XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label disney. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label disney. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

WRECK IT RALPH : Best Video Game Movie With Heart and Messages


Quotes:
Wreck-It Ralph: It's hard to love your job, when no one else seems to like you for doing it... 


Nice-to-know: 

Password yang digunakan King Candy untuk mengakses game Sugar Rush adalah UP, UP, DOWN, DOWN, LEFT, RIGHT, LEFT, RIGHT, B, A, START. Ini adalah kode cheat bagi Contra pada NES dan juga controller Nintendo yang bisa memberi hingga 30 nyawa (bukan 3 seperti biasa) pada pemainnya.

Voice: 

John C. Reilly sebagai Ralph
Sarah Silverman sebagai Vanellope
Jack McBrayer sebagai Felix
Jane Lynch sebagai Calhoun
Adam Carolla sebagai Wynnchel
Alan Tudyk sebagai King Candy


Director: 

Merupakan debut penyutradaraan Rich Moore yang selama ini berpengalaman menangani TV series.

W For Words: 
Berani bertaruh bahwa anda yang umurnya tidak berbeda jauh dengan saya pasti pernah memainkan classic arcade games seperti Rally-X Pac-Man, Defender dan sebagainya. Arena dingdong pada masa itu menggunakan koin untuk mengoperasikannya, jauh berbeda dengan anak-anak masa kini yang lebih memilih bermain di rumah menggunakan komputer, PS 3, Nintendo Wii, Xbox dan berbagai perangkat mutakhir lainnya. Walt Disney is very thoughtful! Animasi terbarunya ini mengombinasikan petualangan seru dalam balutan komedi menyentuh yang bisa dinikmati semua kalangan umur.

Alkisah Ralph si penghancur bosan bertindak sebagai antagonis dalam video game Fix-It Felix Jr. Ia merasa dikucilkan dari penghuni mansion hingga memilih pergi. Partisipasinya dalam Hero’s Duty membuahkan medali emas kepahlawanan sekaligus tanpa sengaja melepas musuh mematikan ke dunia Sugar Rush yang bisa mengancam kelangsungan populasi dunia game. Sergeant Calhoun memburu virus tersebut sebelum berkembang biak sementara Ralph berupaya membantu gadis cilik Vanellope von Schweetz untuk ikut balapan walaupun dilarang oleh King Candy.

Trio Rich Moore, Phil Johnston dan Jim Reardon
sebagai penulis skenario masih menjaga pakem film-film Disney yaitu pencarian identitas diri yang sesungguhnya lewat serangkaian perjalanan tak terduga. Hal tersebut tak sepenuhnya menjadikan plotnya predictable karena terbukti beberapa twist masih disimpan hingga menit-menit terakhir. Selain itu dunia penuh warna dan setting kreatif rekaan sutradara Rich mampu menghadirkan visualisasi yang mengagumkan, baik di dalam maupun di luar dunia game. 3D nya menarik tapi bukan harga mutlak untuk menikmati animasi ini.

Sedikit pengetahuan tentang dunia video game dibutuhkan untuk lebih “menjiwai” petualangan yang disajikan. Ya, dunia magis yang baru akan hidup setelah waktu “aktif” nya berlalu ini memang imajinatif, lengkap dengan interpretasi kode, bit, piksel, avatar, kabel yang membuat para gamer bernostalgia. Humornya yang sedikit keras mungkin lebih bekerja pada penonton dewasa tapi setidaknya anak-anak lebih menghargai motion tokoh-tokohnya yang teramat kartunis tersebut. Soundtrack ear-catchy dari Owl City, AKB48 dsb semakin menghidupkan suasana. 

Ohya, sebagai pembuka ada animasi pendek hitam putih berdurasi 7 menit bertitel Paperman. Kisahnya sederhana yaitu seorang pekerja pria yang secara kebetulan bertemu seorang wanita cantik di jalan. Tanpa sengaja wanita itu meninggalkan bekas lipstik di kertas kerja sang pria. Yang terjadi kemudian adalah usaha pria mencari jalan kembali ke wanita tersebut, tentunya dengan sedikit bantuan takdir. Tanpa suara dan kata-kata, romantisme manis ini murni mengandalkan bahasa gambar yang mungkin mengingatkan anda pada pasangan Carl dan Ellie dalam Up (2009). Love it!

Jika mau mencermati, ruang lingkup Wreck-It-Ralph sebenarnya tidak seluas yang dibayangkan. Penampilan berbagai cameo lah yang menjadikannya variatif, sebut saja zombie, pac-man, Q*bert dan deretan karakter familiar lainnya. Itulah sebabnya film tak pernah kehilangan fokus plot utamanya. Saya berharap kesuksesan yang diraih akan membuka pintu kesempatan bagi spin-off lainnya dalam frame yang lebih besar lagi. Sementara itu nikmatilah dahulu animasi dengan hati ini yang menitikberatkan pada aksi heroik serta konsep persahabatan yang bermakna dalam. Bagaimana merasa nyaman dengan diri sendiri meski kerap mendapat cap negatif. This is the best video game movie ever made!

Durasi: 
101 menit 

U.S. Box Office: 

$49,038,712 till Nov 2012 

Overall: 

8 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 24 Juni 2012

BRAVE : Less Innovative But Still Morality Charming


Quotes:
Princess Merida: I want my freedom!
Queen Elinor: But are you willing to pay the price your freedom will cost?

Nice-to-know:
Awalnya dikabarkan berjudul The Bear and the Bow.

Voice:
Kelly Macdonald sebagai Merida
Emma Thompson sebagai Elinor
Billy Connolly sebagai Fergus
Julie Walters sebagai The Witch
Robbie Coltrane sebagai Lord Dingwall
Kevin McKidd sebagai Lord MacGuffin / Young MacGuffin
Craig Ferguson sebagai Lord Macintosh

Director:
Film kedua Brenda Chapman setelah The Prince of Egypt (1998) yang kali ini berkolaborasi dengan spesialis film pendek Mark Andrews dan astrada Steve Purcell.

W For Words:
Demi memperbaharui citarasa animasinya, Disney sudah beberapa kali bekerjasama dengan Pixar dalam menyuguhkan tontonan yang lebih modern dan tentunya menjual bagi segmentasi yang ditujunya. Salah satu dedengkot di belakangnya adalah Irene Mecchi yang kali ini bertandem dengan ketiga sutradara menggarap skrip aksi heroine (pertama kali dalam produksi Pixar) pemberani yang jago memanah dalam nuansa Skotlandia. Menarik walaupun trailernya tidak terlihat menawarkan apa-apa. Still we cannot judge a movie by its trailer only. See deeper and give it a chance, in fact it’s a school holiday for kids!

Puteri Merida seringkali berargumen dengan ibunya, Ratu Elinor yang ingin menikahkannya dengan salah satu dari putera Lord Dingwall, Lord MacGuffin atau Lord Macintosh. Kontes memanah pun diadakan dan bisa ditebak, Merida yang jago memegang busur pun menang telak. Ketika melarikan diri ke hutan, Merida berjumpa penyihir yang mengabulkan permintaannya yaitu mengubah sang Ibu sesuai takdirnya. Tak diduga, Ratu Elinor berubah menjadi beruang dan segera menjadi buruan seantero kerajaan. Merida harus andalkan keberaniannya untuk menghapus kutukan tersebut sebelum terlambat.

Premis yang diangkat masih seputar dongeng berlandaskan nilai-nilai keluarga yang memang tak terlalu inovatif. Pernah ada Brother Bear (2003) dengan ide yang kurang lebih sama, hanya berbeda ikatan dan gender saja. Disini Merida tetaplah tipikal puteri Disney yang mendambakan kebebasan dan kemandirian hidup. Konflik dengan sang ibu adalah kekuatan utama cerita tanpa berniat mengesampingkan sederetan tokoh lelaki yang berseliweran di istana dengan aksi spontanitas masing-masing. Raja Fergus dan tiga putra kembarnya terbukti masih mampu mencuri perhatian sebagai pelengkap.

Tampilan visualnya sangatlah memanjakan mata. Detil gesture terutama kibasan rambut merah kribo Merida amat diperhatikan. Alam Skotlandia dengan pegunungan, mata air alami, hutan rimbun sampai bukit hijau memang terasa lebih hidup dalam format 3D tetapi tidak terlalu esensial pengaruhnya. Musik latar yang menggugah juga mengalun pas mengiringi aksen Skotlandia asli Kelly McDonald dalam menyuarakan Merida yang pemberontak, sama halnya dengan aksen British aktris veteran Emma Thompson dalam menyulihkan Elinor yang over-protektif itu.

Brave memang lebih terkesan Disney yang simple and heartwarming dibandingkan Pixar yang complex and marvelous. Satu yang harus diakui adalah penyampaian pesan moral yang begitu mengena tentang menjadi diri sendiri tanpa harus bersikap egois. Penyesalan memang selalu datang terlambat tetapi akan selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Kids will love the decent fairytale and adults will enjoy the predictable moment to moment entertainment until it finished. Quite strong narrative from start to end with enough giggles from magical humors along the way.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$66,700,000 in opening week of June 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 03 Desember 2010

RAPUNZEL : Kebebasan dan Romantika Puteri Terkungkung

Quotes:
Rapunzel-Who are you, and how did you find me?
Flynn Rider-I know not who you are, nor how I came to find you, but may I just say... Hi. How you doin'?

Storyline:
Setelah menerima kekuatan penyembuhan sebuah bunga ajaib, bayi Puteri Rapunzel diculik dari istana pada suatu malam oleh Mother Gothel. Ya kekuatan itu lalu tumbuh di rambut panjang Rapunzel yang keemasan sehingga Mother Gothel mengurung putri malang itu di sebuah menara tinggi tanpa pintu demi membuatnya tetap sehat dan awet muda. Rapunzel yang terus bersabar ditemani bunglonnya, Pascal lambat laun merasa bosan terkungkung dan mengajukan permohonan keluar menara di usia 18 tahunnya untuk melihat festival lampion kerajaan. Mother Gothel tidak mengijinkannya hingga suatu saat Rapunzel nekad melarikan diri dengan bantuan sang pencuri mahkota, Flynn Ryder. Keduanya mengalami petualangan seru kemudian walau dikejar pihak-pihak yang memiliki tujuan berbeda. Akankah Rapunzel menemukan arti hidup yang baru di usianya yang muda itu?

Nice-to-know:
Merupakan film dongeng Disney pertama yang menggunakan teknologi CGI sekaligus mendapatkan rating PG.

Voice:
Sempat bermain dalam beberapa episode serial televisi top Grey's Anatomy, Mandy Moore kali ini menghidupkan sosok Rapunzel dengan suara merdunya.
Terakhir kali mendukung film anak-anak juga yaitu Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel (2009), Zachary Levi kini mengisi suara Flynn Ryder, pencuri yang dalam pelariannya bertemu seorang putri berkemampuan ajaib.
Donna Murphy sebagai Mother Gothel
Ron Perlman sebagai Stabbington Brother

Director:
Nathan Greno dan Byron Howard sebelumnya pernah bekerjasama membuat film pendek yaitu Let It Begin (2009). Howard sendiri sempat menangani animasi CGI Disney lainnya, Bolt di tahun 2008.

Comment:
Tanpa ekspektasi apapun, saya pergi menonton film ini dengan setengah hati. Namun sejak scene pertama bergulir, saya merasa akan ada sesuatu yang istimewa disini. Dugaan tersebut tidak salah. Saya jatuh cinta sejak pandangan pertama dengan karakter Rapunzel dan bunglonnya, Pascal. Kemudian diperkenalkanlah karakter pencuri Flynn, ibu jahat Gothel dan kuda kerajaan Maximus. Lengkaplah kelima tokoh yang akan membombardir anda dengan berbagai macam perasaan selama lebih kurang 90 menit mulai dari senang hingga sedih.
Sejenak saya lupa bahwa film ini murni animasi CGI. Sebab banyak sekali elemen animasi klasik Disney seperti kehadiran putri, pahlawan penyelamat, nenek jahat dan jalinan kisah indah yang membelitnya. Background yang dipenuhi dengan pepohonan dan rerumputan hijau beratapkan langit biru sungguh memanjakan mata. Belum lagi festival tahunan lentera kerajaan yang mampu memaksimalkan konsep 3D yang diusungnya. Terutama pada satu scene dimana Rapunzel dan Flynn berlayar menelusuri sungai di malam hari. Indah sekali menyaksikan lampion-lampion tersebut seakan melayang langsung di hadapan wajah anda.
Meski menghadirkan beberapa humor slapstick, hal tersebut malah memperkaya eksplorasi ceritanya. Jangan katakan ini film feminis walau mungkin penonton perempuan akan dihibur oleh kemandirian dan rasa penasaran Rapunzel, tetapi penonton lelaki juga terwakili oleh ketangguhan dan keberanian Flynn. Aksi dan romantisme dihadirkan secara seimbang disini. Belum lagi kemunculan seekor bunglon yang cerdik lucu dan seekor kuda yang jumawa tangguh berhasil mencuri perhatian saat berinteraksi dengan tokoh-tokoh manusia tersebut walaupun tidak bisa berbicara samasekali.
Mandy Moore mampu bernyanyi dan berdialog sama baiknya sebagai Rapunzel. Ia pernah berakting dengan baik di berbagai drama sebelumnya tetapi mmbawakan sosok lugu nan bersemangat disini, saya menyadari bakat besar yang dimilikinya. Sebaliknya Levi juga terampil mengimbangi dengan menyuarakan Flynn dengan penjiwaan yang menarik. Chemistry keduanya benar-benar tergambar secara natural lewat proses yang tidak dipaksakan.
Saya bangga pada Walt Disney yang masih mampu bertaji di penghujung tahun 2010 ini. Kisah klasik Rapunzel ini bukan hanya berhasil dimodernisasi dengan kreatifitas tinggi tetapi juga disuguhkan dengan kehangatan hati. Percayalah meski ini animasi, emosi anda akan turut terseret jauh mengikuti petualangan Rapunzel dan Flynn diiringi dengan lagu-lagu penuh makna. Suatu karya yang tidak boleh anda lewatkan begitu saja dan mungkin saja Tangled akan menjadi salah satu all-time favorit anda seperti saya yang ingin menyaksikannya lagi dan lagi. Thumbs up untuk kinerja duet sutradara Greno dan Howard.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$68,706,298 in opening week of mid NovNov 2010.

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 10 Januari 2010

THE PRINCESS AND THE FROG : Romansa Pangeran Katak dan Gadis Pelayan

Quotes:
Princess Tiana-Once you two are married, you are gonna keep your promise and get me my restaurant, right?
Prince Naveen-Whoa, oh, not so fast. I made that promise to a beautiful princess, not some cranky wai - why are those logs moving?

Storyline:
Lottie dan Tiana sudah bersahabat sejak kecil, hanya saja nasib mereka berbeda jauh, Lottie terbiasa hidup dalam kemewahan dengan orangtua yang berada sedangkan Tiana berpuas dalam kesederhanaan dengan orangtua pekerja keras yang saling mencintai. Beberapa tahun kemudian, Lottie bisa disebut seorang puteri yang manja dan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, bertolak belakang dengan Tiana yang hanya menjadi pelayan restoran. Sementara itu Pangeran Naveen yang bergaya hidup santai datang ke kota tersebut bersama asistennya Lawrence tanpa menyadari bahaya saat bertemu Dr. Facilier yang kemudian mengutuk Naveen menjadi seekor kodok. Kini Naveen harus berjuang mengembalikan status aslinya dengan sebuah ciuman kasih sayang yang tulus. Berhasilkah ia?

Nice-to-know:
Jennifer Hudson, Alicia Keys dan Tyra Banks sempat dipertimbangkan untuk mengisi suara Tiana tetapi akhirnya diambil oleh Anika Noni Rose yang kidal dan menginginkan karakter Tiana juga kidal pada filmnya.

Voice:
Pernah menjadi salah satu gadis bersuara emas dalam Dreamgirls (2006), Anika Noni Rose mendapat peran utama untuk mengisi suara Tiana
Bruno Campos sebagai Prince Naveen
Keith David sebagai Dr. Facilier
Michael-Leon Wooley sebagai Louis
Jennifer Cody sebagai Charlotte LaBouff
Jim Cummings sebagai Ray
Peter Bartlett sebagai Lawrence
Jenifer Lewis sebagai Mama Odie

Director:
Kolaborasi animasi keenam Ron Clements dan John Musker yang diawali sejak The Great Mouse Detective (1986).

Comment:
Rasanya sudah lama sekali Walt Disney tidak memproduksi film animasi dua dimensi konvensional. Terakhir yang cukup berkesan bagi saya adalah Brother Bear (2003. Kini hadir kembali dengan tema yang sudah dikenal kita semua sejak jaman kanak-kanak yaitu putri dan kodok. Kisah klasik tersebut sudah berulang kali difilmkan baik versi animasi ataupun live action, lalu sejauh mana Disney percaya diri dengan karyanya ini?
Dari segi cerita, beberapa improvisasi dilakukan yang bisa dikatakan berhasil karena ide-idenya tergolong fresh seperti kemunculan karakter kunang-kunang, buaya peniup terompet, dukun voodoo dsb. Semuanya bersinergi dengan baik dengan dua tokoh utama tersebut. Pembagian scene antar subplot tergolong lancar dan memperkuat bangunan cerita. Berbagai elemen klise disiasati dengan kreatif seperti Tiana yang tiba-tiba menjadi kodok juga setelah mencium Naveen. Petualangan keduanya sebagai kodok jantan dan betina itulah yang menarik disini.
Dari segi dubbing meski tidak menggunakan aktor-aktris ternama tetapi hasilnya cukup maksimal, terlebih David yang memberikan "jiwa" lebih pada karakter antagonisnya disini. Acungan jempol bagi duet sutradara Clements dan Musker yang menggarap detail cerita dengan efektif. Meski tidak sekuat pendahulunya, penempatan lagu tema cukup pas di beberapa bagian termasuk lantunan suara Ne-Yo via tembang Never Knew I Needed pada credit title.
Princess and the Frog akan mengingatkan anda pada masa keemasan Walt Disney di era 1990an dengan penokohan yang kuat dan intrik cerita yang terjalin rapi serta ditutup dengan manis dan realistis. Tidak heran hasil box-officenya tergolong memuaskan dimanapun ditayangkan. Semoga memacu studio film lain untuk tetap tertarik menghasilkan animasi tradisional dengan kualitas serupa. Thumbs up!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$104,374,107 till Apr 2010.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 14 Desember 2009

OLD DOGS : Dagelan Dua Pria Paruh Baya dan Dua Anak Kecil

Quotes:
Dan-If I'm gonna be an old dad, you're gonna be Uncle Charlie. We can do this.
Charlie-We?

Cerita:
Dan beserta Charlie adalah dua pria paruh baya yang mengelola bisnis bersama selama lebih dari 30 tahun. Di luar itu, mereka bersahabat akrab dan melakukan aktifitas bersama mulai dari tinggal di apartemen yang sama, melewatkan waktu di klub hingga berlibur. Beberapa bulan setelah perkenalan Dan dengan wanita cantik bernama Vicki, tiba-tiba Vicki kembali dan divonis hukuman penjara selama 2 minggu. Tidak tanggung-tanggung, ia menitipkan putra-putrinya pada Dan dan Charlie. Hari demi hari dua lajang yang sudah tidak muda itu lagi pun menjadi tidak mudah. Bahkan berbagai jadwal pertemuan bisnis mereka pun terganggu. Akankah pada akhirnya kepusingan tersebut dapat diatasi? Bagaimana masa depan kerjasama Dan-Charlie dengan perusahaan Jepang yang sudah sangat diidam-idamkan itu?


Gambar:
Berbagai area seperti Arena at Harbor Yard, Stasiun Grand Central, Terminal 4 Bandara JFK, Stadium Shea, Kebun Binatang Santa Ana hingga apartment Dan di New Jersey menjadi setting bervariasi yang menyenangkan bagi komedi keluarga ini.


Act:

Kedua kali diarahkan setelah Wild Hogs (2007), John Travolta yang sudah berusia 55 tahun ini bermain sebagai Charlie yang playboy dan flamboyan sekaligus blak-blakan. Karakter Dan yang rendah hati sekaligus lembut diambil oleh Robin Williams yang memulai karir aktingnya lewat film Popeye (1980. Istri Travolta dalam kehidupan nyata, Kelly Preston disini berperan sebagai Vicki, seorang wanita cantik dengan dua orang anak masing-masing Zach dan Emily yang dijiwai oleh Conner Rayburn dan putrinya sendiri, Ella Bleu Travolta.

Sutradara:

Pertama kali memulai debutnya dalam komedi remaja yang akhirnya cukup dikenal Van Wilder (2002), Walt Becker menyutradarai film kelimanya ini sekaligus kerjasama kedua berturut-turut dengan John Travolta. Patut ditunggu kiprahnya di masa mendatang.


Comment:

Dari jajaran cast terbilang menjanjikan, Williams, Travolta, Green bukan nama-nama asing yang mampu bermain dalam drama dan komedi sama baiknya. Terutama Williams yang belakangan semakin fasih berlakon dalam drama keluarga yang terkadang mengumbar kelucuan slapstick termasuk saat Green dalam pelukan seekor gorila di kebun binatang. Kolaborasi ketiganya dalam memancing tawa disini memang cukup berhasil, baik secara disengaja ataupun tidak, baik lelucon kasar ataupun halus. Dengan fakta tersebut, rasanya perlu berpikir dua kali jika ingin mengajak anak-anak di bawah umur menyaksikannya terutama beberapa lelucon selayaknya pasangan gay ataupun hal-hal yang berbau rasis. Permasalahan lain adalah plot ceritanya tergolong klise dan berpuluh-puluh kali diangkat sebelumnya sehingga tidak akan sulit menebak kelanjutan bahkan endingnya. Hal itu seharusnya bisa disiasati jika sutradara cermat bermain dengan eksplorasi dan eksekusi yang berbeda darri biasanya. Namun hal itu tidak terjadi disini. Dengan bantuan anjing tua milik Dan-Charlie, Old Dogs yang juga disokong oleh Walt Disney Pictures pun "mencoba" menghibur anda dengan beberapa nilai jual didalamnya termasuk unsur kekeluargaan antara orangtua dan anak. Tertawalah jika anda merasa itu lucu apalagi jika anda memiliki waktu luang ke bioskop. Just sit, stay and play dad!


Durasi:

90 menit


U.S. Box Office:
$33,924,385 till Dec 2009


Overall:

7 out of 10


Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor

6.5-poor but still watchable
7-average

7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good

9-excellent

No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 18 Agustus 2009

THE MAGIC GOURD : Botol Tuak Pengabul Keinginan Seorang Bocah Pemalas

Cerita:
Bocah berusia 11 tahun, Wang Bao menemukan botol tuak ajaib yang bisa mengabulkan semua permintaannya saat memancing di danau yang sepi. Wang Bao tidak mengira masalah yang akan ia hadapi oleh karena botol tuak tersebut kemudian dimana kehidupannya malah semakin berantakan dan membuatnya dijauhi teman-teman di sekolah. Akankah pada akhirnya Wang Bao mengerti bahwa hal terbaik dalam hidup ini adalah dengan mengandalkan diri sendiri?

Gambar:
Berlokasi di Zhejiang, sungai dan padang bambu tempat pertemuan Bao Hulu dan Wang Bao terasa sangat alami dan indah.

Act:
Wang Bao diperankan oleh pendatang baru cilik asli China, Zhu Qilong.
Mengawali karir akting dalam Mack The Knife (1995), Gigi Leung kali ini memainkan karakter Miss Liu, guru Wang Bao dkk yang cantik dan bijak.
Aktor kawakan Lau Ching Wan mengisi suara The Magic Gourd.

Sutradara:
Kolaborasi John Chu dan Frankie Chung yang rupanya mengawali debut di kursi sutradara lewat film animasi nyata kerjasama pertama Disney dan China ini.

Komentar:
Film ini memang ditujukan untuk segmen anak-anak tingkat sekolah dasar. Bagaimana mengajarkan seorang murid menjadi rajin, bisa bekerjasama dan mau bergantung sepenuhnya pada usahanya sendiri untuk mencapai impiannya. Animasi botol tuak dan katak sangat menarik dan disuarakan dengan pas. Juga didukung akting yang baik dari bocah pemeran utamanya dan aktor-aktris pendukung lainnya. Ada rasa yang nyata mengenai keajaiban pada beberapa adegan dimana Disney Amerika belum terlalu menyentuhnya. Ada satu issue yang cukup mengganggu, dimana storyline The Magic Gourd sangat mirip dengan CJ7 yang dibuat lebih komersil. Mana yang lebih baik menurut anda?

Durasi:
85 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 01 Agustus 2009

UP : Cinta Abadi Berujung Petualangan Fantastis

Quotes:
Carl Fredricksen-[Carl, with his house high in the air, opens his door to see who knocked on it. Looking around, he spots Russell and yells... ] Whaa!
Russell-Hi, Mr. Fredricksen! It's me, Russell!
Carl Fredricksen-What are you doing out here, kid?
Russell-I found a snipe, and I followed it under your porch, but this snipe had a long tail, and looked more like a large mouse.
[His flag then blows away in the wind, and he gasps]
Russell-[Turns to Mr. Fredricksen] Please let me in.
Carl Fredricksen-[pause] No.
[He slams the door shut]
Carl Fredricksen-[Russell waits uncertainly for a few seconds. The door opens again] Oh, all right...
[Russell runs inside]

Cerita:
Bocah penyendiri Carl Fredrickson bertemu dengan anak perempuan bersemangat Ellie. Lewat serangkaian kejadian, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia sambil mempertahankan mimpi untuk pergi ke negeri yang hilang di Amerika Selatan. Sayang sebelum semuanya terwujud, Ellie meninggal. Carl yang berduka bertekad mewujudkan impian istrinya dengan cara apapun juga. Lewat ide brilian menggunakan puluhan ribu balon udara, Carl berhasil menerbangkan rumahnya untuk menuju tujuannya tanpa menyadari bahwa seorang pramuka siaga bernama Russell turut serta dalam perjalanannya. Petualangan apa yang akan mereka temui kemudian?

Gambar:
Animasi Pixar yang berkolaborasi dengan Disney terkenal sangat halus dan indah apalagi ditambah dengan sentuhan 3D yang dijamin memuaskan mata anda!

Voice:
Aktor kawakan berusia 80 tahun, Edward Asner sebagai Carl Fredricksen
Jordan Nagai sebagai Russell
Christopher Plummer sebagai Charles Muntz

Sutradara:
Pernah sukses dengan Monsters, Inc. (2001), Pete Docter kembali setelah 8 tahun menjadi penulis, pengisi suara atau produser dalam beberapa film animasi kondang. Dibantu pula oleh Bob Peterson sebagai asisten sutradara.

Komentar:
Bagian pertama UP boleh dibilang sangat sederhana tetapi menyentuh mengenai kisah cinta sepasang manusia berlainan jenis yang terjalin abadi. Sedangkan bagian kedua lebih menekankan pada petualangan Carl, Russell bersama seekor anjing Dug dan burung langka Kevin yang seru sekaligus lucu. Kombinasi itulah yang menjadi jualan animasi terbaru Disney-Pixar ini yang kerapkali menyuguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan pesan moral yang kental. Ya, menyaksikan UP akan membuat anda tertawa sekaligus terharu. Bagaimana sebuah ide simpel bisa dikembangkan menjadi suatu tontonan yang sangat kreatif. Lupakan sejenak beberapa logika dasar yang nonsense dan juga plot cerita yang predictable, film ini tetaplah juara di berbagai aspek lain!

Soundtrack:
"Habanera" from "Carmen" by Georges Bizet
"The Spirit of Adventure" by Craig Copeland

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$279,583,282 till mid July 2009

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 16 April 2009

RACE TO THE WITCH MOUNTAIN : Pelarian Dua Alien Remaja Bersama Supir Taksi

Quotes:
Jack Bruno-You do know how to fly this thing, right?
Seth-How did you think we got here?
Jack Bruno-Well, you crashed, remember?

Cerita:
Bekas napi yang tengah merintis hidupnya kembali sebagai supir taksi di Las Vegas, Jack Bruno secara tidak sengaja menghadiri konvensi UFO di Planet Hollywood saat menjemput Dr. Alex Friedman yang harus memberikan kuliahnya disana. Jack yang tengah mengatasi tekanan dari mantan bosnya yang berusaha menariknya kembali ke dunia kriminal tiba-tiba dikejutkan kemunculan dua remaja belia kakak beradik, Seth dan Sara yang memiliki tujuan misterius sebagai penumpangnya. Sementara itu Pemerintah menemukan kapal luar angkasa yang hancur di dekat Las Vegas dan memburu dua alien di bawah pimpinan Jenderal Henry Burke. Bagaimana Jack bisa membantu Seth dan Sara lolos dari semua hal tersebut menuju Witch Mountain termasuk dari kejaran Syphon, pembunuh dari luar angkasa yang ingin menguasai bumi?

Gambar:
Sebagian besar berlokasi syuting di California dan jalan-jalan panjang Nevada. Juga didukung oleh bantuan spesial efek CGi terutama adegan yang menyangkut UFO dan makhluk angkasa luar.

Act:
Ternama dari acara gulat profesional televisi WWF, Dwayne Johnson kali ini bermain sebagai Jack Bruno, mantan napi yang beralih profesi sebagai supir taksi.
Terakhir tampil singkat dalam Jumper (2008), AnnaSophia Robb disini kebagian tokoh alien muda, Sara dan kakaknya, Seth yang diberikan pada aktor remaja Kanada yang baru saja bermain dalam The Seeker : The Dark Is Rising (2007), Alexander Ludwig.
Dari trilogi Spy Kids, Carla Gugino kembali pada film anak-anak sebagai Dr. Alex Friedman, ahli teori UFO dan benda asing angkasa luar yang secara tidak sengaja terlibat petualangan seru.
Aktor veteran Inggris, Ciaran Hinds kebagian peran antagonis, Henry Burke, kepala Departemen Pertahanan yang ambisius dan licik.

Sutradara:
Film keduanya setelah Asteroid Adventure (1994), Hoyt Yeatman lebih banyak terlibat dalam bidang spesial/visual efek termasuk saat memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Effect dalam The Abyss (1989).

Komentar:
Stereotipe film-film Disney non animasi adalah plot cerita yang ringan dan bisa menghibur seantero keluarga. Race To The Witch Mountain masih setia pada pakem tersebut walaupun merupakan proyek remake dari kisah klasik yang sudah dikembangkan sedemikian rupa, terima kasih atas bantuan CGI yang sangat membantu modernisasi kisah bertemakan alien ini. Akting semua karakter utamanya bisa dikatakan pas porsinya, tidak berlebihan tapi tetap menonjol. Dari awal sampai akhir, film ini terus bergerak cepat dan untungnya mampu menjaga antusiasme penonton untuk terus mengikutinya. Sebuah film hiburan yang bisa dijadikan alternatif tontonan musim panas yang biasanya sesak dengan film-film bombastis tapi kehilangan unsur funnya.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$67,128,202 till July 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 14 Desember 2008

BOLT : Petualangan Dunia Nyata Anjing Bintang Televisi

Quotes:
Bolt-What is this red liquid coming from my paw?
Mittens-It's called blood, hero!
Bolt-Do I need it?

Cerita:
Seekor anjing bernama Bolt berkekuatan super bertualang dengan majikannya Penny untuk menyelamatkan dunia! Sayangnya hal itu hanya terjadi di dunia televisi dimana serial tersebut mendapat rating yang bagus. Namun Bolt menganggap semua itu nyata dan konflik mulai muncul saat ia terlepas dari kandang trailernya dan terdampar di dunia nyata. Bolt kemudian bertemu kucing belang Mittens dan hamster di dalam bola plastik Rhino yang berusaha membantunya kembali ke habitat asalnya dengan kekuatan seekor anjing biasa.

Gambar:
Animasi Walt Disney boleh dikatakan halus walau kualitas 3D nya tidak sebaik hasil produksi studio lain. Dalam Bolt ini, gambar animasi tergolong detail dan tajam. Adegan petualangan Bolt menyusuri kota menjadi menarik untuk disaksikan.

Voice:
Aktor senior John Travolta dengan cemerlang menghidupkan tokoh Bolt. Dengan tekstur suara nyaring dan berat, ia memberikan energi pada si anjing super itu.
Bintang muda yang tengah menanjak, Miley Cyrus didapuk sebagai Penny. Walau bagian dubbingnya tidak banyak, intonasi Penny menjadi nilai plus.
Mark Walton dan Susie Essman sebagai Rhino dan Mittens juga terdengar ceria menggigit mengiringi perjalanan Bolt menemukan rumahnya.

Sutradara:
Bolt menjadi film animasi pertama yang disutradarai duet Byron Howard dan Chris Williams. Sebelumnya mereka hanya menjadi pendukung dalam divisi animasi sekaligus menggagas beberapa ide cerita untuk film produksi Disney terdahulu. Karya perdana Howard-Williams ini boleh dibilang cukup mewakili semangat animasi Disney yang biasanya sarat pesan moral.

Komentar:
Kesan yang saya tangkap saat menyaksikan Bolt, Walt Disney sudah mulai kehilangan taring karena karya-karyanya tidak sebaik dahulu pada rentang waktu 1990-2000. Itu bukan berarti Bolt mengecewakan, hanya saja hasil akhir cenderung biasa saja. Pesan saya, nikmati saja film ini dari awal sampai akhir, ajak anak, adik atau saudara anda yang lebih kecil untuk menonton bersama tanpa perlu berpikir panjang, niscaya anda sekalian akan tertawa ringan dan terhibur :)

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (till early Dec):
$79,381,422

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 19 November 2008

BEVERLY HILLS CHIHUAHUA : Petualangan Anjing Tersesat Di Mexico City

Quotes:
Chloe-”Tiny, but mighty.”
Papi-”We’re Mexican, not Mexi-can’t.”

Cerita:
Chloe, seekor chihuahua manja dan bergaya hidup mewah dipercayakan oleh majikan Aunt Viv pada keponakannya yang serabutan, Rachel selama beberapa hari. Rachel yang tidak pernah melakukan sesuatu yang benar dalam hidupnya kontan menerima tugas itu dengan terpaksa sambil berlibur dengan teman-temannya di Mexico City. Bisa ditebak, Chloe yang bosan ditinggal di hotel melarikan diri dan menarik perhatian komplotan pemilik adu anjing yang juga mengincar kalung berlian Chloe. Terdampar di negeri yang sama sekali asing dan keras, Chloe berteman dengan mantan anjing pelacak polisi, Delgado. Berdua mereka berusaha menghindari Dobberman jahat, Diablo. Berhasilkah Rachel menemukan Chloe? Bagaimana Chloe yang terbiasa hidup enak harus berjuang mempertahankan identitas dan integritasnya?

Gambar:
Anda akan tertegun di awal film dibuka dengan gambaran kemewahan anjing-anjing Beverly Hills yang menjalani hidup seperti manusia kalangan atas mulai dari manicure, pedicure, berenang, memilih baju, berpesta dsb serta berbicara satu sama lain dengan aksen dan mimik yang sangat lucu.

Act:
Piper Perabo kali ini cukup menarik dalam memerankan Rachel, seorang gadis yang hidupnya berantakan dan tidak pernah berpikir panjang sampai menjadi bertanggungjawab atas apa yang dipercayakan olehnya.
Jamie Lee Curtis tampil fun sebagai Aunt Viv yang kaya raya dan bergaya hidup mewah

Voice:
Drew Barrymore mampu memberi “jiwa” pada anjing chihuahua manja, Chloe dengan aksen yang lucu menggemaskan.
Andy Garcia menambahkan aksen berat dan tegas yang pas pada anjing German Shepherd, Delgado.
George Lopez dengan aksen Latin nya menghidupkan sosok anjing chihuahua Mexico, Papi.

Sutradara:
Raja Gosnell yang angkat nama lewat film-film hiburan keluarga kali ini mempertahankan pakem yang sama dengan tokoh utama segerombolan anjing chihuahua yang berbicara. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena harus dibantu dengan animasi pula tapi hasil akhirnya patut diacungi jempol.

Komentar:
Film ini sangat ringan dan fun. Nikmati saja sebagai hiburan belaka, niscaya anda akan larut dalam tawa dan haru menyaksikan perjuangan Chloe-Delgado-Papi dalam mempertahankan hidupnya. Kinerja animasi yang brilian sesuai standar Walt Disney dan Hollywood.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$91,614,153

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!