XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label mark wahlberg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mark wahlberg. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

TED : As Crazy As Its Charms


Quotes: 
Ted: [dressed in a suit and tie] I look stupid.
John: No, you don't, you look dapper.
Ted: John, I look like something you give to your kid when you tell 'em Grandma died.

Nice-to-know: 
Tak banyak yang tahu jika Mark Wahlberg dan Seth MacFarlane lolos dari tragedi 9/11 karena tidak naik pesawat yang menabrak World Trade Center pada waktu itu. Wahlberg sudah memesan tiket penerbangan American Airlines Flight 11 tapi memutuskan berkendara ke New York terlebih dahulu sebelum terbang ke California berikutnya. McFarlane sudah dijadwalkan di pesawat yang sama tetapi tertinggal 10 menit dan sempat melihat tabrakan tersebut ketika duduk di bandara.

Cast: 
Mark Wahlberg sebagai John Bennett
Mila Kunis sebagai Lori Collins
Seth MacFarlane sebagai Ted
Joel McHale sebagai Rex
Giovanni Ribisi sebagai Donny
Patrick Warburton sebagai
Guy

Director: 
Merupakan feature film debut bagi Seth MacFarlane yang lebih dikenal sebagai aktor dan penulis ini.

W For Words:
Setiap anak di belahan dunia manapun pasti pernah memiliki mainan kesayangan masa kecil. Berapa dari anda yang akan unjuk tangan jika saya sebutkan boneka teddy bear sebagai salah satu contohnya? Nyaris semua! Berapa dari anda yang, katakan saja, beruntung mendapati boneka teddy bear anda hidup? Tidak ada! Setidaknya imajinasi tersebut mampu divisualisasikan secara unik lewat kolaborasi Universal Pictures, Media Rights Capital, Fuzzy Door Productions, Bluegrass Films dan Smart Entertainment yang diperuntukkan bagi kalangan dewasa saja ini.

John Bennett kecil tidak pernah memiliki teman sampai orangtuanya membelikan boneka teddy bear pada hari Natal. Satu permintaan saat bintang jatuh terkabul, Ted hidup dan menjadi sahabat terbaik John.. sampai berusia 35 tahun! Empat tahun sudah, John menjalin hubungan kasih dengan Lori Collins yang secara status sosial dan pendapatan jauh di atasnya. Hal itu tidak mengurangi kemesraan mereka dimana John sendiri mulai berpikir untuk menikah. Masalahnya Lori tidak terlalu menyukai Ted yang dianggapnya sebagai penghambat. Bagaimana kelanjutan polemik dilematis ini?

Rasanya tinggal menunggu waktu bagi seorang berbakat seperti Seth MacFarlane untuk dapat mengeluarkan segenap potensi yang dimilikinya. Kesempatan itu tiba melalui film ini dimana ia bertindak sebagai produser, sutradara, penulis dan pengisi suara! Premis yang semula terdengar bodoh, absurd dan mustahil itu mampu dikejawantahkan secara brilian menjadi komedi slapstick bernuansa satir yang mampu mengundang tawa dan simpati dari penonton pada saat bersamaan. Semua karakter dalam film ini memiliki fungsi masing-masing untuk menjembatani setiap konflik yang ada.

Mark Wahlberg sukses menghidupkan tokoh pria dewasa John Bennett yang pecundang tetapi tetap pribadi yang menyenangkan, kawan dan kekasih yang setia. Mila Kunis memberikan persona tepat bagi wanita karir Lori Collins yang memiliki perencanaan dan masa depan yang cemerlang. Keduanya berbagi  chemistry yang believable, tidak luar biasa tapi cukup menerjemahkan problema apa yang kira-kira ada di antara mereka. Pihak antagonis berhasil dibawakan Giovanni Ribisi dan Max Harris sebagai ayah dan anak yang terganggu mentalitasnya. Selain itu Joel McHale juga memberikan kontribusi menarik lewat sosok atasan yang congkak dan kelewat percaya diri.

Polah tingkah Ted di sepanjang film memang efektif mengocok tawa. Anda tetap akan jatuh cinta padanya walau segila apapun kelakuannya. Adegan paling membekas dalam benak anda bisa jadi ketika Ted menunjukkan kemesumannya lewat bahasa tubuh nan eksplisit. Hilarious! Kinerja animasi dari Tippett Studio dan Iloura secara luar biasa mampu mewujudkan gerak bibir, mata, tubuh yang amat nyata layaknya manusia dalam ukuran mini. Alih suara dari MacFarlane turut memberikan “nyawa” tersendiri, terlepas dari betapa familiarnya formula sidekick yang digunakan sang creator dalam membangun sisi komedik yang diinginkan.
Berbagai referensi yang digunakan film ini memang lawas. Teddy Ruxpin adalah boneka beruang yang bisa berbicara dan menjadi mainan terlaris medio 1985-1986. Hm, Ted mungkin tidak “semanis” Teddy karena lebih suka mengisap ganja dan bermain perempuan. Masih ada sains fiksi petualangan klasik, Flash Gordon (1980) yang menampilkan Sam J. Jones sebagai dirinya sendiri. Sosok yang menjadi role model bagi John Bennett yang mendambakan kekuatan serupa untuk setidaknya mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik. Manusiawi bukan?
Kelebihan utama Ted tidak hanya menjual kelucuan tapi juga definisi nyata tentang cinta dan persahabatan sejati yang begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari. SIapa yang tidak pernah ada di posisi John Bennett? Untuk itulah film yang menggunakan narasi linier layaknya komik bergambar itu memang lebih disegmentasikan untuk penonton pria dewasa. Satu pertanyaan antah berantah yang tak terjawab adalah jika Ted begitu terkenal, mengapa ia masih harus bekerja dan John masih kesulitan uang? In the end, not every moviegoers will fully appreciate this movie but surely everyone of them will love Ted, cute heart-warming bear who always know how to have fun and friends.

Durasi: 
106 menit

U.S. Box Office:
$217,838,900 till Sep 2012

Overall:out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 25 Januari 2012

CONTRABAND : Terjun Kembali Kapal Penyelundupan Narkoba


Quotes:
Chris Farraday: You think you're the only guy with a gun?

Nice-to-know:
Baltasar Kormákur yang menyutradarai film ini adalah aktor utama Reykjavik-Rotterdam yang kemudian diremakenya itu.

Cast:
Mark Wahlberg sebagai Chris Farraday
Ben Foster sebagai Sebastian Abney
Kate Beckinsale sebagai Kate Farraday
Giovanni Ribisi sebagai Tim Briggs
Connor Hill sebagai Michael
Robert Wahlberg sebagai John Bryce
Caleb Landry Jones sebagai Andy

Director:
Merupakan film Hollywood pertama bagi Baltasar Kormákur.

W for Words:
Mantan napi yang kembali lagi ke dunia hitam karena situasi yang tidak terhindarkan, semisal anggota keluarga yang terjerat hutang atau musuh lama yang membuat perhitungan dsb memang selalu menjadi tema yang kerapkali diangkat dalam sebuah film aksi, tanpa terkecuali yang satu ini. Jujur saya antusiasme saya nyaris tidak ada lagi mengingat banyaknya kemiripan dengan film-film sebelumnya. Apalagi film remake ini sepertinya lebih dikategorikan sebagai film kelas B.
Cerita asli yang ditulis oleh Arnaldur Indriðason dan Óskar Jónasson yang kemudian digubah oleh Aaron Guzikowski ini bertutur mengenai mantan penyelundup, Chris Farraday yang harus terlibat sekali lagi dalam aksi kotor demi menyelamatkan iparnya Andy dari tangan mafia kejam Tim Briggs. Dengan bantuan sahabat karibnya Sebastian, Chris tidak kesulitan mengumpulkan kru kapal dalam perjalanan menuju Panama untuk bekerjasama memasok narkoba dalam jumlah besar.

Film yang bertemakan pembajakan biasanya memberikan detil perencanaan yang memikat. Namun sutradara Baltasar Kormákur memilih tidak melakukannya sehingga penonton hanya bisa meraba-raba lewat serangkaian elemen suspensi yang tidak maksimal. Adegan aksi yang diharapkan seru nyatanya terjadi dalam porsi kecil, padahal anda sudah dihadapkan pada para kriminal, penyelundup, senjata, mobil, penyanderaan bahkan soundtrack blues ala New Orleans yang kental!
Mark Wahlberg pernah melakukan hal serupa dalam The Italian Job (2003) yang menjadi favorit saya itu. Sayangnya kali ini ia berakting dengan datar. Entah apa motivasinya memilih peran yang itu-itu saja, mudah-mudahan bukan karena uang sebab kita semua tahu bahwa ia adalah aktor laga yang cukup kompeten. Ben Foster dan Giovanni Ribisi justru bermain dengan esensi yang lebih baik, dimana antipati penonton mampu timbul menyaksikan aksi kotor mereka.

Contraband memang masih dapat dinikmati tetapi tidak dapat dikatakan bagus. Jika anda sempat menyaksikan trailernya yang dibuat dramatis dengan sempilan musik latar penggugah jiwa, tidak demikian dengan isi filmnya itu sendiri. Kesalahan utama mungkin ada pada penampilan para castnya yang kurang maksimal tetapi andil Kormákur dalam eksekusi ide cerita dan pengarahan aktor-aktrisnya jelas tidak bisa diabaikan begitu saja. Semua terserah anda jika masih bersemangat menyaksikan kapal pengangkut container yang bergerak lambat dengan aksi penyelundupan yang diperpanjang.

Durasi:
109 menit

U.S. Box Office:
$45,937,525 till Jan 2012.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 19 Februari 2011

THE FIGHTER : Pertarungan Tinju Problematika Keluarga

Quotes:
Mickey Ward: I'm the one who's fighting. Not you, not you, and not you.

Storyline:
Dickie Ecklund pernah menjadi petinju kebanggaan Massachussets. Hal tersebut yang memberatkan Micky Ward sebagai saudara sekaligus sparring partnernya. Namun Dickie terjatuh dalam kecanduan dan kekerasan yang menjebloskannya ke penjara. Saat itulah, Micky meminta Sal untuk melatihnya dan mengantarnya meraih berbagai kemenangan. Dukungan dari sang kekasih Charlene dan keluarganya akhirnya membawa Micky ke partai puncak perebutan gelar juara dunia melawan Shea Neary. Bertepatan dengan kebebasan Dickie yang juga bertekad membantu Micky menang. Akankah tim yang juga satu keluarga ini mampu keluar sebagai jawara pada akhirnya?

Nice-to-know:
Menggantikan Matt Damon dan Brad Pitt yang sempat menjadi kandidat, Christian Bale dikabarkan kehilangan berat badan untuk menggambarkan sosok Dickie Ecklund yang sangat kurus dengan cara makan sangat sedikit.

Cast:
Mark Wahlberg memulai debutnya dengan nama Marky Mark dalam serial televisi The Substitute (1993). Kali ini ia bermain sebagai Micky Ward.
Menguruskan badan demi peran Dickie Ecklund, Christian Bale pernah melakukan hal serupa dalam The Machinist (2004).
Amy Adams sebagai Charlene Fleming.
Melissa Leo sebagai Alice Ward
Jack McGee sebagai George Ward

Director:
Karya perdana David O’Russell adalah feature film Spanking the Monkey di tahun 1994 yang lalu.

Comment:
Jika anda menyebutkan Rocky atau Million Dollar Baby sebagai film bertemakan tinju sebagai favorit, maka kita memiliki pendapat yang sama. Keduanya mewakili gender yang berlawanan tetapi dikemas sebagai tontonan yang sangat manusiawi dimana perjuangan mencapai cita-cita memang tidak mudah termasuk bagi mereka yang menekuni salah satu cabang olahraga.
Kali ini gaya penyutradaraan Russell bolehlah diacungi jempol. Bagaimana teknik kameranya bergerak bebas, lepas selayaknya kamera tangan tetapi tetap menghasilkan kualitas gambar yang mumpuni. Setiap scene yang direkam seperti menangkap energi dan atmosfer yang disuguhkan film. Skrip yang disusun oleh Scott Silver, Paul Tamasy dan Eric Johnson juga diterjemahkannya dengan baik menciptakan layer demi layer yang mampu mengedepankan kekuatan para karakternya.
Rasanya Bale akan mampu menggenggam Piala Oscar tahun ini lewat peran Dickie disini. Ia adalah seorang aktor bertotalitas tinggi dan bahasa tubuhnya yang cukup “aneh” sudah cukup berbicara banyak apalagi penampilan fisiknya yang dipoles sedemikian rupa. Sedangkan Wahlberg lumayan tampil maksimal sebagai Micky dimana gaya bertarungnya sebagai petinju amatir yang baru bersinar di usia yang tidak muda lagi cukup meyakinkan ditambah dengan permainan emosi yang terasa wajar.
Penonton tidak akan ditipu mentah-mentah dari segi teknik bertinju disini. Tidak ada shot yang terlalu lama dalam satu pertandingan tetapi sudah cukup menampilkan aroma persaingan yang demikian kental. Saya lebih suka seperti ini dibandingkan harus mendramatisasi ataupun terlalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang kelewat professional. Penempatan kamera di berbagai sudut berhasil menangkap keseluruhan termasuk spontanitas maupun kesalahan yang terjadi. Toh hal ini malah terkesan realistis yang sangat positif.
The Fighter mungkin berkisah biasa-biasa saja tetapi tidak diceritakan secara biasa. Kekuatan utama terletak pada penyutradaraan dan castingnya. Menarik melihat semua tokoh di film ini bergantian mengambil alih scene dengan adu argumen di antara Micky, Dickie, Charlene, Alice, George dsb yang rata-rata sangat umum terjadi dalam kehidupan lingkungan keluarga sehari-hari. Anda akan merasakannya!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$85,632,024 till mid Feb 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 02 Mei 2010

DATE NIGHT : Kejemuan Pernikahan Berakhir Petualangan Seru

Quotes:
Phil Foster-He turned the gun sideways! That's a kill shot!

Storyline:
Suami istri Foster yaitu Phil dan Claire mulai merasakan kejenuhan dalam rumah tangga mereka. Apalagi kesibukan mengurus pekerjaan, rumah dan anak-anak sekaligus yang semakin memusingkan. Nyaris tiada api lagi dalam pernikahan mereka. Sampai pada suatu ketika, Phil berusaha menyenangkan istrinya dengan mengajak makan malam di restoran seafood populer, Claw di daerah Manhattan. Demi menyiasati waiting list yang penuh, mereka mengaku sebagai pasangan Tripplehorns. Sayangnya keputusan itu salah saat dua pria sangar, Collins dan Armstrong meminta mereka menyerahkan flashdrive atau keselamatan ancamannya. Phil dan Claire pun harus bahu membahu meloloskan diri sekaligus mencaritahu apa yang sesungguhnya terjadi.

Nice-to-know:
Pada adegan Claire Foster bersiap tidur, ia menggunakan kaos University of Virgina dimana pemerannya Tina Fey lulus dari sana pada tahun 1992.

Cast:
Karir akting Steve Carell dimulai lewat peran singkat dalam Tomorrow Night (1998). Kali ini bermain sebagai Phil Foster, eksekutif yang mulai menyadari bahtera rumah tangganya mulai goyah dan berusaha melakukan segala cara untuk mempertahankannya.
Nama Tina Fey mulai dikenal setelah membintangi film layar lebar keduanya, Mean Girls (2004). Disini sebagai Claire Foster, ia tampil pas sebagai seorang istri dan ibu yang tertekan akan rutinitas.
Didukung pula oleh nama-nama tenar seperti Mark Wahlberg, Ray Liotta, Mark Ruffalo, James Franco, Taraji P. Henson dan Mila Kunis.

Director:
Shawn Levy pernah menangani film sejenis tentang pasangan yang berusaha rujuk dalam Just Married (2003) yang dimainkan Ashton Kutcher dan (alm) Brittany Murphy.

Comment:
Melihat dua versi posternya pada salah satu sinepleks ternama ibukota membuat saya terpingkal-pingkal. Yang satu bertuliskan, "some dates start with a kiss.." dan yang lain, "..and end with a bang" yang memperlihatkan perubahan "penampilan" Carell dan Fey. Pada saat itu, saya mengira akan seperti apa film ini. Nyatanya Carell dan Fey berhasil menciptakan chemistry yang sangat pas timingnya juga kekompakan mereka memadu tawa sungguh luar biasa. Itulah yang penting disini. Selain fakta bahwa jajaran castnya juga berhasil mencuri perhatian. Lihat bagaimana seksinya Wahlberg yang bertelanjang dada di setiap scene, belum lagi Franco dan Kunis yang walau singkat sangat luwes sebagai pasangan Tripplehorns yang asli. Beberapa cameo seperti Rufallo, Will.I.Am dsb juga turut memperkuat peranan.
Acungan jempol patut dilayangkan pada sutradara Levy yang menyuguhkan sinematografi yang berbeda, seperti kamera tangan yang dinamis mensyut setiap adegan dari berbagai sudut tanpa pencahayaan yang berlebihan, sangat natural! Sebagai sebuah komedi romantis, Date Night bercerita nyaris tanpa plot yang rumit dengan skrip yang sesungguhnya terbatas. Namun itulah kelebihannya karena tanpa terbebani, semua elemen berpadu dengan wajar dalam situasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan lupakan selipan pesan moral bahwa kejenuhan intensitas hubungan suami istri itu harus diatasi, bukan dibiarkan tanpa suara.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$73,604,361 till May 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 11 April 2010

THE LOVELY BONES : Saat Perasaan Kehilangan dan Pelepasan Terperangkap

Quotes:
Susie Salmon-I was slipping away, that's what it felt like, life was leaving me, but I wasn't afraid; then I remembered: "There was something I was meant to do; somewhere I was meant to be."

Storyline:
6 Desember 1973, saat mengambil jalan pintas perjalanan pulang dari sekolah ke rumah, Susie Salmon dikuntit tetangganya, George Harvey dan diajak ke lubang rahasia di bawah ladang jagung. Disana Susie diperkosa, ditikam dan dimutilasi George. Ayah-ibunya Jack dan Abigail melaporkan pada polisi dan ditangani oleh Detektif Len Fenerman. Sayangnya penyelidikan tidak kunjung mendapat titik temu walau semuanya sempat mencurigai George tapi tidak menemukan bukti yang kuat. Beberapa waktu berlalu, arwah Susie tidak benar-benar pergi, dia terjebak di antara alam hidup dan mati. Menyaksikan dari kejauhan kekasih yang belum sempat diciumnya, Ray dan keluarganya termasuk neneknya serta kedua adiknya, Lindsey & Buckley. Akankah akhirnya kasus tersebut dapat terungkap? Berhasilkah Susie menemukan kedamaian sendiri dalam jalan hidupnya?

Nice-to-know:
Penulis novel laris ini, Alice Sebold lebih menginginkan aktris yang tidak terkenal untuk peran Susie Salmon. Setelah ikut menentukan proses casting dan menjatuhkan pilihannya, Saoirse Ronan dinominasikan Oscar kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat Atonement (2007).

Cast:
Terakhir tampil cukup memikat dalam City Of Ember (2008), Saoirse Ronan kebagian tokoh Susie Salmon, remaja putri 14 tahun yang periang tetapi bernasib malang.
Pertama kali dinominasikan Academy Awards 2010 kategori Aktor Pendukung Terbaik lewat peran George Harvey disini, Stanley Tucci sudah membintangi puluhan judul film termasuk debutnya dalam Prizzie's Honor (1985).
Kedua orangtua Susie yaitu Jack dan Abigail Salmon dimainkan oleh Mark Wahlberg dan Rachel Weisz.
Rose McIver dan Christian Thomas Ashdale memerankan Lindsey dan Buckley.

Director:
Angkat nama di seantero dunia lewat trilogi The Lord Of The Rings, Peter Jackson juga memperoleh satu-satunya Oscar Sutradara Terbaik lewat bagian penutup trilogi tersebut.

Comment:
Durasi aslinya dipangkas 10-15 menit untuk konsumsi bioskop Indonesia. Tebakan saya itu terjadi di bagian pembunuhan terhadap Susie yang dianggap terlalu sadis dan provokatif karena pedofilia bukan sesuatu yang dapat diterima umum apalagi untuk masyarakat umum, juga beberapa adegan di ending yang dirasa tidak terlalu perlu. Plot ceritanya simpel tetapi dieksplorasi dengan sangat riil dan detail. Dramatisasinya dibangun cukup sempurna oleh Jackson. Dunia orang hidup dan orang mati dikombinasikan dengan menarik. Dunia peralihan yang biasanya digambarkan gelap gulita kali ini ditampilkan dengan nuansa yang berbeda. Sinematografinya tergolong indah dengan warna kuning dan coklat yang dominan disertai perubahan suasana siang dan malam. Dari segi cast, Ronan bermain cemerlang dimana emosinya terekam baik sebagai remaja 14 tahun yang masih kebingungan dengan jati dirinya. Yang patut diacungi jempol adalah Tucci yang menambah bobot dan memangkas bulu-bulu tubuhnya untuk menghayati peran psikopat pedofil. Pada beberapa bagian, peran-peran pendukung anggota keluarga Salmon juga berhasil mengisi peran secara utuh. Apakah terlihat seperti review yang sempurna? Tidak juga. Minus film ini cukup banyak, narasi yang terlalu datar dan terkesan berulang-ulang. Belum lagi perpindahan antar sekuens dua dunia yang cukup mengganggu. Dialog-dialognya cenderung biasa sehingga agak membosankan. Inti cerita The Lovely Bones sesungguhnya mengenai pelepasan terhadap sesuatu, bagaimana keterikatan duniawi menjadi suatu dilema yang sulit diselesaikan. Masalah yang bisa jadi dialami setiap orang di muka bumi.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
$43,818,839 till Mar 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 02 November 2008

MAX PAYNE : Mencari Jawaban Misteri Sayap Malaikat

Quotes:
Max Payne-”I don’t believe in Heaven. I believe in Pain. I believe in Fear. I believe in Death.”

Cerita:
Max Payne, seorang polisi tengah berduka akibat kematian sadis istri dan partnernya berusaha mencari jawaban atas semua tragedi itu. Beberapa penyelidikan mengarah pada kriminalitas dunia hitam misterius yang terhubung dengan tato sayap malaikat di lengannya. Semakin Max mengetahui fakta di balik semua itu, dia semakin terseret jauh dan membawanya berhadapan dengan kekuatan “tidak wajar” dan kolusi pengkhianatan yang membelakanginya.

Gambar:

Disajikan dengan gambar-gambar lambat gelap nan sunyi lengkap dengan salju musim dingin dan beberapa stop motion pictures di bagian akhir.

Act:
Sulit dipercaya jika Mark Wahlberg mau mengambil peran dalam film adaptasi game ini. Transformasinya menjadi seorang Max Payne memang cukup bagus tapi tidak mampu mengangkat film secara keseluruhan.

Sutradara:
Boleh dikatakan John Moore melakukan eksekusi yang salah terhadap film ini. Dia membawa film adaptasi game yang biasanya cepat menjadi lambat dan membosankan tanpa adanya pengembangan skenario yang signifikan terhadap kualitas cerita secara keseluruhan.

Komentar:
Sebetulnya bukan sebuah film yang buruk namun dipastikan butuh kekuatan ekstra bagi anda untuk bisa mengikuti dengan intens dari awal hingga akhir karena plot yang berputar-putar dan dialog yang buruk.

Durasi:
95 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!