XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Selasa, 30 Januari 2007

MR. MAGORIUM'S WONDER EMPORIUM : Keajaiban Toko Mainan Hidup

Quotes:
Molly Mahoney-He's 242 years old and...
Edward Magorium-I am not 242! I'm 243! You were at my birthday party. You brought me balloons.

Cerita:
Mr. Magorium sepintas seperti orang tua eksentrik yang ceria, memiliki toko mainan ajaib dan binatang peliharaan zebra bernama Mortimer. Tidak ada yang tahu umurnya sudah mencapai 243 tahun dan ia merasa sudah waktunya "meninggalkan" dunia dan mewariskan semua kepada pegawai kepercayaannya sekaligus manajer toko, Molly Mahoney. Masalahnya Molly tidak percaya diri bahwa ia bisa menjalankan toko tersebut dan lebih memilih untuk meneruskan hobinya bermain piano. Setelah kepergian Mr. Magorium, toko menjadi suram dan kehilangan keajaibannya. Molly yang putus asa memutuskan menjual toko itu dan melanjutkan hidup. Seorang pelanggan kecil, Eric Applebaum meminta bantuan mantan akuntan toko tersebut, Henry Weston untuk meyakinkan Molly. Berhasilkah mereka membangun toko tersebut kembali? Apakah keajaiban bisa kembali terjadi?

Gambar:
Setting toko mainan di tengah kota yang berluas bangunan 700m2 itu menawarkan berbagai hal yang memanjakan mata dengan pewarnaan yang colorful. Menakjubkan!

Act:
Tidak ada yang meragukan aktor kawakan Dustin Hoffman. Tampil dalam dua pertiga pertama film, karakter Mr. Magorium yang eksentrik berhasil diperankannya dengan memikat.
Aktris cantik Natalie Portman kembali menunjukkan kharisma nya sebagai bintang berbakat. Tokoh Molly yang dibawakannya menjadi fun, charming dan opportunist dengan binar mata yang seakan berbicara.
Jason Bateman dan Zach Mills tidak kalah mengesankan sebagai Henry Weston dan Eric Applebaum yang berhasil mengatasi sifat kaku dan penyendiri mereka menjadi orang yang percaya bahwa sebenarnya mereka mampu berubah.

Sutradara:
Zach Helm yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis kali ini merangkap tugasnya. Debut film pertamanya ini tidak buruk. Keajaiban toko mainan berhasil digambarkannya dengan baik. Detil setting pun diperhatikannya dengan seksama. Nice job! Boleh ditunggu karya selanjutnya, The DisAssociate (2010).

Komentar:
Menyaksikan film ini buang jauh-jauh logika anda. Nikmati saja dunia imajinasi dalam toko mainan ajaib yang menakjubkan. Ditambah kehadiran Portman dan Hoffman yang memiliki reputasi baik di Hollywood. Niscaya sesaat anda akan percaya bahwa semua hal yang tak mungkin itu sebetulnya bisa terjadi!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$32,059,442

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 26 Januari 2007

BREAKING AND ENTERING : Memasuki Sistem Mencari Kelemahan

Quotes:
Will Francis-Hi. I'm sorry.
Liv-You smell of perfume.
Will Francis-Well, I don't know how I do.
Liv-Nor do I.
Will Francis-I love you.
Liv-Is that an answer?
Will Francis-It's the truth. I feel as if I'm tapping on a window. You're somewhere behind the glass but you can't hear me. Even when you're angry, like now, it's like someone a long long way away is angry with me.

Cerita:
Arsitek lingkungan sukses berkebangsaan Inggris, Will tinggal bersama teman wanitanya yang berkebangsaan Swedia, Liv dimana hubungan mereka sudah mulai dingin dikarenakan anak Liv, Bea yang autis menyita energi keduanya. Kebutuhan Will akan cinta ditutupi dengan kesibukan project Green Effect bersama Sandy di lingkungan King's Cross yang berbahaya. Semua mulai kacau saat Miro memecahkan kode alarm pada malam hari dan mencuri sebagian perangkat komputer untuk dijual kembali. Di luar dugaan Miro, Will mengikutinya sampai ke flatnya dan bertemu ibunya Amira yang seorang penjahit. Apa yang selanjutnya dilakukan Will?

Gambar:
Selayaknya film Inggris, sebagian besar bersyuting di London yang kental dengan bangunan tua yang rapi tapi berkesan klasik kontemporer.

Act:
Mengawali debut layar lebar di tahun 1994 dalam 2 film yaitu The Crane dan Shopping, Jude Law merupakan contoh aktor Inggris yang sukses di Hollywood. Kali ini bermain sebagai arsitek kesepian, Will yang berusaha menyibukkan diri dengan proyeknya.
Istri Sean Penn, Robin Wright Penn berperan sebagai Liv, seorang ibu yang berdedikasi terhadap putri remajanya yang autis dan membutuhkan perhatian.
Peraih gelar Aktris Pendukung Terbaik Oscar 1997 dalam The English Patient, Juliette Binoche disini kebagian tokoh berkebangsaan Timur Tengah, Amira yang berjuang hidup bersama putra remajanya di sebuah flat sederhana.
Didukung pula oleh Martin Freeman sebagai Sandy dan Rafi Gavron sebagai Miro.

Sutradara:
Berjaya dalam ajang Oscar 2007 sebagai Sutradara Terbaik, Anthony Minghella kembali dalam drama Inggris yang kental dengan tema kehidupan.

Komentar:
Pertama yang menjadi rekomendasi adalah jajaran cast yang bermain sangat baik di film ini dan saling mendukung. Kedua adalah isu yang diangkat dimana terstruktur dengan baik dan sulit ditebak arahnya. Dua hal tersebut rasanya cukup memperkuat alasan anda menonton film ini. Terlepas dari endingnya yang terlalu rapi, Breaking And Entering berhasil meningkatkan intensitas minat menonton anda mulai dari awal sampai akhir dengan jalinan konflik cerdasnya. Buktikan sendiri!

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$928,960 till Apr 2007

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

FLYBOYS : Drama Perjuangan Para Pilot Pesawat Tempur

Quotes:
Reed Cassidy-Some day it'll just end. Everyone will go home, get on with their lives. Tall grass will cover the battlefields. And all the pilots we've lost won't mean a damn thing.

Cerita:
Perang Dunia I telah mulai di Eropa tahun 1917, AS masih belum terlibat. Tapi banyak pemuda Amerika pergi ke Perancis dan bergabung dengan pasukan sekutu, skuadron tempur Lafayette Escadrille. Sementara itu pihak Jerman punya pesawat, persenjataan dan pilot yang lebih baik. Pilot pesawat tempur rata-rata berumur pendek. Lalu mengapa mereka mau terlibat sementara negara mereka sendiri tak terlibat perang? Inilah saat bagi mereka untuk berpetualang. Blaine Rawlings terpaksa meninggalkan Arizona setelah usaha pertanian keluarganya disita oleh bank. Blaine Lowry merasa gagal dalam hidupnya dan merasa malu pada ayahnya yang kaya raya. Seorang petinju kulit hitam Eugene Skinner telah tinggal lama di Perancis dan ingin berbakti pada negara barunya. Pasukan Amerika dikomandio warga Perancis, Kapten Georges Thenault dan pemimpin skuadron, Reed Cassidy. Mereka adalah pasukan pilot pesawat tempur terhebat di dunia!

Gambar:
Sinematografi yang cukup mengagumkan terutama beberapa adegan pertempuran antar pesawat di udara.

Act:
James Franco yang cuma menjadi sidekick dalam film superhero terlaris Spiderman kali ini didapuk sebagai pemeran utama, Rawlings yang setia kawan dan tidak kenal takut.
Jennifer Decker sebagai gadis Perancis love interestnya Rawlings, Lucienne yang bermain memikat disini.
Martin Henderson yang pernah mendampingi Naomi Watts dalam The Ring memerankan Cassidy yang kalem tapi berjiwa pemimpin.Jangan lupakan aktor kawakan Jean Reno sebagai Kapten Thenault yang angkuh dan tegas.

Sutradara:
Aktor-produser-sutradara, Tony Bill yang lebih banyak berkecimpung di dunia televisi dipercaya memegang film epik Flyboys. Tidak terlalu buruk memang, hanya saja gaya pertelevisiannya masih melekat sehingga kesan megah untuk tontonan layar lebar kurang didapat.

Komentar:
Menyaksikan Flyboys mungkin awalnya membuat kita berharap banyak, terutama melihat jajaran cast yang cukup menjanjikan. Tapi sayang karena melihat keseluruhan aspek, film ini hanya sampai pada taraf lumayan. Ada sesuatu yang kurang dari segi penceritaan sehingga terkesan turun naik sepanjang film. Namun tetap menarik menyaksikan melihat pertempuran udara dari jarak dekat dengan teknik yang tergolong detail yang memang daya jual utamanya.

Durasi:
130 menit

U.S. Box-Office:
$13,082,288 till end of 2006

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 17 Januari 2007

BLOOD DIAMOND : Pergulatan Konflik Berlian Berdarah Sierra Leone

Quotes:
Danny Archer-So, don't tell me you're here to make a difference, huh?
Maddy Bowen-And you're here to make a buck?
Danny Archer-I'm here for lack of a better idea.
Maddy Bowen-That's a shame.

Cerita:
1999 di Sierra Leone, seorang pemancing Solomon Vandy mendambakan anaknya Dia menjadi dokter. Sayang semua kandas saat kaum pemberontak menyerang desa dan menculiknya untuk bekerja di penyaringan berlian. Saat menemukan berlian pink besar dan berusaha menyembunyikannya, komandan pemberontak melihat Solomo melakukan itu tepat di saat kaum pemberontak mendapat serangan dadakan. Belakangan hal tersebut diketahui penyelundup berlian Danny Archer dari Zimbabwe yang membebaskan Solomon dan memintanya untuk menukar berlian demi kebebasan keluarganya. Dengan bantuan jurnalis Amerika yang idealis, Maddy Bowen, Danny berhasil menemukan lokasi tahanan istri dan anak Solomon. Berhasilkah kolaborasi itu mendapatkan tujuan mereka masing-masing di saat semua bentuk bahaya mengancam?

Gambar:
Suasana pemberontakan dan kehidupan keras Sierra Leone berhasil digambarkan secara gamblang dimana nyawa manusia bisa begitu murah harganya.

Act:
3 kali dinominasikan pada tahun 1994, 2005 dan di film ini rupanya Oscar belum berpihak pada Leonardo DiCaprio. Meskipun hampir semua pihak yakin suatu saat piala tersebut akan mampir ke tangannya. Sebagai Danny Archer, Leo mampu bertransformasi dengan baik, terbukti dari aksen Afrika yang dilakukannya dengan mulus.
Jennifer Connelly yang pernah memenangkan Oscar Aktris Terbaik dalam A Beautiful Mind (2001) kali ini berperan sebagai jurnalis cantik yang idealis, Maddy Bowen. Penampilannya yang segar dan cekatan cukup pas di tengah situasi dinas yang tidak menguntungkan.
Gagal menyabet penghargaan di ajang Academy Award pada tahun 2004 tidak menyurutkan langkah Djimon Hounsou untuk terus berkarir. Penampilan gemilang meyakinkan sebagai seorang ayah yang berusaha menyelamatkan keluarganya sekaligus pemancing Solomon Vandy membuahkan satu nominasi kembali.

Sutradara:
Terakhir kali dipuji saat membesut The Last Samurai (2004), Edward Zwick membuat Blood Diamond dengan tempo cepat. Casting yang brilian menampilkan aktor-aktris kaliber Oscar. Plot cerita yang sebetulnya biasa tapi menjadi unik karena menyangkut isu kemanusiaan di negara Afrika.

Komentar:
Pertama saya tertarik melihat sinopsis singkat film ini disertai dengan jajaran cast yang menjanjikan, tapi belakangan agak kehilangan minat saat membaca beberapa review tentang film ini yang sebagian mendiskreditkan usaha Leo disini. Namun setelah menyaksikan sendiri, satu kata yang mewakilinya: SPEKTAKULER! Blood Diamond merupakan film yang menghibur sekaligus sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang nyata. Sebuah film yang pantas mendapat pengakuan di ajang penghargaan bergengsi dunia, terlepas dari unsur kekerasan yang cukup detail tersaji.

Durasi:
135 menit

U.S. Box-Office:
$57,312,489 till April 2007

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 22 November 2006

HARSH TIMES : Masa Sulit Hidup Pensiunan Tentara Perang

Quotes:
Mike Alvarez-I love you, fuckin' shit bag.
Jim Davis-I love you too. I'm gonna miss you, brother. I'm sorry. I'm sorry.
Mike Alvarez-Everything's gonna be okay.
Jim Davis-Yeah. Yeah. I know.

Cerita:
Setelah kembali dari Gulf War, tentara Jim Davis mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan peradaban yang normal karena stress paska trauma dan juga bayangan saat ia menghabisi banyak nyawa selama perang. Jim berupaya mencari kerja untuk mencari uang dengan melamar sebagai polisi. Sambil menunggu, ia kerap bermain bersama teman baiknya Mike Alonzo yang sudah memiliki tunangan cantik bernama Sylvia. Menyelami jalanan L.A. sepanjang malam, mereka berdua terlibat kejahatan yang tidak terencanakan. Bagaimana akhir nasib kedua sobat tersebut dalam situasi yang sama sekali tidak menguntungkan?

Gambar:
Bersetting di Mexico dan Callifornia, Harsh Times banyak menampilkan adegan liar yang terkesan sangat riil.

Act:
Mulai dikenal sejak membintangi American Psycho (2000), karir akting Christian Bale terus menanjak tajam. Disini sebagai pensiunan tentara perang Jim Davis yang kesulitan menyesuaikan hidup, Bale menampilkan penokohan yang kuat.Aktor yang sebelum ini terlibat dalam serial teve ternama Six Feet Under, Freddy Rodriguez sebagai Mike Alonzo yang ugal-ugalan dan tidak terlalu memikirkan masa depan.
Eva Longoria sebagai Sylvia, tunangan Mike yang posesif sekaligus mengingin kehidupan berpasangan normal.

Sutradara:
Pria kelahiran Illinois 1968, David Ayer berkesempatan menyutradarai film layar lebar pertamanya dalam Harsh Times ini setelah sebelumnya lebih sering bertindak sebagai penulis termasuk Training Day (2001) yang sukses secara kualitas itu.

Komentar:
Harus diakui paruh pertama Harsh Times sangat sulit diikuti dalam arti lambat karena seperti menyaksikan potongan puzzle yang tidak jelas maknanya. Tapi seiring berjalan terutama menjelang akhir, film ini menawarkan sesuatu yang menarik dari segi ketegangan dan twist endingnya. Karakter sekaligus nasib kedua tokoh utama yang sukar ditebak dalam artian positif menambah nilai plus film ini.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$3,335,839 till end of 2006

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 22 Agustus 2006

I’LL STILL KNOW WHAT YOU DID LAST SUMMER : Seseorang Tahu Rahasia Kelam Mereka

Quotes:
Colby Patterson-What about you, Zoe? You must have some dirty little secrets.
Zoe-Yeah, I heard you suck in bed.

Cerita:
Perayaan 4 Juli di sebuah kota kecil Broken Ridge daerah Colorado, Colby dan pacarnya Amber beserta teman-teman mereka, Zoe, Roger dan PJ bermain-main dengan legenda nelayan pembunuh. Sayangnya suatu insiden malah menewaskan salah satu teman mereka tanpa sengaja, mereka pun berjanji untuk mengubur rahasia itu. Setahun berlalu, Amber mendapat pesan "I'll Always Know What You Did Last Summer" dan segera memberitahu teman-temannya yang mungkin tanpa sengaja membocorkan rahasia lalu mereka. Di saat kebingungan, muncul sesosok berjubah hitam panjang dengan kait di tangannya yang siap menjadi mimpi buruk mereka berlima.

