XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label chris cooper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chris cooper. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2012

THE MUPPETS : Bersatu Kembali Menyelamatkan Gedung Teater


Quotes:
Statler: Is this movie in 3-D?
Waldorf: Nope! The Muppets are as one-dimensional as they've always been!

Nice-to-know:
Setelah menyelesaikan keseluruhan syuting, filmmakers memberikan Jason Segel boneka Muppet versi dirinya untuk disimpan.

Cast:
Jason Segel sebagai Gary
Amy Adams sebagai Mary
Chris Cooper sebagai Tex Richman
Rashida Jones sebagai Veronica Martin

Voice:
Steve Whitmire sebagai Kermit / Beaker / Statler / Rizzo / Link Hogthrob / The Newsman
Eric Jacobson sebagai Miss Piggy / Fozzie Bear / Animal / Sam Eagle / Marvin Suggs
Dave Goelz sebagai Gonzo / Dr. Bunsen Honeydew / Zoot / Beauregard / Waldorf / Kermit Moopet
Bill Barretta sebagai Swedish Chef / Rowlf / Dr. Teeth / Pepe the Prawn / Bobo / Muppet Gary
Peter Linz sebagai Walter

Director:
Merupakan feature film pertama James Bobin yang sebelumnya menggarap beberapa serial televisi termasuk The Flight of the Conchords yang terlama yaitu dari tahun 2007-2009.

W for Words:
Sebagian dari anda yang lahir pada tahun 1970an ke atas tentunya sangat mengenal karakter muppets yang wara-wiri di layar kaca dengan segala polah tingkahnya yang unik mendidik itu. Ayo unjuk tangan. Tidak perlu merasa tua (atau malu) untuk bisa jatuh cinta pada versi layar lebar terbarunya. Generasi yang lebih muda saja besar kemungkinan bisa menjadi penggemar baru film yang diperuntukkan bagi semua kalangan usia ini.

Skrip yang ditulis Jason Segel dan Nicholas Stoller berdasarkan karakter Jim Henson berkisah mengenai Gary, Mary dan Walter yang menemukan fakta bahwa Tex Richman akan menghancurkan gedung teater muppets demi sumber minyak yang terkandung di bawahnya. Ketiganya sepakat mengumpulkan seluruh muppets untuk bersatu padu termasuk Kermit, Miss Piggy dan kawan-kawan untuk melakukan sebuah pertunjukan spektakuler sekaligus menggalang dana sebesar 10 juta dollar sebelum waktu berakhir.
Sutradara James Bobin menghadirkan gaya teatrikal yang kental di sepanjang filmnya. Scene dimana Segel atau Adams menyanyi diyakini mampu memancing senyum di wajah anda. Sama halnya dengan suguhan the muppets lewat aksi-aksi tak terbayangkan yang tiba-tiba tersaji di hadapan anda. Unsur komedinya juga tidak malu-malu walaupun sedikit cheesy disana-sini, salah satu contohnya adalah jargon “let’s travel by the map!” yang sukses membuat saya tertawa sambil mengernyitkan dahi.

Lagu-lagu yang menghiasi durasi 103 menit ini secara otomatis akan tertanam di dalam kepala anda selama berhari-hari bahkan membuat anda tergelitik untuk memiliki soundtracknya. Nomor favorit saya adalah Life’s a Happy Song yang riang gembira dan Man or Muppet yang getir sekaligus refleksi diri itu. Jangan lupakan juga penampilan cabaret para ayam dalam hit “Forget You” milik Cee Lo Green yang hilarious tersebut.
Tak dinyana, benang merah klasik yang dipertahankan membuat The Muppets layak tonton bagi penggemar lawas maupun anyar. Banyaknya cameo yang ambil bagian setidaknya menjadi nilai tambah, membantu menambal narasi dua pertiga awal yang sebetulnya cukup membosankan. Penampilan anggota baru, Walter dengan “hati” nya diyakini mampu meneruskan tongkat estafet secara pas jika memang franchise yang satu ini bisa dilanjutkan di masa mendatang. Definitely worth to wait!

Durasi:
103 menit

U.S. Box Office:
$86,694,431 till Jan 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 23 April 2011

BREACH : Siasat Officer Muda Melucuti Atasan

Quotes:
Eric O'Neill: My name is Eric.
Robert Hanssen: No, your name is Clerk. And my name is Sir, or Boss, if you can manage.
Eric O'Neill: Yes, sir.
Robert Hanssen: And if I ever catch you in my office again, you're gonna be pissin' purple for a week.

