XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label cameron diaz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cameron diaz. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2012

WHAT TO EXPECT WHEN YOU’RE EXPECTING : Expect Less For These Pre-parenthood Episodes


Quotes:
Wendy: I just wanted the glow. The one that they promise you on the cover of those magazines. Well, I'm calling it - pregnancy sucks. Making a human being is really hard. I have no control over my body or my emotions.  

Nice-to-know:
Film yang didasarkan pada buku populer panduan kehamilan yang telah terjual lebih dari 14,5 juta kopi selama tahun 2011.

Cast:
Cameron Diaz sebagai Jules
Jennifer Lopez sebagai Holly
Elizabeth Banks sebagai Wendy
Chace Crawford sebagai Marco
Brooklyn Decker sebagai Skyler
Ben Falcone sebagai Gary
Anna Kendrick sebagai Rosie
Matthew Morrison sebagai Evan
Dennis Quaid sebagai Ramsey
Chris Rock sebagai Vic
Rodrigo Santoro sebagai Alex
Joe Manganiello sebagai Davis

Director:
Merupakan film keempat bagi Kirk Jones setelah Everybody’s Fine (2009) yang mengharu-biru itu.

W For Words:
Masih ingat kesuksesan Knocked Up (2007) dari Judd Apatow yang bertemakan persiapan kehamilan? Skrip yang dikerjakan duet penulis, Shauna Cross dan Heather Hach berdasarkan adaptasi buku karangan Heidi Murkoff ini tak hanya membahas satu pasangan melainkan lima sekaligus! Formula tema “dewasa” dikombinasikan dengan komedi yang belakangan terbukti sukses di pasaran Amrik apalagi dukungan ensemble cast yang tenar. Bukankah semua momen penting dalam hidup bisa ditertawakan karena relevansi yang begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari?

Pasangan dansa selebritis, Jules-Evan yang terkenal dengan gaya hidup sehat harus dikejutkan dengan kehamilan setelah berkencan selama beberapa bulan. Mantan pasangan masa SMU, Marco-Rosie yang sepakat kencan semalam justru dikaruniai kehamilan tak diinginkan. Fotografer bayi, Holly dan suami keras kepala Alex melulu gagal dalam terapi kehamilan hingga berniat mengadopsi bayi Ethiopia. Penasihat kehamilan Wendy mengalaminya sendiri saat berhenti berusaha bersama suaminya Gary Cooper yang kerap bersaing dengan ayah kandungnya, Ramsey Cooper yang baru menikahi gadis yang tiga puluh tahun lebih muda, Skyler.

Sutradara Jones berupaya keras menyeimbangkan unsur komedi satir sosial yang muncul dari sulitnya persiapan menjadi orangtua dengan elemen drama menyentuh yang timbul dari berharganya pengorbanan yang dilakukan untuk mencapai tahapan itu. Bukan hanya itu, sudut pandang antara pria dan wanita yang equal juga merupakan tantangan tersendiri untuk mengirimkan pesan yang universal bagi penontonnya. Dua konsistensi yang menurut saya masih hit and miss di sepanjang durasinya mengingat tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk tidak mengorbankan salah satunya.

Tiga nama yang paling memikat bagi saya kali ini adalah Elizabeth Banks, Anna Kendrick dan Ben Falcone. Lihat bagaimana emosionalnya tokoh Wendy ketika mendapati video pengaruh hormonnya ditonton jutaan orang di Youtube? Atau ngototnya tokoh Gary tatkala berhadapan dengan sang ayah yang selalu selangkah lebih maju? Atau mindernya tokoh Rosie yang merasa tidak menarik dan tidak pantas mendapat tempat di dunia ideal? Sedangkan pasangan yang mengajarkan banyak hal sekaligus adalah Holly dan Alex dimana kejujuran dan keikhlasan mereka memerlukan proses panjang yang tak jarang menggantungkan harapan pada bantuan orang lain.

Momen teraneh dalam film adalah sewaktu gerombolan ayah yakni Vic, Gabe, Craig dan Patel sering iri pada Davis yang selalu fit dan commitment-free seakan menjadi sindiran tersendiri bagi pria-pria berkeluarga. Rumput memang selalu tampak lebih hijau di sebelah jika kita tak cukup jauh menelaah. Pergeseran dari satu frame ke frame yang lain secara simultan mungkin mengingatkan anda pada apa yang dilakukan Garry Marshall dalam New Year’s Eve (2011) tapi sayangnya tidak dinamis dan terlalu banyak kesamaan yang bernada kebetulan dimana semua wanita tersebut melahirkan di malam yang sama pada rumah sakit yang sama pula? Maybe they called this: intertwining.

What To Expect When You’re Expecting tampak terlalu memaksakan diri untuk muat dalam kemasan komedi romantis dimana subplotnya sendiri terlalu variatif dengan multi-karakter yang dimensional. Segi humor yang disajikan cenderung garing dan membosankan. Beruntung masih ada berbagai momen menyentuh yang mampu menyelamatkan kualitas film yang samasekali tidak sulit ditebak arahnya ini. At one point I actually thought of heartbreaking end. Tontonan yang diperuntukkan sebagai gambaran akan sesuatu yang anda (akan) alami atau sekadar membayangkan saja. See it only if you wanna know about pregnancy and pre-parenthood process with lesser expectations.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$40,420,546 till July 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 06 Februari 2011

THE GREEN HORNET : Duet Lebah Hijau Komedik Berantas Kejahatan

Quotes:
Kato: I was born in Shanghai. You know Shanghai?
Britt Reid: Yeah, I love Japan.

Storyline:
Meski sering berseteru dengan ayahnya yang konglomerat pemilik surat kabar The Daily Sentinel, Britt Reid tetap mewarisi perusahaan tersebut pada akhirnya. Sayangnya Britt seringkali terobsesi pada wanita dan konsep pahlawan super dalam benaknya daripada mengurusi bisnis keluarga tersebut. Saat bertemu asisten ayahnya, Kato yang jago merakit mobil dengan persenjataan canggih, muncul ide Britt untuk membentuk The Green Hornet. Kesalahpahaman misi mereka membuat keduanya menjadi buronan polisi sekaligus penjahat nomor wahid Chudnofsky. Berhasilkah Britt dan Kato yang dibantu asisten cantik Lenore membersihkan nama baik sekaligus memberantas kejahatan?

Nice-to-know:
Awalnya The Green Hornet merupakan acara radio yang disiarkan pada tahun 1936 hingga 1952 dan sempat dikembangkan menjadi serial televisi di tahun 1940an dengan belasan episode.

Cast:
Seth Rogen harus menguruskan badannya 15 kilo untuk peran Britt Reid.
Jay Chou menyingkirkan Stephen Chow dan Jet Li untuk karakter Kato.
Cameron Diaz sebagai Lenore Case
Tom Wilkinson sebagai James Reid
Christoph Waltz sebagai Chudnofsky / Bloodnofsky
David Harbour sebagai Scanlon

Director:
Michel Gondry angkat nama setelah memenangkan Oscar pada tahun 2005 dalam kategori Skrip Asli Terbaik lewat Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004).

Comment:
Pertama kali mendengar proyek ini dikerjakan, ekspektasi saya tidak terlalu tinggi. Apalagi mengetahui ada andil besar Seth Rogen di dalamnya yang bukan hanya bertindak sebagai aktor tapi juga penulis ceritanya bersama dengan Evan Goldberg yang diilhami dari siaran radio lawas karya George W. Trendle. Bukan apa-apa, karena menurut saya Rogen hanya bisa “dijual” di Amerika saja. Untungnya di luar Amerika dan Asia pada khususnya, bolehlah berharap pada sosok biduan pop tenar bernama Jay Chou.
Keduanya dapat dikatakan mendominasi film dari menit pertama sampai terakhir kemunculannya. Mungkin akan mengingatkan anda pada duet khas Amerika-Asia sebelumnya yaitu Tucker dan Chan, disini Rogen dan Chou juga berbagi chemistry sama baiknya yakni mengandalkan bacot dan aksi super cepat! Kasihan sekali melihat Cam terasa sebagai “pemanis” belaka yang menjadi bahan rebutan Britt dan Kato hingga menghancurkan nyaris seisi rumah. Sedangkan Waltz cukup kharismatik sebagai antagonis dengan rambut dan brewok yang mulai kelabu, setidaknya jauh lebih meyakinkan dibandingkan Nic Cage yang semula ditawarkan peran Chudnofsky.
Sutradara Gondry yang pernah sukses luar biasa mengarahkan Jim Carrey dan Kate Winslet menjalankan fungsinya dengan baik. Sekuens aksi terkadang terlalu cepat dengan old-fashioned style sehingga membingungkan untuk diikuti. Lesatan peluru, gerakan tendangan dsb tidak jarang hanya ditampilkan secara siluet saja. Efek 3D yang dibebatkan pada film ini paling terasa pada “motion act” Kato-Vision yang revolusioner ataupun “super-style” The Black Beauty yang canggih itu. Selebihnya tidak terlalu penting untuk ekstra uang yang anda keluarkan.
The Green Hornet tidaklah dibuat untuk mengekor film aksi superhero lainnya yang sudah-sudah tetapi lebih pada interaksi pahlawan super dan sidekicknya (yang sebetulnya lebih hebat itu) dalam berbagi humor sinis selagi beraksi dengan gaya mereka sendiri. Meski menawarkan visualisasi yang cukup menjual, kekurangan jalan cerita yang masih berantakan dan terkesan seadanya ini bisa jadi membagi penonton ke dalam dua kubu yang menyukainya dan yang tidak. Penilaian saya sepertinya netral di tengah-tengah sambil berharap jika ada sekuelnya kelak bisa digarap dengan lebih serius lagi oleh penulis yang lebih jempolan tanpa bermaksud mengesampingkan ego Rogen yang tidak jarang terasa over-the-top itu.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$78,485,016 till Jan 2011.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Senin, 19 Juli 2010

MY SISTER'S KEEPER : Ibuku Sayang Kakakku Malang

Quotes:
Andromeda 'Anna' Fitzgerald-Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister's life.

Storyline:
Anna menyewa pengacara terkenal, Campbell untuk menuntut orangtuanya akan hak atas tubuhnya sendiri meski ia baru berusia 11 tahun. Pasalnya, orangtuanya akan mengambil sebelah ginjalnya untuk diberikan pada saudari kandungnya yang berusia 15 tahun, Kate yang menderita leukemia hingga menjadi kanker ganas. Dan hal ini bukan pertama kalinya karena sejak lahir “Anna” didesain kedua ayah ibunya sebagai penyokong kesehatan Kate. Bagaimana dilema ibu dan anak tersebut dapat terselesaikan pada akhirnya?

Nice-to-know:
Elle Fanning dan Dakota Fanning semula mendapatkan peran Anna dan Kate Fitzgerald tetapi dibatalkan karena Dakota menolak mencukur habis kepalanya sesuai tuntutan skenario.

Cast:
Mendapatkan nominasi Teen Choice Awards 2009 kategori Choice Summer Female Movie Star dalam film ini, Cameron Diaz memerankan Sara Fitzgerald, seorang ibu yang bisa dikatakan tidak bersikap adil pada kedua putrinya.
Jangan ragukan Abigail Breslin yang pernah mendapat nominasi Oscar 2007 kategori Aktris Pembantu Terbaik dalam Little Miss Sunshine (2006). Disini ia bermain sebagai karakter utama Anna Fitzgerald yang seakan kejam terhadapi kakaknya sendiri.
Aktingnya sebagai Kate Fitzgerald bisa jadi membuka pintu kesempatan bagi Sofia Vassilieva yang belum banyak dikenal ini.
Didukung pula oleh Alec Baldwin, Joan Cusack, Jason Patric dan Evan Ellingson sebagai pengacara handal Campbell Alexander, hakim tegas de Salvo, ayah-anak Fitzgerald yaitu Brian dan Jesse.

Director:
Nick Cassavetes pernah dinominasikan Golden Palm Award dalam Cannes Film Festival melalui She's So Lovely (1997).

Comment:
Saya membaca novelnya yang sangat tebal dan detail itu sehingga ekspektasi saya cukup tinggi mendengar kisah tersebut akan difilmkan. Apa yang terjadi kemudian bisa ditebak. Banyak sekali sub plot yang luput dari visualisasinya. Kekhawatiran sutradara Cassavetes akan durasi yang terlalu panjang bisa dimaklumi karena penyelaman setiap tokohnya teramat dalam. Namun di filmnya, fokus hanya ada pada ibu dan dua putrinya yang bernasib malang tersebut.
Diaz berusaha mempotretkan karakter Sara semaksimal mungkin, tetapi pembawaannya masih terasa kurang matang sebagai wanita dewasa yang menanggung beban berat. Chemistry nya bersama Patric juga tidak pas dan mendapat bagian yang sangat minim. Beruntung ada si mungil Abigail dan Vassilieva yang secara brilian mampu menokohkan kakak beradik tersebut dengan baik, Anna yang manis pintar dewasa bersinergi dengan Kate yang tegar bahagia sendu. Sayang sekali karakter yang dimainkan Baldwin, Cusack, Patric dan Ellingson seakan faktor pelengkap saja, jika mendapatkan porsi yang lebih selayaknya di dalam novel mungkin puzzle rangkaian Jodi Picoult tersebut akan lengkap dan lebih bermakna.
Dramatisasi yang dilakukan memang cukup menyentuh di beberapa scene tapi masih kurang maksimal secara keseluruhan. Atas dasar-dasar itulah My Sister’s Keeper hanya akan menjadi drama yang baik (bagi anda yang bukan pembaca novelnya) tetapi tidak luar biasa jika 70% isi novelnya bisa diterjemahkan juga. Dan yang paling mengecewakan saat penulis skrip Jeremy Leven dan Nick Cassavetes mengubah original endingnya demi lebih bersahabat dengan audiens. Andai saja kepiluan seribu makna yang asli itu dapat tersampaikan, mungkin rasa pilu dan shock bisa lebih menggaung di seantero ruangan bioskop.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$33,860,010 till early Dec 2009.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 26 Juni 2010

KNIGHT AND DAY : Tandem Dadakan Tuntaskan Misi Tak Terduga

Quotes:
June Havens-The pilots are dead!
Milner-Yeah, they've been shot.
June Havens-By who?
Milner-By me. No, actually, I shot the first pilot then he accidentally shot the second pilot. It's just one of those things.

Storyline:
Bertekad menghadiri pernikahan adiknya akhir pekan ini, June Havens tanpa sengaja bertemu Roy Miller di bandara. Perkenalan tersebut berlanjut di pesawat dan setelahnya. Lambat laun June mengetahui bahwa Roy adalah seorang agen rahasia cekatan yang tengah diburu dua pihak yang saling berseberangan yaitu FBI yang dipimpin Fitzgerald dan sindikat internasional yang dikepalai Antonio. Hal tersebut dikarenakan Roy menyimpan sumber energi baru yang dihasilkan oleh pemuda culun, SImon lewat sebuah eksperimen. Hari-hari June yang tenang pun berubah menjadi mencekam terlebih ia harus mengandalkan Roy untuk selamat sekaligus menuntaskan misinya tersebut.

Nice-to-know:
Dari judul "All New Enemies" menjadi "Trouble Man" dan sempat dipertimbangkan "Wichita", akhirnya tetap dipakai "Knight And Day". Skripnya pun mengalami pergantian sampai 6x!

Cast:
Tom Cruise pertama kali mendapat nominasi Oscar di usia 28 tahun kategori Aktor Utama lewat Born on the Fourth of July (1989). Disini ia kebagian peran Roy Miller, agen rahasia tangkas dan cerdas yang tengah menuntaskan misi terakhirnya.
Sebaliknya Cameron Diaz memperoleh nominasi Golden Globe pertamanya di usia 26 tahun kategori Aktris Utama Drama/Musikal via There's Something About Mary (1998). Kali ini dia didaulat sebagai June Havens yang bertemu "pria" yang salah yang kemudian menyeretnya dalam petualangan penuh aksi.

Director:
James Mangold terakhir menggarap 3:10 To Yuma (2007) dan Knight And Day ini adalah karya layar lebarnya yang ke-8.

Comment:
Cruise yang nampaknya masih mempertimbangkan lanjutan Mission Impossible seperti melakukan test-pack terhadap audiens dengan film ini. Sayangnya penundaan demi penundaan syuting maupun tanggal rilis bahkan hingga saat terakhir membuat banyak orang pesimis. Oke kita bahas dari plotnya dulu yang masih formula lama tentang agen rahasia yang terlibat misi rahasia hingga melibatkan orang biasa. Terdengar biasa? Coba tengok dulu aksi Cruise dan Diaz kali ini yang faktanya melakukan sebagian besar adegan berbahaya sendiri. Keduanya berbagi chemistry dengan baik dan orisinil, tanpa ada kesan palsu ataupun dipaksakan. Cruise yang nyaris dibilang paruh baya masih cukup mahir melakukan aksi demi aksinya. Diaz seperti biasa menampilkan keanekaragaman ekspresi dan bahasa tubuh yang menarik dari seorang wanita "nol" menjadi "seseorang". Belum lagi karakter-karakter pendukung yang secara porsi jauh di bawah kedua superstar itu tapi tetap tidak mengecewakan. Skripnya terbangun dengan rapi disusul dengan eksekusi yang cermat. Sinematografinya cukup menakjubkan dengan lokasi yang bervariasi di berbagai negara. Sutradara Mangold secara gemilang menampilkan sebuah action yang untungnya dibalut unsur komedi sehingga beberapa logika tidak masuk akal dan elemen-elemen yang berlebihan terasa termaafkan. Prolog dan epilog yang tersaji juga sangat entertaining dan witty. Menonton Knight and Day seakan mengendarai mobil dengan mata tertutup dan kecepatan yang konstan, memilih belokan secara acak tanpa tahu apa yang akan kita temui sepanjang perjalanan.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$27,288,528 in opening week end of Jun 2010.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 23 Mei 2010

SHREK FOREVER AFTER : Lari Ke Dunia Magis Yang Menjebak

Quotes:
Donkey-Man, you are a cat-tastrophe.
Puss in Boots-And you, are ri-donk-ulous.

Storyline:
Kehidupan Shrek dengan Fiona dan tiga bayi ogre yang tenang seketika membuat Shrek jemu dan rindu pada masa lalunya yang bebas merdeka tanpa beban. Keluh kesah ini dengan oleh Rumpelstiltskin yang kemudian menawarkan perjanjian magis untuk Shrek kembali ke masa lalu selama sehari, hanya ditukar sehari dari masa lalunya. Shrek menyetujui tanpa mencium gelagat buruk. Setelah menjalani kehidupan lamanya kembali, Shrek baru menyadari ia kehilangan keluarga dan teman-temannya itu dimana semua orang yang dikenalnya menjadi orang lain disini. Berpacu sebelum matahari terbit, Shrek harus mendapat ciuman dari cinta sejatinya atau musnah selamanya dari peradaban!

Nice-to-know:
Dikabarkan sebagai penutup dari trilogi Shrek sebelumnya sekaligus satu-satunya yang menggunakan teknologi RealD-3D and IMAX 3D.

Voice:
Mike Myers sebagai Shrek
Eddie Murphy sebagai Donkey
Cameron Diaz sebagai Princess Fiona
Antonio Banderas sebagai Puss in Boots
Julie Andrews sebagai Queen
Jon Hamm sebagai Brogan
John Cleese sebagai King Harold
Craig Robinson sebagai Cookie
Walt Dohrn sebagai Rumpelstiltskin / Priest / Krekraw Ogre

Director:
Mike Mitchell terakhir membesut film superhero SMU yaitu Sky High (2005). Shrek 4 ini adalah hanya karya ke-6 nya sejauh ini di luar beberapa serial teve yang ditanganinya juga.

Comment:
Ketiga film Shrek sebelumnya yang terkonsep dengan sangat baik merupakan salah satu animasi favorit saya sepanjang masa. Namun saat mendengar akan ada film keempat dan membaca plotnya, saya cukup pesimis dengan kualitas film ini. Betapa tidak? Shrek diajak masuk ke dunia magis karena keinginannya lari dari kenyataan. Sepintas terdengar seperti campuran Bedazzled, Aladdin ataupun It's A Wonderful Life. Beruntung para pengisi suara melaksanakan tugas masing-masing dengan sangat baik sehingga kedalaman penjiwaan karakterisasinya terasa maksimal. Terima kasih juga pada Walt Dohrn yang memberikan nafas antagonis yang menjadi sumber permasalahan disini. Tokoh-tokoh utamanya selain Shrek di dalam Far Far Away dijungkir balikkan sifat dan peranannya, itu yang membuat installment keempat ini cukup fresh di luar fakta bahwa sebetulnya tidak ada yang baru dari apa yang mereka tawarkan. Animasinya masih terkonsep dengan baik walau unsur magisnya tidak terlalu kental seperti seri-seri sebelumnya. Humornya juga seimbang dan sudah diduga banyak datang dari Donkey dan Puss. Di luar semua uraian tersebut, Shrek Forever After masih merupakan dongeng yang membumi dan mengedepankan pelajaran hidup yang sangat berharga bagi kita semua. Tentunya seperti yang sudah-sudah, endingnya ditutup dengan manis dan kuat dalam menyampaikan pesan yang diembannya. Well done! Semoga ini benar-benar menjadi film penutup dan keempat serinya akan memorable bagi para moviegoers di seluruh dunia.

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 23 Januari 2010

THE BOX : Tombol Satu Juta Dollar Berkonsekuensi Mengerikan

Quotes:
Norma Lewis-You sure do ask a lot of questions.

Walter Lewis-And now you're avoiding them.


Storyline:
Pasangan suami-istri Norma dan Arthur Lewis yang tinggal di pinggir kota bersama putra mereka Walter tiba-tiba menerima hadiah kotak kayu dari seseorang misterius bernama Arlington Steward. Pesannya hanya satu yaitu menerima sejuta dollar apabila dalam waktu 24 jam mau menekan tombol dalam kotak tersebut. Bukannya tanpa konsekuensi, karena aksi tersebut dapat menyebabkan kematian seseorang di suatu tempat di muka bumi yang tidak mereka kenal. Dilema dalam membuat keputusan atas kotak mereka sendiri, Arthur dan Norma harus mempertahankan moral dan kewarasan yang bisa jadi kunci tepat dari semua misteri yang ada.

Nice-to-know:
Film yang mengacu pada referensi angka 13 setidaknya empat kali dalam durasinya ini melakukan keseluruhan syuting di Massachusetts, USA.

Cast:
Tampil serius dalam 2 filmnya di tahun 2009 termasuk My Sister's Keeper, Cameron Diaz disini bermain sebagai Norma Lewis, seorang istri yang mengalami cacat kakinya.
Angkat nama lewat beberapa serial televisi tahun 1990an termasuk The Nanny, James Marsden kebagian karakter Arthur Lewis, salah satu jenius pekerja NASA.
Baru saja dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Terbaik di ajang Oscar lewat Frost/Nixon (2008), Frank Langella memerankan tokoh antagonis misterius, Arlington Steward.

Director:
Sutradara muda usia 34 tahun bernama Richard Kelly ini mengawali karirnya sekaligus penulis cerita The Goodbye Place (1996). The Box adalah film kelimanya.

Comment:
Kata yang paling pas mewakili film ini adalah MEMBINGUNGKAN! Menit-menit awal kita diajak mengenal pasangan Lewis dan kondisi kehidupan lingkungan sekitar mereka yang bisa dikatakan janggal. Gaya yang sama yang dipakai sang sutradara selayaknya Donnie Darko dan Southland Tales sehingga tidak heran jika sebelum satu jam, beberapa penonton sudah angkat kaki. Sisanya yang bertahan hanya termangu di kursi dan tidak menyadari samasekali apa yang baru saja mereka saksikan selama hampir dua jam duduk di dalam bioskop! Saya hanya menangkap sekitar 35% dari inti cerita yang ditawarkan, itupun hanya berupa interpretasi yang tidak pasti. Berterima kasihlah pada kinerja Langella yang menciptakan karakter mengerikan dan juga Marsden yang tertekan dengan semua fakta yang mungkin saling terkait. Diaz nanti dulu, sulit menyaksikannya bermain serius. Kelly selaku pengeksekusi cukup berani mengambil resiko dengan tampil beda menggunakan visi kreatif dalam menerjemahkan cerita yang juga unik. Jika anda hanya mencari hiburan semata, jauhi film ini yang jelas-jelas mengutamakan elemen-elemen film yang dalam, kaya, kompleks dan mampu memprovokasi hal-hal spiritualisme, ekstensialisme dan fenomena alam. Pesan saya, berdiskusilah dengan teman nonton anda setelahnya! Jangan lupakan kata-kata Tuan Steward sebagai berikut: "Your house is a box which you live in. The car that you drove to work is a box, on wheels. When you return home from work you sit in front of a box with moving images. You watch until the mind and soul rots and the box that is your body deteriorates, when finally you are placed into the ultimate box... to rest under the soil and earth."

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$14,961,931 till Dec 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!