XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label vanessa hudgens. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vanessa hudgens. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

JOURNEY 2 : THE MYSTERIOUS ISLAND Petualangan Pulau Misterius Siklus Alam


Tagline:
Believe the Impossible. Discover the Incredible.

Nice-to-know:
Merupakan sekuel Journey to the Center of the Earth yang sukses menembus angka lebih dari 100 juta dollar di Amerika Serikat saja pada tahun 2008 yang lalu.

Cast:
Josh Hutcherson sebagai Sean Anderson
Dwayne Johnson sebagai Hank Parsons
Vanessa Hudgens sebagai Kailani
Luis Guzmán sebagai Gabato
Michael Caine sebagai Grandfather
Kristin Davis sebagai Liz Anderson

Director:
Merupakan film kedua bagi Brad Peyton setelah Cats & Dogs : The Revenge of Kitty Galore (2010).

W for Words:

Journey to the Centre of the Earth adalah sebuah film fantasi keluarga yang menyenangkan dengan elemen-elemen kejutan memikat di dalamnya. Hasil box office di atas 100 juta dollar dianggap sudah cukup untuk meneruskan petualangan yang didasarkan oleh novel karangan Jules Verne tersebut. Trio penulis skrip Richard Outten, Brian Gunn dan Mark Gunn pun diutus untuk memindahkan setting film dari dasar ke bumi ke pulau misterius.
Sean Anderson menerima signal misterius di tengah lautan. Dibantu oleh kekasih ibunya, Hank Parsons lantas berhasil memecahkan teka-teki peta “Pulau Misterius” tempat hilangnya sang kakek. Berat hati, Sean bertandem dengan Hank menyewa helikopter butut Gabato yang mengajak putrinya Kailani turut serta. RIntangan badai dan tornado kemudian menghempaskan mereka ke sebulah pulau yang disinyalir sebagai Atlantis alias kota yang hilang. Petualangan apa yang akan ditemui Sean disana?

Sutradara Brad Peyton mengulangi apa yang dilakukannya dalam film terdahulu yaitu mengeksekusi plot cerita dengan seringan mungkin. Alhasil film ini lebih cocok bagi penonton muda tetapi kurang menggigit bagi penonton dewasa yang mendambakan kompleksitas lebih. Tampilan efek CGI nya memang lebih terasa dalam format 3D terlebih makhluk-makhluk fiksinya memiliki warna-warni yang amat memanjakan mata.
Satu hal yang saya cermati adalah chemistry ayah anak yang kurang tergali antara Dwayne Johnson dan Josh Hutcherson. Jangan salah, keduanya berakting baik secara invidivu tetapi ikatan emosionalnya tidak cukup menarik simpati penonton selayaknya apa yang tersaji lewat predesesornya. Michael Caine masih cukup ekstrim dan flamboyan sebagai sang kakek. Kehadiran si cantik Vanessa Hudgens memberikan nilai tambah tersendiri di samping sumbangsih Luis Guzman lewat gaya eksentriknya yang spontan.

Journey 2 The Mysterious Island yang dibuat dengan semangat petualangan lumayan berhasil membangun ketegangan di berbagai lini. Namun sayangnya semua terasa “textbook” dan pernah disaksikan sebelumnya melalui beberapa judul bergenre serupa. Tidak heran jika penonton tidak akan terlalu kagum lagi dengan visualisasi yang ada. Beruntung tempo film masih cukup pas untuk menyuguhkan setiap bagian secara efektif tanpa terkesan terlalu lambat ataupun terburu-buru. Mind the predictable plot to get you entertained through this one!

Durasi:
94 menit

U.S. Box Office:
$86,694,431 till Jan 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 02 Agustus 2011

SUCKER PUNCH : Realitas Misi Pelarian Imajinatif

Quotes:
Sweet Pea: And finally. This question. The mystery of whose story it will be, of who draws the curtain. Who is it that chooses our steps in a dance? Who drives us mad, flashes us with whips, crowns us with victory when we survive the impossible? Who is it that tells all these things?


Storyline:
Gadis muda bernama Baby Doll terpaksa dikurung dalam RS mental oleh ayah dirinya yang penyiksa untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dalam 5 hari. Baby Doll lantas bertemu 4 gadis lainnya yaitu Sweet Pea, Rocket, Blondie, Amber dan menciptakan dunia fantasi sendiri untuk berencana keluar dari sana. Realitas antara kenyataan dan khayalan pun semakin samar dimana mereka membutuhkan 5 jenis barang untuk kabur sebelum High Roller yang ditakutkan datang menjalankan tugasnya.

Nice-to-know:
Film pertama Zack Snyder yang tidak didasarkan pada remake/adaptasi manapun juga.

Cast:
Aktris muda Australia ini mulai terkenal lewat Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events (2004), Emily Browning berperan sebagai Baby Doll
Baru saja tampil dalam Limitless (2011), Abbie Cornish bermain sebagai Sweet Pea
Jena Malone sebagai Rocket
Vanessa Hudgens sebagai Blondie
Jamie Chung sebagai Amber
Carla Gugino sebagai Dr. Vera Gorski
Oscar Isaac sebagai Blue Jones

Director:
Feature film pertama Zack Snyder adalah Dawn of the Dead (2004).

Comment:
Bagi kalangan moviegoers seluruh dunia rasanya setuju jika menganggap Zack Snyder adalah sutradara revolusioner yang dimiliki Hollywood. Visualisasi yang ciamik selalu menjadi menu utama di setiap karya-karyanya, sebut saja 300 yang melegenda itu atau Watchmen yang sama-sama diangkat dari novel grafis. Tidak jika jika sebagian besar bujet dihabiskan untuk menata departemen yang satu ini demi kepuasan mata tentunya.
Plot ceritanya merupakan salah satu inovasi yang patut diacungi jempol. Bukan hanya originalitasnya tetapi juga keberaniannya memadukan fiksi, drama dan action sekaligus. Permasalahannya adalah Snyder tidak berhasil membuat penonton terintrusi ke dalam jalinan kisahnya yang seakan berpijak di antara khayalan dan kenyataan. Hal ini menyebabkan ketidakpedulian terhadap karakter mana yang survive or dead in the end.
Meski demikian para ladies disini sangat memanjakan mata. Browning, Cornish, Hudgens, Chung, Malone masing-masing memancarkan pesona yang berbeda-beda. Blonde, brunette, feminin, tomboy silakan tentukan pilihan anda. Kemahiran Baby Doll, Sweet Pea, Rocket, Blondie, Amber dalam “beraksi” disini sangat menyenangkan untuk disaksikan walaupun nyaris tidak ada kedalaman karakter yang mampu membangkitkan emosi.
Sesaat bisa jadi anda merasa lost di bagian pembukaan dan pertengahan film karena merasa tidak terkoneksi dengan visi Snyder. Feeling yang hampir sama dengan Watchmen dimana serangkaian adegan spektakuler seakan bersifat ambigu. Memasuki ending setidaknya segala perasaan tersebut sedikit tergantikan oleh antusiasme. Namun twist yang disiapkan di akhir film mungkin tidak terlampau sukar diterka oleh anda yang sudah familiar dengan kejutan-kejutan sejenis. Well tried!
Sucker Punch memang semata-mata hanya berusaha menghibur penonton dengan koreografi dan sinematografi yang menakjubkan di sepanjang durasinya. Tidak lebih dan tidak kurang! Minus-minus yang disebutkan di atas kelihatannya akan mengurangi ponten anda terhadap film juga didesign untuk 3D dan IMAX ini pada akhirnya. Namun tidak ada salahnya mengikuti petualangan Baby Doll dalam menemukan peta, api, pisau, kunci sebelum menjawab misteri sendiri mengapa anda memutuskan untuk menonton yang satu ini.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$36,381,716 till May 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 10 Juni 2011

BEASTLY : Kutukan Buruk Rupa Pengharapan Cinta

Quotes:
Kyle: Pretty gruesome, huh?
Lindy: I've seen worse.

Storyline:
Kyle mungkin memiliki segala yang diimpikan remaja pria di dunia mulai dari ayah terkenal, rumah mewah, harta berlimpah, wajah rupawan, tubuh atletis dsb. Hal tersebut menjadikannya tinggi hati dan selalu memandang rendah orang-orang yang buruk rupa terutama Kendra yang sebetulnya seorang penyihir. Meski demikian siswa-siswi SMU mengidolakannya dan memilihnya menjadi Ketua Perkumpulan. Kendra yang sakit hati diam-diam memanterai Kyle sehingga berubah rupa menjadi teramat buruk. Syarat untuk kembali adalah kata-kata “aku mencintaimu” yang tulus dari seorang gadis dalam waktu satu tahun atau ia akan tetap begitu. Harapan pun ada pada Lindy, gadis manis pendiam yang bertekad hidup mandiri.

Nice-to-know:
Sempat dipertimbangkan nama Zac Efron untuk mengisi peran Kyle disini.

Cast:
Karir aktornya diawali lewat Alex Rider: Operation Stormbreaker di usia 16 tahun, Alex Pettyfer kini bermain sebagai Kyle
Lebih banyak terlibat dalam serial televisi remaja termasuk terakhir Robot Chicken (2009), Vanessa Hudgens sebagai Lindy
Mary-Kate Olsen sebagai Kendra
Neil Patrick Harris sebagai Will
Lisa Gay Hamilton sebagai Zola
Peter Krause sebagai Rob

Director:
Merupakan film kedua bagi Daniel Barnz sejauh ini setelah Phoebe In Wonderland (2008).

Comment:
Saya tidak pernah membaca novel berjudul sama karangan Alex Flinn ini. Namun sudah mendengar kabar bahwa inti ceritanya merupakan versi bebas dari Beauty and the Beast yang fenomenal di awal 90an lalu. Atas dasar itulah, saya memutuskan untuk menyaksikannya untuk melihat sejauh mana transformasi sebuah kisah klasik ke jaman modern dapat dilakukan. Apalagi melihat nama-nama pemeran utamanya yang eye-candy itu.
Nyatanya Barnz terlalu asyik dengan dunianya sendiri dalam menerjemahkan skripnya. Dunia remaja yang mungkin hanya pernah dilihatnya saja sewaktu masa sekolahnya dulu tanpa pernah mengalaminya langsung. Itulah sebabnya karakter-karakter disini terasa dangkal tanpa kompleksitas yang dibutuhkan untuk membangun konflik secara lebih emosional. Bagaimana perasaan ketertarikan, kebencian, kesepian, terbuang dst disuguhkan begitu saja dengan datar.
Pettyfer hanya mampu memesona dengan mata biru, rambut pirang dan perut 6 packs nya tetapi transisi penjiwaannya dari Kyle rupawan menjadi Kyle buruk rupa tidak terlalu signifikan. Hanya saja kinerja tim make-up bolehlah mendapat apresiasi dalam menghadirkan sosok botak berwajah penuh luka dan tato aneh di sekujur tubuhnya yang jika boleh jujur sebetulnya lebih bernuansa futuristik dibandingkan ugly.
Hudgens seakan kehilangan charm yang ia tampilkan dalam HSM. Yang membuat penonton jatuh hati pada karakter Lindy mungkin hanya pesona mata dan senyum manisnya saja. Selebihnya tidak terlalu kuat alasan seorang gadis rajin sepertinya bisa “berubah sikap” pada Kyle dengan mudahnya. Satu-satunya yang outstanding disini cuma Harris yang sarkastis sekaligus jenaka sebagai tutor yang buta tetapi selalu menjaga sikapnya itu.
Sebagai sutradara, Barnz terlihat kesulitan mengatur sekuens adegan demi adegannya hingga akhirnya terburu-buru menuju klimaks yang terlampau mudah dan memaksa penonton menerima begitu saja. Dialognya pun sulit terkontrol kontennya sehingga terdengar klise dengan didominasi rayuan gombal yang membuat anda tersenyum (atau mengerutkan kening?). Kelebihannya jelas ada di scoring music yang berhasil membangun mood film secara keseluruhan sehingga enak diikuti.
Drama ini mungkin hanya berhasil pada penonton muda usia pada umumnya dan kalangan perempuan pada khususnya dengan alur mendayu-dayu tanpa keterikatan emosi yang kuat terhadap penonton. Bagi saya hanya mendapat ponten cukup, tidak spesial tapi juga tidak sampai lebur. Beastly (sekali lagi) berusaha mengajarkan manusia untuk melihat kedalaman jiwa seseorang dibandingkan kedangkalan penampilan luarnya saja. Siapa yang tahu jika pada akhirnya orang yang paling tidak diharapkan justru dialah yang dapat anda andalkan.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$27,854,896 till May 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 01 September 2009

BANDSLAM : Kompetisi Band Pencarian Jati Diri

Quotes:
Will Burton: So, how big is this whole bandslam thing around here?

Sa5m: Texas high school football big.


Storyline:
Ketika penulis lagu dan vokalis band, Charlotte Banks meminta anak baru Will Burton untuk menjadi managernya mungkin tujuannya cuma satu yaitu menyaingi kepopuleran The Glory Dogs yang dipimpin mantan kekasihnya, Ben. Terlebih dalam ajang kompetisi band tahunan terbesar yaitu Bandslam, semua peserta harus tampil prima dengan ciri khas tersendiri. Will sendiri sangat dekat dengan ibunya Karen setelah kasus yang menimpa ayahnya di masa lampau. Pertemuan dengan Sa5m yang juga bersuara merdu dan jago gitar membuat Ben memiliki semangat baru untuk lepas dari kerangkengnya selama ini. Berhasilkah mereka bersatu dalam musik dan menjadi yang terbaik pada akhirnya?

Nice-to-know:
Awalnya film ini sempat akan diberi judul "Will", lalu diganti Rock On" sebelum diputuskan "Bandslam".

Cast:
Sebelum ini sempat mendukung serial televisi tenar Law & Order (2008), Gaelan Connell bermain sebagai Will Burton
Baru saja tampil dalam Super Sweet 16 : The Movie (2007) bersama saudarinya AJ, Alyson Michalka berperan sebagai Charlotte Barnes
Vanessa Hudgens sebagai Sa5m
Scott Porter sebagai Ben Wheatly
Ryan Donowho sebagai Basher Martin
Charlie Saxton sebagai Bug
Lisa Kudrow sebagai Karen Burton
Tim Jo sebagai Omar

Director:
Merupakan film kedua bagi Todd Graff setelah Camp (2003) yang juga bertemakan musikal tersebut.

Comment:
Film remaja bertemakan musikal yang terakhir kali mengesankan bagi saya adalah School of Rock (2003) karya Richard Linklater. Dan ternyata pada tahun yang sama, Todd Graff juga membuat Camp yang memiliki rating yang cukup baik juga. Sayangnya saya memang belum sempat menyaksikannya dan malah langsung pada karya keduanya 6 tahun kemudian tanpa ekspektasi apapun. And tell you that it surprises me!
Secara garis besar, semestinya tidak ada yang spesial pada skrip film ini. Semuanya sangat mudah ditebak dimana ada sebuah band yang bukan siapa-siapa berusaha membuktikan dirinya dalam kompetisi berskala nasional, seorang remaja pria dalam proses pencarian identitas dibantu orang-orang di sekitarnya, karakter dua gadis yang bertolak belakang plus tentunya lagu-lagu dan aksi panggung yang setidaknya harus terlihat meyakinkan.
Perbedaannya adalah penulis Josh A. Cagan dibantu juga oleh sutradara Graff yang memberikan beberapa penekanan pada karakter-karakter dalam film ini sesuai dengan porsi konflik masing-masing. Dan tidak ada yang berakting buruk kali ini. Kredit khusus patut diberikan pada Gaelan yang mampu menerjemahkan tokoh Will dengan lugu sekaligus bernyawa. Juga debut Alyson yang di luar dugaan cukup bermain lugas dengan dualisme karakter. Sedangkan Vanessa tampaknya masih sedikit terbawa popularitas dan kharisma yang sama dalam High School Musical.
Lagu-lagu yang disuguhkan dalam film ini memang tidak terlalu memorable dan ear-catchy. Namun terbilang cukup untuk menjaga konsep pertunjukan musik itu sendiri. Terlebih tembang yang dihadirkan pada final chapter, penonton serasa diajak merasakan energi dan semangat para personil I Can’t Go On, I’ll Go On di atas panggung. Selain atmosfir dari penonton juga yang meyakinkan, seakan kompetisi tersebut benar-benar diadakan secara live.
Bandslam tidak hanya sekadar memberikan performance cemerlang tetapi juga karakterisasi yang sangat kaya sudut pandangnya. Bagaimana peran orangtua terhadap perkembangan anak, romantisme remaja yang norak tapi menggemaskan, persahabatan yang mengajarkan banyak hal dan lain-lain dihadirkan satu-persatu tanpa kesan berlebihan. Saya puas dan cukup tersentuh dengan film remaja yang terkonsep baik dan tidak terlalu berambisius seperti ini. Bagaimana dengan anda?

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$5,205,343 till Sept 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 06 November 2008

HIGH SCHOOL MUSICAL 3 : Perjalanan Tahun Terakhir Siswa-Siswi Wildcats

Cerita:
Sebagai siswa-siswi senior SMU yang menjalani tahun terakhirnya, Troy dan Gabriella terus mempertimbangkan konsep perpisahan karena mereka memilih universitas dan fakultas yang berjauhan dan berlainan. Bersama dengan para anggota Wildcats yang lain, mereka berusaha menampilkan konsep drama musikal musim semi yang tak terlupakan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah mereka alami dan juga kegelisahan yang mereka hadapi mengenai kelanjutan masa depan dan persahabatan mereka semua.

Gambar:
Konsep komikal Walt Disney masih tertuang dalam gambar-gambar cerah yang sangat kontras dengan colorful costumes aktor-aktrisnya.

Soundtrack:
Beberapa track easy listening yang “berbicara” mengenai film ini masih dapat dinikmati seperti
- Now Or Never
- Right Here Right Now
- I Want It All
- Can I Have This Dance
- Just Wanna Be With You
- A Night To Remember
- The Boys Are Back
- Walk Away
- Scream
- Senior Year Spring Musical
- We’re All In This Together
- High School Musical
- Just Getting Started
- Last Chance

Act:
Zac Efron, Vannesa Hudgens, Ashley Tisdale, Lucas Grabeel, Corbin Bleu, Monique Coleman masih menampilkan sosok kelompok remaja ceria dan kompak dalam menjunjung tinggi persahabatan.

Sutradara:
Tentunya Kenny Ortega tidak asing lagi dengan franchise High School Musical ini. Namun usahanya belum cukup mampu mengangkat franchise ketiga namun versi layar lebar pertamanya ini. Gaya penyutradaraan tidak jauh berbeda dengan dua prekuelnya.

Durasi:
110 menit

Komentar:
Untuk anda penyuka film musikal yang sangat ringan dengan lagu-lagu easy listening, inilah tontonan yang tepat walau segmentasi film masih untuk remaja 13-21 tahun. Nikmati saja dunia gemerlap High School Musical dengan segala dinamikanya!

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!