XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label abigail breslin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abigail breslin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

THE CALL : Pick Up Its Thrill Over The Line

Quote:
Jordan Turner: And don't make promises... cause you know you can't keep'em.

Nice-to-know:
Awalnya Halle Berry dicasting saat Joel Schumacher duduk di kursi sutradara. Lalu Schumacher keluar dan digantikan oleh Brad Anderson. Berry sempat keluar juga karena jadwal yang tidak cocok sebelum kembali mengisi peran utama.

Cast:
Halle Berry sebagai Jordan Turner
Abigail Breslin sebagai Casey Welson
Morris Chestnut sebagai Officer Paul Phillips
Michael Eklund sebagai Michael Foster
David Otunga sebagai Officer Jake Devans
Michael Imperioli sebagai Alan Denado
Justina Machado sebagai Rachel

Director:
Merupakan film kesembilan bagi Brad Anderson yang lebih berpengalaman di serial televisi.

W For Words:
Rasanya baru beberapa waktu lalu bioskop tanah air disuguhi drama supernatural Inggris/Puerto Rico, The Caller (2011) dengan topik serupa yaitu telepon sebagai media penebar teror. Kali ini kolaborasi Troika Pictures, WWE Studios, Emergency Films,Apotheosis Media Group dan Amasia Entertainment mengandalkan nama besar peraih Oscar, Halle Berry dan bintang muda yang kian diperhitungkan di kancah Hollywood yaitu Abigail Breslin lewat premis emergency call 911 yang seringkali menjadi alternatif utama apabila menghadapi keadaan bahaya.

Operator 911 berpengalaman, Jordan Turner membuat satu kesalahan fatal dalam bertugas yang menyebabkan Leah Templeton tewas. Rasa bersalah membuatnya alih tugas sebagai tenaga pengajar bagi para calon operator. Namun saat remaja Casey Welson disergap seorang pria misterius dan meneleponnya untuk meminta tolong, Jordan harus mengerahkan segenap kemampuannya  sebelum korban gadis belia kembali jatuh.Misi yang tidak mudah karena mobil yang membawa Casey terus berjalan, meninggalkan jejak minim kepada petugas polisi yang segera melakukan penyisiran jalan.

Penulis skrip Richard D'Ovidio, Nicole D'Ovidio dan Jon Bokenkampsejak menit pertama sudah memperkenalkan sosok heroine dan antagonisnya secara gamblang meski lewat gelombang suara saja. Bisa diduga jika keduanya pada akhirnya harus berhadapan langsung melalui perantara sang korban tentunya. Klise? Ya jika anda memiliki banyak referensi thriller. Namun serentetanproses aksi reaksi dari berbagai tokoh pendukung mampu mengedepankan trik logis dalam upayanya memperlebar konflik cerita tanpa terkesan tarik ulur selama lebih kurang satu setengah jam durasinya. 

Sutradara Anderson juga terampil menjaga tensi film terlepas dari keterbatasan aspek. Sekuens nya terbilang rapi dimana penonton seakan ditempatkan sebagai pengamat langsung. Proyeksi topografi tak jarang dilakukan untuk menegaskan posisi korban berada yang terlacak oleh GPS. Bagian ending memang terasa sedikit kedodoran karena penekanan thriller psikologis dengan sedikit penjelasan, meninggalkan penonton dengan asumsinya masing-masing. Namun untungnya bagi saya adegan akhirnya cukup memorable dengan menghindari klise sejenis.
Berry tampil solid dalam menerjemahkan sisi emosional yang rentan bagi karakteristik profesinya. Sorot mata, intonasi suara dan bahasa tubuhnya sudah cukup banyak memberi informasi. Breslin terbilang hanya mengandalkan kepanikan seorang korban yang sulit menerka kelanjutan nasibnya sehingga mengindahkan pengendalian diri ataupun kekuatan intelektualitas yang dimilikinya. Eklund bermain cemerlang sebagai villain psikopat dengan awkward gesture dan unpredictable act nya, amat menonjol menjelang akhir film. Berbagai supporting seperti Chestnut, Imperioli, Dowse, Maffia tak mengecewakan.

The Call memang bukan film kelas A dengan keabsenan biaya produksi tinggi ataupun dukungan teknis memadai. Namun tidak menghalanginya menjadi sebuah tontonan pemicu ketegangan layaknya jantung yang terus berdenyut di sepanjang durasinya. Thanks to filmmaker and its cast who have made it possible. Suguhan ketakutan mencekam dan kekerasan berdarah di beberapa bagian layaknya icing on the cake justru membuat penonton tercekat dan terpekik sekaligus kian memihak pada protagonis untuk menuntaskan misi hidup matinya. Are you ready to pick up the call?

Durasi:
94 menit

U.S. Box Office:
$51,872,378till Jun 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Senin, 19 Juli 2010

MY SISTER'S KEEPER : Ibuku Sayang Kakakku Malang

Quotes:
Andromeda 'Anna' Fitzgerald-Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister's life.

Storyline:
Anna menyewa pengacara terkenal, Campbell untuk menuntut orangtuanya akan hak atas tubuhnya sendiri meski ia baru berusia 11 tahun. Pasalnya, orangtuanya akan mengambil sebelah ginjalnya untuk diberikan pada saudari kandungnya yang berusia 15 tahun, Kate yang menderita leukemia hingga menjadi kanker ganas. Dan hal ini bukan pertama kalinya karena sejak lahir “Anna” didesain kedua ayah ibunya sebagai penyokong kesehatan Kate. Bagaimana dilema ibu dan anak tersebut dapat terselesaikan pada akhirnya?

Nice-to-know:
Elle Fanning dan Dakota Fanning semula mendapatkan peran Anna dan Kate Fitzgerald tetapi dibatalkan karena Dakota menolak mencukur habis kepalanya sesuai tuntutan skenario.

Cast:
Mendapatkan nominasi Teen Choice Awards 2009 kategori Choice Summer Female Movie Star dalam film ini, Cameron Diaz memerankan Sara Fitzgerald, seorang ibu yang bisa dikatakan tidak bersikap adil pada kedua putrinya.
Jangan ragukan Abigail Breslin yang pernah mendapat nominasi Oscar 2007 kategori Aktris Pembantu Terbaik dalam Little Miss Sunshine (2006). Disini ia bermain sebagai karakter utama Anna Fitzgerald yang seakan kejam terhadapi kakaknya sendiri.
Aktingnya sebagai Kate Fitzgerald bisa jadi membuka pintu kesempatan bagi Sofia Vassilieva yang belum banyak dikenal ini.
Didukung pula oleh Alec Baldwin, Joan Cusack, Jason Patric dan Evan Ellingson sebagai pengacara handal Campbell Alexander, hakim tegas de Salvo, ayah-anak Fitzgerald yaitu Brian dan Jesse.

Director:
Nick Cassavetes pernah dinominasikan Golden Palm Award dalam Cannes Film Festival melalui She's So Lovely (1997).

Comment:
Saya membaca novelnya yang sangat tebal dan detail itu sehingga ekspektasi saya cukup tinggi mendengar kisah tersebut akan difilmkan. Apa yang terjadi kemudian bisa ditebak. Banyak sekali sub plot yang luput dari visualisasinya. Kekhawatiran sutradara Cassavetes akan durasi yang terlalu panjang bisa dimaklumi karena penyelaman setiap tokohnya teramat dalam. Namun di filmnya, fokus hanya ada pada ibu dan dua putrinya yang bernasib malang tersebut.
Diaz berusaha mempotretkan karakter Sara semaksimal mungkin, tetapi pembawaannya masih terasa kurang matang sebagai wanita dewasa yang menanggung beban berat. Chemistry nya bersama Patric juga tidak pas dan mendapat bagian yang sangat minim. Beruntung ada si mungil Abigail dan Vassilieva yang secara brilian mampu menokohkan kakak beradik tersebut dengan baik, Anna yang manis pintar dewasa bersinergi dengan Kate yang tegar bahagia sendu. Sayang sekali karakter yang dimainkan Baldwin, Cusack, Patric dan Ellingson seakan faktor pelengkap saja, jika mendapatkan porsi yang lebih selayaknya di dalam novel mungkin puzzle rangkaian Jodi Picoult tersebut akan lengkap dan lebih bermakna.
Dramatisasi yang dilakukan memang cukup menyentuh di beberapa scene tapi masih kurang maksimal secara keseluruhan. Atas dasar-dasar itulah My Sister’s Keeper hanya akan menjadi drama yang baik (bagi anda yang bukan pembaca novelnya) tetapi tidak luar biasa jika 70% isi novelnya bisa diterjemahkan juga. Dan yang paling mengecewakan saat penulis skrip Jeremy Leven dan Nick Cassavetes mengubah original endingnya demi lebih bersahabat dengan audiens. Andai saja kepiluan seribu makna yang asli itu dapat tersampaikan, mungkin rasa pilu dan shock bisa lebih menggaung di seantero ruangan bioskop.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$33,860,010 till early Dec 2009.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 21 Desember 2009

ZOMBIELAND : Bertahan Hidup di Dunia Jajahan Zombie

Quotes:
Tallahassee-I'm not great at farewells, so uh... that'll do, pig.

Columbus-That's the worst goodbye I've ever heard. And you stole it from a movie.


Cerita:
Dua pria yang berhasil menemukan cara untuk selamat dari dunia yang sudah dikuasai kaum zombie yaitu Columbus, mahasiswa cupu Universitas Texas yang berusaha kembali ke kampung halamannya dan Tallahassee yang terobsesi membunuh sebanyak mungkin zombie. Dalam perjalanan, mereka bertemu dua remaja yaitu Wichita dan Little Rock, yang juga berhasil bertahan hidup karena hanya saling mempercayai satu sama lain. Menarik bagaimana mereka berempat bekerjasama di dunia yang bisa dikatakan sudah mati itu.

Gambar:
Keseluruhan syuting dilakukan di Georgia termasuk 490 West Paces Ferry Rd, Atlanta rumah Bill Murray dan bulevar Hollywood yang terkenal itu.


Act:
Terkenal setelah dinominasikan aktor terbaik dalam ajang Oscar lewat The People Vs Larry Flint (1996), Woody Harrelson sebagai Tallahassee yang eksentrik sekaligus tangguh.

Pernah mendampingi Richard Gere dalam The Hunting Party (2007), Jesse Eisenberg sebagai Columbus, remaja pecundang dalam asmara yang akhirnya menemukan potensi sejatinya.

Baru saja terlihat dalam Ghosts Of Girlfriends Past, Emma Stone sebagai Wichita, remaja dewasa yang pemberani bergaya gothic.
Terakhir tampil mengharu-biru dalam My Sister's Keeper, Abigail Breslin sebagai Little Rock, remaja putri yang polos dan tak kenal takut.


Sutradara:

Karya penyutradaraan keduanya setelah The Girls Guitar Club (2001), Ruben Fleischer maju menggarap horor komedi yang bertagline It's Time To Nut Up Or Shut Up ini.


Comment:

Pernah menyaksikan film bertemakan zombie selayaknya Resident Evil ataupun Shaun/Dawn of the Dead? Zombieland kurang lebih menawarkan hal yang sama tetapi dikemas dalam unsur komedi hitam. Sedikit menakutkan yang membuat anda terkejut tetapi banyakan tertawa geli, itulah semangat yang ditawarkan film ini. Dengan beberapa aturan dasar bertahan hidup yang kreatif, plot ceritanya bergulir begitu saja dengan lugas selama kurang dari satu setengah jam. Jangan tanyakan adegan sadis disini karena darah berceceran dimana-mana meskipun dengan cara-cara unik. Cast tergolong tepat, chemistry dinamic duo Harrelson dan Eisenberg terasa klop. Dialog antar mereka sangat sarkastis dan efektif untuk membangun suasana fun. Stone merupakan pilihan tepat untuk peran Wichita walau kombinasinya dengan Breslin terasa minim disini. Ohya, kemunculan aktor senior Bill Murray sebagai cameo patut diapresiasi karena beraninya ia tampil beda di kediamannya sendiri yang megah itu sebagai salah satu zombie. Bagi penonton di luar Amerika, mungkin akan sedikit sulit menyukai film ini dikarenakan perbedaan gaya bercerita dan budaya masing-masing.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$75,590,286 till mid Dec 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 26 Mei 2008

NIM'S ISLAND : Petualangan Dunia Nyata Berbaur Imajinasi

Quotes:
Jack-You got so much of your mother in you, you know that?
Nim Rusoe-That's a good thing, right?
Jack-Yeah, good. Sure. Unfortunately I could never win a fight with her, either.

Cerita:
Nim Rusoe hidup di sebuah pulau terpencil dengan ayahnya seorang ilmuwan, Jack dan teman baiknya Selkie singa laut, Fred iguana dan Galileo pelikan. Tapi suatu ketika Jack menghilang di tengah laut dan pulau mereka "diserbu". Nim mengirim sebuah e-mail ke pengarang buku petualangan kegemarannya, Alex Rover. Bersama-sama mereka menemukan apa yang menjadi pahlawan sejati dalam kehidupannya sendiri.

Gambar:
Samudera dan kepulauan yang indah, dimana sebagian besar bersetting di Queensland, Australia.

Act:
Aktris cilik kelahiran 14 April 1996 ini pertama kali mencuri perhatian dalam Signs (2002) sebagai anak Mel Gibson. Kali ini sebagai Nim Rusoe, Abigail Breslin cukup sukses memainkan karakter gadis cilik pemberani dan oportunis.
Memenangkan Oscar keduanya sebagai Aktris Terbaik dalam Silence Of The Lambs (1991) menjadi catatan tersendiri bagi Jodie Foster. Disini ia memerankan pengarang sukses yang memiliki phobia terhadap dunia luar, Alexandra Rover.
Aktor Inggris, Gerard Butler memulai debutnya di Mrs Brown (1997) kebagian peran ganda disini, yang pertama sebagai tokoh rekaan petualang Alex Rover dan yang kedua sebagai ayah ilmuwan yang hobi mempelajari hewan bersel satu Jack Rusoe.

Sutradara:
Film pertama Jennifer Plackett yang berkolaborasi dengan Mark Levin yang sebelumnya pernah menggarap film anak-anak akil balik dalam Little Manhattan (2005).

Komentar:
Film yang cocok untuk segala umur karena memiliki unsur petualangan dari sudut pandang seorang gadis cilik. Cerita nyata yang dikombinasikan dengan dunia imajinasi mungkin bukan hal baru tetapi Nim's Island mengangkatnya dari sudut pandang yang berbeda. Menarik melihat Butler memerankan dua karakter sekaligus juga Foster yang biasanya hanya tampil di film "berat". Namun Breslin lah yang memiliki pesona dengan wajah polos dan talenta akting yang natural. Overall, sebuah film yang ringan menghibur!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$48,002,678 till August 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!