XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jim sturgess. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jim sturgess. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

ONE DAY : Persahabatan Berujung Cinta Tahunan


Quotes:
Emma: Whatever happens tomorrow, we had today.

Nice-to-know:
Ketika Emma dan Dexter berada di pantai nudis, Emma membaca novel "The Unbearable Lightness of Being" karya Milan Kundera yang memiliki hubungan parallel dengan filmnya sendiri.

Cast:
Anne Hathaway sebagai Emma
Jim Sturgess sebagai Dexter
Tom Mison sebagai Callum
Jodie Whittaker sebagai Tilly
Patricia Clarkson sebagai Alison

Director:
Merupakan film keenam bagi Lone Scherfig yang berkebangsaan Denmark ini.

W for Words:
Pernahkah anda merasa bertemu orang yang menarik tapi tidak cukup berani untuk mengakuinya hingga tanpa terasa waktu demi waktu berlalu begitu saja. Penulis David Nicholls menuangkan kisahnya dalam novel berjudul sama yang kemudian digubahnya dalam bentuk skrip film. Tagline “Twenty Years. Two People.” membawa imajinasi saya melanglang jauh apalagi melihat dua nama favorit saya yang menjadi pemeran utamanya. Can’t wait to see it!
Setelah menghabiskan malam bersama kelulusan pada tanggal 15 Juli, Dexter dan Emma sepakat untuk terus berkomunikasi meskipun jarak memisahkan. Emma berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi penulis novel setelah Dexter lebih dahulu sukses sebagai pemandu acara malam televisi. Tahun demi tahun berlalu, terkadang mereka menghabiskan waktu bersama tapi terkadang tidak. Mimpi dan cinta menjadi keadaan yang sulit mempersatukan Dex dan Em yang sebetulnya saling menyayangi tersebut.

Sutradara Lone Scherfig secara cerdas menghadirkan timeline yang terjaga intensitasnya. Setting tahun 1980an, 1990an hingga 2000an disajikan lewat tata kostum dan penampilan karakter-karakternya yang terus berubah-ubah. Serentetan dialog cerdas dan gambar memikat tergolong berhasil menyiasati durasi yang berjalan perlahan Belum lagi alunan komposisi musik yang sederhana tapi menyayat hati dari Rachel Portman terasa pas mengiringi hubungan Dexter dan Emma yang terus berevolusi itu.
Jim Sturgess tampil gemilang sebagai pria berjiwa bebas. Kelebihan fisik seorang Dexter tak jarang membuatnya mampu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah. Sebaliknya Anne Hathaway bermain prima sebagai wanita berpandangan konvensional. Kelembutan hati seorang Emma kerap kali menjadikannya pasif dalam menunggu apa yang diidamkannya sejak lama. Baik sebagai pasangan maupun sahabat, keduanya sangat loveable dan mampu mengundang simpati penonton sejak menit pertama. This movie is definitely about ‘em!

Roda kehidupan juga bergulir dalam film ini. Layaknya kurva, Dexter berada di atas kesuksesan tapi lain waktu ia jatuh ke titik nadir seorang pecundang. Emma yang kehidupannya stabil cenderung meningkat tetap sabar mendampingi dan mendengarkan setiap curahan hati pria yang dikenalnya sejak lama itu. Lihat bagaimana untaian waktu bisa menghapus setiap kenangan sekaligus membuka rangkaian lembaran baru yang penuh warna bagi dua insan berlawanan jenis yang memulainya sebagai sahabat.
15 Juli tak lagi sebuah tanda waktu melainkan tolok ukur yang digunakan untuk mereview kembali apa yang sesungguhnya telah terjadi. One Day menegaskan konsep tersebut lewat tampilan tanggal kreatif yang menghiasi pergantian layar dari tahun ke tahun. Terkadang kenanganlah yang membuat kita melanjutkan hidup terlepas dari baik buruknya momen tersebut. Persuasi untuk menjalani hidup semaksimal mungkin bersama orang terkasih tanpa menengok masa depan yang terlampau jauh membentang. Niscaya anda tak akan pernah menyesali apa yang sudah berlalu.

Durasi:
107 menit

U.S. Box Office:
$13,766,014 till Sep 2011.

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 23 Januari 2011

THE WAY BACK : Perjalanan Hidup Mati Para Pelarian

Tagline:
Their escape was just the beginning


Storyline:
Gulag Siberia yang diikuti para napi yang melarikan diri sepakat bersama-sama melakukan perjalanan panjang melintasi hutan Siberia, gurun Mongolia, bukit Tiberia sebelum sampai pegunungan Himalaya untuk mencapai kebebasan di India. Mereka adalah Mr. Smith, Valka, Zoran, Tomasz, Andrej, Khabarov yang dipimpin adalah mantan perwira Polandia, Janusz yang dikhianati istrinya sendiri. Berhasilkah grup tersebut dengan perbekalan dan perlengkapan yang serba terbatas itu?

Nice-to-know:
Saoirse Ronan merayakan ulang tahun ke-16 nya saat syuting film ini.

Cast:
Tahun 2009 lalu terlibat dalam 2 film yaitu Heartless dan Crossing Over, Jim Sturgess disini bermain sebagai mantan perwira Polandia yang harus memimpin perjalanan 4000 mil bersama para tahanan Rusia dan Amerika.
Mungkin publik Indonesia terakhir mengingatnya sebagai Sonny dalam Miami Vice (2006), Colin Farrell kali ini berperan sebagai Valka.
Ed Harris sebagai Mr. Smith
Saoirse Ronan sebagai Irena
Dragos Bucur sebagai Zoran
Mark Strong sebagai Khabarov
Alexandru Potocean sebagai Tomasz
Dejan Angelov sebagai Andrei

Director:
Sejauh ini Peter Weir sudah lima kali dinominasikan Sutradara Terbaik dalam ajang Oscar termasuk pertama kali dalam Witness (1985).

Comment:
Saya tidak pernah meragukan hasil karya seorang Peter Weir yang sayangnya belum berkesempatan memenangkan Piala Oscar meski telah berulang kali dinominasikan. Dan kali ini yang ia tawarkan adalah hasil riset selama tujuh tahun yang mencakup pembahasan masalah-masalah sosial terhadap kehidupan para pelarian dalam situasi yang teramat sulit. Gaya dokumenter coba dihindarinya meski kesan itu tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Mudah-mudahan para juri Academy Awards tahun ini melirik hasil kerjanya dan memberikan apresiasi yang pantas.
Aktor-aktris yang mengisi film ini menuntaskan kewajibannya dengan baik. Ada Harris yang selalu kharismatik meski fisiknya sudah terlihat lemah, Farrell yang sinis menggigit dengan dialek Rusianya yang kental, juga Sturgess yang di usia mudanya mampu menerjemahkan karakter seorang pemimpin dengan kebijaksanaan dan kebaikan hati yang menonjol. Sedangkan aktris muda Ronan yang terkesan ringkih berhasil memberikan sisi feminisme yang kuat di antara gerombolan pria keras tersebut. Belum lagi kemampuan para aktor-aktor di luar hingar-bingar Hollywood berhasil menyuguhkan yang terbaik dari mereka.
Sinematografi yang dihadirkan tergolong menakjubkan. Semua lanskap Rusia, Mongolia, Tibet hingga India tertangkap dengan sangat baik di setiap bagiannya. Memberikan nuansa perhutanan yang liar, gurun yang kering, pegunungan yang asri hingga gangguan cuaca mulai dari badai salju sampai badai pasir yang kesemuanya melengkapi perjalanan itu sendiri. Anda bisa jadi bertanya-tanya bagaimana mereka melakukan semua itu?
The Way Back yang berdurasi panjang mungkin sulit membuat anda tetap terjaga sepanjang film. Namun percayalah perjuangan bertahan hidup sekelompok manusia tetaplah menarik untuk disaksikan. Bagaimana mereka harus berburu dan membagi makanan-minuman serta berinteraksi satu sama lain untuk saling mendukung dan menghilangkan kebencian. Dipastikan emosi anda tertantang disini untuk tertawa ataupun terharu bersama perjalanan mereka yang penuh determinasi itu.

Durasi:
125 menit

U.K. Box Office:
£1,976,176 till mid Jan 2011.

Movie-meter:

Sabtu, 02 Oktober 2010

LEGEND OF THE GUARDIANS : THE OWLS OF GA'HOOLE Saat Burung Hantu Berpetualang

Tagline:
On his way to finding a legend...he will become one.

Storyline:
Saat sedang belajar terbang dan terjatuh ke dasar hutan, dua burung hantu muda, Soren dan Kludd diculik oleh tentara St. Aggie's yang memiliki camp pelatihan burung hantu agar menjadi tentara yang handal. Kludd yang ambisius merasa dihargai dan memilih tinggal, sedangkan Soren yang lembut hati berusaha melarikan diri bersama Gylfie yang ditemuinya disana. Usaha yang tidak mudah karena Soren masih dalam tahap belajar sedangkan Nyra beserta bala tentaranya terus mengejar. Susah payah kembali ke kampung halamannya, Soren kemudian bertemu idolanya Ezylryb yang kemudian mengajarnya menjadi burung hantu sejati. Kini Soren yang baru siap menjalani petualangannya sendiri dan meneruskan apa yang diyakininya.

Nice-to-know:
Film pertama sutradara Snyder yang tidak mendapat rating Dewasa.

Voice:
Jim Sturgess sebagai Soren
Emily Barclay sebagai Gylfie
Abbie Cornish sebagai Otulissa
Essie Davis sebagai Marella
Adrienne DeFaria sebagai Eglantine
Joel Edgerton sebagai Metalbeak
Ryan Kwanten sebagai Kludd
Anthony LaPaglia sebagai Twilight
Helen Mirren sebagai Nyra
Hugo Weaving sebagai Noctus / Grimble
Sam Neill sebagai Allomere
Richard Roxburgh sebagai Boron

Director:
Mulai dikenal setelah membesut Dawn of the Dead (2004), Zack Snyder kini dianggap sebagai salah satu sutradara bertalenta yang rata-rata filmnya sukses.

Comment:
Jangan ragukan kemampuan grafis sutradara Snyder. Ia sudah membuktikannya berkali-kali lewat live-action movie sebelumnya. Bagaimana dengan animasi? Film ini adalah jawabannya. Dan sekali lagi ia menjawab tantangan itu dengan baik. Lihat bulu, paruh, kedipan mata, gerak bibir, kepakan sayap para burung hantu disini yang sangat nyata dan detail. Dipadukan dengan elemen 3D menghadirkan konsep visualisasi yang luar biasa indah apalagi dengan berbagai close-up shot. Awesome!
Dari segi cerita, nyaris tidak ada yang baru disini. Pengenalan terhadap dua saudara yang saling bersaing untuk kemudian memisahkan keduanya ke dalam sisi gelap dan terang. Otomatis konsen penonton akan jatuh pada protagonisnya yaitu Soren yang sepintas terlihat lebih lemah dan kurang ahli dibandingnya sang antagonis Kludd yang lebih kuat dan banyak kemampuan. Sturgess dan Kwanten memberikan intonasi suara yang pas ke dalam kedua karakter tersebut.
Sketsa yang lebih besar adalah keberadaan dua kubu yang juga saling bertolak belakang. Pertama ada The Aggie’s yang memiliki kekuatan misterius dari persembahan-persembahan yang dilakukan warganya. Mereka lebih terlihat sebagai negara fasis yang mengusung militerisme dengan berbagai persenjataan yang komplit.
Kedua ada Tree of Ga’Hoole yang terasa lebih beradab dan manusiawi dimana semua warganya hidup berdampingan secara aman dan damai. Mereka mewakili negara demokrat yang mengembangkan suasana kekeluargaan yang kental.
Sepanjang film anda akan disuguhi petualangan Soren dkk dalam menjalani impian masa kecilnya akan figur kepahlawanan yang nyata sekaligus memerangi tirani yang membelenggu. Saran saya saksikan film ini dalam 3D sebab memang dibuat untuk itu. Versi 2D nya terus terang menjadi kurang menggigit apalagi sosok burung hantu masih terasa asing untuk dikedepankan dalam sebuah film animasi. Dibandingkan film-film sejenis yang sudah lebih dahulu beredar. Legend of the Guardians : The Owls of Ga’Hoole tidaklah terlalu istimewa tetapi sangat memanjakan mata.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$16,112,211 in opening week end of Sep 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 10 September 2009

CROSSING OVER : Menyeberangi Status Kewarganegaraan AS

Quotes:
Special Agent Ludwig-Miss Shepard we'd like you to tell us about your relationship with center adjudications officer Cole Frankel?

Cerita:
Bertutur tentang beberapa karakter multiras yang berlatar belakang sama yaitu imigran yang berjuang mendapatkan status hukum yang sama di Los Angeles yaitu sebagai warga negara Amerika Serikat. Adalah Max Brogan, inspektur senior yang seringkali melakukan penggerebekan pabrik yang mempekerjakan imigran gelap. Adalah sekeluarga Korea Selatan yang tengah gembira menantikan pengesahan warga negara. Adalah remaja perempuan Timur Tengah yang bersimpati dengan ajaran Islam. Adalah aktris Australia yang nekad melakukan apa saja untuk mendapatkan greencard. Semuanya bertujuan sama dengan polemik masing-masing..

Gambar:
Kantor imigran, pabrik gelap, apartemen sederhana, perbatasan menjadi warna tersendiri dalam memberikan gambaran keseharian para imigran gelap di Los Angeles.

Act:
Film multikarakter biasanya menuntut aktor-aktrisnya tampil mengesankan dengan scene yang tidak terlalu banyak. Terbukti disini semua bermain sesuai standar masing-masing.
Harrison Ford sebagai Max Brogan
Ray Liotta sebagai Cole Frankel
Ashley Judd sebagai Denise Frankel
Jim Sturgess sebagai Gavin Kossef
Cliff Curtis sebagai Hamid Baraheri
Alice Braga sebagai Mireya Sanchez
Alice Eve sebagai Claire Shepard
Summer Bishil sebagai Taslima Jahangir
Justin Chon sebagai Yong Kim

Sutradara:
Pria kelahiran Afrika Selatan bernama Wayne Kramer ini meremake film pendek 35 menit berjudul sama yang pernah dibesutnya di tahun 1996 dengan bertaburan bintang-bintang ternama Hollywood.

Komentar:
Harus diakui ini merupakan salah satu film yang paling kuat dan mengusik sanubari yang pernah membahas kehidupan para imigran di AS. Pemasalahan yang diangkat berikut dinamikanya terasa sangat realitis dan masuk akal. Castnya baik utama maupun pendukung juga tampil brilian sesuai porsinya masing-masing. Sang sutradara yang belum terlalu dikenal mampu menerjemahkan plot cerita dengan seksama. Sebagian besar membandingkannya dengan Crash yang secara fenomenal menyabet Film Terbaik Oscar 2006. Secara konsep memang sama dimana keduanya dieksekusi dengan cerdas. Perbedaannya mungkin sisi dramatisasi Crash yang lebih unggul dibanding Crossing Over yang cenderung datar. Tetapi itulah kelebihannya karena problematika manusia sebagai manusia dan arti kemerdekaan di AS menjadi sesuatu yang harus dipertanyakan. Yang pasti Crossing Over harus dirasakan, bukan untuk dipikirkan. Pada akhirnya film ini sedikit underrated dikarenakan rilis terbatas dan cenderung direct to dvd tanpa banyak notifikasi. Sayang sekali!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$454,149 till April 2009 (rilis terbatas)

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 12 Juni 2008

21 : Siswa Jenius "Berjudi" Di Las Vegas

Quotes:
Jill Taylor-[in Foxx Strip Club] So do you want a private dance?
Ben Campbell-How much?
Jill Taylor-20 a song, 30 song minimum.
Ben Campbell-I don't know. Sounds expensive.
[they kiss]

Cerita:
Diinspirasi dari kejadian sesungguhnya mengenai siswa-siswi MIT yang jago dalam permainan kartu dan memenangkan jutaan dollar di kasino Vegas. Demi membayar uang sekolahnya, Ben Campbell bersedia direkrut sebagai siswa paling berbakat di MIT untuk menaklukkan Vegas. Dengan bantuan Profesor Statistik Micky Rossa yang sangat pintar dan identitas palsu, kepintaran dan keahlian menghitung kartu yang sangat susah, Ben dan teman-temannya berhasil memasuki kasino. Sekarang tantangannya adalah bermain sesuai rencana dan berada satu langkah di depan sebelum semuanya di luar kontrol.

Gambar:
Dunia judi Vegas dan dunia mahasiswa MIT di Boston bercampur baur dengan sempurna memanjakan mata.

Act:
Belum lama ini mendukung The Other Boleyn Girl, aktor Inggris bernama Jim Sturgess sukses mencuri perhatian lewat perannya sebagai Ben Campbell, mahasiswa MIT yang cerdas dan bercita-cita masuk Kedokteran Harvard walau sempat dibutakan oleh keserakahan.
Saya paling ingat perannya dalam Pay It Forward (2000), Kevin Spacey merupakan aktor kaliber Oscar. Dalam film ini sebagai Profesor Micky Rossa yang berhasil menggerakkan murid-muridnya untuk mengikuti kemauannya.
Aktris muda Amerika, Kate Bosworth memulai debutnya dalam The Horse Whisperer (1998) dan kali ini memerankan Jill Taylor, love interestnya Ben Campbell.
Sebelum ini turut andil dalam The Death and Life of Bobby Z, aktor Afro Amerika kawakan bernama Laurence Fishburne ini kebagian peran antagonis pengawas kasino, Cole Williams.
Didukung pula oleh dua bintang muda keturunan Asia, Liza Lapira sebagai Kianna dan Aaron Yo sebagai Choi.

Sutradara:
Selama ini banyak menyutradarai film ringan menghibur termasuk Legally Blonde (2001) yang melejitkan nama Robert Luketic. Transisinya dalam 21 patut diacungi jempol karena berhasil menyajikan kisah yang menarik untuk diikuti.

Komentar:
Plot yang menarik dengan alur cerita yang cepat sekaligus santai, mungkin akan lebih baik jika sedikit dipercepat. Sturgess tampil brilian disini sebagai "pemimpin" siswa-siswi penjudi, aksen Inggris yang dihilangkan ditambah dengan perubahan sisi emosionalnya yang sangat baik menjelang akhir film merupakan nilai plus. Jangan lupakan juga akting Spacey dan Fishburne yang selalu memikat. Perpindahan setting dari Boston ke Vegas begitupun sebaliknya begitu mulus sehingga menegaskan dua dunia yang berbeda bagi karakter utamanya. Dengan tetap setia pada bukunya, 21 merupakan pilihan bijak untuk mengisi waktu luang anda. Film yang baik walaupun tidak luar biasa.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$81,159,365 till May 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!