Gambar:
Video quality? What can u expect?

Act:
Brooke Nevin sebagai Amber
David Paetkau sebagai Colby
Torrey De Vitto sebagai Zoe
Seth Packard sebagai Roger
Clayton Taylor sebagai PJ
Tidak ada yang mengesankan dari mereka berlima.

Sutradara:
Sylvain White justru baru angkat nama setelah film ini yaitu Stomp The Yard yang disukai publik Amrik sana. Dalam film ini, White terlihat tidak terlalu memaksakan diri karena sejak awal sekuel ketiga ini memang langsung diedarkan dalam format video.

Komentar:
Jangan bandingkan dengan dua prekuelnya yang mencapai hit itu. Film ini cenderung tidak masuk akal dan tanpa penjelasan apa-apa. Scene demi scene mengalir begitu saja tanpa arti. Mungkin akan lebih baik jika dari awal film ini tidak dibuat!

Durasi:
90 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 13 Januari 2006

RUNNING WILD : Kolaborasi Maut Jaksa dan Mantan Detektif

Tagline:
No Law. No Compromise. Only My Rules.

Cerita:
Jang Do Young adalah seorang detektif bagian pembunuhan yang lekas naik darah, yang telah kehilangan kepercayaan pada hukum. Oh Jin Woo adalah seorang jaksa penuntut terkenal. Tahu bahwa mereka memiliki target yang sama, mereka memutuskan untuk bekerjasama. Ketika menyelidiki lebih dalam, sebuah konspirasi yang sangat besar menunggu mereka dimana Yoo Kang Jin, boss dari keluarga Kuryong terlibat. Merasa terancam, Yoo memeras keluarga Jang dan mengeluarkan Oh dari kasus tersebut. Sekarang sebuah pertempuran tak terelakkan dimulai antara dua pria dan gembong dari dunia kriminal.

Gambar:
Adegan kejar-kejaran dan berkelahi cukup dominan disyut di sepanjang jalan kota.

Act:
Pertama kali membintangi Volcano High (2001), Kwan Sang Woo terus melejit menjadi aktor idola Korea. Disini bermain sebagai Jang Do Young yang temperamen dan sulit diatur.
Muncul lewat debutnya dalam Bye June (1998), karir akting Yoo Ji Tae cukup stabil. Kali ini berperan sebagai Oh Jin Woo, jaksa penuntut yang gila kerja dan selalu tuntas dalam mengusut setiap kasusnya dengan tangan dingin.

Sutradara:
Terakhir kali terlihat menyutradarai komedi Please Teach Me English (2003), Kim Sung Su kembali dalam film action thriller yang keras ini.

Komentar:
Inti film bercerita tentang korupsi dan kehidupan liar negatif orang-orang yang melawan hukum. Sama halnya seperti CSI, Miami Vice dsb hanya versi Korea. Baik atau buruk? Saya harus akui, porsi action mendapat perhatian besar dan menjadi jualan utamanya hanya saja karena terlalu diekspos terkadang mengganggu logika bercerita. Karakter dua tokoh utama bertolak belakang, satu kalem, satu berangasan. Formula biasa bukan? Untungnya ending yang tidak biasa dan cukup keren membantu penilaian Running Wild secara keseluruhan.

Durasi:
120 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 29 Oktober 2003

HOLLYWOOD HOMICIDE : Kerjasama Dua Detektif Memecahkan Kasus Industri Rekaman

Quotes:
K.C.-I know you're gonna say it's none of my business, but when's the last time you got laid?
Joe Gavilan-Non
e of your business.

