XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label justin long. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label justin long. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2011

ALVIN AND THE CHIPMUNKS : CHIPWRECKED Terdampar Pulau Bertahan Hidup

Quotes:
Alvin: Simon!
Brittany: Uh... Alvin? You're starting to sound like Dave.
Alvin: [gasps] Noooooooooooo!


Storyline:
Dave mengajak Alvin, Simon, Theodore berlibur dengan kapal pesiar. Ikut bersama mereka adalah The Chipettes yaitu Brittany, Eleanor dan Jeannette. Sayangnya, Alvin yang mudah merasa bosan berkali-kali melanggar peraturan yang ditetapkan Dave. Satu kejadian fatal membuat The Chipmunks dan Chipettes harus terdampar di sebuah pulau tropis terpencil yang kemudian mempertemukan mereka dengan jurnalis yang lama hilang yaitu Zoe. Sementara itu Dave yang bertekad menemukan Alvin cs malah bertemu musuh lamanya Ian. Berhasilkah mereka dipertemukan kembali?

Nice-to-know:
Sinematografer Thomas E. Ackerman yang juga mengajar di Universitas North Carolina School of the Arts membawa serta siswa-siswinya dalam proses produksi internal film ini.

Cast:
Jason Lee sebagai Dave
David Cross sebagai Ian
Jenny Slate sebagai Zoe

Voice:
Justin Long sebagai Alvin
Matthew Gray Gubler sebagai Simon
Jesse McCartney sebagai Theodore
Amy Poehler sebagai Eleanor
Anna Faris sebagai Jeanette
Christina Applegate sebagai Brittany
Alan Tudyk sebagai Simone

Director:
Mike Mitchell baru saja menyelesaikan installment pamungkas Shrek Forever After (2010).

Comment:
Alvin & The Chipmunks merupakan satu dari sekian banyak film “masa kecil” saya yang cukup memorable. Oleh karena itu saya termasuk satu dari sekian penggemar yang menaruh harapan tinggi saat live actionnya muncul pertama kali di tahun 2007 yang disusul oleh sekuelnya 2 tahun kemudian. Nilai 8 dan 7.5 saya berikan untuk kedua pendahulu itu. Bagaimana dengan episode ketiganya ini yang tetap konsisten mengambil jarak 2 tahun kembali?
Jonathan Aibel dan Glenn Berger melanjutkan tugas mereka dalam Squeakquel (2009) dibantu dengan karakterisasi hasil rekaan Ross Bagdasarian dan Janice Karman. Installment ketiga ini mengetengahkan plot liburan dengan kapal pesiar bagi Dave, The Chipmunks dan The Chipettes yang muncul kembali. Malangnya kemewahan tersebut tidak berlangsung lama karena mereka terdampar di pulau terpencil dengan perlengkapan seadanya. Bagaimana untuk bertahan hidup sekaligus mencari jalan keluar merupakan agenda utama Alvin dkk. Lantas kenapa subjudulnya Chipwrecked? *mikirsetengahjam

Harus diakui sebagai franchise, tidak ada yang baru dalam produksi Fox 2000 Pictures ini, anda pernah melihat kesemua polah tingkah para chipmunks itu dalam dua prekuelnya, beruntung karakter Simon yang digandakan menjadi Simone lumayan inovatif. Sedangkan sebagai standout live action movie (dengan mengesampingkan pendahulunya), film berbujet 75 juta dollar Amerika ini juga banyak sekali mengambil referensi film-film bertemakan sejenis sehingga ide yang disodorkan tidak lagi fresh dan miskin kreatifitas.
Persaingan Jason Lee dan David Cross tidak lagi menggigit selayaknya kucing dan anjing dalam episode yang baru saja. Mempertemukan keduanya kembali “tanpa disengaja” di atas kapal pesiar rasanya tidak dapat lagi disebut kebetulan. Lain halnya dengan Jenny Slate yang memang “sengaja” dikondisikan terdampar di pulau terpencil. Tokoh Zoe yang eksentrik dan agak gila itu juga tidak mampu membangun chemistry yang menarik dengan tupai-tupai berbaju tersebut.

Sutradara Mitchell jelas bukan nama sembarangan di dunia animasi. Shrek merupakan salah satu contoh kesuksesannya. Namun seberapa kerasnya ia telah berusaha menyumbangkan yang terbaik pada akhirnya terbilang sia-sia karena lemahnya plot cerita serta klisenya dialog yang tercipta di sepanjang durasinya. Hutan dan pulau asing yang harusnya terlihat menakutkan pun malah terkesan sebagai taman bermain. Satu-satunya best moment dalam film ini adalah perebutan mangga oleh 6 tupai kelaparan yang akan memancing tawa lepas anda.
Secara keseluruhan Alvin and the Chipmunks : Chipwrecked tidak lagi menjual kepolosan dan kelucuan melainkan kehampaan dan eksistensi yang dipaksakan. Bahkan penampilan the chipmunks plus the chipettes menyanyikan lagu-lagu hit versi mereka yang biasanya ditunggu pun hanya terkesan gimmick belaka. Hiburan yang nyaris tak menyisakan nilai jual lagi seharusnya direct-to-dvd saja, jelas akan lebih fair bagi para penggemar tupai berbicara yang “membajak” Lady Gaga, Katy Perry dan LMFAO kali ini. Nice try!

Durasi:
87 menit

U.S. Box Office:
$34,598,322 till Dec 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 26 Maret 2011

AFTER.LIFE : Ketakutan Akan Kematian (Atau Kehidupan)?

Tagline:
How do you save yourself when you're already dead?

Storyline:
Setelah bertengkar dengan kekasihnya Paul, Anna mengalami kecelakaan mobil yang fatal. Ia terbangun di atas sebuah dipan dimana pengatur pemakaman Eliot Deacon mengatakan bahwa dirinya telah meninggal. Bingung dan ketakutan, Anna tidak percaya bahwa ia telah meninggal. Eliot pun meyakinkannya bahwa ia memiliki kemampuan berkomunikasi dengan yang mati dan juga selalu ada masa transisi setelah kehidupan sebelum menuju kematian. Terperangkap di dalam rumah pemakaman, Anna terus berusaha mencari cara untuk mengetahui fakta yang sesungguhnya.

Nice-to-know:
Kate Bosworth dan Alfred Molina semula dikabarkan mengisi peran Anna dan Eliot.

Cast:
Peran Anna Taylor merupakan 1 dari 3 film yang dibintangi Christina Ricci di tahun 2009 selain All's Faire in Love dan New York, I Love You.
Baru saja kemarin bermain bersama Julianne Moore dan Amanda Seyfried, Liam Neeson berperan sebagai Eliot Deacon
Justin Long sebagai Paul Coleman
Chandler Canterbury sebagai Jack

Director:
Feature film pertama Agnieszka Wojtowicz-Vosloo setelah sebuah film pendek berjudul Pâté di tahun 2001.

Comment:
Sebuah film bertemakan kematian memang tidak pernah mudah untuk disaksikan. Karena biasanya memiliki kompleksitas pemahaman yang dalam dari berbagai segi seperti perasaan kehilangan ataupun menerima fakta bahwa ia telah tiada dan sebagainya. Dua hal itulah yang ditekankan oleh sutradara Wojtowicz-Vosloo lewat kedalaman eksekusi cerita yang dilakukannya dengan mumpuni.
Itulah sebabnya film ini kental dengan sentuhan feminism dari sudut pandang Anna. Bagaimana Anna yang takut akan komitmen, Anna yang rapuh melihat segala sesuatu yang dihadapinya, Anna yang bingung menyikapi hidupnya sendiri dan 1001 pertanyaan lain yang memang tidak sempat dikemukakan tapi kita dapat menangkapnya berkecamuk dalam benak Anna.
Penunjukkan Ricci sebagai Anna sangatlah tepat. Ia terlihat galau dan gamang di setiap kesempatan yang disodorkan padanya. Namun tidak mengurangi asumsi bahwa dirinya adalah wanita yang tangguh. Tak lupa sensualitas seorang Ricci tidak diragukan lagi, terlebih ia diharuskan tampil tanpa busana di berbagai scene yang menuntutnya begitu.
Neeson dan Long juga memberikan warna tersendiri disini. Kita akan melihat kekakuan Liam dalam sosok Eliot mulai dari intonasinya yang datar dan ekspresinya yang monoton. Ketenangannya tertangkap di setiap tindakannya. Sedangkan sosok kekasih yang gila kerja dan tak jarang kesulitan bersikapnya sendiri juga dihidupkan oleh Justin dengan pas. Kekalutan dan kedepresiannya juga terekam secara maksimal meskipun scene yang ditawarkan kepadanya tidak demikian dominan.
Banyak hal yang tidak terjelaskan dalam skrip yang ditulis oleh Agnieszka-Paul Vosloo dan Jakub Korolczuk ini. Membuat penonton mereka-reka sendiri dalam permainan pikiran mereka walau tak jarang akan membosankan bagi yang tidak mau berusaha mengerti. Gambaran sesungguhnya konsep kehidupan setelah kematian juga tidak dieksplorasi secara detail sehingga bisa jadi anda hanya akan merasakan betapa pahitnya (atau mengerikannya) pengalaman tersebut.
After.life bukanlah sembarang horor drama thriller supernatural atau apapun anda menyebutnya. Ini adalah pengalaman sinema dengan perdebatan panjang yang sesungguhnya bermakna dalam. Anda akan diajak menjawab pertanyaan dasar sebagai berikut: “Apakah sesungguhnya anda lebih takut akan kematian dibandingkan kehidupan itu sendiri?” Jawaban itu tidak perlu anda jawab melainkan sudah tercermin dalam tindakan anda sehari-hari.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$106,472 till Apr 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 08 Oktober 2010

GOING THE DISTANCE : Manis Getir Hubungan Cinta Jarak Jauh

Quotes:
Erin: We're not trying to choke each other with commitment. But now you're fucking freaking me out and I can't do anything but picture him humping some fucking bartender. Thank you.
Corinne: I'm your sister. This is what I'm here to do: terrify you.


Storyline:
6 minggu tersisa dari kontrak magangnya di New York Sentinel, Erin malah jatuh hati pada Garrett yang baru putus dari kekasihnya. One night stand yang mereka lakukan malah berlanjut hingga keduanya sepakat menjalin hubungan jarak jauh New York-San Fransisco. Tidak pernah mudah karena Garrett ditertawakan kedua sahabatnya, Erin juga dicemooh kakak perempuannya. Akankah ada jalan tengah yang adil bagi mereka pada akhirnya atau semua itu harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan?

Nice-to-know:
Cuma 2 karakter yang memiliki nama lengkap dalam film ini yaitu Garrett Austin Scully untuk Justin Long dan Erin Rankin Langford untuk Drew Barrymore.

Cast:
Mulai bermain film layar lebar di usia 5 tahun lewat ltered States (1980), Drew Barrymore berperan sebagai Erin
Terlibat dalam 13 proyek sekaligus di tahun 2009 merupakan tahun tersibuk Justin Long yang kali ini bermain sebagai Garrett
Charlie Day sebagai Dan
Jason Sudeikis sebagai Box
Christina Applegate sebagai Corinne
Ron Livingston sebagai Will

Director:
Merupakan feature film pertama Nanette Burstein setelah 4 film dokumenter sebelumnya.

Comment:
Hubungan jarak jauh memang tidak pernah mudah untuk dijalani atas pertimbangan apapun juga. Beda kota ataupun beda negara sama saja. Pesimis? Percayalah karena saya sendiri pernah mengalaminya selama 4 tahun! (Kok malah jadi curhat? Lanjut ya!) Siapa yang punya pendapat serupa? Di luar dugaan sang produser film ini, David Neustadter juga memiliki pengalaman serupa dengan mantan kekasihnya dahulu.
Penulis skrip Geoff LaTulippe dengan jitu memainkan konflik-konflik basi long distance relationship ke dalam takaran komedi yang menyenangkan, tidak berlebihan tapi juga tidak garing. Sudut pandang pria dan wanita dihadirkan silih berganti untuk mendapatkan kesamarataan persepsi dan tidak ada pihak manapun yang lebih diuntungkan ataupun dirugikan. Tak lupa dukungan tokoh-tokoh di luar pasangan tersebut sebagai pengamat tersendiri yang bisa suportif dan preventif sekaligus.
Keseimbangan chemistry juga berhasil dijaga oleh Barrymore dan Long yang tampil ceria. Keduanya adorable dan kasmaran satu sama lain tanpa mengesankan kenaïfan, sebuah sikap yang sering timbul saat meyakini sesuatu yang tidak pasti. Kekurangannya mungkin ada pada gap usia Barrymore yang memang terlihat lebih tua untuk Long. Namun hal itu tidak terlalu menjadi masalah sejauh esensi hubungan dapat terjaga secara riil dengan segala on-off nya.
Sutradara Burstein di satu sisi seperti menggunakan format dokudrama dalam mengetengahkan hubungan jarak jauh ini. Bagaimana perjalanan digambarkan dengan animasi pesawat melintasi peta dan kamera yang terus bergerak di antara dua negara bagian untuk meliput kehidupan Garrett bersama teman-teman prianya atau Erin bersama keluarga saudarinya. Berbagai perkataan “dewasa” yang berkali-kali terlontar dari mulut karakternya memang terasa frontal tapi cukup menegaskan betapa sarkastisnya dunia di luar sana.
Going The Distance merupakan sebuah komedi romantis yang menghibur, tidak hanya untuk penonton wanita sebagaimana biasanya tetapi juga penonton pria. Tidak menjual mimpi indah dengan akhir bahagia tetapi perspektif nyata yang terkadang sulit diduga endingnya. Humor yang dikemas sedemikian rupa untuk membuat anda spontan tertawa ngakak sekaligus tersenyum getir bagi sebagian orang yang pernah menjalani LDR. Pada akhirnya memang kembali lagi pada kesediaan untuk memilih bagian mana dari kata hati dan logika yang dianggap terbaik bagi hidup anda. That's just how life happens, people!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$17,804,299 till Oct 2010

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 26 Desember 2009

ALVIN AND THE CHIPMUNKS 2 : Trio Chipmunks Kontra The Chipettes?

Quotes:
Theodore-Hi, I'm Theodore. Hi, I'm Theodore. Hi, I'm Theodore.
[Simon grabs Theodore and cover Theodore's mouth]
Simon-Tes, he's Theodore in case you missed it.

Cerita:
Ketika manajer mereka, Dave Seville cedera dalam konser trio Chipmunks, Alvin, Simon dan Theodore harus dirawat oleh keponakan Dave yaitu Toby. Sejenak harus menyisihkan segala hal yang berbau musik, trio Chipmunks harus kembali ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman baru, baik yang menyukai maupun yang membenci mereka. Kepala Sekolah, Dr. Rubin meminta Alvin, Simon dan Theodore untuk tampil mewakili sekolah demi menyelamatkan program musik mereka dengan memenangkan kompetisi berhadiah $25,000. Tetapi hal itu tidak akan mudah karena trio Chipettes yang beranggotakan Brittany, Eleanor dan Jeanette menunjukkan talenta luar biasa apalagi digawangi oleh Ian, mantan manajer The Chipmunks yang jahat itu.

Gambar:
Penggabungan animasi dan live action masih terlihat mulus disini selayaknya apa yang ditampilkan dalam Alvin and the Chipmunks (2007) itu.

Voice:
Trio Chipmunks, Alvin, Simon, Theodore disuarakan oleh Justin Long, Matthew Gray Gubler dan Jesse McCartney.
Sedangkan The Chipettes, Brittany, Jeanette, Eleanor diisi oleh Christina Applegate, Anna Faris dan Amy Poehler.
Karakter live action, Toby dimainkan oleh Zachary Levi yang pernah bermain dalam serial televisi, Chuck.
Jason Lee dan David Cross masing-masing tetap memegang Dave dan Ian.

Sutradara:
Melejit setelah menggarap Doctor Dolittle (1998), Betty Thomas kembali menangani film berkategori Semua Umur yaitu Alvin And The Chipmunks : The Squeakquel ini yang awalnya direncanakan beredar pada tanggal 19 Maret 2010.

Comment:
Meskipun ringan, saya menikmati film pertamanya yang banyak dibantu lagu-lagu ear-catchy itu. Lantas apa yang ditawarkan sekuelnya ini? Masih dengan formula yang sama yaitu plot cerita yang mudah dicerna beserta beberapa penampilan panggung yang menggemaskan. Namun ingat untuk singkirkan logika anda saat menontonnya karena apapun yang diperlihatkan disini tidak akan masuk akal! Bagian pertama bercerita tentang perjuangan Alvin, Simon, Theodore untuk beradaptasi dengan penjaga dan lingkungan sekolah yang baru. Meski tidak terlalu banyak penjelasan, film terus bergulir ke bagian kedua. Disini kemunculan Brittany, Jeanette, Eleanor cukup mencuri perhatian dengan kostum dan gaya panggung yang sangat feminin dan kocak itu. Beberapa hits yang mereka nyanyikan malah lebih menarik dibandingkan milik The Chipmunks itu sendiri. Karakter aslinya masih tetap stabil yaitu persaingan Dave dan Ian yang konyol itu juga kemunculan Dr. Rubin yang eksentrik. Pesan yang ingin disampaikan adalah anjuran untuk tidak bersikap egois yang mungkin mempengaruhi orang-orang terkasih di sekitar anda. Beberapa lelucon yang dipertontonkan mungkin klise tapi tetap sesuai dengan pangsa pasar film ini yaitu anak-anak, remaja dan dewasa yang pernah menyukai serial kartun teve The Chipmunks di masa muda mereka. Satu pesan saya, jangan buru-buru meninggalkan bioskop setelah kemunculan credit title karena The Squeakquel ini masih menyimpan potongan-potongan scene yang menarik.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$75,589,048 in mid Dec 2009 (opening week)

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 17 Desember 2009

PLANET 51 : Kala Astronot Amrik Dianggap Alien Penduduk Planet Setempat

Tagline:
Something strange is coming to their planet...Us!

Cerita:
Remaja biasa yang bekerja di planetarium, Lem tidak menyadari bahwa dirinya adalah alien. Begitulah setidaknya menurut astronot Amerika, Captain Charles T. Baker yang mendarat sendirian bersama anjingnya Rover di planet Lem hanya untuk menancapkan bendera dan mengambil beberapa gambar kehidupan disana. Sayangnya media telanjur mencap astronot sebagai zombie yang bisa mengubah seseorang menjadi monster dan memakan otaknya. Charles pun terpaksa bersembunyi di rumah Lem yang berkarakter polos sehingga mau saja membantunya. Di sisi lain, Charles berusaha mengajarkan Lem dalam mendapatkan gadis idamannya, Neera sekaligus berpacu dengan waktu untuk kembali ke planet asalnya dalam hitungan jam. Atau diktator militer, Jenderal Grawl dan ilmuwan gila, Profesor Kipple punya rencana lain yang mengerikan bagi Charles.


Gambar:
Tampilan hijau penghuni planet disuguhkan dengan menarik berpadu dengan tampilan manusia sang astronot. Penggambaran planetnya pun terasa unik di berbagai sudut lokasi.


Voice:

Film anak-anak kedua berturut-turut setelah Race to the Witch Mountain, Dwayne Johnson terlibat dalam animasi pertamanya dalam menyuarakan suara Captain Charles T. Baker.
Remaja lugu baik hati, Lem disuarakan oleh Justin Long yang terakhir tampil dalam After Life di tahun yang sama. Si cantik seksi yang aktif bermain film terakhir muncul dalam Powder Blue, Jessica Biel dipercaya mengisi suara Neera.

Sutradara:
Karya animasi perdana Jorge Blanco yang dibantu astradanya Javier Abad. Jika Planet 51 sukses, tidak menutup kemungkinan munculnya karya-karya animasi selanjutnya dari mereka.


Comment:
Dibuka dengan pengenalan makhluk-makhluk hijau dengan segala pengenalannya tentang kehidupan sehari-hari hingga kedatangan sosok alien yang berwujud manusia dalam profesi astronot Amerika yang tampan, dandy dan idola di tempatnya berasal. Sepertinya plot yang tidak asing, hanya saja situasinya dibalik. Cerdik bukan? Saksikan saja trailernya yang sangat kocak itu. Dari awal sampai akhir, anda akan dihibur dengan petualangan menarik sekaligus kocak antara Lem dan Captain Charles. Dari suara, Justin Long memang meyakinkan tetapi Dwayne Johnson lah bintangnya disini. Sejenak kita lupa akan sosok aslinya dan fokus pada setiap intonasi sang astronot. Pada beberapa poin, beberapa film anak-anak terdahulu mungkin menginspirasi film ini seperti contohnya Wall-E pada karakter Rover, E.T. pada pelarian dengan sepeda, trilogi Shrek pada tampilan hijau karakter-karakternya yang digambarkan bisa berbahasa Inggris dan masing-masing dengan empat jari tangan. Sepintas kerja CGI tidak terlalu mengesankan tetapi dialog lah yang membuat kita terkesan pada nasib masing-masing tokoh. Nuansa 1950an kental disini termasuk soundtracknya yang ceria dominan. Planet 51 adalah animasi tambal sulam yang menyenangkan untuk ditonton terutama bagi anak-anak dan sebagian besar orang dewasa juga, terlepas dari mudahnya menerka endingnya.


Durasi:

85 menit


U.S. Box Office:
$34,052,876 till Dec 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 03 Oktober 2009

HE'S JUST NOT THAT INTO YOU : Menguji Ketepatan Sinyal Cinta

Quotes:
Gigi-Maybe his grandma died or maybe he lost my number or is out of town or got hit by a cab...
Alex-Or maybe he is not interested in seeing you again.

Storyline:
Di Baltimore, lima wanita dan empat pria berusaha mengartikan sinyal-sinyal yang diberikan lawan jenis mereka. Gigi membayangkan setiap pria yang ditemuinya merupakan jodohnya sampai ia bertemu Alex yang secara gamblang bicara blak-blakan. Lalu suami istri Janine dan Ben yang kelihatannya baik-baik saja hingga Ben berbincang dengan Anna yang bercita-cita menjadi penyanyi. Sementara itu Neil dan Beth telah tinggal bersama selama 7 tahun lalu Beth mulai ragu akan semua itu. Ada juga Mary yang sibuk mencari jodoh di dunia maya. Apakah cinta yang nyata itu benar-benar ada? Bagaimana sesungguhnya pasangan tepat dapat ditemukan?

Nice-to-know:
Dikirimkan ke sinepleks dengan nama samaran "Boy Trouble".

Cast:
Bertabur aktor-aktris ternama Hollywood dengan masing-masing karakter yang sangat beragam.
Ginnifer Goodwin sebagai Gigi Phillips
Scarlett Johansson sebagai Anna Marks
Bradley Cooper sebagai Ben
Justin Long sebagai Alex
Ben Affleck sebagai Neil
Jennifer Aniston sebagai Beth Murphy
Jennifer Connelly sebagai Janine
Drew Barrymore sebagai Mary
Kevin Connolly sebagai Conor Barry

Director:
Pertama kali Ken Kwapis menjadi sutradara di usia 26 tahun lewat The Beniker Gang (1983).

Comment:
Tidak diragukan lagi film ini lebih memihak feminisme daripada maskulinitas. Plotnya sendiri dilihat dari sudut pandang kaum wanita terhadap pria dan hubungan kasih yang mereka jalani terhadapnya. Mari kita bahas satu persatu.
Karakter Gigi merupakan contoh wanita yang selalu salah menafsirkan perilaku pria dan berpikir pria akan berubah suatu saat nanti. Pada beberapa kasus memang demikian, seperti tertera dalam buku Mens Are From Mars dan sejenisnya.
Karakter Anna merupakan jenis wanita oportunis yang mengutamakan mimpi dan visinya terlebih dahulu sebelum memutuskan mana yang rasional untuk dijalani.
Karakter Janine merupakan sosok wanita insecure yang pernah mengalami kepahitan masa lalu sehingga perilakunya cenderung obsesif kompulsif yang pada akhirnya sulit memahami dan menerima pasangannya.
Karakter Beth merupakan macam wanita yang mempercayai lembaga pernikahan adalah satu-satunya alasan untuk bahagia meskipun sudah mempunyai hubungan serius selama bertahun-tahun tanpa adanya ikatan perkawinan.
Keempatnya diprofilekan dengan sangat baik oleh Goodwin, Johansson, Connely dan Aniston. Ditambah dengan karakter minoritas Barrymore yang percaya dunia maya bisa memberikannya keintiman yang unik. Dari penuturan dan interaksi merekalah membuat karakter-karakter pria di film ini terlihat tidak terlalu positif. Walaupun demikian Affleck, Long, Cooper, Connoly tetap diapresiasi dalam menjiwai Neil yang takut kawin, Alex yang berganti-ganti wanita, Ben yang didominasi istri, Conor yang menjadi sahabat terbaik wanita.
Sutradara Kwapis yang berpengalaman mengarahkan drama romantis juga menyisipkan tagline-tagline secara bold untuk mempertegas scene demi scene yang ingin disampaikan penekanannya. Hal tersebut cukup bekerja walau terkadang membuat film kehilangan fokus.
Apapun pendapat anda, setidaknya He's Just Not That Into You mencoba jujur menuturkan kisah cinta dan permasalahan umum kaum wanita di penghujung dua puluhan sampai tiga puluhan, selayaknya sebuah diktat yang cukup menarik dan bisa menjadi bahan pembelajaran bersama.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
$93,945,548 till early July 2009.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 06 Juni 2009

DRAG ME TO HELL : Kutukan Lamia Menyeret Jiwa Ke Neraka

Quotes:
Shaun San Dena-[possessed by the Lamia] I desire the SOUL of Christine Brown. We will FEAST upon it while she festers in the grave!

Cerita:
Christine Brown memiliki semuanya mulai dari pacar setia, naik pangkat serta masa depan yang cerah. Semua itu berubah saat ia menolak perpanjangan pinjaman rumah seorang wanita Gipsi tua, Ny Ganush. Dalam dendam karena merasa ditolak dan dipermalukan, Ny Ganush mengambil barang milik Christine dan memanterainya. Sejak saat itulah mimpi buruk Christine dimulai karena ia selalu melihat hantu Lamia alias kambing hitam dimanapun kapanpun juga. Sekarang dia hanya memiliki waktu tiga hari untuk mencegah kematiannya sendiri yang akan dihabiskan di neraka untuk siksaan tiada akhir.

Gambar:
Beberapa lokasi di California seperti California State University, Stasiun Union, Jalan Everett hingga 20th Century Fox Studios turut melatarbelakangi film yang bergaya horor tahun 1980an ini.

Act:
Aktris kelahiran 18 September 1979, Alison Lohman terakhir muncul di animasi hidup Beowulf (2007) dan disini kebagian peran utama, Christine Brown yang harus menghadapi mimpi buruk akibat salah keputusan dalam pekerjaannya.
Justin Long memulai debutnya di usia 21 tahun lewat Galaxy Quest (1999). Kali ini ia berperan sebagai Clay Dalton, kekasih Christine yang tidak percaya takhayul tetapi tulus hatinya.
Lorna Raver yang mendapat peran antagonis, Sylvia Ganush biasanya berperan dalam serial televisi termasuk yang terlama The Young and the Restless (2006-2007)

Sutradara:
Mengawali karir penyutradaraan di usia 18 tahun lewat It's Murder! (1977), Sam Raimi merupakan salah satu sutradara produktif Hollywood yang karya-karyanya rata-rata mencapai sukses. Kini lewat horor thriller bergaya tradisional, ia berusaha tampil beda.

Comment:
Sang sutradara yang pada periode 1980an berangkat dari genre horor sejati kali ini kembali dengan formula tradisional di penghujung era 2000an. Suatu pertaruhan yang berani mengingat genre horor sudah mulai lesu terlebih setelah banyaknya remake horor Asia yang tidak terlalu baik kualitasnya belakangan ini. Nyatanya, Drag Me To Hell dengan gaya kontemporernya bisa diterima dengan baik oleh penikmat film dimanapun berada. Satu, karena plot ceritanya simpel dan mudah diikuti, tidak over-the-top ataupun berusaha dibuat pintar dengan twist-twist yang tidak perlu. Dua, dari segi cast. Lohman yang terpilih menggantikan aktris muda berbakat, Ellen Page cukup berhasil menghidupkan karakter Christine yang cantik kalem berdaya tarik tinggi tapi berkepribadian introvert. Raver dengan bantuan make-up terlihat mengerikan sekaligus menjijikkan sebagai Mrs. Ganush. Belum lagi Long yang seakan menjadi penyeimbang kehidupan nyata Christine dengan berkarakter tenang sekaligus rasional. Tiga, film ini tidak terlalu berusaha menakuti penonton tetapi seakan membawa penonton langsung ke situasi yang mengerikan selama durasi film. Ya, dari awal sampai akhir, kita disuguhi elemen-elemen ketakutan yang berbaur dengan kekejaman dan komedi dengan ritme yang berbeda-beda. Ketiga kelebihan itu dapat dikatakan saling melengkapi sekaligus membuat kita seakan kembali ke jaman dahulu dimana sebuah film horor bisa membuat kita tidur di bawah selimut, membeku ketakutan dan mungkin saja bermimpi buruk di malam harinya.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$42,057,340 till Aug 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!