XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label miley cyrus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label miley cyrus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

LOL : Missing Out Its Fun and Focus


Tagline:
You can change your status, but not your heart.

Nice-to-know:
Lisa Azuelos juga menulis dan menyutradarai film aslinya yang berbahasa Perancis dan dibintangi oleh Sophie Marceau.

Cast:
Miley Cyrus sebagai Lola
Douglas Booth sebagai Kyle
Ashley Hinshaw sebagai Emily
Adam G. Sevani sebagai Wen
Demi Moore sebagai Anne
Jean-Luc Bilodeau sebagai Jeremy
Gina Gershon sebagai Kathy

Director:
Liza Azuelos yang asli Perancis ini pernah menyutradarai Comme t'y es belle! (2006).

W For Words:
Menilik poster dan jajaran pemain utamanya, film ini semestinya menitikberatkan pada hubungan ibu dan anak perempuannya. Beberapa referensi serupa di masa lampau adalah Anywhere But Here (1999) dan Thirteen (2003) atau yang lebih lawas lagi di tahun saya lahir yaitu Terms of Endearment yang bisa dibilang cukup berhasil menghantarkan pesan moral yang diembannya. Bagaimana dengan duet Demi Moore dan Miley Cyrus yang satu ini dalam judul yang bisa dimaknai sebagai akronim Laughing Out Loud. Is it that hilarious? Apparently not.

Lola dan teman-temannya memanfaatkan media komunikasi online untuk saling bertukar informasi apapun termasuk perlakuan orangtua masing-masing. Putus dari Chad, Lola berhubungan erat dengan sahabat dekatnya, Kyle yang diam-diam mencintainya. Kyle sendiri tengah bermasalah dengan ayahnya yang selalu menentang pilihannya menekuni musik. Lola pun sedang membenci ibunya yang kerap berkencan sembunyi-sembunyi dengan ayahnya paska perceraian. Di saat hubungan Lola dan Kyle semakin dekat, masalah-masalah justru timbul merintangi mereka.

Melihat gerombolan anak SMU disini rasanya sulit mendapatkan simpati penonton. Jangan salahkan penulis skenario Lisa Azuelos dan Kamir Aïnouz yang berupaya melakukan pencitraan sesesuai mungkin dengan kondisi remaja masa kini. Lihat bagaimana desperate nya Lola dan Emily ingin melepas keperawanan mereka, naïf nya Anne yang tak ingin bercinta setelah bercerai sekaligus mengharapkan hal yang sama dari suaminya, bodohnya muda-mudi ini mengorbankan study tour nya hanya untuk bermain-main di Paris tanpa mendapatkan apa-apa. Semua tingkah laku tersebut cuma akan membuat anda geleng-geleng.

Begitu banyaknya karakter yang timbul tenggelam di sepanjang durasi membuat film terasa tidak fokus. Anda tak akan mau bersusah payah mengingat adik-adik Lola atau Ashley yang polos nan kocak, mantan suami ‘tanpa nama’ yang dimainkan oleh Thomas Jane, detektif/polisi James yang mencintai secara instan, guru tampan Mr. Ross yang kurang berwibawa. Belum lagi sekumpulan tokoh “freak” yang didapuk sebagai warga Perancis yang menerima pelajar pertukaran di kediaman mereka. Saya tidak menemukan sisi humor yang bisa digali dari perbedaan menu makanan, kebiasaan hidup dsb.

Sutradara Azuelos yang seharusnya menekankan ‘feminisme’ terlalu berambisi meramu substansi beraneka ragam untuk membawa penonton terhanyut dalam karya remakenya ini. Sayangnya persoalan yang diangkat terlampau datar. Anda bisa menemukan ribuan problematika remaja serupa mulai dari patah hati, perasaan terpendam, kompetisi band, study tour, pesta ajojing, teenage bitch, krisis identitas, narkoba, pengalaman seks pertama, perseteruan dengan orangtua yang pada akhirnya diselesaikan oleh happy ending klise yang mudah ditebak agar semua pihak bahagia? You think so?

Tak sulit diterka apabila LOL mengandalkan seorang Miley untuk mengangkat film. Sayang kelakuannya tak simpatik, penampilannya kurang menarik hingga tidak menyisakan apapun yang positif. Setidaknya Demi memberikan penampilan yang masih lumayan memikat sebagai ibu yang tak jauh berbeda dengan putrinya. Percakapan demi percakapan yang terjadi via Whatsapp, BBM, Skype dsb terasa melelahkan untuk dibaca, bukan didengar sebagaimana biasanya dalam film. Jika kata ‘sorry’ saja dirasa cukup untuk membuat semua pihak berdamai maka maafkan saya untuk tidak menyukai tontonan kelewat ringan tanpa esensi ini. Might be only works for girls and their bff to have some laughters.

Durasi:
97 menit

U.S. Box Office:
$46,500 till May 2012

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 24 Agustus 2010

THE LAST SONG : Romansa Musim Panas Kontradiksi Benci Ayah

Quotes:
Steve Miller: [in letter to Ronnie] Love is fragile. And we're not always its best caretakers. We just muddle through and do the best we can. And hope this fragile thing survives against all odds.

Storyline:
Ronnie bersama adiknya Jonah harus menghabiskan musim panas di rumah ayahnya Steve 5 tahun paska perceraian dengan ibunya Kim. Ronnie tumbuh menjadi gadis pemberontak yang antipati pada ayahnya sampai ia bertemu pemuda lokal bernama Will dimana keduanya saling tertarik pada pandangan pertama. Tanpa Ronnie ketahui, ayahnya menderita kanker paru-paru dan hidupnya tinggal sebentar lagi. Dalam kebingungan, musik lah yang akhirnya menyatukan Ronnie dan ayahnya itu sambil membuat keputusan terbaik apakah melanjutkan asmara yang berliku dengan Will.

Nice-to-know:
Film pertama yang diadaptasi Nicholas Sparks ke dalam novel karangannya.

Cast:
Peran utama pertamanya di luar karakter Hannah Montana, Miley Cyrus berperan sebagai Ronnie Miller, gadis pemberontak yang berusaha percaya pada cinta yang dialaminya.
Pernah dinominasikan Aktor Pembantu Terbaik Oscar lewat As Good As It Gets (1998), Greg Kinnear bermain sebagai Steve Miller, ayah pemusik yang berupaya berdamai dengan putrinya paska perceraian dengan istrinya.
Bobby Coleman sebagai Jonah Miller
Liam Hemsworth sebagai Will Blakelee
Kelly Preston sebagai Kim

Director:
Merupakan debut layar lebar pertama bagi Julie Anne Robinson yang sebelumnya hanya menyutradarai beberapa serial televisi termasuk 5 episode Grey's Anatomy.

Comment:
Saya harus katakan film ini sebetulnya memiliki potensi yang baik tetapi sayangnya banyak sekali kesalahan mendasar di dalamnya. Saya ingin sekali menyukainya seperti saya mampu menontonnya dengan cukup antusias tapi banyak hal yang sebetulnya buruk untuk ukuran sebuah tontonan.
Pertama, Miley Cyrus mencoba usaha terbaiknya untuk berakting disini. Di beberapa scene cukup berhasil tetapi secara keseluruhan tidak ada alasan yang kuat untuk mengubah moodnya dari on (bercinta, bergembira) menjadi off (marah, memaki) ataupun sebaliknya sepanjang film. Sayang sekali upayanya untuk keluar dari karakter Hannah Montana belum berhasil.
Kedua, plot film terkadang kebingungan untuk memberikan porsi lebih untuk hubungan ayah dan putrinya yang bermasalah atau dua remaja berlawanan jenis yang putus sambung? Berbagai subplot yang dibebankan di antaranya juga tidak berhasil membelokkan fokus film.
Ketiga, skripnya teramat klise dan mudah ditebak. Sutradara Robinson juga tidak mampu memberikan kontribusi untuk memasukkan hal-hal baru untuk menghindari stereotype film-film adaptasi penulis Nicholas Sparks. Terlalu banyak elemen-elemen sejenis yang terbawa disini.
Beruntung masih ada beberapa nilai plus yang menyelamatkan film ini dari kategori sampah seperti gemilangnya akting Kinnear dan Coleman sebagai ayah dan anak yang menampilkan perubahan emosi dengan baik. Juga harus diakui Cyrus dan Hemsworth terlihat good looking serta kisah cinta di dunia nyata mempengaruhi chemistry keduanya disini.
Selebihnya The Last Song hanyalah drama remaja biasa yang gampang sekali ditebak alurnya. Inkonsistensi mewarnai keseluruhan durasi. Ada scene tertentu yang disajikan mellow tapi tidak benar-benar menohok perasaan penontonnya. Sayang sekali!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$62,933,793 till mid July 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 10 Juli 2009

HANNAH MONTANA THE MOVIE : Satu Gadis Dua Identitas Dua Dunia

Quotes:
Travis Brody-So you and Miley are pretty close?
Hannah Montana-You have no idea.

Cerita:
Ketika Miley Stewart yang merupakan identitas asli dari popstar Hannah Montana merasa hidupnya terlalu dibayangi ketenaran yang menggila, ayahnya Robby Ray bertekad memberikan suasana yang berbeda bagi putri kesayangannya itu. Mereka berdua pulang ke kampung halamannya di Tennessee yang masih kental dengan peternakan dan pertanian yang asri. Bertemu dengan orang-orang yang pernah ada di masa kecilnya membuat Miley harus memutuskan apakah ia bisa memiliki kedua dunia yang terus membayanginya.

Gambar:
Hampir keseluruhan syuting dilakukan di Tennessee mulai dari adegan awal di Franklin High School sampai dengan lembah pertanian yang hijau dan teduh yang melatarbelakangi kampung halaman Miley dan ayahnya.

Cast:
Pernah tampil sekilas dalam High School Musical 2 (2007), kebintangan Miley Cyrus yang masih berusia 17 tahun ini semakin memuncak berkat peran Hannah Montana yang memiliki dua identitas.
Mantan penyanyi Billy Ray Cyrus dan Vanessa Williams turut bermain sebagai ayah Miley, Robby Ray Stewart dan asisten Hannah, Vita.
Dua debutan muda, Lucas Till dan Emily Osment juga mendukung film sebagai kekasih dan sahabat Miley, Travis dan Lilly.

Sutradara:
Pria Inggris kelahiran 20 April 1956, Peter Chelsom ini paling dikenal lewat karya romantisnya yang cukup melegenda, Serendipity (2001).

Soundtrack:
"Butterfly Fly Away" by Miley Cyrus & Billy Ray Cyrus
"Game Over" by Steve Roshton
"Crazier" by Taylor Swift
"Let's Get Crazy" by Miley Cyrus
"The Good Life" by Miley Cyrus
"Back To Tennessee" by Billy Ray Cyrus
"You'll Always Find Your Way Back" by Miley Cyrus
"The Best Of Both Worlds" by Miley Cyrus
"What's Not To Like" by Miley Cyrus
"Spotlight" by Miley Cyrus
"Let's Do This" by Miley Cyrus
"Dream" by Miley Cyrus
"Don't Walk Away" by Miley Cyrus
"Backwards" by Rascal Flatts
"Bless The Broken Road" by Rascal Flatts
"The Climb" by Miley Cyrus
"Hoedown Throwdown" by Miley Cyrus
"Everything I Want" by Steve Rushton

Comment:
Kualitas film yang terasa cukup mengerikan tidak hanya dipicu oleh akting Miley Cyrus yang terasa flat saja, tetapi keseluruhan plot cerita yang mengetengahkan perjuangan Miley mengatasi masalah identitasnya seakan itu adalah masalah besar. Mungkin sebagian besar penonton akan merasa terhina karena kecerdasannya teruji oleh fakta tersebut. Pengembangan cerita sejak awal terasa dipaksakan dengan berbagai isu yang sayangnya terlalu tanggung untuk diangkat seperti halnya hubungan ayah dan putrinya? kisah cinta dua muda-mudi belia? pergulatan batin seorang gadis? Semua itu diperparah dengan sebagian besar penampilan on-stage seorang Hannah Montana yang datar-datar saja dengan lagu-lagu yang rasanya tidak terlalu penting untuk menjaga anda tetap terduduk manis di kursi, satu-satunya yang lumayan adalah The Climb yang liriknya cukup dalam. Hannah Montana : The Movie hanyalah tontonan yang diperuntukkan bagi gadis kecil usia 6-13 tahun yang akan cukup bahagia dengan hal-hal sederhana dalam sebuah film remaja.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$79,566,871 till August 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!