XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jennifer aniston. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jennifer aniston. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2013

WE’RE THE MILLERS : Hilarious Misadventures Of Misfit Family


Quote:
Scottie P.: You know what I'm sayin?

David Clark: Well, I'm awake and I speak English, so yeah I know what you're saying.

Nice-to-know:
Cast melakukan prank pada Jennifer Aniston dengan memainkan theme song serial "Friends" dan ditayangkan sebagai bloopers di end credit title.

Cast:
Jennifer Aniston sebagai Rose O'Reilly
Jason Sudeikis sebagai David Clark
Emma Roberts sebagai Casey Mathis
Will Poulter sebagai Kenny Rossmore
Ed Helms sebagai Brad Gurdlinger
Nick Offerman sebagai Don Fitzgerald
Kathryn Hahn sebagai Edie Fitzgerald
Tomer Sisley sebagai Pablo Chacon


Director:
Merupakan feature film ke
tiga bagi Rawson Marshall Thurber setelah The Mysteries of Pittsburgh (2008).

W For Words:
Keberhasilan sebuah komedi situasi ditentukan oleh tingkat kesulitan menyatukan berbagai karakter yang saling kontradiktif dalam satu perjalanan konflik. Kali ini kolaborasi BenderSpink, New Line Cinema dan Vincent Newman Entertainment berpegang teguh pada pakem tersebut dalam menyuguhkan kisah penyelundupan narkoba yang dimotori bukan hanya satu orang atau dua orang tetapi satu keluarga! Ya, The Millers ini telah melenggang mulus di tangga box office Amerika Serikat pada fall season 2013 ini dengan mengumpulkan lebih dari 150 juta dollar. Enough reason?

Penyelundup kelas teri, David secara naas dirampok di gedung apartemennya sendiri. Uang bosnya, Brad Gurdlinger yang lenyap membuatnya tak kuasa menolak tugas mengambil ganja di Mexico. Demi melancarkan aksinya, David menyewa dua tetangganya, stripper Rose dan remaja lugu Kenny beserta kawannya yang homeless Casey. Keempatnya berpura-pura sebagai keluarga The Millers yang sedang berlibur agar tidak dicurigai polisi perbatasan. Perjalanan dengan caravan mewah itu kemudian mempertemukan mereka dengan orang-orang tak terduga yang membahayakan penyamaran.
Skrip yang dikerjakan oleh Bob Fisher, Steve Faber, Sean Anders dan John Morris ini terbilang setia pada pakem “family sticks together no matter what” dimana garis finish sudah ditetapkan sejak awal. Awkward moments berhasil dibangun karena mereka bukanlah keluarga dalam arti yang sesungguhnya. Dalam prosesnya mengandalkan segala elemen komedi yang ada mulai dari slapstick, karikatural, dirty jokes hingga konten seksual yang vulgar. Tidak heran mengingat rating R yang disandangnya sehingga tak semua orang bisa menikmatinya dengan aman. You know what i’m sayin?

Sutradara Thurber ‘menjual’ interaksi para karakternya yang memang variatif dalam menjaga pace film yang berada di jalur komedi dan drama sekaligus. Tak hanya internal The Millers tetapi juga eksternal dengan The Fitzgeralds ataupun lainnya yang silih berganti keluar masuk secara episodik. Konsep road movie juga terbangun sempurna seiring perjalanan caravan mereka ke Mexico City lewat penjabaran konflik yang masuk akal dan sangat mungkin terjadi. Lantunan tembang lawas Waterfall milik TLC pada salah satu scene diyakini sukses menghadirkan tawa hangat anda.

Sudeikis secara gemilang mampu menjembatani berbagai karakter sekaligus melalui tokoh Clark yang egois dan tak simpatik itu. Aniston menjawab tantangan dengan keberaniannya ‘stripping’ selain menunjukkan naluri kewanitaannya sebagai ibu dan istri. Roberts tidak mengecewakan sebagai remaja homeless bermasalah yang masih mencari jati diri. Poulter mungkin paling menyita perhatian anda dengan status underdog nya. Selain itu masih ada Helms, Offerman, Hahn, Sisley yang tidak sedikit memberikan kontribusi mereka dalam menghadirkan heartfelt dan awkward moments bersamaan.

We’re The Millers sesuai premis memikat yang disandangnya bisa jadi akan menawan hati anda dengan mudah karena spontanitas dan totalitasnya dalam mengolok-olok konsep keluarga disfungsional. Sederetan memorable scenes yang lucu sekaligus menyentuh mungkin turut membekas dalam ingatan selepas menyaksikannya. Jelas tidak diperuntukkan bagi penikmat komedi ‘sopan’ yang tidak siap dengan suguhan ‘ekstrim’. For me, this is another lesson about how to fit your position into family matters while laughing yourself out loud along the way. Totally worth its ride!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$147,710,416 till mid October 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 19 September 2010

THE SWITCH : Kedewasaan Dua Sahabat Besarkan Anak

Quotes:
Wally Mars-Did you just use my name as a verb?

Storyline:
Wally dan Kassie telah bersahabat lama hingga mereka selalu berbagi satu sama lain. Tiba saatnya Kassie memutuskan untuk melakukan inseminasi buatan karena yakin tidak akan bertemu jodohnya dan tidak mau usianya terlambat mengandung. Wally yang diam-diam menyukai Kassie pun membantah ide gila tersebut. Namun tekad Kassie sudah bulat dan lewat sebuah pesta ia bertemu dengan Roland yang bersedia mendonorkan spermanya. Secara tidak sengaja ketika sedang mabuk, Wally malah menumpahkan botol sample itu dan menukarnya dengan miliknya sendiri. Bertahun-tahun rahasia tersebut disimpan hingga nasib mempertemukan Wally dengan Kassie lagi yang telah membesarkan seorang diri. Akankah terjadi sesuatu di antara mereka?

Nice-to-know:
Film pertama Miramax setelah dijual Walt Disney Company ke Colony Capital.

Cast:
Pernah meraih Golden Globe lewat serial televisi Arrested Development di tahun 2003, Jason Bateman bermain sebagai Wally.
Memenangkan Golden Globe lewat serial televisi Friends di tahun 1994, Jennifer Aniston berperan sebagai Kassie.
Patrick Wilson sebagai Roland
Jeff Goldblum sebagai Leonard
Juliette Lewis sebagai Debbie
Thomas Robinson sebagai Sebastian

Director:
Kerjasama kedua Josh Gordon dan Will Speck setelah Blades of Glory (2007).

Comment:
Entah sudah berkali-kali film mengenai wanita yang menjalani inseminasi buatan diproduksi sebelumnya. Rasanya baru kemarin The Back Up Plan (2009) menyambangi kita di bioskop-bioskop ibukota. Apa yang bisa membuat film ini berbeda?
30 menit pertama nyaris sama saja dengan yang sudah-sudah bahkan tingkah Bateman yang sedikit over-the-top cukup menyebalkan. Namun pergerakan setelahnya cukup di luar dugaan dimana plot mengalir lancar dan sangat dewasa. Meskipun mudah ditebak arahnya tetapi tidaklah klise karena karakterisasi para tokohnya dikembangkan dengan baik. Duet sutradara Gordon dan Speck memperpanjang cerita pendek karangan Jeffrey Eugenides dengan gaya penyutradaraan yang baik, tentunya hal ini tak lepas dari campur tangan sang penulis All Loeb yang kreatif dalam menyusun skrip itu.
Bateman layak mendapat bintang disini. Ia begitu mendominasi scene dan transformasi sikapnya sangat terasa disini dari seseorang yang kekanak-kanakan menjadi seseorang yang bertanggungjawab. Aniston berakting tanpa improvisasi yang signifikan dari apa yang ia perlihatkan dalam chick-flick serupa. Perubahan dari wanita singel yang mapan hingga menjadi single mother tidak terlalu terasa. Si kecil Robinson ternyata cukup mahir beraksi di depan kamera, lihat bagaimana sorot matanya yang berbicara dan gayanya yang kalem. Sedangkan Goldblum dan Wilson sebagai supporting cast lumayan memberi kontribusi pelengkap.
The Switch adalah komedi romantis yang tidak berfokus pada proses menuju cinta itu sendiri melainkan bagaimana seorang pria dan wanita dewasa mampu bersikap di atas situasi yang canggung dan tidak mengenakkan. Suguhan menghibur dan bisa jadi menginspirasi pria-wanita 40 tahunan yang kebetulan belum menikah di luar sana.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$27,207,766 till end of Sep 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 08 Mei 2010

THE BOUNTY HUNTER : Memburu Mantan Istri Pecahkan Kasus

Quotes:
Nicole Hurley-Life is making mistakes.
Milo Boyd-And death is wishing you had made more.

Storyline:
Dipecat dari kepolisian untuk kemudian menjadi pemburu buronan, Milo Boyd ditugaskan menangkap mantan istrinya, reporter Nicole Hurly akibat tidak menghadiri persidangan. Awalnya Milo mengira itu akan berjalan mudah karena ia sudah sangat mengenal perilaku Nic meski hanya berpacaran 6 bulan yang diakhiri dengan pernikahan selama 9 bulan saja! Namun ternyata Nic sendiri sedang menjalani tugas dari atasannya untuk meliput kasus bunuh diri. Sepanjang kejar-mengejar tersebut, Milo dan Nic justru dihadapkan pada kemungkinan mereka bersama kembali. Akankah kewajiban masing-masing dapat dituntaskan di atas kepentingan bersama?

Nice-to-know:
Awalnya peran Nicole Hurly sempat ditawarkan kepada Sarah Jessica Parker.

Cast:
Karir layar lebarnya justru diawali dalam film horor picisan, Leprechaun (1993). Namun nama Jennifer Aniston sampai kini telah menjadi salah satu aktris komedi terlaris yang dimiliki Hollywood termasuk untuk peran Nicole Hurly yang juga seorang pengemudi buruk.
Lahir di tahun yang sama dengan Aniston, Gerard Butler baru memulai dunia akting di Mrs Brown (1997). Disini ia bermain sebagai Milo Boyd, mantan polisi yang beralih profesi dan berjuang mendapatkan uang untuk meneruskan hidupnya.

Director:
Andy Tennant mulai angkat nama setelah mengarahkan si kembar cilik Olsen dalam It Takes Two (1995).

Comment:
Melihat poster dan trailer film ini, orang akan mengharapkan komedi romantik yang menarik apalagi pemasangan nama Aniston dan Butler sebagai cast utama dimana masing-masing sudah memiliki fan base tersendiri. Jalan ceritanya sendiri sangat ringan dan tidak perlu berpikir untuk mengikutinya. Apakah hal-hal tersebut sudah cukup untuk menilai film ini? Ternyata belum. Unsur komedik yang disodorkan mungkin cukup lucu di beberapa bagian tetapi sebagian besar terasa bodoh dan absurd meski nyaris semua dialognya terkesan sinis. Romansa yang ditawarkan juga terasa hambar. Belum lagi arah film yang menjadi terlalu ambisius dengan tempelan plot cerita disana-sini yang sebetulnya tidak penting. Chemistry Aniston dan Butler cukup menggigit walau terasa dipaksakan. Dan memang penampilan mereka berdualah menjadi yang terpenting disini di luar jajaran pendukung lain yang dapat dikatakan pelengkap derita saja. Sutradara Tennant terlihat kebingungan untuk menghasilkan film yang terlalu blur untuk dibawa serius atau tidak lucu untuk dijadikan hiburan semata. Alhasil kinerja The Bounty Hunter terasa di bawah standar rata-rata yang diharapkan audiens.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$64,065,681 till early May 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 06 Februari 2010

MANAGEMENT : Kompromi Cinta Idealis dan Praktis

Quotes:
Mike: Take care of yourself a little... so that the people who love you don't feel like they're annoying you!

Storyline:
Mike bekerja di hotel orangtuanya di Kingman yang terletak di Route 66 yang berpopulasi 27 ribu orang saja. Sedangkan Sue menjual karya seni untuk firma Baltimore dalam mengisi ruang kantornya. Keduanya berkenalan dan memulai interaksinya dengan menarik. Seiring waktu, perbedaan kepribadian Mike dan Sue semakin menimbulkan jarak di antara mereka. Bahkan Sue lebih memilih menikah dengan mantan pacarnya Jango yang dianggap lebih siap menghidupinya. Namun apakah Mike harus tinggal diam dalam comfort zone nya menyaksikan cinta mulai menjauh dari hidupnya?

Nice-to-know:
Sempat mengutip sebaris kalimat dari An Officer and a Gentleman (1982) yaitu being swept away like...

Cast:
Sempat mendukung salah satu episode Dirt (2007) sebelum film ini, Jennifer Aniston bermain sebagai Sue yang praktis.
Pernah memenangkan Special Jury Prize dalam Sundance Film Festival lewat Happy, Texas (1999), Steve Zahn berperan sebagai Mike yang idealis
Margo Martindale sebagai Trish
Fred Ward sebagai Jerry
Woody Harrelson sebagai Jango

Director:
Merupakan debut pertama bagi Stephen Belber setelah sebelumnya lebih banyak menulis untuk serial televisi.

Comment:
Belber mungkin belum berpengalaman dalam menyutradarai tetapi menerjemahkan tulisannya sendiri mungkin mendekatkan film ini dengan ekspektasinya sendiri. Dan plot yang ditawarkan sangat sederhana yaitu hubungan personal antara Mike dan Sue dimana sudut pandang keduanya bergantian ditampilkan sehingga penonton mendapatkan pemahaman netral.
Konsep asmara disini lebih merupakan pertentangan antara si idealis dan si praktis. Si idealis memandang cinta harus diperjuangkan kebersamaannya meski tidak memiliki rencana yang matang sekalipun, bagaimana mengubah dirinya sendiri untuk menjadi lebih positif. Sedangkan si praktis selalu menyusun rencana hidup masa depannya sendiri serealistis mungkin meski harus mengorbankan cinta yang tidak menjanjikan apa-apa.
Aniston dan Zahn harus diakui benar-benar terkesan melebur dalam tokoh Sue dan Mike yang mereka perankan disini. Diawali dari hal-hal kecil, saling berbagi visi, menghabiskan waktu bersama hingga intensitas hubungan yang cenderung datar membuat akting mereka terasa alami termasuk chemistry yang terbangun apa adanya. Kita bisa melihat keduanya nyaman satu sama lain tetapi menyimpan kompleksitas tersendiri di antaranya.
Film ini tidak hanya bercerita mengenai dua sejoli berlawanan jenis tersebut tetapi juga teman-teman dan keluarga di sekitar mereka yang turut memberikan sumbangsih bagi suara hati masing-masing. Sejak menit awal hingga menit akhir, tokoh Mike dan Sue tidaklah sama karena karakterisasi keduanya berkembang seiring perjalanan waktu tanpa melupakan unsur komedi dan romantisme yang cenderung dewasa.
Iba rasanya melihat Management gagal berbicara di tangga box-office manapun ditayangkan. Terkadang audiens memang lebih ingin melihat mimpi yang menjadi nyata dalam sebuah komedi romantik. Namun bagi anda yang berniat menyaksikan sebuah kisah cinta yang membuat tersenyum dan menghangatkan hati dalam konsep kejujuran yang sejujur-jujurnya, inilah pilihan yang tepat. Kompromi terhadap pilihan hati anda sendiri seringkali dibutuhkan untuk mengejar kebahagiaan bersama orang terkasih, tentunya juga mempertimbangkan ketepatan waktu.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$933,224 till Aug 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 03 Oktober 2009

HE'S JUST NOT THAT INTO YOU : Menguji Ketepatan Sinyal Cinta

Quotes:
Gigi-Maybe his grandma died or maybe he lost my number or is out of town or got hit by a cab...
Alex-Or maybe he is not interested in seeing you again.

Storyline:
Di Baltimore, lima wanita dan empat pria berusaha mengartikan sinyal-sinyal yang diberikan lawan jenis mereka. Gigi membayangkan setiap pria yang ditemuinya merupakan jodohnya sampai ia bertemu Alex yang secara gamblang bicara blak-blakan. Lalu suami istri Janine dan Ben yang kelihatannya baik-baik saja hingga Ben berbincang dengan Anna yang bercita-cita menjadi penyanyi. Sementara itu Neil dan Beth telah tinggal bersama selama 7 tahun lalu Beth mulai ragu akan semua itu. Ada juga Mary yang sibuk mencari jodoh di dunia maya. Apakah cinta yang nyata itu benar-benar ada? Bagaimana sesungguhnya pasangan tepat dapat ditemukan?

Nice-to-know:
Dikirimkan ke sinepleks dengan nama samaran "Boy Trouble".

Cast:
Bertabur aktor-aktris ternama Hollywood dengan masing-masing karakter yang sangat beragam.
Ginnifer Goodwin sebagai Gigi Phillips
Scarlett Johansson sebagai Anna Marks
Bradley Cooper sebagai Ben
Justin Long sebagai Alex
Ben Affleck sebagai Neil
Jennifer Aniston sebagai Beth Murphy
Jennifer Connelly sebagai Janine
Drew Barrymore sebagai Mary
Kevin Connolly sebagai Conor Barry

Director:
Pertama kali Ken Kwapis menjadi sutradara di usia 26 tahun lewat The Beniker Gang (1983).

Comment:
Tidak diragukan lagi film ini lebih memihak feminisme daripada maskulinitas. Plotnya sendiri dilihat dari sudut pandang kaum wanita terhadap pria dan hubungan kasih yang mereka jalani terhadapnya. Mari kita bahas satu persatu.
Karakter Gigi merupakan contoh wanita yang selalu salah menafsirkan perilaku pria dan berpikir pria akan berubah suatu saat nanti. Pada beberapa kasus memang demikian, seperti tertera dalam buku Mens Are From Mars dan sejenisnya.
Karakter Anna merupakan jenis wanita oportunis yang mengutamakan mimpi dan visinya terlebih dahulu sebelum memutuskan mana yang rasional untuk dijalani.
Karakter Janine merupakan sosok wanita insecure yang pernah mengalami kepahitan masa lalu sehingga perilakunya cenderung obsesif kompulsif yang pada akhirnya sulit memahami dan menerima pasangannya.
Karakter Beth merupakan macam wanita yang mempercayai lembaga pernikahan adalah satu-satunya alasan untuk bahagia meskipun sudah mempunyai hubungan serius selama bertahun-tahun tanpa adanya ikatan perkawinan.
Keempatnya diprofilekan dengan sangat baik oleh Goodwin, Johansson, Connely dan Aniston. Ditambah dengan karakter minoritas Barrymore yang percaya dunia maya bisa memberikannya keintiman yang unik. Dari penuturan dan interaksi merekalah membuat karakter-karakter pria di film ini terlihat tidak terlalu positif. Walaupun demikian Affleck, Long, Cooper, Connoly tetap diapresiasi dalam menjiwai Neil yang takut kawin, Alex yang berganti-ganti wanita, Ben yang didominasi istri, Conor yang menjadi sahabat terbaik wanita.
Sutradara Kwapis yang berpengalaman mengarahkan drama romantis juga menyisipkan tagline-tagline secara bold untuk mempertegas scene demi scene yang ingin disampaikan penekanannya. Hal tersebut cukup bekerja walau terkadang membuat film kehilangan fokus.
Apapun pendapat anda, setidaknya He's Just Not That Into You mencoba jujur menuturkan kisah cinta dan permasalahan umum kaum wanita di penghujung dua puluhan sampai tiga puluhan, selayaknya sebuah diktat yang cukup menarik dan bisa menjadi bahan pembelajaran bersama.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
$93,945,548 till early July 2009.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 25 Februari 2009

MARLEY & ME : Perjalanan Anjing dan Dinamika Pasangan Grogan

Quotes:
John Grogan-A dog doesn't care if you're rich or poor, educated or illiterate, clever or dull. Give him your heart and he will give you his.

Cerita:
Setelah menikah, pasangan penulis surat kabar John dan Jennifer Grogan pindah ke Florida. Berusaha menyeimbangkan kehidupan mereka, John membelikan Jenny anak anjing labrador yang akhirnya dinamakan Marley. Perlahan tetapi pasti, Marley tumbuh menjadi anjing dewasa berbobot 50 kg dengan kenakalan yang amat sangat tanpa kedisiplinan. Namun bukan tanpa kegunaan, karena dengan kehadiran Marley, John memiliki materi untuk mengisi kolom dalam koran dan menjadi terkenal. Anak-anakpun mengisi rumah Grogan walau keberadaan Marley tetap spesial dalam kehidupan mereka.

Gambar:
Roda waktu terus bergulir mengiringi potret kehidupan keluarga Grogan dari masa ke sama ditambah kehadiran Marley dari anak anjing sampai anjing tua disorot dengan manis dan realistis.

Act:
Berawal dari Bottle Rocket (1994), nama Owen Wilson terus meroket menjadi salah satu aktor komedi papan atas. Kali ini sebagai John Grogan, Owen berhasil tampil wajar dan memberikan sentuhan personalnya.
Salah satu aktris yang berangkat dari sukses serial televisi terutama Friends, Jennifer Aniston disini berperan sebagai Jennifer Grogan yang berusaha mencurahkan waktunya untuk keluarga tetapi sering terbentur emosi pribadinya.
Kebalikan dari Jen, Eric Dane kerapkali membintangi serial televisi walau belum terlalu dikenal namanya. Bermain sebagai Sebastian, sahabat John yang lebih senang hidup melajang dengan berganti-ganti wanita dibandingkan pernikahan.

Sutradara:
Terakhir sukses mengarahkan The Devil Wears Prada (2006), David Frankel percaya diri menggarap film yang diangkat dari kisah nyata kolumnis John Grogan ini.

Komentar:
Sebuah drama keluarga yang lucu sekaligus menghangatkan jiwa. Sentralisasi pada perjalanan hidup seekor anjing labrador bernama Marley dengan latar belakang kehidupan keluarga Grogan. Itulah sebabnya sering terasa kehilangan detail karena waktu yang terus melompat-lompat tetapi tidak mengganggu cerita secara keseluruhan. Sang sutradara melakukan eksplorasi dengan brilian karena mampu menangkap momen-momen nyata sebagai potret riil kehidupan keluarga Amerika yang umumnya memiliki anjing di rumah mereka. Owen serta Jen bermain baik dan berbagi chemistry dengan kuat. Akhir kata, tidak usah heran mendapati diri anda tertawa terhibur di opening dan menangis terharu di ending film karena Marley & Me mungkin saja menginspirasi anda.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$143,153,751 till April 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!