XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label dwayne johnson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dwayne johnson. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2013

FAST AND FURIOUS 6 : Still Drives You Crazy Fun



Quote:
Brian O'Conner: Maybe the Letty we once knew is gone.
Dominic Toretto: You don't turn your back on family, even when they do.


Nice-to-know:
Michelle Rodriguez yang memerankan karakter Letty tidak memiliki SIM sampai syuting seri pertama dari franchise ini dimulai.


Cast:
Vin Diesel sebagai Dominic Toretto
Dwayne Johnson sebagai Luke Hobbs
Paul Walker sebagai Brian O'Conner
Michelle Rodriguez sebagai Letty Ortiz
Luke Evans sebagai Shaw
Elsa Pataky sebagai Elena
Gina Carano sebagai Riley
Jordana Brewster sebagai Mia Toretto
Joe Taslim sebagai Jah

Director:
Merupakan film keempat dari franchise Fast & Furious yang ditangani Justin Lin setelah tiga seri terakhirnya.


W For Words:
Jika kebanyakan franchise film Hollywood kualitasnya menukik tajam dari satu seri ke seri lain, tampaknya kasus itu tidak berlaku pada Fast & Furious. Adalah Justin Lin, pria kelahiran Taipei tahun 1973 yang sukses melakukan upgrade semenjak seri ketiganya bersubtitel Tokyo Drift (2006) yang berlanjut hingga seri keenamnya tahun ini. Bukan hanya itu kabar baiknya, aktor Indonesia yang sedang naik daun bernama Joe Taslim turut ambil bagian. Debut Hollywood nya ini dilakoni dengan semboyan “talk less, kick more.” dan hasilnya cukup mencuri perhatian sebagai Jah! We should be proud of him.
 
Usai perampokan di Rio, Dom disambangi Hobbs yang meminta bantuan mereka melacak sindikat pencurian internasional khusus alat-alat militer canggih yang dikepalai oleh Shaw. Dom menyanggupi dengan imbalan kebebasan bagi seluruh anggota timnya, Tej, Roman, Han, Gisele dam Brian yang terpaksa meninggalkan Mia dan bayi mereka. Asisten Hobbs, Riley menemukan fakta bahwa kekasih Dom yang dikira tewas, Letty ternyata hilang ingatan akibat kecelakaan hingga memihak Shaw sekarang ini. Mereka bertolak ke London demi memulai permainan kucing tikus yang menegangkan.
 
Skrip yang ditulis oleh Chris Morgan ini setidaknya membuktikan bahwa tidak selamanya film aksi berbujet besar dipersenjatai dengan skrip yang bodoh. Jika di masa lampau ada Die Hard, Lethal Weapon dsb maka yang satu ini meneruskan tradisi serupa. Tentunya dengan tambahan twist tersembunyi di penghujung film. Oke mungkin masih ada percakapan one-liner yang cheesy tapi secara keseluruhan tidak mengurangi unsur
fun. Plotnya masih berjalan pada pakem yang sama yaitu parade fast cars dan high octane action sequences yang akan memacu adrenalin anda dari menit pertama hingga terakhir.

Jika sebelumnya Diesel dan Johnson berhadapan maka kali ini mereka bekerjasama untuk memerangi Wilson. Konsentrasi anda akan terpecah menjadi Dom cs dan Shaw cs layaknya dua kelompok superhero yang kontradiktif dengan keahlian tiap personil yang spesifik. Lihat bagaimana pertarungan pamungkas disesuaikan dengan gender dan bobot tubuh masing-masing. Sutradara Lin rupanya tahu betul membagi porsi keseluruhan aktor-aktris yang terlibat di sini dimana ‘panggung bermain’ sudah disiapkan sedemikian rupa agar penonton nyaris tak memiliki waktu untuk menghela nafasnya.
Word mouth battle antara Bridges dan Gibson jadi satu atraksi sendiri untuk memancing tawa. Sedangkan romantisme Gadot dan Kang mendapat bagian yang lebih dibandingkan Walker dan Brewster. Tentunya tidak sampai melebihi beratnya dilema Diesel dan Rodriguez yang dihadapkan pada pilihan sulit untuk meneruskan hubungan mereka. Posisi Johnson tak kalah dominan sebagai “hakim” antara dua regu yang berseteru. Terlepas dari porsi minim yang diberikan, pendatang baru dalam franchise yaitu Carano dan Taslim lumayan memorable.

Fast & Furious 6
adalah suguhan brainless yang tahu bagaimana menyenangkan penonton dan tentunya mengeruk keuntungan besar dari peredaran domestik dan internasionalnya. Tak perlu repot menerka apakah seri ini akan berlanjut karena adegan selepas credit-title sudah menjawabnya. Nilai plus yang paling terasa dalam franchise ini adalah evolusi para tokohnya dan kekuatan chemistry di antara cast nya sehingga anda selalu peduli pada sepak terjang dan kelanjutan nasib mereka. Eventhough a little below Fast Five (2011) in terms of logically presentation, this one still drives you mad inside the cinemas.

Durasi:
130 menit


U.S. Box Office:
$117,036,995 till May 2013


Overall:
8 out of 10


Movie-meter:

 

Minggu, 05 Februari 2012

JOURNEY 2 : THE MYSTERIOUS ISLAND Petualangan Pulau Misterius Siklus Alam


Tagline:
Believe the Impossible. Discover the Incredible.

Nice-to-know:
Merupakan sekuel Journey to the Center of the Earth yang sukses menembus angka lebih dari 100 juta dollar di Amerika Serikat saja pada tahun 2008 yang lalu.

Cast:
Josh Hutcherson sebagai Sean Anderson
Dwayne Johnson sebagai Hank Parsons
Vanessa Hudgens sebagai Kailani
Luis Guzmán sebagai Gabato
Michael Caine sebagai Grandfather
Kristin Davis sebagai Liz Anderson

Director:
Merupakan film kedua bagi Brad Peyton setelah Cats & Dogs : The Revenge of Kitty Galore (2010).

W for Words:

Journey to the Centre of the Earth adalah sebuah film fantasi keluarga yang menyenangkan dengan elemen-elemen kejutan memikat di dalamnya. Hasil box office di atas 100 juta dollar dianggap sudah cukup untuk meneruskan petualangan yang didasarkan oleh novel karangan Jules Verne tersebut. Trio penulis skrip Richard Outten, Brian Gunn dan Mark Gunn pun diutus untuk memindahkan setting film dari dasar ke bumi ke pulau misterius.
Sean Anderson menerima signal misterius di tengah lautan. Dibantu oleh kekasih ibunya, Hank Parsons lantas berhasil memecahkan teka-teki peta “Pulau Misterius” tempat hilangnya sang kakek. Berat hati, Sean bertandem dengan Hank menyewa helikopter butut Gabato yang mengajak putrinya Kailani turut serta. RIntangan badai dan tornado kemudian menghempaskan mereka ke sebulah pulau yang disinyalir sebagai Atlantis alias kota yang hilang. Petualangan apa yang akan ditemui Sean disana?

Sutradara Brad Peyton mengulangi apa yang dilakukannya dalam film terdahulu yaitu mengeksekusi plot cerita dengan seringan mungkin. Alhasil film ini lebih cocok bagi penonton muda tetapi kurang menggigit bagi penonton dewasa yang mendambakan kompleksitas lebih. Tampilan efek CGI nya memang lebih terasa dalam format 3D terlebih makhluk-makhluk fiksinya memiliki warna-warni yang amat memanjakan mata.
Satu hal yang saya cermati adalah chemistry ayah anak yang kurang tergali antara Dwayne Johnson dan Josh Hutcherson. Jangan salah, keduanya berakting baik secara invidivu tetapi ikatan emosionalnya tidak cukup menarik simpati penonton selayaknya apa yang tersaji lewat predesesornya. Michael Caine masih cukup ekstrim dan flamboyan sebagai sang kakek. Kehadiran si cantik Vanessa Hudgens memberikan nilai tambah tersendiri di samping sumbangsih Luis Guzman lewat gaya eksentriknya yang spontan.

Journey 2 The Mysterious Island yang dibuat dengan semangat petualangan lumayan berhasil membangun ketegangan di berbagai lini. Namun sayangnya semua terasa “textbook” dan pernah disaksikan sebelumnya melalui beberapa judul bergenre serupa. Tidak heran jika penonton tidak akan terlalu kagum lagi dengan visualisasi yang ada. Beruntung tempo film masih cukup pas untuk menyuguhkan setiap bagian secara efektif tanpa terkesan terlalu lambat ataupun terburu-buru. Mind the predictable plot to get you entertained through this one!

Durasi:
94 menit

U.S. Box Office:
$86,694,431 till Jan 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 13 Agustus 2011

FAST FIVE : Misi Balapan Uang Kontra Mafia dan Agen Federal

Quotes:
Tej: [to Giselle] Did he smack that ass, or did he grab it?


Storyline:
Mantan polisi Brian O'Conner masih bertandem dengan bekas napi Dominic Toretto melewati hukum yang pernah membelenggunya itu. Perampokan mobil dari sebuah kereta kemudian membawa Dom, Brian, Mia ke Rio de Janeiro dimana mereka harus berhadapan dengan mafia setempat Hernan Reyes dan juga agen federal Luke Hobbs yang salah paham akan tindakan mereka. Ketiganya sepakat melakukan misi terakhirnya yaitu mencuri uang 100 juta dollar milik Reyes. Misi pun dirancang dan turut melibatkan gank lama mereka masing-masing Tej, Roman, Han, Gisele untuk berkolaborasi dengan satu tujuan. Melarikan diri dari Rio dengan uang di tangan atau tidak samasekali dengan nyawa sebagai taruhannya!

Nice-to-know:
Merupakan film Fast and Furious pertama yang dirilis dalam format IMAX.

Cast:
Satu-satunya peran yang patut diingat dalam daftar filmografi Vin Diesel adalah sebagai Dominic Toretto, walau sempat mendukung film pemenang Oscar, Saving Private Ryan (1998).
Paul Walker sebagai Brian O'Conner
Jordana Brewster sebagai Mia Toretto
Tyrese Gibson sebagai Roman Pearce
Ludacris sebagai Tej Parker
Elsa Pataky sebagai Elena Neves
Dwayne Johnson sebagai Luke Hobbs
Sung Kang sebagai Han Lue
Joaquim de Almeida sebagai Hernan Reyes
Gal Gadot sebagai Gisele Harabo

Director:
Justin Lin mengawali karir penyutradaraannya lewat Shopping For Fangs (1997).

Comment:
Jika harus jujur, saya sempat merasa nasib franchise ini akan tamat setelah Tokyo Drift (2006) (lebih tepat disebut spin-off) yang tidak buruk secara kualitas tapi terkesan antiklimaks itu. Nyatanya keputusan Vin Diesel, Michael Fottrell dan Neal H. Moritz yang bertindak sebagai produser untuk tetap meneruskan Fast & Furious (2009) disusul yang satu ini selang 2 tahun tergolong tepat. Beban berat yang ditanggung sebuah film sekuel pun terbukti mampu ditanggulangi dengan cemerlang.
Skrip yang ditulis oleh Chris Morgan ini memang tidak jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Bagian pertama film mengetengahkan perampokan kereta api yang menantang bahaya tersebut sekaligus menjelaskan bagaimana Dom dkk pada akhirnya bisa terdampar di Brazil. Bagian kedua lebih menekankan perampokan brankas berisi 100 juta dollar sekaligus pertentangan antar 3 kubu yang bersinggungan termasuk kawanan milyuner kotor Hernan Reyes dan agen federal tangguh Luke Hobbs yang terus membayang-bayangi Brian dkk.
Kehadiran Dwayne Johnson menjadi penyegar tersendiri. Tokoh Hobbs mungkin teramat klise tapi penonton akan tetap mencintai polisi tangguh berperangai kasar taat hukum. Sedikit banyak aura kejantanan Vin Diesel malah sedikit tertutupi. Beruntung tokoh Dominic digambarkan masih memiliki rasa humanisme sehingga mampu menarik simpati penonton. Pergumulan keduanya saat mendekati ending memang teramat keras dan merusak, mengingatkan pada segmen WWF di televisi. Sayang minimnya guratan luka lebam di wajah mereka paska scene tersebut mengurangi unsur meyakinkannya.
Di luar keduanya, masing-masing cast memerankan karakter masing-masing dengan gaya. Sebut saja Sung, Pataky, Gadot yang menurut saya lumayan mencuri perhatian. De Almeida yang kebagian tokoh antagonis memang cukup real terlepas dari porsinya yang tidak terlalu memadai. Anda tidak akan terlalu peduli lagi dengan dialog-dialog cheesy di antara mereka selama spontanitas kata-kata tersebut masih mampu mengundang senyum dan relevan dengan plot cerita.
Sutradara Lin jelas paling patut mendapat kredit khusus karena mampu meracik setiap action sequence dengan brilian. Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkannya terkadang tidak masuk akal tetapi tujuan memacu adrenalin jelas tercapai. Adegan kebut-kebutan yang menjadi ciri khasnya kembali disuguhkan dalam jatah yang wajar, kesan “jualan” mobil yang muncul dalam prekuelnya kali ini tidak terlihat. Finale act sangat memuaskan dan sontak membuat anda ingin bertepuk tangan.
Fast Five samasekali tidak membuat franchise ini kehabisan gas, melainkan meningkatkan gigi untuk terus dan terus memperpanjang sekuelnya. Lihat saja additional scene yang disembunyikan setelah credit title berakhir menyiratkan demikian. Agen tangguh, polisi korup, mafia culas, mantan polisi, ex-napi, pembalap, wanita cantik, apalagi yang anda inginkan dalam sebuah action summer movie yang sangat memorable bagi saya tahun ini. Fasten your seatbelt and enjoy the ride for hours!

Durasi:
130 menit

U.S. Box Office:
$209,805,005 till Aug 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 15 Januari 2011

FASTER : Misi Balas Dendam “Hantu”

Tagline:
Slow Justice is No Justice.

Storyline:
Seorang narapidana yang dijuluki Driver dibebaskan dari penjara dan segera mencari orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan adiknya saat dikhianati dalam misi pencurian beberapa tahun lalu. Driver sendiri sebetulnya sudah ditembak mati tapi karena kelainan tulang tengkorak kepala mampu hidup kembali. Satu persatu kawanan pengkhianat dihabisi secara cepat dan brutal. Driver tidak mengetahui ada seorang polisi dan seorang pembunuh bayaran berkelas yang mengintainya dari jauh untuk menggagalkan balas dendamnya.

Nice-to-know:
Salma Hayek sempat menjalani proses casting tapi keluar seminggu sebelum syuting dimulai.

Cast:
Selain serial televisi Family Guy dan Transformers Prime, Dwayne Johnson juga membintangi 5 film lainnya di tahun 2010 termasuk sebagai Driver disini.
Pria berusia 55 tahun bernama Billy Bob Thornton ini terakhir terlibat dalam The Smell of Success (2009) dan kali ini bermain sebagai Cop
Carla Gugino sebagai Cicero
Oliver Jackson-Cohen sebagai Killer
Tom Berenger sebagai Warden

Director:
George Tillman Jr. terakhir menggarap film biografi berjudul Notorious (2009).

Comment:
Meskipun posturnya meyakinkan tetapi kualitas akting Dwayne Johnson berbanding terbalik. Jangan salah persepsi, saya tidak katakan buruk tetapi seringkali ia mendapat peran-peran yang tidak pas. Jika menyebutkan satu persatu rasanya akan menghabiskan waktu. Peran yang paling tepat untuknya hanyalah peran-peran yang menonjolkan aksi dan minim dialog. Dan itulah yang terjadi disini saat seorang The Rock back to basic secara cool.
Ia tidak sendirian karena lawan yang berseberangan dengannya yakni aktor anyar Jackson-Cohen memainkan karakter yang unik dengan sifat egosentris yang dominan dan rasa optimistis yang terkadang berlebihan. Kedua pribadi tersebut masih disokong pula oleh “always good” actor, BBT sebagai polisi yang menghabiskan hari-hari terakhir tugasnya sebelum pension dan Gugino sebagai penyelidik yang wajib mencaritahu targetnya dan motifnya demi meminimalisir jatuhnya korban.
Sutradara Tillman Jr. merupakan satu dari sedikit sutradara Afro-Amerika yang cukup berbakat dewasa ini. Dan ia memberikan energi yang penuh ke dalam film aksi bergaya unik yang sebetulnya tidak menawarkan hal yang baru selain mix and match subplots. Beruntung tidak banyak penggunaan spesial efek sehingga scene per scene terlihat wajar didukung oleh sinematografi dan editing yang lumayan mumpuni.
Bagi anda para pecinta genre serupa, Faster bisa jadi cukup memuaskan untuk ditonton. Namun saya ingatkan, aksinya tidak sebanyak yang anda harapkan dan lagi sang “pahlawan” kita tidak terlalu menemukan lawan-lawan yang sebanding disini termasuk pada klimaksnya yang seharusnya “lebih” nendang. Dan rasanya dari awal anda akan mampu menebak siapa dalang yang sesungguhnya. Benar begitu?

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$22,941,231 till mid Jan 2011.

Movie-meter:

Selasa, 02 Februari 2010

TOOTH FAIRY : Kutukan Peri Gigi Sadarkan Keajaiban

Quotes:
Derek Thompson: I'm the Tooth Fairy.
Randy: Thought you said you were a vampire. You got some inconsistent mythology.

Storyline:
Pemain hoki es terkuat dan terpopuler, Derek Thompson tidak percaya keajaiban peri gigi. Ia dengan entengnya mengambil uang di bawah bantal calon putrinya, Tess yang baru tanggal giginya dan mengharapkan kedatangan peri gigi. Atas perbuatannya itu, Derek dihukum menjadi peri gigi selama seminggu oleh Lily, ibu dari peri gigi seluruh dunia. Dengan bantuan Ziggy, Derek berusaha belajar menggunakan perlengkapan-perlengkapannya sampai tugasnya berakhir. Akankah pada akhirnya Derek belajar dari keajaiban yang sesungguhnya ada di sekitarnya?

Nice-to-know:
Merupakan film live-action pertama bagi Billy Crystal semenjak Analyze That (2002).

Cast:
Tahun ini sempat juga mendukung serial televisi Family Guy, Dwayne Johnson bermain sebagai Derek Thompson / Tooth Fairy.
Siapa yang tidak mengenal aktris senior yang angkat nama lewat The Sound of Music (1965) bernama Julie Andrews ini. Kali ini ia berperan sebagai Lily, ibu peri gigi yang lembut hati dan bijaksana.
Ashley Judd sebagai Carly
Stephen Merchant sebagai Tracy
Ryan Sheckler sebagai Mick Donnelly
Seth MacFarlane sebagai Ziggy
Chase Ellison sebagai Randy
Destiny Whitlock sebagai Tess

Director:
Sutradara senior, Michael Lembeck terakhir kali menggarap The Santa Clause 3: The Escape Clause (2006) dan beberapa film televisi.

Comment:
Ide pembuatan film ini sebetulnya sudah cukup konyol tetapi nyatanya masih mampu menarik jajaran cast seperti Judd, Crystal ataupun Andrews untuk terlibat di dalamnya. Kalau nama The Rock rasanya tidak perlu aneh karena tampaknya ia semakin nyaman dalam film bertemakan keluarga belakangan ini.
Siapa tidak mengenal dongeng peri gigi, dari kecil hingga dewasa rasanya akan terus diingat oleh anda, sama halnya dengan sinterklas. Hal ini kemudian dikembangkan oleh lima orang penulis Lowell Ganz, Babaloo Mandel, Joshua Sternin, Jeffrey Ventimilia dan Randi Mayem Singer sehingga konsepnya menjadi komedi baik secara personal maupun keluarga yang dibungkus dengan berbagai pesan moral yang cukup mendidik.
Permasalahannya adalah film ini hanya masuk akal bagi bocah berusia di bawah 10 tahun! Bagi orang dewasa cenderung membosankan dengan alur cerita yang terlalu sederhana dan mudah ditebak. Ok mungkin untuk beberapa scene bisa jadi membuat anda tersenyum malu-malu melihat tindak-tanduk The Rock apalagi kostumnya yang “tidak wajar” itu. Namun secara keseluruhan, talenta semua aktor-aktris pendukungnya menjadi terkesan sia-sia untuk sesuatu yang terlalu absurd. Kharisma Andrews dan Crystal sebagai Lily dan Jerry menunjukkan kualita acting mereka. MacFarlane juga terasa pas dengan tokoh Ziggy yang nerd tetapi baik hati itu. Saya nyaris tidak mengenali Judd sebagai Carly disini karena lebih terpikat pada si kecil Whitlock yang mengesankan sebagai Tess.
Sutradara Lembeck sudah berusaha keras memodifikasi cerita tetapi tampaknya Tooth Fairy tidak lebih dari sekadar pengisi waktu luang anda akan kebutuhan film yang ringan dan menghibur saja. Akhir kata setelah ending berlalu, anda diharapkan bisa percaya akan keajaiban yang niscaya dapat membuat hidup lebih bermakna.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$60,020,099 till end of Jun 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 17 Desember 2009

PLANET 51 : Kala Astronot Amrik Dianggap Alien Penduduk Planet Setempat

Tagline:
Something strange is coming to their planet...Us!

Cerita:
Remaja biasa yang bekerja di planetarium, Lem tidak menyadari bahwa dirinya adalah alien. Begitulah setidaknya menurut astronot Amerika, Captain Charles T. Baker yang mendarat sendirian bersama anjingnya Rover di planet Lem hanya untuk menancapkan bendera dan mengambil beberapa gambar kehidupan disana. Sayangnya media telanjur mencap astronot sebagai zombie yang bisa mengubah seseorang menjadi monster dan memakan otaknya. Charles pun terpaksa bersembunyi di rumah Lem yang berkarakter polos sehingga mau saja membantunya. Di sisi lain, Charles berusaha mengajarkan Lem dalam mendapatkan gadis idamannya, Neera sekaligus berpacu dengan waktu untuk kembali ke planet asalnya dalam hitungan jam. Atau diktator militer, Jenderal Grawl dan ilmuwan gila, Profesor Kipple punya rencana lain yang mengerikan bagi Charles.


Gambar:
Tampilan hijau penghuni planet disuguhkan dengan menarik berpadu dengan tampilan manusia sang astronot. Penggambaran planetnya pun terasa unik di berbagai sudut lokasi.


Voice:

Film anak-anak kedua berturut-turut setelah Race to the Witch Mountain, Dwayne Johnson terlibat dalam animasi pertamanya dalam menyuarakan suara Captain Charles T. Baker.
Remaja lugu baik hati, Lem disuarakan oleh Justin Long yang terakhir tampil dalam After Life di tahun yang sama. Si cantik seksi yang aktif bermain film terakhir muncul dalam Powder Blue, Jessica Biel dipercaya mengisi suara Neera.

Sutradara:
Karya animasi perdana Jorge Blanco yang dibantu astradanya Javier Abad. Jika Planet 51 sukses, tidak menutup kemungkinan munculnya karya-karya animasi selanjutnya dari mereka.


Comment:
Dibuka dengan pengenalan makhluk-makhluk hijau dengan segala pengenalannya tentang kehidupan sehari-hari hingga kedatangan sosok alien yang berwujud manusia dalam profesi astronot Amerika yang tampan, dandy dan idola di tempatnya berasal. Sepertinya plot yang tidak asing, hanya saja situasinya dibalik. Cerdik bukan? Saksikan saja trailernya yang sangat kocak itu. Dari awal sampai akhir, anda akan dihibur dengan petualangan menarik sekaligus kocak antara Lem dan Captain Charles. Dari suara, Justin Long memang meyakinkan tetapi Dwayne Johnson lah bintangnya disini. Sejenak kita lupa akan sosok aslinya dan fokus pada setiap intonasi sang astronot. Pada beberapa poin, beberapa film anak-anak terdahulu mungkin menginspirasi film ini seperti contohnya Wall-E pada karakter Rover, E.T. pada pelarian dengan sepeda, trilogi Shrek pada tampilan hijau karakter-karakternya yang digambarkan bisa berbahasa Inggris dan masing-masing dengan empat jari tangan. Sepintas kerja CGI tidak terlalu mengesankan tetapi dialog lah yang membuat kita terkesan pada nasib masing-masing tokoh. Nuansa 1950an kental disini termasuk soundtracknya yang ceria dominan. Planet 51 adalah animasi tambal sulam yang menyenangkan untuk ditonton terutama bagi anak-anak dan sebagian besar orang dewasa juga, terlepas dari mudahnya menerka endingnya.


Durasi:

85 menit


U.S. Box Office:
$34,052,876 till Dec 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 16 April 2009

RACE TO THE WITCH MOUNTAIN : Pelarian Dua Alien Remaja Bersama Supir Taksi

Quotes:
Jack Bruno-You do know how to fly this thing, right?
Seth-How did you think we got here?
Jack Bruno-Well, you crashed, remember?

Cerita:
Bekas napi yang tengah merintis hidupnya kembali sebagai supir taksi di Las Vegas, Jack Bruno secara tidak sengaja menghadiri konvensi UFO di Planet Hollywood saat menjemput Dr. Alex Friedman yang harus memberikan kuliahnya disana. Jack yang tengah mengatasi tekanan dari mantan bosnya yang berusaha menariknya kembali ke dunia kriminal tiba-tiba dikejutkan kemunculan dua remaja belia kakak beradik, Seth dan Sara yang memiliki tujuan misterius sebagai penumpangnya. Sementara itu Pemerintah menemukan kapal luar angkasa yang hancur di dekat Las Vegas dan memburu dua alien di bawah pimpinan Jenderal Henry Burke. Bagaimana Jack bisa membantu Seth dan Sara lolos dari semua hal tersebut menuju Witch Mountain termasuk dari kejaran Syphon, pembunuh dari luar angkasa yang ingin menguasai bumi?

Gambar:
Sebagian besar berlokasi syuting di California dan jalan-jalan panjang Nevada. Juga didukung oleh bantuan spesial efek CGi terutama adegan yang menyangkut UFO dan makhluk angkasa luar.

Act:
Ternama dari acara gulat profesional televisi WWF, Dwayne Johnson kali ini bermain sebagai Jack Bruno, mantan napi yang beralih profesi sebagai supir taksi.
Terakhir tampil singkat dalam Jumper (2008), AnnaSophia Robb disini kebagian tokoh alien muda, Sara dan kakaknya, Seth yang diberikan pada aktor remaja Kanada yang baru saja bermain dalam The Seeker : The Dark Is Rising (2007), Alexander Ludwig.
Dari trilogi Spy Kids, Carla Gugino kembali pada film anak-anak sebagai Dr. Alex Friedman, ahli teori UFO dan benda asing angkasa luar yang secara tidak sengaja terlibat petualangan seru.
Aktor veteran Inggris, Ciaran Hinds kebagian peran antagonis, Henry Burke, kepala Departemen Pertahanan yang ambisius dan licik.

Sutradara:
Film keduanya setelah Asteroid Adventure (1994), Hoyt Yeatman lebih banyak terlibat dalam bidang spesial/visual efek termasuk saat memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Effect dalam The Abyss (1989).

Komentar:
Stereotipe film-film Disney non animasi adalah plot cerita yang ringan dan bisa menghibur seantero keluarga. Race To The Witch Mountain masih setia pada pakem tersebut walaupun merupakan proyek remake dari kisah klasik yang sudah dikembangkan sedemikian rupa, terima kasih atas bantuan CGI yang sangat membantu modernisasi kisah bertemakan alien ini. Akting semua karakter utamanya bisa dikatakan pas porsinya, tidak berlebihan tapi tetap menonjol. Dari awal sampai akhir, film ini terus bergerak cepat dan untungnya mampu menjaga antusiasme penonton untuk terus mengikutinya. Sebuah film hiburan yang bisa dijadikan alternatif tontonan musim panas yang biasanya sesak dengan film-film bombastis tapi kehilangan unsur funnya.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$67,128,202 till July 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!