XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label natalie portman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label natalie portman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2013

THOR : THE DARK WORLD Surprisingly Better Asgard Tryouts


Quote:
Loki: After all this time, now you come to visit me, brother? Why? To mock?
Thor: I need your help. And I wish I could trust you...
Loki: If you did, you'd be the fool I always took you for.

Nice-to-know:
Terdapat 30 macam palu yang digunakan Thor dengan berat yang beragam untuk kepentingan yang berbeda.

Cast:
Chris Hemsworth sebagai Thor
Natalie Portman sebagai Jane Foster
Tom Hiddleston sebagai Loki
Anthony Hopkins sebagai Odin
Christopher Eccleston sebagai Malekith
Jaimie Alexander sebagai Sif
Zachary Levi sebagai Fandral
Ray Stevenson sebagai Volstagg
Tadanobu Asano sebagai Hogun
Idris Elba sebagai Heimdall
Rene Russo sebagai Frigga


Director:
Alan Taylor mulai angkat nama setelah menyutradarai The Emperor's New Clothes (2001).

W For Words:
Superhero andalan Marvel Comics yang ruang lingkup sebenarnya bukan di bumi yakni Thor kembali lagi. Bukan hanya pendapatan nyaris 200 juta dollar di Amerika Serikat dan sekitarnya saja yang menjadi alasan utama Marvel Entertainment dan Marvel Studios melanjutkannya meski tanpa Paramount Pictures. Namun lebih karena fanbase nya yang tidak sedikit dan memiliki loyalitas tinggi. Jadi tidak usah heran jika dua atau tiga tahun lagi anda akan menemukan seri lainnya. Apalagi kali ini Loki telah menjelma menjadi daya tarik tersendiri. At the end of the day, you will agree with this!

Ketika merindukan Thor yang sudah pergi tanpa kabar selama bertahun-tahun, Jane Foster malah menemukan senjata kuno berkekuatan besar, the Ather yang secara tidak langsung membangunkan Malekith dan armada Dark Elf nya yang selama ini menjadi musuh utama kaum Asgard. Lantas Thor mau tidak mau bekerjasama dengan adiknya, Loki yang sebetulnya tengah menjalani masa hukuman di penjara. Mereka harus bahu membahu memerangi musuh sebelum keseimbangan alam semesta terganggu dan menghancurkan segala isinya.

Cerita yang digagas Don Payne dan Robert Rodat berdasarkan komik karya Stan Lee, Larry Lieber dan Jack Kirby ini kemudian digarap oleh Christopher Yost, Christopher Markus dan Stephen McFeely ke dalam format skenario. Hasilnya? Konsep paralelisme Bumi dan Asgard terjembatani dengan cerdas tanpa membuat penonton mengernyitkan dahi karena kebingungan. Ragam karakteristik nan unik juga menjadi poin plus. Apalagi chemistry antar tokohnya yang tergolong memikat terutama antara Thor dan Loki yang mengalami pergeseran emosional dari awal sampai akhir.

Sutradara alumni Game of Thrones, Alan Taylor tampaknya tahu betul apa yang harus dilakukannya dalam installment ini, terlebih melanjutkan ‘peristiwa’ yang terjadi dalam The Avengers (2012). Tanpa bermaksud mengecilkan peranan Branagh sebelumnya, The Dark World mungkin lebih gelap tetapi justru lebih ringan untuk dinikmati. Terima kasih pada beberapa bagian komedik yang sulit untuk tidak ditertawakan. Set pieces dan spesial efeknya terbilang mengesankan walaupun gimmick 3D nya tak terlalu diwajibkan bagi para moviegoers yang ingin sensasi lebih.

Besar kemungkinan Hiddleston akan menjadi fan-favorite dengan karakter Loki yang humoris, mempesona dan berperangai misterius. Lompatan fungsionalnya terhadap Thor series amat terasa signifikan. Kendati demikian kharisma Hemsworth tidak sepenuhnya tertutupi. Ketangguhan dan sifat kepahlawanannya tetaplah menonjol. Ketidakpeduliannya terhadap kekuasaan diyakini kian menggugah simpati anda. Duet Dennings dan Howard cukup mencuri perhatian. Si cantik Portman juga tidak bisa diabaikan begitu saja karena masih memegang peranan penting. Sama halnya dengan Elba dan Skarsgård.

