XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label tom hardy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tom hardy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

LAWLESS : Riveting Truth and Fiction Bootlegging Days


Quote:
Forrest Bondurant: Jack, look at me. We're survivors. We control the fear. And without the fear, we are all as good as dead. Do you understand? - Do you?

Nice-to-know:
Karakter Forrest Bondurant seharusnya lebih kurus tapi tubuh Tom Hardy membesar karena The Dark Knight Rises (2012).

Cast:
Shia LaBeouf sebagai Jack Bondurant
Tom Hardy sebagai Forrest Bondurant
Jason Clarke sebagai Howard Bondurant
Guy Pearce sebagai Charlie Rakes
Jessica Chastain sebagai Maggie Beauford
Mia Wasikowska sebagai Bertha Minnix

Dane DeHaan sebagai Cricket Pate
Gary Oldman sebagai Mason Wardell

Director:
Merupakan feature film kelima John Hillcoat setelah terakhir menangani The Road (2009).

W For Words:
Jika anda pernah membaca atau setidaknya mengetahui novel berjudul "The Wettest County in the World" (2008) karangan Matt Bondurant, bisa dipastikan bayangan kerasnya kondisi kehidupan negara barat pada masa lampau sedianya akan terpampang dalam benak. Sekadar catatan, Matt adalah cucu langsung dari Jack Bondurant yang merupakan salah satu tokoh sentral dalam cerita. Nah film ini adalah adaptasi resmi yang skripnya ditulis oleh Nick Cave. Jajaran cast yang mengisi pun tidak main-main.  Penasaran?  You should be.

Tahun 1931 di Franklyn County, Virginia hiduplah tiga bersaudara Bondurant yang menjadi penguasa setempat, terima kasih pada Kepala Wilayah Mason Wardell yang korup. Si sulung, Forrest dikenal sebagai legenda karena selamat dari perang. Ia lantas jatuh hati pada Maggie, mantan penari yang bekerja di barnya. Si tengah, Howard adalah begundal tangguh yang sulit mengontrol emosi. Si bungsu, Jack dapat dikatakan pengecut bersama sahabat karibnya si pincang Cricket Pate. Ketenangan mereka mulai terusik saat Sherif Khusus, Charles Rakes bertekad menjalankan peraturannya.

Kisah nyata memang tak pernah mudah diterjemahkan. Namun sutradara Hillcoat tergolong berhasil melakukannya. Kita tak hanya disuguhi sepak terjang Bondurant bersaudara tetapi juga intrik politik yang terjadi di Franklin County. Sah-sah saja jika pada akhirnya ditambahkan beberapa elemen fiktif untuk memperkuat narasi. Pilihan warna-warni tonenya seakan menegaskan era The Great Depression yang cenderung naik turun bagi siapapun yang hidup di dalamnya. Menarik melihat panggung berlanskap yang begitu alami lengkap dengan nilai produksi yang tinggi.

Sebagai dua pihak berseberangan yang sudah memilih jalan hidupnya masing-masing, Hardy dan Pearce tampil menawan. Keberingasan Forrest (masih dalam bayang-bayang Bane) masih akan mengundang simpati penonton. Sedangkan kesadisan Charlie (masih terbawa sosok Killian) secara tidak langsung menggiring antipati pemirsa. Upaya LaBeouf untuk menokohkan Jack yang labil pantas diapresiasi karena berhasil menjembatani berbagai karakter dalam film. Sayangnya Clarke tidak mendapat porsi memadai untuk benar-benar unjuk gigi dibanding abang dan adiknya itu.

Chastain seperti biasa memperlihatkan kelasnya. Tak peduli seberapa minim kemunculannya, tokoh Maggie tetaplah penting untuk menunjukkan ‘peran wanita’ di antara dominasi pria sekalipun. Sedangkan Wasikowska kebagian karakter Bertha yang polos manis. Status scene-stealer patut dialamatkan terhadap DeHaan yang tampak begitu hidup sebagai si lugu timpang. Sayangnya aktor senior Oldman terkesan kurang diberdayakan di sini. Banyaknya nama yang terlibat membuat fokus utama dan tambahan silih berganti masuk demi penyesuaian konfliknya.

Lawless menghadapi tantangan sulit dalam penyajiannya. Bagaimana drama konspirasi harus tetap terkait erat dengan konten historis yang ada. Bagi saya tontonan yang satu ini tetap akan memorable karena akting mumpuni para cast dan strategi filmmaking cerdas sang sutradara. Belum lagi porsi kekerasan brutal yang tak jarang membuat penonton merasa gelisah di kursi masing-masing. Tak usah memungkiri keberpihakan anda pada keluarga Bondurant di masa jayanya yang tak taat hukum tersebut. You know that true-life is (always) stranger than fiction!

Durasi:
116 menit

U.S. Box Office:
$37.397.291 till Nov 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 20 Juli 2012

THE DARK KNIGHT RISES : Inspiring Bruce Wayne’s Fascinating Finale


Quotes:
Bruce Wayne: Why didn't you just kill me?
Bane: Your punishment must be more severe.

Nice-to-know:
Tiket untuk premiere film ini di teater IMAX New York terjual enam bulan di muka.

Cast:
Christian Bale sebagai Bruce Wayne / Batman
Tom Hardy sebagai Bane
Liam Neeson sebagai Ra's Al Ghul
Joseph Gordon-Levitt sebagai John Blake
Anne Hathaway sebagai Selina Kyle / Catwoman
Gary Oldman sebagai Jim Gordon
Morgan Freeman sebagai Lucius Fox
Marion Cotillard sebagai Miranda Tate
Michael Caine sebagai Alfred

Director:
Merupakan feature film ke-8 bagi Christopher Nolan yang memulainya sejak Following (1998).

W For Words:
Harus diakui, Christopher Nolan adalah seorang pria jenius yang telah mengubah sekaligus membawa franchise Batman ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan hanya lewat satu film tetapi tiga sekaligus! Trilogi tematik yang kemudian ia ungkapkan sebagai “Ketakutan" untuk Batman Begins (2005), "Kekacauan” untuk The Dark Knight (2008) dan diakhiri dengan “Kesakitan” untuk installment ketiganya ini. Konsep yang menarik! Tidak hanya itu, TDK juga berhasil memboyong dua piala Oscar sekaligus menciptakan sejarah asal mula full IMAX filmmaking yang sebelumnya hanya angan-angan belaka bagi pembuat dan penikmat film manapun.

8 tahun berlalu setelah kematian misterius Harvey Dent, Gotham City telah kehilangan semangat Komisaris Jim Gordon dan juga sosok pahlawan Batman. Bruce Wayne lebih memilih untuk bersembunyi dalam kesedihan dan penyesalan yang sempat membuat pelayan setianya, Alfred putus asa. Kemunculan pencuri cantik Selina Kyle dikenal sebagai Catwoman yang diikuti dengan “The League of Shadows” pimpinan teroris keji Bane serta merta memanfaatkan teknologi canggih Wayne Enterprise menjadi senjata nuklir yang akan menghancurkan kota. Sekali lagi Batman harus bertempur habis-habisan demi menggagalkan rencana kelam tersebut.

Sebagai sutradara, Nolan mampu mempertajam visualisasi brilian yang memanjakan mata penontonnya, terasa berlipat-lipat lebih megah dalam format IMAX, melalui natural maupun built-up setting yang mencengangkan. Aksi demi aksinya juga tanpa henti sehingga ketegangan dapat terjaga di sepanjang durasinya yang maksi itu. Lupakan esensi cikal bakal standar superhero dalam BB, crime drama dalam TDK karena penutup trilogy ini lebih menekankan pada war drama antara penguasa dan rakyat yang berjalan di atas batas kebaikan versus kejahatan. Nolan Brothers dan David S. Goyer yang menulis skripnya memilih bahasan yang tak terlalu kelam dan berat untuk dicerna walaupun mempertahankan multi karakter yang lumayan kompleks jika ditelaah.

