XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label michelle williams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label michelle williams. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Agustus 2012

MY WEEK WITH MARILYN : Vulnerable Monroe In Strong Williams' Act

Quotes:
Arthur Jacobs: Marilyn, is it true you wear nothing in bed but Perfume?
Marilyn Monroe: Darling, as I'm in England let's say I sleep in nothing but Yardley's lavender.

Nice-to-know:
Catatan yang ditulis Arthur Miller dan membuat Marilyn menangis adalah draft teaternya "After the Fall" yang mengisahkan satu karakter plesetan Monroe.

Cast:
Michelle Williams sebagai Marilyn Monroe
Eddie Redmayne sebagai Colin Clark
Julia Ormond sebagai Vivien Leigh
Kenneth Branagh sebagai Sir Laurence Olivier
Pip Torrens sebagai Sir Kenneth Clark
Geraldine Somerville sebagai Lady Jane Clark
Emma Watson sebagai Lucy

Director:
Merupakan debut penyutradaraan Simon Curtis yang sebelumnya berpengalaman menyutradarai berbagai mini seri dan serial televisi.

W For Words:
Sosok Marilyn Monroe merupakan bintang film sekaligus simbol seks paling ternama di abad ini yang malangnya harus tutup usia di usia 36 tahun. Pencapaian tertinggi di bidang akting yaitu Academy Awards memang belum diraihnya tetapi satu piala Golden Globe sudah berhasil digenggamnya. Di tahun 2011 lalu Lipsync Productions, BBC Films, UK Film Council, The Weinstein Company, Trademark Films sepakat mengambil sekelumit babak dalam hidup Monroe untuk difilmkan. Guess who's in her shoes? Yes, our lovely Michelle Williams.

Sir Laurence Olivier tengah membuat film di London dengan bintang Marilyn Monroe. Adalah seorang siswa perfilman yang berupaya keras untuk diterima sebagai asisten sutradara tiga, Colin Clark meski lebih bertindak sebagai pesuruh. Nyatanya ketidakprofesionalan sang aktris menghambat jalannya syuting dimana Colin berinisiatif masuk ke dunia pribadi Monroe untuk membantunya secara langsung. Ketenaran, kecantikan dan hasrat pun menjadi satu obsesi yang sulit dipungkiri.

Williams jelas pilihan terbaik untuk memerankan Monroe. Segi postur yang tidak terlalu mirip berhasil ditutupi dengan penjiwaan yang luar biasa sehingga Marilyn versi Michelle tak terkesan impersonifikasi. Salah satu aktris terbaik dari generasi masa kini itu menampilkan lakon dalam lakon dimana kita akan melihat sosok Monroe di dalam dan di luar dunia film. Monroe di tangan Williams glamor dan seksi tapi tidak murahan, rapuh dan misterius tapi tetap loveable.

Branagh sendiri menunjukkan kelasnya sebagai sutradara cranky yang perfeksionis, lihat bagaimana mata dan mulutnya bereaksi tajam jika merasa belum mendapat totalitas yang diharapkan. Pendatang baru Redmayne sebetulnya sudah menampilkan akting cemerlang sebagai pemilik sudut pandang utama dalam film tapi karismanya memang belum mampu menandingi dua nama sebelumnya. Sederetan nama senior yang terlibat sukses melengkapi deretan cast ciamik. Menarik melihat Emma Watson mencoba keluar dari imej Hermione Granger disini.

Rentang waktu seminggu yang tergolong singkat mampu dimaksimalkan oleh sutradara Curtis untuk bertutur. Panggung lawas bergaya Inggris surealis tahun 50an tertata dengan baik dalam menciptakan mood swinging yang diinginkan. Permainan emosi naik turun setiap karakternya terbangun dengan baik sehingga penonton seakan bisa melihat dari kacamata mereka. Keintiman Monroe dan Clark mungkin tidak berjalan seperti yang anda harapkan, lebih ke arah pertukaran afeksi penuh makna lewat kedipan mata, sentuhan atau kecupan.

My Week with Marilyn mungkin belum cukup menggambarkan kiprah Monroe seumur hidupnya secara kaya dan informatif melainkan hanya sebuah eksplorasi periode singkat akan pribadinya yang kompleks itu. Pengalaman sinema yang mengingatkan anda bahwa status selebritis yang kerap diidam-idamkan itu tak lebih dari manusia biasa yang tetap bisa merasakan hampa. Selepas film berakhir, bayangan Monroe tak akan pergi begitu saja dari benak anda, star quality nya yang begitu dominan and we all should be proud of Williams' extraordinary work here.

Durasi:
99 menit

U.S. Box Office:
$14,581,677 till March 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 26 Agustus 2011

BLUE VALENTINE : Pahit Manis Cinta Kebuntuan Rumah Tangga

Quotes:
Dean: In my experience, the prettier a girl is, the more nuts she is, which makes you insane.
Cindy: I like how you can compliment and insult somebody at the same time, in equal measure.


Storyline:
Dean Pereira dan Cindy Heller Pereira adalah pasangan muda yang bekerja keras untuk menghidupi rumah tangga mereka terlebih kehadiran si kecil Frankie. Sang suami bekerja sebagai pekerja cargo yang membutuhkan kekuatan fisik sedangkan sang istri bekerja sebagai perawat klinik kesehatan yang menuntut kesiagaannya. Masing-masing pernah mengalami kerasnya hidup dan pengalaman pahit sebelumnya bisa jadi mengubah pandangan mereka tentang cinta yang terbangun selama bertahun-tahun terakhir.

Nice-to-know:
Sedianya film akan disyut pada musim semi 2008 tapi mundur karena kematian Heath Ledger untuk memberikan waktu berduka bagi Michelle Williams yang tetap dipertahankan untuk peran Cindy Heller daripada harus mencari aktris lain.

Cast:
Memulai karir aktornya lewat Frankenstein And Me (1997), Ryan Gosling bermain sebagai Dean Pereira
Kemunculan pertama kali dalam salah satu episode Baywatch di tahun 1993, Michelle Williams berperan sebagai Cindy Heller
Faith Wladyka sebagai Frankie
John Doman sebagai Jerry
Mike Vogel sebagai Bobby Ontario

Director:
Merupakan feature film kedua yang disutradarai Derek Cianfrance setelah Brother Tied (1998).

Comment:
Lagi, sebuah drama bertemakan perjalanan kasih dua insan manusia dari mulai perkenalan, kedekatan, pernikahan, rumah tangga. Bedanya trio penulis skrip Derek Cianfrance, Cami Delavigne, Joey Curtis menyuguhkannya dengan mengacak timeline, tidak linier seperti biasanya. Dibutuhkan kejelian dari anda untuk bisa mencerna rentang waktu yang menjadi latar belakang adegan demi adegannya. Untuk mempermudah, lihat saja perbedaan gaya rambut Ryan Gosling disini.
Sederetan dialog realistis sarkastis keluar dari mulut Gosling dengan lancar. Terkadang saya (dan para penonton pria) merasa seperti ada di posisi tokoh Dean Pereira saat bertemu dengan seorang gadis menarik dan berpikir gadis itu hanya akan membalas perhatian jika saya memiliki pekerjaan yang bagus. Yes, men follow their instincts but women need to be secure with their choices. Pertentangan itu akan selalu ada dan simpati akan mengalir untuk Gosling yang sekuat tenaga berusaha tegar menghadapi perubahan sikap istrinya yang sulit ditebak itu.
Namun Williams pun tetap mampu menampilkan empati yang sama kuatnya sebagai pihak wanita yang bekerja habis-habisan demi suami dan putrinya. Pengalaman pahit hidup dalam keluarga yang tidak harmonis membuat Cindy Heller apatis terhadap hidupnya sendiri termasuk rumah tangganya. Bagaimana akhirnya ia demikian mudah menyerah menghadapi kesulitan-kesulitan yang menghampiri. Kita tahu ia sudah berusaha keras hingga memutuskan berhenti di atas semua logika yang mendera.
Chemistry keduanya diperlihatkan secara luar biasa. Dean jatuh hati pada pandangan pertama dan Cindy pun pernah mencintainya. Keakraban di masa pacaran berbanding terbalik dengan kerenggangan di masa rumah tangga. Rasanya memang pantas Gosling dan Williams menerima nominasi Aktor-Aktris Terbaik di ajang Golden Globe yang lalu dengan komitmen akting yang begitu luar biasa termasuk beradegan seksual yang sangat frontal sekalipun, tanpa kecanggungan!
Blue Valentine adalah salah satu drama dengan konsep “jatuh cinta” dan “jatuhnya cinta” yang sempurna, dihadirkan silih berganti dengan alur dan tempo yang tepat. Saya harus peringatkan kalau film ini tidak akan membuat anda nyaman dengan perasaan yang ditimbulkan selama menontonnya. Kekhawatiran, ketakutan, keputus asaan, frustrasi yang bercampur aduk mengiringi jalinan cinta yang mulai memudar. Biasa terjadi pada pasangan yang sudah merangkai hubungan dalam jangka waktu panjang. Sebuah peringatan bagi cinta itu sendiri dan energi yang mungkin dikonsumsinya seiring berjalan waktu dimana pilihan-pilihan itu tetap akan selalu ada.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$9,701,559 till Apr 2011

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 11 Desember 2009

MAMMOTH : Dilema Orangtua dan Kapitalisme Dunia Barat

Cerita:
Suami istri New York yang sukses, Leo dan Ellen menekuni dua bidang yang berbeda. Leo gape sebagai pencipta website handal yang seringkali berurusan dengan uang dan keputusan besar. Sedangkan Ellen sebagai ahli bedah berdedikasi tinggi yang kerapkali lembur demi menyelamatkan nyawa pasien-pasiennya. Dengan kesibukan pasangan itu, putri semata wayang mereka yang baru berusia 8 tahun, Jackie lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh asli Filipina, Gloria. Disinilah konflik internal mulai muncul, Ellen yang mempertanyakan kapasitasnya sebagai seorang ibu. Leo yang juga mengalami peristiwa yang tidak pernah diduganya saat berkunjung ke Bangkok. Berbagai momen yang dihadapi masing-masing karakter akan membawa perubahan dramatis bagi semuanya.


Gambar:
Tidak tanggung-tanggung, 4 lokasi utama dijadikan setting film ini dengan beragam ciri khasnya mulai dari Krabi di Thailand, Luzon di Filipina, New York di USA dan Västra Götalands län di Sweden


Act:
Pertama kali dikenal lewat Amores Perros (2000), Gael Garcia Bernal kali ini kebagian memerankan Leo, ayah muda sukses yang sedikit dilematis menghadapi situasi yang samasekali baru baginya saat kunjungan ke Thailand.
Dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terbaik Oscar saat bermain bersama almarhum suaminya dalam Brokeback Mountain (2005) mengangkat nama Michelle Williams di kancah perfilman dunia. Disini ia cukup sukses menjiwai karakter Ellen, salah satu ahli bedah terbaik yang kesulitan mengimbangi panggilan jiwanya di rumah sakit sekaligus di rumahnya sendiri.
Sophie Nyweide sebagai Jackie Vidales
Natthamonkarn Srinikornchot sebagai Cookie
Marife Necesito sebagai Gloria

Sutradara:
Pria kelahiran Swedia 17 Januari 1969 bernama Lukas Moodysson ini sebelumnya banyak terlibat dalam pembuatan film-film Eropa pada umumnya. Baru dalam Mammoth inilah, ia berkesempatan mengarahkan aktor-aktris multilateral dengan talenta masing-masing.

Comment:
Awalnya film ini disajikan dengan sangat berat dikarenakan ambisi memperlihatkan dampak kapitalisme global bagi tiap individu, keluarga dan komunitas. Sang sutradara seakan mengilustrasikan dunia dimana pasar ekonomi dan status sosial kehidupan masih sangat bergantung pada dunia Barat dengan cara yang masih konservatif. Namun lewat gayanya yang unik, Moodysson berhasil memadukan unsur Amerika dengan sentuhan Filipina dan Thailand ke dalam sebuah problematika berat yang sangat personal. Bernal dan Williams tampil penuh emosi disini dengan kesepian dan rapuhnya keadaan dalam diri mereka. Necesito dan Srinikornchot juga tidak mau kalah mewakili kalangan minoritas dengan budaya Asia. Paruh kedua film ini terasa lebih manusiawi dan menantang, semua konflik yang saling bertubrukan menuntut manusia-manusia tersebut menyelesaikannya dengan cara masing-masing. Dan hal inilah yang sukses membuat Mammoth "bernyawa" dan "berisi". Tanpa kita mengerti, seringkali kesadaran dari bencana sosial ekonomi merupakan konsekuensi dari tindakan dunia Barat yang terkesan profesional dan modern tetapi tetap tidak mampu menjawab semua permasalahan mendasar yang ada. Mammoth disini melambangkan filosofi pulpen dan gajah, coba tebak dari sekuens adegan yang mana. Beruntung sekali saya bisa menyaksikan film ini di Jiffest ke-11 pada penghujung tahun 2009.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
$8,530 till Nov 2009 only in very few screens

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 14 November 2008

DECEPTION : Jalinan Misterius Tiga Orang Tak Dikenal

Quotes:
Jonathan McQuarry-[after having sex with a woman in The List] Can I ask you something? Why do you do this?
Wall Street Belle-For the same reason that men do it - the economics of the arrangement. It's intimacy without intricacy. I work past midnight almost every night.

Cerita:
Seorang auditor di Manhattan, Jonathan kerapkali berpindah-pindah tempat dalam melakukan tugasnya sampai bertemu seorang pria bernama Wyatt Bose, menawarkan kerjasama dan dalam waktu singkat menjadi sahabat. Pada suatu kesempatan, ponsel mereka tertukar, Jonathan menjawab teleponnya dan mulai memasuki dunia Wyatt dengan mengencani beberapa wanita untuk bersenang-senang dari sebuah klub seks. Sampai pada suatu ketika di stasiun kereta api bawah tanah bertemu dengan wanita menarik berinisial S, Jonathan mulai tenggelam dalam suatu permainan kucing-tikus yang misterius sekaligus berbahaya.

Gambar:
Suasana malam urban metropolitan di New York City tertangkap dengan pas. Beberapa adegan erotis yang eksplisit mungkin sedikit mengejutkan anda.

Act:
Film layar lebar pertama Ewan McGregor adalah Being Human (1993), kali ini ia bermain sebagai Jonathan McQuarry, auditor yang berubah kepribadian setelah mengenal sahabat barunya yang misterius.
Aktor yang identik dengan peran superhero termasuk dalam Van Helsing (2004), Hugh Jackman disini berperan sebagai Wyatt Bose, pria flamboyan pecinta wanita yang penuh rahasia.
Bermain dalam serial remaja ternama yakni Dawson's Creek selama periode 1998-2003 cukup mengangkat nama Michelle Williams sehingga mampu berkarir di layar lebar termasuk saat kebagian karakter S disini.

Sutradara:
Karya perdana bagi Marcel Langenegger yang namanya sama sekali asing di kancah perfilman manapun!

Comment:
Bergulir dengan lambat di awal, mungkin sebagian dari kita sudah bisa menebak alur ceritanya sampai akhir seperti halnya saya. Itulah kelemahan utama dari skrip, apalagi ditangani oleh sutradara yang belum berpengalaman sama sekali sehingga tidak menolong kualitas film secara keseluruhan. Kinerja Langenegger tidaklah buruk, hanya saja tidak berhasil menciptakan unsur suspens di dalamnya. Sayang sekali karena ia sudah didukung oleh 3 cast yang dikenal bertalenta di Hollywood sana, Michelle dengan gaya dan pembawaannya sebagai wanita misterius, Hugh yang karismatik dan berjiwa bebas serta Ewan yang dengan sangat baik menerjemahkan tokoh akuntan yang kaku dan membosankan. Semuanya menjadi tidak terlalu berarti karena Deception hanyalah sebuah thriller biasa yang tidak menyimpan kejutan apapun.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$4,597,760 till Jun 2008

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!