XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jeremy renner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jeremy renner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

MISSION : IMPOSSIBLE - ROGUE NATION Accomplished Continuation For The Franchise

Quote:
Benji Dunn: Let me guess. Presumed dead?
Ethan Hunt: Well tonight, I just made it official.


Nice-to-know:
Adegan dimana Hunt memanjat pesawat Airbus A400M yang sedang terbang 1,5 km di atas tanah dilakoni sendiri oleh Tom Cruise tanpa spesial efek dan stuntman.

Cast:
Tom Cruise sebagai Ethan Hunt
Jeremy Renner sebagai William Brandt
Simon Pegg sebagai Benji Dunn
Rebecca Ferguson sebagai Ilsa Faust
Ving Rhames sebagai Luther Stickell
Sean Harris sebagai Solomon Lane
Simon McBurney sebagai Atlee
Zhang Jingchu sebagai Lauren
Tom Hollander sebagai Prime Minister
Jens Hultén sebagai Janik Vinter
Alec Baldwin sebagai Alan Hunley

Director:
Merupakan film ketiga bagi Christopher McQuarrie setelah Jack Reacher (2012).

W For Words:
19 tahun sudah semenjak Tom Cruise membangkitkan kembali franchise yang dimulai dari inisiatif Bruce Geller lewat serial televisinya pada tahun 1966. Sosok Ethan Hunt mungkin dapat diasosiasikan dengan James Bond, tokoh agen rahasia Inggris dengan skill yang lebih kurang mirip. Tidak salah karena masing-masing masih memiliki keistimewaan sendiri. Lantas apa lagi yang ingin dibuktikan Cruise, superstar Hollywood yang sudah berusia 53 tahun ini, melalui misi-misi mustahil berbahaya? Well, it’s not up to me or even you to answer that. Let’s just sit and enjoy the show like any other viewers.

Ketika tengah menyelidiki Syndicate yang diduga menjadi dalang kekacauan internasional karena berisikan teroris-teroris terlatih, Hunt tertangkap dan menjalani penyiksaan. Di luar dugaan, anggota organisasi rahasia tersebut, Ilsa malah membantunya melarikan diri. Hunt pun menjadi buronan CIA yang menyangkal keberadaannya. Boss IMF, Brandt tanpa sepengetahuan Direktur CIA, Hunley menugaskan Benji dan Luther untuk menemukannya lebih dulu. Permainan kucing tikus penuh tipu daya itu lantas berujung pada penangkapan Perdana Menteri Inggris di London.













Nama McQuarrie sebagai penulis skrip handal mulai diperbincangkan usai menyabet Oscar dalam The Usual Suspect (1995). Skrip yang dikembangkan dari gagasan dirinya bersama Drew Pearce ini memang terbilang brilian dengan three-act structure yang cukup efektif. Setup-setup familiar dalam setiap misi Hunt muncul kembali, hanya saja beberapa puntiran cerdas menjadikannya fresh dan tidak mudah ditebak begitu saja. Pendalaman setiap karakter baru (maupun lama) dalam film ini justru terjadi di tengah-tengah, seakan penonton diberi nafas usai disuguhi opening yang breathtaking tersebut.

McQuarrie sebagai sutradara tidak berupaya menjadikan installment kelima ini another globe trotting spy action movie. Setting dari Malaysia, Austria, Morocco hingga UK masih tergolong sesuai dengan kebutuhan cerita tanpa harus overexposed. Teknologi mutakhir lewat gadget-gadget canggih memang ada tapi tidak sampai terkesan spektakuler seperti sebelumnya. Sekuens aksi berpacu dengan waktu dan kebut-kebutan di jalan masih dipertahankan demi menjaga adrenaline anda. Adegan paling memorable buat saja adalah di gedung opera Vienna. Who can resist classical orchestra?















Fisik yang tidak seprima dulu membuat Cruise harus pandai-pandai mengatur segala jenis aksi yang dilakukannya. Well, he succeeded on and off the screen. Untungnya dominasi karakter Hunt tidak sampai mengesankan one man show dalam storytelling nya. Sang femme fatale, Ferguson jelas paling standout dalam jajaran cast sekuel ini. Betapa tidak, kecantikan dan kemolekan tubuhnya juga dibarengi dengan pesona akting dan fighting yang mumpuni. Pegg masih mempertahankan trademark komedinya yang spontan dan natural itu. Harris menunjukkan kelasnya sebagai villain berdarah dingin meski tanpa aksi faktual. Sedangkan Renner, Rhames dan Baldwin menempati posisi supporting masing-masing dengan pas.

Mission: Impossible – Rogue Nation sukses menjaga level ketegangan dan keingintahuan hingga akhir yang dibutuhkan oleh espionage thriller yang baik sambil mempertontonkan aksi-aksi mustahil di luar nalar yang sebelumnya sudah dicapai oleh sutradara-sutradara besar lainnya. Satu pencapaian McQuarrie yang patut mendapat acungan jempol adalah kembalinya kesan klasik nan elegan tanpa campur tangan CGI yang berlebihan di sini. All credit still goes to Cruise though. As we all agree to give him another impossible mission in the next two years!

Durasi:
131 menit

U.S. Box Office:
$74,743,725 till August 2015

Movie-meter:

Sabtu, 25 Agustus 2012

THE BOURNE LEGACY : Bourne Experiences With Aaron Cross

Tagline:
There Was Never Just One.

Nice-to-know:
Sebelum kemunculan film ini dipertimbangkan, sutradara Paul Greengrass berkelakar bahwa film Bourne keempat seharusnya berjudul "The Bourne Redundancy".

Cast:
Jeremy Renner sebagai Aaron Cross
Rachel Weisz sebagai Dr. Marta Shearing
Scott Glenn sebagai Ezra Kramer
Stacy Keach sebagai Retired Adm. Mark Turso, USN
Edward Norton sebagai Retired Col. Eric Byer, USAF
Donna Murphy sebagai Dita Mandy

Director:
Merupakan film ketiga bagi Tony Gilroy setelah Duplicity (2009).

W For Words:
Keputusan Universal Pictures untuk meneruskan franchise Bourne bisa jadi didasari oleh uang. Bagaimana tidak? Ketiga serinya yaitu The Bourne Identity (2002), The Bourne Supremacy (2004) dan The Bourne Ultimatum (2007) telah menghasilkan lebih dari 500 juta dollar untuk peredaran di Amerika Serikat saja, belum internasional. Namun para fans menjadi skeptis begitu mengetahui fakta bahwa Paul Greengrass dan Matt Damon yang sedianya terlibat dalam proyek ini ternyata menarik diri. Lantas apa yang tersisa?

Aksi Jason Bourne terhadap Operasi Blackbriar membuat CIA yang dipimpin pensiunan Kolonel Eric Byer menutup semua program operasi hitam termasuk Treadstone. Untuk itu semua agen dan staf pendukung harus dibinasakan oleh virus yang terkandung dalam pil baru. Adalah Aaron Cross yang tengah bertugas di lapangan berhasil lolos dari maut. Demi kelangsungan hidup yang didapat dari pil hijau dan biru, ia terpaksa menyelamatkan ahli kimia, Dr. Marta Shearingz dan bersama-sama melarikan diri ke Manila.














Tony dan Dan Gilroy yang menulis skripnya masih berupaya mengambil referensi dari kreator Bourne asli yakni Robert Ludlum. Itulah sebabnya wajah dan aksi Jason Bourne, Pamela Landy dan Dr. Albert Hirsch masih dihadirkan sekilas sebagai konektivitas. Namun setting utama plot tetap ada pada proses pengejaran tokoh-tokoh utamanya, baik hidup atau mati. Tambahan berbagai subplot pendukung yang sedikit rumit tapi terbilang mudah dicerna ini tampak berusaha memperkuat bangunan cerita yang penuh karakter lalu lalang.

Jeremy Renner mungkin tak dapat menyaingi karisma Matt Damon tapi ia sama tangkasnya dalam beraksi, menghindari bahaya atau melumpuhkan musuh dengan efisien demi memuaskan penonton. Rachel Weisz juga tampil meyakinkan sebagai heroine yang pandai menyembunyikan emosi dalam menjalankan misinya. Sayang aktor sekelas Edward Norton "cuma" kebagian akting berbicara memberikan instruksi sambil duduk atau berdiri untuk peran antagonis sekuat ini.

Sutradara Gilroy berhasil menjaga tempo film, kapan harus cepat, kapan harus melambat lewat serentetan aksi "nyata" minim CGI ala blockbuster Hollywood. Durasi 135 menit tak akan terlalu dirasakan mengingat setiap adegannya memiliki arti. Bagaimana Aaron Cross bertarung tangan kosong secara keras atau mengendarai motor secara brutal akan membuat anda menahan nafas. Pemanfaatan beberapa lokasi variatif juga memberikan nilai tambah sendiri, termasuk adegan pembuka yang memperlihatkan lanskap pegunungan bersalju.

The Bourne Legacy memang tak dapat dibandingkan dengan trilogy Jason Bourne sebelumnya meski masih melibatkan konspirasi Pemerintahan yang kompleks. 30 menit terakhir yang penuh energi dijamin akan memacu adrenalin anda terlepas dari logika yang sedikit terabaikan mengenai apa yang sesungguhnya tengah terjadi. Installment baru ini sukses membangun animo untuk kelanjutan serinya yang pantas ditunggu. Mungkinkah suatu saat Aaron Cross akan berhadapan langsung dengan Jason Bourne? One thing for sure, Renner looks tougher and he's going rogue in a very good way.

Durasi:
135 menit

U.S. Box Office:
$69,618,465 till August 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 05 Mei 2012

THE AVENGERS : Teamed Up Superheroes And Bang Bang Boom


Quotes:
Loki: What have I to fear?
Tony Stark: The Avengers. That's what we call ourselves. Sort of like a team. Earth's mightiest heroes, type thing.

Nice-to-know:
Film Marvel pertama yang didistribusikan oleh Walt Disney Pictures ini sudah tayang di Amerika Serikat pada tanggal 11 April 2012 yang lalu.

Cast:
Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark / Iron Man
Chris Evans sebagai Steve Rogers / Captain America
Mark Ruffalo sebagai Bruce Banner / The Hulk
Chris Hemsworth sebagai Thor
Scarlett Johansson sebagai Natasha Romanoff / Black Widow
Jeremy Renner sebagai Clint Barton / Hawkeye
Tom Hiddleston sebagai Loki

Director:
Merupakan film kedua bagi Joss Whedon setelah Serenity (2005).

W For Words:
Sulit dipercaya jika keluaran pertama Marvel Studio di tahun 2008 yaitu Iron Man sesungguhnya merupakan proyek perjudian. Nyatanya empat film kemudian yang disusul berturut-turut oleh Iron Man 2 (2010), Thor (2011), Captain America : The First Avenger (2011), kesemua karakter pahlawan super tersebut bersatu-padu dalam sebuah film blockbuster yang diluncurkan sebagai appetizer summer movies tahun 2012 ini sekaligus tayangan pembuka teater IMAX Gandaria City XXI yang baru beroperasi di Indonesia.
Kepala S.H.I.E.L.D sebuah perusahaan penjaga perdamaian dunia, Nick Fury kerapkali berhubungan dengan komite Marvel Super Heroes yang beranggotakan Iron Man, The Incredible Hulk, Thor, Captain America, Hawkeye dan Black Widow. Suatu ketika adik Thor, Loki dan kawanannya bertekad menguasai dunia melalui kubus The Tesseract yang mampu menyerap kekuatan tanpa batas dari dimensi lain. Kini para pahlawan super itu beraksi kembali demi mencegah kerusakan dan kehancuran yang lebih besar lagi.

Komik yang digagas oleh Stan Lee dan Jack Kirby itu kemudian disadur oleh Joss Whedon dan Zak Penn ke dalam skrip yang sangat sederhana dengan tujuan mudah dimengerti oleh penonton yang murni menginginkan sebuah hiburan belaka. Bertindak pula sebagai sutradara, Whedon tampak paham betul bagaimana menghabiskan bujet 220 juta dollar ke dalam eksekusi cerdas nan jitu. Terlepas dari durasinya yang terlalu lama, penonton tidak akan terlalu merasakannya karena sibuk dijejali adegan aksi penuh antusiasme dari awal sampai akhir.
Seperti sudah diduga sebelumnya, Iron Man mendapat porsi terbesar dengan figur Tony Stark yang haus popularitasnya itu. Captain America dan Thor terlihat lebih nyaman di belakangnya melanjutkan apa yang sudah dilanjutkan duet Chris sebelumnya dalam feature film masing-masing. Black Widow memberikan kesan feminisme yang kental apalagi dalam kostum spandex yang seksi itu. Debut penampilan Jeremy Renner sebagai Hawkeye dan Mark Ruffalo sebagai Hulk yang teramat destruktif patut diacungi jempol terlepas dari faktor “kurang terdepan” nya mereka di antara yang lainnya. Jangan khawatir, anda tak akan kehilangan salah satu aksi dari mereka karena kemunculan yang bergantian.

Mengingat Captain America dan Thor sudah dibalut dalam teknologi 3D maka tidak ada alasan film ini muncul tanpa 3D. Jika anda bertanya pada saya apakah 3D nya layak? Saya cenderung menjawab iya. Joss Whedon memang melakukan post-converted di akhir tahun 2011 lalu tetapi sudah cukup memfasilitasi live action movie semacam ini. Pertarungan indoor yang dominan disini mungkin efek 3D nya tidak akan terasa tetapi khusus outdoor –terlebih di pertarungan akhir- jelas terasa karena kedalaman gambar yang signifikan, membuat anda seperti melihat ke luar jendela New York City.
Para pecinta komik The Avengers dipastikan menaruh harapan setinggi-tingginya akan adaptasi teranyarnya ini. Saya pastikan anda tidak akan kecewa! Bagi khalayak umum yang tidak terlalu memfavoritkan komiknya akan tetap menikmati sajian yang tak hanya luar biasa tetapi juga paling menghibur di antara deretan film adaptasi komik lainnya. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat pahlawan super kesukaan anda belajar untuk kompak sebagai sebuah kesatuan demi rasa kemanusiaan yang tinggi. Kita berharap saja sekuel yang tampaknya tidak terhindari itu tak akan lebih dari sekadar pengulangan belaka.

Durasi:
142 menit

U.S. Box Office:
$178,400,000 till April 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 17 Desember 2011

MISSION IMPOSSIBLE : GHOST PROTOCOL Kemustahilan Menggagalkan Perang Dunia Ketiga

Quotes:
Brandt: 26 minutes till door knock... 25 minutes till door knock... 24 minutes till door knock...
Ethan Hunt: The countdown is not helping.


Storyline:
Melarikan diri dari penjara Moskow yang berlanjut pada kasus pemboman Kremlin membuat Ethan Hunt harus membersihkan nama IMF yang dituduh sebagai biang keladinya. Dengan tim baru yang beranggotakan agen wanita tangguh Jane, ahli komputer Benji serta analis baru Brandt, Hunt kemudian melanjutkan perjalanannya ke Dubai hingga Mumbai demi menghentikan psikopat jenius Hendricks yang bertekad memicu Perang Dunia ke-3 antara Amerika Serikat dan Rusia dengan mengendalikan nuklir yang sudah terpasang sempurna.

Nice-to-know:
Film pertama yang menggunakan logo 100 tahun perayaan Paramount yang secara kebetulan berbeda-beda di setiap seri Mission Impossible.

Cast:
Tahun 1996 dapat dikatakan tahun terbaik Tom Cruise. Selain berperan sebagai Ethan Hunt dalam remake Mission Impossible, ia juga kembali menerima nominasi Oscar dalam lakon drama terbaiknya, Jerry Maguire.
Menerima nominasi Oscar pertamanya dalam The Hurt Locker (2008), Jeremy Renner bermain sebagai Brandt
Simon Pegg sebagai Benji
Sosoknya mulai dikenal setelah membintangi Déjà vu (2006), Paula Patton didapuk sebagai Jane
Michael Nyqvist sebagai Hendricks
Léa Seydoux sebagai Sabine Moreau

Director:
Merupakan film keempat Brad Bird yang terakhir menggarap animasi sukses Ratatouille (2007).

Comment:
Siapa yang tak kenal franchise Mission Impossible yang pertama muncul tahun 1960an lalu kemudian dilanjutkan dengan serial televisinya periode 80-90an yang legendaris itu? Superstar Hollywood, Tom Cruise lantas meremakenya pada tahun 1996 dengan nuansa yang jauh lebih modern. Kesuksesan yang bertubi-tubi kemudian melahirkan seri kedua di tahun 2000, ketiga di tahun 2006 hingga yang keempat di tahun 2011 ini yang rilisnya molor dari jadwal semula yaitu musim panas yang lalu.
Skrip yang ditulis oleh duo Josh Appelbaum dan André Nemec ini rupanya masih setia dengan pakem serial televisi yang digagas oleh Bruce Geller. Elemen dasarnya tetap dipertahankan yakni sekelompok orang yang menjalani situasi yang terlihat “tak mungkin” tetapi mampu mencari jalan keluar dalam kondisi hidup, bahkan tetap terlihat keren! Selebihnya adalah komponen biasa dalam sebuah film aksi yang menawarkan serentetan adegan seru dengan berbagai “twist” dan “turns” yang terus membuat anda betah berlama-lama di kursi walaupun durasinya cukup panjang.

Ethan Hunt nampaknya menjadi peran tersukses bagi Tom Cruise dalam sepanjang karir aktingnya, setidaknya perolehan dollarnya dari peredaran di seluruh dunia berbicara banyak. Ethan seperti yang sudah-sudah hampir tidak pernah membicarakan kehidupan pribadinya dalam film. Penonton hanya diajak untuk mengenal keberanian (atau kenekadan) Agent Hunt dalam mempertunjukkan “kemampuan” tingkat tinggi yang acapkali menyerempet bahaya.
Konsep one man show memang masih terasa disini walau tidak terlalu dominan. Terima kasih pada chemistry ringan yang dibaginya dengan aktor-aktris lainnya. Patton bagaikan perpaduan Angelina Jolie dan Zoe Saldana tampil memikat sebagai Jane. Kontribusi Pegg memberikan sisi humoris dalam film juga patut diacungi jempol sebagai Benji. Lain halnya dengan Renner yang seakan didapuk menjadi penerus franchise ini di masa mendatang, tentunya kapabilitasnya dalam film-film aksi sebelumnya amat membantu dalam menjiwai tokoh Brandt yang misterius latar belakangnya tersebut.

Sutradara Bird yang semula diragukan karena kapasitasnya sebagai pengganti J.J. Abrams mampu menjawab tantangan itu. Lihat bagaimana imajinasi visualnya dapat ditransfer ke dalam pelbagai adegan aksi yang diyakini membuat anda menahan nafas. Salah duanya adalah kejar-kejaran di tengah badai pasir serta stimulasi vertigo terhadap Burj Khalifa Tower yang berlokasi di Dubai. Sinematografi milik Robert Elswit juga bekerja efektif memaksimalkan lokasi yang beragam mulai dari Budapest, Moskow, Dubai hingga Mumbai.
Kecanggihan teknologi via serentetan gadget mutakhir, pertarungan habis-habisan yang dilakoni protagonis, aksi situasional berbahaya menjadikan Mission Impossible : Ghost Protocol benar-benar sukses menjaga energi berskala besar yang terkandung di dalamnya. Sayangnya di balik semua faktor “wah” tersebut, plotnya yang kelewat tipis menjadi kelemahan yang tersembunyi karena sedikit mengabaikan unsur romantisme, pengkhianatan rumit antar agen atau latar belakang antagonis dalam memicu perang nuklir antara Amerika dan Rusia. Tak menjadi masalah bagi penonton yang murni mengidamkan berhasilnya pencapaian misi-misi tak mungkin yang tidak akan pernah mereka lakukan dalam kehidupan nyatanya masing-masing.

Durasi:
133 menit

U.S. Box Office:
$13,385,204 in opening week of Dec 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 25 Agustus 2011

THE TOWN : Perampokan Bank Berbuntut Pertobatan Hidup

Quotes:
Doug MacRay: I'm thinking about making a change...
Stephen MacRay: "Making a change," either you got heat or you don't.


Storyline:
Bertetangga dengan Boston. Charlestown terkenal dengan kasus perampokan yang tinggi dari tahun ke tahun, generasi ke generasi. Bahkan para pelakunya sendiri tidak pernah meninggalkan kota dan bisa hidup tenang dengan hasil rampokannya itu. Salah satunya adalah geng beranggotakan Doug MacRay, James Coughlin, Albert 'Gloansy' Magloan dan Desmond Elden. Doug dan James adalah sahabat dekat sejak kecil dimana Doug juga dekat secara seksual dengan adik James, Krista. Masalah mulai timbul saat Doug menjalin hubungan dengan Claire, seorang manajer bank yang disandera dan dirampoknya. Anggota lain mulai mencium hal tersebut dan mengancam untuk melenyapkan Claire.

Nice-to-know:
Versi aslinya yang dipresentasikan pada produser berdurasi 4 jam. Setelah dianggap terlalu lama maka mengalami beberapa kali pemangkasan termasuk scene-scene favorit dan footnotes dari Affleck.

Cast:
Satu dari dua film yang dibintangi di tahun 2010 selain The Company Men, Ben Affleck bermain sebagai Doug MacRay
Rebecca Hall sebagai Claire Keesey
Jon Hamm sebagai FBI S.A. Adam Frawley
Jeremy Renner sebagai James Coughlin
Blake Lively sebagai Krista Coughlin

Director:
Merupakan feature film kedua yang disutradarai Ben Affleck setelah Gone Baby Gone (2007).

Comment:
Ben Affleck adalah salah satu pesohor Hollywood yang mencapai kebintangan di usia muda sebagai aktor. Pencapaiannya kian sempurna setelah merenggut Piala Oscar lewat Skenario Asli Terbaik dalam Good Will Hunting (1997) bersama Matt Damon di usia 25 tahun! Tidak terlalu mengherankan jika karirnya naik turun setelah itu karena berbagai proyek yang melibatkannya tidak semua berkualitas. Namun mengambil posisi di belakang layar jelas bukan hal yang mudah untuk dilakukan.
Setelah melewati durasi selama dua jam, saya harus akui (kembali) bahwa Affleck memang memiliki talenta tidak hanya dalam peran Doug MacRay tapi juga sebagai sutradara. Lihat bagaimana setting kota Charlestown diperlihatkan secara realistis dan menakjubkan dimana aksi kejahatan itu terjadi, dalam hal ini perampokan yang disertai dengan penembakan bahkan pembunuhan. Emosi penonton berhasil diikat dari awal sampai akhir karena konsep crime drama yang dibesutnya.
Doug MacRay sendiri adalah leader tak resmi dari komplotan tersebut yang untungnya masih memiliki sisi kemanusiaan yang kuat. Masa lalu kelam ditinggal ibunya tanpa sebab perlahan-lahan terungkap hingga visinya untuk mencari jalan keluar suatu saat nanti, termasuk jatuh cinta dengan salah satu mantan korbannya berada di luar skenario. Penjiwaan Affleck disini tidak melulu mengandalkan fisik tapi juga intonasi suaranya yang terjaga baik dalam berdialog atau menggertak sekalipun.
Skrip yang ditulis oleh trio Affleck, Peter Craig dan Aaron Stockard ini terbilang tidak menyuguhkan hal yang baru. Komplotan perampok dengan modus yang terencana rapi menjanjikan aksi yang memacu adrenalin penonton. Plus drama dimana salah satu anggotanya bertekad mundur menawarkan pertentangan hati nurani hitam putih yang bisa jadi berakhir pada tragedi. Yang membuat berbeda adalah akting solid dari aktor-aktrisnya disini tanpa terkecuali.
The Town memang tidak mencoba untuk mengagumkan anda dengan aksi spektakuler yang membutuhkan bujet besar. Cukup dengan gaya perampokan bank yang berbeda lewat berbagai penyamaran unik yang sangat beresiko kehilangan nyawa masing-masing. Pihak FBI sendiri sebenarnya hanya kebagian porsi pendukung tapi tetap menjalankan tugasnya dengan baik. This movie definitely belongs to Mr. Affleck, not just a strong actor with confidence, but also the man behind it with perfection. Tip my hat for him!

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$92,173,235 till Jan 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 19 Juni 2009

THE HURT LOCKER : Aksi Penjinak Bom di Kancah Peperangan Sipil

Tagline:
War is a drug

Cerita:
Sekelompok tentara elit yang bertugas mengamankan bom di tengah peperangan. Ketika sersan baru, James mengambil alih tugas tingkat tinggi penjinak bom di tengah konflik, dia mengejutkan dua bawahannya, Sanborn dan Eldridge dengan membawa mereka dalam permainan hidup dan mati dengan pertikaian warga setempat. James berlaku seakan dia tidak peduli dengan maut. Kota yang bertikai pun semakin kacau dan karakter asli James muncul dan mungkin mengubah pribadi masing-masing selamanya.

Gambar:
Kota Irak yang seakan menjadi gurun luas dengan setiap lokasi menjadi ladang peperangan disyut dengan sangat realistis.

Act:
Pernah mendukung S.W.A.T (2003), Jeremy Renner tampil cemerlang sebagai Sersan William James yang berkarakter keras dan tidak kenal takut.
Anthony Mackie sebagai JT Sanborn yang tangguh tapi memiliki batas kemanusiaan ini sepintas mirip Will Smith, juga pernah membintangi film sejenis dalam We Are Marshall (2006).
Brian Geraghty sebagai Owen Eldridge yang penakut dan terjebak dalam situasi yang tidak pernah dibayangkannya.

Sutradara:
Tak dinyana Kathryn Bigelow merupakan sutradara wanita penghasil film-film keras termasuk satu yang paling dikenal yaitu Point Break (1991) yang melejitkan nama Keanu Reeves. Dalam Hurt Locker, ia menggunakan pendekatan semi dokumenter dalam bercerita. Menarik!

Komentar:
Dari awal kita sudah disuguhi adegan realistis yang seakan membuat penonton seperti benar-benar berada di tengah peperangan. Desing peluru, ledakan bom, rentetan tembakan dan lain-lain terasa sangat nyata. Konflik antar pasukan penjinak bom memang bukan yang baru ditampilkan tetapi tidak mengurangi daya tarik film ini. Intensitas bercerita yang konsisten pada tensi tinggi sampai akhir menambah keunggulan film ini. Hanya saja yang tetap harus menjadi perhatian adalah tidak semua orang bisa menikmati film perang apalagi tanpa ilustrasi musik samasekali. Bagaimana dengan anda?

Durasi:
115 menit

Europe Box Office:
$136,205 (Italy) till Nov 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!