Menilik dari trailer yang awalnya tidak terlalu membangkitkan selera itu, pada akhirnya Thor : The Dark World menjadi presentasi yang cukup memuaskan bagi saya. Lupakan sisi antagonis yang terkesan kurang tergarap walakin Eccleston samasekali tidak bermain buruk. Toh rentetan aksinya tetap terjaga intensitasnya sampai penghujung film. Kiprah Thor dengan ‘palu’ yang menggebrak serta Loki yang unpredictably eccentric adalah jaminan yang tak boleh dilewatkan sekaligus membuka pintu Marvel Universe yang diharapkan kembali dengan grande idea yang lebih menjanjikan lagi dalam Age of Ultron. Don't forget post credit-title in the middle and the very end!

Durasi:
112 menit

U.S. Box Office:
$146,965,000 till mid November 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 04 November 2011

THOR : Kebangkitan Heroik Pahlawan Terbuang Asgard

Quotes:
Thor: These people are innocent. You cannot sacrifice an entire race!
Loki: Then die with them.


Storyline:
Putra Odin, Thor dan Loki sudah bersaing sejak kecil. Namun beranjak dewasa, Thor jauh lebih menonjol dengan arogansi dan kecekatannya dalam bertarung. Dalam satu insiden, Thor dibuang dari Asgard oleh ayahnya ke dunia bersama godam ajaibnya. Disanalah Thor berjumpa ilmuwan Jane Foster yang sedang melakukan penelitian fenomena aurora di New Mexico bersama Erik dan Darcy. Jane lantas mengajari Thor hal-hal dasar sekaligus membantunya kembali ke Asgard dimana terjadi peperangan kekuatan jahat yang juga mengancam Bumi.

Nice-to-know:
Sebagai persiapan bermain disini, Chris Hemsworth rela menambah beban latihannya dalam 6 bulan di gym sekaligus menjalani diet habis-habisan yang diisi dengan menu telur, ayam, sandwich, sayur mayur, nasi merah dan minuman berprotein.

Cast:
Aktor Australia ini mulai dikenal sejak membintangi Star Trek (2009), Chris Hemsworth didapuk sebagai Thor
Natalie Portman sebagai Jane Foster
Sebelumnya tampil dalam Archipelago (2010), Tom Hiddleston berperan sebagai Loki
Anthony Hopkins sebagai Odin
Stellan Skarsgård sebagai Erik Selvig
Kat Dennings sebagai Darcy Lewis

Director:
Merupakan feature film ke-12 Kenneth Branagh setelah terakhir Sleuth di tahun 2007. Nama Joss Whedon yang juga menggarap post credit scenes tidak dicantumkan dalam credit title.

Comment:
Thor adalah salah satu tokoh legendaris dalam Marvel Comics. Menilik begitu banyaknya film adaptasi superhero tentunya Paramount Pictures tidak akan gegabah untuk sekadar menjadi pengikut. Cerita yang dikembangkan oleh duet J. Michael Straczynski dan Mark Protosevich ini lantas berusaha menampilkan dunia paralel yang dihubungkan oleh portal Bifrost Bridge sekaligus mempersatukan karakter manusia masa kini dengan tokoh pahlawan masa silam.
Terus terang konsep inipun tidak baru dan terkesan menggampangkan logika cerita. Paling mengganggu adalah perubahan sifat dan sikap Thor yang terlalu instan setelah menginjak Bumi beberapa hari. Ya ya ya, jawabannya bisa jadi cinta Jane Foster yang menyebabkan itu semua. That’s the power of love! Namun saya ingin melihat sesuatu yang lebih realistis terlebih kekuatan dari segi persahabatan atau ikatan keluarga daripada romansa yang begitu-begitu saja.

Hopkins lah yang paling mengagumkan sebagai si tua Odin terlepas dari minimnya porsi disini. Hiddleston juga memberikan performa menarik saat harus berdiri di antara identitas dirinya sendiri dan nama keluarganya. Sedangkan Hemsworth memperlihatkan karisma pahlawan yang cukup kuat dengan rambut panjang keemasan dan tubuh kekarnya. Portman yang biasanya berakting menawan, kali ini mengandalkan kecantikannya saja karena hanya menjadi peran pendukung.
Sutradara Branagh merupakan salah satu nama lawas yang menjawab tantangan modern menghadirkan kisah kepahlawanan klasik. Ia mempertahankan konsep drama ala Shakespeare beserta konflik keluarga kerajaan Asgard yang menjadi menu utama. Perbedaan tone warna Bumi dan Asgard seakan dituangkan dalam dualisme kanvas yang kontras. Balutan 3D nyaris merusak segala adegan aksi disini walaupun pada adegan non aksi cukup membantu visualisasi yang lebih nyata dan gelap.

Dialog yang disuguhkan trio penulis skrip Ashley Miller, Zack Stentz dan Don Payne harus diakui cukup kontradiktif. Saat Thor di Bumi terasa sekali sarkastis komediknya sedangkan ketika di Asgard jauh lebih serius kompleks. Setting Asgard dikerjakan dengan spesial efek yang solid, agak mengingatkan saya pada tampilan video game arcade di playstation atau komputer semasa kecil. Komposisi musik Patrick Doyle memenuhi standar film fantasi semacam ini, tidak bombastis tetapi cukup wajar.
Thor adalah film pembuka musim panas yang cukup menghentak walaupun bagi saya cukup mengecewakan karena elemen fantasinya kelewat cupu untuk dapat diterima akal sehat. Plot cerita yang mudah ditebak tidak sampai merusak sisi menarik perjalanan Thor yang terbuang nista hingga bangkit kembali secara heroik. Bukan tipikal film “pahlawan” pada umumnya, masih beruntung Thor tidak kehilangan sisi magisnya dengan godam ajaib yang juga bertindak sebagal senjata pamungkas kebaikan versus kejahatan.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$181,030,624 till Aug 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 25 Mei 2011

BLACK SWAN : Peran Hitam Putih Obsesi Balet Angsa

Quotes:
Nina Sayers: I had the craziest dream last night about a girl who has turned into a swan, but her prince falls for the wrong girl and she kills herself.

Storyline:
Karirnya sebagai ballerina di New York City tidak membuat Nina berhenti mengejar cita-citanya. Kesempurnaan lah yang ia butuhkan untuk mendapatkan peran White Swan dan Blake Swan dalam pentas Swan Lake yang kesohor itu. Gurunya Thomas menantang Nina untuk bisa keluar dari imej gadis baik-baik yang selama ini diperlihatkannya. Belum lagi tuntutan ibu Nina, Erica yang juga mantan ballerina ternama pada jamannya. Nina pun berlatih semakin keras dan mulai mengubah kepribadiannya agar tidak dicemooh ballerina primadona uzur, Beth ataupun rekannya, Lily yang diam-diam mengincar perannya. Namun apakah obsesi penuh tidak membahayakan dirinya sendiri?

Nice-to-know:
Dibutuhkan sekitar 10 tahun lamanya untuk menyelesaikan skrip film ini.

Cast:
Satu dari dua filmnya di tahun 2010 selain ini adalah Hesher, Natalie Portman disini bermain sebagai Nina Sayers, pebalet handal yang disiapkan untuk pentas puncak Swan Lake yang legendaris itu.
Mila Kunis sebagai Lily
Salah satu peran Vincent Cassel yang paling memorable bagi saya adalah sebagai Mesrine. Kali ini ia kebagian tokoh Thomas Leroy yang mengajar balet sekaligus ketua pentas Swan Lake.
Barbara Hershey sebagai Erica Sayers
Winona Ryder sebagai Beth Macintyre

Director:
Nama Darren Aronofsky mulai mendapat pengakuan internasional saat menangani Requiem for a Dream (2000).

Comment:
Film ini tepat menandai boikot yang dilakukan oleh MPAA terhadap bioskop-bioskop Indonesia. Rasanya sayang sekali sebuah film berkaliber Oscar harus dibatalkan rilisnya secara sepihak dan calon penonton yang penasaran mesti menunggu berbulan-bulan untuk peredaran vcd/dvd resminya. Yah setidaknya masih muncul daripada tidak samasekali.
Cerita yang diinspirasi dari drama balet klasik Swan Lake ini skripnya dikembangkan oleh trio Mark Heyman, Andres Heinz dan John J. McLaughlin sedemikian rupa sehingga terciptalah sebuah drama thriller yang penuh misteri mengenai transformasi angsa putih dan angsa hitam yang silih berganti mengisi layar. Tidak lupa berbagai petunjuk yang ambigu mengisi nyaris setiap perpotongan scenenya sehingga arahnya sulit diduga.
Sutradara Aronofsky menghadirkan editing dan visualisasi yang luar biasa. Permainan warna hitam dan putih yang seimbang seakan mengisyaratkan konsep malaikat dan iblis. Belum lagi scoring music yang demikian dominan serasa menghantui audiens dengan seribu pertanyaan berkecamuk di dalam pikirannya. Ia juga tidak pernah bermasalah dengan tempo disini dimana tempo lambat sekalipun tetap mengajak penonton larut dalam fokus cerita.
Dapat dikatakan ini adalah puncak karir akting seorang Natalie Portman yang diganjar Piala Oscar Aktris Terbaik. Perannya sebagai Nina sangat brilian. Keluguan seorang gadis yang penurut dan sulit keluar dari pakem dirinya sendiri berbalik menjadi kedewasaan seorang wanita yang pembangkang dan berusaha bebas dari segala aturan yang membelenggu. Rasa simpati dan antipati akan menyergap diri anda melihat perubahan 180 derajat pada karakter Miss Sayers tersebut.
Di luar Portman masih ada nama-nama lain yang bermain tidak kalah menariknya. Terutama Cassel yang penggoda sekaligus sulit ditebak niatannya sebagai pelatih balet Thomas. Hershey yang berhasil mengontrol Portman di setiap scene yang melibatkan figur keibuannya secara dominan. Kunis sebagai Lily yang mengintai setiap tindakan Nina dan bertekad mencuri peran utama darinya. Jangan lupakan juga Winona yang masih menyisakan kebintangannya di penghujung karir seorang pebalet handal Beth.
Black Swan akan menghipnotis diri anda selama nyaris 2 jam. Semua elemen bersinergi dengan maksimal disini mulai dari penulis, sutradara hingga aktor-aktrisnya. Belum lagi tampilan koreografi balet yang memesona termasuk adegan pamungkasnya yang luar biasa itu. Sesaat anda akan dibawa memasuki dunia horor psikologis yang menakutkan sekaligus berusaha menebak kekelaman jiwa seorang Nina Sayers yang terobsesi sedemikian rupa. Sebuah kesempurnaan memang kadang harus dibayar mahal dengan totalitas pengorbanan yang tidak sedikit nilain
ya.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$106,952,327 till May 2011

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 09 Februari 2011

NO STRINGS ATTACHED : Romantika Hubungan “Kepuasan” Tanpa Ikatan

Quotes:
Emma: Congrats? For what, having sex with you?
Adam: You did a good job, so... I thought you deserved a balloon.

Storyline:
Meski mengenal dari kecil, Emma dan Adam rasanya tidak pernah ditakdirkan berjodoh satu sama lain. Namun pada satu kesempatan dimana keduanya mulai dewasa, Emma menjadi dokter magang di sebuah rumah sakit sedangkan Adam terlibat sebagai eksekutif program remaja di televisi, sebuah hubungan tanpa ikatan yang berdasarkan seks dijalani oleh mereka. Berbagai peraturan pun disusun yang intinya tidak boleh memperlakukan salah satu sebagai kekasih. Seiring waktu berjalan, pola pikir Adam dan Emma tidak lagi sama dan konflik mulai terjadi di antara keduanya. Akankah pada akhirnya asmara yang sesungguhnya berpihak pada mereka?

Nice-to-know:
Awalnya berjudul 'Fuck Buddies' tetapi ditakutkan tidak lulus sensor. Sempat dipilih 'Friends with Benefits' tetapi sudah digunakan film lain yang dibintangi Mila Kunis dan Justin Timberlake.

Cast:
Memulai aktingnya di usia 13 tahun dalam film pendek bertitel Developing (1994), Natalie Portman kini bermain di luar kebiasaannya sebagai Emma, calon dokter yang tidak percaya pada konsep hubungan asmara yang nyata.
Debutnya dalam Coming Soon di tahun 1999 telah melambungkan nama Ashton Kutcher sebagai salah satu aktor muda Hollywood langganan peran komedi romantis termasuk karakter Adam disini.
Kevin Kline sebagai Alvin
Cary Elwes sebagai Dr. Metzner
Greta Gerwig sebagai Patrice
Jake M. Johnson sebagai Eli

Director:
Tidak banyak yang tahu, Ivan Reitman memulai debut penyutradaraannya lewat film pendek berjudul Orientation (1968) di usia 22 tahun!

Comment:
Jika anda dan pasangan mencari sebuah komedi romantik untuk menyambut Valentine’s Day tahun ini rasanya No Strings Attached bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun anda harus hati-hati karena film ini cukup kental dengan unsur seks yang vulgar yang tentunya sebagian sudah digunting badan sensor film. Melihat nama aktor-aktris utama dan sutradaranya, bisa jadi semua setuju akan daya tarik film yang didistribusikan oleh Paramount Pictures ini.
Portman dan Kutcher berbagi chemistry dengan manisnya. Senang rasanya melihat Portman “menikmati” akting ringannya yang di luar kebiasaannya bermain dalam film-film serius kontender festival. Sedangkan Kutcher merupakan salah satu aktor langganan peranan serupa tapi tidak mengapa karena ia tampil manis dan baik disini sebagai penyeimbang hubungan yang tergolong radikal ini. Beberapa variasi hubungan seks yang mereka lakukan di berbagai tempat bisa jadi menginspirasi anda, tentunya tanpa bermaksud menyarankan!
Sedangkan dari jajaran pendukung, saya menyoroti nama dua aktor senior yaitu Kline dan Elwes yang sayangnya tidak terlalu penting disini sehingga peran mereka seharusnya dapat dihilangkan saja. Lain halnya dengan teman-teman atau keluarga dari Adam dan Emma yang bisa jadi pemberi second opinion bagi leading cast tersebut.
Sutradara sekaliber Reitman yang sebagian besar karyanya bergenre komedi menyajikan konsep hubungan yang didasari oleh kepuasan seksual tanpa ikatan secara pas dan tegas. Bukan rahasia lagi di kalangan muda-mudi belakangan ini yang semakin menganggap cinta adalah harapan kompleks yang tak jarang berujung sia-sia. Namun tentunya perasaan itu sendiri kadang tak dapat dipungkiri bukan?
Berbagai lelucon berbau seks dalam bahasa verbal maupun non-verbal dengan frekuensi yang cukup tinggi bisa jadi mengganggu tapi rasanya film ini sendiri sudah menggunakan cara yang diperhalus dalam penyampaiannya. Endingnya sendiri tidak terlalu sulit anda tebak sejak melihat trailer ataupun opening scenenya yang menampilkan beberapa rentang waktu. Namun saya katakan sekali lagi, kehadiran si cantik Portman lah yang membuat No Strings Attached berdaya jual tinggi, bukan hanya karena pakaian minim yang dikenakannya tapi karena penjiwaannya yang memikat. Strong finish line darinya sukses menutup klausa cinta antara dua karakter yang sangat realistis ini. Dan sayapun kembali jatuh cinta pada genre film yang sebetulnya sudah mulai kehilangan pesonanya ini. Don’t miss it, couples and lovebirds!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$39,502,304 till Feb 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Senin, 25 Januari 2010

NEW YORK, I LOVE YOU : Antologi Romansa Berbagai Sudut Kota New York

Tagline:
Every moment another story begins
.

Storyline:
New York yang dikenal sebagai kota penuh cinta di Amerika Serikat. Atas dasar itulah beberapa kisah cinta dibahas disini dengan berbagai variasi yang belum pernah dibayangkan anda sebelumnya. Perasaan spontan, mengejutkan, menggetarkan menggambarkan hubungan antar manusia yang juga memicu detak jantung kota yang berlangitkan Manhattan yang indah.


Nice-to-know:

Sutradara peraih Oscar, Anthony Minghella meninggal dunia sebelum menyelesaikan segmennya yang akhirnya digantikan oleh Shekhar Kapur. Total syuting adalah 36 hari dan sempat dipertunjukkan secara singkat pada Toronto Film Festival bulan September 2008.

Cast:
Sebagian besar diisi oleh aktor-aktris Hollywood.
Bradley Cooper sebagai Gus (segment "Allen Hughes")
Natalie Portman sebagai Rifka (segment "Mira Nair")
Blake Lively sebagai Girlfriend (segment "Brett Ratner")
Shia LaBeouf sebagai Jacob (segment "Shekhar Kapur")
Ethan Hawke sebagai Writer (segment "Yvan Attal")
Rachel Bilson sebagai Molly (segment "Jiang Wen")
Justin Bartha sebagai Sarah's Boyfriend (Transitions)
Orlando Bloom sebagai David (segment "Shunji Iwai")
Anton Yelchin sebagai Boy in the Park (segment "Brett Ratner")
Hayden Christensen sebagai Ben (segment "Jiang Wen")
Christina Ricci sebagai Camille (segment "Shunji Iwai")
Robin Wright Penn sebagai Anna (segment "Yvan Attal")
John Hurt sebagai Waiter (segment "Shekhar Kapur")
James Caan sebagai Mr. Riccoli (segment "Brett Ratner")
Maggie Q sebagai Call Girl (segment "Yvan Attal")
Andy Garcia sebagai Garry (segment "Jiang Wen")
Chris Cooper sebagai Alex (segment "Yvan Attal")
Julie Christie sebagai Isabelle (segment "Shekhar Kapur")
Shu Qi sebagai Chinese herbalist

Director:
Beberapa sutradara ternama dari berbagai benua seperti Eropa, Asia, Amerika dll turut ambil bagian lewat segmennya masing-masing.
Fatih Akin
Yvan Attal
Allen Hughes
Shunji Iwai
Jiang Wen
Joshua Marston
Mira Nair
Brett Ratner
Randall Balsmeyer
Shekhar Kapur
Natalie Portman

Comment:
Seharusnya bisa lebih variatif dan menjangkau seluruh jenis masyarakat New York yang tengah haru-biru karena problematika cinta tetapi nyatanya tidak. Dari jajaran sutradara sebetulnya menjanjikan, keanekaragaman warna bisa jadi andalan utama. Namun yang ditawarkan sedikit kosong, seperti kertas putih yang belum selesai digambar secara sempurna. Profesionalitas masing-masing sutradara yang sudah banyak makan asam garam terlihat belum mampu membesut secara maksimal termasuk sederetan cast yang mumpuni tetapi seakan mubazir. Hanya Christensen, Bilson, Hawke dan Maggie Q yang cukup "berjiwa" dalam peranannya. Kesalahan utama di durasi filmkah? Kita semua tahu membuat gabungan beberapa film pendek menjadi satu tontonan yang utuh tidaklah mudah. Nyatanya kelemahan skrip dan cerita juga patut dicermati disini. Urutan penyajian cerita juga harusnya mendapat perhatian sehingga jeda antar segmen bisa lebih dimaksimalkan penonton untuk mencerna apa yang baru saja mereka saksikan. Perbedaannya dengan film sejenis yaitu Paris Jet'aime adalah konsep yang tidak lebih abstrak dan style yang lebih berani walau terkesan berantakan. Meskipun kritik yang cukup pedas saya berikan, semoga tidak menghalangi anda menyaksikan New York I Love You. Yang penting jangan berekspektasi terlalu tinggi, siapa tahu anda punya pendapat yang berbeda!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$1,585,859 till Dec 09

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 11 Desember 2008

THE OTHER BOLEYN GIRL : Romantika Kakak Beradik Berbaur Intrik Kerajaan

Quotes:
Anne Boleyn: [happily to her sister] Younger than me, more beautiful than me, married before me. I'm eclipsed! *I'm* the other Boleyn girl.

Storyline:
Ketika Raja Henry VIII dan istrinya Katherine mengalami masalah perkawinan karena tidak kunjung dikaruniai seorang putera, keluarga Boleyn yaitu Sir Thomas dan Lady Elizabeth mengajukan Anne sebagai calon selir baru baginya. Hal ini didukung kuat oleh paman Anne yaitu The Duke of Norfolk yang berambisi mempertahankan kedudukannya. Namun Raja Henry VIII malah lebih tertarik pada saudari Anne, Mary yang kemudian diangkat sebagai selirnya. Anne yang diasingkan ke Perancis pun memiliki misi pribadi dan keluarganya sekaligus untuk memenangkan hati Raja Henry VIII suatu saat nanti. Akankah rencananya berhasil atau malah berbalik menjadi malapetaka yang sulit dihindarkan?

Nice-to-know:
Natalie Portman dan Scarlett Johansson mengatakan bahwa kostum mereka sangat penting dalam menjiwai karakter masing-masing.

Cast:

Sebelum ini sempat mendukung satu episode The Simpsons, Natalie Portman bermain sebagai Anne Boleyn
Tahun lalu hanya tampil dalam film ringan The Nanny Diaries (2007), Scarlett Johansson berperan sebagai Mary Boleyn
Eric Bana sebagai Henry Tudor
Jim Sturgess sebagai George Boleyn
Mark Rylance sebagai Sir Thomas Boleyn
Kristin Scott Thomas sebagai Lady Elizabeth Boleyn
David Morrissey sebagai The Duke of Norfolk

Director:
Merupakan film pertama Justin Chadwick yang sebelumnya lebih sering terlibat dalam serial atau film televisi.

Comment:

Jika anda menemukan kesamaan fakta dalam film ini dengan sejarah yang sesungguhnya, jangan lantas percaya begitu saja. Peristiwa pada masa itu memang sudah dibuatkan dalam berbagai versi mulai dari yang paling mendekati hingga fiksi belaka. Dan film ini merupakan contoh yang kedua.
Sutradara Chadwick masih meninggalkan banyak lubang dalam kinerjanya sebagai eksekutor. Jika apa yang ia perlihatkan dalam taraf kelas film televisi maka tidak menjadi masalah. Namun untuk kelas film layar lebar, sekuens cerita yang tidak runut menjadi kelemahan yang mendasar, terlebih harus menyimpulkan rentang waktu yang panjang disini.
Beruntung hal itu dapat ditutupi oleh akting gemilang para cast nya. Portman mengesankan sebagai Anne Boleyn yang cerdas, ambisius, menjijikkan sekaligus mampu menarik simpati di akhir film. Johansson bermain aman dengan karisma gadis innocent Mary yang lembut hati. Bana kurang bergigi sebagai Raja Henry VIII karena faktor womanizer yang dikedepankan disini daripada kearifannya memimpin Inggris. Sedangkan dari jajaran pendukung, Scott Thomas dan Morrissey tampil mengesankan sebagai dua pihak yang selalu bertolak belakang.
Kekuatan utama film ini adalah kostum dan setting yang menakjubkan. Bagaimana detail penampilan setiap aktor-aktrisnya diperhatikan terlebih Anne-Mary Boleyn yang karakterisasinya seakan tergambar dari gaun yang mereka pakai. Kastil Inggris yang megah juga terlihat otentik sekaligus ortodok sehingga mampu memberikan latar belakang yang artistik.
Terlepas dari ketidak akuratan sejarah yang diusungnya, The Other Boleyn Girl masih tergolong menyenangkan untuk ditonton. Bagaimana intrik dan romantika berbaur menjadi satu dalam permainan akting yang memikat dan setting yang memanjakan mata. Durasi nyaris dua jam tidak akan terlalu dirasakan walaupun endingnya terkesan diburu-buru tanpa penyelesaian yang masuk logika.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$26,814,957 till Apr 2008

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 29 November 2008

MY BLUEBERRY NIGHTS : Setiap Peristiwa Adalah Babak Kehidupan

Quotes:
Elizabeth-So what's wrong with the Blueberry Pie?Jeremy-There's nothing wrong with the Blueberry Pie, just people make other choices. You can't blame the Blueberry Pie, it's just... no one wants it.
---
Elizabeth[wiping her tears]-How do you say goodbye to someone you can't imagine living without? I didn't say goodbye.. I didn't say anything.. I just walked away..

Cerita:
Putus cinta menyebabkan Elizabeth patah hati. Demi mengobati rasa kehilangan, dia seringkali mampir di cafe milik Jeremy pada di tengah malam. Sambil menikmati sepotong pai blueberry, mereka berbincang-bincang sampai Lizzy tertidur di meja cafe. Tiba di suatu titik dimana Lizzy merasa harus meninggalkan New York untuk memulai hidup baru di Memphis dengan bekerja di resto pada pagi hari dan di bar pada malam hari. Disana, ia bertemu polisi yang acapkali minum sampai mabuk akibat patah hati ditinggal istrinya Sue Lynne. Kemudian, Lizzy berangkat ke Nevada, bekerja di kasino dan bertemu Leslie, seorang penjudi wanita yang mengaku pandai membaca raut wajah. Walau jauh, Lizzy selalu menyempatkan diri menulis surat untuk Jeremy. Hari-hari berlalu. Bagaimana semua peristiwa itu bisa mengubah hidup Lizzy sekaligus mengetahui apa yang sebetulnya diinginkannya?

Gambar:
Khas sutradara kenamaan Hongkong ini kembali muncul dimana selalu memperlihatkan kereta melintas di malam hari dengan bayangan gedung-gedung tinggi. Beberapa adegan lambat yang seperti difast-forward sama sekali tidak mengganggu mata. Suasana malam Memphis dan New York serta Nevada siang hari mampu ditangkap dengan pas.

Act:
Dalam debut film pertamanya ini, Norah Jones bermain cemerlang sebagai Elizabeth, wanita muda yang naif dan selalu berpikir baik tentang semua hal sampai akhirnya menemukan arti hidupnya.
Jude Law yang muncul di awal dan akhir film seperti biasa bermain mengesankan dengan aksen Britishnya sebagai Jeremy, pemilik cafe yang selalu menonton security video nya sendiri di malam hari.
Kehadiran Rachel Weisz, Natalie Portman dan David Strathairn sebagai peran pendukung juga tampil memikat sesuai karakternya masing-masing.

Sutradara:
Wong Kar Wai yang biasa bermain dengan slow pace movie dengan banyak tokoh kali ini masih mempertahankan gaya yang sama untuk debut penyutradaraan internasional pertamanya. Hanya saja, menurut saya My Blueberry Nights ini lebih menyenangkan untuk diikuti dibanding beberapa film Mandarin yang pernah ditanganinya.

Komentar:
Film yang sempat membuka Festival Film Cannes 2007 ini dihiasi score dan ilustrasi musik yang menarik dengan alunan suara jazzy Norah Jones yang asyik. Beberapa adegan lambat di film ini seakan mengajak penonton meresapi setiap maknanya bahwa perjalanan hidup itu penuh dengan berbagai peristiwa yang mungkin mengubah pola pikir kita. Worth to watch for such art drama!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$886,778

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 30 Januari 2007

MR. MAGORIUM'S WONDER EMPORIUM : Keajaiban Toko Mainan Hidup

Quotes:
Molly Mahoney-He's 242 years old and...
Edward Magorium-I am not 242! I'm 243! You were at my birthday party. You brought me balloons.

Cerita:
Mr. Magorium sepintas seperti orang tua eksentrik yang ceria, memiliki toko mainan ajaib dan binatang peliharaan zebra bernama Mortimer. Tidak ada yang tahu umurnya sudah mencapai 243 tahun dan ia merasa sudah waktunya "meninggalkan" dunia dan mewariskan semua kepada pegawai kepercayaannya sekaligus manajer toko, Molly Mahoney. Masalahnya Molly tidak percaya diri bahwa ia bisa menjalankan toko tersebut dan lebih memilih untuk meneruskan hobinya bermain piano. Setelah kepergian Mr. Magorium, toko menjadi suram dan kehilangan keajaibannya. Molly yang putus asa memutuskan menjual toko itu dan melanjutkan hidup. Seorang pelanggan kecil, Eric Applebaum meminta bantuan mantan akuntan toko tersebut, Henry Weston untuk meyakinkan Molly. Berhasilkah mereka membangun toko tersebut kembali? Apakah keajaiban bisa kembali terjadi?

Gambar:
Setting toko mainan di tengah kota yang berluas bangunan 700m2 itu menawarkan berbagai hal yang memanjakan mata dengan pewarnaan yang colorful. Menakjubkan!

Act:
Tidak ada yang meragukan aktor kawakan Dustin Hoffman. Tampil dalam dua pertiga pertama film, karakter Mr. Magorium yang eksentrik berhasil diperankannya dengan memikat.
Aktris cantik Natalie Portman kembali menunjukkan kharisma nya sebagai bintang berbakat. Tokoh Molly yang dibawakannya menjadi fun, charming dan opportunist dengan binar mata yang seakan berbicara.
Jason Bateman dan Zach Mills tidak kalah mengesankan sebagai Henry Weston dan Eric Applebaum yang berhasil mengatasi sifat kaku dan penyendiri mereka menjadi orang yang percaya bahwa sebenarnya mereka mampu berubah.

Sutradara:
Zach Helm yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis kali ini merangkap tugasnya. Debut film pertamanya ini tidak buruk. Keajaiban toko mainan berhasil digambarkannya dengan baik. Detil setting pun diperhatikannya dengan seksama. Nice job! Boleh ditunggu karya selanjutnya, The DisAssociate (2010).

Komentar:
Menyaksikan film ini buang jauh-jauh logika anda. Nikmati saja dunia imajinasi dalam toko mainan ajaib yang menakjubkan. Ditambah kehadiran Portman dan Hoffman yang memiliki reputasi baik di Hollywood. Niscaya sesaat anda akan percaya bahwa semua hal yang tak mungkin itu sebetulnya bisa terjadi!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$32,059,442

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!