XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label antonio banderas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antonio banderas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

PUSS IN BOOTS : Kiprah Kucing Petualang Legenda Kacang Ajaib

Unexpected cool in Latino style. Zorro-alike transforms into cutie fierce cat with its own natural instincts. Fun meows!

Quotes:
Jill: [dangles Puss over a canyon] Is it true a cat always lands on its feet?
Puss in Boots: No! That is just a rumour, spread by dogs!


Storyline:
Puss adalah seekor kucing yatim piatu yang dibesarkan di sebuah panti asuhan bersama si kepala telur bernama Humpty Dumpty. Oleh karena suatu insiden, keduanya yang bersahabat erat harus terpisah. Beberapa tahun kemudian, Puss yang dikenal sebagai kucing bersepatu boot jago pedang ini diajak Kitty Softpaws bertemu kembali dengan Humpty yangmenawarkannya kerjasama melacak jejak kacang ajaib milik duet penjahat Jack dan Jill. Benarkah legenda istana awan dan angsa bertelur emas yang menjadi ambisi Humpty sejak kecil itu benar-benar ada?

Nice-to-know:
Film yang awalnya direncanakan Dreamworks untuk rilis langsung dalam format DVD ini menandakan reuni ke-5 Antonio Banderas dan Salma Hayek.

Voice:
Baru saja menyelesaikan Spy Kids: All the Time in the World in 4D tanpa mencantumkan namanya dalam credit title, Antonio Banderas melanjutkan penyulihan karakter Puss in Boots
Merupakan pemanasan sebelum bermain dalam The Muppets, Zach Galifianakis mengisi suara Humpty Dumpty
Salma Hayek sebagai Kitty Softpaws
Billy Bob Thornton sebagai Jack
Amy Sedaris sebagai Jill
Guillermo del Toro sebagai Komandan / Moustache Man

Director:
Film animasi kedua bagi Chris Miller setelah Shrek The Third (2007).

Comment:
Paska kesuksesan luar biasa franchise Shrek yang telah menelurkan empat film itu dalam jangka waktu satu dekade, Dreamworks Studio memang berupaya keras menciptakan film animasi baru yang setidaknya diyakini dapat dijual di pasaran internasional. Maka muncullah ide untuk membuat spin-off nya yaitu Puss In Boots, tokoh kucing bersepatu boot ahli pedang yang mulai mencuri perhatian sejak Shrek 2 (2004) tersebut.
Karakter yang diciptakan Charles Perrault itu kemudian dikembangkan dalam kisahnya sendiri yang skripnya dikerjakan keroyokan oleh Will Davies, Brian Lynch, David H. Steinberg, Tom Wheeler dan Jon Zack. Plotnya sendiri berkisah mengenai jati diri Puss mulai dari asal usulnya hingga interaksinya dengan tokoh-tokoh yang mempengaruhi jalan hidupnya itu, ditambah dengan penggabungan dongeng legendaris kacang ajaib sampai angsa bertelur emas.

Antonio Banderas masih terpilih melanjutkan Puss dalam aksen Latin yang kental. Karakter Zorro jelas menjadi panutan Puss mulai dari kostum, kelakuan sampai bahasa tubuhnya dan bukan kebetulan Banderas pernah memerankannya beberapa kali dalam live action movie sebelumnya. Selain jago pedang, Puss juga memiliki kemampuan berdansa yang sama baiknya. Tanpa lupa menyebut hipnotis pandangan mata memelasnya yang meluluhkan hati siapapun yang melihatnya.
Zach Galifianakis seperti biasa “juara” dalam menjiwai karakter yang berdiri di antara dua sisi yaitu simpatik sekaligus menyebalkan. Itulah sebabnya Humpty Dumpty amat mencuri perhatian dengan rollercoaster nasibnya yang bisa membuat penonton bingung apakah harus berpihak padanya atau tidak. Salma Hayek memberikan kontribusi tersendiri dengan suara seksinya dalam wujud si cantik Kitty yang bercakar lembut dan panjang akal itu.

Sutradara Miller sangat bergantung pada imej berskala besar. Itulah sebabnya banyak adegan close-up yang menampilkan para karakternya secara detil. Tak jarang, kamera bergerak dinamis memotong layar dalam beberapa bagian sebelum dipersatukan lagi untuk mempermainkan sudut pandang penonton. Efek 3D nya juga cukup menjual dimana syut panjang khusus aksi seru seakan membawa mata audiens ikut “terbang” mengikutinya. Penempatan scoring musik ala salsa dari Henry Jackman juga menjadi nilai tambah spesial mengiringi setiap scene yang disuguhkan.
Puss In Boots tetap setia menampilkan insting alami seekor kucing sebagai humor pintar disana-sini yang mudah sekali memancing tawa dalam komedi situasi, sebut saja mengejar cahaya, meminum susu plus mengeong dalam berbagai ekspresi spontan nan menggemaskan. Terlepas dari gabungan ide orisinil yang menawarkan sedikit kejutan, aksi Puss sebagai petarung dan pecinta ulung tidak boleh dilewatkan begitu saja. Cocok untuk anak-anak dan dewasa sekalipun dimana pesan moral mengenai pengampunan dan kesetiakawanan juga dibebatkan secara pas. Ready for Mexican “aristocat” MEOW, anyone?

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$122,391,873 till mid Nov 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 23 Mei 2010

SHREK FOREVER AFTER : Lari Ke Dunia Magis Yang Menjebak

Quotes:
Donkey-Man, you are a cat-tastrophe.
Puss in Boots-And you, are ri-donk-ulous.

Storyline:
Kehidupan Shrek dengan Fiona dan tiga bayi ogre yang tenang seketika membuat Shrek jemu dan rindu pada masa lalunya yang bebas merdeka tanpa beban. Keluh kesah ini dengan oleh Rumpelstiltskin yang kemudian menawarkan perjanjian magis untuk Shrek kembali ke masa lalu selama sehari, hanya ditukar sehari dari masa lalunya. Shrek menyetujui tanpa mencium gelagat buruk. Setelah menjalani kehidupan lamanya kembali, Shrek baru menyadari ia kehilangan keluarga dan teman-temannya itu dimana semua orang yang dikenalnya menjadi orang lain disini. Berpacu sebelum matahari terbit, Shrek harus mendapat ciuman dari cinta sejatinya atau musnah selamanya dari peradaban!

Nice-to-know:
Dikabarkan sebagai penutup dari trilogi Shrek sebelumnya sekaligus satu-satunya yang menggunakan teknologi RealD-3D and IMAX 3D.

Voice:
Mike Myers sebagai Shrek
Eddie Murphy sebagai Donkey
Cameron Diaz sebagai Princess Fiona
Antonio Banderas sebagai Puss in Boots
Julie Andrews sebagai Queen
Jon Hamm sebagai Brogan
John Cleese sebagai King Harold
Craig Robinson sebagai Cookie
Walt Dohrn sebagai Rumpelstiltskin / Priest / Krekraw Ogre

Director:
Mike Mitchell terakhir membesut film superhero SMU yaitu Sky High (2005). Shrek 4 ini adalah hanya karya ke-6 nya sejauh ini di luar beberapa serial teve yang ditanganinya juga.

Comment:
Ketiga film Shrek sebelumnya yang terkonsep dengan sangat baik merupakan salah satu animasi favorit saya sepanjang masa. Namun saat mendengar akan ada film keempat dan membaca plotnya, saya cukup pesimis dengan kualitas film ini. Betapa tidak? Shrek diajak masuk ke dunia magis karena keinginannya lari dari kenyataan. Sepintas terdengar seperti campuran Bedazzled, Aladdin ataupun It's A Wonderful Life. Beruntung para pengisi suara melaksanakan tugas masing-masing dengan sangat baik sehingga kedalaman penjiwaan karakterisasinya terasa maksimal. Terima kasih juga pada Walt Dohrn yang memberikan nafas antagonis yang menjadi sumber permasalahan disini. Tokoh-tokoh utamanya selain Shrek di dalam Far Far Away dijungkir balikkan sifat dan peranannya, itu yang membuat installment keempat ini cukup fresh di luar fakta bahwa sebetulnya tidak ada yang baru dari apa yang mereka tawarkan. Animasinya masih terkonsep dengan baik walau unsur magisnya tidak terlalu kental seperti seri-seri sebelumnya. Humornya juga seimbang dan sudah diduga banyak datang dari Donkey dan Puss. Di luar semua uraian tersebut, Shrek Forever After masih merupakan dongeng yang membumi dan mengedepankan pelajaran hidup yang sangat berharga bagi kita semua. Tentunya seperti yang sudah-sudah, endingnya ditutup dengan manis dan kuat dalam menyampaikan pesan yang diembannya. Well done! Semoga ini benar-benar menjadi film penutup dan keempat serinya akan memorable bagi para moviegoers di seluruh dunia.

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 08 Agustus 2009

MY MOM'S NEW BOYFRIEND : Mengintai Ibu Mengencani Pencuri Internasional

Quotes:
Henry Durand-You? You have a boyfriend?
Martha Durand-A boyfriend? No... hell no. I'm not gonna make the same mistake I made with your father.
Henry Durand-Okay, good.
Martha Durand-I have several boyfriends.
Emily Lott-Party hearty, Marty.

Cerita:
Agen muda FBI, Henry pulang ke rumah setelah tiga tahun lamanya. Sesampainya disana alangkah kaget melihat ibunya, Marty yang berhasil menurunkan bobot lebih dari 50 kg dan berkencan dengan beberapa pria sekaligus! Tetapi semua tidak menyurutkan rasa hormatnya pada sang ibu terlebih saat tunangannya, Emily yang juga seorang profiler FBI diterima dengan baik oleh Marty. Kegembiraan mereka bertiga berubah saat bertemu dengan pria Latin misterius bernama Tommy. Dalam sekejap Tommy dan Marty menjadi dekat. Belakangan Henry mengetahui bahwa Tommy adalah orang yang dicari-cari FBI karena berprofesi sebagai pencuri barang seni internasional. Cinta, kesetiaan dan kekuatan hukum pun berkolaborasi pada satu ujung tak terduga.

Gambar:
Sepintas mirip film televisi biasa dimana kamera bergerak teratur dari satu scene ke scene yang lain dengan beberapa variasi perpindahannya. Sebagian besar bersetting di Louisiana.

Act:
Antonio Banderas mengawali karirnya sebagai Antonio Juan dalam PestaƱas postizas (1982). Setelah puluhan judul, kali ini ia berperan sebagai pria romantis misterius yang juga pencuri benda seni internasional, Tommy Lucero.
Rasanya tidak perlu memperkenalkan aktris yang bermain film pertama kali dalam Rich and Famous (1981) ini. Meg Ryan pernah menjadi Hollywood's sweetheart dan disini ia masih memperlihatkan daya tariknya di usia yang sudah tidak muda lagi sebagai Marty Durand.
Didukung oleh putra Tom Hanks, Colin Hanks sebagai Henry Durand dan Selma Blair dari dwilogi Hellboy sebagai Emily Lott.

Sutradara:
Sama sekali belum dikenal khalayak, George Gallo memulai debutnya dalam Local Color (2006). Beruntung dalam My Mom's New Boyfriend ini, ia didukung empat aktor-aktris yang sudah dikenal pecinta film Hollywood.

Komentar:
Sebenarnya film yang teramat sangat standar kalau tidak mau dikatakan format televisi atau direct to DVD! Dari segi cerita meski menarik tapi tidak menawarkan sesuatu yang baru. My Mom's New Boyfriend adalah sebuah komedi romantis sebagaimana umumnya, dimana saya masih bisa menikmatinya walaupun tidak ada kesan yang dalam yang mungkin tertinggal selepas menyaksikannya. Ryan, Banderas, Hanks, Blair bermain cukup memikat sesuai porsinya dan mereka tidak perlu terlalu berusaha keras menjiwai perannya masing-masing. In the bottom of the line, this is a suitable romantic comedy, only for those who miss (queen of the genre) Meg Ryan on big screen! That's all.

Durasi:
95 menit

Europe Box Office:
In Spain $446,172 till May 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 14 Juli 2009

THE OTHER MAN : Kematian Istri Kuak Rahasia Cinta Lain

Tagline:
Is knowing the truth worth living a lie?

Storyline:
Di Cambridge, teknisi software Peter telah menjalani pernikahan yang bahagia selama lebih dari 25 tahun bersama desainer sepatu Lisa. Mereka juga dikaruniai seorang putri yang beranjak dewasa, Abigail yang berencana menikah dengan George dalam waktu dekat ini. Selama hidupnya, Lisa kerapkali pergi ke Italia untuk berbisnis dengan Gianni & Gianni Company tanpa diketahui suaminya bahwa ia berselingkuh dengan Ralph..Rahasia tersebut terbongkar setelah kematian Lisa saat Peter menemukan email cinta Ralph di komputer istrinya. Peter yang terluka langsung pergi ke Italia untuk menemukan sosok Ralph yang sesungguhnya.

Nice-to-know:
Laura Linney mengambil alih peran Lisa dari tangan Juliette Binoche.

Cast:
Baik Banderas maupun Neeson sebelumnya terlibat pengisian suara dalam film anak-anak, Neeson sebagai Aslan dalam The Chronicles of Narnia: Prince Caspian (2008) dan Banderas sebagai Ralph dalam Shrek The Third (2007).
Liam Neeson sebagai Peter
Laura Linney sebagai Lisa
Antonio Banderas sebagai Ralph
Romola Garai sebagai Abigail

Director:
Sebelum ini Richard Eyre menggarap Notes on a Scandal (2006).

Comment:
Premis film ini harus diakui menarik, perasaan terdalam suami setia yang mengetahui istri yang disayanginya ternyata selingkuh di belakangnya. Apalagi didukung aktor aktris yang sudah sering wara-wiri di perfilman Hollywood. Neeson yang biasanya garang dan tangkas kali ini terlihat rapuh dan kesepian. Banderas masih dengan peran pria Latin yang flamboyan dan pecinta yang romantisi. Linney sendiri memperlihatkan sosok istri, ibu dan wanita karir sukses yang terlihat sempurna di segala hal. Ketiganya berusaha keras menutupi skrip yang memang sangat lemah tetapi kelihatannya sia-sia saja sebab setelah 30 menit pertama, film ini entah mau dibawa kemana.
Kesalahan terbesar mungkin ada di tangan sutradara Eyre yang seperti kehilangan jiwa dalam mengeksekusi sebuah film. Nyaris semua scene terekat secara dipaksakan padahal seperti berdiri sendiri-sendiri. Belum lagi alur mundur maju dengan pergerakan yang lambat benar-benar membosankan. Konklusi dari semua konflik juga dikonsep begitu saja di 10-15 menit terakhir, meninggalkan penonton dalam pertanyaan. Sebetulnya The Other Man memiliki modal yang baik untuk menjadi sebuah drama yang dalam maknanya, hanya saja segala sesuatunya terasa misleading, misdirect, misinterpret, Too bad!

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 17 Mei 2009

BORDERTOWN : Menyelidiki Kasus Wanita Daerah Terisolir

Tagline:
Lies. Corruption. Murder. One reporter will break the silence.

Cerita:
Dua pria secara brutal memperkosa gadis muda, Eva Jimenez dan meninggalkannya terkubur dalam apsir. Beruntung Eva bisa sadar dan segera keluar untuk mencari pertolongan. Seorang jurnalis Amerika, Lauren Adrian yang juga berdarah Meksiko ditugaskan melacak kasus pembunuhan di Juarez dengan meminta bantuan mantan kekasihnya, Alfonso Diaz yang juga editor surat kabar Meksiko. Tanpa sengaja, Lauren bertemu Eva dan berjanji membongkar semuanya sekaligus menghapus trauma memori Eva. Tapi apakah dengan merekonstruksi kejadian dan mengalaminya sendiri akan membantu Lauren mengungkap semua ataukah membawanya ke dalam bahaya yang tidak pernah ia duga sebelumnya?

Act:
Jennifer Lopez memulai dunia akting sejak My Little Girl (1986) kali ini berperan sebagai Lauren Adrian, jurnalis Amerika kelahiran Meksiko yang harus menghadapi tantangan investigasinya sekaligus menyembuhkan masa lalunya yang kelam.
Mengawali debut layar lebar film berbahasa Inggrisnya di tahun yang sama dengan J.Lo yakni Matador, Antonio Banderas merupakan satu dari sedikit aktor Spanyol yang mampu berkibar di Hollywood. Perannya kali ini sebagai editor surat kabar lokal yang selalu ditentang pemerintah setempat, Alfonso Diaz.
Sejauh ini masih terlibat dalam dunia perfilman Spanyol, Maya Zapata menunjukkan talentanya sebagai Eva Jimenez, gadis muda yang menjadi korban perkosaan sekaligus penganiayaan untuk pada akhirnya berjuang mengenali para pelakunya.


Sutradara:
Pernah mendapat nominasi Oscar untuk naskah penulisan terbaik dalam El Norte (1983) bersama Anna Thomas, Gregory Nava kembali untuk membesut Bordertown yang diangkat dari kisah nyata ini. Keterampilannya membuat film ini terasa begitu nyata dan natural. Great job!

Komentar:
Meski diangkat dari kisah nyata, film ini menyajikan sesuatu yang beda. Konstruksi cerita yang sangat detail dari awal menuntun kita bersimpati pada tokoh Eva Jimenez lalu sampai pada perkenalan terhadap Lauren Adrian dan Alfonso Diaz. Tensi terus meningkat pada pertengahan film dan penyelesaian terakhir ditutup dengan dramatis dan masuk akal. Akting J.Lo patut diacungi jempol karena mampu memberikan nyawa. Terima kasih juga patut dilayangkan pada sang sutradara yang telah memberikan yang terbaik. Sayangnya entah kenapa film yang selesai produksi sejak 2006 lalu ini tidak dirilis internasional termasuk di Amerika. Last not but least, peristiwa mengenaskan yang terjadi di Juarez ini memang sangat miris dan patut disikapi dengan serius, sekaligus menjadi pembelajaran moral bagi kita semua, warga negara bebas yang sudah seharusnya memiliki hak dan kewajiban masing-masing.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!