dumprink sekaligus yang kelima di tahun 2011 ini setelah Pacar Hantu Perawan.

Comment:
Mari terjemahkan kata per kata judul film ini versi saya, jadi dilarang protes. Arwah adalah intisari dari tubuh fisik perempuan. Kuntilanak identik dengan makhluk halus berwujud perempuan yang meninggal saat tengah mengandung. Sedangkan duyung adalah ikan berkepala manusia yang biasanya perempuan. Persamaan dari ketiga kata tersebut adalah perempuan. Lantas jika ketiga kata tersebut dipersatukan, konsepnya dapat diartikan perempuan jadi-jadian. Setuju saja deh dengan KKD kali ini!
Entah siapa yang patut dipersalahkan atas ide brilian skrip yang tak dapat dipertanggungjawabkan itu. Bagaimana empat tempat yang berbeda mulai dari vila, hutan, pantai, tol Cipularang dapat dihubungkan begitu saja tanpa korelasi yang jelas. Mungkin Doraemon harus mengecek pintu kemana saja nya apakah digunakan tanpa ijin oleh KKD? Yang pasti dengan gaya bercerita loncat-loncat ala bajingan eh bajing, Yoyok Dumprink berusaha menciptakan momok dari kuntilanak naik ojek sepeda (DP), kuntilanak duyung (DP lagi) dan pocong banci (untung bukan DP).

Samasekali tidak ada penjelasan masuk akal bagaimana seorang wanita yang tengah mengandung mati dibunuh lalu dibuang ke laut lantas menjadi kuntilanak air yang kemudian diperhalus menjadi kuntilanak duyung? Asumsi liar saya mulai berkelana. Lantas twist di akhir cerita yang berusaha menjawab misteri tol Cipularang KM 97 dihadirkan dengan adegan bulan purnama di belahan langit malam saja. Sungguh sebuah masterpiece!
Ricuh “drama king” Saipul Jamil yang sempat memprotes pemasangan tulisan Tol Cipularang KM 97 besar-besar dalam posternya ternyata tidak diimbangi oleh akting yang baik. Jika di kemudian hari ia mempersalahkan LSF yang memangkas adegan seks “brutal” nya itu, saya tidak heran. Dewi Perssik tampaknya sudah semakin “nyaman” bekerjasama dengan KKD dalam beberapa film terakhirnya. Baik sebagai wanita biasa atau hantu luar biasa, ia tidak berkeberatan, termasuk mengenakan kostum duyung emas yang untungnya tidak sampai memalukan.

Debut Sule disini setidaknya sedikit menyelamatkan film. Gaya humornya yang fresh di layar lebar cukup mampu memancing tawa berkali-kali. Adegannya membonceng kuntilanak dengan sepeda di tengah hutan malah mengingatkan saya akan sosok (alm.) Suzanna dan Muni Cader di film-film horor lawas. Karakter Ayu dan Odong rasanya ditakdirkan menjadi perusak mata dengan banyaknya syut close up yang mempertontonkan bulu dada dan beha-kolor Pretty yang triple XL itu. Sedangkan tokoh Linda Ardo sudah ditakdirkan menjadi pelengkap derita saja terlepas dari apapun yang mereka lakukan.
Satu-satunya nilai plus Arwah Kuntilanak Duyung adalah originalitas seorang KK Dheeraj yang biasanya “mencontek” itu. Bahkan kreatifitasnya diganjar dengan acknowledgement yang membuat film ini konon akan diremake oleh Hollywood menjadi sebuah sains fiksi horor yang lain daripada biasanya. Apapun hasilnya kelak, kita sebagai masyarakat penikmat film local tidak perlu berbangga hati dahulu. Namun sebaiknya merasa malu jika di penghujung tahun 2011 ini masih dijejali dengan ide “gabrukan” semacam ini. Teruskanlah mengikik Dewi Perssik sembari dikritik!

Durasi:
77 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 04 Oktober 2011

PACAR HANTU PERAWAN : Pancuran Perekat Kekasih Dunia Lain

Quotes:
Opa Mandy: Ohh si by the way juga ikut kesana? Anaknya si Badrun?


Storyline:
Trio saudari, Vicky, Mandy dan Misa nyaris selalu berbagi apapun bersama, tak ketinggalan Opa mereka yang nyentrik bin ajaib itu. Suatu ketika, Mandy yang belum memiliki kekasih diajak managernya Joyce dan pacarnya Alex untuk berwisata ke Hutan Jodoh dimana Pancuran Perekat Kekasih diyakini manjur. Namun bukan percaya, Mandy malah mencibir. Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda tampan bernama Romy yang langsung memikat hati Mandy. Bersamaan pula, gangguan supernatural mulai menghinggapi Joyce dan Alex. Benarkah Mandy dikutuk oleh penghuni gaib Hutan Jodoh itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Productions dan special screeningnya diadakan di fX Platinum XXI pada 4 Oktober 2011.

Cast:
Dewi Perssik sebagai Mandy
Olga Syahputra sebagai Yoga Penjaga Kubur
Jonathan Frizzy sebagai Romy
Natha Narita sebagai Joyce
Rafi Cinoun sebagai Alex
Vicky Vette sebagai Vicky
Misa Campo sebagai Misa

Director:
Merupakan film keempat di tahun 2011 bagi produser sekaligus sutradara bernama Yoyok Dumprink ini setelah terakhir Pocong Mandi Goyang Pinggul yang memetik kehebohan itu.

Comment:
Penundaan rilis 2 bulan lamanya sudah menjadi indikasi seorang KK Dheeraj saja tidak pede merilis film ini. Kemungkinan terbesar karena harus dipangkas disana-sini seperti Hantu Puncak Datang Bulan, tak heran editingnya begitu kasar. Sejujurnya saya sempat berharap besar agar filmnya tidak jadi rilis dalam bentuk apapun juga, bioskop, dvd ataupun konsumsi televisi sekalipun. Lebih baik roll filmnya dimusnahkan dengan cara dibakar ataupun dibuang ke kandang buaya kelaparan yang bahkan tidak perlu mengenal siapa itu Dewi Perssik sesungguhnya.
Entah apa yang merasuki penulis Melonys sehingga memiliki ide brilian untuk mengkonversi Pocong Mandi Goyang Pinggul dalam bentuk lain. Jika sebelumnya ada perjaka Chand Kelvin yang memacari hantu berwujud Sasha Grey, maka kali ini giliran perawan (tentu saja hasil operasi selaput dara!) Dewi Perssik yang dipacari hantu berwujud Jonathan Frizzy. Oops, spoiler! Tidak apalah karena saya asumsikan anda yang membaca review ini 101% tidak akan menontonnya. Yang tidak setuju dengan pernyataan ini silakan tinggalkan komentar di akhir review. Terima kasih.
Tidak dijelaskan apa fungsi Vicky Vette dan Misa Campo dalam film selain memamerkan tonjolan payudara "super"nya dalam adegan berenang ataupun adegan ranjang. Kakak beradik sekalipun tidak harus selalu berdua bahkan satu selimut, bukan? Apabila demikian tidak salah jika seorang lelaki normal berfantasi bahwa keduanya adalah lesbian? Threesome dengan Dewi Perssik? Hiii, tolong jangan teruskan kalimat retoris yang baru saja saya lontarkan itu.
Bagaimana dengan Frizzy? Bisa jadi sepi job sampai mengharuskannya menerima peran Romy. Natha dan Rafi mungkin masih bisa dimaafkan karena belum punya nama samasekali. Meskipun harus memerankan pasangan terbodoh sejagat perfilman dimana size 36B milik si aktris ternyata bisa dikalahkan oleh size 40C si aktor toh mereka lakoni juga. Sederetan chemistry memuakkan yang diperlihatkan keduanya membuat penonton hanya bisa berangan-angan untuk lari ke depan dan menyobek-nyobek layar bioskop sambil tersedu-sedu.
Highlight film ini (kalau mau disebut demikian) cuma terjadi saat Olga si Yoga Penjaga Kubur masuk dalam scenenya selama beberapa menit. Itupun lelucon basi yang setidaknya masih berupaya memancing tawa dengan akronim-akronim bin ajaib dari negeri antah berantah, sebut saja poci (pocong banci), pocicu (pocong banci lucu) dsb. Jika boleh ditambahkan, saya dengan senang hati akan menyebut sederetan lagi macam poyus (pocong jayus), polun (pocong culun) atau poring (pocong garing). Suka-suka elu dah!
Kehadiran kuntilanak bermuka arang dan pocong bermuka bedak tidak memiliki efek apapun terhadap kontribusi cerita, lucu tidak, seram apalagi. Hanya menambah penderitaan sekelompok orang yang mencoba mencari sesuap nasi dalam sekarung gabah dengan terlibat dalam proyek berjudul Pacar Hantu Perawan yang tidak jelas juntrungannya ini. Dan untuk pertama kali selama 3 tahun perjalanan saya sebagai movie blogger, saya putuskan film ini tidak pantas diberi rating terendah sekalipun!

Durasi:
80 menit

Overall:
Non rating di dunia manusia!

Selasa, 26 April 2011

POCONG MANDI GOYANG PINGGUL : Setan, Pocong dan Long Distance Relationship Misterius

Tagline:
Sebuah tragedi tak terlupakan...

Ketika malam suro datang dan kran air terbuka...Pocong juga datang!!


Storyline:
Ferdi yang berprofesi sebagai seorang DJ klub malam mengalami kecelakaan mobil yang cukup fatal di jalan raya pada suatu malam. Beruntung tidak ada cedera yang serius sehingga dalam kurun waktu sebulan ia bisa beraktifitas kembali, tentunya setelah didorong oleh sohib sekaligus asisten pribadinya, Dennis yang pintar-pintar bodoh itu. Terkadang Ferdi dihantui sosok perempuan berjubah putih misterius di sela-sela hubungan jarak jauhnya yang intens dengan seorang gadis bule cantik seksi bernama Sasha itu. Siapa sesungguhnya Sasha yang segera diselidiki ibu dan adik perempuan Ferdi itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Production dan gala premierenya dilangsungkan di Plaza Indonesia XXI pada tanggal 26 April 2011.


Cast:
Sasha Grey

Chand Kelvin
sebagai Ferdi
Tatang Gepeng sebagai Dennis
Sheza Idris
Baby Margaretha
Tata Dado
Annisa Bahar

Mpok Nori

Ucok Baba

Andreano Phillip


Director:
Meski baru empat bulan meninggalkan tahun 2011, Yoyok Dumprink maju terus dengan film ketiganya ini.

Comment:

Harus diakui saya sangat mengenal nama “besar” Sasha Grey semasa akil baliq beberapa tahun silam. Dan pertama kali mendengar K2K Productions akan mengajaknya bermain film, komentar yang terlintas pertama kali dalam pikiran adalah “WTF?” dibandingkan “Woow, it’s gonna be awesome!”. Sebab kita semua sudah tahu kualitas film-film yang dihasilkan rumah produksi tersebut seperti apa.


Sang produser KK Dheeraj bersikap seperti biasanya, alih-alih menerima dan menanggapi kritik, ia seringkali menantang balik pihak yang mengkritiknya. Tidak bisa disalahkan karena filmnya toh masih dapat dijual di negara tercinta ini. Dan untuk proyek terbarunya, ia menutup rapat-rapat proses syuting ataupun jalan ceritanya sampai menjelang hari H nya. Tak lupa sebelum prolog film bergulir, ia menyelipkan “kata-kata mutiara” yang intinya menegaskan bahwa filmnya hanyalah hiburan belaka dan syukur-syukur bisa memancing tawa. Well..

Penulis skrip bernama Melonys itu kembali mempertunjukkan kebolehannya dalam memutar-balikkan intelejensi penonton dengan forward-backward alur cerita. Hanya saja kali ini diperhalus dengan unsur komedi dibandingkan dengan kemunculan setan yang secara mengejutkan cuma 2-3 scene saja. Tanpa lupa menyebutkan beberapa adegan syur di luar kepentingan storyline sekalipun yang dijamin membuat jantung para pria berdesir.






Dimana posisi seorang Sasha Grey? Ia tidak datang ke Indonesia karena menjalani porsi syutingnya di Amerika. Itupun lebih banyak via webcam yang juga terlihat jelas satu arah (alias rekaman) dimana ia hanya menyebutkan dialog-dialog pendek seperti miss you, bye ditutup dengan kecupan dalam satu tiupan tangan, berulang-ulang-ulang! Bagian ini selayaknya memperlakukan segenap audiens dalam kasta murid sekolah dasar. Come on! We want more, at least Japanese pornstars do better than you with their giggles and innocences all the time in front of camera.


Debut Chand Kelvin tidak mengecewakan samasekali. Ia berakting natural seperti menjadi dirinya sendiri di sebagian besar scene yang memang didominasinya. Jika saja ada karakterisasi yang lebih, tentunya akan lebih menantang lagi baginya. Interaksi tokoh Ferdi dan Dennis sepanjang film mengingatkan saya pada duet Tom & Jerry dengan ilustrasi musik komedi. Sedangkan karakter yang dimainkan Baby dan Sheza nyaris tidak terlalu penting alias tempelan belaka. Apalagi Andreano, Ucok Baba, Anissa Bahar, Mpok Nori yang selayang pandang saja termasuk Tata Dado yang mengumbar istilah P-O-Cong dan PocoCi, please jangan tanya pada saya kepanjangannya.


Pocong Mandi Goyang Pinggul memang terang-terangan menjual seorang Sasha Grey dengan penggunaan judul aneh binti gajebo yang disinyalir hasil semedi di atas kuburan pada malam satu suro. Plot cerita seadanya yang diperpanjang dengan pita warna-warni pengganti pita seluloid ini akhirnya ditutup dengan kesimpulan “brilian” yang melibatkan seorang Detektif L.A.P.D di sebuah tempat bernama HOLLYWOOD! Sayapun berniat menutup 75 menit yang absurd ini dengan mandi kembang tujuh rupa di rumah menggunakan gayung merah dengan poster Sasha Grey di dinding. Ooohhh!


Durasi:
75 menit


Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 17 Maret 2011

DEDEMIT GUNUNG KIDUL : Dua Saudari Tumbal Pernikahan Mafia

Tagline:
Dari balik pegunungan beku.. Dedemit mengincar nyawamu..

Storyline:
Pengusaha Rodney yang sakit-sakitan memiliki dua putri yaitu Vicky dan Jane. Karena hutang besar pada gembong mafia kaya bernama Mark, iapun menyerahkan Vicky untuk dinikahi Mark. Keduanya pun hanyut dalam pernikahan yang bahagia. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, Vicky dikabarkan tewas saat berlibur menelusuri Gunung Kidul. Mark dan Jane pun sangat sedih mengetahui fakta tersebut. Namun Rodney “menyatukan” keduanya agar hubungan bisnis mereka tetap baik. Berat hati Jane menerima keputusan itu tapi gangguan supernatural mulai dialaminya ketika tinggal di rumah Mark. Belum lagi kemunculan asisten Mark, Peter yang sulit diduga motif sesungguhnya. Misteri apa yang sesungguhnya menyelimuti keluarga itu?

Nice to know:
Diproduksi oleh K2K Production dan screeningnya diadakan di Blok M Square 21 pada tanggal 17 Maret 2011.

Cast:
Uli Auliani sebagai Jane
Tasa Rudman sebagai Mark
Afdhal Yusman sebagai Peter
Ammy Tawaqal

Director:
Film kedua bagi Yoyok Dumprink di tahun 2011 ini setelah Pelukan Hantu Janda Gerondong di bulan Januari lalu.

Comment:
Lagi! Pemakaian judul film lokal dengan menggunakan nama tempat. Rasanya tinggal tunggu waktu jika masyarakat Yogya akan memprotes film ini seperti yang sudah dilakukan masyarakat Karawang beberapa waktu lalu. Padahal jika ditelaah, Gunung Kidul tidak menjadi suatu faktor yang krusial disini selain kejadian nyata yang konon menginspirasi cerita film ini. Entahlah. Tidak ada yang tahu kebenarannya. Belum apa-apa kontroversi sudah dituai kala posternya terang-terangan menjiplak versi Drive Angry yang rilis nyaris berbarengan. Sungguh tidak kreatif!
Plot ceritanya sendiri sebetulnya dapat dituliskan dalam beberapa kalimat saja. Namun hebatnya seorang KK Dheeraj, susunan kata dalam kalimat-kalimat tersebut bisa ditukar-tukar untuk memberikan arti yang berbeda. Bayangkan anda sedang bermain scramble dengan anak TK nol kecil dan andapun dipaksa menerima logika yang sedikit aneh tersebut. Begitulah yang terjadi disini dimana IQ anda akan ditantang habis-habisan dari menit awal sampai menit akhir. Jika anda rajin, cobalah catat berbagai kejanggalan yang saya maksud, dijamin daftar anda akan penuh di penghujung film.
Aktor-aktris yang bermain kali ini saya yakini tidak mendapatkan briefing yang cukup bagaimana mendalami peranannya masing-masing. Namun kecurigaan saya adalah tidak adanya skrip yang memadai yang bisa dipelajari dengan baik. Uli yang paling senior sekalipun terlihat bingung memposisikan karakternya dalam film ini. Ada lagi pemeran Vicky (yang bahkan namanya tak tercantum di credit title) samasekali tak jelas posisinya apalagi terlihat berkacamata hitam nyaris di setiap scenenya. Saya asumsikan ia melakukan penyamaran walaupun motifnya belum diketahui. Sedangkan Tasa dan Afdhal merupakan nama baru di dunia akting sehingga kekikukan mereka mesti bisa dimaklumi terlebih menerima skrip “bayangan” di tangan. Betapa sulitnya..
Satu lagi yang khas pada produksi film K2K adalah adegan syur. Uli dan Vicky bergantian mempertontonkan aset mereka dalam balutan bikini ataupun lingerie berwarna mencolok baik dalam adegan kamar tidur, kamar mandi ataupun kolam renang. Belum lagi sesi foto pinggir kolam yang dilakukan empat cewek bohay berbody-tidak-bagus dengan percaya diri tinggi itu yang tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap bangunan cerita.
Dedemit Gunung Kidul akan mengajak anda masuk dalam dunia mimpi buruk tiada berlogika yang tidak berkesudahan. Sewaktu bangun, anda akan mendapati kesadaran anda terganggu juga volume otak yang mengecil. Beruntunglah hal tersebut bersifat tidak permanen karena efek itu akan hilang dengan sendirinya beberapa saat setelah anda meninggalkan bioskop.

Durasi:
85 menit

Overall:

6 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 20 Januari 2011

PELUKAN JANDA HANTU GERONDONG : Transformasi Serial Televisi Kehidupan Nyata

Storyline:
Kylie yang telah bertunangan dengan Robby tinggal di sebuah apartemen di Jakarta mengundang temannya dari Kuala Lumpur, Jenna untuk bertandang. Jenna gemar sekali menonton serial televisi yang bercerita mengenai Patty dan kekasihnya Rocky yang akhirnya dibantai pada malam pertama pernikahan mereka beserta seluruh orang seisi rumah. Kecurigaan jatuh pada Tommy, adik Patty yang menderita gangguan jiwa. Tanpa Kylie sadari, semua hal dalam serial televisi itu mulai terjadi dalam kehidupan sehari-harinya. Robby dan sahabatnya Rio bertemu dengan Dokter Lucas yang tertarik dengan kasus itu setelah diperingati Tante Rose dan anjingnya Mini yang misterius itu. Apakah nasib Kylie dan Robby akan berakhir sama?


Nice to know:
Diproduksi oleh K2K Productions dan gala premierenya dilangsungkan di fX Platinum XXI tanggal 17 Januari 2011.

Cast:
Indah Kalalo
sebagai Kylie

Aida Saskia
sebagai Jenna

Angel Lelga sebagai Patty
Lia Ladysta
sebagai Joena

Andreano Phillip
sebagai Robby

Shidiq Hamidi
sebagai Rio

Adam Jordan
sebagai Dokter Lucas


Director:
Garapan kedua Yoyok Dumprink setelah Rintihan Kuntilanak Perawan (2010).


Comment:

Tidak perlu menunggu lama kemunculan film-film sampah di tahun 2011 ini. Baru memasuki minggu ketiga bulan pertama rilis kembali karya pria India idealis bin ajaib bernama KK Dheeraj ini. Saya tidak terlalu peduli jika ia memakai nama Yoyok Dumprink di kursi sutradaranya karena apapun filmnya, citarasanya sama persis. Sayangnya bukan citarasa yang enak tetapi buruk bin eneg bikin muntah seisi perut sampai kosong tak bersisa hingga tak terasa lapar kembali sekalipun. Berlebihan? Itulah kenyataannya.

Siapapun aktor aktris yang dipakai dalam film produksi K2K saya acungi empat jempol, dua kaki dan dua tangan untuk keberaniannya terlibat bahkan mencantumkan nama. Mungkin bisa ditambah jempol kaki anjing saya kalau bisa. Oops sampai lupa kalau saya tidak memiliki anjing, tetapi anjing tetangga bolehlah dipinjam sejenak selagi saya menulis review ini. Sebab apapun peranan yang ditawarkan pada mereka rasanya itu tidak penting dan tidak akan berarti apapun bagi perkembangan karir akting mereka ke depannya. Namun apa boleh buat? Namanya juga cari uang toh?

Plot ceritanya mengenai kehidupan nyata yang sama persis dengan apa yang tayang di televisi. Lupakan rentang waktu dan sekuens cerita karena dua hal tersebut tidak penting disini. Penonton bisa diajak melompati ruang waktu dengan cerita yang maju mundur. Batas dunia nyata dan dunia televisi menjadi absurd. Dan jangan coba mencari-cari hubungan yang rasional dari keterkaitan tersebut sebab akibatnya fatal: kram otak sementara!

Tidak ada yang benar dalam Pelukan Janda Hantu Gerondong selain tangan hitam yang suka menjawil rambut, muka, kaki bahkan nyaris kemaluan lelaki pada scene kakus toilet di penghujung film. Berbagai adegan syur yang menjadi ciri khas kali ini tidak ketinggalan, hanya saja dalam batas yang sangat tidak sensual samasekali. Satu-satunya yang mengasyikkan saat menonton film KK adalah tebak-menebak film asli apa yang menjadi adaptasinya. Terima kasih pada rekan saya, Bee http://film-nggak-jelas.blogspot.com/2011/01/pelukan-janda-hantu-gerondong-2011.html yang sudah menyebutkan film India berjudul 13B sebagai sumbernya. So, apakah anda masih berminat untuk nonton setelah serangkaian kritik di atas?


Durasi:
75 menit


Movie-meter:

Kamis, 14 Oktober 2010

RINTIHAN KUNTILANAK PERAWAN : Menjual "Keahlian" Bintang Porno Impor

Quotes:
Alice: I'm beautiful, sexy and gorgeous. Everybody would love me.

Storyline:
Lily dan Alice adalah dua saudari yang tumbuh bersama. Bedanya Lily selalu didampingi orang-orang terdekat dalam hidupnya seperti ibu yang menyayanginya dan kekasihnya Mike yang mencintainya. Sedangkan Alice terbiasa hidup menyendiri. Saat band Keren's manggung di sebuah bar, Alice berkenalan dengan Rifky sang vokalis. Mereka membawa Alice pada malam itu dan meninggalkan Lily dalam kecemasan. Paginya Lily mendapat mimpi buruk dan Alice mulai bertingkah aneh. Sejak saat itu korban demi korban berjatuhan. Apa yang sesungguhnya menimpa Alice? Siapa pembunuh misterius yang berkeliaran itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Production dan pressconnya dilakukan di Setiabudi 21 pada tanggal 11 Oktober yang lalu.

Cast:
Tera Patrick sebagai Alice
Angel Lelga sebagai Lily
Andreano Phillips sebagai Mike
Catherine Wilson sebagaiTania

Director:
Yoyok Dumprink

Comment:
Rasanya saya sudah bisa menulis esai panjang setelah 5-10 menit pertama film ini. Bukan esai yang baik tentunya karena berisi 1001 hal negatif di dalamnya. Sebut saja beberapa di antaranya; Band Keren's yang manggung di club yang bernuansa musik disko? Makhluk gaib yang sudah mengintai bahkan sebelum kejadian Alice malam itu? Alice dan Lily yang diceritakan bersaudara justru terasa berjarak ratusan meter di antara mereka? Lantas, apa lagi yang bisa diharapkan dari sisa durasinya?
Hm, tentunya KK Dheeraj punya senjata pamungkas tersendiri untuk menyiasati segala kekurangan itu yakni dengan mengimpor bintang porno Amerika, Tera Patrick! Ia tidak peduli samasekali jika sepanjang film Tera berbahasa tubuh sama anehnya dengan bahasa Inggris-Indonesia yang terucap dari bibirnya itu. Semua tokoh dalam film ini terasa miscasting dengan karakterisasi yang non-existing itu. Kemunculan Angel, Andreano dan Catherine hanyalah sebagai pelengkap derita yang tiada terselamatkan. Plot yang tidak jelas itu saat bercerita seperti menggali lubang keterpurukan yang semakin dalam lagi dan lagi.
Kontroversial tentunya akan mewarnai Rintihan Kuntilanak Perawan. Mulai dari pemakaian judul yang tidak senonoh hingga penampilan serba minim Tera yang tidak pada tempatnya. Dada "ekstra"nya terasa diumbar disana-sini dan jika berdampingan dengannya, Angel dan Catherine benar-benar terasa "kecil" secara fisik. No surprise! Ini adalah sebuah drama horor yang seakan tidak memiliki unsur "benar" samasekali di dalamnya sehingga penonton akan meninggalkan bioskop dengan bersungut-sungut kecewa.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa