XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label amy adams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amy adams. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2013

MAN OF STEEL : Superb Induction For Super Human We All Know

Quote:
Jonathan Kent: You just have to decide what kind of man you want to grow up to be, Clark. Whoever that man is, he's going to change the world..

Nice-to-know:
Darren Aronofsky, Duncan Jones, Ben Affleck, Tony Scott, Matt Reeves dan Jonathan Liebesman sempat dipertimbangkan untuk menyutradarai film ini sebelum Zack Snyder terpilih.

Cast:
Henry Cavill
sebagai Clark Kent / Kal-El
Amy Adams
sebagai Lois Lane
Michael Shannon
sebagai General Zod

Kevin Costner sebagai Jonathan Kent
Diane Lane sebagai Martha Kent
Russell Crowe
sebagai Jor-El

Ayelet Zurer sebagai Lara Lor-Van
Antje Traue sebagai Faora-Ul
Laurence Fishburne
 sebagai Faora-Ul
Harry Lennix sebagai General Swanwick
Richard Schiff
sebagai Dr. Emil Hamilton
Christopher Meloni
sebagai Colonel Nathan Hardy
 

Director:
Merupakan feature film keenam bagi Zack Snyder setelah terakhir menggarap Sucker Punch (2011).

W For Words:
Siapa yang tidak mengenal sosok pahlawan dengan lambang huruf S di dadanya? Jangan buru-buru memanggil dia dengan Superman dahulu karena Warner Bros sepakat untuk menyebutnya manusia baja pada installment pertama reboot terbaru tokoh legendaris DC Comics ini. Jika generasi saya dan seterusnya baru mengenal nama Christopher Reeve, Dean Cain, Brandon Routh atau mungkin Tom Welling sebagai para pemerannya secara simultan di layar lebar dan layar gelas, tentunya penunjukan aktor Inggris berusia 30 tahun bernama Henry Cavill cukup beralasan mengingat talentanya yang besar.

Di ambang kehancuran planet Krypton dan aksi kudeta Jenderal Zod, Jor-El dan Lara Lor-Van berhasil mengirim bayi laki-laki mereka Kal ke bumi. Anak dengan kekuatan luar biasa itu kemudian diasuh oleh pasutri Kent, Jonathan dan Martha yang memberinya nama Clark. Segenap peristiwa yang dialami membuat Clark tumbuh dewasa dengan segudang pertanyaan. Adalah wartawati Lois Lane yang bertekad menyelidiki asal-usulnya. Sementara itu Jenderal Zod dan armadanya bebas dari kutukan hingga bertekad membangun kembali Krypton di muka bumi walau harus membinasakan umat manusia. 

Tidak usah heran jika anda menemukan banyak template yang serupa dengan trilogi Batman (2005-2012) karena nama Christopher Nolan ada di jajaran pemilik ide cerita bersama dengan David S. Goyer yang sorangan bertugas rangkap sebagai penulis skenario juga. Introduksi terhadap sang manusia baja itu dilakukan secara detail mulai dari fase anak-anak, remaja sampai dewasa lengkap dengan evolusi sisi emosionalnya. Meski berhasil membalutnya dalam nuansa modern, kecenderungannya menuju genre science fiction instead of fantasy cukup mengganggu saya. Namun mengingat Kal berasal dari luar bumi, hal tersebut (harus) dimaklumi.

Kekuatan utama yang dimiliki film ini ada pada hubungan personal Clark dengan ayah kandung dan ayah-ibu angkatnya. Berbagai momen dramatis yang menghadirkan kutipan-kutipan ‘sakti’ dijamin mampu meluluhlantakkan sanubari anda hingga tak sadar menggulirkan air mata. Penonton yang secara pribadi dekat dengan orangtua pasti merasakan hal demikian. Dua aktor kaliber Oscar yang bukan kebetulan pernah memerankan Robin Hood yakni Costner dan Crowe menunaikan tugasnya dengan luar biasa. Lane dan Zurer juga tak kalah gemilang menampilkan naluri keibuan mereka yang begitu kental.

Bagi saya Cavill sendiri merupakan figur tepat untuk menghidupkan sang manusia baja. Wajah simpatik yang ditunjang dengan fisik kokoh kian menegaskan aura kepahlawanannya. Adams sebagai wartawati ambisius pemenang Pulitzer sukses memperlihatkan rasa keingintahuan tinggi dengan tekad kuatnya. Sayang chemistry keduanya saat berbagi layar justru terlihat kurang maksimal. Semoga pada kesempatan mendatang dapat diperbaiki. Shannon secara cemerlang menjiwai tokoh antagonis Zod dengan sorot mata tajam dan intonasi suara yang menggelegar. Traue sebagai pendampingnya lumayan menyita perhatian masih dengan konsep femme fatale.

Snyder tidak main-main dalam membangun set yang fantastik. Opening berdurasi dua puluh menitan yang mempertontonkan kultur planet Krypton adalah salah satu opening terbaik dalam sejarah film superhero. Belum lagi kecanggihan teknologi yang digunakan para penghuninya amatlah mencengangkan. Bombardir spesial efeknya memang tak dapat dihindari tetapi masih dalam konteks materi yang ada termasuk kedekatan berbagai aspek dengan dunia yang kita tinggali sehari-hari. Gimmick 3D nya memang tidak mutlak sebagai pilihan tapi cukup memuaskan. Balutan scoring musik megah dari Hans Zimmer tak usah diragukan lagi.


Man Of Steel diyakini tidak akan mengecewakan fanboy/fangirl nya di seluruh dunia termasuk merangkul generasi baru karena filmmaker nya tidak melupakan karakteristik dasar yang sudah demikian lekat. Skripnya memang belum sempurna tapi gaya penceritaan dinamis, editing ciamik dengan alur maju mundur dan tempo adaptif agaknya efektif menutupi segala kekurangan yang ada. In the end, it’s a superb induction about a super human we all know. Made us getting into Kal’s shoes to feel his emotions, understand his choices, fulfill his fate is the best thing Snyder could offered.

Durasi:
143 menit

U.S. Box Office:
$125.080.000 till
Jun 2013

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 28 Januari 2012

THE MUPPETS : Bersatu Kembali Menyelamatkan Gedung Teater


Quotes:
Statler: Is this movie in 3-D?
Waldorf: Nope! The Muppets are as one-dimensional as they've always been!

Nice-to-know:
Setelah menyelesaikan keseluruhan syuting, filmmakers memberikan Jason Segel boneka Muppet versi dirinya untuk disimpan.

Cast:
Jason Segel sebagai Gary
Amy Adams sebagai Mary
Chris Cooper sebagai Tex Richman
Rashida Jones sebagai Veronica Martin

Voice:
Steve Whitmire sebagai Kermit / Beaker / Statler / Rizzo / Link Hogthrob / The Newsman
Eric Jacobson sebagai Miss Piggy / Fozzie Bear / Animal / Sam Eagle / Marvin Suggs
Dave Goelz sebagai Gonzo / Dr. Bunsen Honeydew / Zoot / Beauregard / Waldorf / Kermit Moopet
Bill Barretta sebagai Swedish Chef / Rowlf / Dr. Teeth / Pepe the Prawn / Bobo / Muppet Gary
Peter Linz sebagai Walter

Director:
Merupakan feature film pertama James Bobin yang sebelumnya menggarap beberapa serial televisi termasuk The Flight of the Conchords yang terlama yaitu dari tahun 2007-2009.

W for Words:
Sebagian dari anda yang lahir pada tahun 1970an ke atas tentunya sangat mengenal karakter muppets yang wara-wiri di layar kaca dengan segala polah tingkahnya yang unik mendidik itu. Ayo unjuk tangan. Tidak perlu merasa tua (atau malu) untuk bisa jatuh cinta pada versi layar lebar terbarunya. Generasi yang lebih muda saja besar kemungkinan bisa menjadi penggemar baru film yang diperuntukkan bagi semua kalangan usia ini.

Skrip yang ditulis Jason Segel dan Nicholas Stoller berdasarkan karakter Jim Henson berkisah mengenai Gary, Mary dan Walter yang menemukan fakta bahwa Tex Richman akan menghancurkan gedung teater muppets demi sumber minyak yang terkandung di bawahnya. Ketiganya sepakat mengumpulkan seluruh muppets untuk bersatu padu termasuk Kermit, Miss Piggy dan kawan-kawan untuk melakukan sebuah pertunjukan spektakuler sekaligus menggalang dana sebesar 10 juta dollar sebelum waktu berakhir.
Sutradara James Bobin menghadirkan gaya teatrikal yang kental di sepanjang filmnya. Scene dimana Segel atau Adams menyanyi diyakini mampu memancing senyum di wajah anda. Sama halnya dengan suguhan the muppets lewat aksi-aksi tak terbayangkan yang tiba-tiba tersaji di hadapan anda. Unsur komedinya juga tidak malu-malu walaupun sedikit cheesy disana-sini, salah satu contohnya adalah jargon “let’s travel by the map!” yang sukses membuat saya tertawa sambil mengernyitkan dahi.

Lagu-lagu yang menghiasi durasi 103 menit ini secara otomatis akan tertanam di dalam kepala anda selama berhari-hari bahkan membuat anda tergelitik untuk memiliki soundtracknya. Nomor favorit saya adalah Life’s a Happy Song yang riang gembira dan Man or Muppet yang getir sekaligus refleksi diri itu. Jangan lupakan juga penampilan cabaret para ayam dalam hit “Forget You” milik Cee Lo Green yang hilarious tersebut.
Tak dinyana, benang merah klasik yang dipertahankan membuat The Muppets layak tonton bagi penggemar lawas maupun anyar. Banyaknya cameo yang ambil bagian setidaknya menjadi nilai tambah, membantu menambal narasi dua pertiga awal yang sebetulnya cukup membosankan. Penampilan anggota baru, Walter dengan “hati” nya diyakini mampu meneruskan tongkat estafet secara pas jika memang franchise yang satu ini bisa dilanjutkan di masa mendatang. Definitely worth to wait!

Durasi:
103 menit

U.S. Box Office:
$86,694,431 till Jan 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 19 Februari 2011

THE FIGHTER : Pertarungan Tinju Problematika Keluarga

Quotes:
Mickey Ward: I'm the one who's fighting. Not you, not you, and not you.

Storyline:
Dickie Ecklund pernah menjadi petinju kebanggaan Massachussets. Hal tersebut yang memberatkan Micky Ward sebagai saudara sekaligus sparring partnernya. Namun Dickie terjatuh dalam kecanduan dan kekerasan yang menjebloskannya ke penjara. Saat itulah, Micky meminta Sal untuk melatihnya dan mengantarnya meraih berbagai kemenangan. Dukungan dari sang kekasih Charlene dan keluarganya akhirnya membawa Micky ke partai puncak perebutan gelar juara dunia melawan Shea Neary. Bertepatan dengan kebebasan Dickie yang juga bertekad membantu Micky menang. Akankah tim yang juga satu keluarga ini mampu keluar sebagai jawara pada akhirnya?

Nice-to-know:
Menggantikan Matt Damon dan Brad Pitt yang sempat menjadi kandidat, Christian Bale dikabarkan kehilangan berat badan untuk menggambarkan sosok Dickie Ecklund yang sangat kurus dengan cara makan sangat sedikit.

Cast:
Mark Wahlberg memulai debutnya dengan nama Marky Mark dalam serial televisi The Substitute (1993). Kali ini ia bermain sebagai Micky Ward.
Menguruskan badan demi peran Dickie Ecklund, Christian Bale pernah melakukan hal serupa dalam The Machinist (2004).
Amy Adams sebagai Charlene Fleming.
Melissa Leo sebagai Alice Ward
Jack McGee sebagai George Ward

Director:
Karya perdana David O’Russell adalah feature film Spanking the Monkey di tahun 1994 yang lalu.

Comment:
Jika anda menyebutkan Rocky atau Million Dollar Baby sebagai film bertemakan tinju sebagai favorit, maka kita memiliki pendapat yang sama. Keduanya mewakili gender yang berlawanan tetapi dikemas sebagai tontonan yang sangat manusiawi dimana perjuangan mencapai cita-cita memang tidak mudah termasuk bagi mereka yang menekuni salah satu cabang olahraga.
Kali ini gaya penyutradaraan Russell bolehlah diacungi jempol. Bagaimana teknik kameranya bergerak bebas, lepas selayaknya kamera tangan tetapi tetap menghasilkan kualitas gambar yang mumpuni. Setiap scene yang direkam seperti menangkap energi dan atmosfer yang disuguhkan film. Skrip yang disusun oleh Scott Silver, Paul Tamasy dan Eric Johnson juga diterjemahkannya dengan baik menciptakan layer demi layer yang mampu mengedepankan kekuatan para karakternya.
Rasanya Bale akan mampu menggenggam Piala Oscar tahun ini lewat peran Dickie disini. Ia adalah seorang aktor bertotalitas tinggi dan bahasa tubuhnya yang cukup “aneh” sudah cukup berbicara banyak apalagi penampilan fisiknya yang dipoles sedemikian rupa. Sedangkan Wahlberg lumayan tampil maksimal sebagai Micky dimana gaya bertarungnya sebagai petinju amatir yang baru bersinar di usia yang tidak muda lagi cukup meyakinkan ditambah dengan permainan emosi yang terasa wajar.
Penonton tidak akan ditipu mentah-mentah dari segi teknik bertinju disini. Tidak ada shot yang terlalu lama dalam satu pertandingan tetapi sudah cukup menampilkan aroma persaingan yang demikian kental. Saya lebih suka seperti ini dibandingkan harus mendramatisasi ataupun terlalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang kelewat professional. Penempatan kamera di berbagai sudut berhasil menangkap keseluruhan termasuk spontanitas maupun kesalahan yang terjadi. Toh hal ini malah terkesan realistis yang sangat positif.
The Fighter mungkin berkisah biasa-biasa saja tetapi tidak diceritakan secara biasa. Kekuatan utama terletak pada penyutradaraan dan castingnya. Menarik melihat semua tokoh di film ini bergantian mengambil alih scene dengan adu argumen di antara Micky, Dickie, Charlene, Alice, George dsb yang rata-rata sangat umum terjadi dalam kehidupan lingkungan keluarga sehari-hari. Anda akan merasakannya!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$85,632,024 till mid Feb 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 07 Desember 2010

DOUBT : Ketika Keraguan Melangkahi Iman dan Janji

Tagline:
There is no evidence. There are no witnesses. But for one, there is no doubt.

Storyline:
Paroki St. Nicholas pada tahun 1964 di Bronx, pendeta karismatik Father Flynn berusaha menerapkan aturan yang berbeda dari yang sudah terbentuk oleh Sister Aloysius Beauvier. Kepala sekolah wanita ini terlalu percaya pada kekuatan ketakutan dan kedisiplinan dalam mendidik murid-muridnya yang perlahan mulai membangkang. Masuknya siswa kulit hitam pertama bernama Donald Miller semakin menimbulkan kekisruhan yang berbuntut pada kecurigaan Sister Aloysius akan perilaku menyimpang Father Flynn. Sister James yang masih muda dan belum berpengalaman semakin bingung menentukan sikap di antara keduanya. Benarkah tuduhan tersebut dapat mencoreng nama paroki terkait sekaligus memecat Donald sebagai Putra Altar?

Nice-to-know:
John Patrick Shanley sempat menawarkan peran Sister James kepada Natalie Portman tetapi menolaknya. Sebaliknya Oprah Winfrey tertarik peran Mrs. Miller tetapi sang sutradara menolaknya tanpa memberi kesempatan samasekali.

Cast:
Tak banyak yang tahu bahwa Meryl Streep pernah mengisi suara dalam The Ant Bully (2006). Kali ini ia bermain sebagai Sister Aloysius Beauvier yang konservatif dan penuh rasa curiga.
Pernah memenangkan Oscar kategori Aktor Terbaik lewat Capote (2005), Philip Seymour Hoffman berperan sebagai Father Brendan Flynn yang mendapat tantangan berat.
Terakhir kali mendukung Miss Pettigrew Lives for a Day (2008), Amy Adams kebagian tokoh simpatik Sister James.
Carrie Preston sebagai Christine Hurley
John Costelloe sebagai Warren Hurley
Lloyd Clay Brown sebagai Jimmy Hurley
Joseph Foster sebagai Donald Miller (as Joseph Foster II)

Director:
Sejauh ini baru film kedua bagi John Patrick Shanley setelah Joe Versus the Volcano (1990) yang juga ditulisnya sendiri

Comment:
Nilai jual utama film ini adalah aktor-aktris utamanya yaitu Meryl Streep dan Phillip Seymour Hoffman yang sama-sama berkaliber Oscar. Dan mereka memenuhi harapan tersebut dengan menyajikan akting yang brilian dengan pertukaran dialog yang menarik. Salah satunya adalah menjelang ending dimana terjadi percakapan lebih kurang 10 menit antara Sister Aloysius dan Father Flynn yang sangat menguras emosi mulai dari kemarahan dan keangkuhan yang berbaur sempurna dengan pendakwaan dan pembelaan diri. Bagaimana hubungan mereka terus berkembang dari berusaha saling adaptasi dari cara yang normal hingga menjadi ketidak sukaan yang saling bertentangan.
Penulis sekaligus sutradara Shanley bekerja dengan efektif dalam menjaga plot cerita agar tetap menarik dengan setting Paroki yang kaku sunyi yang mendukung serta penokohan yang simple tetapi sangat menggigit itu. Peran Adams sebagai supporting character juga cukup efektif, sedikit mewakili karakter penonton yang netral di antara hitam dan putih. Jelas sebuah kinerja tim yang pantas sekali dilirik para juri ajang penghargaan manapun di tahun 2008 itu.
Konflik yang dihadirkan dalam Doubt memang cenderung sensitif dan controversial. Namun semua itu disampaikan dengan cara yang halus tetapi tidak kehilangan ketajamannya dalam bercerita. Sebuah contoh dimana setiap manusia memiliki sudut pandang dan harga diri tersendiri yang terkadang dituntut untuk mempertahankannya sampai titik tertentu tanpa peduli konsep benar salah yang mendasarinya. Film ini memberikan contoh yang teramat realistis untuk kasus tersebut.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$33,422,556 till April 2009

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 20 September 2010

LEAP YEAR : Melamar Pria Idaman Tahun Kabisat

Quotes:
Anna-You fried my blackberry
Declan-You fried the whole village!

Storyline:
Berkarier sebagai penata apartemen, Anna Brady berharap-harap cemas saat kekasihnya yang kardiologis, Jeremy mengajak makan malam di restoran mewah yang diduga akan melamarnya. Namun harapan sirna karena Jeremy hanya membelikannya giwang dan berencana melakukan dinas ke Dublin. Mendengar ada tradisi di Dublin dimana seorang wanita bisa melamar pria setiap tanggal 29 Februari alias tahun kabisat, Anna nekad terbang kesana. Sayangnya karena cuaca buruk, ia mendarat di Wales dan penerbangan ke Dublin terpaksa ditutup. Mencari cara untuk pergi kesana, Anna malah berjumpa pemuda setempat, Declan yang setuju mengantarnya dengan sejumlah bayaran. Perjalanan panjang itu membuat dua orang asing tersebut saling mengenal. Benarkah Jeremy merupakan jodoh yang dinantikan Anna sesungguhnya?

Nice-to-know:
Bar Declan yang bernama "Caragh" dalam bahasa Gaelic berarti "Tersayang".

Cast:
Karir akting layar lebarnya dimulai lewat Drop Dead Gorgeous (1999) dan Amy Adams disini kebagian peran Anna Brady, wanita mandiri yang menginginkan cinta yang stabil dalam hidupnya.
Angkat nama setelah berduet dengan Mandy Moore dalam Chasing Liberty (2004), Matthew Goode bermain sebagai Declan, pemuda cuek yang tidak terlalu mempercayai kekuatan cinta.
Beberapa kali mendukung serial teve ternama seperti E.R, NYPD Blue, Party Of Five dsb membawa Adam Scott mendapatkan karakter Jeremy yang ambisius dan praktis.

Director:
Anand Tucker memulai debut penyutradaraannya lewat Saint-Ex (1996).

Comment:
Entah sudah beberapa banyak komedi romantis yang memanfaatkan Inggris Raya dan sekitarnya sebagai latar belakang? Harus diakui suasana, view dan tradisinya sangat kuat sehingga tidak heran menyimpan daya tarik tersendiri untuk sebuah percintaan. Film ini adalah salah satunya dan Tucker yang sebenarnya belum banyak berpengalaman sebagai sutradara berjudi cukup aman disini dengan memanfaatkan formula-formula baku nan standar.
Dari segi cast pemasangan Adams dengan Goode terasa sedikit miscasting, belum lagi ditambah kehadiran Scott yang terkesan melengkapi saja. Mengapa saya katakan demikian? Adams merupakan salah satu newest America’s sweetheart yang pernah sukses dengan genre sejenis belakangan ini, lihat daya tarik kecerobohan yang jenaka dan kenaifannya yang menggemaskan disini. Sedangkan Goode hanyalah satu dari sekian aktor Inggris yang belum berhasil di Amerika. Namun toh keduanya berbagi chemistry yang cukup menyenangkan disini.
Plot penemuan pelabuhan hati yang lain saat menunggu kepastian cinta dari sang kekasih kembali dibentangkan menjadi konflik yang harus diselesaikan. Proses ke arah sana seringkali melibatkan riak pertengkaran, penolakan, kebimbangan dan kesalahpahaman. Itulah yang akan selalu dinantikan penonton penyuka genre ini terutama wanita. Dan Leap Year yang mengangkat tradisi unik tahun kabisat ini tetaplah sebuah hiburan yang manis dan nyaman untuk dinikmati tanpa banyak embel-embel yang berlebihan. Bukankah cinta memang harus seperti itu?

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$25,893,485 till end of Feb 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 05 April 2010

JULIE & JULIA : Dua Wanita Inspiratif Jago Masak

Quotes:
Paul Child-What is it you REALLY like to do?
Julia Child-Eat!

Storyline:
Sang legenda kuliner, Julia Child menyediakan resep baru bagi seorang pegawai yang frustasi, Julie Powell lewat sebuah buku dan acara televisi. Pada akhirnya Julie benar-benar terinspirasi dan menyelesaikan 524 resep dalam waktu 365 hari sekaligus memperkenalkan generasi baru keajaiban masakan Perancis. Semua itu berkat dukungan suami dan kucingnya di apartemen tercinta mereka. Blog yang ditulisnya pun semakin digemari orang-orang yang mendorongnya mendapat banyak tawaran menulis dari puluhan editor terkenal. Bagaimana kehidupan seorang Julia sendiri? Dan bagaimana hal tersebut dapat memacu Julie untuk membenahi hidupnya yang semula membosankan?

Nice-to-know:
Sesungguhnya Meryl Streep hanya bertinggi 5 kaki 6 inci dan dibantu oleh trik kamera untuk membuatnya terlihat seperti Julia Child asli yang bertinggi 6 kaki 2 inci!

Cast:
Kedua kalinya memerankan karakter bernama Julia sejak debut aktingnya dalam Julia (1977), Meryl Streep meraih nominasi Oscar 2010 kategori Aktris Utama Terbaik lewat film ini.
Pertama kali mendapat nominasi Oscar 2006 kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat Junebug (2005), Amy Adams memangkas rambutnya untuk menjadi seorang Julie Powell, karyawati customer care yang stress luar biasa menghadapi keluhan pelanggan hingga menikmati waktu sepulang kerja dengan memasak!

Director:
Pertama kali meraih nominasi Oscar Best Screenplay bersama Alice Arlen lewat Silkwood (1984), Nora Ephron merupakan satu dari sedikit sutradara wanita senior di kancah Hollywood.

Comment:
Diangkat dari kisah nyata dimana buku berjudul "Mastering the Art of French Cooking" benar-benar ada dalam beberapa volume di tahun 1970an! Plotnya sendiri mengenai kehidupan dua wanita di tempat yang berbeda dan tidak saling mengenal. Streep bermain cemerlang seperti biasa dengan aksen Perancis dan bahasa tubuhnya sebagai koki handal. Meski sedikit kalah kelas, Adams juga sudah berusaha keras berakting sebagai pegawai yang tertekan dan berusaha konsisten dengan hobi barunya yang inspiratif. Chemistry masing-masing mereka dengan Tucci dan Messina juga terlihat natural dan manis. Sang sutradara Ephron rasanya terlalu berfokus pada karakter Julie, nyaris 90% dari durasi film menceritakan aktifitasnya. Apakah itu siasatnya untuk memotong bagian dalam bukunya yang banyak bertutur tentang sudut pandang Julia dan aktifitasnya bersama teman-temannya yang dirasa tidak terlalu penting? Akhir kata, Julie & Julia mungkin akan membosankan bagi penonton awam, kelezatan masakan tidak terlalu ditampilkan secara gamblang tetapi konsep dan semangatlah yang dikedepankan. Apakah anda akan menggemari selera makanan Perancis selayaknya banyak penduduk Amerika yang terobsesi setelah menyaksikannya?

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$94,125,426 till Nov 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 24 Mei 2009

NIGHT AT THE MUSEUM 2 : Petualangan Baru Di Museum Yang Lebih Besar

Quotes:
Kah Mun Rah-I have come back to life!
Larry Daley-No, I heard that. I got that. Welcome back.

Cerita:
Ketika Museum Sejarah Nasional ditutup untuk renovasi dan perbaikan, segala isinya harus dipindahkan ke Museum Washington yang jauh lebih besar termasuk di dalamnya Institusi Smithsonian yang berisikan lebih dari 136 juta koleksi mulai dari wanita penerbang pertama, Amelia Earhart hingga bandit ternama, Al Capone! Kali ini Larry Daley yang awalnya tidak diijinkan berada disana, nekad mencuri ID seorang penjaga untuk menuntaskan tanggungjawab yang diberikan padanya mengamankan miniatur sahabat-sahabatnya. Sialnya ternyata lempengan tablet ajaib turut membangunkan seluruh isi museum termasuk Kahmunrah, Pharaoh jahat yang berniat menguasai dunia. Apakah dengan bantuan teman-temannya, Larry berhasil menguasai situasi yang semakin kacau tersebut?


Nice-to-know:
"American Gothic" dan "Nighthawks" di Art Institute of Chicago, "The Thinker" di Musee Rodin - Paris, "Venus Italica" di North Carolina Museum of Art, Degas ballerina di Royal Academy - London adalah sebagian lokasi nyata yang digunakan film ini. Keseluruhan syuting dilakukan di Canada, New York dan Washington.

Cast:
Memulai karir layar lebar di usia 22 tahun dalam Shoeshine (1987), Ben Stiller adalah salah satu komedian top Hollywood saat ini termasuk kedua kalinya ia berperan sebagai si penjaga museum, Larry Daley.
Melejit lewat Enchanted (2007), Amy Adams disini bermain sebagai Amelia Eartheart, wanita penerbang pertama yang melintasi lautan Pasifik.
Owen Wilson, Hank Azaria, Robin Williams, Steve Coogan melanjutkan karakter Jedediah, Kahmunrah/The Thinker/Abe Lincoln, Teddy Roosevelt dan Octavius.

Director:
Melanjutkan dua kesuksesannya di tahun 2006 yaitu The Pink Panther dan episode pertama Night At The Museum yang fenomenal itu, Shawn Levy yang asli Kanada ini ditunjuk kembali untuk menangani sekuelnya yang bersubtitel Battle Of The Smithsonian.


Comment:
Trailernya memang menjanjikan. Selain fakta bahwa film pertamanya lucu, kreatif dan menghibur. Namun keraguan kualitas sekuel yang baik selama ini memang menghantui film apapun juga. Premis awalnya hanyalah pemindahan skala ke yang lebih besar. Konfliknya kurang lebih sama dengan kehadiran pihak antagonis yang lebih kuat. Apakah ini berarti sang penulis kehabisan ide? Beruntung pengembangan semua karakternya memang mendapat porsi yang seimbang dan saling bersinergi untuk menghadirkan lelucon. Dari segi cast, tidak banyak perubahan yang dilakukan Stiller terhadap peranannya. Namun tidak halnya dengan Azaria yang tampil brilian disini dengan tiga karakter penting yang dimainkannya. Adams juga memikat dengan rambut merah dan kostumnya yang gagah itu. Beruntung sang sutradara masih mempersenjatai sekuel ini dengan spesial efek yang rapi dan juga background musik yang menarik. Kesimpulan akhirnya, Battle Of The Smithsonian ini tetap mempertahankan konsep film keluarga yang bisa dinikmati orang dewasa dan anak-anak. Jika memang masih dibuat sekuel keduanya di masa mendatang, semoga lebih baik lagi.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$177,233,619 till Oct 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!