XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Kamis, 12 Juni 2008

21 : Siswa Jenius "Berjudi" Di Las Vegas

Quotes:
Jill Taylor-[in Foxx Strip Club] So do you want a private dance?
Ben Campbell-How much?
Jill Taylor-20 a song, 30 song minimum.
Ben Campbell-I don't know. Sounds expensive.
[they kiss]

Cerita:
Diinspirasi dari kejadian sesungguhnya mengenai siswa-siswi MIT yang jago dalam permainan kartu dan memenangkan jutaan dollar di kasino Vegas. Demi membayar uang sekolahnya, Ben Campbell bersedia direkrut sebagai siswa paling berbakat di MIT untuk menaklukkan Vegas. Dengan bantuan Profesor Statistik Micky Rossa yang sangat pintar dan identitas palsu, kepintaran dan keahlian menghitung kartu yang sangat susah, Ben dan teman-temannya berhasil memasuki kasino. Sekarang tantangannya adalah bermain sesuai rencana dan berada satu langkah di depan sebelum semuanya di luar kontrol.

Gambar:
Dunia judi Vegas dan dunia mahasiswa MIT di Boston bercampur baur dengan sempurna memanjakan mata.

Act:
Belum lama ini mendukung The Other Boleyn Girl, aktor Inggris bernama Jim Sturgess sukses mencuri perhatian lewat perannya sebagai Ben Campbell, mahasiswa MIT yang cerdas dan bercita-cita masuk Kedokteran Harvard walau sempat dibutakan oleh keserakahan.
Saya paling ingat perannya dalam Pay It Forward (2000), Kevin Spacey merupakan aktor kaliber Oscar. Dalam film ini sebagai Profesor Micky Rossa yang berhasil menggerakkan murid-muridnya untuk mengikuti kemauannya.
Aktris muda Amerika, Kate Bosworth memulai debutnya dalam The Horse Whisperer (1998) dan kali ini memerankan Jill Taylor, love interestnya Ben Campbell.
Sebelum ini turut andil dalam The Death and Life of Bobby Z, aktor Afro Amerika kawakan bernama Laurence Fishburne ini kebagian peran antagonis pengawas kasino, Cole Williams.
Didukung pula oleh dua bintang muda keturunan Asia, Liza Lapira sebagai Kianna dan Aaron Yo sebagai Choi.

Sutradara:
Selama ini banyak menyutradarai film ringan menghibur termasuk Legally Blonde (2001) yang melejitkan nama Robert Luketic. Transisinya dalam 21 patut diacungi jempol karena berhasil menyajikan kisah yang menarik untuk diikuti.

Komentar:
Plot yang menarik dengan alur cerita yang cepat sekaligus santai, mungkin akan lebih baik jika sedikit dipercepat. Sturgess tampil brilian disini sebagai "pemimpin" siswa-siswi penjudi, aksen Inggris yang dihilangkan ditambah dengan perubahan sisi emosionalnya yang sangat baik menjelang akhir film merupakan nilai plus. Jangan lupakan juga akting Spacey dan Fishburne yang selalu memikat. Perpindahan setting dari Boston ke Vegas begitupun sebaliknya begitu mulus sehingga menegaskan dua dunia yang berbeda bagi karakter utamanya. Dengan tetap setia pada bukunya, 21 merupakan pilihan bijak untuk mengisi waktu luang anda. Film yang baik walaupun tidak luar biasa.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$81,159,365 till May 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 06 Juni 2008

MUOI : Lukisan Keramat Dendam Kematian

Tagline:
Death Is Only Beginning Of The Curse

Storyline:
Novelis Yoon Hee sedang dikejar deadline oleh bosnya untuk mendaftarkan tulisan baru. Iapun menghubungi sahabat lamanya Seo Yeon yang sudah tinggal di Vietnam untuk membantunya menyiapkan akomodasi selama perjalanannya. Seo Yeon mengajak Yoon Hee untuk menelusuri legenda lukisan Muoi mengenai arwah seorang gadis yang mati penasaran dan kerap menghantui masyarakat setempat dengan kutukan mautnya. Awalnya Yoon Hee tidak terlalu percaya tetapi lama-lama tertarik. Rahasia masa lalu pun tersingkap yang mungkin terhubung dengan cerita hidupnya sendiri bersama Seo Yeon.

Nice-to-know:
Meskipun produksi Korea tetapi nyaris keseluruhan syuting dilakukan di lokasi-lokasi bersejarah Vietnam seperti Da Lat, Hoi An, My Son.

Cast:
Jo An sebagai Yoon Hee
Cha Ye Ryeon sebagai Seo Yeon
Anh-Thu sebagai Muoi
Anh Hong
Hong So Hee

Director:
Film kedua bagi Kim Tae Kyeong setelah Ryeong (2004) yang juga bergenre horor.

Comment:
Kolaborasi antara Korea dengan Vietnam di dunia film sangatlah jarang dilakukan kalau tidak mau dibilang hampir tidak terpikirkan. Nyatanya terjadi juga disini dimana penulis dan aktor-aktrisnya diwakili oleh kedua negara tersebut. Ide yang tidak buruk karena perfilman Korea sudah jauh lebih maju dibandingkan Vietnam yang baru memulainya beberapa tahun terakhir.
Pengaruh sutradara Kim masih teramat besar. Terlihat dari gaya bertutur dan penggarapannya yang sangat Korea meskipun setting Vietnam memberikan sisi unik tersendiri yang belum pernah diekspos sebelumnya. Lihatlah tempat-tempat seperti Da Lat, Hoi An, My Son mampu menjadi panggung yang tidak kalah menarik.
Karakterisasi para tokohnya cenderung datar dan kurang emosi. Persahabatan sekaligus perseteruan kasat mata Jo An dan Cha Ye Ryeon seharusnya bisa dihadirkan dengan lebih matang lagi. Sedangkan para pendukung dari Vietnam juga terkesan numpang lewat saja terlebih di berbagai adegan flashback yang juga memuat percakapan dialek asli sana.
Muoi yang beredar di jaringan bioskop Blitzmegaplex Indonesia dengan judul The Devil’s Curse ini pada akhirnya terlalu setia dengan pakem horor Asia yang mengandalkan hantu wanita berambut panjang yang melakukan pembalasan. Absurdnya mimpi dan kenyataan juga kembali muncul disini. Twistnya cenderung sederhana dan proses menuju ke sana dapat dikatakan membosankan. Tidak mengesankan!

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 26 Mei 2008

NIM'S ISLAND : Petualangan Dunia Nyata Berbaur Imajinasi

Quotes:
Jack-You got so much of your mother in you, you know that?
Nim Rusoe-That's a good thing, right?
Jack-Yeah, good. Sure. Unfortunately I could never win a fight with her, either.

Cerita:
Nim Rusoe hidup di sebuah pulau terpencil dengan ayahnya seorang ilmuwan, Jack dan teman baiknya Selkie singa laut, Fred iguana dan Galileo pelikan. Tapi suatu ketika Jack menghilang di tengah laut dan pulau mereka "diserbu". Nim mengirim sebuah e-mail ke pengarang buku petualangan kegemarannya, Alex Rover. Bersama-sama mereka menemukan apa yang menjadi pahlawan sejati dalam kehidupannya sendiri.

Gambar:
Samudera dan kepulauan yang indah, dimana sebagian besar bersetting di Queensland, Australia.

Act:
Aktris cilik kelahiran 14 April 1996 ini pertama kali mencuri perhatian dalam Signs (2002) sebagai anak Mel Gibson. Kali ini sebagai Nim Rusoe, Abigail Breslin cukup sukses memainkan karakter gadis cilik pemberani dan oportunis.
Memenangkan Oscar keduanya sebagai Aktris Terbaik dalam Silence Of The Lambs (1991) menjadi catatan tersendiri bagi Jodie Foster. Disini ia memerankan pengarang sukses yang memiliki phobia terhadap dunia luar, Alexandra Rover.
Aktor Inggris, Gerard Butler memulai debutnya di Mrs Brown (1997) kebagian peran ganda disini, yang pertama sebagai tokoh rekaan petualang Alex Rover dan yang kedua sebagai ayah ilmuwan yang hobi mempelajari hewan bersel satu Jack Rusoe.

Sutradara:
Film pertama Jennifer Plackett yang berkolaborasi dengan Mark Levin yang sebelumnya pernah menggarap film anak-anak akil balik dalam Little Manhattan (2005).

Komentar:
Film yang cocok untuk segala umur karena memiliki unsur petualangan dari sudut pandang seorang gadis cilik. Cerita nyata yang dikombinasikan dengan dunia imajinasi mungkin bukan hal baru tetapi Nim's Island mengangkatnya dari sudut pandang yang berbeda. Menarik melihat Butler memerankan dua karakter sekaligus juga Foster yang biasanya hanya tampil di film "berat". Namun Breslin lah yang memiliki pesona dengan wajah polos dan talenta akting yang natural. Overall, sebuah film yang ringan menghibur!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$48,002,678 till August 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 22 Mei 2008

INDIANA JONES AND THE KINGDOM OF THE CRYSTAL SKULL : Petualangan Indiana Jones Tua dan Muda Mencari Tengkorak Kristal

Quotes:
Mutt Williams-You know, for an old man you ain't bad in a fight. What are you, like 80?
Indiana Jones-Thanks a lot.
Mutt Williams-What are you, like, 80?

Cerita:
Selama Perang Dingin, agen Soviet mengawasi Profesor Henry Jones menerima pesan tersembunyi dari kawan lamanya, Henry Oxley. Dalam waktu singkat dengan dipimpin wanita cerdas berdarah dingin, Irina Spalko, tentara Soviet berhasil menahan Henry dan anak muda bernama Mutt ke Peru untuk memecahkan simbol. Ternyata semua petunjuk mengarahkan mereka pada tengkorak legenda yang terbuat dari sebongkah batu kuarsa yang bisa berkilau jika disentuh orang yang tepat. Jika saja Henry Jones bisa membawa tengkorak tersebut ke tempat yang tepat sesuai peta, semua akan baik-baik saja. Tapi Irina mempunyai rencana lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Bagaimana perseteruan ini akan berakhir? Apa sesungguhnya rahasia yang disembunyikan tengkorak kristal tersebut?

Gambar:
Pyramid dan adegan jalanan Peruvian ternyata diambil di Backlot Universal Studios, California. Petualangan tempo tinggi turut didefinisikan dengan gambar cepat dengan setting yang megah menakjubkan.

Act:
Absen 2 tahun sejak terakhir membintangi Firewall (2006), Harrison Ford merupakan aktor senior yang serba bisa. Indiana Jones adalah salah satu trademark nya di kancah perfilman Hollywood. Rasanya sulit menemukan aktor pengganti dengan kharisma yang sama untuk peranan tersebut.
Aktor muda kesayangan Spielberg yang mencapai ketenaran dalam waktu singkat setelah memulai film perdananya Monkey Business (1998), Shia LaBeouf bisa jadi kandidat kuat penerus karakter Indiana Jones di masa mendatang.
Terakhir tampil sebagai Queen Elizabeth dalam Elizabeth : The Golden Age (2007), Cate Blanchett tampil meyakinkan sebagai teroris Soviet yang dingin dan ambisius, Spalko.

Sutradara:
Pria kelahiran Ohio 1946, Steven Spielberg sudah diakui dunia sebagai sutradara legendaris yang karyanya bisa menjadi jaminan box-office. Film pertamanya adalah The Last Gun (1959), tepat 30 tahun sebelum installment ketiga megablockbuster Indiana Jones.

Komentar:
Jika anda mengharapkan film ini sebanding dengan tiga prekuelnya maka anda akan kecewa. Begitulah pendapat mayoritas orang yang menonton film ini. Memang kevakuman rentang waktu yang nyaris 20 tahun dari seri terakhirnya membuat film ini sudah seharusnya independen alias tidak mencoba mengekor pendahulunya. Kita kesampingkan fakta tersebut dan melihat film ini secara lebih obyektif. Penulisan naskah yang kreatif, plot cerita yang cenderung sulit ditebak, spesial efek disana-sini yang menjadikannya terlihat "masuk akal" juga didukung dengan beberapa karakter baru yang tampil menawan menjadikan kelebihan Crystal Skull. Ending yang mengejutkan sekaligus mengecewakan bagi anda? Maaf kalau saya tidak sependapat.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$317,011,114 till Oct 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 25 April 2008

UNTRACEABLE : Melacak Pembunuh Berantai Internet Online

Quotes:
Agent Jennifer Marsh-Listen to this, I'm running the logs from that mirror we took down, he's blocking all the foreign IPs, only Americans can gain access to the site.
Agent Griffin Dowd-Oh, how patriotic.

Cerita:
Agen rahasia Jennifer Marsh terlibat dalam permainan kucing tikus yang mematikan dengan seorang pembunuh berantai yang menyiksa orang dan melakukan pembunuhan yang mengerikan secara live di internet dimana cepat lambatnya korban tewas tergantung dari jumlah aksesnya. Keberadaan si pelaku sangat sulit dilacak karena menggunakan teknologi tingkat tinggi dan seringkali berpindah-pindah. Berhasilkah Jennifer membongkar kasus tersebut sekaligus menyelamatkan orang-orang terdekatnya yang mungkin jadi incaran si pelaku?

Gambar:
Film yang awalnya berjudul Streaming Evil ini menyajikan adegan-adegan cepat dengan setting markas polisi dan rumah tinggal disertai dengan beberapa direct shoot dari komputer yang menampilkan adegan live streaming.

Act:
Diane Lane, aktris senior yang pernah terpilih Best Actress dalam Hollywood Film Festival 2003 kali ini berperan sebagai agen rahasia Jennifer Marsh yang tangkas dan menguasai teknologi komputer sekaligus sebagai ibu yang baik dari putri semata wayangnya. Menarik melihat Lane berjibaku menghadapi kriminalitas disini.
Didukung pula oleh Billy Burke sebagai Detektif Eric Box, Colin Hanks sebagai Griffin Dowd, Joseph Cross sebagai Owen Reilly yang perannya tidak terlalu diekspos dengan baik.

Sutradara:
Gregory Hoblit yang juga tergolong sutradara senior tapi lebih banyak berkarya di serial TV. Dalam Untraceable, Hoblit berusaha menggabungkan beberapa elemen sebuah suspense thriller dengan ciri khasnya. Sepintas kelihatan berhasil tapi jika dilihat secara keseluruhan masih terdapat kelemahan disana-sini.

Komentar:
Diane Lane seakan bermain sendiri di film ini, chemistry nya kurang tercipta dengan baik dengan tokoh lainnya yang seharusnya bisa lebih dieksplorasi lagi. Overall awal film berjalan lambat tapi memasuki pertengahan, tempo menjadi lebih cepat dan menarik untuk diikuti. Unsur kejutannya cukup terjaga walau mungkin sudah bisa diduga kemana arah berakhirnya.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till March 2008):
$28,687,835

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 24 April 2008

FINDING RIN TIN TIN : Heroisme Anjing Di Tengah Perang Dunia I

Cerita:
Mengambil latar belakang tahun 1918 di Paris, tentara muda Lee Duncan bertemu penjaga warga negara Jerman dengan 5 ekor anak anjingnya. Lee kemudian mengambil 2 di antaranya untuk dibawa ke kamp dan oleh temannya Pierre diberi nama Nanette dan Rin Tin Tin. Kemanapun Lee pergi, kedua anjing tersebut selalu menyertai. Hingga pada suatu ketika Lee cedera dan jatuh sakit akibat keracunan di darahnya, Rin Tin Tin menyelamatkan Lee. Setelah perang selesai, Lee tidak dapat membawa Nanette dan Rin Tin Tin ikut kembali ke US. Akankah hubungan tersebut harus berakhir?

Gambar:
Syuting dilakukan di Sofia, Bulgaria yang kental dengan nuansa Eropa klasik. Suasana paska peperangan tertangkap dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Act:
Keseluruhan pemainnya adalah aktor-aktris Eropa sehingga namanya tidak banyak dikenal
Tyler Jensen sebagai Lee
Velizar Binev sebagai Henri the Merchant
Ben Cross sebagai Nikolaus
Gregory Gudgeon sebagai Gaston
William Hope sebagai Major Snickens
Todd Jensen sebagai Captain Sandman
Ian Porter sebagai Lieutenant Bryant
Ivan Rankov sebagai Jacques
Wesley Stiller sebagai Steve
Michal Yannai sebagai Monique

Sutradara:
Sejauh ini Finding Rin Tin Tin adalah karya kedua Danny Lerner yang diedarkan di layar lebar setelah dua karya sebelumnya yaitu Shark Zone (2003) dan Raging Sharks (2005) langsung tayang dalam bentuk format video.

Comment:
Film anak-anak yang baik sudah sangat jarang belakangan ini. Jika memang cukup baik, biasanya orang dewasa belum tentu menikmatinya. Sebaliknya jika terlalu berpihak pada orang dewasa, anak-anak akan sulit mencernanya. Dibanding film-film blockbuster Hollywood kategori Semua Umur yang menonjolkan spesial efek, Rin Tin Tin bisa dibilang jauh dari kesan itu. Kesederhanaan plot cerita dan gaya bercerita yang simpel merupakan kekuatan utamanya. Tema yang dipadu dengan latar belakang kisah Perang Dunia I cukup mewujudkan nilai-nilai keluarga dan persahabatan yang kental. Rin Tin Tin, aktor utamanya pun diperankan oleh empat anjing German Shepperd yang berbeda yang masing-masing menggambarkan kekuatan, kecerdasan, kepahlawanan. Semua itu kontras dengan beberapa karakter antagonis yang mengusung kekejaman, keegoisan dan ketidakjujuran. Finding Rin Tin Tin akan membawa semangat film-film khas Disney tradisional yang bertempo cepat dan menghibur bagi semua kalangan.

Durasi:
90 menit

Europe Box Office:
50,047 in France till August 2007

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 23 April 2008

THE NANNY DIARIES : Perjuangan Pengasuh Anak Menemukan Dirinya Sendiri

Quotes:
Annie Braddock-You want to know about the dads? I'll tell you about the dads. They're chubby, bald, steak-eating, cigar-smoking, type-A pigs who get more turned on by the Bloomberg Wire than they do by any hot nannies. Actually, it's all of you in about 5 years. So take it from me, guys: Enjoy tonight, because your future looks pretty fucking bleak.

Cerita:
Lulus kuliah, Annie Braddock mendapat tekanan dari ibunya yang seorang juru rawat agar mendapatkan posisi terhormat di dunia usaha, meskipun Annie lebih memilih menukarkan blackberry miliknya untuk sebuah buku harian milik seorang antropolog. Lewat serangkaian peristiwa, nasib Annie berakhir di lingkungan elit timur Manhattan dengan bekerja sebagai pengasuh anak keluarga X yang kaya. Tugas tidaklah mudah karena Annie harus melayani segala keinginan Nyonya X dan putranya Grayer, selain itu mencoba menghindari Tuan X. Semua menjadi semakin rumit saat Annie jatuh cinta kepada tetangga keluarga X.

Gambar:
Visualisasi payung merah selayaknya nasib yang membawa kita kemana saja menjadi sesuatu yang menarik.

Act:
Aktris muda yang memulai debutnya pada umur 10 tahun di North (1994), Scarlett Johansson telah tumbuh sebagai bintang masa depan Hollywood yang cukup rajin bermain film min 2 per tahunnya. Sebagai gadis muda yang awalnya bercita-cita tinggi, ia menjelma menjadi pengasuh telaten Annie Braddock.
Laura Linney yang sebelum ini tampil dalam Breach (2007) tampil kuat sebagai Mrs X, majikan yang otoriter sekaligus menyebalkan.
Chris Evans terlihat "manis" membawakan karakter tetangga simpatik dan baik hati.
Si cilik kelahiran 13 Januari 1999, Nicholas Art bermain cukup mengesankan sebagai bocah Grayer.
Didukung pula oleh 2 bintang senior, Paul Giamatti sebagai Mr. X dan Donna Murphy sebagai Judy Braddock. Jangan lupakan penampilan biduan kondang Alicia Keys sebagai Lynette.

Sutradara:
Kolaborasi manis suami istri, Shari Springer Berman dan Robert Pulcini dalam mengangkat novel sukses ke dalam layar lebar. Walau tidak banyak terlibat sebagai sutradara, The Nanny Diaries memiliki banyak elemen yang mengasyikan untuk sebuah tontonan ringan tapi berisi.

Komentar:
Film yang menghibur. Sebuah refleksi problema keluarga kelas atas New York yang super sibuk dan seringkali mengabaikan hal-hal penting dalam hidupnya termasuk anak. Seorang lugu yang berusaha teguh pada pendiriannya dan secara optimis mampu mengubah situasi sulit menjadi kemenangan pada akhirnya. Meskipun semuanya bukan hal baru yang diperlihatkan tapi satir yang penuh sindiran berhasil menjadi "nyawa" dalam The Nanny Diaries.

Durasi:
100 menit

U.S. Box-Office:
$25,925,170 till Nov 2007

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 16 April 2008

CHAOS : Permainan Kucing Tikus Detektif dan Penjahat

Quotes:
Bernie Callo-I need to speak with you.
Quentin Conners-Well that's where you run out of luck. Because I don't need to speak with you!

Cerita:
Detektif Quentin Conners tanpa keadilan dipenjara dan partnernya Jason York meninggalkan kepolisian setelah penembakan tragis di Pearl Street Bridge. Ketika sebuah bank dalam situasi penyanderaan, Conners ditugaskan pada operasi tersebut bersama protege Shane Dekker. Perampokan yang dipimpin Lorenz sama sekali tidak mengambil uang melainkan menanamkan suatu virus dalam sistem yang bisa mencuri 1 milyar Dollar dari beberapa rekening yang berbeda menggunakan prinsip Chaos. Apakah operasi bisa digagalkan pada akhirnya?

Gambar:
Mengambil setting di Kanada, drama kepolisian ini menggunakan banyak lokasi termasuk berawal di sebuah bank dan berakhir di sebuah dermaga sekaligus airport.

Act:
Aktor laga masa kini, Jason Statham yang pernah menjadi musuh Jet Li dalam The One (2001) kali ini kebagian peran sebagai Detektif Conners yang tangguh dan misterius.
Mantan suami Reese Witherspoon ini yang sebelumnya tampil singkat dalam film peraih Oscar, Crash (2004), Ryan Phillippe bermain sebagai detektif baru Shane Dekker yang cukup terampil dan gigih.
Pertama kali tampil dalam Wildcats (2006), karir Wesley Snipes bisa dibilang turun naik. Dalam Chaos, ia memerankan karakter antagonis York yang culas nan kejam.

Sutradara:
Namanya tidak terlalu kondang karena baru menyutradarai tiga film sebelum ini termasuk yang pertama, Soccer Dog : The Movie (1999). Tony Giglio membesut Chaos yang bertemakan drama kepolisian penuh intrik dan kejutan.

Komentar:
Chaos sebetulnya film yang cukup baik kualitasnya tapi tidak akan diingat orang dalam waktu lama. Plotnya berusaha dibuat cerdas terutama paruh ketiga film menjelang akhir yang seharusnya tidak perlu. Twist-twist yang seperti dipaksakan untuk mengangkat performa film secara keseluruhan. Teori "Chaos" yang bisa dibilang mendasari cerita tidak terlalu kuat mendukung elemen-elemen drama kepolisian yang sudah seringkali ditampilkan. Sayang sekali terlalu banyak kelemahan seakan CHAOS dimana-mana!

Durasi:
100 menit

Box Office:
$321,602 in Netherlands by March 2006

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 12 April 2008

WOLF CREEK : Perjalanan Mobil Berbuntut Mimpi Buruk

Quotes:
Liz Hunter-Thanks again for helping us out.
Mick Taylor-No worries.
Liz Hunter-Obviously it would be great to get going as soon as possible.
Mick Taylor-No worries.

Cerita:
1999, Ben Mitchell dan dua teman wanitanya yang berkebangsaan Inggris, Liz Hunter dan Kristy Earl membeli mobil bekas untuk melakukan perjalanan ke pedalaman Australia dengan bekal uang seadanya. Tujuan utamanya adalah kubah bekas meteor di daerah terisolasi Taman Nasional Wolf Creek. Beberapa saat setelah menikmati alam, mereka menemukan mobil tidak menyala. Tak lama kemudian seorang penduduk lokal yang kelihatan bersahabat menawarkan bantuan dengan membawa mobil mereka ke camp. Ketiganya tidak menyadari bahaya yang menanti di depan mata. Apakah mereka berhasil selamat dari segala mimpi buruk yang mungkin terjadi?

Gambar:
Mengambil syuting di Australia bagian barat dan selatan lengkap dengan Taman Nasional Wolf Creek yang indah namun sunyi dan terpencil.

Act:
Aktor asli Australia yang tampil pertama kali dalam Warriors Of Virtue 2 : The Return To Tao (2002), Nathan Phillips sebagai Ben Mitchell.
Satu lagi aktor senior Australia, John Jarratt berakting meyakinkan sebagai psikopat sadis Mick Taylor.
Dua aktris Australia, Kestie Morassi dan Cassandra Magrath sebagai Kristy Earl dan Liz Hunter yang bernasib malang saat ingin bersenang-senang.


Sutradara:
Menulis, memproduseri sekaligus menyutradarai tiga filmnya sejauh ini, Greg Mclean memulai debutnya dalam ICQ (2001). Kehandalannya meramu thriller cukup membantu.

Komentar:
Slow di awal film seakan kesendirian ketiga tokoh bisa ikut dirasakan. Tidak banyak kejutan yang diberikan Wolf Creek selain thriller yang seakan tidak terlalu antusias memberikan ketegangan bagi penonton tetapi itulah justru kekuatannya karena terasa natural dan tidak dipaksakan. Ditambah lagi sang sutradara mampu memberikan sekuens cerita yang baik dengan dukungan aktor-aktris yang cukup baik menjiwai. Overall bagi saya tetap sebuah thriller yang lumayan baik hanya tidak terlalu mengasyikan untuk ditonton.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$16,186,348 till March 2006

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 13 Maret 2008

DEADLY GHOST : Berkomunikasi Dengan Makhluk Halus

Cerita:
Seorang wanita muda, Ming memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus sejak ia masih kecil. 15 tahun setelah berhasil lepas dari hantu misterius yang selalu mengikutinya, Ming bertemu dokter muda, Buud. Tujuan Buud adalah agar Ming membantunya menyelidiki kematian ayahnya yang disinyalir sebagai kasus bunuh diri. Perlahan-lahan, misteri dari masa lalu mulai terungkap dan Ming harus menghadapi kenyataan yang mungkin lebih mengerikan dari semua yang pernah dialaminya.

Gambar:
Adegan suram dan lambat dengan setting tempat-tempat sepi mendominasi film. Gambar-gambar menarik dengan angle-angle yang baik membantu visualisasi penampakan hantu.

Act:
Nuttamonkan Srinikornchot sebagai Ming di awal film terlihat seperti seorang gadis penyendiri yang tidak suka bersosialisasi untuk menghindari konflik dengan berpindah-pindah tempat tinggal. Penampilan histeria nya dalam menghadapi makhluk halus yang ingin kontak dengannya patut diacungi jempol.
Anuchit Sapanpong sebagai Buud menggambarkan dokter muda yang sedikit terganggu karena terobsesi mencari penjelasan yang masuk akal atas kematian ayahnya bertahun-tahun silam.


Sutradara:
Atmosfir kelam yang menyeramkan berhasil dibesut dengan baik oleh sutradara Tharatap Thewsomboon yang juga bermain alur cepat lambat serta flashback dengan teratur.

Komentar:
Film yang tidak bisa dikatakan sebagai sepenuhnya horor karena masih terdapat beberapa elemen lain. Cerita yang sederhana tanpa plot yang berlebihan dan menuntun anda pada ending yang cukup mengejutkan. Menyaksikan Spiritual World mungkin akan sedikit menyiksa karena pace nya tidak secepat dan sejelas film horor Thai lainnya.

Durasi:
100 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good

9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!