XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label hugh jackman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hugh jackman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Oktober 2013

PRISONERS : Lock You Up In Moral Ambiguity


Quote:
Keller Dover: Pray for the best, but prepare for the worst.

Nice-to-know:
Kartu nama Detektif Loki menunjukkan nama lengkapnya sebagai David Wayne Loki.

Cast:
Hugh Jackman sebagai Keller Dover
Jake Gyllenhaal sebagai Detective Loki
Viola Davis sebagai Nancy Birch
Maria Bello sebagai Grace Dover
Terrence Howard sebagai Franklin Birch
Melissa Leo sebagai Holly Jones
Paul Dano sebagai Alex Jones
Dylan Minnette sebagai Ralph Dover


Director:
Merupakan f
ilm ke-11 bagi Denis Villeneuve setelah feature terakhirnya Incendies (2010).

W For Words:
Premis penculikan anak yang kemudian menyulut sang ayah untuk bertindak sendiri rasanya sudah ratusan kali dieksekusi.  Lupakan sejenak dwilogi Taken (2008 & 2012) atau Stolen (2012) yang bertempo cepat dengan serentetan aksi superior sang protagonis di dalamnya. Kali ini Alcon Entertainment, 8:38 Productions dan Madhouse Entertainment punya cara berbeda. Itulah yang menjadi alasan utama anda untuk tidak melewatkannya selain faktor aktor-aktris berkualitas yang mengisi deretan cast nya. Jangan pula gentar melihat durasinya yang tidak biasa untuk ukuran sebuah produksi Hollywood.

Keluarga Dover dan Birch merayakan Thanksgiving bersama sebelum menyadari putri mereka, Anna dan Joy hilang begitu saja. Kecurigaan utama pelaku penculikan yang menggunakan caravan itu jatuh pada Alex Jones, pria terbelakang yang IQ nya diyakini sama dengan anak berusia 10 tahun. Sayangnya Detektif Loki tidak menemukan bukti yang kuat untuk menahan Alex yang memang lolos tes dan investigasi. Tak sabar menunggu kerja kepolisian yang dianggap lamban, ayah Anna yaitu Keller sepakat bertindak sendiri melakukan pencarian sekaligus mengumpulkan bukti-bukti selagi waktu terus berjalan.

Skrip yang ditulis oleh Aaron Guzikowski ini memberi kesempatan seluas-luasnya bagi karakter Keller dan Loki untuk berkembang. Selain itu takaran memadai juga dihantarkan masing-masing tokoh-tokoh di luar keduanya sehingga terjalinlah sebuah circle utuh yang saling bertautan. Nobody would stay for what he seemed. Misteri yang berusaha dijaga rapat dari menit pertama sampai terakhir sesungguhnya telah meninggalkan beberapa petunjuk jika anda cukup jeli mengikutinya. Namun tentunya akan ada banyak distraksi subplot yang bisa menyanggah opini anda. So keep guessing till the very end!

Sutradara Villeneuve secara seimbang membagi unsur drama, aksi, suspense dan thriller sekaligus dengan ketajaman visinya menerjemahkan skrip. Sinematografi yang tampak dingin dan sunyi di hari hujan atau bersalju dari veteran Roger Deakins, besar kemungkinan mengingatkan anda pada No Country For Old Men (2007) milik Coen Brothers, kian memerangkap anda dalam labirin konflik. Scoring musik milik Jóhann Jóhannsson juga terasa pas menyuguhkan atmosfir yang diinginkan. Editing Joel Cox dan Gary Roach tergolong efektif menjaga pace film terlepas dari durasi yang tidak singkat. 

Walau identik dengan peran superhero, kapabilitas Jackman menghidupkan peran dramatik tidak boleh diragukan. Tokoh Keller di tangannya berevolusi sempurna, bukan melulu mengenai baik dan jahat, dari figur ayah simpatik menjadi pria yang tidak segan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Tak kalah cemerlang Gyllenhaal sebagai Detektif intuitif dengan track record sempurna. Pergolakan batinnya untuk bertindak lebih dari semestinya begitu kentara. Karisma keduanya sama kuatnya ketika harus berbagi screen bagaikan yin dan yang. 

Masih ada lagi Howard sebagai Franklin yang dilematik atau Dano yang innocently distubing sebagai Alex. Terlepas dari kesan film ‘lelaki’ yang kental, mungkin tokoh wanita terkesan kurang diberdayakan. Toh kesemuanya tetap menampilkan performa memikat. Bello yang begitu rapuh sebagai Grace, Davis yang tampak tegar sebagai Nancy, Leo yang terlihat tenang bijaksana. Si kecil Gerasimovich dan Simmons yang menjadi pokok permasalahan mampu mencuri perhatian di bagian pembuka dengan pelesetan lagu Jingle Bells nya yang nyeleneh itu.

Prisoners secara harfiah dapat diartikan sebagai pribadi-pribadi yang terpenjara. Bagaimana sebuah abduction/kidnapping bisa memiliki efek domino yang begitu luas bagi pelaku maupun korbannya sendiri. Tidak ada aksi reaksi yang tidak diharapkan karena semua berjalan pada jalurnya yang amat believable. Terlepas dari minimnya kekerasan yang mungkin diharapkan, scene penyiksaan tetap akan membuat anda bergidik. This dark gritty crime drama thriller really worth your effort, time and money to be wasted inside the theatre especially with those top notch performances to keep everything grounded.

Durasi:
153 menit

Overall:
8.5 out of 10

U.S. Box Office:
$49,029,007 till October 2013

Movie-meter:

Sabtu, 19 Januari 2013

LES MISERABLES : Showcasing Sacrifice, Change, Hope In Live Adaptation


Quotes: 
Fantine: I had a dream my life would be so different from this hell I'm living!

Nice-to-know: 

Saat audisi, Anne Hathaway berhasil memukau semua orang hingga menangis haru.

Cast: 
Hugh Jackman sebagai Jean Valjean
Russell Crowe sebagai Javert
Anne Hathaway sebagai Fantine
Amanda Seyfried sebagai Cosette
Sacha Baron Cohen sebagai Thénardier
Helena Bonham Carter sebagai Madame Thénardier
Eddie Redmayne sebagai Marius
Aaron Tveit sebagai Enjolras
Samantha Barks sebagai Éponine


Director: 
Merupakan film keempat bagi Tom Hooper setelah karya terakhir The King’s Speech (2010) menganugerahinya Piala Oscar.

W For Words: 
Kita patut berterima kasih pada Victor Hugo yang secara brilian menulis novel pada tahun 1862 mengenai kekisruhan Perancis di abad 19. Karya yang pada akhirnya diadaptasi menjadi film ataupun pertunjukan dalam jumlah yang tak terhitung lagi di berbagai negara.  Adalah sutradara brilian Tom Hooper yang dipercayakan oleh jajaran produser untuk menghidupkan kisah ini sekali lagi dengan inovasi baru yaitu aktor aktrisnya diminta untuk menyanyikan seluruh dialog yang terkandung dalam buku karya Claude-Michel Schönberg dan Alain Boublil. Pertaruhan yang begitu berani!

19 tahun dipenjara karena mencuri roti untuk diberikan pada saudaranya, Jean Valjean akhirnya dibebaskan dalam pengawasan ketat penegak hukum Javert. Jean dipekerjakan oleh pendeta baik hati sampai berhasil menjadi pengusaha sukses dengan nama palsu. Nasib mempertemukannya dengan Fantine, mantan buruh pabrik yang terpaksa melacur demi menghidupi putrinya, Cosette yang dibesarkan oleh pasangan pencuri kejam Thénardier dan Madame Thénardier. Sepeninggal Fantine, Jean sepakat membesarkan Cosette sampai beranjak dewasa dan jatuh cinta pada Marius, pemberontak revolusi. Jalanan Perancis lantas jadi saksi pergulatan takdir melawan gejolak politik yang kian memanas. 

Pencapaian Hooper sebagai sutradara dalam film ini perlu diapresiasi tinggi. Ketajaman visinya menghidupkan suasana Perancis di masa lampau tidak hanya detail tetapi juga epik. Desain produksi termasuk tata rias dan tata kostum betul-betul diperhatikan unsur estetikanya. Kebulatan hatinya untuk tetap meminta aktor-aktrisnya bernyanyi live di lokasi syuting daripada merekam di studio paska produksi terbukti semakin mempertajam pengalaman musikal yang sinematik. Lihat bagaimana ia membuka dan menutup film dengan stylish dan memorable. Wonderful!

Penampilan terbaik menurut saya jatuh pada Hathaway dan Redmayne. Meskipun Fantine hanya kebagian porsi minor, ia seakan menyanyikan isi hatinya dengan begitu lugas. Upaya Jackman pantas dihargai karena penonton dapat merasakan emosinya dalam rentang waktu yang begitu panjang. Beberapa track favorit saya tentu saja Look Down, I Dreamed A Dream dan On My Own. Menarik melihat debut Samantha Barks dan pelakon cilik Daniel Huttlestone disini. Jangan lupakan juga sumbangsih Baren Cohen dan Bonham Carter sebagai pasangan antagonis tersebut.

Kekurangan yang cukup mencolok ada pada Crowe dengan kemampuan bernyanyi yang begitu terbatas tapi justru ini membuatnya believable. Lihat bagaimana Hooper banyak menyiasati ketika Javert menyanyi dengan tidak menyorot wajahnya melainkan scene panoramik yang megah. Seyfried sendiri tampak terlalu terbebani dengan peran Cosette yang krusial sehingga membuatnya kurang lepas dalam berakting. Secara keseluruhan, mereka saling mengisi dengan plus minus masing-masing, memberikan dimensi interpretasi karakter yang begitu emosional.

Les Misérables memang bukan film musikal biasa, bisa jadi luar biasa bagi anda yang sudah sangat familiar dengan cerita dan pertunjukannya. Namun bagi sebagian orang yang tidak terbiasa, mungkin akan menyiksa apalagi tidak semua unsur melodi dapat menyatu sempurna dengan pelafalan dialognya. Durasi nyaris tiga jam dengan total 49 lagu yang berkumandang jelas membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi agar tidak kehilangan esensinya di tengah-tengah. Kombinasi pengorbanan cinta, perubahan dunia, pengharapan tanpa batas membuatnya pantas menyandang status ‘istimewa’. I liked this but don’t think that second viewing is necessary to do.

Durasi: 
157 menit

U.S. Box Office: 
$118,723,185 till Jan 2012

Overall: 
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 01 Desember 2012

RISE OF THE GUARDIANS : Worthwile Believing In Magic For All Ages


Quote: 
North: It is our job to protect the children of the world. For as long as they believe in us, we will guard them with our lives... 

Nice-to-know: 

Film DreamWorks Animation terakhir yang didistribusikan oleh Paramount.

Cast:
Chris Pine sebagai Jack Frost
Alec Baldwin sebagai North
Jude Law sebagai Pitch
Isla Fisher sebagai Tooth
Hugh Jackman sebagai Bunny
Dakota Goyo sebagai Jamie Bennett


Director: 
Merupakan debut penyutradaraan Peter Ramsey yang sebelumnya menangani Monsters vs Aliens : Mutant Pumpkins from Outer Space (2009) yang langsung rilis untuk konsumsi televisi.

W For Words: 
Dari masa ke masa berbagai judul animasi selalu dikeluarkan untuk menyambut Natal dengan satu tujuan yaitu menjaga spirit dan kepercayaan kaum muda yang tumbuh bersama kisah-kisah serupa dari orangtua masing-masing. Tradisi itu kemudian diteruskan oleh DreamWorks tahun ini lewat film yang tidak berhubungan samasekali dengan Legend of the Guardians : The Owls of Ga’Hoole (2010) milik Warner Bros terlepas dari kemiripan judul, melainkan adaptasi buku karya William Joyce yang lantas digubah ke dalam bentuk skenario oleh David Lindsay-Abaire.

Jack Frost kerap kali mempertanyakan identitas dan arti hidupnya. Ia tak dapat dilihat meskipun ada di sekitar manusia. Jawaban itu mulai terungkap ketika North, Sandy, Tooth, Bunny mengajaknya bergabung dalam ikatan Guardians alias pelindung anak-anak di seluruh dunia termasuk Jamie dan kawan-kawan. Pasalnya roh jahat yang dikenal dengan sebutan Pitch tengah meluncurkan armada bayangan hitam yang bertekad mematikan semangat Paskah di muka bumi. Mampukah lima sekawan itu mempertahankan diri sekaligus membuat warga tetap percaya?

Ada lima karakter fiktif yang akan membuat anda bersorak-sorai. Pertama, Jack Frost (Chris Pine) yang berupaya mengembalikan ingatannya ketika masih menjadi anak biasa. Kedua, North (Alec Baldwin) alias Santa yang bertanggungjawab atas produksi pabrik mainan demi memenuhi permintaan anak-anak sedunia. Ketiga, Bunny (Hugh Jackman) ikon kelinci Paskah penyedia telur hias. Keempat, Tooth (Isla Fisher) peri pengumpul gigi susu anak-anak yang tanggal. Kelima, Sandman/Sandy yang bertindak sebagai pemberi mimpi dan juga penghapus ingatan anak-anak dengan memakai pasir emas ajaibnya.


Karakter manusia diwakili oleh bocah laki-laki bernama Jamie (Dakota Goyo) yang selalu mempercayai keberadaan lima “pelindung” itu meski tak pernah dilihatnya secara langsung. Tokoh antagonis Pitch (Jude Law) adalah penebar ketakutan yang ditanamkan dalam mimpi anak-anak. Kecerdasan Lindsay-Abaire dalam meramu setiap plot dan twist berdasarkan mitos yang ada menjadi nilai jual tersendiri. Penonton belia maupun dewasa sekalipun akan merasa dekat dengan masa-masa yang pernah mereka alami sehingga tradisi mempercayai keajaiban akan tetap terjaga.

Sutradara Ramsey berhasil memperluas ruang penceritaannya dengan desain art yang detail di setiap tokoh dan lokasinya, lihat saja kolam es Jack Frost, pabrik mainan North, ladang telur Bunny, penjara baby tooth dsb. Belum lagi sentuhan estetika imajinatif khas Guillermo del Toro yang kali ini hanya bertindak sebagai produser. Narasi keseluruhan tergolong dinamis sehingga momen-momen di dalamnya terkoneksi secara utuh. Format 3D ataupun IMAX memang mempertegas kedalaman gambar dan ketajaman warna tapi tidak cukup efektif pada sekuens adegan aksi yang bergerak cepat. 

Rise of the Guardians sangatlah predictable tapi diyakini masih mampu mempertahankan excitement anda dari awal sampai akhir. Selain mengandung pesan moral bahwa tak ada salahnya tetap mempercayai keajaiban demi keyakinan melangkah, jalan berbeda yang dipilih oleh Frost dan Pitch yang sama-sama pernah mengalami kepahitan semasa hidupnya bisa menghadirkan perenungan reflektif.
Definitely recommended for entire family in the end of season’s holiday. Enjoy heartfelt fun with those lively characters on a big screen!

Durasi: 
97 menit 

U.S. Box Office: 

$32,341,090 till Nov 2012 

Overall: 

8 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 28 Desember 2011

SNOW FLOWER AND THE SECRET FAN : Ikatan Persaudarian Dua Masa Berbeda

Quotes:
Nina: [in Chinese] The world is always changing. Every day it's changing. Everything in life is changing. We have to look inside ourselves to find what stays the same, such as loyalty, our shared history and love for each other. In them, the truth of the past lives on.


Storyline:
Lily yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja diikat janji seumur hidup oleh Snow Flower yang berasal dari keluarga kaya. Komunikasi dijalin secara rahasia menggunakan bahasa “nu shu” yang terangkai lewat bilahan kipas kertas. Di belahan dunia lain, Nina dan Sophia kesulitan mempertahankan persahabatan masa kecil mereka akibat tuntutan karir, kehidupan cinta yang rumit di tengah perkembangan Shanghai yang pesat. Akankah mereka tetap bersama atau justru harus berpisah karena perjalanan hidup yang berbeda.

Nice-to-know:
Rupert Murdoch secara pribadi meminta Fox Searchlight merilis film ini di Amerika Utara.

Cast:
Angkat nama lewat Blood : The Last Vampire (2009), Gianna Jun bermain sebagai Snow Flower / Sophia
Terakhir mendukung Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame (2010), Li Bingbing berperan sebagai Nina / Lily
Hugh Jackman sebagai Arthur
Russell Wong sebagai Bank CEO
Archie Kao sebagai Sebastian
Vivian Wu sebagai Aunt

Director:
Pria kelahiran Hongkong berusia 62 tahun bernama Wayne Wang ini paling dikenal lewat karyanya Maid In Manhattan (2002).

Comment:
Sulit membayangkan wanita berkebangsaan Perancis bernama Lisa See begitu fasih mengangkat tema feminisme Asia dalam novel-novelnya termasuk Snow Flower and the Secret Fan. Trio Angela Workman, Ronald Bass dan Michael Ray kemudian dititahkan untuk menulis skrip film yang diproduksi oleh Fox Searchlight Pictures ini dimana mengambil setting China kuno dan modern sekaligus dalam dua plot cerita yang saling bertitian.
Di abad 19, kasta perempuan diberlakukan dimana perjodohan suami istri maupun persaudaraan ditentukan justru ditentukan dari kesediaan menjaga ukuran kaki di bawah 3 inci. Kenyataan yang cukup memilukan melihat bocah perempuan harus membungkus kakinya sedemikian rupa demi masuk ke dalam sepatu berukuran mini. Kesulitan berjalan hingga mengalami pendarahan akibat restrukturisasi tulang yang dipaksakan pun menjadi penderitaan tersendiri. Namun hal ini dipercaya akan mendatangkan nasib baik meskipun bukan suatu jaminan.

