XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label scarlett johansson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scarlett johansson. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

THE AVENGERS : Teamed Up Superheroes And Bang Bang Boom


Quotes:
Loki: What have I to fear?
Tony Stark: The Avengers. That's what we call ourselves. Sort of like a team. Earth's mightiest heroes, type thing.

Nice-to-know:
Film Marvel pertama yang didistribusikan oleh Walt Disney Pictures ini sudah tayang di Amerika Serikat pada tanggal 11 April 2012 yang lalu.

Cast:
Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark / Iron Man
Chris Evans sebagai Steve Rogers / Captain America
Mark Ruffalo sebagai Bruce Banner / The Hulk
Chris Hemsworth sebagai Thor
Scarlett Johansson sebagai Natasha Romanoff / Black Widow
Jeremy Renner sebagai Clint Barton / Hawkeye
Tom Hiddleston sebagai Loki

Director:
Merupakan film kedua bagi Joss Whedon setelah Serenity (2005).

W For Words:
Sulit dipercaya jika keluaran pertama Marvel Studio di tahun 2008 yaitu Iron Man sesungguhnya merupakan proyek perjudian. Nyatanya empat film kemudian yang disusul berturut-turut oleh Iron Man 2 (2010), Thor (2011), Captain America : The First Avenger (2011), kesemua karakter pahlawan super tersebut bersatu-padu dalam sebuah film blockbuster yang diluncurkan sebagai appetizer summer movies tahun 2012 ini sekaligus tayangan pembuka teater IMAX Gandaria City XXI yang baru beroperasi di Indonesia.
Kepala S.H.I.E.L.D sebuah perusahaan penjaga perdamaian dunia, Nick Fury kerapkali berhubungan dengan komite Marvel Super Heroes yang beranggotakan Iron Man, The Incredible Hulk, Thor, Captain America, Hawkeye dan Black Widow. Suatu ketika adik Thor, Loki dan kawanannya bertekad menguasai dunia melalui kubus The Tesseract yang mampu menyerap kekuatan tanpa batas dari dimensi lain. Kini para pahlawan super itu beraksi kembali demi mencegah kerusakan dan kehancuran yang lebih besar lagi.

Komik yang digagas oleh Stan Lee dan Jack Kirby itu kemudian disadur oleh Joss Whedon dan Zak Penn ke dalam skrip yang sangat sederhana dengan tujuan mudah dimengerti oleh penonton yang murni menginginkan sebuah hiburan belaka. Bertindak pula sebagai sutradara, Whedon tampak paham betul bagaimana menghabiskan bujet 220 juta dollar ke dalam eksekusi cerdas nan jitu. Terlepas dari durasinya yang terlalu lama, penonton tidak akan terlalu merasakannya karena sibuk dijejali adegan aksi penuh antusiasme dari awal sampai akhir.
Seperti sudah diduga sebelumnya, Iron Man mendapat porsi terbesar dengan figur Tony Stark yang haus popularitasnya itu. Captain America dan Thor terlihat lebih nyaman di belakangnya melanjutkan apa yang sudah dilanjutkan duet Chris sebelumnya dalam feature film masing-masing. Black Widow memberikan kesan feminisme yang kental apalagi dalam kostum spandex yang seksi itu. Debut penampilan Jeremy Renner sebagai Hawkeye dan Mark Ruffalo sebagai Hulk yang teramat destruktif patut diacungi jempol terlepas dari faktor “kurang terdepan” nya mereka di antara yang lainnya. Jangan khawatir, anda tak akan kehilangan salah satu aksi dari mereka karena kemunculan yang bergantian.

Mengingat Captain America dan Thor sudah dibalut dalam teknologi 3D maka tidak ada alasan film ini muncul tanpa 3D. Jika anda bertanya pada saya apakah 3D nya layak? Saya cenderung menjawab iya. Joss Whedon memang melakukan post-converted di akhir tahun 2011 lalu tetapi sudah cukup memfasilitasi live action movie semacam ini. Pertarungan indoor yang dominan disini mungkin efek 3D nya tidak akan terasa tetapi khusus outdoor –terlebih di pertarungan akhir- jelas terasa karena kedalaman gambar yang signifikan, membuat anda seperti melihat ke luar jendela New York City.
Para pecinta komik The Avengers dipastikan menaruh harapan setinggi-tingginya akan adaptasi teranyarnya ini. Saya pastikan anda tidak akan kecewa! Bagi khalayak umum yang tidak terlalu memfavoritkan komiknya akan tetap menikmati sajian yang tak hanya luar biasa tetapi juga paling menghibur di antara deretan film adaptasi komik lainnya. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat pahlawan super kesukaan anda belajar untuk kompak sebagai sebuah kesatuan demi rasa kemanusiaan yang tinggi. Kita berharap saja sekuel yang tampaknya tidak terhindari itu tak akan lebih dari sekadar pengulangan belaka.

Durasi:
142 menit

U.S. Box Office:
$178,400,000 till April 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 01 Mei 2010

IRON MAN 2 : Kehidupan Gemerlap Tony Stark Incaran Musuh Baru

Quotes:
Tony Stark-I am Iron Man. The suit and I are one.
Justin Hammer-I wanna make Iron Man look like an antique.

Storyline:
Kini dunia sudah mengakui Tony Stark sebagai pahlawan super Iron Man dan juga milyuner penemu yang sukses. Hal tersebut memicu tekanan yang ditimbulkan oleh Pemerintah, pers, khalayak umum yang memaksa Tony berbagi rahasia teknologi yang digunakannya kepada bidang militer. Sementara itu saingan Tony, Justin Hammer berusaha keras menemukan teknologi yang sama hingga berjumpa dengan Ivan Vanko, fisikawan sekaligus putra penemu yang pernah bekerjasama dengan ayah Tony. Keduanya membentuk kekuatan baru yang mengerikan. Setelah menyerahkan Stark Enterprise kepada asisten sekaligus kekasihnya, Pepper Pots dan karyawan baru yang cerdas, Natalie Rushman, Tony pun berusaha menyelamatkan dunia sekali lagi dengan bantuan temannya Letnan Kolonel James "Rhodey" Rhodes

Nice-to-know:
Scarlett Johansson telanjur mengecat rambutnya menjadi merah sebelum dipastikan mendapatkan peran Black Widow yang awalnya ditawarkan kepada Emily Blunt yang akhirnya mundur karena jadwal syuting Gulliver's Travels (2010).

Act:
Dua tokoh utama, Robert Downey, JR dan Gwyneth Paltrow masih menokohkan Tony Stark alias Iron Man dan kekasih asistennya Pepper Pots.
Dua pendatang baru dalam sekuel ini yang memegang peran cukup penting adalah Scarlett Johansson sebagai Natalie Rushman dan Don Cheadle sebagai James Rhodes yang menggantikan Terrence Howard yang tidak sepakat dengan Marvel Studios.
Dua karakter antagonis, Justin Hammer dan Ivan Vanko masing-masing dipegang oleh Sam Rockwell dan Mickey Rourke.

Director:
Nominasi besar pertamanya diraih di Emmy Award lewat Dinner For Five (2001), kini Jon Favreau tergolong sutradara sukses yang sudah mengarahkan beberapa film box-office dari periode 1990an hingga sekarang.

Comment:
Tanpa pengenalan karakter lagi, sekuel ini langsung dibuka dengan pengenalan kehidupan Tony Stark sebagai superhero selebritis miliarder yang glamor pede kalau tidak mau dibilang congkak. Terkadang penonton akan merasa muak melihatnya tapi itulah Downey yang berhasil membawakan karakter pahlawan secara berbeda dengan gaya tersendiri. Paltrow masih tampak anggun dan cerdas sedangkan Johansson cantik dingin juga tangguh sebagai tokoh baru disini. Sutradara Favreau masih mempertahankan tone yang kurang lebih sama dengan prekuelnya. Adegan aksinya lebih ke arah penghancuran memang terasa megah walau tidak terlalu intens, terutama di awal dan akhir film. Namun apa yang terjadi di pertengahan? Sepertinya agak sedikit slow dengan perjalanan cerita yang berangsur reda, banyak sekali tempelan adegan yang tidak terlalu penting dan seharusnya bisa dihilangkan saja karena tidak mengganggu cerita. Endingnya juga terasa dipermudah, bahkan sebelum anda berekspektasi lebih, sudah diselesaikan. Kesimpulannya, Iron Man 2 "hanya" sedikit lebih baik dari prekuelnya yang terkesan lebih gelap dan provokatif di bagian awal dan akhir tetapi penilaian lengkap masih belum mampu menyamai Iron Man 1. Semoga tidak akan ada seri ketiganya kecuali betul-betul dipersiapkan secara matang.

Durasi:
120 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 03 Oktober 2009

HE'S JUST NOT THAT INTO YOU : Menguji Ketepatan Sinyal Cinta

Quotes:
Gigi-Maybe his grandma died or maybe he lost my number or is out of town or got hit by a cab...
Alex-Or maybe he is not interested in seeing you again.

Storyline:
Di Baltimore, lima wanita dan empat pria berusaha mengartikan sinyal-sinyal yang diberikan lawan jenis mereka. Gigi membayangkan setiap pria yang ditemuinya merupakan jodohnya sampai ia bertemu Alex yang secara gamblang bicara blak-blakan. Lalu suami istri Janine dan Ben yang kelihatannya baik-baik saja hingga Ben berbincang dengan Anna yang bercita-cita menjadi penyanyi. Sementara itu Neil dan Beth telah tinggal bersama selama 7 tahun lalu Beth mulai ragu akan semua itu. Ada juga Mary yang sibuk mencari jodoh di dunia maya. Apakah cinta yang nyata itu benar-benar ada? Bagaimana sesungguhnya pasangan tepat dapat ditemukan?

Nice-to-know:
Dikirimkan ke sinepleks dengan nama samaran "Boy Trouble".

Cast:
Bertabur aktor-aktris ternama Hollywood dengan masing-masing karakter yang sangat beragam.
Ginnifer Goodwin sebagai Gigi Phillips
Scarlett Johansson sebagai Anna Marks
Bradley Cooper sebagai Ben
Justin Long sebagai Alex
Ben Affleck sebagai Neil
Jennifer Aniston sebagai Beth Murphy
Jennifer Connelly sebagai Janine
Drew Barrymore sebagai Mary
Kevin Connolly sebagai Conor Barry

Director:
Pertama kali Ken Kwapis menjadi sutradara di usia 26 tahun lewat The Beniker Gang (1983).

Comment:
Tidak diragukan lagi film ini lebih memihak feminisme daripada maskulinitas. Plotnya sendiri dilihat dari sudut pandang kaum wanita terhadap pria dan hubungan kasih yang mereka jalani terhadapnya. Mari kita bahas satu persatu.
Karakter Gigi merupakan contoh wanita yang selalu salah menafsirkan perilaku pria dan berpikir pria akan berubah suatu saat nanti. Pada beberapa kasus memang demikian, seperti tertera dalam buku Mens Are From Mars dan sejenisnya.
Karakter Anna merupakan jenis wanita oportunis yang mengutamakan mimpi dan visinya terlebih dahulu sebelum memutuskan mana yang rasional untuk dijalani.
Karakter Janine merupakan sosok wanita insecure yang pernah mengalami kepahitan masa lalu sehingga perilakunya cenderung obsesif kompulsif yang pada akhirnya sulit memahami dan menerima pasangannya.
Karakter Beth merupakan macam wanita yang mempercayai lembaga pernikahan adalah satu-satunya alasan untuk bahagia meskipun sudah mempunyai hubungan serius selama bertahun-tahun tanpa adanya ikatan perkawinan.
Keempatnya diprofilekan dengan sangat baik oleh Goodwin, Johansson, Connely dan Aniston. Ditambah dengan karakter minoritas Barrymore yang percaya dunia maya bisa memberikannya keintiman yang unik. Dari penuturan dan interaksi merekalah membuat karakter-karakter pria di film ini terlihat tidak terlalu positif. Walaupun demikian Affleck, Long, Cooper, Connoly tetap diapresiasi dalam menjiwai Neil yang takut kawin, Alex yang berganti-ganti wanita, Ben yang didominasi istri, Conor yang menjadi sahabat terbaik wanita.
Sutradara Kwapis yang berpengalaman mengarahkan drama romantis juga menyisipkan tagline-tagline secara bold untuk mempertegas scene demi scene yang ingin disampaikan penekanannya. Hal tersebut cukup bekerja walau terkadang membuat film kehilangan fokus.
Apapun pendapat anda, setidaknya He's Just Not That Into You mencoba jujur menuturkan kisah cinta dan permasalahan umum kaum wanita di penghujung dua puluhan sampai tiga puluhan, selayaknya sebuah diktat yang cukup menarik dan bisa menjadi bahan pembelajaran bersama.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
$93,945,548 till early July 2009.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 07 Februari 2009

VICKY CRISTINA BARCELONA : Liburan Bermakna Dua Wanita Amerika Di Spanyol

Quotes:
Maria Elena-You're still searching for me in every woman. Juan Antonio-That is not true, Maria Elena. I was in Oviedo some weeks ago with a woman who was the antithesis of you. An American, and something beautiful happened with her. So you're mistaken. Maria Elena-You'll always seek to duplicate what we had. You know it.

Cerita:
Dua wanita muda Amerika, Vicky dan Cristina berangkat ke Spanyol untuk liburan musim panas. Vicky berkarakter sensitif dan berkomitmen terhadap perkawinannya dalam dua minggu ke depan. Sedangkan Cristina berkarakter emosional dan senang bertualang secara seksual. Di sebuah cafe, mereka bertemu pelukis karismatik, Juan Antonio dan terlibat dalam cinta segitiga yang rumit dimana pria tersebut masih terlibat dengan mantan istrinya yang temperamen, Maria Elena.

Gambar:
Kental dengan nuansa Spanyol yang eksotis dan seksi mulai dari scene café, restoran, penginapan sampai bukit-bukit pegunungan.

Act:
Aktris Inggris kelahiran 1982, Rebecca Hall mungkin belum banyak dikenal. Tapi pembuktiannya saat memerankan Vicky patut diacungi jempol sebagai gadis berprinsip teguh tapi tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya sampai mempertanyakan tujuan hidupnya sendiri.
Scarlett Johansson yang mendapat nominasi Oscar dalam Lost In Translation (2003) kali ini memperlihatkan akting menggoda sebagai Cristina yang seksi, oportunis dan tidak berpikir panjang ataupun mempunyai rencana pasti dalam hidupnya.
Sebelum ini mendapat Oscar sebagai aktor pendukung terbaik dalam No Country For Old Men (2007), Javier Bardem menunjukkan sosok pelukis berkharisma, Juan Antonio Gonzalo yang punya daya pikat tinggi terhadap wanita.
Aktris cantik asal Spanyol, Penelope Cruz yang pada akhirnya mendapat Oscar di film ini lewat perannya sebagai mantan istri bermasalah yang jiwanya tidak tenang dan emosinya tidak stabil, Maria Elena.

Sutradara:
Woody Allen yang pernah memenangkan Oscar lewat Annie Hall (1977) mencoba menyutradarai genre yang sama sekali baru baginya. Beruntung karena didukung dengan cast yang brilian dan skrip yang cukup unik.Eksekusi yang dilakukannya tergolong lancar sehingga film mengalun dengan baik.

Komentar:
Vicky Cristina Barcelona merupakan film yang bukan hanya memesona tapi juga tertulis dengan baik oleh Woody Allen. Keeksotisan Barcelona dipadu dengan ilustrasi musik yang seksi selayaknya Latin music menjadi kombinasi yang memperkuat film secara keseluruhan. Chemistry yang baik sekaligus aneh antara Javier, Scarlett dan Cruz. Rebecca sendiri paling brilian memberikan semuanya dalam peran Vicky walaupun wajahnya tidak terpampang dalam poster yang menonjolkan kisah cinta segitiga antara aktor-aktris yang lebih ternama darinya. Patut tonton sebagai salah satu kandidat Oscar 2008 ini!

Durasi:
95 menit

U.S. Box-Office:
$23,213,577 till Feb 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 10 Januari 2009

THE SPIRIT : Potret Jenaka Humanisme Heroik Versus Kejahatan

Quotes:
The Spirit-My city, I can not deny her. My city screams. She is my mother. She is my lover, and I am her Spirit.

Cerita:
Polisi amatir, Denny Colt setelah terbunuh menjelma menjadi The Spirit, pahlawan bertopeng penegak kebenaran di Central City. Misinya sederhana, memberantas kejahatan juga bekerjasama dengan detektif dan kepolisian setempat. Musuh besarnya adalah The Octopus yang tidak segan-segan membunuh setiap orang yang melihat wajahnya. The Octopus mempunyai rencana untuk membersihkan seluruh kota dan mengangkat dirinya menjadi manusia setengah dewa dengan meminum darah sisa Hercules, anak Zeus. Di sisi lain, The Spirit harus menghadapi wanita-wanita cantik dalam hidupnya yang mempunyai berbagai motif baik maupun buruk.

Gambar:
Konsep noir tahun 1950an mendominasi warna film ini, hitam putih merah membayangi setiap langkah dan tindak tanduk The Spirit.

Act:
Gabriel Macht merupakan salah satu aktor papan tengah dimana walaupun telah membintangi banyak film Hollywood tapi belum mencapai taraf terkenal. Dalam film ini, Gabriel yang sepanjang film tertutup wajahnya, memberikan aksen khusus pada sosok The Spirit lewat sorot mata dan senyumnya. Sangat membantu pada penjiwaan perannya secara keseluruhan.
Aktor kawakan Samuel L. Jackson yang filmografinya tidak terhitung kali ini kebagian peran antagonis. Citra The Octopus yang gila sekaligus licik seakan dibuat "over" oleh Samuel. Cukup berhasil memang tapi terkadang eksplorasinya cukup mengganggu.
Sederet aktris cantik mulai dari Eva Mendes, Sarah Paulson, Jaime King sampai Scarlett Johansson menjadi daya tarik film ini terutama dengan busana yang menonjolkan kemolekan fisik mereka.

Sutradara:
Pria kelahiran Maryland 27 Januari 1957, Frank Miller lebih dulu dikenal sebagai pembuat novel grafis. Memulai debutnya sebagai sutradara dalam Sin City (2005), Frank merupakan salah satu kunci sukses 300 secara komersil maupun kualitas. Kali ini dia mengarahkan langsung film yang sebetulnya sudah lama direncanakannya. Gaya khas dan konsisten mampu diterapkannya tetapi hasil akhir The Spirit konon menuai banyak kontroversi di mata kritikus dan moviegoes. Kita tunggu saja kiprah Frank dalam sekuel pertama dan kedua Sin City di tahun mendatang.

Komentar:
Awal film yang sangat membosankan karena banyak sekali dialog yang tidak penting. Mungkin film ini akan membuat anda sama tersiksanya kala menyaksikan Max Payne. Dialog terbangun dengan lebih baik saat memasuki paruh kedua film. Beberapa komentar jenaka sarkastis terlontar dari scene The Spirit maupun The Octopus cukup menyegarkan suasana, niscaya anda akan tertawa getir. Secara keseluruhan, The Spirit akan sulit dinikmati penonton awam yang mungkin mengharapkan film superhero yang superseru. Tapi tidak tertutup kemungkinan, film ini akan menjadi cult di kemudian hari. Who knows?

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till early Jan):
$17,743,738

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 11 Desember 2008

THE OTHER BOLEYN GIRL : Romantika Kakak Beradik Berbaur Intrik Kerajaan

Quotes:
Anne Boleyn: [happily to her sister] Younger than me, more beautiful than me, married before me. I'm eclipsed! *I'm* the other Boleyn girl.

Storyline:
Ketika Raja Henry VIII dan istrinya Katherine mengalami masalah perkawinan karena tidak kunjung dikaruniai seorang putera, keluarga Boleyn yaitu Sir Thomas dan Lady Elizabeth mengajukan Anne sebagai calon selir baru baginya. Hal ini didukung kuat oleh paman Anne yaitu The Duke of Norfolk yang berambisi mempertahankan kedudukannya. Namun Raja Henry VIII malah lebih tertarik pada saudari Anne, Mary yang kemudian diangkat sebagai selirnya. Anne yang diasingkan ke Perancis pun memiliki misi pribadi dan keluarganya sekaligus untuk memenangkan hati Raja Henry VIII suatu saat nanti. Akankah rencananya berhasil atau malah berbalik menjadi malapetaka yang sulit dihindarkan?

Nice-to-know:
Natalie Portman dan Scarlett Johansson mengatakan bahwa kostum mereka sangat penting dalam menjiwai karakter masing-masing.

Cast:

Sebelum ini sempat mendukung satu episode The Simpsons, Natalie Portman bermain sebagai Anne Boleyn
Tahun lalu hanya tampil dalam film ringan The Nanny Diaries (2007), Scarlett Johansson berperan sebagai Mary Boleyn
Eric Bana sebagai Henry Tudor
Jim Sturgess sebagai George Boleyn
Mark Rylance sebagai Sir Thomas Boleyn
Kristin Scott Thomas sebagai Lady Elizabeth Boleyn
David Morrissey sebagai The Duke of Norfolk

Director:
Merupakan film pertama Justin Chadwick yang sebelumnya lebih sering terlibat dalam serial atau film televisi.

Comment:

Jika anda menemukan kesamaan fakta dalam film ini dengan sejarah yang sesungguhnya, jangan lantas percaya begitu saja. Peristiwa pada masa itu memang sudah dibuatkan dalam berbagai versi mulai dari yang paling mendekati hingga fiksi belaka. Dan film ini merupakan contoh yang kedua.
Sutradara Chadwick masih meninggalkan banyak lubang dalam kinerjanya sebagai eksekutor. Jika apa yang ia perlihatkan dalam taraf kelas film televisi maka tidak menjadi masalah. Namun untuk kelas film layar lebar, sekuens cerita yang tidak runut menjadi kelemahan yang mendasar, terlebih harus menyimpulkan rentang waktu yang panjang disini.
Beruntung hal itu dapat ditutupi oleh akting gemilang para cast nya. Portman mengesankan sebagai Anne Boleyn yang cerdas, ambisius, menjijikkan sekaligus mampu menarik simpati di akhir film. Johansson bermain aman dengan karisma gadis innocent Mary yang lembut hati. Bana kurang bergigi sebagai Raja Henry VIII karena faktor womanizer yang dikedepankan disini daripada kearifannya memimpin Inggris. Sedangkan dari jajaran pendukung, Scott Thomas dan Morrissey tampil mengesankan sebagai dua pihak yang selalu bertolak belakang.
Kekuatan utama film ini adalah kostum dan setting yang menakjubkan. Bagaimana detail penampilan setiap aktor-aktrisnya diperhatikan terlebih Anne-Mary Boleyn yang karakterisasinya seakan tergambar dari gaun yang mereka pakai. Kastil Inggris yang megah juga terlihat otentik sekaligus ortodok sehingga mampu memberikan latar belakang yang artistik.
Terlepas dari ketidak akuratan sejarah yang diusungnya, The Other Boleyn Girl masih tergolong menyenangkan untuk ditonton. Bagaimana intrik dan romantika berbaur menjadi satu dalam permainan akting yang memikat dan setting yang memanjakan mata. Durasi nyaris dua jam tidak akan terlalu dirasakan walaupun endingnya terkesan diburu-buru tanpa penyelesaian yang masuk logika.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$26,814,957 till Apr 2008

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 23 April 2008

THE NANNY DIARIES : Perjuangan Pengasuh Anak Menemukan Dirinya Sendiri

Quotes:
Annie Braddock-You want to know about the dads? I'll tell you about the dads. They're chubby, bald, steak-eating, cigar-smoking, type-A pigs who get more turned on by the Bloomberg Wire than they do by any hot nannies. Actually, it's all of you in about 5 years. So take it from me, guys: Enjoy tonight, because your future looks pretty fucking bleak.

Cerita:
Lulus kuliah, Annie Braddock mendapat tekanan dari ibunya yang seorang juru rawat agar mendapatkan posisi terhormat di dunia usaha, meskipun Annie lebih memilih menukarkan blackberry miliknya untuk sebuah buku harian milik seorang antropolog. Lewat serangkaian peristiwa, nasib Annie berakhir di lingkungan elit timur Manhattan dengan bekerja sebagai pengasuh anak keluarga X yang kaya. Tugas tidaklah mudah karena Annie harus melayani segala keinginan Nyonya X dan putranya Grayer, selain itu mencoba menghindari Tuan X. Semua menjadi semakin rumit saat Annie jatuh cinta kepada tetangga keluarga X.

Gambar:
Visualisasi payung merah selayaknya nasib yang membawa kita kemana saja menjadi sesuatu yang menarik.

Act:
Aktris muda yang memulai debutnya pada umur 10 tahun di North (1994), Scarlett Johansson telah tumbuh sebagai bintang masa depan Hollywood yang cukup rajin bermain film min 2 per tahunnya. Sebagai gadis muda yang awalnya bercita-cita tinggi, ia menjelma menjadi pengasuh telaten Annie Braddock.
Laura Linney yang sebelum ini tampil dalam Breach (2007) tampil kuat sebagai Mrs X, majikan yang otoriter sekaligus menyebalkan.
Chris Evans terlihat "manis" membawakan karakter tetangga simpatik dan baik hati.
Si cilik kelahiran 13 Januari 1999, Nicholas Art bermain cukup mengesankan sebagai bocah Grayer.
Didukung pula oleh 2 bintang senior, Paul Giamatti sebagai Mr. X dan Donna Murphy sebagai Judy Braddock. Jangan lupakan penampilan biduan kondang Alicia Keys sebagai Lynette.

Sutradara:
Kolaborasi manis suami istri, Shari Springer Berman dan Robert Pulcini dalam mengangkat novel sukses ke dalam layar lebar. Walau tidak banyak terlibat sebagai sutradara, The Nanny Diaries memiliki banyak elemen yang mengasyikan untuk sebuah tontonan ringan tapi berisi.

Komentar:
Film yang menghibur. Sebuah refleksi problema keluarga kelas atas New York yang super sibuk dan seringkali mengabaikan hal-hal penting dalam hidupnya termasuk anak. Seorang lugu yang berusaha teguh pada pendiriannya dan secara optimis mampu mengubah situasi sulit menjadi kemenangan pada akhirnya. Meskipun semuanya bukan hal baru yang diperlihatkan tapi satir yang penuh sindiran berhasil menjadi "nyawa" dalam The Nanny Diaries.

Durasi:
100 menit

U.S. Box-Office:
$25,925,170 till Nov 2007

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!