XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label ben stiller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ben stiller. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 September 2012

THE WATCH : Absolutely Predictable Alien Watchers


Quote: 
Evan: [Looking at green gunge] What a second I've seen this stuff before.
Franklin: Had you just won a Nickelodeon Kid's choice award?   

Nice-to-know: 
Awalnya film ini dikabarkan berjudul "Neighborhood Watch".

Cast: 
Ben Stiller sebagai Evan
Vince Vaughn sebagai Bob
Jonah Hill sebagai Franklin
Richard Ayoade sebagai Jamarcus
Rosemarie DeWitt sebagai Abby
Will Forte sebagai Sgt. Bressman
Doug Jones sebagai Hero Alien


Director: 

Merupakan feature film kedua bagi Akiva Schaffer setelah Hot Rod (2007) yang lebih banyak menangani acara Saturday Night Live ini.

W For Words: 
Intensi filmmakers sedari awal sudah jelas yaitu mengusung genre sci-fi comedy. Namun apakah tema alien tidak basi karena sudah dieksplorasi berulang kali dalam berbagai cara? Tampaknya duo produser Shawn Levy dan Tom McNulty masih cukup percaya diri dengan kwartet kocak Ben Stiller, Vince Vaughn, Jonah Hill dan Richard Ayoade yang diharapkan mampu menjaga kekuatan box-office nya terlebih di pasaran Amerika Serikat dan sekitarnya. Let’s see if it still works around the corner even after changing its’ original title.
 
Senior manager Costco, Evan mendapati salah satu petugas securitynya terbunuh mengenaskan di lingkungan kerja. Hal ini membuatnya berinisiatif mengumpulkan tim siskamling yang ternyata hanya menarik Bob, Franklin dan Jamarcus. Mereka sepakat mengintai kompleks tempat tinggal setiap malam untuk membekuk pelakunya yang disinyalir psikopat atau bahkan binatang buas. Rumah tangga Evan sendiri sedang bermasalah dimana istrinya Abby sangat mendambakan anak. Apa reaksi mereka saat mengetahui bahwa dalang di balik semua itu adalah kawanan alien yang berniat menguasai bumi?

Seth Rogen dan Evan Goldberg yang terkenal dengan komedi karakteristik dalam film-film sebelumnya kali ini tidak mampu menyuguhkan skrip yang fresh dan unpredictable. Terlampau banyak aspek dalam film bergenre serupa yang sudah digunakan sebelumnya, termasuk baru-baru ini dari Inggris yaitu Attack The Block (2011). Invasi alien yang dikombinasikan dengan satir gagal mengundang tawa ataupun ketegangan yang dibutuhkan untuk menjaga minat penonton. Belum lagi sempilan dialog dan adegan vulgar disana-sini yang tidak inspiratif samasekali, cenderung membuat kening berkerut.
 
Vaughn dengan tipikal family guy yang menghadapi masalah dengan putrinya tidak memberikan hal baru. Sama halnya Stiller yang malah berupaya menghidupkan momen menyentuh dengan istrinya gagal menunjukkan kepemimpinan di antara grup mereka. Jika harus memilih dua yang setidaknya likeable adalah Hill yang tengah naik daun dan Ayoade yang sedikit rasis. Keduanya mampu membangkitkan unsur komedik spontan tanpa harus bersusah payah. Penampilan khusus Billy Crudup sedikit membantu saat semua kecurigaan bertumpu pada karakter tetangga yang diperankannya.

Tampilan kawanan alien yang menyerbu bumi itupun amat tipikal, tidak inovatif dan tidak menyeramkan. Semua sisi yang dapat dijual The Watch pun nihil tak tersisa. Film ini hanya diperuntukkan bagi anda yang benar-benar menggemari old faces like Stiller and Vaughn or new ones like Hill and Ayoade yang “diyakini” kaliber di bidang komedi. Beri sedikit kredit pada sutradara Schaffer yang sebenarnya berbakat, terlihat dari kesiapan berbagai departemen pendukung. Yeah, faktor mitos makhluk angkasa luar itu sendiri sampai kapanpun tetap mengundang rasa penasaran, mengingat bumi bukanlah satu-satunya planet di dalam sistem tata surya kita ini. Who knows what is over there?

Durasi: 
102 menit

U.S. Box Office: 
$33,998,900 till Sept 2012

Overall: 
7 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 10 Juni 2012

MADAGASCAR 3 : EUROPE’S MOST WANTED Colorful Vibrant Circus Save The Show


Quotes:
Alex: In order to get home, we will come up with an act that will blow everyone away!

Nice-to-know:
Sekuel yang masih diproduksi oleh DreamWorks Animation ini berjarak 7 tahun dari seri pertama dan 4 tahun dari seri keduanya.

Voice:
Ben Stiller sebagai Alex
Chris Rock sebagai Marty
David Schwimmer sebagai Melman
Jada Pinkett Smith sebagai Gloria
Sacha Baron Cohen sebagai King Julien XIII
Cedric the Entertainer sebagai Maurice
Jessica Chastain sebagai Gia
Frances McDormand sebagai Captain Chantel DuBois
Andy Richter sebagai Mort
Bryan Cranston sebagai Vitaly

Director:
Conrad Vernon bergabung dengan duet Eric Darnell dan Tom McGrath yang sudah menyutradarai dua seri sebelumnya.

W For Words:
Kuartet Alex si singa, Marty si zebra, Melman si jerapah dan Gloria si kuda nil merupakan penghuni kebun binatang New York yang kompak dan atraktif. Petualangan mereka terbukti telah menjadi daya tarik utama DreamWorks Animation sejak kesuksesan Madagascar (2005) dan Madagascar: Escape 2 Africa (2008) dalam peredaran domestik dan internasionalnya yang menggembirakan. Eric Darnell yang sedari awal berperan aktif sebagai penulis skrip kali ini bertandem dengan Noah Baumbach mencari sensasi baru yang diharapkan kembali “menggigit” setelah 4 tahun berselang.

Mendapati diri ditipu mentah-mentah oleh gerombolan pinguin, empat sahabat ini melakukan pengejaran sampai Monte Carlo. Kehadiran mereka menarik perhatian Animal Control yang dikepalai oleh kapten wanita ambisius Chantel Dubois hingga terpaksa bergabung dengan kawanan sirkus Eropa. Alex harus berbohong bahwa ia dan teman-temannya merupakan anggota sirkus Amerika agar diterima oleh Gia, Vitaly dkk. Tujuannya tentu kembali ke Big Apple, terutama kebun binatang Central Park setelah rangkaian tur Eropa mulai dari Rome hingga London. Akankah atraksi mereka berhasil menarik penonton sekaligus menuntaskan misi bersama?

Konsistensi karakteristik Alex, Marty, Gloria dan Melman tetap dipertahankan. Stiller, Rock, Schwimmer, Pinkett-Smith masih tetap eksentrik dengan keunikan masing-masing. Catatan khusus bagi Marty, dansa Afro polkadot lengkap dengan tampilan colorful nya itu sangat inspiratif. Sedangkan Baron Cohen melanjutkan rayuan mautnya terhadap Sonia, beruang betina yang loveable itu. Cute couple with slow-mo and background music! Pendatang baru Gia yang disuarakan oleh Chastain sebagai love interest nya Alex memang manis, kontras dengan Vitaly yang disulihkan dengan aksen Rusia kental oleh Cranston. Jangan lupakan pula kontribusi Short sebagai singa laut Stefano yang menyenangkan itu.

Beberapa elemen dalam animasi ini tergolong over the top, jika diperuntukkan untuk anak-anak mungkin dapat dimaafkan tetapi bagi orang dewasa bisa jadi mengangkat sebelah alisnya. Paling nyata adalah aksi impossible Vitaly menembus ring berdiameter semakin kecil, terjadi hanya dalam kedipan mata saja. Lainnya adalah aksi tak kenal lelah Dubois mengejar Alex,  lihat adegan pembuka saat ia melacak jejak, menerobos dinding sekaligus melompati gedung bertingkat. Well, those are too much. Ekspresi bengisnya mungkin mengingatkan anda pada tokoh Cruella DeVille dalam 101 Dalmatians (1996).

Bagan terbaik sekuel ini jelas ada pada pertunjukan sirkus ala Cirque de Soleil nya. Semua tokoh berbaur menjadi satu kesatuan yang utuh dalam mempertontonkan aksi bergemuruh luar biasa yang menyihir audiens dengan balutan warna-warni ciamik dan tembang enerjik “Fireworks” milik Katy Perry. Mata anda tak akan berkedip menikmatinya. Penempatan kamera dengan berbagai arah sudut pandang juga menjadikan efek 3D nya terasa lebih dinamis. Terima kasih pada kinerja trio sutradara Darnell-McGrath-Vernon yang bergerak cepat untuk meminimalkan unsur kemustahilannya disana-sini.

Madagascar 3 memang tidak berambisi menjadi film animasi terbaik yang akan dikenang selama-lamanya oleh penonton tetapi cukup memuaskan selama kurang dari satu setengah jam durasinya. Drama yang tak berlebihan, komedi penghadir tawa demi tawa serta aksi penggugah rasa mampu menata struktur yang kokoh sekaligus membuat anda tetap terhubung secara emosional dengan tokoh-tokoh di dalamnya. Feel the European sensation buoyed by some famous tracks along the way. Yes, you have the most wanted simple entertainment for this summer and the producers will likely continue to the fourth, Madagascar 4ever perhaps? Move it!

Durasi:
85 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
 

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 08 Januari 2011

LITTLE FOCKERS : Konflik Mertua Menantu Serta Nakalnya Anak-anak

Quotes:
Jack Byrnes: I'm watching you.
Greg Focker: Yeah, well I have eyes too, so I'll be watching you... watching me.

Storyline:
Beberapa tahun berlalu dari pertemuan dua keluarga besan yang menghebohkan, Greg dan Pam Fockers telah dikaruniai sepasang anak kembar yaitu Samantha dan Henry. Sekali lagi Kakek Jack mengkhawatirkan hegemoni keluarga Byrnes dimana menantu pertamanya, Dr. Bob telah gagal dan kali ini menyoroti kapabilitas Greg sebagai penerusnya. Kedatangan Jack dan Dina dalam menghadiri ultah si kembar menimbulkan kericuhan yang tak terelakkan. Terlebih kemunculan sahabat baik Greg, Kevin yang juga mantan Pam. Apakah Greg mampu menjawab tantangan Jack untuk menjadi "The Godfocker."?

Nice-to-know:
Dustin Hoffman sedianya mendapat porsi yang lebih banyak sebagai Bernie Focker, tetapi setelah mengetahui terjadi pergantian sutradara lalu menolaknya apalagi disertai perubahan skrip. Akhirnya Universal berhasil membujuh Hoffman untuk terlibat dalam 6 scene.

Cast:
Selain melanjutkan peran Jack Byrnes, Robert De Niro juga tampil dalam Stone dan Machete di tahun 2010 ini.
Sempat mengisi suara Bernard dalam Megamind kemarin, Ben Stiller kembali meneruskan tokoh Gaylord “Greg” Focker yang seorang perawat itu.
Owen Wilson sebagai Kevin Rawley
Dustin Hoffman sebagai Bernie Focker
Barbra Streisand sebagai Roz Focker
Blythe Danner sebagai Dina Byrnes
Teri Polo sebagai Pam Focker
Jessica Alba sebagai Andi Garcia
Laura Dern sebagai Prudence

Director:
Paul Weitz memulai karir sutradaranya lewat American Pie (1999) yang sangat tersohor di kalangan anak muda itu.

Comment:
10 tahun berlalu sejak kemunculan pertama Meet The Parents yang dilanjutkan Meet The Fockers 4 tahun kemudian telah membawa banyak perubahan. Salah satunya adalah evolusi komedi berkualitas yang sayangnya sangat sulit dipertahankan dewasa ini. Kreatifitas menjadi isu yang paling penting dan kali ini tugas tersebut diemban oleh duet penulis John Hamburg dan Larry Stuckey yang menggantikan Greg Glienna dan Mary Ruth Clarke.
Sekali lagi film berfokus pada hubungan Jack dan Greg seperti MTP. Banyak sekali pengulangan slapstick interaksi fisik yang “menjurus” termasuk pertukaran dialog sinis di antara mereka. Terkadang kita lelah mengikuti perseteruan keduanya yang saling mencurigai bukan karena tidak menarik, tetapi karena kita pernah melihat hal serupa sebelumnya!
DeNiro dan Stiller sendiri masih konsisten membawakan karakter mertua dan menantu seperti biasanya. Di luar mereka rasanya cukup menyayangkan nama-nama kawakan Danner, Streisand, Hoffman menjadi tempelan belaka. Bahkan Polo juga seakan tidak terlalu digubris kali ini. Wilson masih sama dengan celotehan sengau dan tingkahnya yang flamboyan. Kehadiran Alba sedikit mengintrusi plot cerita tapi tidak cukup berpengaruh kuat terhadap konflik itu sendiri.
Sutradara Weitz menghadirkan scene-scene komikal yang cenderung over-the-top. Sepertinya ia tidak tahu kapan harus berhenti dan memberi jeda yang cukup untuk membangun elemen lain di luar komedi itu sendiri yaitu kekuatan cerita! Diperparah lagi dengan arah film yang mudah sekali ditebak endingnya dan repeated humor scenes seperti yang sudah saya singgung di atas.
Pemilihan judul Little Fockers juga terasa ambisius karena Sam dan Henry bahkan tidak terlalu berkontribusi apapun untuk dapat disebut sentral cerita. Daisy Tahan dan Colin Baiocchi rasanya juga tidak cukup manis ataupun nakal untuk membuat penonton gemas pada mereka. Early Human School hanya merupakan ide yang kreatif tapi tidak dieksekusi dengan maksimal. Jika konsepnya sendiri sudah salah, lantas apa lagi yang berusaha dijual? Enough is enough. I don’t wanna see the fourth Fockers coming up whatsoever the title would be.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$102,576,190 till early 2011.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 24 Oktober 2010

GREENBERG : Pria “Istimewa” Hadapi Gadis “Sempurna

Quotes:
Florence Marr: You like old things.
Roger Greenberg: A shrink said to me once that I have trouble living in the present, so I linger on the past because I felt like I never really lived it in the first place, you know?


Storyline:
Florence adalah gadis cantik yang pandai mengurus anak-anak dan anjing. Itulah sebabnya Phillip dan Carol Greenberg sangat mempercayainya. Namun saat mereka berlibur, Florence harus menghadapi Roger, kakak kandung Phillip yang baru dibebaskan dari Rumah Sakit Jiwa. Roger tidak seperti kebanyakan orang, ia memiliki pola pikir khusus yang tidak bisa dipahami begitu saja. Namun bagaimanapun Roger tetap membutuhkan orang-orang di sekitarnya termasuk Florence, Ivan sahabatnya dan juga tetangga-tetangganya. Akankah Roger dan Florence dapat saling mengerti di saat kerjasama di antara keduanya seringkali dibutuhkan di saat yang tidak tepat?

Nice-to-know:
Awalnya karakter Roger Greenberg digambarkan berusia 30 tahun sebelum dirombak kembali, Mark Ruffalo sempat dipertimbangkan untuk mengisi peran ini.

Cast:
Penampilan Ben Stiller sebagai Roger Greenberg setelah Night at the Museum: Battle of the Smithsonian (2009).
Greta Gerwig sebagai Florence Marr
Rhys Ifans sebagai Ivan Schrank
Merritt Wever sebagai Gina
Chris Messina sebagai Phillip Greenberg
Susan Traylor sebagai Carol Greenberg

Director:
Noah Baumbach memulai debut penyutradaraannya lewat Kicking and Screaming (1995).

Comment:
Ben Stiller adalah satu dari sedikit komedian Hollywood yang tidak selalu berusaha melucu untuk membuat penonton tertawa. Nuansa jenaka yang ia pancarkan tergolong natural. Itulah sebabnya film-film yang dibintanginya mayoritas bergenre drama terlepas pada akhirnya diembel-embeli komedi romantis, komedi saja ataupun tidak sekalipun.|
Dalam film yang skripnya ditulis oleh Baumbach dan Jennifer Jason Leigh ini lebih patut dikategorikan ke dalam drama murni. Premisnya mengenai pria dewasa yang harus menjalani kehidupan paska keluar dari Rumah Sakit Jiwa. Bukan karena gangguan jiwa tapi lebih karena caranya menyikapi hidup yang jauh berbeda daripada orang lain. Itu sebabnya sulit mengharapkan insane umum bisa memahami dirinya secara utuh.
Ben menjiwai Roger dengan ciri khasnya sendiri. Jangan salah menilai, anda tidak akan menertawakannya dengan mudah kali ini seperti film-film terdahulunya. Lewat serangkaian tindak tanduk dan tutur katanya, secara tidak langsung ia berupaya mengundang simpati anda untuk melihat dunia dari sudut pandangnya. Sayang tidak diceritakan masa lalunya yang membuatnya begitu, belum lagi interaksi dengan satu-satunya keluarga yaitu adiknya sendiri hanya terjalin lewat telepon saja.
Sosok Gerwig akan mengingatkan anda pada Kate Winslet. Florence, gadis baik-baik berpemikiran sederhana ini memang seperti kebalikan Roger. Itu sebabnya chemistry keduanya terasa klop dan mampu saling mengisi. Bukan dari sudut pandang romantisme tapi dari naturalisme yang believeable. Kemunculan Ifans sebagai teman setia Roger juga turut memberikan warna tersendiri. Ivan yang bergaya Brit itu punya cara sendiri untuk memahami pemikiran Roger.
Yang mengasyikkan dari garapan sutradara Baumbach ini adalah alur cerita yang sulit ditebak arahnya. Layaknya pikiran Roger yang selalu bercabang, anda juga terus menerka-nerka adegan apa yang selanjutnya disodorkan. Bagi yang bisa bersabar mengingat tempo lambat yang diusung drama dewasa ini akan bisa memahami dunia hipokrit di sekitar anda. Bagamina tiap orang di sekitar anda mempunyai penilaian sendiri tentang anda terlepas dari baik buruknya sisi tersebut.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$4,216,789 till May 2010 (limited showing)

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 24 Mei 2009

NIGHT AT THE MUSEUM 2 : Petualangan Baru Di Museum Yang Lebih Besar

Quotes:
Kah Mun Rah-I have come back to life!
Larry Daley-No, I heard that. I got that. Welcome back.

Cerita:
Ketika Museum Sejarah Nasional ditutup untuk renovasi dan perbaikan, segala isinya harus dipindahkan ke Museum Washington yang jauh lebih besar termasuk di dalamnya Institusi Smithsonian yang berisikan lebih dari 136 juta koleksi mulai dari wanita penerbang pertama, Amelia Earhart hingga bandit ternama, Al Capone! Kali ini Larry Daley yang awalnya tidak diijinkan berada disana, nekad mencuri ID seorang penjaga untuk menuntaskan tanggungjawab yang diberikan padanya mengamankan miniatur sahabat-sahabatnya. Sialnya ternyata lempengan tablet ajaib turut membangunkan seluruh isi museum termasuk Kahmunrah, Pharaoh jahat yang berniat menguasai dunia. Apakah dengan bantuan teman-temannya, Larry berhasil menguasai situasi yang semakin kacau tersebut?


Nice-to-know:
"American Gothic" dan "Nighthawks" di Art Institute of Chicago, "The Thinker" di Musee Rodin - Paris, "Venus Italica" di North Carolina Museum of Art, Degas ballerina di Royal Academy - London adalah sebagian lokasi nyata yang digunakan film ini. Keseluruhan syuting dilakukan di Canada, New York dan Washington.

Cast:
Memulai karir layar lebar di usia 22 tahun dalam Shoeshine (1987), Ben Stiller adalah salah satu komedian top Hollywood saat ini termasuk kedua kalinya ia berperan sebagai si penjaga museum, Larry Daley.
Melejit lewat Enchanted (2007), Amy Adams disini bermain sebagai Amelia Eartheart, wanita penerbang pertama yang melintasi lautan Pasifik.
Owen Wilson, Hank Azaria, Robin Williams, Steve Coogan melanjutkan karakter Jedediah, Kahmunrah/The Thinker/Abe Lincoln, Teddy Roosevelt dan Octavius.

Director:
Melanjutkan dua kesuksesannya di tahun 2006 yaitu The Pink Panther dan episode pertama Night At The Museum yang fenomenal itu, Shawn Levy yang asli Kanada ini ditunjuk kembali untuk menangani sekuelnya yang bersubtitel Battle Of The Smithsonian.


Comment:
Trailernya memang menjanjikan. Selain fakta bahwa film pertamanya lucu, kreatif dan menghibur. Namun keraguan kualitas sekuel yang baik selama ini memang menghantui film apapun juga. Premis awalnya hanyalah pemindahan skala ke yang lebih besar. Konfliknya kurang lebih sama dengan kehadiran pihak antagonis yang lebih kuat. Apakah ini berarti sang penulis kehabisan ide? Beruntung pengembangan semua karakternya memang mendapat porsi yang seimbang dan saling bersinergi untuk menghadirkan lelucon. Dari segi cast, tidak banyak perubahan yang dilakukan Stiller terhadap peranannya. Namun tidak halnya dengan Azaria yang tampil brilian disini dengan tiga karakter penting yang dimainkannya. Adams juga memikat dengan rambut merah dan kostumnya yang gagah itu. Beruntung sang sutradara masih mempersenjatai sekuel ini dengan spesial efek yang rapi dan juga background musik yang menarik. Kesimpulan akhirnya, Battle Of The Smithsonian ini tetap mempertahankan konsep film keluarga yang bisa dinikmati orang dewasa dan anak-anak. Jika memang masih dibuat sekuel keduanya di masa mendatang, semoga lebih baik lagi.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$177,233,619 till Oct 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 25 Desember 2008

MADAGASCAR ESCAPE 2 AFRICA : Petualangan Alam Bebas Afrika

Quotes:
Alex-I like to move it, move it!
Gloria-He likes to move it, move it!
Marty-She likes to move it, move it!
Melman-We like to...?
Lemurs-Move it!

Cerita:
Melanjutkan petualangan sebelumnya dalam Madagascar, Alex, Marty, Gloria, Melman bertekad kembali ke New York, dengan pesawat tempur yang dulu jatuh dan dirakit kembali oleh segerombolan pinguin pintar. Sayangnya penerbangan tidak berjalan mulus karena mereka terpaksa mendarat darurat di pedalaman Afrika. Masing-masing dari mereka berempat menemui petualangannya sendiri, mulai dari Alex yang berjumpa orangtuanya, Marty dan Gloria yang bertemu kawanannya dan Melman yang masih kebingungan untuk menyatakan perasaan terpendamnya pada Gloria. Semua itu akan membuat anda terpingkal-pingkal dengan polah tingkah hewan-hewan superstar kebun binatang New York ini!

Gambar:
Animasinya cukup kaya dan detail dimana penggambaran alam bebas Afrika cukup mengagumkan. Sayangnya belum dibalut dengan teknologi 3D!

Voice:
Masih melanjutkan suara khas mereka masing-masing adalah
Ben Stiller sebagai Alex
Chris Rock sebagai Marty
David Schwimmer sebagai Melman
Jada Pinkett Smith sebagai Gloria

Sutradara:
Masih digawangi oleh duet Eric Darnell dan Tom McGrath yang sukses membawa seri pertamanya hampir menembus 200 juta dollar pada peredaran di Amerika saja!

Komentar:
Membawa sebagian besar elemen film pertamanya tidak membuat Escape 2 Africa kehabisan ide untuk mengocok perut. Penokohan yang berkembang di antara empat karakter utamanya ditambah kemunculan segerombolan pinguin pintar yang berhasil mencuri scene merupakan nilai plusnya. Film ini sangat menghibur dan cocok ditonton oleh anda sekeluarga pada liburan akhir tahun. Rasanya tidak mengejutkan jika masih ada sekuelnya di masa mendatang, yang patut ditunggu adalah spin-off pinguin-pinguin pintar yang cukup potensial untuk berdiri sendiri. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$179,982,968 till end of Feb 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 12 Desember 2008

TROPIC THUNDER : "Kisah" Di Balik Pembuatan Film Perang Vietnam

Quotes:
Kirk Lazarus-I don't read the script. The script reads me.
----------

Tugg Speedman-This is insane. Are you really going to abandon this movie? We're supposed to be a unit!
Kirk Lazarus-Suck my unit.

Cerita:
Dengan narasi John "Four Leaf" Tayback, kita diajak untuk menyaksikan perang Vietnam dalam film aksi "Tropic Thunder" dengan empat karakter utama Tugg Speedman, Kirk Lazarus, Alpa Chino dan Jeff Portnoy. Sayangnya adegan ledakan yang dirancang dengan bujet besar malah terjadi sebelum waktunya. Sang sutradara, Damien Cockburn menjadi murka apalagi setelah dicaci-maki sang big boss Les Grosman. Maka Damien pun merancang "naskah buatan" bagi keempat aktor yang sebetulnya memiliki masalah masing-masing dengan karirnya itu ke dalam situasi sungguhan di pedalaman Vietnam dengan beberapa kamera tersembunyi. Bersama aktor muda Kevin Sandusky, mereka berusaha survive dari komunitas Vietnam pemasok heroin terbesar di Asia. Bagaimana mereka bisa mengakhiri semua itu dan bertindak layaknya megabintang untuk menyelamatkan karir akting masing-masing?

Gambar:
Kita diajak melihat setting langsung dari lokasi syuting Tropic Thunder di hutan Vietnam dimana semua masih terlihat asri. Ditambah beberapa adegan di ruang produser kaya yang mewah beserta atribut kru yang membantunya. Semua terlihat natural dan "menipu" sudut pandang penonton.

Act:
Tiga aktor tenar yang banyak angkat nama di genre komedi yakni Ben Stiller, Jack Black, Robert Downey JR seperti memfilmkan keseharian mereka saat syuting dengan karakter khasnya masing-masing. Hasilnya cukup membanggakan sebagai sebuah tontonan sekaligus parodi.
Beberapa nama tenar seperti Tom Cruise, Matthew McConaughey, Nick Nolte turut mengisi peran kecil di film ini serta jangan lupakan beberapa cameo seperti Jack Nicholson, Tobey Maguire, Jon Voight, Alicia Silverstone menjadi diri mereka sendiri.

Sutradara:
Pengalaman Ben Stiller dalam menyutradarai memang belum banyak namun beberapa dari sedikit itu justru menunjukkan bakatnya sebagai sutradara. Kali ini harus diakui Ben sangat terampil menggarap ide cerita menjadi sesuatu yang fresh dan jarang sekali diekspos, ditambah dengan cast bintang-bintang ternama yang sangat menjual.

Komentar:
Opening yang memperlihatkan trailer dari Alpa Chino, minuman energi "Booty Sweat" dan cokelat batangan "Bust-A-Nut" sambil menyanyikan lagu "I Love Tha' Pussy"; Tugg Speedman's dalam 'Scorcher VI: Global Meltdown'; Jeff Portnoy dalam 'The Fatties: Fart 2'; pemenang lima Oscar Kirk Lazarus dalam 'Satan's Alley' dijamin bakal mengocok perut anda. Film ini sangat kreatif karena membuka mata penonton tentang semua hal yang biasa terjadi saat syuting pembuatan film. Salah satu film wajib tonton tahun ini walau humor yang ditawarkan masih kental dengan gaya Hollywood.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till end of Sep):
$108,768,665

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!