Di abad 21, Snow Flower dan Lily menjelma menjadi Sophia dan Nina yang menjalani balutan takdir yang kurang lebih sama. Pandangan mereka terhadap kultur Timur yang mempengaruhi pilihan karir dan pasangan hidup masing-masing pun turut mempengaruhi janji kesetiaan satu sama lain. Kipas kertas ternyata mampu menjadi media komunikasi rahasia yang efektif dibandingkan perbincangan dua arah yang terganggu oleh aktifitas dan kesempatan yang ada.
Nina/Lily digambarkan ambisius dan menikmati hidupnya sedangkan Sophia/Snow dilukiskan kesulitan menentukan jalan hidupnya akibat tekanan keluarga. Li dan Gianna masing-masing melakukan bagian akting dengan baik, hanya saja tidak mudah untuk berbicara dalam dwi bahasa. Bahasa Inggris keduanya tidak masalah tapi Gianna yang asli Korea tampak kurang fasih dalam dialek Mandarin yang kompleks. Problem sama dialami oleh Jackman meskipun keberaniannya bernyanyi patut diacungi jempol.

Sutradara Wang berhasil menyuguhkan sinematografi yang memukau dilengkapi dengan lantunan scoring music yang kental dengan nuansa etnik Cina dari Rachel Portman yang berkali-kali sukses menggugah perasaan saya. Sayangnya keunggulan tersebut tidak dibarengi oleh narasi yang terlampau datar dan linier meskipun mundur maju mengikuti lompatan masa yang menjadi latar belakang cerita sehingga korelasinya menjadi sedikit blur.
Snow Flower and the Secret Fan secara keseluruhan terkesan lebih memihak pada masa kini, padahal esensi cerita justru terasa lebih kompleks di masa lalu. Terus terang, baru kali ini saya mendengar istilah “laotong” yang artinya persaudarian seumur hidup demi masa depan yang lebih cerah tanpa berkonotasi seksual samasekali. Sesederhana dua gadis yang dijodohkan untuk mengikat janji di luar hubungan mereka dengan suami ataupun keluarga masing-masing. Is it possible to do these days in the modern world?

Durasi:
104 menit

U.S. Box Office:
$1,346,503 till Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 30 Oktober 2011

REAL STEEL : Robot Pemersatu Ayah Anak Keras Hati

Quotes:
Bailey Tallet: 1200 miles for a kiss.
Charlie Kenton: Worth it. So worth it.


Storyline:
Masa depan dimana robot petinju merupakan olahraga terpopuler, Charlie Kenton terus saja berjudi dengan robot miliknya yang dengan mudah dihancurkan. Hutang yang menumpuk di tengah hidup yang serabutan semakin lengkap saat mantan kekasihnya yang meninggal malah meninggalkannya seorang putra berusia 11 tahun bernama Max. Kesulitan uang, Charlie “menjual” Max pada bibinya yang bersuamikan seorang pria tua konglomerat dalam kurun waktu 2 minggu. Sambil menunggu, Max yang juga tertarik pada robot justru melengkapi hidup Charlie yang berantakan, terutama dengan kehadiran robot “sparring” Atom yang tidak pernah diperhitungkan untuk bertarung. Akankah kolaborasi ayah anak ini akan berhasil pada akhirnya?

Nice-to-know:
Setiap robot dibangun utuh secara fisik dan animasi CGI nya. Untuk gerakan spesifik tertentu dikontrol oleh lebih dari 20 orang.

Cast:
Film keempat yang dibintanginya di tahun 2011 setelah Butter, Hugh Jackman sebagai Charlie Kenton
Pemeran Thor muda versi modern bernama Dakota Goyo ini berperan sebagai Max Kenton
Evangeline Lilly sebagai Bailey Tallet
Anthony Mackie sebagai Finn
Kevin Durand sebagai Ricky
Olga Fonda sebagai Farra Lemkova
Karl Yune sebagai Tak Mashido

Director:
Merupakan film ketiga dari sutradara Shawn Levy yang dirilis dalam format IMAX setelah Night at the Museum (2006) dan Night at the Museum: Battle of the Smithsonian (2009).

Comment:
Mencari sebuah hiburan drama keluarga bernafaskan klasik tapi bernuansakan modern berkualitas? Inilah jawaban Steven Spielberg, Robert Zemeckis dan sederet nama beken lainnya yang duduk di jajaran produser eksekutif atas pertanyaan tadi. Konon ide ceritanya berasal dari salah satu episode serial televisi lawas Twilight Zone yaitu Steel (#5.2) di tahun 1963, sebagian orang bahkan menyebutnya sebagai remake. Saya tidak pernah menyaksikannya dan sebagian besar dari anda rasanya juga tidak. Jika ada, mohon tinggalkan komentar di kolom berikut mengenai komparasi singkatnya. Terima kasih.
Cerita yang ditulis oleh Dan Gilroy dan Jeremy Leven kemudian dikembangkan sedemikian rupa oleh penulis skrip John Gatins yang mengambil setting waktu kisaran tahun 2025 dimana teknologi canggih nan futuristik sudah diterapkan dimana-mana. Meski demikian nuansa country masih terasa kental mendampingi perjalanan ayah anak Charlie dan Max Kenton dalam menelusuri rimba pertarungan robot petinju dari satu tempat ke tempat lain.

Laga robot petinju disini merupakan daya tarik utama. Tak kurang dari 3 robot yang dimiliki keluarga Kenton mulai dari Ambush, Noisy Boy hingga Atom silih berganti ditampilkan dengan karakteristik masing-masing. Belum lagi kemunculan si robot jawara Zeus milik duet sombong Lemkova dan Mashido yang teramat tangguh dan canggih. Berbanding terbalik dengan Atom yang terlihat lemah tetapi seakan memiliki emosi dari cahaya biru di matanya. Acungan jempol bagi penata spesial dan visual efek karena sukses menghasilkan pergerakan robot yang begitu luwes dan natural.
Konflik keluarga yang sedari awal ditunjukkan oleh Charlie yang keras kepala nyatanya semakin runyam dengan hadirnya si kecil Max yang tak kalah teguh pendiriannya. Jika pertengkaran ayah anak yang anda harapkan? Itu memang terjadi. Namun chemistry keduanya sangatlah kuat, menegaskan peribahasa “Darah lebih kental daripada air.” sehingga tak jarang emosi anda luluh lantak menyaksikan interaksi mereka lewat tatap mata, bahasa tubuh dan pertukaran tutur kata yang sengit.

Kali ini kita akan kembali mengenal Jackman sebagai manusia, bukan superhero. Karakter Charlie di tangannya terasa meledak-ledak dengan postur fisik yang sangat menunjang. Tak sia-sia Sugar Ray Leonard mengajarnya langsung teknik-teknik bertinju untuk terlihat meyakinkan. Si kecil Goyo juga secara gemilang mampu menjiwai karakter Max yang polos dan ingin selalu percaya pada mimpi-mimpinya. Tak kalah mencuri perhatian adalah Lilly yang pengertian dan berjiwa besar. Andai karakter Bailey lebih banyak mendapat porsi disini sekaligus menetralkan kekerasan dengan kelembutan.
Sutradara Levy berhasil menangkap momen-momen menyentuh dengan brilian, apalagi didukung oleh scoring music indah milik Danny Elfman di sepanjang film yang silih berganti menggelorakan dan menghangatkan suasana. Setiap adegan dalam film ini tidak diramunya dengan berlebihan termasuk pertarungan keras antar robot yang mengingatkan anda pada film-film tinju manusia macam Rocky (1976) ataupun Raging Bull (1980) dengan hasil akhir yang sudah bisa diduga tapi tetap layak ditunggu.

Real Steel sesungguhnya mengisahkan cinta dan kekuatan yang memperjuangkannya. Sesederhana itu! Tak peduli berapa kali anda menerima pukulan atau cobaan, kemampuan bertahan dan terus mencoba capai apa yang diyakini sangatlah layak dilakukan. Film aksi drama yang pantas disaksikan seluruh anggota keluarga demi sebuah pembelajaran yang teramat menghibur. Bersiaplah untuk berteriak, menangis, tertawa sambil merasakan kebesaran “hati baja” yang sesungguhnya telah dimiliki oleh setiap manusia itu.

Durasi:
127 menit

U.S. Box Office:
$66,732,152 till end of Oct 2011

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 13 Mei 2009

WOLVERINE : Asal Usul Hidup Si Cakar Adamantium Logan

Quotes:
Travis Hudson-We all got a choice, Son.
Logan-Mine got taken. That will never happen again.

Cerita:
Enam tahun setelah berpisah dari saudara seperjuangannya Victor, James mengganti namanya menjadi Logan dan hidup bahagia bersama kekasihnya Kayla Silverfox. Sementara itu Victor menjadi beringas dan memburu beberapa mutan hingga pada puncaknya membunuh Kayla. Dalam kemarahan, Logan bersumpah untuk membalas dendam dan menerima tawaran Jenderal William Stryker untuk mengisi tubuhnya dengan cairan logam adamantium. Proses yang awalnya diragukan berhasil itu akhirnya membentuk jati diri baru Logan yang dikenal sebagai Wolverine. Pertarungan akhir Logan dan Victor melawan Deadpool di puncak menara nuklir sekaligus membuka era baru kehidupan para mutan yang terpecah menjadi dua kelompok..

Gambar:
Banyak mengambil setting di Selandia Baru dan Australia, film ini tetap menyajikan lanskap indah yang menjadi latar belakang pertarungan darat para mutan.

Act:
Meski telah membintangi beberapa film termasuk debut akting layar lebar dalam Paperback Hero (1999), Hugh Jackman tidak kunjung meroket sampai akhirnya tawaran peran mutan Wolverine datang kepadanya setelah penolakan beberapa aktor ternama. Pilihannya tidak sia-sia karena Hugh berhasil mengangkat karakter Wolverine menjadi ujung tombak X-Men.
Pernah bermain bersama Hugh dalam Kate & Leopold (2001), Liev Schreiber tampil dingin dan beringas saat memerankan mutan Victor Creed yang memiliki sebilah pisau di balik kulit tangannya dan sepasang taring di giginya.
Aktor muda yang terus menanjak namanya, Ryan Reynolds berperan sebagai Wade Wilson yang tangkas memainkan pedang dan pada akhirnya menjadi mutan rekayasa William Stryker dengan sebutan Deadpool. Sebelum Wolverine dirilis, Ryan akan melanjutkan perannya itu dalam spin-off lain Deadpool yang direncanakan rilis 2012.
Aktor senior kelahiran Italia, Danny Huston sebagai Jenderal William Stryker yang ambisius sekaligus berbahaya.


Sutradara:
Wolverine adalah film keenam yang disutradarai pria kelahiran Afrika Selatan ini setelah memulai The Storekeeper (1998). Gavin Hood yang juga dikenal sebagai aktor tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Terbukti spin off pertama X-Men ini cukup diterima publik dan kritikus dengan baik.

Komentar:
Wolverine seakan proyek film ambisius yang bertujuan meneruskan sukses trilogi X-Men terlihat dari bujet yang dikucurkannya yakni 150 juta dollar. Hasilnya? Menurut saya film ini hanya sampai pada tahap bagus tapi tidaklah istimewa. Prolog film seakan memuat terlalu banyak fakta untuk dipaksakan terus berlari sampai pertengahan film. Dari pertengahan itulah(bagi anda yang belum menyaksikan X-Men mungkin akan bingung dibuatnya), petualangan Logan dimulai. Bagaimana menerima takdirnya sebagai mutan dengan kemampuan khusus sekaligus menghabisi musuh-musuh yang telah merenggut bagian penting dari hidupnya. Adegan akhir pertarungan Victor-Logan vs Deadpool cukup berkesan sehingga Wolverine bisa terselamatkan dari kredit buruk yang biasanya menerpa spin-off film superhero sukses. Namun sekali lagi saya ingatkan, jangan bandingkan film ini dengan trilogi X-Men sekalipun banyak elemen yang digunakan.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$129,032,435 till early May 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 24 Desember 2008

AUSTRALIA : Epik Roman Sejarah Panjang Benua Australia


Quotes:
Lady Sarah Ashley-Let's go home.
Drover-There's no place like it.

Cerita:
Ketika seorang aristokrat Inggris, Sarah Ashley pergi ke sebuah benua yang jauh, dia bertemu dengan penggiring ternak sapi, Drover dan seorang anak Aborigin, Nullah. Bertiga mereka bergabung dan berjuang dalam sebuah perjalanan menggiring sapi melewati ratusan mil dataran yang indah. Ketika dunia terbelah oleh kekuatan musuh, mereka harus saling menemukan satu sama lain terlebih saat Jepang membom kota Darwin.

Gambar:
Berlokasi sebagian besar di Queensland, New South Wales, Darwin membuat scene Australia berbicara banyak dengan lanskap dan panorama yang sangat indah.

Act:
Satu-satunya proyek film di tahun 2008 setelah terakhir muncul dalam The Golden Compass, Nicole Kidman merupakan pilihan terbaik untuk menghidupkan Lady Sarah Ashley yang anggun sekaligus cerdas.
Debut layar lebarnya dimulai dalam Paperback Hero (1999) dan membutuhkan hampir 10 tahun untuk terangkat namanya, Hugh Jackman kali ini kebagian peran sebagai penggiring ternak Drover yang kasar tangguh tetapi lembut hatinya.
Aktor cilik berusia 12 tahun, Brandon Walters tampil menakjubkan sebagai Nullah.

Sutradara:
Sulit dipercaya sutradara sekaliber Baz Luhrmann baru membuat 4 film termasuk debutnya dalam Strictly Ballroom (1992)! Dalam Australia, Baz kembali ke tanah kelahirannya sehingga tidak heran jika ia bekerja semaksimal mungkin untuk menghasilkan karya terbaik.

Komentar:
Genrenya cukup luas karena memadukan roman, epik, sejarah, petualangan dimana semuanya bermuara pada asal usul benua Australia. Dari segi sinematografi harus diakui keunggulan film ini sehingga durasinya yang panjang terasa termaafkan. Cast yang menjual nama Kidman dan Jackman cukup membantu walau terkadang chemistry antar keduanya terasa agak dipaksakan. Judul dan plot cerita AUSTRALIA rasanya menanggung beban terlalu besar sehingga pada akhirnya penonton seperti "keberatan" menikmati kisah panjang ini. Tapi secara keseluruhan tetap sebuah karya yang harus dihargai walau tidak outstanding!

Durasi:
165 menit

U.S. Box Office:
$49,554,002 till March 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 14 November 2008

DECEPTION : Jalinan Misterius Tiga Orang Tak Dikenal

Quotes:
Jonathan McQuarry-[after having sex with a woman in The List] Can I ask you something? Why do you do this?
Wall Street Belle-For the same reason that men do it - the economics of the arrangement. It's intimacy without intricacy. I work past midnight almost every night.

Cerita:
Seorang auditor di Manhattan, Jonathan kerapkali berpindah-pindah tempat dalam melakukan tugasnya sampai bertemu seorang pria bernama Wyatt Bose, menawarkan kerjasama dan dalam waktu singkat menjadi sahabat. Pada suatu kesempatan, ponsel mereka tertukar, Jonathan menjawab teleponnya dan mulai memasuki dunia Wyatt dengan mengencani beberapa wanita untuk bersenang-senang dari sebuah klub seks. Sampai pada suatu ketika di stasiun kereta api bawah tanah bertemu dengan wanita menarik berinisial S, Jonathan mulai tenggelam dalam suatu permainan kucing-tikus yang misterius sekaligus berbahaya.

Gambar:
Suasana malam urban metropolitan di New York City tertangkap dengan pas. Beberapa adegan erotis yang eksplisit mungkin sedikit mengejutkan anda.

Act:
Film layar lebar pertama Ewan McGregor adalah Being Human (1993), kali ini ia bermain sebagai Jonathan McQuarry, auditor yang berubah kepribadian setelah mengenal sahabat barunya yang misterius.
Aktor yang identik dengan peran superhero termasuk dalam Van Helsing (2004), Hugh Jackman disini berperan sebagai Wyatt Bose, pria flamboyan pecinta wanita yang penuh rahasia.
Bermain dalam serial remaja ternama yakni Dawson's Creek selama periode 1998-2003 cukup mengangkat nama Michelle Williams sehingga mampu berkarir di layar lebar termasuk saat kebagian karakter S disini.

Sutradara:
Karya perdana bagi Marcel Langenegger yang namanya sama sekali asing di kancah perfilman manapun!

Comment:
Bergulir dengan lambat di awal, mungkin sebagian dari kita sudah bisa menebak alur ceritanya sampai akhir seperti halnya saya. Itulah kelemahan utama dari skrip, apalagi ditangani oleh sutradara yang belum berpengalaman sama sekali sehingga tidak menolong kualitas film secara keseluruhan. Kinerja Langenegger tidaklah buruk, hanya saja tidak berhasil menciptakan unsur suspens di dalamnya. Sayang sekali karena ia sudah didukung oleh 3 cast yang dikenal bertalenta di Hollywood sana, Michelle dengan gaya dan pembawaannya sebagai wanita misterius, Hugh yang karismatik dan berjiwa bebas serta Ewan yang dengan sangat baik menerjemahkan tokoh akuntan yang kaku dan membosankan. Semuanya menjadi tidak terlalu berarti karena Deception hanyalah sebuah thriller biasa yang tidak menyimpan kejutan apapun.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$4,597,760 till Jun 2008

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!