Storyline:
Spesialis computer Eric O’Neill bercita-cita menjadi agen FBI handal. Kesempatan itu datang saat ia menjadi seorang officer yang juga asisten dari Robert Hanssen, agen FBI senior yang telah mengabdi selama 25 tahun. Sebetulnya Eric ditugaskan langsung oleh Kate Burroughs dan Rich Garches untuk mengawasi tindak tanduk Robert yang disinyalir menjual data rahasia ke pihak Soviet secara diam-diam. Tidak mudah bagi Eric untuk mendapatkan kepercayaan Robert yang juga mulai mengganggu hubungannya dengan istrinya yang berbeda agama, Juliana. Kini Eric pun harus beradu otak untuk menyelesaikan misi sulit ini sekaligus membekuk Robert yang licik itu.

Nice-to-know:
Dalam film digambarkan karakter yang diperankan Chris Cooper terobsesi dengan Catherine Zeta-Jones. Pada kenyataannya, Cooper dan Zeta-Jones memenangkan gelar Aktor/Aktris Pendukung Terbaik pada ajang Academy Awards 2003.

Cast:
Pernah memenangkan gelar Aktor Pendukung Terbaik dalam ajang Oscar 2003 lewat Adaptation (2002), Chris Cooper bermain sebagai Robert Hanssen
Karir aktornya diawali lewat miniseri televisi berjudul The Secrets of Lake Success (1993), Ryan Phillippe berperan sebagai Eric O'Neill
Laura Linney sebagai Kate Burroughs
Caroline Dhavernas sebagai Juliana O'Neill
Gary Cole sebagai Rich Garces
Bruce Davison sebagai John O'Neill

Director:
Sejauh ini merupakan karya kedua bagi Billy Ray setelah Shattered Glass (2003).

Comment:
Jika anda berpikir film yang satu ini bermuatan berat maka salah besar. Anda tidak perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai FBI, cukup duduk tenang di bangku dan fokuslah pada apa yang akan anda saksikan. Niscaya segala seluk beluk yang tertuang dalam skrip cerdas yang ditulis oleh trio Adam Mazer, William Rotko dan Billy Ray ini dapat dimengerti.
Seringkali penonton salah kaprah mengenai status Eric O’Neill yang dianggap agen baru FBI padahal ia hanya sebagai officer sekaligus asisten dari Robert Hanssen yang berkedudukan sangat tinggi di atasnya. Phillippe menuntaskan tugasnya dengan baik sebagai O’Neill yang panjang akal dan pantang menyerah meskipun sempat disepelekan bosnya di awal dan lagi harus menghadapi problem rumah tangga dengan istrinya. Saya nilai ini adalah penampilan terbaiknya dalam sebuah film!








Siapa yang meragukan kualitas akting aktor sekaliber Cooper? Lihat caranya menginterpretasikan tokoh Hanssen yang penuh kecurigaan dan licin seperti belut. Intonasinya yang jelas menegaskan nama besarnya sebagai seorang senior di FBI. Belum lagi kemampuannya mengatur segala sesuatu sesuai standarnya sendiri sesulit apapun juga termasuk integritas pribadi dan keluarganya.
Saya juga mengagumi sosok Linney yang bermain dingin sebagai Burroughs yang sebetulnya kesepian dan tidak memiliki sesuatu untuk diperhatikan di luar pekerjaannya. Dhavernas yang belum banyak dikenal orang juga memberikan aksen lembut dan rapuh ke dalam tokoh Juliana yang diperankannya. Kontribusi juga disumbangkan Davison, Cole, Haysbert dan lain-lain sebagai karakter pendukung yang tak kalah pentingnya.








Sutradara Ray meskipun baru menghasilkan satu film sebelumnya berlaku selayaknya seorang veteran. Ia tidak membekali film spy ini dengan adegan aksi berbujet besar dengan musik latar yang berlebihan selayaknya film Hollywood. Namun sesederhana sebuah drama spionase yang sangat kaya dari segi karakteristiknya hingga jalinan konflik terbangun dengan begitu rapi. Tempo yang pas begitu asyik membuka scene demi scene yang penuh kejadian penting.
Saya berani katakan Breach yang diinspirasi dari kejadian nyata ini nyaris sempurna sebagai sebuah film. Contoh konkrit bagaimana kegigihan bisa mengatasi hal-hal yang terlihat tidak mungkin sekalipun. Meskipun produksi lama, jangan ragu untuk menyaksikannya di bioskop Ibukota. Nikmatilah permainan kucing tikus yang dramatis ini, turut serta dalam ketegangan saat waktu yang sempit harus dapat digunakan secara maksimal untuk kemenangan besar di akhir. Kesuksesan dan kegagalan memang kadang ditentukan oleh kompleksitas pemikiran dan tindakan manusia itu sendiri selain kesempatan dan takdir yang telah digariskan.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$32,791,865 till Apr 2007

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 03 April 2011

THE COMPANY MEN : Bertahan Hidup Paska Pemutusan Kerja

Tagline:
In America, We Give Our Lives To Our Jobs. It's Time To Take Them Back

Storyline:
Kehidupan para eksekutif mapan Amerika hancur dalam seketika saat GTX mengumumkan pengecilan karyawan. Diantaranya adalah Bobby Walker yang memiliki tempat tinggal megah, mobil mewah dan segala perlengkapan mahal. Juga ada Phil Woodward yang harus bersaing dengan pria-pria yang berusia setengahnya untuk mendapatkan pekerjaan baru. Mantan eksekutif Gene McClary juga harus berpedih hati menyaksikan rekan-rekannya berjuang menghidupi keluarga dan meninggalkan kehidupan sempurna mereka satu persatu. Resesi ekonomi bisa saja melanda negara manapun juga dan pemulihannya membutuhkan waktu yang tidak singkat..

Nice-to-know:
Keseluruhan syuting dilakukan di Massachusetts termasuk gedung perkantoran One Communications di dekat Route 128.

Cast:
Pertama kali bermain film di usia 9 tahun lewat The Dark End of the Street (1981), Ben Affleck bermain sebagai Bobby Walker yang harus merelakan aset-asetnya hilang satu persatu demi bertahan hidup setelah kehilangan pekerjaan
Tommy Lee Jones sebagai Gene McClary
Chris Cooper sebagai Phil Woodward
Maria Bello sebagai Sally Wilcox
Tom Kemp sebagai Conal
Nancy Villone sebagai Diane
Rosemarie DeWitt sebagai Maggie Walker
Kevin Costner sebagai Jack Dolan

Director:
Merupakan debut pertama John Wells sebagai sutradara layar lebar setelah sebelumnya menangani serial televisi sukses sepanjang masa, E.R. (1998-2009).

Comment:
Bagi para penonton di luar Amerika Serikat rasanya sulit untuk bisa terkoneksi sepenuhnya dengan keadaan resesi ekonomi di tahun 2010 yang menjadi tema film ini. Namun bayangkan saja satu hal, kemalangan bisa terjadi pada siapa saja, dalam hal ini kehilangan pekerjaan baik karena pemecatan atau pengecilan perusahaan yang umum terjadi dimanapun anda berada.
Lee Jones sebagai manajemen eksekutif Gene mungkin memberikan sumbangsih terbesar bagi GTX dengan ide-idenya. Cooper sebagai Phil juga selalu mendukung Gene dalam pengambilan keputusan penting. Sedangkan Affleck merupakan sales berpenghasilan tinggi dari komisi yang diterimanya. Jobless bagi mereka berdampak besar dalam hidup masing-masing terlebih tanggungjawab terhadap keluarga maupun kerabat dekatnya. Disini ketiganya bermain dengan maksimal meski tidak banyak interaksi yang melibatkan secara bersamaan.
Sedangkan Bello, DeWitt, Villone juga tidak kalah kontribusinya sebagai pendukung tiga pria yang tersebut di atas. Jangan lupakan kehadiran Costner sebagai Jack, si tukang kayu handal yang selalu cekatan dan semangat dalam bekerja dengan filosofi-filosofinya. Sayang sekali peranan mereka tidak sampai pada tingkat penghargaan internasional karena lemahnya proses pemasaran film ataupun rendahnya minat penonton.
Sutradara Wells tampaknya masih mengadopsi gaya serial televisi dalam film feature pertamanya ini. Terbukti perpindahan scene dari hidup Bobby-Gene-Phil terasa seperti pergantian episode. Tempo lambat yang dipakainya cenderung membosankan karena terlampau smooth dan sedikitnya letupan emosi yang muncul untuk tetap membawa penonton bersinergi dengan jalan cerita yang dituturkan.
The Company Men sebagai sebuah drama merupakan babak “gelap” yang menuntut orang untuk bertahan hidup dari kekalahan yang dialaminya. Terkadang hal ini diperlukan sebagai sebuah refleksi diri demi mencapai taraf kehidupan yang lebih baik lagi di masa mendatang. Isu kapitalisme perusahaan yang seringkali menguntungkan pihak yang sudah di atas angin dan merugikan pihak yang sudah kalah pun disajikan secara nyata. Coba saksikan film ini dan bayangkan diri anda jika berada di posisi mereka!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$1,547,510 till Jan 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter: