XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label nicholas sparks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nicholas sparks. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

THE LAST SONG : Romansa Musim Panas Kontradiksi Benci Ayah

Quotes:
Steve Miller: [in letter to Ronnie] Love is fragile. And we're not always its best caretakers. We just muddle through and do the best we can. And hope this fragile thing survives against all odds.

Storyline:
Ronnie bersama adiknya Jonah harus menghabiskan musim panas di rumah ayahnya Steve 5 tahun paska perceraian dengan ibunya Kim. Ronnie tumbuh menjadi gadis pemberontak yang antipati pada ayahnya sampai ia bertemu pemuda lokal bernama Will dimana keduanya saling tertarik pada pandangan pertama. Tanpa Ronnie ketahui, ayahnya menderita kanker paru-paru dan hidupnya tinggal sebentar lagi. Dalam kebingungan, musik lah yang akhirnya menyatukan Ronnie dan ayahnya itu sambil membuat keputusan terbaik apakah melanjutkan asmara yang berliku dengan Will.

Nice-to-know:
Film pertama yang diadaptasi Nicholas Sparks ke dalam novel karangannya.

Cast:
Peran utama pertamanya di luar karakter Hannah Montana, Miley Cyrus berperan sebagai Ronnie Miller, gadis pemberontak yang berusaha percaya pada cinta yang dialaminya.
Pernah dinominasikan Aktor Pembantu Terbaik Oscar lewat As Good As It Gets (1998), Greg Kinnear bermain sebagai Steve Miller, ayah pemusik yang berupaya berdamai dengan putrinya paska perceraian dengan istrinya.
Bobby Coleman sebagai Jonah Miller
Liam Hemsworth sebagai Will Blakelee
Kelly Preston sebagai Kim

Director:
Merupakan debut layar lebar pertama bagi Julie Anne Robinson yang sebelumnya hanya menyutradarai beberapa serial televisi termasuk 5 episode Grey's Anatomy.

Comment:
Saya harus katakan film ini sebetulnya memiliki potensi yang baik tetapi sayangnya banyak sekali kesalahan mendasar di dalamnya. Saya ingin sekali menyukainya seperti saya mampu menontonnya dengan cukup antusias tapi banyak hal yang sebetulnya buruk untuk ukuran sebuah tontonan.
Pertama, Miley Cyrus mencoba usaha terbaiknya untuk berakting disini. Di beberapa scene cukup berhasil tetapi secara keseluruhan tidak ada alasan yang kuat untuk mengubah moodnya dari on (bercinta, bergembira) menjadi off (marah, memaki) ataupun sebaliknya sepanjang film. Sayang sekali upayanya untuk keluar dari karakter Hannah Montana belum berhasil.
Kedua, plot film terkadang kebingungan untuk memberikan porsi lebih untuk hubungan ayah dan putrinya yang bermasalah atau dua remaja berlawanan jenis yang putus sambung? Berbagai subplot yang dibebankan di antaranya juga tidak berhasil membelokkan fokus film.
Ketiga, skripnya teramat klise dan mudah ditebak. Sutradara Robinson juga tidak mampu memberikan kontribusi untuk memasukkan hal-hal baru untuk menghindari stereotype film-film adaptasi penulis Nicholas Sparks. Terlalu banyak elemen-elemen sejenis yang terbawa disini.
Beruntung masih ada beberapa nilai plus yang menyelamatkan film ini dari kategori sampah seperti gemilangnya akting Kinnear dan Coleman sebagai ayah dan anak yang menampilkan perubahan emosi dengan baik. Juga harus diakui Cyrus dan Hemsworth terlihat good looking serta kisah cinta di dunia nyata mempengaruhi chemistry keduanya disini.
Selebihnya The Last Song hanyalah drama remaja biasa yang gampang sekali ditebak alurnya. Inkonsistensi mewarnai keseluruhan durasi. Ada scene tertentu yang disajikan mellow tapi tidak benar-benar menohok perasaan penontonnya. Sayang sekali!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$62,933,793 till mid July 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 26 Februari 2010

DEAR JOHN : Ujian Jarak Waktu Cinta Tentara

Quotes:
Savannah Curtis: The saddest people I've ever met in life are the ones who don't care deeply about anything at all.


Storyline:
Marinir John Tyree tengah menghabiskan masa cuti selama 2 minggu di kampung halamannya. John berkenalan dengan Savannah Curtis hingga terlibat dalam asmara yang amat membahagiakan. Liburan dihabiskan berdua sampai John mengenalkan Savannah pada ayahnya yang menderita autis. Walaupun sempat timbul masalah, keduanya sepakat meneruskan hubungan melalui surat. Terpisah jarak dan waktu, Savannah mulai ragu akan masa depan hubungan mereka. Di sisi lain, John yang terus berpindah-pindah dalam misinya terus percaya akan kekuatan cinta yang membuatnya bertahan.

Nice-to-know:
Rilis minggu pertamanya di United States menempati posisi puncak sekaligus mengakhiri Avatar nya James Cameron yang sudah berada di sana selama 7 minggu berturut-turut!

Cast:
Baru saja membintang utamai G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009), Channing Tatum berperan sebagai John Tyree
Mulai dikenal luas sejak serial televisi Veronica Mars (2004-2006), Amanda Seyfried bermain sebagai Savannah Curtis
Richard Jenkins sebagai Mr. Tyree
Henry Thomas sebagai Tim Wheddon
D.J. Cotrona sebagai Noodles

Director:
Lasse Hallstrom baru saja sukses mengharu-biru penonton lewat Hachiko : A Dog’s Story (2009)

Comment:
Nicholas Sparks memang terkenal dengan novel-novel romansa melankolisnya yang rata-rata sudah pernah difilmkan sebelumnya. Judul yang satu ini tanpa pengecualian dimana percintaan jarak jauh antara gadis konservatif dan pemuda Angkatan Darat menjadi bumbu utama. Jamie Linden ditunjuk untuk menggarap skripnya tanpa banyak perubahan berarti, terkecuali mempertajam dialognya yang disesuaikan dengan momen-momen yang ingin disampaikan.

Channing Tatum merupakan pilihan tepat untuk menokohkan John Tyree. Badannya yang tinggi tegap terlihat amat cocok sebagai tentara muda. Sepintas anda dapat menangkap kegelisahan jiwanya karena tumbuh di dalam keluarga yang tidak sempurna, bahkan tidak mengakui kalau ayahnya memiliki kelainan autisme. Sayangnya kiprah John di medan perang hanya terkesan sebagai latar belakang saja sehingga empati penonton tidak sampai terbangun dengan kuat untuk mempedulikannya.
Aktris muda bermata besar yang sedang naik daun, Amanda Seyfried memberikan penjiwaan yang cukup matang. Keriaan Savannah Curtis yang juga berjiwa sosial itu mampu dikombinasikannya dengan perasaan perempuan yang tak berdaya karena cinta yang tak pernah benar-benar ada di sisinya. Chemistry keduanya terjalin manis meskipun scene yang mempertemukan keduanya berhadap-hadapan boleh dihitung dengan jari.

Sutradara Hallstrom sudah populer dengan kemampuannya meracik bumbu drama sedemikian rupa hingga menjadi tontonan yang emosional. Sinematografinya cukup natural berpadu dengan ilustrasi musik tipikal bergaya lawas. Kali ini ia sampai melakukan syuting ulang untuk penutupan film karena adegan asli yang setia dengan bukunya tidak sesuai dengan harapan audiens pada saat screening awal. Jujur saya belum membaca bukunya sehingga tidak merasa berhak untuk membandingkan.
Sebagai sebuah drama percintaan, Dear John mengeksploitasi perasaan tentara perang dan gadis yang menunggunya dengan seimbang. Itulah sebabnya penonton pria maupun wanita mampu menikmati narasinya dengan curahan perasaan penuh lewat tulisan. Cinta sejati memang butuh ujian, sebagian menyerah dan sebagian lagi terus berupaya meskipun tertatih dan kehilangan arah. Satu yang pasti, waktu yang akan menjawab itu semua.

Durasi:
108 menit

U.S. Box Office:
$ 80,014,842 till Apr 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 26 November 2008

NIGHTS IN RODANTHE : Pelarian Berbuntut Cinta Kedua Masa Senja

Quotes:
Dr. Paul Flanner-What keeps you safe?
Adrienne Willis-Well, you fall in love with someone, you know… and you make a family… and you become what you think you’re supposed to be. And you change and you give up certain things. Then they look at what you’ve got left and you wish you… I don’t know, you just think maybe you shouldn’t have.
Dr. Paul Flanner-Don’t.
Dr. Paul Flanner-Just don’t do it anymore.
Adrienne Willis-…Huh.

Cerita:
Dua orang dewasa yang tengah melarikan diri dari masalah hidupnya masing-masing. Adrienne Willis, tengah bimbang memutuskan apakah akan kembali dengan suaminya setelah masa-masa sulit dimana ia sempat bersitegang dengan anak gadis remajanya yang menginginkan keutuhan orangtua. Paul Flanner, tengah depresi mendapati kegagalannya dalam operasi pasiennya dan juga berseteru dengan putranya sendiri yang beranjak dewasa. Keduanya bertemu pada penginapan Rodanthe di pinggir pantai yang sunyi. Saling berbagi dan menasehati, apakah cinta kedua di usia senja akan tumbuh di antara keduanya?

Gambar:
Pemandangan indah di vila Rodanthe asli yang berlokasi di Outer Banks, North Carolina, USA yang menghadap langsung dengan North Topsail Beach.

Act:
Sebelum ini tampil mendukung Jumper (2008), Diane Lane yang aktif bermain dalam 2-3 film per tahun memerankan Adrienne Willis, wanita yang tengah bingung menghadapi ajakan rujuk suami yang menyakitinya.
Tetap simpatik di usia senja jika dibandingkan dengan film yang melejitkan namanya Pretty Woman (1990), Richard Gere kali ini bermain sebagai Dr. Paul Flanner yang tengah frustrasi karena kegagalan operasinya sehingga menyepi di sebuah penginapan terpencil pinggir pantai.

Sutradara:
Film layar lebar pertama bagi George C. Wolfe setelah sebelumnya lebih banyak terlibat dalam televisi. Suatu lompatan yang baik walaupun cukup berdampak pada hasil karya pertamanya ini.

Komentar:
Selayaknya film adaptasi novel Nicholas Sparks, melodrama dengan ujung sad ending menjadi jualannya. Chemistry yang tercipta antar Gere dan Lane memang cukup baik tapi terkesan kurang mendalam mengingat ini kali kedua mereka dipasangkan setelah Unfaithful (2002). Konflik kehidupan kompleks antar dua tokoh utamanya seakan bersinergi dalam kesepian dan kejenuhan yang nyata terasa dari awal sampai akhir. Menguras air mata? Rasanya belum sampai kesana apalagi jika dibandingkan dengan Message In A Bottle. Sebagai refleksi dan sekadar tontonan romantis bagi anda yang kasmaran? Bolehlah..

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$41,840,908 till Jan 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!