Tiga nama baru yang pantas mendapat kredit adalah Tom Hardy, Anne Hathaway dan Joseph Gordon-Levitt. Bane adalah villain yang patut ditakuti karena kekuatan fisik dan kekejaman aksinya dalam mengusung terorisme, Hardy cukup berhasil membawakannya meski hanya mengandalkan sorot mata, intonasi suara dan bahasa tubuhnya saja. Catwoman adalah penjahat yang tricky karena ketidak berpihakan yang didukung oleh kecerdasan otaknya, Hathaway memerankannya dengan wajar dan seksi tanpa harus terkesan menggoda. John Blake adalah polisi muda yang berjiwa besar dan berinisiatif tinggi dalam sistem hukum yang mengikatnya, Gordon-Levitt mampu menokohkannya dengan dewasa dan menarik walau cuma berkostum dan berkelengkapan standar.

Christian Bale memang lebih dituntut untuk berakting sebagai pribadi Bruce Wayne yang kompleks di luar topeng Batman yang biasa dikenakannya. Rasa kehilangan akan Rachel Dawes yang masih tersisa diperparah dengan rasa bersalah pada publik Gotham City karena merenggut imej penyelamat Harvey Dent. Kebangkitannya samasekali tidak mudah karena Bane menghempaskannya ke titik dimana ia harus memulai semuanya dari awal. Berbagai montage di pertengahan film memperlihatkan perjuangan keras Batman, pengenalan asal usul siapa Bane sebenarnya di samping persiapan twist yang sengaja disiapkan Nolan di akhir kisah. Jangan lupa bahwa tokoh-tokoh setia pendamping Bruce Wayne masih muncul yaitu Lucius Fox (Morgan Freeman), Jim Gordon (Gary Oldman), Alfred (Michael Caine).

The Dark Knight Rises adalah finale yang megah dan mengasyikkan sebagai salah satu summer blockbuster paling ditunggu tahun ini. Memang tidak luar biasa membekas dalam benak layaknya TDK tetapi tetap menahbiskannya secara utuh sebagai tiga episode “manusia kelelawar” terbaik yang pernah diutarakan dalam dunia perfilman. Bruce Wayne disini adalah sebuah inspirasi bagaimana seorang manusia harus hidup dan bangkit dari segala keterpurukan yang dihadapi. Bahwa setiap manusia dapat menyandang status pahlawan seberapa kecilpun usahanya menolong orang lain. Finally, we all should thank Nolan for his aspiring great writing and direction surely can enhance any movie-going experience, especially for superhero movies that most touted as mindless entertainments.

Durasi:
164 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 02 Maret 2012

TINKER TAILOR SOLDIER SPY : Retro Espionage Secret Revelation


Quotes:
George Smiley: We are not so very different, you and I. We've both spent our lives looking for the weaknesses in one another.

Nice-to-know:
Filmmaker menghabiskan waktu 18 bulan untuk mencari kandidat pemeran George Smiley. Setelah nyaris dibatalkan, produser Tim Bevan terpikir untuk menghubungi Gary Oldman.

Cast:
Gary Oldman sebagai George Smiley
Colin Firth sebagai Bill Haydon
Mark Strong sebagai Jim Prideaux
John Hurt sebagai Control
Tom Hardy sebagai Ricki Tarr
Toby Jones sebagai Percy Alleline
CiarĂ¡n Hinds sebagai Roy Bland
David Dencik sebagai Toby Esterhase
Benedict Cumberbatch sebagai Peter Guillam

Director:
Pria kelahiran Swedia bernama Tomas Alfredson ini terakhir menangani Let The Right One In (2008) yang kemudian diremake oleh Hollywood.

W for Words:
Berapa banyak spy thriller yang pernah anda saksikan sebelumnya? Saya yakin jawabannya banyak dan besar kemungkinan sebagian di antaranya adalah action. Bagaimana jika dikombinasikan dengan drama? Mungkin anda perlu waktu untuk mengingat beberapa judul terdahulu. Nah, cerita yang diangkat dari novel tahun 1974 karya John le Carré hingga disulihkan ke dalam naskah film oleh (alm) Bridget O'Connor dan Peter Straughan ini adalah salah satunya sehingga bisa menjadi opsi off-mainstream yang menarik terlebih konsep retro yang diusungnya.
Selama Perang Dingin di tahun 1970an, kepala MI6 bernama Control mundur dari operasi di Budapest yang berjalan tak semestinya. Control lantas meyakini salah satu dari empat agen senior asing-masing Toby Esterhase, Bill Haydon, Percy Alleline dan Roy Bland adalah mata-mata Rusia. Sementara itu George Smiley yang sudah setengah pensiun dipanggil kembali oleh Pemerintah untuk melakukan investigasi terhadap kebenaran cerita agen Ricki Tarr. Tugas yang tidak mudah dimana semua orang memiliki kecurigaan terhadap satu sama lain..

Sutradara Alfredson menempatkan film dalam alur lambat yang seakan menggulung setiap adegannya dengan amat perlahan tanpa ingin kehilangan momen sedikitpun. Sinematografi Hoyte van Hoytema dan hasil editing Dino Jonsater juga stabil menyuguhkan shot lebar baik lokasi dalam ataupun luar ruangan sehingga memberikan kesempatan bagi penonton untuk mengagumi keindahan kinerja mereka. Nuansa misteri dan intrik yang melingkupi MI6 benar-benar terjaga di sepanjang durasinya.
Kekuatan narasi terletak dari sajian akting di atas rata-rata para aktor-aktor disini baik utama maupun pendukung. Oldman seakan menjelma menjadi tokoh abu-abu dimana George Smiley selalu dihadapkan pada dunia yang penuh korupsi dan pengkhianatan. Apresiasi khusus patut dilayangkan pada Cumberbatch yang berhasil menokohkan Guillam yang naif. Menarik melihat Hardy tampil dengan rambut pirang dimana tokoh Ricki Tarr bertugas membersihkan MI6 dari nama buruk.

Tinker Tailor Soldier Spy secara konstan mengungkapkan rahasia demi rahasia menuju kesimpulan akhir yang tertata kompleks dalam benak penonton. Kesabaran adalah faktor yang harus anda lalui untuk menyelesaikan film yang teramat detail ini. Saksikan saja kiprah George Smiley memungut setiap potongan puzzle secara runut. Kesimpulan akhir tampaknya bukan yang terpenting kali ini karena manusia hanyalah bidak catur yang digerakkan sesuai fungsinya. Thank God because some unusual thrills keeps me on my seat!

Durasi:
127 menit

Worldwide Box Office:
$39,694,989 till Jan 2011.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 19 Februari 2012

THIS MEANS WAR : (Not) A Spy Movie But Bromance Rivalries


Quotes:
Lauren: Oh, I think I'm going to hell.
Trish: Don't worry. If you're going to hell, I'll just come pick you up.

Nice-to-know:
Sam Worthington, Colin Farrell, Justin Timberlake dan Seth Rogen sempat dipertimbangkan untuk dua pemeran utama sebelum terpilih Chris Pine dan Tom Hardy pada akhirnya.

Cast:
Reese Witherspoon sebagai Lauren
Chris Pine sebagai FDR Foster
Tom Hardy sebagai Tuck
Til Schweiger sebagai Heinrich
Angela Bassett sebagai Collins
Chelsea Handler sebagai Trish

Director:
Merupakan film kelima bagi McG yang terakhir menggarap Terminator : Salvation (2009).

W for Words:
Premis cinta segitiga yang dibumbui dengan persaingan antar agen rahasia dalam menjalankan misi masing-masing. Hm, sepintas terdengar klise dan tidak terlalu istimewa. Namun melihat nama Tom Hardy dan Chris Pine yang tengah naik daun di Hollywood sebagai dua pentolannya sekaligus sang America’s sweetheart Reese Witherspoon pada jajaran castnya, bisa jadi anda menaruh ekspektasi tinggi. Sebaiknya tidak, karena anda mungkin akan kecewa pada akhirnya.
Dua agen CIA kelas atas yaitu Tuck dan FDR tengah menuntaskan misi menangkap bandit internasional bernama Heinrich. Saat rehat, FDR menyarankan Tuck untuk pergi berkencan dengan gadis yang baru dikenalnya lewat internet, Lauren. Di luar dugaan, Lauren justru tanpa sengaja bertemu FDR sepulang pertemuan dengan Tuck. Kedua agen yang sama-sama berani mati demi menyelamatkan nyawa masing-masing ini pun terlibat persaingan cinta yang ketat hingga melibatkan cara-cara yang tidak sehat.

Sutradara McG nampaknya tahu bagaimana menyatukan para bintang tersebut untuk bekerjasama secara maksimal di depan kamera. Jalan ceritanya memang mudah ditebak tapi untungnya dialog yang tercipta di antara karakter yang terbatas itu cukup bergigi, terlebih perkataan ceplas-ceplos menggigit dari Chelsea Handler yang provokatif untuk memancing tawa itu. Adegan aksi yang minimal lebih tepat disebut sebagai latar belakang cerita tapi masih cukup krusial di berbagai lini terutama di bagian pembuka dan penutup.
Jualan utama duet Pine dan Hardy terbukti dinamis. Tokoh FDR dan Tuck sama-sama pria tangguh yang berbagi chemistry bromance dan rivalitas secara memikat. Lihat bagaimana keduanya memanfaatkan teknologi canggih untuk saling mendahului. Sebagai penyeimbang, Witherspoon mungkin tidak semenarik dalam film-film bergenre sejenis terdahulu tetapi tokoh Lauren di tangannya benar-benar feminin dengan logika dan perasaan yang kerapkali bertentangan.

This Means War tampaknya berupaya menjangkau audiens yang lebih luas dengan plot cerita yang disuguhkan oleh penulis Timothy Dowling dan Marcus Gautesen ini. Jelas bukan action spy yang megah atau tipikal komedi boys and girls yang jenaka ataupun romance flick yang penuh tarik ulur tetapi McG mengemasnya dalam standar “jalan tengah” yang lumayan menghibur. Manjakan mata anda dengan aksi keren Hardy dan Pine dalam setelan kemeja dan jas yang perlente atau kebingungan Witherspoon dalam menjatuhkan pilihan yang sama beratnya. The most important thing is who’s ur pick from the very start?

Durasi:
98 menit

U.S. Box Office:


Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 15 Oktober 2011

WARRIOR : Bela Diri Campuran Drama Kakak Beradik

Quotes:
Paddy Conlon: The devil you know...
Tom Conlon: ...is better than the devil you don't.


Storyline:
Tommy Riordan adalah tentara Amerika yang melarikan diri dari medan perang setelah insiden yang menimpa rekan-rekannya putuskan menekuni seni bela diri campuran. Ia meminta ayahnya Paddy Conlon yang juga mantan petinju untuk melatihnya. Sementara itu, Brendan Conlon yang sudah hidup bahagia bersama istrinya Tess mengalami kesulitan finansial hingga nekad ikut serta dalam kejuaraan Sparta yang hanya diikuti 16 petarung terbaik dari seluruh dunia. Siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang?

Nice-to-know:
Alternatif bagian pembuka film yang disyut di Moundsville State Prison, West Virginia yang memuat adegan karakter Tommy Riordan bertarung di dalam bui terpaksa dibuang dari film.

Cast:
Aktor Australia ini mulai dikenal luas sejak membintangi Star Wars: Episode II - Attack of the Clones (2002), Joel Edgerton bermain sebagai Brendan Conlon
Sebelumnya mencuri perhatian dalam Inception (2010), Tom Hardy berperan sebagai Tommy Conlon
Nick Nolte sebagai Paddy Conlon
Jennifer Morrison sebagai Tess Conlon
Frank Grillo sebagai Frank Campana
Kevin Dunn sebagai Principal Zito

Director:
Merupakan feature film kelima Gavin O’Connor sejauh ini yang diawali dengan Comfortably Numb (1995).

Comment:
MMA adalah akronim dari Mixed Martial Arts, sebuah ajang yang mempertemukan segala disiplin ilmu bela diri dalam sebuah kompetisi satu lawan satu. Tema yang juga mendasari beberapa film kelas B, sebut saja Bloodsports (1988) yang pernah melejitkan nama Jean Claude Van Damme atau yang terbaru Never Back Down (2008) yang dibintangi Sean Faris dan Cam Gigandet dimana fokus hanya terjadi pada pertarungan di arena itu sendiri.
Kini trio Gavin O'Connor, Anthony Tambakis dan Cliff Dorfman yang mengerjakan skripnya memang masih menggunakan formula yang tidak jauh berbeda tetapi memperkuat unsur drama sebagai latar belakang para tokohnya. Hasilnya? Sebuah drama action berkelas tapi tidak berlebihan yang mengkhususkan pada hubungan ayah-anak dan abang-adik di antara Paddy Conlon, Brendan Conlon dan Tommy Riordan. Belum lagi hubungan pelatih-murid dan suami-istri yang mendapat perhatian juga.

Hardy, Edgerton dan Nolte menyuguhkan performa maksimal. Nolte digambarkan sebagai pemabuk menyedihkan yang meratapi semua kesalahan masa lalunya. Adegan berdialog dengan Brendan atau Tommy terasa miris diikuti karena kolaborasi rasa penyesalan dan penolakan itu. Emosional tetapi tidak terkesan cengeng. Sedangkan sekuens Hardy dan Edgerton dihadirkan secara bergantian dengan kontradiktif, Tommy yang ekstrovert berbanding terbalik dengan Brendan yang introvert.

Sebagai sutradara, O’Connor berhasil menyatukan semua kepingan emosional yang tertangkap dari akting brilian para castnya. Mark Isham juga memberikan kontribusi musik latar yang luar biasa terlebih pada adegan closing yang bisa menghancurkan perasaan anda dalam sekejap. Sepintas sinematografi milik Masanobu Takayanagi akan mengingatkan anda pada The Fighter (2010) (kebetulan bertema serupa) yang membagi scenes dalam beberapa frame.
Porsi drama yang besar di paruh pertama film tidak membuat film ini membosankan karena penonton diajak untuk benar-benar mengenal Tommy dan Brendan Conlon. Sedangkan paruh kedua yang kental dengan aroma persaingan sukses menyajikan pertarungan yang terlihat natural dan meyakinkan. Sebagian dari para pemeran pendukung merupakan atlet fighting yang asli termasuk Koba, Mad Dog, Midnight dll. Tak ketinggalan dua komentator Bryan Callen dan Sam Sheridan yang ‘asyik’ beradu mulut!

Anda tidak perlu menyukai seni beladiri untuk jatuh cinta dengan film ini. Warrior adalah sebuah drama bro-mance yang nyaris sempurna. Contoh sebuah keluarga disfungsi dalam balutan maskulinitas bagaimana karakter Tommy dan Brendan menerjemahkan sakit hati mereka dengan caranya masing-masing. Tentukanlah pada siapa anda berpihak di antara keduanya. Kombinasi jantung berdebar-debar menyaksikan pertarungan seru dengan perasaan tercabik-cabik mengikuti penuturan konfliknya dalam durasi panjang bisa berefek samping menggenangnya air mata di pelupuk mata anda tanpa disadari. And the winner is..

Durasi:
140 menit

U.S. Box Office:
$13,427,854 till Oct 2011

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 18 Juli 2010

INCEPTION : Absurditas Dunia Mimpi Rekaan Nolan

Quotes:
Cobb-Dreams feel real while we're in them. It's only when we wake up that we realize something was actually strange.

Storyline:
Dom Cobb bukan sekadar pencuri ulung, tetapi ia adalah pencuri mimpi seseorang yang menjadi targetnya. Sebuah rahasia dari alam bawah sadar yang bisa jadi kunci dari semua peristiwa di muka bumi. Kemampuan itu membuat Dom menjadi buronan internasional juga yang sempat berakibat kehilangan istri tercintanya, Mal. Kini Dom disewa Saito untuk menuntaskan misi terakhirnya yaitu masuk ke dalam mimpi Robert Fischer, Jr yang baru saja mewarisi perusahaan minyak dari ayahnya yang sekarat. Tentunya Dom tidak sendiri karena dibantu asistennya yang jenius, Arthur dan arsitek muda, Ariadne. Saito sendiri memasukkan nama Earnes dan Yusuf untuk memperlancar aksinya. Mereka merencanakan semua dengan penuh perhitungan tanpa mempertimbangkan musuh tak terduga yang mungkin saja menghadang dalam mimpi-mimpi tersebut.

Nice-to-know:
Ide membuat film ini muncul di kepala Christopher Nolan setelah menyelesaikan Insomnia (2002) dan dijanjikan kepada studio untuk selesai dalam beberapa bulan. Nyatanya butuh delapan tahun untuk kelar dimana proses produksi Inception sendiri sangatlah dirahasiakan.

Cast:
Sempat mendukung 5 episode serial televisi ternama awal 1990an "Santa Barbara", Leonardo DiCaprio berperan sebagai Dom Cobb.
Ken Watanabe sempat dinomasikan Aktor Pendukung Terbaik Oscar 2004 lewat The Last Samurai (2003) dan disini bermain sebagai klien terakhir Cobb, Saito.
Keduanya dinominasikan Aktris Terbaik dalam Oscar 2008 yaitu Marion Cotillard sebagai Mal yang akhirnya menang dan Ellen Page sebagai Ariadne.
Joseph Gordon-Levitt sebagai Arthur
Tom Hardy sebagai Eames
Dileep Rao sebagai Yusuf
Cillian Murphy sebagai Robert Fischer, Jr.
Tom Berenger sebagai Browning
Pete Postlethwaite sebagai Maurice Fischer
Michael Caine sebagai Miles

Director:
Berbagi dengan saudaranya Jonathan Nolan saat mendapatkan nominasi Oscar 2002 kategori Penulisan Skrip Terbaik dalam Memento (2000), pria kelahiran Inggris bernama Christopher Nolan ini menggarap film ke-9nya selama 12 tahun berkarya.

Comment:
Beberapa referensi film yang mengangkat mimpi atau dunia bawah sadar terdahulu mungkin saja pernah hadir dalam ingatan tetapi berapa banyak yang mampu memuaskan anda secara total? Berpendapat sama dengan yang satu ini? Nanti dulu! Saksikan dulu baru berkomentar dan lebih baik anda singkirkan semua review yang membahas film ini karena semakin sedikit anda mengetahui plotnya akan lebih tercengang dibuatnya. Jangan juga berkerut melihat durasinya yang panjang, lakukan seperti yang saya lakukan, melepas jam tangan saat menontonnya dan fokuslah terus pada layar!
Jika mau dirunut semua subplotnya dan mencari penjelasan yang masuk akal rasanya akan sulit. Namun saya rasa hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak. Sebab semakin dalam masuk dalam eksplorasi cerita, anda akan menemukan hal-hal yang jauh lebih menarik. Spesial efek yang digunakan juga sangat efektif dan simpel, kontras dengan kompleksitas skripnya. Adegan bertarungnya sedikit mengingatkan pada trilogi Matrix yang melawan gaya gravitasi. Belum lagi penggambaran arsitektur kota-kota yang teramat unik dalam dunia mimpi. Bonus lagi, gubahan komposer Hans Zimmer menyatu dengan pas di setiap scene nya hingga terkadang membuat anda merinding.
Dari jajaran cast, DiCaprio sekali lagi menunjukkan performa terbaiknya sebagai aktor terbaik yang dimiliki Hollywood saat ini. Bukan hanya ia pribadi yang menunggu Piala Oscar tetapi seluruh penikmat film dunia rasanya setuju jika suatu saat gelar tersebut sampai di tangannya. Dan kabar baiknya, disini Leo tidak perlu berjuang sendirian mengangkat film seperti yang biasa dilakukannya. Page dan Gordon-Levitt yang notabene masih muda dan Hardy yang miskin pengalaman tampil memuaskan sebagai supporting cast. Publik Jepang juga nampaknya perlu berbangga akan sosok Watanabe yang kharismatik. Kesemua aktor-aktris yang mendukung film ini tampil brilian dan mengusung efek magis yang ingin disampaikan sutradara Nolan. Mengenai pria yang genap berusia 40 tahun ini sanggup menjawab tantangan paska kesuksesan kualitas dan komersil The Dark Knight (2008) dengan menghadirkan film kelas A.
Inception merupakan sci-fi action thriller kontemporer dengan berbagai twists dan turns yang akan membuat anda terus bertanya-tanya sepanjang film tetapi tetap tergugah mengikutinya sambil menikmati suguhan sinematografi yang luar biasa. Selayaknya absurditas mimpi, kesimpulan akhir film juga tergantung pandangan anda sendiri dan bisa jadi bahan diskusi yang mengasyikkan dengan rekan-rekan audiens yang lain. Satu yang pasti, film ini akan menjadi salah satu cult movie terbaik dunia perfilman era tahun 2000 ke atas.

Durasi:
140 menit

U.S. Box Office:
$21,645,000 in opening week mid July 2010.

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent