Quotes:Inez: You're in love with a fantasy.Gil: I'm in love with you.
Storyline:Sambil mempersiapkan pernikahan, Gil dan Inez berlibur ke Paris menemani orangtua Inez yang melakukan perjalanan bisnis. Di sana Inez berjumpa dengan sahabatnya Carol dan Paul untuk bergabung dalam tour singkat. Gil yang tengah menyelesaikan buku terbarunya memilih menelusuri jalanan malam demi mendapatkan inspirasi. Sekonyong-konyong sebuah kereta kuda menjemputnya, Gil lantas bertemu tokoh-tokoh pujaannya yang hidup di masa lalu. Sebuah proses yang akan mempengaruhi keputusan masa depannya dalam waktu yang amat singkat.Nice-to-know:Woody Allen sempat merencanakan produksi film ini di Paris pada tahun 2006 tetapi dibatalkan karena biayanya terlalu mahal.Cast:Owen Wilson sebagai Gil PenderRachel McAdams sebagai InezKurt Fuller sebagai JohnMimi Kennedy sebagai HelenMichael Sheen sebagai PaulNina Arianda sebagai CarolDirector:Woody Allen pernah menggarap Everyone Says I Love You di tahun 1996 yang cukup mengesankan itu.Comment:Tak henti-hentinya kota Paris menjadi obyek eksploitasi sineas Eropa maupun Amerika. Umumnya karena dipandang indah dan romantis, genre drama selalu menjadi pilihan utamanya. Tanpa terkecuali nama sekaliber Woody Allen yang kali ini menaburkan bumbu komedi dalam takaran yang minim sehingga masih dapat dikategorikan drama elegan yang membahas perjalanan waktu dari masa lalu ke masa depan yang mungkin mengingatkan anda pada The Purple Rose of Cairo (1985).Hotel bintang lima, Le Bristol dan sederetan lokasi ternama Paris menjadi setting yang amat menjual. Apalagi lantunan jazzy score karya Stephane Wrembel berhasil membangun suasana magis yang menghangatkan. Langit senja, jalanan temaram, tata kota yang rapi, detil arsitektur bangunan yang memanjakan mata menjadi production value yang tak tergantikan. Sebagian besar memang mengesankan gaya hidup masyarakat kelas menengah ke atas.
Awalnya saya menganggap adanya nama Owen Wilson dalam jajaran cast merupakan keputusan yang salah. Aktor komedi slapstick yang melekat padanya ternyata memang pas untuk melakoni tokoh Gil yang berjiwa seniman. Seseorang yang bimbang menghadapi situasi dunia nyata yang seringkali bertentangan dengan mimpi-mimpinya. Ketika dihadapkan pada kesempatan paling berharga dalam hidupnya, Gil harus membuat pilihan yang sulit.Melihat tokoh-tokoh legendaris macam Cole Porter, Zelda Fitzgerald, Ernest Hemingway. F. Scott Fitzgerald, Joséphine Baker,Gertrude Stein, Adriana hingga Pablo Picasso dihidupkan aktor-aktris kaliber akan memukau anda. Tidak lupa menyebut nama si cantik Marion Cotillard yang benar-benar pas untuk peran Adriana yang mempesona itu lengkap dengan aksen Perancis yang seksi. Bertolak belakang dengannya, Rachel McAdams tampak berusaha keras untuk mengangkat karakter Inez yang kurang tereksplorasi itu.
Midnight In Paris bagaikan menjual mimpi tengah malam yang penuh keajaiban dalam visualisasi yang mengagumkan. Sayangnya begitu kembali ke dunia nyata, bagian penutupnya yang melibatkan konflik inti antara Gil dan Inez menjadi sedikit kurang sempurna. Suguhan absurd bertema kompleks tetapi disajikan dengan sederhana jelas menjadikan summer movie yang satu ini tidak dapat dilewatkan begitu saja, stimulasi kuat yang akan membawa jiwa anda menelurusi setiap jengkal kota Paris sebelum menyiapkan raga anda untuk benar-benar travelling kesana!Durasi:94 menitU.S. Box Office:$56,407,283 till Jan 2012Overall:7.5 out of 10Movie-meter:
Notes:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Quotes:You Lele: To be or not to be. To do or bu xiang do..
Storyline:12 tahun lalu, Xiami yang berlibur dengan kedua orangtuanya diselamatkan oleh paman nelayan ketika kapalnya terbalik. Sebatang kara ia melanjutkan hidupnya di Beijing dengan bekerja di kantor pengacara. Kemampuan Xiami membaca gerak bibir orang membuatnya menerima tugas dari klien JK menyelidiki saingan bisnisnya yang dianggap memalsukan catatan bisnis resort Love You You. Setibanya disana, Xiami teringat akan peristiwa pahit masa silam sebelum bertemu You Lele yang eksentrik tapi amat perhatian padanya. Andai You Lele mengetahui identitas Xiami yang sesungguhnya, akankah romansa di antara keduanya dapat dipertahankan?Nice-to-know:Film yang diproduksi oleh DMG Entertainment ini disebut sebagai sekuel tak resmi dari Summer Holiday (2002) yang melejitkan pasangan Richie Rend an Sammi Cheng.Cast:Angelababy sebagai XiamiEddie Peng Yu-Yan sebagai You LeleZhu Yuchen sebagai Hao ChangZhou Yang sebagai SophiaSteve Yap sebagai JKDirector:Jingle Ma Chor Sing terakhir menggarap Mulan (2009).Comment:Jika harus menyebutkan drama romantik Asia yang bersetting di pantai, ingatan anda otomatis akan langsung melayang pada Summer Holiday (2002) yang lagu-lagunya bahkan tetap dikenang sampai sekarang. Kini sang penulis skrip sekaligus sutradara, Jingle Ma meneruskan apa yang sudah dimulainya nyaris satu dekade yang lalu itu. Mudah-mudahan bukan karena ingin mengulang sukses serupa dalam rentang waktu yang terlampau jauh. Lantas apa alasan pemilihan Malaysia sebagai setting utamanya?
Meskipun kostum “pantai” amat dominan disini, Jingle Ma tidak menjual hal-hal seronok yang menjurus seksualitas. Sebaliknya kejutan manis disiapkan di akhir film, bergaya twisted dengan flashback scenes layaknya berbagai judul komedi romantik Thailand yang beredar belakangan ini. Sayangnya proses menuju kesana sedikit diperpanjang di beberapa bagian sehingga bisa jadi penonton akan merasa bosan terlebih dahulu dengan konsep yang itu-itu saja sebelum “melek” di penghujung cerita.Eddie Peng dan Angelababy berbagi chemistry dengan luar biasa tanpa terkesan didikte oleh skrip ataupun sutradara. Karisma mereka sebagai pujaan remaja terjaga dengan baik, terima kasih pada karunia fisik yang memang di atas rata-rata itu. Tak jarang penonton terpekik menyemangati You Lele dan Xiami untuk dapat bersatu. Kedua tokoh juga menegaskan kepribadian banyak orang pada umumnya yang kesulitan menyeimbangkan mimpi dan cinta di antara kehidupan nyatanya.
Penempatan beraneka produk komersial yang menjadi sponsor film memang cukup mengganggu di beberapa adegan. Untungnya sumbangsih suara biduan Singapore yaitu JJ Lin dalam berbagai tembang mampu menjaga mood film untuk tetap sendu dan ceria sekaligus. Production value jelas keunggulan utama, lihat saja Lang Tengah yang terletak di antara Pulau Redang dan Pulan Perhentian berhasil menyuguhkan lanskap pemandangan pantai yang ciamik lengkap dengan resortnya.Anda bisa dengan mudah menebak Love You You akan menjadi satu dari sekian judul komedi romantik yang empuk untuk dinikmati tetapi dangkal secara esensi. Namun tidak ada salahnya jika sesekali menyaksikan film semacam ini, bukan? Lagi-lagi sebuah contoh konkret bahwa cinta sejati tidak akan datang jika anda terus menunggu orang yang sempurna, melainkan belajar untuk mencintai orang yang tidak sempurna sekalipun dengan cara yang sempurna!Durasi:91 menitOverall:8 out of 10Movie-meter:
Notes:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Tagline:It Runs In The Family.
Storyline:Tahun 1988, dua gadis kecil bersaudari yaitu Katie dan Kristi memiliki teman imajiner bernama Toby yang juga tinggal di rumah mereka. Sang Ibu, Julie dan kekasihnya, Dennis tidak percaya cerita tersebut. Ketika Dennis bermain-main dengan kamera barunya dan memasang beberapa di setiap penjuru rumah, gangguan supernatural makin menjadi. Julie yang tidak percaya kerapkali memprotes tindakan Dennis tersebut. Kekuatan apakah yang sesungguhnya mengintai keluarga tersebut?Nice-to-know:Sebagian besar adegan dalam trailer yang tidak ada dalam film sehingga banyak fans franchise ini yang marah karena merasa ditipu.Cast:Christopher Nicholas Smith sebagai DennisLauren Bittner sebagai JulieChloe Csengery sebagai Young KatieJessica Tyler Brown sebagai Young Kristi ReyDustin Ingram sebagai Randy RosenDirector:Merupakan debut feature film bagi Henry Joost dan Ariel Schulman yang sebelumnya hanya menggarap film pendek, documenter dan film televisi.Comment:Gelombang protes dari para pecinta franchise Paranormal Activity telah bermunculan di seluruh dunia. Pasalnya trailer film ini tidak setia dengan isi filmnya. Ekspektasi tinggi menyaksikan trailernya yang cukup menggigit itu bisa jadi alasan penurunan rating yang diterima film lanjutan yang mengambil waktu kejadian sebelum Paranormal Activity (2007) dan Paranormal Activity 2 (2010) yaitu di tahun 1988 dimana dua bersaudari, Katie dan Kristi masih berusia kurang dari 10 tahun.
Penulis skrip Christopher Landon dan Oren Peli menggunakan stereotype sejenis dalam pengenalan keluarga Julie dimana karakterisasi masing-masing tokohnya disesuaikan dengan kebanyakan orang pada umumnya. Anda akan diajak mengenal Julie yang skeptis dan tidak percaya kejadian supernatural. Dennis yang terobsesi dengan kamera barunya sebelum menemukan keganjilan dalam rekamannya. Lalu seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Katie dan Kristi yang memiliki teman imajiner layaknya anak-anak sebaya mereka alami.Sutradara Joost dan Schulman menggunakan empat ruang utama yang menjadi fokus ketakutan yaitu kamar Julie dan Dennis, loteng tempat tidur Katie dan Kristi, ruang makan serta dapur yang terhubung. Pintu yang terbuka sebagian dan anak tangga yang lengang dijamin akan membuat imajinasi anda bekerja dengan sendirinya. Namun aset juara film ini adalah kamera yang dipasang pada kipas angin sehingga mampu bergerak menyoroti dua ruangan sekaligus secara bergantian. Bisa bayangkan kejutan apa yang bakal temui?
Awal film yang bergulir lambat seakan memberi waktu bagi penonton untuk menyiapkan mental terbaik untuk menghadapi teror-teror yang semakin memuncak mendekati akhir. Jujur saja, prekuel ini tidak melebihi Paranormal Activity 2 yang masih menjadi favorit saya. Banyak adegan yang sudah dapat kita prediksi mengacu pada dua episode pendahulunya. Kejutan di ending juga tidak semengejutkan sebelum-sebelumnya apalagi dengan sedikitnya penjelasan yang melatarbelakanginya.Paranormal Activity 3 tidak akan (atau belum) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersisa dari 1 dan 2 nya secara gamblang. Namun petunjuk demi petunjuk yang merangkai keseluruhan misteri yang melingkupi keluarga Katie bahkan hingga dewasa cukup terpampang jelas dari bahasa gambar yang disuguhkan. Ketiga seri sejauh ini masih dalam range kualitas yang sama sehingga saya lagi-lagi menikmati permainan mata yang menyapu setiap sudut rumah sampai berimbas pada berdirinya bulu kuduk tanpa disadari. Pastikan tidak mendapati rumah anda kosong sepulang menonton film ini.Durasi:83 menitU.S. Box Office:$104,007,828 till Jan 2012Overall:7.5 out of 10Movie-meter:
Notes:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Tagline:Their only weapon is the truth.
Storyline:Sekelumit kisah kemanusiaan yang terjadi di tengah peperangan antara Rusia dan Georgia dimana sentralisasi cerita ada di tangan jurnalis Amerika yaitu Thomas Anders dan Sebastian Ganz serta wanita lokal Tatia yang berjuang untuk bertahan hidup sekaligus menyiarkan keseluruhan kejadian nyata tersebut agar dunia tahu yang sesungguhnya.Nice-to-know:
Dikarenakan Georgia memiliki infrastruktur terbatas yang mampu mendukung produksi fllm ini, banyak sekali dukungan teknisi dan tenaga akhli dari Bulgaria.
Cast:Rupert Friend sebagai Thomas AndersEmmanuelle Chriqui sebagai TatiaRichard Coyle sebagai Sebastian Ganz Heather Graham sebagai Miriam
Johnathon Schaech sebagai Kapten Rezo Avaliani
Rade Serbedzija sebagai Col. Alexandr Demidov
Andy Garcia sebagai President Mikheil Saakashvili
Val Kilmer sebagai Dutchman
Director:
Merupakan feature film ke-16 bagi Renny Harlin yang terakhir menggarap 12 Rounds (2009).
Comment:Berada dalam situasi di tengah peperangan memang sangat tidak mudah meskipun anda mengenakan kartu identitas pers sekalipun. Film yang skripnya ditulis oleh Mikko Alanne dan David Battle ini berkisah mengenai perang antara Rusia dan Georgia di tahun 2008 dari kacamata kru televisi. Pecahnya konflik tidak serta merta terjadi dengan sendirinya karena merupakan akumulasi dari intrik politik yang tidak berkesudahan melalui serangkaian waktu yang panjang.Sayangnya eksplorasi cerita cenderung memihak rakyat Georgia sehingga pihak Rusia digambarkan sebagai antagonis. Negara kecil versus adi kuasa! Sama halnya dengan peristiwa U.S. versus Irak dalam beberapa judul film bergenre serupa. Permasalahannya adalah Georgia tidak sepenuhnya “putih”, berbagai pembunuhan masal terhadap warga mereka sendiri terjadi di South Ossetia. Bagi anda yang mengetahui sejarah sesungguhnya bisa jadi merasakan banyak penyimpangan dalam film ini.
Dari segi akting, tidak ada yang tampil luar biasa kali ini. Tro Anders, Ganz dan Tatia memang sejak awal diplot untuk merenggut simpati penonton karena perjuangan mereka dari sisi jurnalis yang wajib memberitakan kejadian nyata. Kilmer dan Garcia adalah dua aktor senior yang dapat dikatakan telah melewati masa keemasan, peran wartawan Belanda dan presiden Georgia tidak lagi menarik dibawakan oleh mereka. Penampilan Schaech sebagai antagonis cukup memberikan kredit tersendiri.
Harlin adalah mantan sutradara blockbuster Hollywood yang kini lebih berkecimpung dalam perfilman kelas B, tanpa terkecuali yang satu ini. Kinerjanya memang masih di atas rata-rata dalam menghadirkan nuansa chaos yang sesungguhnya. Namun kekurangan dari segi spesial efek yang terlihat miskin tidak dapat dihindari. Meski demikian ledakan berkelanjutan di sepanjang film yang diwarnai oleh serangan mendadak, penyelinapan dari satu tempat ke tempat lainnya, penyelamatan detik-detik terakhir mampu membuat anda menahan napas berkali-kali.
5 Days of War mengingatkan saya akan The Hunting Party (2007). Kekurangan terbesar film ini adalah propaganda Georgia yang cukup kental, politik yang terlalu didramatisir. Sebagian dapat diterima logika tetapi sebagian lagi tidak. Sisi humanisme ditampilkan dalam beragam aspek untuk memunculkan nuansa ekspresif dan emosional. Jika anda bisa (atau berniat) mengabaikan fakta yang sebenarnya, tontonan yang satu ini masih bisa memenuhi standar dengan gaya Hollywood yang cukup dipaksakan.Durasi:
113 menitU.S. Box Office:
$17,149 till Sept 2011Overall:
7 out of 10Movie-meter:
Notes:
Art can’t be below 6
6-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable
8-good8.5-very good
9-excellent
Quotes:Mami: Kebahagiaan itu bukan dari apa yang kita dapet tapi dari apa yang kita rasa..
Storyline:Hidup mapan dengan karir bagus, mobil dan apartemen pribadi membuat Vivi sibuk dengan urusannya sendiri. Ia tak kepalang kaget menyaksikan kekasihnya Valdi malah berselingkuh. Problematika di kantor pun membuat Vivi mengundurkan diri dan memutuskan pulang ke rumah orangtuanya. Kenyataan tak terduga lagi-lagi menghampiri ketika mengetahui adiknya Dinda akan menikah lebih dahulu dengan Bayu. Berhasilkah Vivi menyelesaikan semua masalah pribadinya dan melebur dalam sebuah jalinan keluarga yang utuh terlepas dari segala ke”ajaib”an ayah ibunya?Nice-to-know:Diproduksi oleh Visi Lintas Film dimana gala premierenya dilangsungkan di fX Platinum XXI pada tanggal 10 Januari 2012.Cast:Ira Maya Sopha sebagai MamiQory Sandioriva sebagai ViviJill Gladys sebagai DindaPong Hardjatmo sebagai PapiYoga Prasetya sebagai ValdiZahra Nurani Farisza sebagai InkaYati Surachman sebagai NenekAthoy Herlambang sebagai BayuDirector:Merupakan debut penyutradaraan Eko Nobel.Comment:Masih ingat dengan Putri Indonesia Fotogenik 2001 yaitu Viyanthi Silvana? Jika tidak, inilah kisahnya yang menginspirasi Reka Wijaya untuk mengembangkan skrip film yang berjudul unik. Seorang ibu merupakan permata keluarga dimana pancaran kasihnya selalu tulus menerangi setiap anggota tanpa terkecuali. Namun bagaimana jika sosok ibu digambarkan eksentrik, bahkan mendapat predikat ajaib? Tentu itulah alasan utama anda untuk menoleh pada film ini.Ira Maya Sopha memang jagoan dalam berakting. Aktris senior yang satu ini mampu menjiwai peranan “Mami” annoying ataupun “Istri” penggerutu secara natural. Lihat gesturnya yang meyakinkan apalagi dengan bantuan outfit daster, rol rambut bahkan kacamata hitam mentereng. Emosinya pun mampu berbalik 180 derajat dari senang menjadi sedih dengan wajar sesuai tuntutan skenario. Anda akan geregetan sekaligus bersimpati dibuatnya.
Qory Sandioriva dan Jill Gladys memperlihatkan ikatan kakak adik dengan menarik. Respek satu sama lain pun tercipta dengan sendirinya, bagaimana si adik sesungguhnya iri pada kemandirian hidup sang kakak hingga berusaha lari dari rutinitas rumah yang tidak “normal” itu dengan jalan menikah muda. Tokoh Vivi sendiri sangat lekat dengan cerminan wanita ibukota masa kini yang sibuk berkarir sampai melupakan urusan asmaranya sendiri yang tidak terpelihara dengan baik.Saya jadi teringat pada salah satu curhat teman saya, “Jangan pernah kembali ke rumah orangtua jika sudah bertahun-tahun hidup mandiri dan tinggal sendiri. Jika itu terjadi, maka posisimu akan kembali dari nol di mata orangtua alias diperlakukan sebagai anak kecil kembali.” Itulah yang menimpa tokoh Vivi, dimana ia harus berurusan dengan ayah-ibunya yang ajaib dan ketiga adiknya yang sulit diatur. Ayah ibu akan tetap menjadi orangtua dan putra putri mereka akan selalu menjadi anak-anaknya. Hubungan keluarga tidak pernah mengenal usia atau jabatan sekalipun.
Kekurangan mendasar adalah Eko Nobel terlalu datar dalam menggarap karya perdananya. Film ini seperti takut dikategorikan sebagai drama kekomedian atau komedi kedramaan. Akibatnya fokus cerita menjadi hilang, apakah sentral ada di Mami dengan sudut pandang Vivi? Namun Dinda juga ternyata menyita perhatian besar disini. Melihat penekanan di tokoh ibu ajaib, lebih baik kecemplung sekalian dalam genre komedi slapstick jika tujuan utamanya menghibur. Toh, pesan moral masih bisa diselipkan di berbagai lini tanpa harus kehilangan identitas.Mother Keder : Emakku Ajaib Bener sesungguhnya dibangun di atas pondasi yang memikat tetapi lemah dalam eksekusi ide. Film ini tak lebih seperti sebuah sinetron tanpa jeda iklan. Terkadang anda akan melirik jam untuk mengetahui berapa lama durasinya sudah berjalan. Setidaknya berbagai adegan konyol akan membuat anda tertawa lepas tanpa banyak berpikir. Jangan lupakan message film ini, esensi orangtua adalah pembangun sekaligus pendukung anda untuk tumbuh dewasa karena di mata mereka, anda akan selalu menjadi anaknya yang teristimewa!Durasi:97 menitOverall:7 out of 10Movie-meter: