XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label renny harlin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renny harlin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

5 DAYS OF WAR : Kecamuk Peperangan Rusia dan Georgia

Tagline:
Their only weapon is the truth.


Storyline:
Sekelumit kisah kemanusiaan yang terjadi di tengah peperangan antara Rusia dan Georgia dimana sentralisasi cerita ada di tangan jurnalis Amerika yaitu Thomas Anders dan Sebastian Ganz serta wanita lokal Tatia yang berjuang untuk bertahan hidup sekaligus menyiarkan keseluruhan kejadian nyata tersebut agar dunia tahu yang sesungguhnya.

Nice-to-know:
Dikarenakan Georgia memiliki infrastruktur terbatas yang mampu mendukung produksi fllm ini, banyak sekali dukungan teknisi dan tenaga akhli dari Bulgaria.


Cast:

Rupert Friend sebagai Thomas Anders
Emmanuelle Chriqui sebagai Tatia
Richard Coyle sebagai Sebastian Ganz
Heather Graham sebagai Miriam
Johnathon Schaech
sebagai Kapten Rezo Avaliani

Rade Serbedzija
sebagai Col. Alexandr Demidov

Andy Garcia
sebagai President Mikheil Saakashvili

Val Kilmer
sebagai Dutchman


Director:

Merupakan feature film ke-16 bagi Renny Harlin yang terakhir menggarap 12 Rounds (2009).


Comment:

Berada dalam situasi di tengah peperangan memang sangat tidak mudah meskipun anda mengenakan kartu identitas pers sekalipun. Film yang skripnya ditulis oleh Mikko Alanne dan David Battle ini berkisah mengenai perang antara Rusia dan Georgia di tahun 2008 dari kacamata kru televisi. Pecahnya konflik tidak serta merta terjadi dengan sendirinya karena merupakan akumulasi dari intrik politik yang tidak berkesudahan melalui serangkaian waktu yang panjang.
Sayangnya eksplorasi cerita cenderung memihak rakyat Georgia sehingga pihak Rusia digambarkan sebagai antagonis. Negara kecil versus adi kuasa! Sama halnya dengan peristiwa U.S. versus Irak dalam beberapa judul film bergenre serupa. Permasalahannya adalah Georgia tidak sepenuhnya “putih”, berbagai pembunuhan masal terhadap warga mereka sendiri terjadi di South Ossetia. Bagi anda yang mengetahui sejarah sesungguhnya bisa jadi merasakan banyak penyimpangan dalam film ini.

Dari segi akting, tidak ada yang tampil luar biasa kali ini. Tro Anders, Ganz dan Tatia memang sejak awal diplot untuk merenggut simpati penonton karena perjuangan mereka dari sisi jurnalis yang wajib memberitakan kejadian nyata. Kilmer dan Garcia adalah dua aktor senior yang dapat dikatakan telah melewati masa keemasan, peran wartawan Belanda dan presiden Georgia tidak lagi menarik dibawakan oleh mereka. Penampilan Schaech sebagai antagonis cukup memberikan kredit tersendiri.
Harlin adalah mantan sutradara blockbuster Hollywood yang kini lebih berkecimpung dalam perfilman kelas B, tanpa terkecuali yang satu ini. Kinerjanya memang masih di atas rata-rata dalam menghadirkan nuansa chaos yang sesungguhnya. Namun kekurangan dari segi spesial efek yang terlihat miskin tidak dapat dihindari. Meski demikian ledakan berkelanjutan di sepanjang film yang diwarnai oleh serangan mendadak, penyelinapan dari satu tempat ke tempat lainnya, penyelamatan detik-detik terakhir mampu membuat anda menahan napas berkali-kali.

5 Days of War mengingatkan saya akan The Hunting Party (2007). Kekurangan terbesar film ini adalah propaganda Georgia yang cukup kental, politik yang terlalu didramatisir. Sebagian dapat diterima logika tetapi sebagian lagi tidak. Sisi humanisme ditampilkan dalam beragam aspek untuk memunculkan nuansa ekspresif dan emosional. Jika anda bisa (atau berniat) mengabaikan fakta yang sebenarnya, tontonan yang satu ini masih bisa memenuhi standar dengan gaya Hollywood yang cukup dipaksakan.

Durasi:
113 menit


U.S. Box Office:
$17,149 till Sept 2011


Overall:
7 out of 10


Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6

6-poor

6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good

8.5-very good
9-excellent

Senin, 07 Desember 2009

12 ROUNDS : Melalui Babak-Babak Hidup dan Mati

Quotes:
Det. Danny Fisher-I'm training the world's most dominant pug. He's going through a bulking phase.

Cerita:
Ketika Danny Fisher, seorang polisi detektif dari New Orleans berhasil menghentikan Miles, seorang pencuri yang berniat melarikan seorang multimilyuner, teapi dengan secara tidak sengaja membuat kekasihnya terbunuh. Setelah keluar dari penjara, Miles berniat membalas dendam dengan mempermainkan Danny yaitu dengan membuat suatu puzzle dengan 12 babak yang hampir mustahil dipecahkan. Dan tugas Danny adalah menyelesaikan permainan ini sekaligus menyelamatkan kekasihnya, Molly dari cengkeraman Miles.

Gambar:
Bersetting langsung di New Orleans, Louisiana, film ini sarat adegan aksi yang disajikan dengan cepat mulai dari aksi mobil, kereta hingga helikopter di pencakar langit.

Act:
Merupakan film kedua aktor jebolan WWE, John Cena setelah The Marine (2006) yang lumayan menggema itu. Disini berperan sebagai polisi detektif, Danny Fisher yang kurang lebih sama karakterisasinya.
Aktor Irlandia, Aidan Gillen yang banyak berperan di serial televisi kali ini kebagian peran antagonis Miles Jackson yang cerdas culas itu.
Kekasih Danny Fisher, Molly Porter dimainkan oleh Ashley Scott yang memulai debutnya lewat peran kecil di Artificial Intelligence (2001).

Sutradara:
Pria kelahiran Finlandia bernama Renny Harlin ini pernah menjadi sutradara spesialis blockbuster di era 1990an. Namun paska tahun 2000, namanya sedikit terlupakan. Termasuk saat menyutradarai Driven (2001) yang gagal di pasaran.

Comment:
Sempat ditayangkan sebagai preview di bioskop ibukota, film ini akhirnya langsung rilis ke dvd original. Mungkin karena dianggap tidak cukup menjual seperti halnya The Marine 3 tahun silam. Padahal sebagai film aksi, plot ceritanya menjanjikan, apalagi didukung dengan sutradara yang memang spesialis di bidangnya. Cena kelihatannya akan meneruskan taji Arnold ataupun Van Damme sebagai bintang laga terdepan di film action kelas B, seperti halnya disini ia menunjukkan kharisma seorang jagoan dengan meyakinkan. Sayangnya sebagai antagonis, Gillen tidak terlalu garang. Kelemahan lain adalah kamera yang seakan melompat-lompat dari satu scene ke scene lain. Temanya sepintas perpaduan 'Saw' dengan 'Speed', kombinasi yang sebenarnya aneh tetapi dieksplorasi dengan cerdas dan realistis. Pada akhirnya 12 Rounds bukanlah film yang akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik di genrenya tetapi jika anda tidak terlalu serius menyaksikannya, niscaya merupakan sebuah tontonan mengasyikkan yang bisa juga disaksikan anak-anak mulai usia 9 tahun ke atas.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$12,232,937 till June 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 26 Oktober 2009

CLIFFHANGER : Aksi Kucing Tikus Di Atas Pegunungan Bersalju

Quotes:
Jessie-This rope looks 60 years old. Will it hold?
Gabe-Don't think so.
Jessie-Bad answer.

Cerita:
Sekelompok pencuri dipimpin Eric Qualen membajak pesawat tujuan Denver yang membawa uang 100 juta dollar. Sayangnya rencana untuk memindahkan koper berisi uang ke pesawat lain gagal total sehingga koper tersebut jatuh ke pegunungan Rocky. Mereka kemudian meminta bantuan tim pendaki keadaan darurat Gabe dan Hal dimana Gabe sendiri masih trauma melakukan pendakian akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Sekarang jutaan dollar dan hidup mereka bergantung pada pertimbangan. Melawan daya ledak, rasa dingin dan rasa pusing yang berat, Gabe harus memperdaya Eric sekaligus menyelamatkan kekasihnya Jessie pada klimaks yang menegangkan.

Gambar:
Bersetting di Rocky Mountain, Colorado dan beberapa spesial efek di dalam studio di Italia, Cliffhanger sukses menyajikan petualangan seru di atas ketinggian pegunungan bersalju yang tengah dilanda badai.

Act:
Terakhir muncul dalam komedi Stop! Or My Mom Will Shoot (1992), Sylvester Stallone kembali dalam film aksi ini sebagai Gabe Walker, pendaki gunung handal yang berusaha mengatasi trauma masa lalunya.
Peran antagonis Eric Qualen dipegang oleh John Lithgow.
Love interestnya Gabe, Jessie Deighan dimainkan oleh si cantik Janine Turner.
Kolega Gabe, Hal Tucker dibintangi oleh Michael Rooker.

Sutradara:
Sukses mengarahkan Die Hard 2 (1990) dengan jagoan Bruce Willis, nama Renny Harlin melambung tinggi di Hollywood dan kali ini bertanggungjawab atas peran megabintang yang lain, Sylvester Stallone.

Comment:
Diawali dengan sedikit drama menegangkan untuk menjelaskan masa lalu tokoh utama, film ini mengalir cepat menuju inti ceritanya yang juga tak kalah mendebarkan. Walau bisa ditebak, plot ceritanya cukup menarik apalagi disajikan dengan tensi tinggi. Setting sangat membantu memvisualisasikan pertaruhan hidup mati yang ada di Rocky Mountains ini sehingga penonton seakan ikut merasakan ketinggian dan kedinginan yang dialami para tokohnya. Cast utama tampil meyakinkan terutama Lithgow, Stallone sendiri cukup memenuhi standar aksinya. Sang sutradara tidak pelak lagi memang piawai memaksimalkan bujet 65 juta dollar yang disediakan untuk mengetengahkan film blockbuster tahun 1993 ini. Cliffhanger mungkin akan mengendap cukup lama dalam ingatan pecinta film aksi tahun 1990an.

Durasi:
110 menit

Worldwide Box Office:
$255,000,000

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!