XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label greg kinnear. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label greg kinnear. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Januari 2012

I DON’T KNOW HOW SHE DOES IT : Kesibukan Working Mother Profesional

Quotes:
Kate Reddy: I love my work. Although sometimes I wish I didn't love it so much.


Storyline:
Kate Reddy adalah seorang eksekutif finansial yang sibuk. Suaminya Richard yang juga bekerja selalu mendukungnya. Namun Kate sering merasa bersalah sudah mengabaikan putrinya Emily dan putranya yang masih bayi Ben. Proyek baru diterimanya untuk meyakinkan Jack Abelhammer yang merupakan klien penting perusahaannya. Kini Kate harus berjibaku membagi waktunya sekaligus melakukan perjalanan dinas pulang pergi yang melelahkan.

Nice-to-know:
Sarah Jessica Parker dan Pierce Brosnan sebelumnya pernah bersama-sama membintangi Mars Attacks! (1996).

Cast:
Sarah Jessica Parker sebagai Kate Reddy
Pierce Brosnan sebagai Jack Abelhammer
Greg Kinnear sebagai Richard Reddy
Christina Hendricks sebagai Allison Henderson
Kelsey Grammer sebagai Clark Cooper
Seth Meyers sebagai Chris Bunce
Olivia Munn sebagai Momo Hahn

Director:
Merupakan film kelima Doug McGrath yang terakhir menggarap Infamous (2006).

Comment:
Novel I Don’t Know How She Does It dengan subjudul The Life of Kate Reddy, Working Mother karya Allison Pearson yang terbit pada tahun 2002 bertutur tentang wanita masa kini yang terbiasa berkarir dan mengurus rumah tangga sekaligus. Kisah inspiratif yang patut menjadi cerminan ini kemudian diangkat ke layar lebar dimana skripnya dikerjakan oleh Aline Brosh McKenna. Nama Sarah Jessica Parker menjadi terobosan yang dianggap bisa mengangkat komedi yang satu ini.

Permasalahan utama adalah film ini nyaris tidak memiliki fokus selain bercerita dalam durasi satu setengah jam tentang “kegilaan” segunung aktivitas seorang Kate Reddy yang harus mengurus suami dan kedua anaknya serta bekerjasama dengan kliennya. Terkadang penonton bingung apakah harus mengernyitkan kening melihatnya atau justru tertawa getir membayangkan jika anda ada di posisinya. Beruntung porsi komedinya cukup menggigit sehingga masih dapat ditertawakan dengan cara yang sarkastik.
Anda yang biasa menyaksikan Sarah Jessica Parker tampil sempurna dan glamor bisa jadi kecewa kali ini. Bukan karena ia tidak sempurna. Ia tetap “sempurna” tetapi dengan sudut pandang yang amat berbeda. Menarik melihat Kate Reddy harus berurusan dengan kutu rambut atau pakaian formal yang ketumpahan noda makanan/minuman akibat bayi berusia 2 tahunnya atau sederetan aktifitas rumah tangga lainnya yang menyita waktunya termasuk di malam hari.

Multiple relationships yang dijalani SJP memang dikondisikan untuk mendapatkan banyak sudut pandang yang berbeda. Suaminya Richard yang penyabar dan pengertian dimainkan dengan decent oleh Greg Kinnear. Kliennya yang perfeksionis dihidupkan dengan karismatik oleh Pierce Brosnan. Asistennya yang kaku dijiwai dengan natural oleh Olivia Munn. Emily yang cemburuan dan Ben yang periang juga dilakoni Emma Rayne Lyle dan si kembar Julius/Theodore Goldberg secara bergantian. Jangan lupakan juga Christina Hendricks sebagai Allison Henderson.
I Don’t Know She Does It memang tidak menawarkan solusi dari segala permasalahan kaum wanita yang merasa senasib dengan Kate Reddy. Sutradara Doug McGrath hanya berusaha mengingatkan anda akan kebiasaan menata jadwal, membuat daftar, menentukan prioritas sehari-hari sambil tetap berkomitmen terhadap keluarga dan pekerjaan sekaligus yang secara praktek seringkali luput dilakukan. Wanita macam itu bukan hanya satu dan anda tidak akan pernah sendiri dalam melaluinya. Sarah Jessica Parker adalah pilihan tepat untuk Kate Reddy yang cerdas dan bertanggungjawab akan pilihan hidupnya itu!

Durasi:
89 menit

U.S. Box Office:
$9,659,074 till Nov 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 24 Agustus 2010

THE LAST SONG : Romansa Musim Panas Kontradiksi Benci Ayah

Quotes:
Steve Miller: [in letter to Ronnie] Love is fragile. And we're not always its best caretakers. We just muddle through and do the best we can. And hope this fragile thing survives against all odds.

Storyline:
Ronnie bersama adiknya Jonah harus menghabiskan musim panas di rumah ayahnya Steve 5 tahun paska perceraian dengan ibunya Kim. Ronnie tumbuh menjadi gadis pemberontak yang antipati pada ayahnya sampai ia bertemu pemuda lokal bernama Will dimana keduanya saling tertarik pada pandangan pertama. Tanpa Ronnie ketahui, ayahnya menderita kanker paru-paru dan hidupnya tinggal sebentar lagi. Dalam kebingungan, musik lah yang akhirnya menyatukan Ronnie dan ayahnya itu sambil membuat keputusan terbaik apakah melanjutkan asmara yang berliku dengan Will.

Nice-to-know:
Film pertama yang diadaptasi Nicholas Sparks ke dalam novel karangannya.

Cast:
Peran utama pertamanya di luar karakter Hannah Montana, Miley Cyrus berperan sebagai Ronnie Miller, gadis pemberontak yang berusaha percaya pada cinta yang dialaminya.
Pernah dinominasikan Aktor Pembantu Terbaik Oscar lewat As Good As It Gets (1998), Greg Kinnear bermain sebagai Steve Miller, ayah pemusik yang berupaya berdamai dengan putrinya paska perceraian dengan istrinya.
Bobby Coleman sebagai Jonah Miller
Liam Hemsworth sebagai Will Blakelee
Kelly Preston sebagai Kim

Director:
Merupakan debut layar lebar pertama bagi Julie Anne Robinson yang sebelumnya hanya menyutradarai beberapa serial televisi termasuk 5 episode Grey's Anatomy.

Comment:
Saya harus katakan film ini sebetulnya memiliki potensi yang baik tetapi sayangnya banyak sekali kesalahan mendasar di dalamnya. Saya ingin sekali menyukainya seperti saya mampu menontonnya dengan cukup antusias tapi banyak hal yang sebetulnya buruk untuk ukuran sebuah tontonan.
Pertama, Miley Cyrus mencoba usaha terbaiknya untuk berakting disini. Di beberapa scene cukup berhasil tetapi secara keseluruhan tidak ada alasan yang kuat untuk mengubah moodnya dari on (bercinta, bergembira) menjadi off (marah, memaki) ataupun sebaliknya sepanjang film. Sayang sekali upayanya untuk keluar dari karakter Hannah Montana belum berhasil.
Kedua, plot film terkadang kebingungan untuk memberikan porsi lebih untuk hubungan ayah dan putrinya yang bermasalah atau dua remaja berlawanan jenis yang putus sambung? Berbagai subplot yang dibebankan di antaranya juga tidak berhasil membelokkan fokus film.
Ketiga, skripnya teramat klise dan mudah ditebak. Sutradara Robinson juga tidak mampu memberikan kontribusi untuk memasukkan hal-hal baru untuk menghindari stereotype film-film adaptasi penulis Nicholas Sparks. Terlalu banyak elemen-elemen sejenis yang terbawa disini.
Beruntung masih ada beberapa nilai plus yang menyelamatkan film ini dari kategori sampah seperti gemilangnya akting Kinnear dan Coleman sebagai ayah dan anak yang menampilkan perubahan emosi dengan baik. Juga harus diakui Cyrus dan Hemsworth terlihat good looking serta kisah cinta di dunia nyata mempengaruhi chemistry keduanya disini.
Selebihnya The Last Song hanyalah drama remaja biasa yang gampang sekali ditebak alurnya. Inkonsistensi mewarnai keseluruhan durasi. Ada scene tertentu yang disajikan mellow tapi tidak benar-benar menohok perasaan penontonnya. Sayang sekali!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$62,933,793 till mid July 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 21 Januari 2009

FEAST OF LOVE : Cinta Itu Tidak Selalu Memiliki Jawaban

Quotes:
Bradley Thomas-Do you think love is a trick or do you think it’s the only reason there is to this crazy dream?
Jenny-Which do you believe?
Bradley Thomas-The second one.

Cerita:
Delapan pasangan, empat tanpa ikatan, dua pernikahan, dua pemakaman, seorang ayah pemarah, pasangan yang berpegang teguh, cinta, seks, sakit hati, dan seekor anjing di kota kecil Portland.
Anak hilang Oscar bertemu belahan hatinya Chloe di kedai kopi milik seorang pria bernama Bradley yang baru saja kehilangan istrinya yang kabur dengan pasangan lesbiannya. Bradley kemudian bertemu seorang wanita cantik, Diana yang memiliki affair dengan pria beristri. Semuanya terhubung dengan Harry Stevenson, seorang konselor dan mantan profesor bijaksana yang siap memberikan usaha terbaiknya untuk menyatukan mereka. Apakah cinta harus selalu menemukan jawaban terbaiknya?

Gambar:
Sederhana dan simpel tapi menarik mata karena menyajikan gambar-gambar khas lingkungan kehidupan masyarakat Amerika.

Act:
Morgan Freeman as Harry Stevenson
Greg Kinnear as Bradley Smith
Radha Mitchell sebagai Diana Croce
Billy Burke sebagai David Watson
Selma Blair sebagai Kathryn Smith
Alexa Davalos sebagai Chloe Barlow
Toby Hemingway sebagai Oscar
Jane Alexander sebagai Esther Stevenson
Saya mengagumi penampilan mereka semua dalam film ini. Entah karena sudah kaliber atau kebetulan diarahkan oleh sutradara yang bagus. Semua terlihat natural dan mampu memancarkan emosi sesuai karakter yang diembankan pada mereka masing-masing.

Sutradara:
Nama Robert Benton mungkin tidak banyak dikenal di Indonesia tapi sesungguhnya sutradara berusia 76 tahun ini sudah mengantongi 3 Piala Oscar dan beberapa nominasi baik sebagai sutradara maupun penulis skenario termasuk dalam Kramer Vs Kramer (1979). Oleh karena itu tidak perlu diragukan lagi jaminan mutunya yang kali ini dengan memikat membesut mozaik drama cinta yang satu ini dengan taburan bintang-bintang ternama di dalamnya. Great job grandpa!

Komentar:
Ketiga plot cerita saling bersinergi dengan baik. Masing-masing memberikan pemahaman yang berbeda tentang cinta. Walau terkadang terkesan out of context karena konflik yang melebar, Feast Of Love tetap sebuah tontonan memikat dengan makna yang dalam.

Durasi:
95 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!