XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jean reno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jean reno. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Februari 2011

22 BULLETS : Keabadian Kebal Peluru Tumpaskan Dendam

Tagline:
Spilled blood never dries.

Storyline:
Saat mengantar putranya, Charly Mattei ditembak secara membabi-buta oleh sekawanan orang di sebuah basement gedung. Tiga tahun sudah ia pension dari dunia hitam dan hidup damai bersama istri dan kedua anaknya. Namun kini sekitar 22 peluru bersarang di tubuhnya tapi ajaibnya ia masih dapat bertahan hidup setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit. Kesembuhan Charly membuatnya mendapat julukan Sang Abadi dan ia siap membalas dendam terhadap orang-orang yang pernah mengincar nyawanya itu.

Nice-to-know:
Film berjudul asli L'immortel ini menghabiskan waktu 14 minggu untuk proses syutingnya.

Cast:
Pernah meraih penghargaan Outstanding European Achievement in World Cinema dalam European Film Awards di tahun 2000, Jean Reno disini berperan sebagai Charly Matteï yang dijuluki Sang Abadi.
Marina Foïs sebagai Marie Goldman
Kad Merad sebagai Tony Zacchia
Gabriella Wright sebagai Yasmina Telaa
Richard Berry sebagai Aurelio Rampoli
Daniel Lundh sebagai Malek Telaa
Fani Kolarova sebagai Christelle Mattei

Director:
Richard Berry lebih terkenal sebagai aktor daripada sutradara karena baru menghasilkan 3 film lepas dan 1 film televisi.

Comment:
Film ini cukup menjanjikan di awal dimana scene penembakan 22 kali terhadap karakter utama yang secara mengejutkan masih selamat bisa jadi mengingatkan anda pada salah satu scene dalam The Godfather. Bagaimana ia dapat melanjutkan hidup untuk kemudian membalaskan dendamnya menjadi premis yang menarik disini. Bedanya adalah ini buatan Perancis sehingga agak berbeda dengan buatan Amerika pada umumnya.
Sutradara Berry yang juga turut mengisi peran kecil disini menampilkan lanskap Marseille yang indah sebagai latar belakang adegan aksi yang dominan dengan kejar-kejaran seru. Plotnya harus diakui cukup membingungkan karena hanya menyisakan sedikit waktu bagi penonton untuk mencerna apalagi mengenali motif masing-masing karakternya satu persatu.
Jean Reno seperti biasa bermain keras sebagai Charly. Dikarenakan kisah masa lalunya yang diceritakan di awal, anda dipastikan berpihak padanya dan terus diajak mengikuti kiprahnya menuntaskan misi sekaligus melindungi orang-orang terdekatnya. Sedangkan aktor-aktris Perancis lainnya yang mendukung film ini rasanya tidak akan dikenali tapi tetap mewakili orang-orang dunia hitam yang harus saling bunuh untuk mempertahankan eksistensinya sendiri.
Sebagian besar aksi brutal yang ditunjukkan bisa jadi membuat anda muak bahkan hingga scene penutup, anda akan kesulitan mencari benang merah yang masuk akal untuk dapat menyimpulkan segalanya. Namun 22 Bullets merupakan tontonan yang setia pada pakem action sejati tanpa banyak kreatifitas ataupun improvisasi mengejutkan di dalamnya. Jelas bukan film yang buruk tetapi sayangnya bumbu serupa sudah pernah anda saksikan berpuluh-puluh kali sebelumnya.

Durasi:
115 menit

Europe Box Office:
€4,769,868 till Apr 2010 in France

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Senin, 23 Agustus 2010

COUPLES RETREAT : Liburan Pulau Tropis Penyuluhan Pasutri Bermasalah

Quotes:
Dave: [Referring to Twitter] I call it twatting.

Storyline:
Tiga pasang suami istri masing-masing Dave-Ronnie, Jason-Cynthia, Joey-Lucy saling bersahabat satu sama lain disamping Shane-Jennifer yang telah bercerai. Krisis pernikahan telah dialami ketiga pasang tersebut dan Jason-Cynthia yang pertama kali menyatakan pada acara kumpul bersama di suatu malam. Namun Jason-Cynthia memiliki ide untuk berlibur ke pulau tropis dan mengikuti konseling pernikahan. Demi menghemat biaya, mereka memaksakan teman-temannya untuk ikut dengan dalih menikmati perjalanan saja. Sesampai disana, merekapun dihadapkan pada serangkaian tes bersama yang mungkin menentukan kelanjutan hubungan masing-masing. Berhasilkah mereka melewati semua itu?

Nice-to-know:
Karakter kakek Jim Jim di film ini merupakan ayah kandung asli dari Vince Vaughn yang bernama Vernon Vaughn.

Cast:
Jason Bateman sebagai Jason Smith
Kristen Bell sebagai Cynthia
Faizon Love sebagai Shane
Vince Vaughn sebagai Dave
Jon Favreau sebagai Joey
Malin Åkerman sebagai Ronnie
Kristin Davis sebagai Lucy
Kali Hawk sebagai Trudy
Tasha Smith sebagai Jennifer
Carlos Ponce sebagai Salvadore
Jean Reno sebagai Marcel

Director:
Merupakan karya kedua bagi Peter Billingsley setelah The Sacred Fire (1994).

Comment:
Ide film ini harus diakui menarik apalagi bertaburan aktor-aktris komedi (kebanyakan serial televisi ternama Amerika) yang memang gape di bidangnya. Sebut saja Vince Vaughn yang belakangan ini komedi-komedinya seringkali tembus angka 100 juta dollar di Amerika Utara saja. Belum lagi ada Kristin Davis yang kali ini lepas dari kwartet Sex and the City. Juga Kristen Bell, Jon Favreau, Jason Bateman juga bukan nama-nama asing. Penokohan semua karakternya bisa dikatakan beragam dan masing-masing mendapat porsi yang seimbang. Menarik melihat berbagai macam tingkah laku dan cara pandang mereka dalam memecahkan masalah rumah tangga.
Unsur humoris yang coba dihadirkan sepanjang film masih terasa naik turun, terkadang lucu, terkadang hambar. Komedi situasional yang diangkat juga masih terkesan tanggung disana-sini. Walaupun demikian problema pasangan yang sudah menikah lama memang terasa umum dam bisa menjadi refleksi anda sendiri, ketika kehadiran anak, kesibukan karir bisa menyebabkan kurang komunikasi yang berujung salah pengertian. Semua itu bukan berarti tidak bisa dipecahkan bersama jika anda mau saling terbuka dan memahami, bukan?
Couples Retreat seharusnya bisa menjadi film drama komedi yang lebih berisi jika skripnya dimatangkan dengan eksekusi yang lebih cerdas. Sayangnya sutradara kurang memaksimalkan potensi yang sebenarnya sudah ada sehingga hasil akhirnya hanya menjadi hiburan ringan seenteng cemilan di tangan anda saat menyaksikannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$109,176,215 till end of Jan 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 04 Agustus 2009

INSIDE RING : Dilema Putra Mafia Perancis Berpengaruh

Tagline:
A nasty Cop vs an iron fist Godfather. Now his son has to choose between his love or his father.

Storyline:
Gembong mafia cekatan Malakian sudah bertahun-tahun mengendalikan dunia bawah Perancis Selatan termasuk pencurian mobil ataupun pencucian uang. Sang ayah, Milo juga menguasai tangan yang mahir menembak ataupun berkelahi dengan apapun juga dan tiba saatnya ia mewariskan semua kejayaannya di tangan putranya, Anton. Sayangnya Anton justru mendambakan hidup tenang pilihannya sendiri termasuk menikahi kekasihnya Elodie yang belum lama dikenalnya itu. Namun Milo tidak menyerah begitu saja dan tetap melibatkan Anton dalam misi-misinya. Akankah titik balik terjadi dalam keluarga tersebut saat Inspektur Saunier mengincar keberadaan mereka dari jauh?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Alter Films dan Thelma Films.

Cast:
Aktor senior yang mengawali akting lewat The Hypothesis of the Stolen Painting (1979), Jean Reno bermain sebagai Milo Malakian, kepala keluarga sekaligus kepala gang yang handal.
Pernah dipercaya menjadi Hannibal muda dalam Hannibal Rising (2007), Gaspard Ulliel berperan sebagai Anton Malakian yang berusaha memilih jalannya sendiri di luar keluarganya.
Vahina Giocante sebagai Elodie
Sami Bouajila sebagai L'inspecteur Saunier

Director:
Film ketujuh bagi Laurent Tuel setelah debutnya dalam Céleste (1991).

Comment:
Bisa jadi sedikit terinspirasi The Godfather yang legendaris itu. Tidak heran karena diakui publik sebagai salah satu film terbaik dunia yang pernah dibuat bahkan hingga saat ini. Inside Ring yang beraroma Perancis pun menawarkan plot yang tidak jauh berbeda. Ayah mafia yang sangat berpengaruh bertekad menurunkan kejayaan pada anaknya yang mempunyai impian lain sambil menghindari kejaran Inspektur Polisi yang ambisius. Reno, Ulliel, Bouajila bermain decent saja disini sesuai skrip yang disodorkan pada mereka, kehadiran si cantik Giocante pun tidak banyak berpengaruh selain menjadi love interest Ulliel semata. Sutradara Tuel tampaknya setia dengan originalitas dan stereotype serupa tanpa berupaya menambahkan beberapa twist dan turns disana-sini yang mampu membuat penonton lebih excited menyaksikannya. Film berjudul asli Le premier cercle ini pada akhirnya hanya merupakan drama aksi biasa yang cenderung klise, hanya saja bercitarasa Eropa. Harapan anda untuk menyaksikan aksi seru harus dikubur dalam-dalam karena sebaliknya drama bertempo lambat tanpa pendalaman karakter yang disuguhkan disini. Secara keseluruhan lebih merupakan film televisi dengan kualitas sinematografi dan editing yang sedemikian standarnya.

Durasi:
90 menit

Europe Box Office:
$2,524 in opening week Estonia Jun 2009.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 18 Februari 2009

THE PINK PANTHER 2 : Tim Impian Membekuk Sindikat Pencurian Internasional

Quotes:
Insp. Jacques Clouseau-I am now leaving France. This is a bad idea.
[steps over "You are now leaving France" line in airport]
TV Announcer-The legendary Pink Panther diamond has been stolen.
Insp. Jacques Clouseau-What'd I tell you?


Storyline:
Tiga pencuri internasional mengguncang Pemerintah Inggris, Italia dan Jepang hingga berinisiatif membentuk 'tim impian' untuk memecahkan kasus tersebut yang disinyalir dipimpin oleh Tornado. Perancis rupanya tidak mau ketinggalan kehilangan kembali berlian Pink Panther yang ternama itu dan akhirnya menugaskan Inspektur Jacques Clouseau, asistennya Gilbert Ponton dand sekretarisnya Nicole. Tim ini yang juga didukung oleh detektif dari Inggris, Jepang dan Italia serta penulis Spanyol, Sonia Solandres melancong ke Italia tempat Tornado dilaporkan bermukim. Saat inilah, mimpi buruk mereka dimulai sekaligus nama baiknya dipertaruhkan.

Nice-to-know:
Sutradara The Pink Panther, Shawn Levy lebih memilih menjadi produser eksekutif di sekuelnya ini.

Cast:
Melanjutkan perannya dari The Pink Panther (2006), Steve Martin kembali dipercaya memerankan Inspektur Clouseau yang pintar pintar bodoh.
Masih ditemani oleh Jean Reno sebagai Ponton dan Emily Mortimer sebagai Nicole.
Didukung pula oleh Andy Garcia sebagai Vicenzo, Alfred Molina sebagai Pepperidge dan aktris cantik India, Aishwarya Rai sebagai Sonia.

Director:
Terakhir menggarap film remaja Hollywood yaitu Agent Cody Banks (2003), Harald Zwart kali ini dipercaya menangani sekuel Pink Panther yang cukup sukses itu.

Comment:
Tiga tahun lalu, The Pink Panther yang cukup banyak mendapat kritik tajam itu rupanya masih melanjutkan petualangannya di sekuel pertamanya ini. Ilustrasi musiknya yang melegenda itu hingga kadang-kadang menetap di benak saya tetap mendorong saya untuk menontonnya. Plot ceritanya sendiri memang tergolong bodoh dan endingnya mudah ditebak. Tetapi proses delivery humornya dalam menghibur penonton lah yang penting. Dan film ini dapat dikatakan sukses melakukannya karena mengocok perut audiens dengan berbagai adegan slapstik. Ya Martin merupakan orang yang tepat untuk memerankan Clouseau terlepas dari sebagian besar orang yang mengatakan Peter Sellers lebih pantas. Gaya jenakanya yang khas kembali tersaji dan bahasa tubuhnya berbicara banyak di sini. Reno, Mortimer, Garcia, Rai, Molina, Matsuzaki juga berkibar dengan penjiwaan masing-masing yang kocak. The Pink Panther 2 bukanlah film serius yang bertujuan masuk festival film internasional sehingga nikmatilah adegan demi adegan ini sebagai sebuah komedi murni dan niscaya anda akan terhibur dibuatnya.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$35,922,978 till end of March 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 26 Januari 2007

FLYBOYS : Drama Perjuangan Para Pilot Pesawat Tempur

Quotes:
Reed Cassidy-Some day it'll just end. Everyone will go home, get on with their lives. Tall grass will cover the battlefields. And all the pilots we've lost won't mean a damn thing.

Cerita:
Perang Dunia I telah mulai di Eropa tahun 1917, AS masih belum terlibat. Tapi banyak pemuda Amerika pergi ke Perancis dan bergabung dengan pasukan sekutu, skuadron tempur Lafayette Escadrille. Sementara itu pihak Jerman punya pesawat, persenjataan dan pilot yang lebih baik. Pilot pesawat tempur rata-rata berumur pendek. Lalu mengapa mereka mau terlibat sementara negara mereka sendiri tak terlibat perang? Inilah saat bagi mereka untuk berpetualang. Blaine Rawlings terpaksa meninggalkan Arizona setelah usaha pertanian keluarganya disita oleh bank. Blaine Lowry merasa gagal dalam hidupnya dan merasa malu pada ayahnya yang kaya raya. Seorang petinju kulit hitam Eugene Skinner telah tinggal lama di Perancis dan ingin berbakti pada negara barunya. Pasukan Amerika dikomandio warga Perancis, Kapten Georges Thenault dan pemimpin skuadron, Reed Cassidy. Mereka adalah pasukan pilot pesawat tempur terhebat di dunia!

Gambar:
Sinematografi yang cukup mengagumkan terutama beberapa adegan pertempuran antar pesawat di udara.

Act:
James Franco yang cuma menjadi sidekick dalam film superhero terlaris Spiderman kali ini didapuk sebagai pemeran utama, Rawlings yang setia kawan dan tidak kenal takut.
Jennifer Decker sebagai gadis Perancis love interestnya Rawlings, Lucienne yang bermain memikat disini.
Martin Henderson yang pernah mendampingi Naomi Watts dalam The Ring memerankan Cassidy yang kalem tapi berjiwa pemimpin.Jangan lupakan aktor kawakan Jean Reno sebagai Kapten Thenault yang angkuh dan tegas.

Sutradara:
Aktor-produser-sutradara, Tony Bill yang lebih banyak berkecimpung di dunia televisi dipercaya memegang film epik Flyboys. Tidak terlalu buruk memang, hanya saja gaya pertelevisiannya masih melekat sehingga kesan megah untuk tontonan layar lebar kurang didapat.

Komentar:
Menyaksikan Flyboys mungkin awalnya membuat kita berharap banyak, terutama melihat jajaran cast yang cukup menjanjikan. Tapi sayang karena melihat keseluruhan aspek, film ini hanya sampai pada taraf lumayan. Ada sesuatu yang kurang dari segi penceritaan sehingga terkesan turun naik sepanjang film. Namun tetap menarik menyaksikan melihat pertempuran udara dari jarak dekat dengan teknik yang tergolong detail yang memang daya jual utamanya.

Durasi:
130 menit

U.S. Box-Office:
$13,082,288 till end of 2006

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!