XL #PerempuanHebat for Kartini Day
THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day
Jumat, 02 Maret 2007
ZODIAC : Mengusut Jejak Pembunuh Serial Misterius
Kamis, 08 Februari 2007
FLAGS OF OUR FATHERS : Pergulatan Heroisme Perang Dunia Dua
Selasa, 30 Januari 2007
MR. MAGORIUM'S WONDER EMPORIUM : Keajaiban Toko Mainan Hidup
Molly Mahoney-He's 242 years old and...
Edward Magorium-I am not 242! I'm 243! You were at my birthday party. You brought me balloons.
Cerita:Mr. Magorium sepintas seperti orang tua eksentrik yang ceria, memiliki toko mainan ajaib dan binatang peliharaan zebra bernama Mortimer. Tidak ada yang tahu umurnya sudah mencapai 243 tahun dan ia merasa sudah waktunya "meninggalkan" dunia dan mewariskan semua kepada pegawai kepercayaannya sekaligus manajer toko, Molly Mahoney. Masalahnya Molly tidak percaya diri bahwa ia bisa menjalankan toko tersebut dan lebih memilih untuk meneruskan hobinya bermain piano. Setelah kepergian Mr. Magorium, toko menjadi suram dan kehilangan keajaibannya. Molly yang putus asa memutuskan menjual toko itu dan melanjutkan hidup. Seorang pelanggan kecil, Eric Applebaum meminta bantuan mantan akuntan toko tersebut, Henry Weston untuk meyakinkan Molly. Berhasilkah mereka membangun toko tersebut kembali? Apakah keajaiban bisa kembali terjadi?
Gambar:
Setting toko mainan di tengah kota yang berluas bangunan 700m2 itu menawarkan berbagai hal yang memanjakan mata dengan pewarnaan yang colorful. Menakjubkan!
Act:
Tidak ada yang meragukan aktor kawakan Dustin Hoffman. Tampil dalam dua pertiga pertama film, karakter Mr. Magorium yang eksentrik berhasil diperankannya dengan memikat.
Aktris cantik Natalie Portman kembali menunjukkan kharisma nya sebagai bintang berbakat. Tokoh Molly yang dibawakannya menjadi fun, charming dan opportunist dengan binar mata yang seakan berbicara.
Jason Bateman dan Zach Mills tidak kalah mengesankan sebagai Henry Weston dan Eric Applebaum yang berhasil mengatasi sifat kaku dan penyendiri mereka menjadi orang yang percaya bahwa sebenarnya mereka mampu berubah.
Sutradara:
Zach Helm yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis kali ini merangkap tugasnya. Debut film pertamanya ini tidak buruk. Keajaiban toko mainan berhasil digambarkannya dengan baik. Detil setting pun diperhatikannya dengan seksama. Nice job! Boleh ditunggu karya selanjutnya, The DisAssociate (2010).
Komentar:
Menyaksikan film ini buang jauh-jauh logika anda. Nikmati saja dunia imajinasi dalam toko mainan ajaib yang menakjubkan. Ditambah kehadiran Portman dan Hoffman yang memiliki reputasi baik di Hollywood. Niscaya sesaat anda akan percaya bahwa semua hal yang tak mungkin itu sebetulnya bisa terjadi!
Durasi:
90 menit
U.S. Box Office:
$32,059,442
Overall:
7.5 out of 10
Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!
Jumat, 26 Januari 2007
BREAKING AND ENTERING : Memasuki Sistem Mencari Kelemahan
Will Francis-Hi. I'm sorry.
Liv-You smell of perfume.
Will Francis-Well, I don't know how I do.
Liv-Nor do I.
Will Francis-I love you.
Liv-Is that an answer?
Will Francis-It's the truth. I feel as if I'm tapping on a window. You're somewhere behind the glass but you can't hear me. Even when you're angry, like now, it's like someone a long long way away is angry with me.
Cerita:Arsitek lingkungan sukses berkebangsaan Inggris, Will tinggal bersama teman wanitanya yang berkebangsaan Swedia, Liv dimana hubungan mereka sudah mulai dingin dikarenakan anak Liv, Bea yang autis menyita energi keduanya. Kebutuhan Will akan cinta ditutupi dengan kesibukan project Green Effect bersama Sandy di lingkungan King's Cross yang berbahaya. Semua mulai kacau saat Miro memecahkan kode alarm pada malam hari dan mencuri sebagian perangkat komputer untuk dijual kembali. Di luar dugaan Miro, Will mengikutinya sampai ke flatnya dan bertemu ibunya Amira yang seorang penjahit. Apa yang selanjutnya dilakukan Will?
Gambar:
Selayaknya film Inggris, sebagian besar bersyuting di London yang kental dengan bangunan tua yang rapi tapi berkesan klasik kontemporer.
Act:
Mengawali debut layar lebar di tahun 1994 dalam 2 film yaitu The Crane dan Shopping, Jude Law merupakan contoh aktor Inggris yang sukses di Hollywood. Kali ini bermain sebagai arsitek kesepian, Will yang berusaha menyibukkan diri dengan proyeknya.
Istri Sean Penn, Robin Wright Penn berperan sebagai Liv, seorang ibu yang berdedikasi terhadap putri remajanya yang autis dan membutuhkan perhatian.
Peraih gelar Aktris Pendukung Terbaik Oscar 1997 dalam The English Patient, Juliette Binoche disini kebagian tokoh berkebangsaan Timur Tengah, Amira yang berjuang hidup bersama putra remajanya di sebuah flat sederhana.
Didukung pula oleh Martin Freeman sebagai Sandy dan Rafi Gavron sebagai Miro.
Sutradara:
Berjaya dalam ajang Oscar 2007 sebagai Sutradara Terbaik, Anthony Minghella kembali dalam drama Inggris yang kental dengan tema kehidupan.
Komentar:
Pertama yang menjadi rekomendasi adalah jajaran cast yang bermain sangat baik di film ini dan saling mendukung. Kedua adalah isu yang diangkat dimana terstruktur dengan baik dan sulit ditebak arahnya. Dua hal tersebut rasanya cukup memperkuat alasan anda menonton film ini. Terlepas dari endingnya yang terlalu rapi, Breaking And Entering berhasil meningkatkan intensitas minat menonton anda mulai dari awal sampai akhir dengan jalinan konflik cerdasnya. Buktikan sendiri!
Durasi:
120 menit
U.S. Box Office:
$928,960 till Apr 2007
Overall:
7.5 out of 10
Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!
FLYBOYS : Drama Perjuangan Para Pilot Pesawat Tempur
Gambar:
U.S. Box-Office:
Rabu, 17 Januari 2007
BLOOD DIAMOND : Pergulatan Konflik Berlian Berdarah Sierra Leone
Danny Archer-So, don't tell me you're here to make a difference, huh?
Maddy Bowen-And you're here to make a buck?
Danny Archer-I'm here for lack of a better idea.
Maddy Bowen-That's a shame.
Cerita:
1999 di Sierra Leone, seorang pemancing Solomon Vandy mendambakan anaknya Dia menjadi dokter. Sayang semua kandas saat kaum pemberontak menyerang desa dan menculiknya untuk bekerja di penyaringan berlian. Saat menemukan berlian pink besar dan berusaha menyembunyikannya, komandan pemberontak melihat Solomo melakukan itu tepat di saat kaum pemberontak mendapat serangan dadakan. Belakangan hal tersebut diketahui penyelundup berlian Danny Archer dari Zimbabwe yang membebaskan Solomon dan memintanya untuk menukar berlian demi kebebasan keluarganya. Dengan bantuan jurnalis Amerika yang idealis, Maddy Bowen, Danny berhasil menemukan lokasi tahanan istri dan anak Solomon. Berhasilkah kolaborasi itu mendapatkan tujuan mereka masing-masing di saat semua bentuk bahaya mengancam?
Gambar:
Suasana pemberontakan dan kehidupan keras Sierra Leone berhasil digambarkan secara gamblang dimana nyawa manusia bisa begitu murah harganya.
Act:
3 kali dinominasikan pada tahun 1994, 2005 dan di film ini rupanya Oscar belum berpihak pada Leonardo DiCaprio. Meskipun hampir semua pihak yakin suatu saat piala tersebut akan mampir ke tangannya. Sebagai Danny Archer, Leo mampu bertransformasi dengan baik, terbukti dari aksen Afrika yang dilakukannya dengan mulus.
Jennifer Connelly yang pernah memenangkan Oscar Aktris Terbaik dalam A Beautiful Mind (2001) kali ini berperan sebagai jurnalis cantik yang idealis, Maddy Bowen. Penampilannya yang segar dan cekatan cukup pas di tengah situasi dinas yang tidak menguntungkan.
Gagal menyabet penghargaan di ajang Academy Award pada tahun 2004 tidak menyurutkan langkah Djimon Hounsou untuk terus berkarir. Penampilan gemilang meyakinkan sebagai seorang ayah yang berusaha menyelamatkan keluarganya sekaligus pemancing Solomon Vandy membuahkan satu nominasi kembali.
Sutradara:
Terakhir kali dipuji saat membesut The Last Samurai (2004), Edward Zwick membuat Blood Diamond dengan tempo cepat. Casting yang brilian menampilkan aktor-aktris kaliber Oscar. Plot cerita yang sebetulnya biasa tapi menjadi unik karena menyangkut isu kemanusiaan di negara Afrika.
Komentar:
Pertama saya tertarik melihat sinopsis singkat film ini disertai dengan jajaran cast yang menjanjikan, tapi belakangan agak kehilangan minat saat membaca beberapa review tentang film ini yang sebagian mendiskreditkan usaha Leo disini. Namun setelah menyaksikan sendiri, satu kata yang mewakilinya: SPEKTAKULER! Blood Diamond merupakan film yang menghibur sekaligus sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang nyata. Sebuah film yang pantas mendapat pengakuan di ajang penghargaan bergengsi dunia, terlepas dari unsur kekerasan yang cukup detail tersaji.
Durasi:
135 menit
U.S. Box-Office:
$57,312,489 till April 2007
Overall:
8 out of 10
Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!
Rabu, 22 November 2006
HARSH TIMES : Masa Sulit Hidup Pensiunan Tentara Perang
Mike Alvarez-I love you, fuckin' shit bag.
Jim Davis-I love you too. I'm gonna miss you, brother. I'm sorry. I'm sorry.
Mike Alvarez-Everything's gonna be okay.
Jim Davis-Yeah. Yeah. I know.
Cerita:Setelah kembali dari Gulf War, tentara Jim Davis mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan peradaban yang normal karena stress paska trauma dan juga bayangan saat ia menghabisi banyak nyawa selama perang. Jim berupaya mencari kerja untuk mencari uang dengan melamar sebagai polisi. Sambil menunggu, ia kerap bermain bersama teman baiknya Mike Alonzo yang sudah memiliki tunangan cantik bernama Sylvia. Menyelami jalanan L.A. sepanjang malam, mereka berdua terlibat kejahatan yang tidak terencanakan. Bagaimana akhir nasib kedua sobat tersebut dalam situasi yang sama sekali tidak menguntungkan?
Gambar:
Bersetting di Mexico dan Callifornia, Harsh Times banyak menampilkan adegan liar yang terkesan sangat riil.
Act:
Mulai dikenal sejak membintangi American Psycho (2000), karir akting Christian Bale terus menanjak tajam. Disini sebagai pensiunan tentara perang Jim Davis yang kesulitan menyesuaikan hidup, Bale menampilkan penokohan yang kuat.Aktor yang sebelum ini terlibat dalam serial teve ternama Six Feet Under, Freddy Rodriguez sebagai Mike Alonzo yang ugal-ugalan dan tidak terlalu memikirkan masa depan.
Eva Longoria sebagai Sylvia, tunangan Mike yang posesif sekaligus mengingin kehidupan berpasangan normal.
Sutradara:
Pria kelahiran Illinois 1968, David Ayer berkesempatan menyutradarai film layar lebar pertamanya dalam Harsh Times ini setelah sebelumnya lebih sering bertindak sebagai penulis termasuk Training Day (2001) yang sukses secara kualitas itu.
Komentar:
Harus diakui paruh pertama Harsh Times sangat sulit diikuti dalam arti lambat karena seperti menyaksikan potongan puzzle yang tidak jelas maknanya. Tapi seiring berjalan terutama menjelang akhir, film ini menawarkan sesuatu yang menarik dari segi ketegangan dan twist endingnya. Karakter sekaligus nasib kedua tokoh utama yang sukar ditebak dalam artian positif menambah nilai plus film ini.
Durasi:
115 menit
U.S. Box Office:
$3,335,839 till end of 2006
Overall:
7.5 out of 10
Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!
Selasa, 22 Agustus 2006
I’LL STILL KNOW WHAT YOU DID LAST SUMMER : Seseorang Tahu Rahasia Kelam Mereka
Colby Patterson-What about you, Zoe? You must have some dirty little secrets.
Zoe-Yeah, I heard you suck in bed.
Cerita:
Perayaan 4 Juli di sebuah kota kecil Broken Ridge daerah Colorado, Colby dan pacarnya Amber beserta teman-teman mereka, Zoe, Roger dan PJ bermain-main dengan legenda nelayan pembunuh. Sayangnya suatu insiden malah menewaskan salah satu teman mereka tanpa sengaja, mereka pun berjanji untuk mengubur rahasia itu. Setahun berlalu, Amber mendapat pesan "I'll Always Know What You Did Last Summer" dan segera memberitahu teman-temannya yang mungkin tanpa sengaja membocorkan rahasia lalu mereka. Di saat kebingungan, muncul sesosok berjubah hitam panjang dengan kait di tangannya yang siap menjadi mimpi buruk mereka berlima.
Gambar:
Video quality? What can u expect?
Act:
Brooke Nevin sebagai Amber
David Paetkau sebagai Colby
Torrey De Vitto sebagai Zoe
Seth Packard sebagai Roger
Clayton Taylor sebagai PJ
Tidak ada yang mengesankan dari mereka berlima.
Sutradara:
Sylvain White justru baru angkat nama setelah film ini yaitu Stomp The Yard yang disukai publik Amrik sana. Dalam film ini, White terlihat tidak terlalu memaksakan diri karena sejak awal sekuel ketiga ini memang langsung diedarkan dalam format video.
Komentar:
Jangan bandingkan dengan dua prekuelnya yang mencapai hit itu. Film ini cenderung tidak masuk akal dan tanpa penjelasan apa-apa. Scene demi scene mengalir begitu saja tanpa arti. Mungkin akan lebih baik jika dari awal film ini tidak dibuat!
Durasi:
90 menit
Overall:
6 out of 10
Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!
Jumat, 13 Januari 2006
RUNNING WILD : Kolaborasi Maut Jaksa dan Mantan Detektif
Penilaian:
Rabu, 29 Oktober 2003
HOLLYWOOD HOMICIDE : Kerjasama Dua Detektif Memecahkan Kasus Industri Rekaman
K.C.-I know you're gonna say it's none of my business, but when's the last time you got laid?
Joe Gavilan-None of your business.
Cerita:Detektif polisi handal Joe Gavilan dipasangkan dengan partner baru K.C. Calden belum berhasil mengungkapkan pembunuhan di Tinseltown sehingga harus berkonsentrasi untuk sementara waktu pada hal-hal lain. Joe menjual real estate walau tidak terlalu berhasil dan K.C. mendambakan menjadi seorang aktor sambil menjadi guru yoga bagi sekelompok wanita muda nan seksi. Keduanya lambat laun harus saling beradaptasi untuk masuk ke industri rekaman yang dipercaya menjadi kunci dari semua kasus pembunuhan yang terjadi belakangan ini.
Gambar:
Sepenuhnya bersetting di California, Hollywood Homicide menyajikan scene-scene yang sangat realistis mengenai kehidupan sehari-hari Joe dan K.C. yang sepintas terasa menjemukan.
Act:
Sebelum ini gagal mengangkat K-19 : The Widowmaker (2002), Harrison Ford tetap dipercaya membidani Hollywood Homicide sebagai detektif senior Joe Gavilan yang flamboyan dan sok pintar.
Mengawali karirnya dalam remake Halloween H20 : 20 Years Later, Josh Hartnett cukup aktif bermain film 1-2 judul per tahunnya termasuk perannya disini sebagai detektif muda K.C. Calden yang lembut dan ambisius dan lembut.
Sutradara:
Sulit dipercaya sutradara kawakan Ron Shelton sejauh ini baru menghasilkan 7 judul termasuk debutnya Bull Durham (1988). Belum ada karya-karyanya yang dikenal luas publik alias mencetak box-office.
Komentar:
Paruh pertama film ini boleh dibilang teramat sangat menjemukan. Plot berputar-putar pada kehidupan Ford dan Hartnett yang seakan tidak terlalu penting untuk diketahui. Paruh kedua barulah drama komedi kepolisian ini berlangsung cukup menarik dikarenakan interaksi kedua tokoh utama mulai menimbulkan "riak" dan bekerjasama untuk memecahkan kasus pembunuhan (jika memang bisa disebut kasus!). Tapi semua itu sepertinya tidak mampu menolong kualitas film keseluruhan. Banyak pihak merasa Hartnett adalah miscasting dan Ford sudah memasuki "masa lelahnya" sehingga apa yang bisa dijual film ini, belum lagi ditambah storyline yang tumpang tindih dan saling (dipaksakan) terkait. Saya jamin penonton tertawa bukan karena leluconnya tapi karena apa yang ingin dijual film yang benar-benar "Double H (Harrison&Hartnett) for Hollywood Homicide".
Durasi:
115 menit
U.S. Box Office:
$30,013,346 till Aug 2003
Overall:
6.5 out of 10
Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!



