XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label seth macfarlane. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seth macfarlane. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

TED : As Crazy As Its Charms


Quotes: 
Ted: [dressed in a suit and tie] I look stupid.
John: No, you don't, you look dapper.
Ted: John, I look like something you give to your kid when you tell 'em Grandma died.

Nice-to-know: 
Tak banyak yang tahu jika Mark Wahlberg dan Seth MacFarlane lolos dari tragedi 9/11 karena tidak naik pesawat yang menabrak World Trade Center pada waktu itu. Wahlberg sudah memesan tiket penerbangan American Airlines Flight 11 tapi memutuskan berkendara ke New York terlebih dahulu sebelum terbang ke California berikutnya. McFarlane sudah dijadwalkan di pesawat yang sama tetapi tertinggal 10 menit dan sempat melihat tabrakan tersebut ketika duduk di bandara.

Cast: 
Mark Wahlberg sebagai John Bennett
Mila Kunis sebagai Lori Collins
Seth MacFarlane sebagai Ted
Joel McHale sebagai Rex
Giovanni Ribisi sebagai Donny
Patrick Warburton sebagai
Guy

Director: 
Merupakan feature film debut bagi Seth MacFarlane yang lebih dikenal sebagai aktor dan penulis ini.

W For Words:
Setiap anak di belahan dunia manapun pasti pernah memiliki mainan kesayangan masa kecil. Berapa dari anda yang akan unjuk tangan jika saya sebutkan boneka teddy bear sebagai salah satu contohnya? Nyaris semua! Berapa dari anda yang, katakan saja, beruntung mendapati boneka teddy bear anda hidup? Tidak ada! Setidaknya imajinasi tersebut mampu divisualisasikan secara unik lewat kolaborasi Universal Pictures, Media Rights Capital, Fuzzy Door Productions, Bluegrass Films dan Smart Entertainment yang diperuntukkan bagi kalangan dewasa saja ini.

John Bennett kecil tidak pernah memiliki teman sampai orangtuanya membelikan boneka teddy bear pada hari Natal. Satu permintaan saat bintang jatuh terkabul, Ted hidup dan menjadi sahabat terbaik John.. sampai berusia 35 tahun! Empat tahun sudah, John menjalin hubungan kasih dengan Lori Collins yang secara status sosial dan pendapatan jauh di atasnya. Hal itu tidak mengurangi kemesraan mereka dimana John sendiri mulai berpikir untuk menikah. Masalahnya Lori tidak terlalu menyukai Ted yang dianggapnya sebagai penghambat. Bagaimana kelanjutan polemik dilematis ini?

Rasanya tinggal menunggu waktu bagi seorang berbakat seperti Seth MacFarlane untuk dapat mengeluarkan segenap potensi yang dimilikinya. Kesempatan itu tiba melalui film ini dimana ia bertindak sebagai produser, sutradara, penulis dan pengisi suara! Premis yang semula terdengar bodoh, absurd dan mustahil itu mampu dikejawantahkan secara brilian menjadi komedi slapstick bernuansa satir yang mampu mengundang tawa dan simpati dari penonton pada saat bersamaan. Semua karakter dalam film ini memiliki fungsi masing-masing untuk menjembatani setiap konflik yang ada.

Mark Wahlberg sukses menghidupkan tokoh pria dewasa John Bennett yang pecundang tetapi tetap pribadi yang menyenangkan, kawan dan kekasih yang setia. Mila Kunis memberikan persona tepat bagi wanita karir Lori Collins yang memiliki perencanaan dan masa depan yang cemerlang. Keduanya berbagi  chemistry yang believable, tidak luar biasa tapi cukup menerjemahkan problema apa yang kira-kira ada di antara mereka. Pihak antagonis berhasil dibawakan Giovanni Ribisi dan Max Harris sebagai ayah dan anak yang terganggu mentalitasnya. Selain itu Joel McHale juga memberikan kontribusi menarik lewat sosok atasan yang congkak dan kelewat percaya diri.

Polah tingkah Ted di sepanjang film memang efektif mengocok tawa. Anda tetap akan jatuh cinta padanya walau segila apapun kelakuannya. Adegan paling membekas dalam benak anda bisa jadi ketika Ted menunjukkan kemesumannya lewat bahasa tubuh nan eksplisit. Hilarious! Kinerja animasi dari Tippett Studio dan Iloura secara luar biasa mampu mewujudkan gerak bibir, mata, tubuh yang amat nyata layaknya manusia dalam ukuran mini. Alih suara dari MacFarlane turut memberikan “nyawa” tersendiri, terlepas dari betapa familiarnya formula sidekick yang digunakan sang creator dalam membangun sisi komedik yang diinginkan.
Berbagai referensi yang digunakan film ini memang lawas. Teddy Ruxpin adalah boneka beruang yang bisa berbicara dan menjadi mainan terlaris medio 1985-1986. Hm, Ted mungkin tidak “semanis” Teddy karena lebih suka mengisap ganja dan bermain perempuan. Masih ada sains fiksi petualangan klasik, Flash Gordon (1980) yang menampilkan Sam J. Jones sebagai dirinya sendiri. Sosok yang menjadi role model bagi John Bennett yang mendambakan kekuatan serupa untuk setidaknya mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik. Manusiawi bukan?
Kelebihan utama Ted tidak hanya menjual kelucuan tapi juga definisi nyata tentang cinta dan persahabatan sejati yang begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari. SIapa yang tidak pernah ada di posisi John Bennett? Untuk itulah film yang menggunakan narasi linier layaknya komik bergambar itu memang lebih disegmentasikan untuk penonton pria dewasa. Satu pertanyaan antah berantah yang tak terjawab adalah jika Ted begitu terkenal, mengapa ia masih harus bekerja dan John masih kesulitan uang? In the end, not every moviegoers will fully appreciate this movie but surely everyone of them will love Ted, cute heart-warming bear who always know how to have fun and friends.

Durasi: 
106 menit

U.S. Box Office:
$217,838,900 till Sep 2012

Overall:out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 02 Februari 2010

TOOTH FAIRY : Kutukan Peri Gigi Sadarkan Keajaiban

Quotes:
Derek Thompson: I'm the Tooth Fairy.
Randy: Thought you said you were a vampire. You got some inconsistent mythology.

Storyline:
Pemain hoki es terkuat dan terpopuler, Derek Thompson tidak percaya keajaiban peri gigi. Ia dengan entengnya mengambil uang di bawah bantal calon putrinya, Tess yang baru tanggal giginya dan mengharapkan kedatangan peri gigi. Atas perbuatannya itu, Derek dihukum menjadi peri gigi selama seminggu oleh Lily, ibu dari peri gigi seluruh dunia. Dengan bantuan Ziggy, Derek berusaha belajar menggunakan perlengkapan-perlengkapannya sampai tugasnya berakhir. Akankah pada akhirnya Derek belajar dari keajaiban yang sesungguhnya ada di sekitarnya?

Nice-to-know:
Merupakan film live-action pertama bagi Billy Crystal semenjak Analyze That (2002).

Cast:
Tahun ini sempat juga mendukung serial televisi Family Guy, Dwayne Johnson bermain sebagai Derek Thompson / Tooth Fairy.
Siapa yang tidak mengenal aktris senior yang angkat nama lewat The Sound of Music (1965) bernama Julie Andrews ini. Kali ini ia berperan sebagai Lily, ibu peri gigi yang lembut hati dan bijaksana.
Ashley Judd sebagai Carly
Stephen Merchant sebagai Tracy
Ryan Sheckler sebagai Mick Donnelly
Seth MacFarlane sebagai Ziggy
Chase Ellison sebagai Randy
Destiny Whitlock sebagai Tess

Director:
Sutradara senior, Michael Lembeck terakhir kali menggarap The Santa Clause 3: The Escape Clause (2006) dan beberapa film televisi.

Comment:
Ide pembuatan film ini sebetulnya sudah cukup konyol tetapi nyatanya masih mampu menarik jajaran cast seperti Judd, Crystal ataupun Andrews untuk terlibat di dalamnya. Kalau nama The Rock rasanya tidak perlu aneh karena tampaknya ia semakin nyaman dalam film bertemakan keluarga belakangan ini.
Siapa tidak mengenal dongeng peri gigi, dari kecil hingga dewasa rasanya akan terus diingat oleh anda, sama halnya dengan sinterklas. Hal ini kemudian dikembangkan oleh lima orang penulis Lowell Ganz, Babaloo Mandel, Joshua Sternin, Jeffrey Ventimilia dan Randi Mayem Singer sehingga konsepnya menjadi komedi baik secara personal maupun keluarga yang dibungkus dengan berbagai pesan moral yang cukup mendidik.
Permasalahannya adalah film ini hanya masuk akal bagi bocah berusia di bawah 10 tahun! Bagi orang dewasa cenderung membosankan dengan alur cerita yang terlalu sederhana dan mudah ditebak. Ok mungkin untuk beberapa scene bisa jadi membuat anda tersenyum malu-malu melihat tindak-tanduk The Rock apalagi kostumnya yang “tidak wajar” itu. Namun secara keseluruhan, talenta semua aktor-aktris pendukungnya menjadi terkesan sia-sia untuk sesuatu yang terlalu absurd. Kharisma Andrews dan Crystal sebagai Lily dan Jerry menunjukkan kualita acting mereka. MacFarlane juga terasa pas dengan tokoh Ziggy yang nerd tetapi baik hati itu. Saya nyaris tidak mengenali Judd sebagai Carly disini karena lebih terpikat pada si kecil Whitlock yang mengesankan sebagai Tess.
Sutradara Lembeck sudah berusaha keras memodifikasi cerita tetapi tampaknya Tooth Fairy tidak lebih dari sekadar pengisi waktu luang anda akan kebutuhan film yang ringan dan menghibur saja. Akhir kata setelah ending berlalu, anda diharapkan bisa percaya akan keajaiban yang niscaya dapat membuat hidup lebih bermakna.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$60,020,099 till end of Jun 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent