XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label andreano phillip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label andreano phillip. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

TRAGEDI PENERBANGAN 574 : Ketika Sabuk Keselamatan KKD Tidak Menjamin Warasmu


Quotes:
Dini: Udahlah Tan, masalah Gundul Pringis itu kan cuma mitos!

Nice-to-know: 
KI 574 adalah nomor penerbangan pesawat Adam Air tujuan Surabaya-Menado yang jatuh di perairan Selat Sulawesi dan menewaskan seluruh penumpang pada tanggal 1 Januari 2007 yang lalu.

Cast: 
Kiki Amelia sebagai Dewi
Baby Margaretha sebagai Maya
Andreano Philip sebagai Pilot
Shiddiq Kamidi sebagai Siwa
Cheppy Chandra sebagai Johan
Tata Liem
Maia Novethesia
Nana Kharina
Violeta Mongi

Director: 
Merupakan debut penyutradaraan pertama bagi Assad MA setelah sebelumnya bertindak sebagai Dendam Pocong Mupeng (2010).

W For Words: 
K2K Productions rupanya sudah mencanangkan satu bulan satu proyek dengan mengesampingkan peribahasa, “Anjing menggonggong, kafilah berlalu.” yang artinya “Tak peduli orang mau caci maki, kami akan terus membuat film.” Semangat yang luar biasa kalau tidak mau dikatakan “ndablek” karena tidak didukung oleh pergeseran kreatifitas ke arah yang lebih baik. Judul terbarunya kali ini diembel-embeli dengan “Diangkat dari kisah tenggelamnya 574”, lengkap dengan tagline epik “Sabuk keselamatan tidak menjamin selamatmu..” Rasanya saya ingin mencubit pipi KK Dheeraj untuk memastikan ini mimpi atau bukan.

Empat remaja yaitu Dini, Gustav, Siwa, Tania tengah berlibur di suatu tempat di Surabaya dan mendengar mitos Gundul Pringis alias hantu berwujud kepala manusia yang seringkali saru dengan batok kelapa. Teror hantu itu menewaskan Tania di perkebunan kelapa sawit milik nenek Dini. Ketiga sahabat itu sepakat membawa jenazah Tania ke Manado menggunakan pesawat komersial. Bersamaan dengan mereka adalah pengusaha Johan yang sedang melarikan diri bersama sekretarisnya Maya setelah membantai istrinya Dewi. Penampakan Gundul Pringis tak menunggu lama untuk muncul di atas pesawat yang melaju di ketinggian ribuan kaki.

Siapa itu Melonys? Siapa itu Jane Yosijoko? Nama mereka tertera sebagai empunya ide cerita alias penulis skrip. Premis setengah jadi lantas diangkat menjadi sebuah skenario. Basically, kita punya dua kelompok disini yaitu tiga anak remaja yang tak simpatik dan sepasang pezinah. Berdiri di antara mereka ada dua hantu yakni Gundul Pringis dan arwah istri penasaran. Settingnya terjadi di sebuah hutan dan di dalam pesawat. Secara cerdas kesemua unsur tersebut dicampur aduk tanpa formula nalar dan bumbu logika. Hasilnya? Kening anda akan berkerut di sepanjang film.

Sutradara Assad MA berupaya sekuat tenaga meyakinkan penonton bahwa nyaris semua adegan berlangsung di atas pesawat yang tengah terbang seperti cahaya kelap-kelip, kondisi tidak stabil, kemunculan hantu di luar jendela pesawat dsb. Semua itu hanyalah trik saja dan apabila mata anda jeli pasti akan menemukan bloopers dimana-mana. Permainan efek khusus alias CGI amat terlihat di bagian penutupnya saat pesawat tak dapat diselamatkan dan terpaksa mendarat di laut. Sungguh menggelikan! Tidak ada ucapan terima kasih terhadap maskapai penerbangan manapun membuat saya bertambah yakin bahwa semua itu rekayasa. Yakinkan saya, Pak KK. Tolong yakinkan!

Semua aktor dan aktris yang terlibat tidak bisa disalahkan begitu saja. Limitasi karakteristik tidak memungkinkan untuk eksplorasi. Yang patut untuk dipersalahkan adalah keinginan mereka untuk tetap bermain secara nama-nama tersebut merupakan andalan K2K Productions. Anda hanya akan menyaksikan satu persatu menjerit atau berteriak histeris di sepanjang adegan. Entah apa yang ditakuti! Tak jarang semua suara mengganggu itu tenggelam dalam scoring musik yang terdengar megah. Saya pun tebak-tebakan, comotan dari mana lagi kira-kira. 

Tragedi Penerbangan 547 samasekali tidak menawarkan apa-apa. Simpati terhadap keluarga korban kecelakaan pesawat Adam Air beberapa waktu silam? Tidak! Penjelasan masuk akal dari semua kejadian supernatural yang terjadi? Tidak! Horor mencekam yang dapat mendirikan bulu kuduk? Tidak! Suspensi misterius yang bisa membuat anda bertahan hingga menit terakhir? Tidak juga! Semua ini adalah upaya “manipulatif” KKD lagi terhadap penonton film Indonesia meskipun dilakukan dengan cara yang halus. Ketika niat kuat untuk eksis tak dibarengi oleh itikad baik dan kualitas memadai maka beginilah hasilnya terlepas dari fakta bahwa arah penyajiannya sebetulnya sudah benar!

Durasi: 
80 menit

Overall: 
6 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 10 Oktober 2012

BANGKITNYA SUSTER GEPENG : Saatnya KKD Jungkir Balik dan Kita Bilang WOW


Quotes: 
Larasati: Keturunan Sato harus membayar janjinya.. atau mati!

Nice-to-know: 
Film yang diproduksi olek K2K Productions ini screeningnya diselenggarakan di Kota Kasablanka XXI pada tanggal 10 Oktober 2012 yang lalu.

Cast: Aelke Mariska sebagai Keiko
Baby Margareth sebagai Sita
Andreano Philip sebagai Dodo
Shidiq Kamidi sebagai Henry
Roro Fitria sebagai Suster Larasati
Jenny Cortez
Ozy Syahputra

Director: 
K-Team

W For Words: 
Urban legend yang selalu santer berhembus di kota Surabaya adalah suster gepeng yang mendiami Rumah Sakit Simpang dimana sekarang lokasinya telah digantikan oleh Delta Plaza. Produser berdarah India, KK Dheeraj yang sempat dituntut kasus pembohongan publik karena film terakhirnya di bulan Juni lalu itu kini merekayasa kisah melalui skrip yang katanya ditulis oleh Jane Yosijoko. Tidak ada yang tahu kebenarannya tapi eksperimen “ajib”nya jelas selalu ditunggu para penikmat film-film kacrut alias vividism. Apakah anda salah satunya?

Dalam perjalanan pulang dari clubbing, pasangan kekasih Keiko-Dodo dan Sita-Henry menerima transmisi radio dari jaman proklamasi kemerdekaan Indonesia dimana suara wanita mengancam mereka dalam bahasa Jepang. Konon kakek Keiko yang juga serdadu Jepang, Sato Hirosuke pernah menjalin asmara dengan suster Indonesia, Larasati. Hubungan yang kemudian diendus komandan Jepang sehingga menewaskan Larasati di dalam sebuah lift tepat di depan mata kepala Sato yang tidak berbuat apa-apa. Dendam harus dituntaskan dimana keturunan harus menanggungnya.

Seperti biasa logika cerita menjadi permasalahan utama. Tidak ada perbedaan setting dari transisi masa silam dan masa sekarang selain perbedaan warna yang tak terlalu kentara. Hospital Van Broug Center yang jadi panggungnya, entah ini bahasa penunjuk apa, malah terkesan seperti rumah biasa. Peperangan yang terjadi antara tentara Jepang dan Indonesia seharusnya bisa menjadi jualan utama tetapi saya merasa adegan ledakan dan tembakan seakan menjadi tempelan belaka, bahkan beberapa di antaranya seperti comotan dari film sejenis. Mudah-mudahan praduga ini tidak terbukti.
Sederetan turnover ini akan membuat otak anda jungkir balik dan berkata WOW! Simak yok!
1. Keiko dan Dodo yang berargumen saat ingin menghubungi kakeknya. Tinggal telepon saja, bodoh!
2. Keiko berupaya menyelamatkan Sita yang tenggelam di kolam renang dengan.. Err, samurai?
3. Suara narasi Sato saat suratnya dibaca oleh Larasati tidak konsisten. Kadang berbahasa Indonesia lancar, kadang terbata-bata. Dua orang yang berbeda?
4. Hantu Larasati yang merangkak keluar dari televisi lalu berjalan santai dengan gerakan patah-patah. Ini kombinasi The Ring dan Ju-On rupanya.

5. Serdadu Jepang yang awalnya ngotot menyiksa penduduk desa demi mendapatkan markas pemuda malah mengubah sasaran menjadi.. Suster Larasati! Who the hell is she?
6. Adegan peperangan antara Jepang dan Indonesia seperti terjadi di dimensi lain. Ada yang bisa jelaskan dari judul film mana itu terjadi?
7. Menempuh perjalanan dari Jakarta ke Karawang hanya dalam sekejap. Pertengkaran mereka sebelum memutuskan pergi bahkan lebih lama dari itu. Dodo dan Henry nyaris tonjok-tonjokan!
8. Tembang berbasis perjuangan pun berkumandang di penghujung film. Nasionalisme KKD yang tidak pada tempatnya. Dia berkebangsaan Indonesia atau India sih sebenarnya?
9. Kala pejuang Indonesia secara instan berbalik meraih kemenangan, mereka sukses menghabisi serdadu Jepang. Eh, Sato Hirosuke kok berhasil selamat?
10. Keiko dan Sita yang sempat ber”drama-ria” ketika melarikan diri dari rumah sakit. Dialog seperti “Aku pernah tidur dengan kekasihmu, Dodo” pun bergulir. Aaargh,kill these bitches please!

11. Hantu bocah lelaki yang berlarian dalam nuansa hijau itu siapa? Anak Suster Larasati? Emang dia hamil pas dibunuh? Terus sempet ngelahirin gitu di dalam lift? Otak gua rasanya pindah ke pantat.
12. Ojisan mungkin memiliki pintu kemana saja sehingga tepat waktu menyelamatkan cucunya dari Jepang ke Indonesia. Plok plok plok!

Itulah 12 pertanyaan yang harus dijawab oleh KK Dheeraj yang secara brilian membentuk nama “K-Team” untuk mengisi kursi sutradara. Jika sudah mendapatkan semua jawabannya maka Bangkitnya Suster Gepeng saya nyatakan sah sebagai film lokal terbaik tahun 2012 ini. Mari getok kepala, eh palu tiga kali tanda setuju. Bagaimana dengan “special return” nya Ozzy Syahputra? Dude, I feel sorry for you. Mari  dukung bangkitnya aksi pengecaman dan penolakan terhadap penayangan film ini demi memperbaiki imej suster gepeng! Yakusoku wa shakkindesu....inochi ga kiken narudarou! Jangan tanya artinya ya.

Durasi: 
77 menit

Overall: 
6 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 26 Januari 2012

KAFAN SUNDEL BOLONG : Syarat Menggelikan Kaya Mendadak

Quotes:
Deden: Loe gak pantes nonton politik, pantesnya nonton tanjidor.


Storyline:
Deden adalah pecundang bermodal pas-pasan. Keinginan untuk dicintai wanita cantik dan mendapat kekayaan membawanya menemui dukun bernama Tante Sun dengan ditemani sahabat karibnya, Munaf alias Muka Nafsu. Syarat yang diajukan hanya tiga yaitu kolor gadis perawan, rambut tokoh tinggi dan kain kafan mayat yang belum semalam di kubur. Sayangnya begitu semua terpenuhi, Tante Sun keburu meninggal. Kekayaan instan yang diterima Deden ternyata membangkitkan amarah sundel bolong yang meminta imbalan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Productions.

Cast:
Aziz Gagap sebagai Deden
Arumi Bachsin sebagai Chery
Udin Penyok sebagai Munaf
Andreano Phillip
Jeffrey Lee

Director:
Merupakan film ketujuh bagi Yoyok Dumprink alias Yoyo Subagiyo.

Comment:
Intisari sebuah film nampaknya menjadi unsur ke-9529 bagi seorang KK Dheeraj. Sekelumit ide yang muncul di kepalanya tiba-tiba bisa dituangkan menjadi skrip jadi-jadian sekalipun. Film pertamanya di tahun 2012 ini seharusnya memicu kemarahan seorang Nayato Fio Nuala. Apa pasal? Aktor dan aktris kesayangannya dibajak! Namanya dipasang besar-besar. Tentu anda tahu, saya membicarakan siapa? Tidak lain dan tidak bukan adalah Aziz Gagap dan Arumi Bachsin.

Kembalinya Arumi Bachsin.. Sepertinya kalimat yang “dijual” dalam posternya ini belum selesai. Yang dimaksud bukan kembali ke dunia akting melainkan ke dunia antah berantah. Ini pendapat pribadi saya. Jika Nayato masih berbaik hati memberikannya peran di dunia fana maka tidak kali ini. Peran Cherry adalah pelengkap derita yang muncul di bagian pembuka dan penutup saja, selayaknya buah ceri yang menghiasi kue tart yang samasekali tidak enak rasanya. Kasihan!
“Bintang” sesungguhnya dalam film ini adalah duet Aziz Gagap dan Udin Penyok yang bahu-membahu berjayus ria sambil berupaya membangkitkan kembali trend sundel bolong yang konon digagas oleh almarhumah Suzanna yang legendaris itu. Sayangnya sundel bolongnya terlihat palsu dan tidak meyakinkan. Jangan harap melihat belatung bermunculan dari punggung berlobang, fokus justru ada di muka hitam yang merupakan kombinasi dari hanoman, nenek gerondong dan genderuwo?

Originalitas menjadi sesuatu yang mahal harganya dalam film-film KKD. Setidaknya ada 2 tembang hits mancanegara yang diambil dalam film ini yaitu Labels or Love dan Kuch Kuch Hota Hai. Adegan slapstick Aziz Gagap di toilet bahkan mengingatkan anda pada satu-dua episode serial televisi Mr. Bean. Entah sederetan jiplakan ide lain apalagi yang berlalu-lalang di kepala dimana saya terlalu malas untuk mengingatnya. Jika ada tambahan, sedianya anda bisa berbaik hati memberitahu.
Kafan Sundel Bolong yang teramat buruk secara kualitas bagaikan replika film-film Nayato KW2 yang setidaknya lebih baik dari segi penyajian gambar. Aziz Gagap hanya mencoba menjadi dirinya sendiri, jangan salahkan kemiripan akting saat ia melakukan “bully” terhadap pak Pocong atau tante Sun. Eh, mereka punya nama lho! Namun pemakaian nama besar Suzanna di poster filmnya dengan dalih “penghormatan” rasanya perlu dijelaskan KK Dheeraj pribadi lewat pidato 81 menit yang mungkin akan lebih menghibur dibandingkan filmnya sendiri.

Durasi:
81 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 20 Januari 2011

PELUKAN JANDA HANTU GERONDONG : Transformasi Serial Televisi Kehidupan Nyata

Storyline:
Kylie yang telah bertunangan dengan Robby tinggal di sebuah apartemen di Jakarta mengundang temannya dari Kuala Lumpur, Jenna untuk bertandang. Jenna gemar sekali menonton serial televisi yang bercerita mengenai Patty dan kekasihnya Rocky yang akhirnya dibantai pada malam pertama pernikahan mereka beserta seluruh orang seisi rumah. Kecurigaan jatuh pada Tommy, adik Patty yang menderita gangguan jiwa. Tanpa Kylie sadari, semua hal dalam serial televisi itu mulai terjadi dalam kehidupan sehari-harinya. Robby dan sahabatnya Rio bertemu dengan Dokter Lucas yang tertarik dengan kasus itu setelah diperingati Tante Rose dan anjingnya Mini yang misterius itu. Apakah nasib Kylie dan Robby akan berakhir sama?


Nice to know:
Diproduksi oleh K2K Productions dan gala premierenya dilangsungkan di fX Platinum XXI tanggal 17 Januari 2011.

Cast:
Indah Kalalo
sebagai Kylie

Aida Saskia
sebagai Jenna

Angel Lelga sebagai Patty
Lia Ladysta
sebagai Joena

Andreano Phillip
sebagai Robby

Shidiq Hamidi
sebagai Rio

Adam Jordan
sebagai Dokter Lucas


Director:
Garapan kedua Yoyok Dumprink setelah Rintihan Kuntilanak Perawan (2010).


Comment:

Tidak perlu menunggu lama kemunculan film-film sampah di tahun 2011 ini. Baru memasuki minggu ketiga bulan pertama rilis kembali karya pria India idealis bin ajaib bernama KK Dheeraj ini. Saya tidak terlalu peduli jika ia memakai nama Yoyok Dumprink di kursi sutradaranya karena apapun filmnya, citarasanya sama persis. Sayangnya bukan citarasa yang enak tetapi buruk bin eneg bikin muntah seisi perut sampai kosong tak bersisa hingga tak terasa lapar kembali sekalipun. Berlebihan? Itulah kenyataannya.

Siapapun aktor aktris yang dipakai dalam film produksi K2K saya acungi empat jempol, dua kaki dan dua tangan untuk keberaniannya terlibat bahkan mencantumkan nama. Mungkin bisa ditambah jempol kaki anjing saya kalau bisa. Oops sampai lupa kalau saya tidak memiliki anjing, tetapi anjing tetangga bolehlah dipinjam sejenak selagi saya menulis review ini. Sebab apapun peranan yang ditawarkan pada mereka rasanya itu tidak penting dan tidak akan berarti apapun bagi perkembangan karir akting mereka ke depannya. Namun apa boleh buat? Namanya juga cari uang toh?

Plot ceritanya mengenai kehidupan nyata yang sama persis dengan apa yang tayang di televisi. Lupakan rentang waktu dan sekuens cerita karena dua hal tersebut tidak penting disini. Penonton bisa diajak melompati ruang waktu dengan cerita yang maju mundur. Batas dunia nyata dan dunia televisi menjadi absurd. Dan jangan coba mencari-cari hubungan yang rasional dari keterkaitan tersebut sebab akibatnya fatal: kram otak sementara!

Tidak ada yang benar dalam Pelukan Janda Hantu Gerondong selain tangan hitam yang suka menjawil rambut, muka, kaki bahkan nyaris kemaluan lelaki pada scene kakus toilet di penghujung film. Berbagai adegan syur yang menjadi ciri khas kali ini tidak ketinggalan, hanya saja dalam batas yang sangat tidak sensual samasekali. Satu-satunya yang mengasyikkan saat menonton film KK adalah tebak-menebak film asli apa yang menjadi adaptasinya. Terima kasih pada rekan saya, Bee http://film-nggak-jelas.blogspot.com/2011/01/pelukan-janda-hantu-gerondong-2011.html yang sudah menyebutkan film India berjudul 13B sebagai sumbernya. So, apakah anda masih berminat untuk nonton setelah serangkaian kritik di atas?


Durasi:
75 menit


Movie-meter:

Jumat, 19 November 2010

PENGAKUAN SEORANG PELACUR : Perjalanan Transformasi Alisa Menjadi Jenny

Storyline:
Berpacaran cukup lama dengan Bayu di desa, Alisa tak kunjung dinikahi dengan alasan belum mapan. Betapa sakitnya Alisa yang sudah menyerahkan segala-galanya ketika mendapati Bayu kembali dari kota dengan membawa tunangannya setelah bertahun-tahun merantau. Demi melupakan semuanya, Alisa pergi ke Jakarta dan menumpang tinggal di rumah Rachel, teman kecilnya. Kemudian Alisa berkenalan dengan Chiko, pemuda jalanan yang bersahabat. Namun diam-diam Chiko malah memanfaatkan Alisa dengan mencekokinya obat tidur dan menjualnya ke om-om hidung belang. Putus asa dan harus menyambung hidup, Alisa mengganti namanya menjadi Jenny dan menjadi pelacur. Setelah itu ia berkenalan dengan Michael, pengusaha kaya yang tulus mencintainya. Akankah Jenny mau membuka hatinya kembali dan jujur pada Michael akan siapa dirinya sebenarnya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh MM Creations dan diproduseri oleh Sagar M.M.

Cast:
Jenny Cortez sebagai Alisa / Jenny
Andi Soraya sebagai Rachel
Andreano Phillips sebagai Michael
Kanz Randhawa sebagai Chiko
Rian Emanuel sebagai Bayu
Gita Prisilfia
Kissinger Mae
Ayu Yohana
Tata Liem

Director:
Andrew Timothy.

Comment:
Heran dengan duet penulis Cherryl Samantha dan Andi Lim mendapat ide dari mana untuk menulis cerita film ini? Novel-novel stensilan kah? Atau film-film akhir 80an dan awal 90an yang marak bertemakan seks? Mungkin hanya mereka yang bisa menjawabnya. Yang pasti formula expired tersebut diperparah dengan kinerja sutradara Andrew Timothy yang mencampur adukkan dengan alur flashback. Sah-sah saja sebenarnya jika ada benang merah cerita yang jelas untuk melakukannya. Tapi tidak untuk menumpang tindih plot cerita dan tidak berdampak apapun pada gaya penceritaannya. Sadis!
Dari aroma pedesaan berpindah ke ibukota, saya cukup salut pada Jenny yang awalnya berdandan noni kampung hingga “bertransformasi” menjadi wanita penghibur bergaya modern. Konon syuting hari pertama film ini bertepatan juga dengan hari pertama bulan puasa yang lalu. Sadis! Jenny memang berhasil mempertontonkan keseksian tubuhnya tetapi tidak kemahirannya berakting. Ekspresi dan bahasa tubuhnya masih tergolong datar-datar saja sebagai perempuan yang tertindas dan bernasib malang. Bahkan ketegarannya yang harusnya memuncak di akhir film tidak terlihat samasekali.
Jangan lupakan “peran” Andi Soraya yang tidak menghadiri promosi film ini karena harus masuk bui. Lagi-lagi ia hanya sebagai pelengkap derita disini walau tak dipungkiri lebih “lumayan” dalam mendendangkan lagu temanya yang berjudul Terpisahkan. Lalu ada Andreano Phillip, kekasih Lia Trio Macan berkepala plontos ini rupanya “rajin” beradegan panas dalam film apapun yang ditawarkan kepadanya, terutama keluaran K2K yang tersohor sangat itu. Tidak penting lagi rasanya melihat perkembangan karir mantan juara Mr Internasional di tahun 2006 lalu itu jika bermain dalam film-film sejenis ini. Di luar ketiganya menjadi tidak penting lagi karena setelah satu dua scene syuting lalu menghilang ditelan bumi. Sadis!
Maafkan saya jika tulisan review kali ini lebih seperti tabloid gosip karena jujur saya bingung mau mengomentari apa karena filmnya benar-benar tidak penting. Anda menontonnya dalam 10-15 menit lantas akan bisa menebak akhir ceritanya. Istilah kata seperti mahasiswa mengerjakan soal ujian hanya sepertiga durasinya yang 90 menit. Lalu untuk menunggu teman-temannya apakah ia boleh tidur? Tentu saja. Bebas kok. Ini pula yang saya lakukan di dalam bioskop, tertidur di menit ke-20, terbangun melihat kanan kiri lalu menyimak cerita yang masih disitu-situ saja, tertidur kembali di menit ke-40 hingga tersentak menjelang akhirnya. Tepat sesuai prediksi! Dan saya tidak menyesal karena tertidur tersebut, toh saya masih tetap dapat menyelesaikan review ini dan menceritakan kepada anda betapa tidak berkualitasnya Pengakuan Seorang Pelacur yang ironisnya “dipaksa” bertarung dengan Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1 di tanggal rilis yang sama. Sadis!
Tiga kata sadis rasanya cukup mewakili jika anda tetap memaksakan diri nonton film ini dan disengat rasa kebosanan yang menyiksa karena penyajian drama kategori dewasa yang cheesy dengan alur yang amat sangat lambat. Mohon maaf bagi tim pembuat film ini jika kebetulan membaca review saya ini tetapi cobalah untuk lebih kreatif lagi di lain kesempatan demi kemajuan film nasional kita bersama.

Durasi:
75 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 14 Oktober 2010

RINTIHAN KUNTILANAK PERAWAN : Menjual "Keahlian" Bintang Porno Impor

Quotes:
Alice: I'm beautiful, sexy and gorgeous. Everybody would love me.

Storyline:
Lily dan Alice adalah dua saudari yang tumbuh bersama. Bedanya Lily selalu didampingi orang-orang terdekat dalam hidupnya seperti ibu yang menyayanginya dan kekasihnya Mike yang mencintainya. Sedangkan Alice terbiasa hidup menyendiri. Saat band Keren's manggung di sebuah bar, Alice berkenalan dengan Rifky sang vokalis. Mereka membawa Alice pada malam itu dan meninggalkan Lily dalam kecemasan. Paginya Lily mendapat mimpi buruk dan Alice mulai bertingkah aneh. Sejak saat itu korban demi korban berjatuhan. Apa yang sesungguhnya menimpa Alice? Siapa pembunuh misterius yang berkeliaran itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Production dan pressconnya dilakukan di Setiabudi 21 pada tanggal 11 Oktober yang lalu.

Cast:
Tera Patrick sebagai Alice
Angel Lelga sebagai Lily
Andreano Phillips sebagai Mike
Catherine Wilson sebagaiTania

Director:
Yoyok Dumprink

Comment:
Rasanya saya sudah bisa menulis esai panjang setelah 5-10 menit pertama film ini. Bukan esai yang baik tentunya karena berisi 1001 hal negatif di dalamnya. Sebut saja beberapa di antaranya; Band Keren's yang manggung di club yang bernuansa musik disko? Makhluk gaib yang sudah mengintai bahkan sebelum kejadian Alice malam itu? Alice dan Lily yang diceritakan bersaudara justru terasa berjarak ratusan meter di antara mereka? Lantas, apa lagi yang bisa diharapkan dari sisa durasinya?
Hm, tentunya KK Dheeraj punya senjata pamungkas tersendiri untuk menyiasati segala kekurangan itu yakni dengan mengimpor bintang porno Amerika, Tera Patrick! Ia tidak peduli samasekali jika sepanjang film Tera berbahasa tubuh sama anehnya dengan bahasa Inggris-Indonesia yang terucap dari bibirnya itu. Semua tokoh dalam film ini terasa miscasting dengan karakterisasi yang non-existing itu. Kemunculan Angel, Andreano dan Catherine hanyalah sebagai pelengkap derita yang tiada terselamatkan. Plot yang tidak jelas itu saat bercerita seperti menggali lubang keterpurukan yang semakin dalam lagi dan lagi.
Kontroversial tentunya akan mewarnai Rintihan Kuntilanak Perawan. Mulai dari pemakaian judul yang tidak senonoh hingga penampilan serba minim Tera yang tidak pada tempatnya. Dada "ekstra"nya terasa diumbar disana-sini dan jika berdampingan dengannya, Angel dan Catherine benar-benar terasa "kecil" secara fisik. No surprise! Ini adalah sebuah drama horor yang seakan tidak memiliki unsur "benar" samasekali di dalamnya sehingga penonton akan meninggalkan bioskop dengan bersungut-sungut kecewa.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 20 Mei 2010

RAYUAN ARWAH PENASARAN : Seputar Cinta Terlarang dan Gentayangan Penampakan

Quotes:
Rahma-Gw lagi bosen sama susu.
Banci-Ya iyalah. Susu loe sendiri aja udah mau meledak!

Storyline:
Bobby hanya mengenal dua wanita dalam hidupnya. Satu adalah Ira, wanita yang dicintainya. Satu lagi ialah Diana, adik tirinya yang juga disayanginya. Sejak Ira menghilang secara misterius, Bobby kerapkali melihat penampakan makhluk halus yang mengerikan di rumahnya. Hal ini meresahkan Diana yang akhirnya mengajak kekasihnya Remy dan dua temannya untuk bersama-sama menyelidiki apa yang sesungguhnya terjadi pada Ira. Benarkah Ira telah mati terbunuh? Adakah hubungannya dengan peristiwa bom yang terjadi di salah satu jalan sentral ibukota beberapa waktu silam?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh K2K Productions dan gala premierenya dilakukan di Setiabudi 21 pada 19 Mei yang lalu.

Cast:
Artis Jepang (Yuzuki) sebagai Ira
Putri Patricia sebagai Diana
Andreano Phillip sebagai Joe Bobby
Dimaz Andrean sebagai Remy.
Rahma Azhari

Director:
Meskipun tidak dicantumkan rasanya KK Dheeraj bisa menggunakan nama apapun juga untuk duduk di kursi sutradara film-film produksinya.

Comment:
Sempat digegerkan dengan Rahma Azhari yang menuntut produser gara-gara adegan syurnya yang sebenarnya sudah digunting sensor dalam film ini malah beredar luas di internet. Entah ini benar atau hanya akal-akalan untuk publisitas film itu sendiri seperti yang terjadi pada film produksi K2K yang lalu, Pijat Atas Tekan Bawah (2009). Satu lagi yang coba dijual KK adalah Artis Jepang? Melihat tulisan itu dalam posternya, saya lantas berujar "wtf?" Tidak bernamakah atau memang tidak cukup punya nama untuk dijual? Belakangan saya tahu aktris tersebut bernama Leah Yuzuki. Kasihan sekali dia hanya mendapat peran gadis yang mengenakan pakaian minim, diikat, disiksa, dilecehkan tanpa satu patah katapun terucap dari bibirnya. Hmm.. Putri Patricia dan Dimas Andrean yang sudah malang melintang di film televisi atau sinetron juga tidak banyak membantu. Andreano juga tidak beda jauh dengan apa yang diperlihatkannya dalam Hantu Puncak Datang Bulan alias Dendam Pocong Mupeng itu. Semua karakter disini terasa tumpang tindih dan tidak penting. Salahkan skrip dan skenario yang terasa ditulis oleh anak belasan tahun dengan ide-ide liarnya termasuk pikiran kotornya mulai dari bersetubuh dengan teman wanita adik, adik perempuan sendiri dsb. Sedikit keberuntungan akan adanya sedikit twist di ending yang setidaknya menjelaskan semua keganjilan dalam plot cerita. Namun tidak menolong penilaian film secara keseluruhan yang tetap berkualitas rendah dan hanya menjual sensualitas belaka.

Durasi:
75 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa