XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label meryl streep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meryl streep. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2013

HOPE SPRINGS : Basic Ingredients For Marriage Reconnection


Quotes:
Dr. Feld: What about oral sex?
Kay: I wasn't... I wasn't comfortable with that.
Dr. Feld: Giving or receiving?
Kay: [pause] Huh?  


Nice-to-know: 

Film Perancis yang disaksikan Kay dan Arnold di bioskop adalah Le dîner de cons, yang diremake menjadi Dinner for Schmucks dengan bintang Steve Carell.

Cast: 
Meryl Streep sebagai Kay
Tommy Lee Jones sebagai Arnold
Steve Carell sebagai Dr. Feld
Jean Smart sebagai Eileen, Kay's Friend
Ben Rappaport sebagai Brad, Their Son
Marin Ireland sebagai Molly, Their Daughter


Director: 
Merupakan feature film kelima bagi David Frankel setelah terakhir The Big Year (2011).

W For Words: 
Hanya berselang dengan The Iron Lady (2011) yang mengantarnya kembali meraih Piala Oscar, Meryl Streep (63 tahun) bermain dalam drama roman komedi bersama lawan main yang sepantaran usianya. Jika Steve Martin (64 tahun) dan Alec Baldwin (51 tahun) sudah mengiringinya dalam It’s Complicated (2009) maka kali ini giliran Tommy Lee Jones (66 tahun) yang mendampinginya. Prolog saya ini tidak bermaksud membicarakan orang di usia lanjut karena menjadi tua adalah sebuah proses hidup. Duet Black dan Casady rupanya melihat konsep ini secara cermat hingga sepakat memproduserinya.

Paska peringatan hari jadi ke-31, Kay dan Arnold menyadari bahwa api cinta mereka mulai memudar, terlihat dari tidur berbeda kamar dan jarang melakukan kontak fisik. Kay yang putus asa menghubungi penulis buku sekaligus konselor pernikahan, Dr. Feld untuk menjadwalkan terapi baginya. Arnold awalnya menolak mentah-mentah tapi dengan berat hati menuruti kemauan istrinya itu. Perjalanan lintas kota pun dilakoni. Dr. Feld menelusuri akar pemasalahan dan menganjurkan sesi sepanjang minggu. Berhasilkah Kay dan Arnold menjalani semua proses tersebut dari awal?

Vanessa Taylor yang menulis skrip ini tampak memahami betul sensitifitas wanita berumah tangga. Ada satu mitos yang selalu saya benarkan, pria cenderung tertidur setelah orgasme sehingga wanitanya merasa diabaikan. I’m sure this happen to all of you. Okay, let’s get back to topic! Saya menikmati setiap tahap reconnect antara Kay dan Arnold di sini mulai dari yang biasa hingga paling ekstrim sekalipun. Tak lupa proses penuaan juga diterjemahkan dengan begitu baik dari bahasa tubuh maupun aktifitas keseharian yang perlahan-lahan bergeser.

Meryl Streep masih terlihat cantik dan seksi di usia sekarang ini. Auranya begitu kuat terpancar di setiap kemunculannya. Karakter Kay di tangannya begitu rapuh dan konvensional. Menarik melihat Tommy Lee Jones bermain dalam film semacam ini setelah sekian lama. Karakter Arnold digambarkan keras kepala dan berjiwa petualang tetapi takut untuk mengakuinya. Chemistry keduanya cukup kuat, tergambar dari kecanggungan intimacy yang believable. Anda tidak akan menemukan Steve Carell yang slapstick dan eksplosif disini melainkan sosok dokter intelek nan sabar. 

Pengalaman panjang David Frankel dalam menggarap serial televisi sukses Sex and the City (2001-2003) memang berpengaruh pada kesan episodik dari satu scene ke scene lain. Kinerja kamera repetitif memperlihatkan Kay memasak telor mata sapi beserta sosis dan Arnold tertidur menyaksikan acara golf semakin menegaskan kebosanan rutinitas di antara keduanya. Pertukaran dialog suami istri tersebut tergolong realistis tanpa harus didramatisir. Dukungan musik latar yang minim dan sederhana membuatnya terasa kian nyata.

Hope Springs mengajak penonton untuk menjadi pengamat sebelum memutuskan, tanpa bermaksud menguliahi. Kesimpulan yang akhirnya berujung pada penerimaan terhadap kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing selain penghargaan yang ditunjukkan melalui afeksi nyata. Cinta kerapkali terkikis oleh waktu yang tak jarang bermuara pada ketidak bahagiaan. Pada akhirnya kendali ada di tangan kita, mau memperbaharui cara memasak atau menambahkan bumbu baru? Bagi saya sih simpel, ingatlah saat pertama anda jatuh cinta kepadanya walau terkadang tanpa alasan spesifik.

Durasi: 
100 menit

U.S. Box Office: 
$63,536,011 till Oct 2012

Overall: 
8 out of 10

Movie-meter:

Senin, 23 Januari 2012

THE IRON LADY : Inspirasi Pemimpin Wanita Tangguh

Quotes:
Margaret Thatcher: Watch your thoughts for they become words. Watch your words for they become actions. Watch your actions for they become... habits. Watch your habits, for they become your character. And watch your character, for it becomes your destiny! What we think we become.


Storyline:
Kisah seorang wanita yang berupaya mendobrak tatanan parlemen Inggris yang didominasi oleh kaum pria. Jabatan ketua partai yang kemudian mengantarnya menjadi Perdana Menteri dalam periode yang cukup panjang memang harus dibayar mahal oleh Margaret Thatcher dimana kehidupan pribadinya tak jarang terkesampingkan termasuk mengganggu interaksinya dengan orang-orang terdekatnya.

Nice-to-know:
Pada tahun 1982, sekelompok komedian Inggris yang disebut The Comic Strip membuat parodi berjudul "The Strike" yang mengatakan bahwa Hollywood akan meminta Meryl Streep memerankan Thatcher. 30 tahun kemudian hal tersebut benar-benar terjadi.

Cast:
Meryl Streep sebagai Margaret Thatcher
Jim Broadbent sebagai Denis Thatcher
Susan Brown sebagai June
Alice da Cunha sebagai Cleaner
Phoebe Waller-Bridge sebagai Susie
Iain Glen sebagai Alfred Roberts

Director:
Phyllida Lloyd angkat nama melalui debut penyutradaraan pertamanya yang juga dibintangi Meryl Streep yaitu Mamma Mia! (2008).

Comment:
Siapa yang tidak kenal Margaret Thatcher? Wanita bertangan besi yang menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris selama lebih dari 11 tahun tersebut adalah sosok yang disegani. Mengetahui bahwa biopic yang diproduksi oleh Film4 dan UK Film Council ini akan diperankan oleh Meryl Streep, jantung saya langsung berdebar-debar. Salah satu aktris terbaik sepanjang sejarah perfilman yang bahkan tidak perlu Piala Oscar lagi untuk menegaskan kualitas aktingnya itu.

Pendekatan yang digunakan oleh penulis skrip Abi Morgan memang tergolong unik. Margaret Thatcher memang digambarkan tangguh walaupun sisi-sisi kewanitaannya tidak dapat dipungkiri begitu saja. Namun pembahasan dementia yang dideritanya seakan berupaya menyeimbangkan superioritas dengan kelemahan. Penonton lantas akan percaya bahwa Maggie adalah bagian dari perputaran roda dimana seseorang bisa berada di atas dan di bawah selama periode tertentu.
Impersonifikasi Meryl Streep sangatlah akurat dimana setiap detik aksinya di layar lebar amat mengagumkan. Detil ekspresi dan bahasa tubuh seorang Margaret Thatcher dilakoninya secara sempurna mulai dari sebagai pemimpin bertangan besi ataupun seorang wanita biasa yang sulit berintegrasi secara normal dalam hidupnya. Kinerja make-up department mendadani Streep dalam berbagai lapisan umur juga patut diacungi jempol.

