XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label catherine wilson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catherine wilson. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

RINTIHAN KUNTILANAK PERAWAN : Menjual "Keahlian" Bintang Porno Impor

Quotes:
Alice: I'm beautiful, sexy and gorgeous. Everybody would love me.

Storyline:
Lily dan Alice adalah dua saudari yang tumbuh bersama. Bedanya Lily selalu didampingi orang-orang terdekat dalam hidupnya seperti ibu yang menyayanginya dan kekasihnya Mike yang mencintainya. Sedangkan Alice terbiasa hidup menyendiri. Saat band Keren's manggung di sebuah bar, Alice berkenalan dengan Rifky sang vokalis. Mereka membawa Alice pada malam itu dan meninggalkan Lily dalam kecemasan. Paginya Lily mendapat mimpi buruk dan Alice mulai bertingkah aneh. Sejak saat itu korban demi korban berjatuhan. Apa yang sesungguhnya menimpa Alice? Siapa pembunuh misterius yang berkeliaran itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Production dan pressconnya dilakukan di Setiabudi 21 pada tanggal 11 Oktober yang lalu.

Cast:
Tera Patrick sebagai Alice
Angel Lelga sebagai Lily
Andreano Phillips sebagai Mike
Catherine Wilson sebagaiTania

Director:
Yoyok Dumprink

Comment:
Rasanya saya sudah bisa menulis esai panjang setelah 5-10 menit pertama film ini. Bukan esai yang baik tentunya karena berisi 1001 hal negatif di dalamnya. Sebut saja beberapa di antaranya; Band Keren's yang manggung di club yang bernuansa musik disko? Makhluk gaib yang sudah mengintai bahkan sebelum kejadian Alice malam itu? Alice dan Lily yang diceritakan bersaudara justru terasa berjarak ratusan meter di antara mereka? Lantas, apa lagi yang bisa diharapkan dari sisa durasinya?
Hm, tentunya KK Dheeraj punya senjata pamungkas tersendiri untuk menyiasati segala kekurangan itu yakni dengan mengimpor bintang porno Amerika, Tera Patrick! Ia tidak peduli samasekali jika sepanjang film Tera berbahasa tubuh sama anehnya dengan bahasa Inggris-Indonesia yang terucap dari bibirnya itu. Semua tokoh dalam film ini terasa miscasting dengan karakterisasi yang non-existing itu. Kemunculan Angel, Andreano dan Catherine hanyalah sebagai pelengkap derita yang tiada terselamatkan. Plot yang tidak jelas itu saat bercerita seperti menggali lubang keterpurukan yang semakin dalam lagi dan lagi.
Kontroversial tentunya akan mewarnai Rintihan Kuntilanak Perawan. Mulai dari pemakaian judul yang tidak senonoh hingga penampilan serba minim Tera yang tidak pada tempatnya. Dada "ekstra"nya terasa diumbar disana-sini dan jika berdampingan dengannya, Angel dan Catherine benar-benar terasa "kecil" secara fisik. No surprise! Ini adalah sebuah drama horor yang seakan tidak memiliki unsur "benar" samasekali di dalamnya sehingga penonton akan meninggalkan bioskop dengan bersungut-sungut kecewa.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 23 September 2010

PENGANTIN PANTAI BIRU : Teror Dedemit Cantik Dendam Pribadi

Storyline:
Beberapa waktu silam, Emily dan Andy tengah merayakan bulan madu di Pantai Biru. Malang di tengah kemesraan, keduanya disatroni 3 perampok yang membunuh Andy dan membuang Emily ke jurang.
Masa kini, adik Emily yang bernama Maya melakukan pencarian kakaknya. Ia berjumpa enam muda-mudi masing-masing pasangan Ryan-Naomi, Amel, Jazzy, Jojo dan Gathan yang sedang berekreasi sekaligus melakukan sesi pemotretan. Lelaki tua penjaga penginapan, Pak Solikum mengingatkan mereka agar berhati-hati terhadap makhluk gaib yang dijuluki Dedemit Samber Nyawa di daerah sekitar yang kerapkali meminta korban jiwa. Apakah sesungguhnya Emily masih hidup? Bagaimana teror Dedemit Samber Nyawa tersebut dapat dihentikan?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Kanta Indah Film & BIC Production dan diproduseri oleh HM Firman Bintang.

Cast:
Catherine Wilson sebagai Emily
Keith Foo sebagai Ryan
Uli Auliani sebagai Naomi
Cynthiara Alona sebagai Jazzy
Debby Ayu sebagai Amel
Fendi Trihartanto sebagai Jojo

Director:
Absen di bulan suci Ramadhan, Nayato Fio Nuala kembali dua minggu kemudian dengan thriller horor terbarunya yang berjudul cukup berdaya tarik ini.

Comment:
Leburkanlah 2 film berikut: Darah Perawan Bulan Madu (Hartawan Triguna) dan Air Terjun Pengantin (Rizal Mantovani) yang sama-sama rilis 2009. Voila! Jadilah karya terbaru Nayato yang siap tayang tetapi apakah layak tonton? Temanya seperti tersebut di atas mengenai pasangan muda-mudi yang diganggu saat berbulan madu dan sekelompok muda-mudi yang diteror saat rekreasi. Nampaknya kreatifitas sudah semakin sulit dikembangkan dewasa ini. Seakan tidak cukup lemah, diperparah juga dengan masuknya tokoh adik kandung sang penebar teror tanpa maksud dan tujuan yang jelas serta berbaur begitu mudahnya dengan para sahabat tersebut.
Dengan kekonyolan plot dan skenario yang saling berlomba-lomba itu lantas apa lagi yang bisa dijual? Tentu saja panorama dan jajaran castnya. Panorama Pantai Biru memang cukup indah dan keahlian sutradara sekelas Nayato yang cukup pandai bermain angle memang berguna disini. Trio aktris Uli, Cynthiara, Debby kembali mempertontonkan kemolekan tubuh mereka dengan bikini minim. Belum lagi sosok Catherine yang tidak jelas apakah hantu atau manusia yang berkostum sangat eksotis (anda akan mengerti maksud saya jika menontonnya!). Ohya ada juga Keith Foo yang wajah dan tubuhnya bisa jadi menyegarkan bagi penonton wanita (dan sebagian penonton pria tentunya). Rasanya "penampilan" kesemuanya merupakan "akting" tersendiri di film ini.
Mungkin kejam jika saya katakan Pengantin Pantai Biru lebih merupakan kumulasi sampah-sampah kertas Nayato yang berisi satu dua coretan ide lalu diremas-remas dan dibuang tanpa penyelesaian apapun. Namun memang itulah kenyataannya. Skip it!

Durasi:
70 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Rabu, 07 Juli 2010

POCONG KELILING : Saat "Poling" Resahkan Warga Komplek

Storyline:
Jamal dan istrinya Astrid dilanda kepanikan saat satu-persatu penghuni rumah di kompleks sekitar mereka mulai pindah. Semua dikarenakan adanya pocong keliling yang kerapkali mengetuk pintu utama warga setempat setiap malam. Rumah-rumah yang ditinggalkan pun kosong dan sulit sekali mencari calon pembeli apalagi isu tersebut sudah santer kemana-mana yang menarik minat kameraman dan pembawa acara yaitu Akbar dan Monique yang sepakat meliput kejadian itu. Ada lagi Bombay dan Asbun, si maling kuburan yang mengambil kesempatan dari kericuhan tersebut. Ditambah kepala keamanan setempat, Dadang dan wanita simpanan, Barbara yang juga heboh sendiri. Apa yang sesungguhnya menyebabkan teror pocong keliling tersebut?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dan gala premierenya diselenggarakan di fX pada tanggal 6 Juli 2010.

Cast:
Catherine Wilson sebagai Barbara
Indah Kalalo sebagai Astrid
Donita sebagai Monique
Indra Birowo sebagai Jamal
Eric Scada sebagai Dadang

Director:
Pernah meraih predikat Sutradara Terbaik FFI lewat May (2008), Viva Westi menulis dan menyutradarai komedi horor pertamanya ini.

Comment:
Entah mengapa banyak sutradara berbakat Indonesia yang sengaja mendegradasikan dirinya belakangan ini demi mengikuti trend investor film lokal. Kali ini saya berbicara mengenai Viva Westi. Jujur saya tidak terlalu menggemarinya tapi mengapresiasi Suster N dan May yang cukup berkarakter itu.
Saya akan menyoroti 4 pasangan yang merangkai cerita dalam film ini. Pertama, dua orang maling kuburan yakni Bombay dan Asbun yang berusaha melucu tetapi sayangnya basi yang membuka prolog film yang entah apa relevansinya dengan tema cerita. Bahkan melibatkan hantu wanita Cina kaya yang meninggal? Oh no! Kedua, pasutri Jamal dan Astrid yang mulai mendingin dan sibuk dengan "mainan"nya masing-masing, Ketiga, kru televisi Monique dan Akbar yang ditugaskan liputan "tidak jelas" dan benar-benar terkesan salah tempat dan waktu. Keempat, pasangan Barbara dan Dadang yang baru diekspos di akhir cerita yang sepertinya bisa muncul dan menghilang lebih sering dibanding penampakan itu sendiri. Delapan orang itu secara bergantian mengambil posisi mereka dalam scene masing-masing. Namun sayangnya tidak ada benang merah cerita yang jelas yang mampu mempertegas karakterisasi yang berusaha dibawakan.
Pocong Keliling yang ditampilkan terlalu datar dan konstan sepanjang film ini akan membuat anda mati kebosanan sambil menyaksikan adegan demi adegan dengan rasa getir yang amat sangat selama kurang dari satu setengah jam. Saya pun terlelap dengan sukses tanpa menyadari anak-anak remaja tanggung yang entah sengaja atau berniat iseng sesekali melempari butiran-butiran popcorn dari arah belakang.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa