XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label anne hathaway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anne hathaway. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2013

LES MISERABLES : Showcasing Sacrifice, Change, Hope In Live Adaptation


Quotes: 
Fantine: I had a dream my life would be so different from this hell I'm living!

Nice-to-know: 

Saat audisi, Anne Hathaway berhasil memukau semua orang hingga menangis haru.

Cast: 
Hugh Jackman sebagai Jean Valjean
Russell Crowe sebagai Javert
Anne Hathaway sebagai Fantine
Amanda Seyfried sebagai Cosette
Sacha Baron Cohen sebagai Thénardier
Helena Bonham Carter sebagai Madame Thénardier
Eddie Redmayne sebagai Marius
Aaron Tveit sebagai Enjolras
Samantha Barks sebagai Éponine


Director: 
Merupakan film keempat bagi Tom Hooper setelah karya terakhir The King’s Speech (2010) menganugerahinya Piala Oscar.

W For Words: 
Kita patut berterima kasih pada Victor Hugo yang secara brilian menulis novel pada tahun 1862 mengenai kekisruhan Perancis di abad 19. Karya yang pada akhirnya diadaptasi menjadi film ataupun pertunjukan dalam jumlah yang tak terhitung lagi di berbagai negara.  Adalah sutradara brilian Tom Hooper yang dipercayakan oleh jajaran produser untuk menghidupkan kisah ini sekali lagi dengan inovasi baru yaitu aktor aktrisnya diminta untuk menyanyikan seluruh dialog yang terkandung dalam buku karya Claude-Michel Schönberg dan Alain Boublil. Pertaruhan yang begitu berani!

19 tahun dipenjara karena mencuri roti untuk diberikan pada saudaranya, Jean Valjean akhirnya dibebaskan dalam pengawasan ketat penegak hukum Javert. Jean dipekerjakan oleh pendeta baik hati sampai berhasil menjadi pengusaha sukses dengan nama palsu. Nasib mempertemukannya dengan Fantine, mantan buruh pabrik yang terpaksa melacur demi menghidupi putrinya, Cosette yang dibesarkan oleh pasangan pencuri kejam Thénardier dan Madame Thénardier. Sepeninggal Fantine, Jean sepakat membesarkan Cosette sampai beranjak dewasa dan jatuh cinta pada Marius, pemberontak revolusi. Jalanan Perancis lantas jadi saksi pergulatan takdir melawan gejolak politik yang kian memanas. 

Pencapaian Hooper sebagai sutradara dalam film ini perlu diapresiasi tinggi. Ketajaman visinya menghidupkan suasana Perancis di masa lampau tidak hanya detail tetapi juga epik. Desain produksi termasuk tata rias dan tata kostum betul-betul diperhatikan unsur estetikanya. Kebulatan hatinya untuk tetap meminta aktor-aktrisnya bernyanyi live di lokasi syuting daripada merekam di studio paska produksi terbukti semakin mempertajam pengalaman musikal yang sinematik. Lihat bagaimana ia membuka dan menutup film dengan stylish dan memorable. Wonderful!

Penampilan terbaik menurut saya jatuh pada Hathaway dan Redmayne. Meskipun Fantine hanya kebagian porsi minor, ia seakan menyanyikan isi hatinya dengan begitu lugas. Upaya Jackman pantas dihargai karena penonton dapat merasakan emosinya dalam rentang waktu yang begitu panjang. Beberapa track favorit saya tentu saja Look Down, I Dreamed A Dream dan On My Own. Menarik melihat debut Samantha Barks dan pelakon cilik Daniel Huttlestone disini. Jangan lupakan juga sumbangsih Baren Cohen dan Bonham Carter sebagai pasangan antagonis tersebut.

Kekurangan yang cukup mencolok ada pada Crowe dengan kemampuan bernyanyi yang begitu terbatas tapi justru ini membuatnya believable. Lihat bagaimana Hooper banyak menyiasati ketika Javert menyanyi dengan tidak menyorot wajahnya melainkan scene panoramik yang megah. Seyfried sendiri tampak terlalu terbebani dengan peran Cosette yang krusial sehingga membuatnya kurang lepas dalam berakting. Secara keseluruhan, mereka saling mengisi dengan plus minus masing-masing, memberikan dimensi interpretasi karakter yang begitu emosional.

Les Misérables memang bukan film musikal biasa, bisa jadi luar biasa bagi anda yang sudah sangat familiar dengan cerita dan pertunjukannya. Namun bagi sebagian orang yang tidak terbiasa, mungkin akan menyiksa apalagi tidak semua unsur melodi dapat menyatu sempurna dengan pelafalan dialognya. Durasi nyaris tiga jam dengan total 49 lagu yang berkumandang jelas membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi agar tidak kehilangan esensinya di tengah-tengah. Kombinasi pengorbanan cinta, perubahan dunia, pengharapan tanpa batas membuatnya pantas menyandang status ‘istimewa’. I liked this but don’t think that second viewing is necessary to do.

Durasi: 
157 menit

U.S. Box Office: 
$118,723,185 till Jan 2012

Overall: 
8 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 20 Juli 2012

THE DARK KNIGHT RISES : Inspiring Bruce Wayne’s Fascinating Finale


Quotes:
Bruce Wayne: Why didn't you just kill me?
Bane: Your punishment must be more severe.

Nice-to-know:
Tiket untuk premiere film ini di teater IMAX New York terjual enam bulan di muka.

Cast:
Christian Bale sebagai Bruce Wayne / Batman
Tom Hardy sebagai Bane
Liam Neeson sebagai Ra's Al Ghul
Joseph Gordon-Levitt sebagai John Blake
Anne Hathaway sebagai Selina Kyle / Catwoman
Gary Oldman sebagai Jim Gordon
Morgan Freeman sebagai Lucius Fox
Marion Cotillard sebagai Miranda Tate
Michael Caine sebagai Alfred

Director:
Merupakan feature film ke-8 bagi Christopher Nolan yang memulainya sejak Following (1998).

W For Words:
Harus diakui, Christopher Nolan adalah seorang pria jenius yang telah mengubah sekaligus membawa franchise Batman ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan hanya lewat satu film tetapi tiga sekaligus! Trilogi tematik yang kemudian ia ungkapkan sebagai “Ketakutan" untuk Batman Begins (2005), "Kekacauan” untuk The Dark Knight (2008) dan diakhiri dengan “Kesakitan” untuk installment ketiganya ini. Konsep yang menarik! Tidak hanya itu, TDK juga berhasil memboyong dua piala Oscar sekaligus menciptakan sejarah asal mula full IMAX filmmaking yang sebelumnya hanya angan-angan belaka bagi pembuat dan penikmat film manapun.

8 tahun berlalu setelah kematian misterius Harvey Dent, Gotham City telah kehilangan semangat Komisaris Jim Gordon dan juga sosok pahlawan Batman. Bruce Wayne lebih memilih untuk bersembunyi dalam kesedihan dan penyesalan yang sempat membuat pelayan setianya, Alfred putus asa. Kemunculan pencuri cantik Selina Kyle dikenal sebagai Catwoman yang diikuti dengan “The League of Shadows” pimpinan teroris keji Bane serta merta memanfaatkan teknologi canggih Wayne Enterprise menjadi senjata nuklir yang akan menghancurkan kota. Sekali lagi Batman harus bertempur habis-habisan demi menggagalkan rencana kelam tersebut.

Sebagai sutradara, Nolan mampu mempertajam visualisasi brilian yang memanjakan mata penontonnya, terasa berlipat-lipat lebih megah dalam format IMAX, melalui natural maupun built-up setting yang mencengangkan. Aksi demi aksinya juga tanpa henti sehingga ketegangan dapat terjaga di sepanjang durasinya yang maksi itu. Lupakan esensi cikal bakal standar superhero dalam BB, crime drama dalam TDK karena penutup trilogy ini lebih menekankan pada war drama antara penguasa dan rakyat yang berjalan di atas batas kebaikan versus kejahatan. Nolan Brothers dan David S. Goyer yang menulis skripnya memilih bahasan yang tak terlalu kelam dan berat untuk dicerna walaupun mempertahankan multi karakter yang lumayan kompleks jika ditelaah.

Tiga nama baru yang pantas mendapat kredit adalah Tom Hardy, Anne Hathaway dan Joseph Gordon-Levitt. Bane adalah villain yang patut ditakuti karena kekuatan fisik dan kekejaman aksinya dalam mengusung terorisme, Hardy cukup berhasil membawakannya meski hanya mengandalkan sorot mata, intonasi suara dan bahasa tubuhnya saja. Catwoman adalah penjahat yang tricky karena ketidak berpihakan yang didukung oleh kecerdasan otaknya, Hathaway memerankannya dengan wajar dan seksi tanpa harus terkesan menggoda. John Blake adalah polisi muda yang berjiwa besar dan berinisiatif tinggi dalam sistem hukum yang mengikatnya, Gordon-Levitt mampu menokohkannya dengan dewasa dan menarik walau cuma berkostum dan berkelengkapan standar.

Christian Bale memang lebih dituntut untuk berakting sebagai pribadi Bruce Wayne yang kompleks di luar topeng Batman yang biasa dikenakannya. Rasa kehilangan akan Rachel Dawes yang masih tersisa diperparah dengan rasa bersalah pada publik Gotham City karena merenggut imej penyelamat Harvey Dent. Kebangkitannya samasekali tidak mudah karena Bane menghempaskannya ke titik dimana ia harus memulai semuanya dari awal. Berbagai montage di pertengahan film memperlihatkan perjuangan keras Batman, pengenalan asal usul siapa Bane sebenarnya di samping persiapan twist yang sengaja disiapkan Nolan di akhir kisah. Jangan lupa bahwa tokoh-tokoh setia pendamping Bruce Wayne masih muncul yaitu Lucius Fox (Morgan Freeman), Jim Gordon (Gary Oldman), Alfred (Michael Caine).

The Dark Knight Rises adalah finale yang megah dan mengasyikkan sebagai salah satu summer blockbuster paling ditunggu tahun ini. Memang tidak luar biasa membekas dalam benak layaknya TDK tetapi tetap menahbiskannya secara utuh sebagai tiga episode “manusia kelelawar” terbaik yang pernah diutarakan dalam dunia perfilman. Bruce Wayne disini adalah sebuah inspirasi bagaimana seorang manusia harus hidup dan bangkit dari segala keterpurukan yang dihadapi. Bahwa setiap manusia dapat menyandang status pahlawan seberapa kecilpun usahanya menolong orang lain. Finally, we all should thank Nolan for his aspiring great writing and direction surely can enhance any movie-going experience, especially for superhero movies that most touted as mindless entertainments.

Durasi:
164 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 12 Februari 2012

ONE DAY : Persahabatan Berujung Cinta Tahunan


Quotes:
Emma: Whatever happens tomorrow, we had today.

Nice-to-know:
Ketika Emma dan Dexter berada di pantai nudis, Emma membaca novel "The Unbearable Lightness of Being" karya Milan Kundera yang memiliki hubungan parallel dengan filmnya sendiri.

Cast:
Anne Hathaway sebagai Emma
Jim Sturgess sebagai Dexter
Tom Mison sebagai Callum
Jodie Whittaker sebagai Tilly
Patricia Clarkson sebagai Alison

Director:
Merupakan film keenam bagi Lone Scherfig yang berkebangsaan Denmark ini.

W for Words:
Pernahkah anda merasa bertemu orang yang menarik tapi tidak cukup berani untuk mengakuinya hingga tanpa terasa waktu demi waktu berlalu begitu saja. Penulis David Nicholls menuangkan kisahnya dalam novel berjudul sama yang kemudian digubahnya dalam bentuk skrip film. Tagline “Twenty Years. Two People.” membawa imajinasi saya melanglang jauh apalagi melihat dua nama favorit saya yang menjadi pemeran utamanya. Can’t wait to see it!
Setelah menghabiskan malam bersama kelulusan pada tanggal 15 Juli, Dexter dan Emma sepakat untuk terus berkomunikasi meskipun jarak memisahkan. Emma berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi penulis novel setelah Dexter lebih dahulu sukses sebagai pemandu acara malam televisi. Tahun demi tahun berlalu, terkadang mereka menghabiskan waktu bersama tapi terkadang tidak. Mimpi dan cinta menjadi keadaan yang sulit mempersatukan Dex dan Em yang sebetulnya saling menyayangi tersebut.

Sutradara Lone Scherfig secara cerdas menghadirkan timeline yang terjaga intensitasnya. Setting tahun 1980an, 1990an hingga 2000an disajikan lewat tata kostum dan penampilan karakter-karakternya yang terus berubah-ubah. Serentetan dialog cerdas dan gambar memikat tergolong berhasil menyiasati durasi yang berjalan perlahan Belum lagi alunan komposisi musik yang sederhana tapi menyayat hati dari Rachel Portman terasa pas mengiringi hubungan Dexter dan Emma yang terus berevolusi itu.
Jim Sturgess tampil gemilang sebagai pria berjiwa bebas. Kelebihan fisik seorang Dexter tak jarang membuatnya mampu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah. Sebaliknya Anne Hathaway bermain prima sebagai wanita berpandangan konvensional. Kelembutan hati seorang Emma kerap kali menjadikannya pasif dalam menunggu apa yang diidamkannya sejak lama. Baik sebagai pasangan maupun sahabat, keduanya sangat loveable dan mampu mengundang simpati penonton sejak menit pertama. This movie is definitely about ‘em!

Roda kehidupan juga bergulir dalam film ini. Layaknya kurva, Dexter berada di atas kesuksesan tapi lain waktu ia jatuh ke titik nadir seorang pecundang. Emma yang kehidupannya stabil cenderung meningkat tetap sabar mendampingi dan mendengarkan setiap curahan hati pria yang dikenalnya sejak lama itu. Lihat bagaimana untaian waktu bisa menghapus setiap kenangan sekaligus membuka rangkaian lembaran baru yang penuh warna bagi dua insan berlawanan jenis yang memulainya sebagai sahabat.
15 Juli tak lagi sebuah tanda waktu melainkan tolok ukur yang digunakan untuk mereview kembali apa yang sesungguhnya telah terjadi. One Day menegaskan konsep tersebut lewat tampilan tanggal kreatif yang menghiasi pergantian layar dari tahun ke tahun. Terkadang kenanganlah yang membuat kita melanjutkan hidup terlepas dari baik buruknya momen tersebut. Persuasi untuk menjalani hidup semaksimal mungkin bersama orang terkasih tanpa menengok masa depan yang terlampau jauh membentang. Niscaya anda tak akan pernah menyesali apa yang sudah berlalu.

Durasi:
107 menit

U.S. Box Office:
$13,766,014 till Sep 2011.

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 08 Maret 2010

ALICE IN WONDERLAND : Dunia Wonderland Kreasi Terbaru Tim Burton

Quotes:
Alice Kingsley-This is impossible.
The Mad Hatter-Only if you believe it is.

Storyline:
Abad 19, Alice Kingsleigh adalah putri saudagar Charles Kingsleigh yang meninggal beberapa tahun lalu. Kehilangan masa kecilnya yang indah, Alice malah dipaksa menerima lamaran Hamish, putra mantan rekan bisnis ayahnya pada suatu pesta kebun. Kebingungan, Alice meninggalkan lokasi dan mengikuti seekor kelinci putih hingga terjatuh di lubang tak berdasar. Tak diduga setibanya di dasar, tubuhnya sudah mengecil dan menggenggam sebuah kunci yang membuka jalan taman indah yang teramat luas. Disana Alice menemukan makhluk-makhluk aneh mulai dari Dourmouse, burung Dodo, si kembar Tweedles, Cheshire Cat, Mad Hatter hingga Abosolom yang memiliki ramalan bahwa Alice akan mampu memberantas Jabberwocky, monster andalan Red Queen yang jahat itu. Berhasilkah Alice menyelamatkan kerajaan White Queen sekaligus keluar dari wonderland tersebut?

Nice-to-know:
Diangkat dari serial televisi ternama awal 1990an yang diangkat dari novel klasik karangan Lewis Caroll dan dibuat versi layar lebar kontemporernya dengan bujet 250 juta dollar!

Cast:
Mia Wasikowska yang asli Australia ini menyisihkan beberapa kandidat ternama lain seperti Amanda Seyfried dan Lindsay Lohan untuk mendapatkan peran Alice Kingsleigh.
Terbiasa dengan tokoh eksentrik di beberapa filmnya yang justru sukses besar, Johnny Depp kembali sebagai Mad Hatter, sang ahli pembuat topi yang mendapat porsi cukup besar disini.
Karakter yang bertolak belakang, Red Queen dan White Queen dimainkan oleh Helena Bonham Carter dan Anne Hathaway.

Director:
Pria kelahiran California 52 tahun silam bernama Tim Burton ini bekerjasama 6 kali dengan istrinya, Bonham Carter dan 7x dengan aktor kesayangannya, Depp melalui film ini.

Comment:
Harus diakui kharisma seorang Tim Burton selama beberapa dekade terakhir cukup kuat di perfilman Hollywood. Beberapa film terakhirnya sukses secara kualitas dan juga pundi-pundi dollar di pasaran internasional. Gaya eksentrik dan gelap merupakan trademarknya dalam menggarap film, seperti halnya yang dibayangkan orang saat mengetahui Burton akan menggarap versi layar lebar terbaru kisah kartun legendaris ini. Film ini merupakan episode ketiga sehingga tidak heran jika Alice sudah berumur 19 tahun dan kunjungannya ke Wonderland adalah kesekian kalinya. Beruntung beberapa elemen dari episode pertama dan kedua tidak dihilangkan begitu saja sehingga tetap menuntun penonton yang belum tahu kisahnya untuk tetap bisa mengikuti jalan ceritanya. Dari segi cast, Mia sebagai Alice bermain cukup wajar, bukan kebetulan usia aslinya sama persis dengan usia Alice di film. Depp, Bonham Carter, Hathaway rasanya terbantu dengan kostum dan make-up yang menunjang mereka berakting tanpa bermaksud mengecilkan improvisasi masing-masing. Tetapi karakter Depp disini agak tidak beralasan karena diplot sebagai salah satu karakter utama. Jika tujuannya mengangkat film rasanya tidak terlalu berarti. Pada akhirnya, Alice In Wonderland versi Burton hanya memanjakan mata dengan visual grafik yang sangat mengagumkan dan detail. Selebihnya tidak ada yang baru dari tema dan ending yang berusaha disuguhkan dengan konsep modernisasi di segala bidang. Menonton versi 3D nya rasanya tidak akan berpengaruh banyak. Percayalah! Saran saya, nikmati film ini dari sudut pandang masa kanak-kanak anda.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Minggu, 14 Februari 2010

VALENTINE'S DAY : Sehari Penuh Kasih Sayang Di Los Angeles

Tagline:
A Love Story. More or Less.

Storyline:
Meski bukan libur nasional, 14 Februari merupakan hari wajib yang dirayakan terutama bersama orang spesial. Orang terkasih yang mengharapkan untuk menerima pemberian romantis dari pacarnya. Para pria yang berusaha keras untuk memberikan kesan indah pada wanitanya. Para lajang yang tersiksa untuk mendapat pria terbaik saat merasa putus asa tidak dicintai siapapun. Di Los Angeles, hari Valentine mengikuti kisah beberapa pasang yang unik. Mulai dari ibu dan anak, sepasang sahabat, cinta bocah, cinta abadi lansia, cinta pekerja, cinta sesama jenis, cinta selingkuhan dsb. Kesemua cerita tersebut terkoneksi satu sama lain antar tokoh-tokohnya yang pada akhirnya menghadapi dilema masing-masing untuk menentukan jalan cintanya.

Nice-to-know:
Saat film ini dirilis, cast yang bertabur bintang itu telah mengumpulkan 16 nominasi Oscar termasuk empat piala pemenang dalam jajaran akting terbaik. Katherine Heigl, Rachel McAdams, Elizabeth Banks, Sam Worthington, Jake Gyllenhaal dan Orlando Bloom sempat diaudisi walau akhirnya batal mengisi.

Cast:
Sedemikian banyak cast dengan nama-nama besar rasanya tidak perlu dijelaskan satu persatu.
Jessica Alba sebagai Morley Clarkson
Kathy Bates sebagai Susan
Jessica Biel sebagai Kara Monahan
Bradley Cooper sebagai Holden
Eric Dane sebagai Sean Jackson
Patrick Dempsey sebagai Dr. Harrison Copeland
Hector Elizondo sebagai Edgar
Jamie Foxx sebagai Kelvin Moore
Jennifer Garner sebagai Julia Fitzpatrick
Topher Grace sebagai Jason
Anne Hathaway sebagai Liz
Carter Jenkins sebagai Alex
Ashton Kutcher sebagai Reed Bennett
Queen Latifah sebagai Paula Thomas
Taylor Lautner sebagai Willy
George Lopez sebagai Alphonso
Shirley MacLaine sebagai Estelle
Emma Roberts sebagai Grace
Julia Roberts sebagai Captain Kate Hazeltine
Bryce Robinson sebagai Edison
Taylor Swift sebagai Felicia

Director:
Sutradara gaek berusia 65 tahun ini sudah malang melintang sebagai aktor, penulis, sutradara, produser dsb di dunia perfilman Hollywood. Garry Marshall juga tampil sebagai cameo salah satu pemusik pada adegan Jason yang berbaikan dengan Liz.

Comment:
Bukan maksud mengekor pasangan kekasih untuk menyaksikan film ini di hari Valentine tetapi saya menyukai Love Actually (2003) yang sangat British itu dan berharap menemukan kesan serupa di versi Amerika nya ini (menurut opini publik) terlepas dari kegagalan New York, I Love You yang rilis nyaris berbarengan itu. Nama-nama tenar yang mengisi jajaran cast sudah cukup menjadi modal utama ditambah kepiawaian sang sutradara yang selama ini mampu meramu bumbu romantis dan komedi sekaligus. Mungkin jika dicermati lebih jauh, banyak karakter yang tidak terbangun dengan baik dikarenakan scene demi scene terus berpindah-pindah satu sama lain, tidak seperti Love Actually yang unggul jauh tersebut. Namun rasanya tidak terlalu mengurangi kenyamanan menonton karena inti cerita dari masing-masing penggalan cerita dapat disampaikan dengan komunikatif. Chemistry antar pemainnya tergambar dengan baik karena berkesan humanis terutama Roberts-Cooper, Kutcher-Garner. Lautner dan Swift cukup manis sebagai pasangan muda. Acungan jempol terutama dialamatkan pada Kutcher yang mampu menjadi sentralisasi karakter utama yang menampilkan emosi luar biasa. Yang cukup menjadi pertanyaan tanpa bermaksud rasis, mengapa unsur India perlu diangkat di pertengahan film. Jika dihilangkan rasanya tidak berpengaruh apa-apa. Jika ditanya mana scene favorit saya, maka anda tahu jawabannya bukan, dimana Kutcher dan Garner seakan-akan berkali-kali mengalirkan perasaan dan empati mereka terhadap penonton.

Durasi:
120 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 13 Oktober 2009

RACHEL GETTING MARRIED : Kembalinya Saudari Bermasalah Menjelang Pernikahan

Quotes:
Rachel-Kym, you took Ethan for granted. Okay? You were high for his life. You were not present. Okay? You were high.
Kym-[Whispering] Yes.
Rachel-And you drove him off a bridge... and now he's dead.
Paul-[Tearfully] Rachel, it was an accident.
Kym-Yes, I was. Yes, I was stoned out of my mind. Who do I have to be now? I mean, I could be Mother Teresa and it wouldn't make a difference, what I did. Did I sacrifice every bit of... love I'm allowed for this life because I killed our little brother?

Cerita:
Kym dibebaskan dari rehab selama beberapa hari untuk menghadiri pesta pernikahan adiknya, Rachel dan calon suaminya, Sidney. Lingkungan keluarga selalu menjadi suatu tantangan bagi pecandu yang sedang menjalani masa pengobatan. Ketegangan pun terjadi antara Kym dan Rachel serta Kym dan ibunya, Carol hanya karena beberapa hal kecil. Semua itu juga dipicu oleh kejadian masa lalu dimana Kym pernah mencelakakan adik laki-lakinya, Ethan saat sedang mabuk mengendarai mobil. Berdamai nampaknya sebuah usaha yang cukup sulit bagi Kym dengan keluarga dan orang-orang terdekatnya..

Gambar:
Full setting di Connecticut, film ini berhasil mendeskripsikan gambaran keluarga Amerika yang penuh dinamika. Beberapa seremoni pernikahan disini juga cukup unik dan memberikan ide-ide segar.

Act:
Bermain tiga film dalam tahun 2008 selain Get Smart dan Passengers, Anne Hathaway justru dinominasikan untuk Aktris Terbaik Oscar 2009 lewat peran Kym, wanita muda yang bermasalah dengan obat-obatan dan emosionalnya.
Pernah mendukung Russell Crowe dalam Cinderella Man (2005), Rosemarie DeWitt bermain sebagai Rachel yang tengah mempersiapkan pesta pernikahannya tapi harus menghadapi saudari masa lalunya yang bermasalah.
Tunde Adebimpe sebagai Sidney, calon suami Rachel.

Sutradara:
Pernah memenangkan Piala Oscar kategori Sutradara Terbaik dalam The Silence Of The Lambs (1992), Jonathan Demme kali ini berusaha mengetengahkan drama keluarga yang penuh konflik dan dibintangi banyak aktor-aktris yang menjanjikan.

Comment:
Ceritanya hanyalah sebuah pernikahan yang dihadiri seluruh anggota keluarga. Kelihatan sebagai drama keluarga biasa bukan? Tetapi konflik yang perlahan-lahan dibangun sejak awal semakin rumit memasuki pertengahan film. Bagaimana seorang wanita muda yang bermasalah hidupnya dan memiliki tekanan batin masa lalu bisa mempengaruhi pernikahan dan hubungannya dengan seluruh anggota keluarga yang lain. Dua jempol untuk Hathaway yang tampil brilian dengan sorot mata, mimik dan penjiwaan yang kuat. Namun tampaknya itulah salah satu nilai jual film ini. Penggarapan Demme sebenarnya cemerlang tetapi gaya yang digunakannya tidak biasa seperti editing yang aneh, banyaknya scene panjang serta kamera tangan yang cukup mengganggu. Ketiga hal tersebut rasanya sudah bisa membuat penonton sakit kepala untuk tetap bertahan di kursi masing-masing walaupun plot ceritanya sesungguhnya potensial. Tapi sekali lagi, Hathaway lah yang menyelamatkan film ini untuk mampu membawa Rachel Getting Married berbicara di panggung festival film manapun.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$12,796,277 till April 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 12 Maret 2009

PASSENGERS : Konseling Penumpang Selamat Kecelakaan Pesawat

Quotes:
Eric-What is scary about commitment is that your life becomes real. It is not a plan, it is not what you had hoped for - it is real.

Storyline:
Setelah kecelakaan pesawat, terapis muda bernama Claire ditugaskan atasannya untuk sesi konseling lima penumpang yang selamat. Satu persatu mulai mengungkapkan pengalamannya sekaligus penjelasan yang mungkin berguna untuk melacak penyebab sayap pesawat terbakar terlebih dahulu. Tetapi ada satu pasien yang paling menarik di mata Claire yaitu Eric yang tertutup. Lambat laun kedekatan Claire dan Eric berubah menjadi cinta. Satu persatu dari lima penumpang tersebut mulai menghilang secara misterius. Claire pun mencurigai adanya konspirasi maskapai di balik semua itu. Namun siapa dalang yang sesungguhnya bertanggungjawab?

Nice-to-know:
Keseluruhan syuting dilaksanakan di British Columbia, Kanada.

Cast:
Terakhir dipuji dalam Rachel Getting Married, Anne Hathaway berperan sebagai Claire Summer, terapis cantik yang khusus menangani orang-orang yang selamat dari kecelakaan pesawat terbang yang fatal.
Pada tahun 2004 dinominasikan sekaligus dalam Golden Globe dan Emmy Award lewat Angels In America, Patrick Wilson kali ini bermain sebagai Eric, salah satu korban selamat yang juga bermasa lalu kelam.

Director:
Pria kelahiran Colombia bernama Rodrigo Garcia ini terakhir menangani 22 episode serial televisi In Treatment. The Passengers adalah film layar lebarnya yang kelima.

Comment:
Dari segi cerita, film ini mengalir lembut nyaris tanpa riak dari awal sampai akhir. Sangat kental dengan unsur drama psikologis daripada sebutan thriller yang disematkannya. Anda mungkin akan mengalami kebosanan. Beruntung dari cast, mereka memiliki Hathaway yang tampil berkharisma sebagai terapis muda yang sepintas kelihatan kuat tetapi kesepian di dalamnya. Wilson juga seperti biasa bermain memikat sebagai pemuda mandiri tetapi rapuh. Interaksi keduanya juga menarik. Sayangnya tidak banyak penjelasan mengenai masa lalu mereka berdua yang seharusnya bisa dieksplorasi lebih detail lagi untuk memperkuat konflik yang ada. Pengalaman sejauh ini di dunia pertelevisian, sang sutradara Garcia malah seperti membawa film ini menjadi tampilan serial televisi mingguan. Sungguh! Anda yang mengharapkan elemen-elemen horor tidak akan menemukannya disini. Twist penting di endingnya juga tidak akan terlalu mengejutkan karena beberapa film sejenis sudah mengungkapkannya terlebih dahulu. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jajaran cast lah yang menolong film ini dari penilaian buruk para kritikus sekaligus penonton awam.

Durasi:
90 menit

Europe Box Office:
€561,000 (Italy) till end of 2008

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 29 Januari 2009

BRIDE WARS : Perseteruan Dua Calon Pengantin Bersahabat

Quotes:
Emma-Your wedding's gonna be huge, just like your ass at prom.
Liv-Your wedding can suck it.

Cerita:
Liv dan Emma berteman baik sejak kecil dan selalu ada untuk satu sama lain baik dalam suka maupun duka. Walaupun mereka bertunangan dengan Nate dan Fletcher hanya berbeda beberapa jam saja, bersama-sama menyusun rencana pernikahan di tempat termewah yaitu Plaza Hotel di New York. Sayang karena kesalahan administrasi dan ketidak cocokan tanggal pernikahan membuat kedua pengantin yang semula teman baik itu saling berkompetisi satu sama lain untuk mempertahankan impiannya sejak kecil.

Gambar:
Bersetting sebagian besar di Massachusetts tempat Liv dan Emma tumbuh sampai menekuni dua profesi yang berbeda. Kemegahan The Plaza Hotel yang sesungguhnya di New York juga menjadi daya tarik tersendiri.

Act:
Anne Hathaway melejit melalui debutnya dalam film remaja produksi Disney, The Princess Diaries (2001) sebagai Mia Thermopolis. Setelah itu ia berhasil menanggalkan imagenya dan terlibat dalam beberapa peran wanita dewasa, termasuk di film ini sebagai Emma yang menghadapi keraguan pernikahan dengan suami sekaligus teman baik sesame guru, Fletcher yang diperankan oleh Chris Pratt.
Pernah mendukung serial televisi remaja sukses Party Of Five, Kate Hudson disini memerankan Liv, wanita karir yang sepintas terlihat sempurna kehidupannya termasuk saling mencintai dengan calon suaminya Nate yang dimainkan oleh Bryan Greenberg.
Didukung pula oleh aktris senior Candice Bergen sebagai Marion St Claire dan Steve Howey sebagai Daniel, kakak kandung Liv.

Sutradara:
Gary Winick yang pernah sukses dengan Charlotte’s Web (2006), kali ini kembali pada genre drama komedi romantis dengan andalannya dua Hollywood’s sweethearts masa kini, Hathaway dan Hudson.

Komentar:
Melihat premis dan cast Bride Wars awalnya cukup menjanjikan. Tetapi saat menyaksikan dan memasuki menit ketiga puluh sampai menjelang akhir, saya merasa kecewa. Apa lacur? Hudson dan Hathaway berakting egois dengan cara kotornya masing-masing untuk menjatuhkan sesama selayaknya genre komedi hitam tetapi apa yang mereka perlihatkan terasa sangat dipaksakan dan tidak natural. Sebagai komedi romantis yang ringan, seharusnya film ini bisa menghibur. Sayangnya tidak didukung eksplorasi cerita dan gaya penyutradaraan yang maksimal. Alhasil level Bride Wars jauh di bawah genre serupa dan akan dengan mudah terlupakan oleh penonton.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$58,715,510 till May 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!