Sutradara Phyllida Lloyd yang berdarah asli Inggris memang setia dengan sejarah yang terjadi. Peristiwa peperangan Falklands menjadi salah satu babak penting dalam film ini. Sayangnya proses pemulihan ekonomi Inggris termasuk menolak Euro yang terjadi setelahnya malah tergolong instan, tidak dijelaskan apa peranan Thatcher terhadap semua itu. Narasi yang dipilih Lloyd merupakan flashback tanpa garis waktu dimana Thatcher muda, Thatcher dan Thatcher tua silih berganti dihadirkan.
Aktor-aktris pendukung brilian juga semakin memperkuat The Iron Lady sebagai potret apa adanya seorang Margaret Thatcher yang kontroversial. Mengagungkan dan mempermalukannya seakan menjadi agenda yang tidak terpisahkan dalam film ini. Interaksinya dengan Denis seringkali menyedihkan untuk disimak. Bagi anda yang tidak terlalu mengenal siapa Maggie sesungguhnya karena tidak hidup pada masanya, Meryl Streep akan membantu pemahaman anda dengan interpretasi peran yang luar biasa.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$520,669 till Jan 2012.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 07 Desember 2010

DOUBT : Ketika Keraguan Melangkahi Iman dan Janji

Tagline:
There is no evidence. There are no witnesses. But for one, there is no doubt.

Storyline:
Paroki St. Nicholas pada tahun 1964 di Bronx, pendeta karismatik Father Flynn berusaha menerapkan aturan yang berbeda dari yang sudah terbentuk oleh Sister Aloysius Beauvier. Kepala sekolah wanita ini terlalu percaya pada kekuatan ketakutan dan kedisiplinan dalam mendidik murid-muridnya yang perlahan mulai membangkang. Masuknya siswa kulit hitam pertama bernama Donald Miller semakin menimbulkan kekisruhan yang berbuntut pada kecurigaan Sister Aloysius akan perilaku menyimpang Father Flynn. Sister James yang masih muda dan belum berpengalaman semakin bingung menentukan sikap di antara keduanya. Benarkah tuduhan tersebut dapat mencoreng nama paroki terkait sekaligus memecat Donald sebagai Putra Altar?

Nice-to-know:
John Patrick Shanley sempat menawarkan peran Sister James kepada Natalie Portman tetapi menolaknya. Sebaliknya Oprah Winfrey tertarik peran Mrs. Miller tetapi sang sutradara menolaknya tanpa memberi kesempatan samasekali.

Cast:
Tak banyak yang tahu bahwa Meryl Streep pernah mengisi suara dalam The Ant Bully (2006). Kali ini ia bermain sebagai Sister Aloysius Beauvier yang konservatif dan penuh rasa curiga.
Pernah memenangkan Oscar kategori Aktor Terbaik lewat Capote (2005), Philip Seymour Hoffman berperan sebagai Father Brendan Flynn yang mendapat tantangan berat.
Terakhir kali mendukung Miss Pettigrew Lives for a Day (2008), Amy Adams kebagian tokoh simpatik Sister James.
Carrie Preston sebagai Christine Hurley
John Costelloe sebagai Warren Hurley
Lloyd Clay Brown sebagai Jimmy Hurley
Joseph Foster sebagai Donald Miller (as Joseph Foster II)

Director:
Sejauh ini baru film kedua bagi John Patrick Shanley setelah Joe Versus the Volcano (1990) yang juga ditulisnya sendiri

Comment:
Nilai jual utama film ini adalah aktor-aktris utamanya yaitu Meryl Streep dan Phillip Seymour Hoffman yang sama-sama berkaliber Oscar. Dan mereka memenuhi harapan tersebut dengan menyajikan akting yang brilian dengan pertukaran dialog yang menarik. Salah satunya adalah menjelang ending dimana terjadi percakapan lebih kurang 10 menit antara Sister Aloysius dan Father Flynn yang sangat menguras emosi mulai dari kemarahan dan keangkuhan yang berbaur sempurna dengan pendakwaan dan pembelaan diri. Bagaimana hubungan mereka terus berkembang dari berusaha saling adaptasi dari cara yang normal hingga menjadi ketidak sukaan yang saling bertentangan.
Penulis sekaligus sutradara Shanley bekerja dengan efektif dalam menjaga plot cerita agar tetap menarik dengan setting Paroki yang kaku sunyi yang mendukung serta penokohan yang simple tetapi sangat menggigit itu. Peran Adams sebagai supporting character juga cukup efektif, sedikit mewakili karakter penonton yang netral di antara hitam dan putih. Jelas sebuah kinerja tim yang pantas sekali dilirik para juri ajang penghargaan manapun di tahun 2008 itu.
Konflik yang dihadirkan dalam Doubt memang cenderung sensitif dan controversial. Namun semua itu disampaikan dengan cara yang halus tetapi tidak kehilangan ketajamannya dalam bercerita. Sebuah contoh dimana setiap manusia memiliki sudut pandang dan harga diri tersendiri yang terkadang dituntut untuk mempertahankannya sampai titik tertentu tanpa peduli konsep benar salah yang mendasarinya. Film ini memberikan contoh yang teramat realistis untuk kasus tersebut.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$33,422,556 till April 2009

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 05 April 2010

JULIE & JULIA : Dua Wanita Inspiratif Jago Masak

Quotes:
Paul Child-What is it you REALLY like to do?
Julia Child-Eat!

Storyline:
Sang legenda kuliner, Julia Child menyediakan resep baru bagi seorang pegawai yang frustasi, Julie Powell lewat sebuah buku dan acara televisi. Pada akhirnya Julie benar-benar terinspirasi dan menyelesaikan 524 resep dalam waktu 365 hari sekaligus memperkenalkan generasi baru keajaiban masakan Perancis. Semua itu berkat dukungan suami dan kucingnya di apartemen tercinta mereka. Blog yang ditulisnya pun semakin digemari orang-orang yang mendorongnya mendapat banyak tawaran menulis dari puluhan editor terkenal. Bagaimana kehidupan seorang Julia sendiri? Dan bagaimana hal tersebut dapat memacu Julie untuk membenahi hidupnya yang semula membosankan?

Nice-to-know:
Sesungguhnya Meryl Streep hanya bertinggi 5 kaki 6 inci dan dibantu oleh trik kamera untuk membuatnya terlihat seperti Julia Child asli yang bertinggi 6 kaki 2 inci!

Cast:
Kedua kalinya memerankan karakter bernama Julia sejak debut aktingnya dalam Julia (1977), Meryl Streep meraih nominasi Oscar 2010 kategori Aktris Utama Terbaik lewat film ini.
Pertama kali mendapat nominasi Oscar 2006 kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat Junebug (2005), Amy Adams memangkas rambutnya untuk menjadi seorang Julie Powell, karyawati customer care yang stress luar biasa menghadapi keluhan pelanggan hingga menikmati waktu sepulang kerja dengan memasak!

Director:
Pertama kali meraih nominasi Oscar Best Screenplay bersama Alice Arlen lewat Silkwood (1984), Nora Ephron merupakan satu dari sedikit sutradara wanita senior di kancah Hollywood.

Comment:
Diangkat dari kisah nyata dimana buku berjudul "Mastering the Art of French Cooking" benar-benar ada dalam beberapa volume di tahun 1970an! Plotnya sendiri mengenai kehidupan dua wanita di tempat yang berbeda dan tidak saling mengenal. Streep bermain cemerlang seperti biasa dengan aksen Perancis dan bahasa tubuhnya sebagai koki handal. Meski sedikit kalah kelas, Adams juga sudah berusaha keras berakting sebagai pegawai yang tertekan dan berusaha konsisten dengan hobi barunya yang inspiratif. Chemistry masing-masing mereka dengan Tucci dan Messina juga terlihat natural dan manis. Sang sutradara Ephron rasanya terlalu berfokus pada karakter Julie, nyaris 90% dari durasi film menceritakan aktifitasnya. Apakah itu siasatnya untuk memotong bagian dalam bukunya yang banyak bertutur tentang sudut pandang Julia dan aktifitasnya bersama teman-temannya yang dirasa tidak terlalu penting? Akhir kata, Julie & Julia mungkin akan membosankan bagi penonton awam, kelezatan masakan tidak terlalu ditampilkan secara gamblang tetapi konsep dan semangatlah yang dikedepankan. Apakah anda akan menggemari selera makanan Perancis selayaknya banyak penduduk Amerika yang terobsesi setelah menyaksikannya?

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$94,125,426 till Nov 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 28 Maret 2010

IT'S COMPLICATED : Dilema Mantan Pasutri Bersatu Kembali

Quotes:
Jake-I'm sorry.
Jane-How far back does that 'sorry' go?
Jake-How far back do you need it to go?
Jane-Wa-ay back.

Storyline:
Saat putra bungsunya diwisuda, Jane kembali bertemu dengan mantan suaminya, Jake yang telah menikah lagi dengan Agness yang jauh lebih muda dengan seorang anak yang masih bocah, Pablo. Tak dinyana, keduanya malah asyik bercengkrama ketika mabuk hingga terjadi perselingkuhan! Jane yang menyadari ini sebuah kesalahan segera berbenah diri terlebih setelah ia sukses membangun hidupnya sendiri sekaligus membesarkan ketiga anaknya selama 5 tahun terakhir. Perkenalan dengan arsitek kalem yang juga seorang duda bernama Adam membuat Jane semakin dipusingkan dengan siapa yang harus ia pilih pada akhirnya.

Nice-to-know:
Meski belum pernah bekerjasama sebelumnya dalam sebuah film, Steve Martin dan Alec Baldwin seimbang dalam menjadi pembawa acara Saturday Night Live sebanyak 14 kali. Keduanya juga menjadi asisten pemandu acara Academy Awards 2010.

Cast:
Meraih Oscar Aktris Terbaik keduanya lewat Sophie's Choice (1982), Meryl Streep merupakan jaminan kualitas akting emas dalam sebuah film. Kali ini ia berperan sebagai Jane, pengusaha cafe dan toko roti sukses yang dilema memilih mantan suaminya atau pria yang baru dikenalnya.
Sudah melakoni posisi sutradara, produser, penulis hingga aktor membuat Steve Martin semakin matang. Disini ia bermain sebagai Adam, arsitek duda yang masih trauma dengan perceraian terdahulunya.
Sekali dinominasikan Oscar kategori Aktor Pendukung Terbaik lewat The Cooler (2003), Alec Baldwin kebagian karakter Jake, pria setengah baya yang kepincut kembali dengan mantan istrinya setelah menjalani pernikahan kedua yang tidak terlalu membahagiakan.

Director:
Wanita kelahiran Pennsylvania 61 tahun yang lalu bernama Nancy Myers ini pernah dinominasikan Academy Awards 1981 kategori Best Writing Screenplay Charles Shyer dan Harvey Miller lewat film Private Benjamin (1980).

Comment:
Senang rasanya masih ada kesempatan bagi aktor-aktris berumur untuk menjadi sorotan utama dalam sebuah film unggulan. Dan Streep, Baldwin, Martin mampu menjawab tantangan itu dengan baik, ketiga karakter utama yang mereka mainkan berwatak unik sekaligus matang. Streep tampil seksi dan segar di usia 60, Baldwin nakal dan kesepian sedangkan Martin terlihat intelek dan kalem, berbeda dengan apa yang biasa ia tampilkan. Ceritanya sendiri simple mengenai kesempatan rujuk bagi pasutri berumur yang sudah beberapa tahun bercerai setelah memiliki anak-anak yang beranjak dewasa. Tema yang sebetulnya bisa dalam dan serius tetapi disajikan Myers dengan tempo cepat dan fun. Seperti biasanya, karya-karya Myers kental dengan sentuhan feminis dari sudut pandang karakter wanita. Dan Streep menjawab proyeksi Myers dengan meyakinkan. Chemistry nya dengan Baldwin ataupun Martin saat berbagi layar terasa natural. Pemahamannya dalam menyikapi konflik kehidupan sehari-hari juga menarik, yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi yang mengalaminya secara pribadi. It’s Complicated adalah drama komedi romantis yang ringan dan mudah diikuti terlepas dari ending yang bisa jadi mudah ditebak arahnya. Namun saya ingatkan lagi bahwa jualan utama disini bukanlah di screenplay tetapi jajaran castnya. Tidak percaya?

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$112,583,115 till March 2010

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 19 September 2008

MAMMA MIA! : Pencarian Ayah Kandung Menjelang Pernikahan

Quotes:
Donna-You sound like you're having fun already.
Ali-Oh, we are!
Donna-[woefully] I used to have fun!
Ali-[giggles] Oh, we know!
[Donna looks worried]

Cerita:
Calon mempelai Sophie sedang dalam misi pencarian ayahnya sebelum hari pernikahannya. Hanya ada satu masalah, Sophie tidak tahu pasti siapa dia. Setelah diam-diam membaca buku harian ibunya Donna, Sophie menemukan fakta tiga mantan kekasih ibunya itu. Lantas Sophie mengundang ketiganya dan berusaha mencari tahu apa yang sesungguhnya pernah terjadi di antara Sam, Bill, Harry dengan ibunya di masa lalu sekaligus menentukan jati dirinya sendiri.

Gambar:
Sebagian besar bersetting di Yunani yang menampilkan lanskap laut biru dan perbukitan alami yang sangat indah.

Act:
Meryl Streep sebagai Donna Sheridan
Amanda Seyfried sebagai Sophie Sheridan
Pierce Brosnan sebagai Sam Carmichael
Colin Firth sebagai Harry Bright
Stellan Skarsgard sebagai Bill Anderson
Julie Walters sebagai Rosie
Rachel McDowall sebagai Lisa
Dominic Cooper sebagai Sky
Semuanya tampil fun dan atraktif saat bernyanyi sambil berkoreografi!

Sutradara:
Karya layar lebar perdana bagi Phyllida Lloyd selepas membesut satu-satunya serial televisi Gloriana (2000). Tugas yang samasekali tidak mudah tapi dijawabnya dengan baik.

Komentar:
Tidak mudah mengangkat suatu pentas sukses yang berulangkali dimainkan di panggung Broadway ke dalam layar lebar. Pertama, keterbatasan seni panggung sehingga memfokuskan pada nyanyian dan tari dibandingkan cerita. Sedangkan pada layar lebar sebaliknya, cerita seakan lebih diprioritaskan dibanding segalanya. Dalam hal ini, "Mamma Mia!" bisa dibilang gagal karena tidak satupun cast bernyanyi di atas rata-rata. Kedua, lagu-lagu ABBA yang timeless harus diinterpretasikan untuk mengangkat cerita secara prima. Dalam hal ini, "Mamma Mia!" bolehlah mendapat ponten baik karena lirik yang kuat dan pas dengan jalinan cerita. Di luar dua poin utama "Mamma Mia!" itu, usaha Streep dan Seyfried boleh diacungi jempol karena berhasil menciptakan chemistry yang baik sebagai ibu dan anak sehingga penonton masih bisa bersimpati mengikuti kiprah mereka. Kekurangan yang paling mencolok mungkin dari gaya penyutradaraan yang terasa amatir, sinematografi yang buruk entah karena pencahayaan yang overexposure atau underexposure. Kesimpulannya, Mamma Mia! hanya akan memuaskan dahaga anda dengan lagu-lagu nostalgia ABBA dan setidaknya bisa ikut bernyanyi selama 90 menit. Tidak buruk kan?

Soundtrack:
"I Have A Dream" by Amanda Seyfried
"Honey, Honey" by Amanda Seyfried
"Money, Money, Money" by Meryl Streep
"Mamma Mia" by Meryl Streep
"Chiquitita" by Julie Walters and Christine Baranski
"Super Trouper" by Meryl Streep, Julie Walters and Christine Baranski
"Dancing Queen" by Meryl Streep, Julie Walters and Christine Baranski
"Our Last Summer" by Amanda Seyfried, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard and Colin Firth
"Lay All Your Love On Me" by Amanda Seyfried and Dominic Cooper
"Gimme! Gimme! Gimme! (A Man After Midnight)" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"Voulez-Vous" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"SOS" by Meryl Streep and Pierce Brosnan
"Does Your Mother Know" by Christine Baranski and Philip Michael
"Slipping Through My Fingers" by Amanda Seyfried and Meryl Streep
"The Winner Takes It All" by Meryl Streep
"Under Attack"
"Knowing Me, Knowing You"
"I Do, I Do, I Do, I Do, I Do" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"When All Is Said And Done" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"Take A Chance On Me" by Julie Walters and Stellan Skarsgard
"The Name Of The Game" by Amanda Seyfried and Stellan Skarsgard
"Waterloo" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"Thank You For The Music" by Amanda Seyfried

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$144,130,063 till early Nov 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!