XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label zac efron. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zac efron. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

THE LORAX : Saving Thneeds For Ecological Reminder


Quotes:
Ted: The last seed?
Once-ler: It's not about what it is. It's about what it can become.

Nice-to-know:
This is the first film to feature Universal's 100th Anniversary logo.

Voice:
Danny DeVito sebagai The Lorax
Ed Helms sebagai The Once-ler
Zac Efron sebagai Ted
Taylor Swift sebagai Audrey
Betty White sebagai Grammy Norma
Rob Riggle sebagai Mr. O'Hare

Director:
Merupakan film kedua bagi Chris Renaud setelah Despicable Me (2010) dan kolaborasi pertama dengan Kyle Balda yang sebelumnya menangani beberapa film pendek.

W for Words:
Koleksi cerita Dr. Seuss memang amat beragam dari yang pendek hingga yang panjang. Sebagian di antaranya sudah diadaptasi ke layar lebar dengan pencapaian tersukses adalah How the Grinch Stole Christmas! (2000). Kali ini buku cerita anak-anak berisi 45 halaman pun ditranskripkan menjadi skenario oleh duo penulis, Ken Daurio dan Cinco Paul ke dalam animasi berdurasi 86 menit yang sebetulnya bertemakan serius ini yaitu pelestarian alam dari campur tangan manusia.
Bocah berusia 12 tahun Ted bertekad memenangkan hati gadis pujaannya Audrey dengan menelusuri kisah Lorax, makhluk oranye penggerutu berkumis lebat yang selalu berjuang untuk kestabilan ekosistem yang pernah dirusak oleh manusia egois bernama Once-ler yang seenaknya menggunduli pohon Thneeds untuk kepentingannya sendiri. Sayangnya petualangan Ted harus ditentang oleh walikota eksentrik Mr. O’Hare yang tidak ingin mengubah tata kotanya dengan cara apapun juga.

Plot utamanya memang sederhana yaitu pertemuan laki-laki dan perempuan. Namun di luar itu, subplotnya mengenai pelestarian alam memang amat kuat dinarasikan lewat animasi grafis yang keindahannya mencengangkan termasuk desain Thneedville lawas dan anyar yang sangat kontras. Meski demikian unsur 3D yang dibebatkannya nyaris tidak memberikan kontribusi apa-apa selain penampakan “timbul” yang minim, jauh jika dibandingkan dengan karya sutradara Chris Renaud sebelumnya.
Percakapan menggigit antara Ted dan Once-Ler di balik gubuknya merupakan kekuatan utama film ini. Rasa penasaran Ted disulihkan dengan baik oleh Zac Efron. Sama halnya kebijaksanaan Lorax yang disuarakan dengan maksimal oleh Danny DeVito. Sedangkan kredibilitas tinggi patut dilayangkan kepada penjiwaan naik turun Ed Helms yang hidup dalam penyesalan setelah termakan oleh ambisi pribadinya semasa muda lewat penemuan Truffula selain dorongan untuk memenuhi kebutuhan keluarga besarnya sendiri. Kelembutan suara Taylor Swift sebagai Audrey juga memperkaya keragaman karakter disini.

Proyek yang beresiko tinggi ini rasanya akan lebih dapat dinikmati oleh anak-anak yang menemukan lucunya tingkah laku anak beruang atau imutnya trio ikan bernyanyi sambil berkoreografi. Nyatanya orang dewasa mungkin tidak akan terlalu terkesan begitu mengetahui sesungguhnya apa yang ingin dikampanyekan film ini yaitu menanam sebatang pohon demi kelangsungan penghijauan di muka bumi. Tujuan yang mulia karena digelorakan lewat animasi cantik semi-persuasif yang untungnya tidak terkesan memaksa ini. Simply let the trees grow. We should start caring bout it without being reminded!

Durasi:
86 menit

U.S. Box Office:.
$121,724,850 till March 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 07 Januari 2012

NEW YEAR’S EVE : Times Square Saksi Peristiwa Pergantian Tahun

Quotes:
Claire Morgan: Remember, second chances don't expire until midnight.


Storyline:
Kehidupan warga lajang dan berpasangan New York yang tengah menyambut detik-detik pergantian tahun di Times Square Garden yang dimeriahkan oleh band tenar, Jensen. Laura yang sibuk menyiapkan katering gala dinner. Sam yang terjebak setelah mobil yang ditumpanginya kecelakaan padahal kehadirannya untuk berpidato sudah ditunggu. Single mom Kim yang berusaha melindungi putri remaja kesayangannya Hailey yang sangat ingin merasakan ciuman pertamanya. Apakah malam tahun baru akan menyelesaikan semua konflik yang mendera mereka?

Nice-to-know:
Setelah membintangi Hairspray (2007) bersama Michelle Pfeiffer, Zac Efron jatuh cinta padanya dan mendapat kesempatan untuk mencium Pfeiffer dalam salah satu adegan di film ini merupakan alasan utama Efron menerima peran tersebut.

Cast:
Michelle Pfeiffer sebagai Ingrid
Zac Efron sebagai Paul
Robert De Niro sebagai Stan Harris
Halle Berry sebagai Nurse Aimee
Katherine Heigl sebagai Laura
Jon Bon Jovi sebagai Jensen
Ashton Kutcher sebagai Randy
Lea Michele sebagai Elise
Sarah Jessica Parker sebagai Kim
Abigail Breslin sebagai Hailey
Hilary Swank sebagai Claire Morgan
Josh Duhamel sebagai Sam

Director:
Sutradara berusia 77 tahun, Garry Marshall ini baru mengerjakan film layar lebar ke-17 nya yang diawali dengan Young Doctors In Love (1982).

Comment:
Perkara menulis skrip sebuah ensemble drama bagi Katherine Fugate tidaklah mudah, apalagi jika melibatkan lebih dari 100 aktor-aktris beken Hollywood untuk mengisi semua perannya baik besar maupun kecil. Tentunya hal ini merupakan nilai jual utama bagi penonton untuk turut menyaksikannya. Benang merah yang diuntai adalah malam perayaan menuju pergantian tahun dari 2011 ke 2012 yang mengambil setting di New York, kota terpopuler di Amerika Serikat.
Sutradara Garry Marshall pernah mengerjakan proyek serupa tahun lalu dalam judul Valentine’s Day (2010). Ia dengan adil membagi setiap karakter untuk “tampil” sesuai porsinya masing-masing, terlepas dari banyak atau sedikitnya kesempatan yang diberikan tersebut. Tak lupa, sentuhan kekuatan dramatisasi juga diberikannya yaitu cinta dan kasih sayang, baik antara orangtua-anak, suami-istri, suster-pasien bahkan dua orang berlawanan jenis yang belum saling mengenal pun satu sama lain.

Dua pasangan favorit saya kali ini adalah Paul dan Ingrid serta Randy dan Elise. Mengapa? Paul adalah tipe happy-go-lucky guy yang memancarkan aura positif, kontras dengan Ingrid yang ditakdirkan sebagai pecundang yang mengharuskannya bekerja di malam tahun baru. Bantuan Paul mewujudkan resolusi “tidak mungkin” Ingrid menjadi highlight yang unik disini. Lain lagi dengan Randy yang membenci malam tahun baru dan memilih menyendiri hingga nasib mempertemukannya dengan Elise yang optimis dan hangat kepribadiannya. Chemistry keduanya cukup natural dan beralasan.
Di luar kedua pasangan tersebut rasanya menyuguhkan konflik yang terlalu biasa. Contohnya Laura dan Jensen yang mencoba rujuk kembali. Atau Stan Harris yang mendekati ajalnya ditemani suster Aimee baik hati dimana keduanya sama-sama menantikan orang tercinta di malam tahun baru. Namun pasutri Schwab dan Byrne yang saling bersaling memperebutkan sejumlah uang juga memberikan kontribusi yang tidak kalah menarik terhadap konstruksi cerita.

Kelemahan terbesar film ini adalah detail dan logika. Begitu banyak peristiwa yang terjadi tentunya turut mengalihkan anda akan hal-hal kecil yang luput dari perhatian. Jika anda mau mencermati tentunya akan menemukan banyak kejanggalan. Sedangkan logika yang terabaikan adalah bagaimana para karakternya dapat bermobilitas dengan mudahnya di tengah kepadatan lalu lintas Times Square Garden tanpa memakan waktu samasekali. Nah, saya yakin anda pernah merasakan suasana malam tahun baru di jalanan ibukota masing-masing.
New Year’s Eve memang diawali dengan kekacauan dimana penonton dijejali satu demi satu problema yang dialami masing-masing karakternya yang silih berganti sibuk berlompatan di layar lebar. Beruntung memasuki pertengahan durasi, beberapa “sparks” berhasil dimunculkan untuk menghangatkan hati anda hingga mau peduli pada tokoh-tokohnya. Yang terpenting, Marshall mampu menekankan esensi dari pergantian tahun itu sendiri yang kerapkali dimanfaatkan orang untuk introspeksi diri dan membuat resolusi baru demi perbaikan kualitas hidup karena waktu memang tidak akan pernah bergerak mundur. Happy New Year 2012, everybody!

Durasi:
118 menit

U.S. Box Office:
$47,257,823 till Jan 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 20 Juni 2009

17 AGAIN : Kembali Ke Fisik Muda Di Jaman Masa Kini

Quotes:
Mike O' Donnell-She's so old; it's like...
[stops himself and immediately walks away] Alex O'Donnell-You dance with all your friends' moms? Mike O' Donnell-Pretty much.

Storyline:
Mike O'Donnell yang berusia 30 tahun di ambang kehancuran rumah tangganya, sang istri Scarlett yang menuntut cerai dan putra-putri remaja masing-masing Alex & Maggie yang tidak menyukainya. Saat memiliki kesempatan kembali ke masa lalu lewat pusaran waktu yang misterius, Mike tidak menyia-nyiakannya. Iapun kembali menjadi siswa 17 tahun, bintang tim bola basket yang digilai gadis-gadis. Permasalahannya apakah ia mampu beradaptasi dengan kehidupan barunya sekaligus mendekatkan diri kembali pada istri dan anak-anak yang dicintainya dalam wujud barunya itu?

Nice-to-know:
Keseluruhan setting dilakukan di California termasuk Santa Monica High School tempat Mike dan Scarlett bertemu di usia muda sekaligus sekolah anak-anak mereka, Alex dan Maggie.

Cast:
Melejit lewat trilogy High School Musical sebagai Troy Bolton, Zac Efron disini kebagian peran Mike O’Donnell muda. Sedangkan versi dewasanya oleh Matthew Perry dari serial teve tenar, Friends.
Terakhir tampil dalam I Love You Phillip Morris, Leslie Mann memerankan Scarlett O’Donnell yang tengah dilema menentukan keputusannya dalam rumah tangga yang hancur. Sedangkan sahabat Mike, Ned Gold dipegang oleh Thomas Lennon.

Director:
Terlepas dari beberapa film televisi yang dihasilkannya sebelum ini, Burr Steers justru memulai karir penyutradaraannya lewat Igby Goes Down (2002) dengan aktor Bill Pullman pada waktu itu.

Comment:
Berapa banyak film dengan tema pergantian umur? Sebut saja Big, 13 Going On 30, Freaky Friday dll. Lantas bagaimana kinerja sutradara untuk membuatnya berbeda? Disini Steers mensiasatinya dengan skenario yang ringan dengan dialog-dialog yang lucu tapi tetap mengenai sasaran. Dari segi cast, Efron dengan imej manis dari High School Musical awalnya diragukan banyak pihak. Tetapi nyatanya ia tampil maksimal sebagai actor pendukung utama dengan karisma remaja pria belasan tahun yang kuat. Dua fakta yang mengganggu, karakter Scarlett dan Mike dewasa rasanya masih terlalu muda di usia 30an apalagi kedua anak mereka sudah di bangku SMU. Selain itu kemiripan fisik Mike remaja di masa kini apakah tidak ada yang mengenali termasuk eks pelatih dan kepala sekolahnya? Terlepas dari hal tersebut, 17 Again cukup menghibur di berbagai lini dan pas sebagai tontonan yang mudah dinikmati di waktu senggang terutama bagi anda yang berandai-andai kembali ke masa lalu dan berusaha memperbaiki segala sesuatunya yang dianggap salah. Film ini sekaligus bisa menjadi refleksi bahwa sebuah keputusan tidak tepat mungkin saja sebenarnya yang terbaik buat anda.


Durasi:

100 menit


U.S. Box Office:

$64,149,837 till August 2009


Overall:

7.5 out of 10


Movie-meter:

Art can’t be below 6
6-poor

6.5-poor but still watchable

7-average
7.5-average n enjoyable

8-good
8.5-very good

9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 06 November 2008

HIGH SCHOOL MUSICAL 3 : Perjalanan Tahun Terakhir Siswa-Siswi Wildcats

Cerita:
Sebagai siswa-siswi senior SMU yang menjalani tahun terakhirnya, Troy dan Gabriella terus mempertimbangkan konsep perpisahan karena mereka memilih universitas dan fakultas yang berjauhan dan berlainan. Bersama dengan para anggota Wildcats yang lain, mereka berusaha menampilkan konsep drama musikal musim semi yang tak terlupakan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah mereka alami dan juga kegelisahan yang mereka hadapi mengenai kelanjutan masa depan dan persahabatan mereka semua.

Gambar:
Konsep komikal Walt Disney masih tertuang dalam gambar-gambar cerah yang sangat kontras dengan colorful costumes aktor-aktrisnya.

Soundtrack:
Beberapa track easy listening yang “berbicara” mengenai film ini masih dapat dinikmati seperti
- Now Or Never
- Right Here Right Now
- I Want It All
- Can I Have This Dance
- Just Wanna Be With You
- A Night To Remember
- The Boys Are Back
- Walk Away
- Scream
- Senior Year Spring Musical
- We’re All In This Together
- High School Musical
- Just Getting Started
- Last Chance

Act:
Zac Efron, Vannesa Hudgens, Ashley Tisdale, Lucas Grabeel, Corbin Bleu, Monique Coleman masih menampilkan sosok kelompok remaja ceria dan kompak dalam menjunjung tinggi persahabatan.

Sutradara:
Tentunya Kenny Ortega tidak asing lagi dengan franchise High School Musical ini. Namun usahanya belum cukup mampu mengangkat franchise ketiga namun versi layar lebar pertamanya ini. Gaya penyutradaraan tidak jauh berbeda dengan dua prekuelnya.

Durasi:
110 menit

Komentar:
Untuk anda penyuka film musikal yang sangat ringan dengan lagu-lagu easy listening, inilah tontonan yang tepat walau segmentasi film masih untuk remaja 13-21 tahun. Nikmati saja dunia gemerlap High School Musical dengan segala dinamikanya!

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!