Cerita:
Detektif polisi handal Joe Gavilan dipasangkan dengan partner baru K.C. Calden belum berhasil mengungkapkan pembunuhan di Tinseltown sehingga harus berkonsentrasi untuk sementara waktu pada hal-hal lain. Joe menjual real estate walau tidak terlalu berhasil dan K.C. mendambakan menjadi seorang aktor sambil menjadi guru yoga bagi sekelompok wanita muda nan seksi. Keduanya lambat laun harus saling beradaptasi untuk masuk ke industri rekaman yang dipercaya menjadi kunci dari semua kasus pembunuhan yang terjadi belakangan ini.

Gambar:
Sepenuhnya bersetting di California, Hollywood Homicide menyajikan scene-scene yang sangat realistis mengenai kehidupan sehari-hari Joe dan K.C. yang sepintas terasa menjemukan.

Act:
Sebelum ini gagal mengangkat K-19 : The Widowmaker (2002), Harrison Ford tetap dipercaya membidani Hollywood Homicide sebagai detektif senior Joe Gavilan yang flamboyan dan sok pintar.
Mengawali karirnya dalam remake Halloween H20 : 20 Years Later, Josh Hartnett cukup aktif bermain film 1-2 judul per tahunnya termasuk perannya disini sebagai detektif muda K.C. Calden yang lembut dan ambisius dan lembut.

Sutradara:
Sulit dipercaya sutradara kawakan Ron Shelton sejauh ini baru menghasilkan 7 judul termasuk debutnya Bull Durham (1988). Belum ada karya-karyanya yang dikenal luas publik alias mencetak box-office.

Komentar:
Paruh pertama film ini boleh dibilang teramat sangat menjemukan. Plot berputar-putar pada kehidupan Ford dan Hartnett yang seakan tidak terlalu penting untuk diketahui. Paruh kedua barulah drama komedi kepolisian ini berlangsung cukup menarik dikarenakan interaksi kedua tokoh utama mulai menimbulkan "riak" dan bekerjasama untuk memecahkan kasus pembunuhan (jika memang bisa disebut kasus!). Tapi semua itu sepertinya tidak mampu menolong kualitas film keseluruhan. Banyak pihak merasa Hartnett adalah miscasting dan Ford sudah memasuki "masa lelahnya" sehingga apa yang bisa dijual film ini, belum lagi ditambah storyline yang tumpang tindih dan saling (dipaksakan) terkait. Saya jamin penonton tertawa bukan karena leluconnya tapi karena apa yang ingin dijual film yang benar-benar "Double H (Harrison&Hartnett) for Hollywood Homicide".

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$30,013,346 till Aug 2003

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 30 Juli 1999

THE BLAIR WITCH PROJECT : Tersesat Mencari Penyihir Misterius

Tagline:
Everything you've heard is true.


Storyline:
Oktober 1994, tiga pelajar sekolah film masing-masing Heather, Josh dan Mike menelusuri hutan Blair untuk mencari bukti-bukti legenda urban Penyihir Blair. Petunjuk didapat lewat serangkaian interview terhadap penduduk lokal yang mempercayai keberadaan Penyihir Blair tersebut. Awalnya tidak ada yang aneh selain tumpukan batu-batu yang ditata dengan tangan ataupun susunan ranting-ranting membentuk simetris. Namun saat tersesat di tengah hutan dan kehilangan arah, mereka mulai panik terlebih setelah terdengar suara-suara aneh. Benarkah Penyihir Blair masih hidup dan tidak segan-segan berbuat keji pada siapapun yang mengganggunya?

Nice-to-know:
Tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai film indie berbujet rendah 22 ribu dollar yang menghasilkan 240 juta dollar sehingga persentase rationya paling tinggi yang pernah dibuat.

Cast:
Heather Donahue sebagai Heather
Joshua Leonard sebagai Josh
Michael C. Williams sebagai Mike

Director:
Kolaborasi Daniel Myrick dan Eduardo Sánchez yang menulis sekaligus menyutradarai film pertamanya ini.

Comment:
Lebih dari satu dekade lalu saya mendengar tentang film ini tetapi tidak pernah berkesempatan untuk menyaksikannya hingga saat ini. Dan film ini merupakan salah satu pionir mockumentary yang sangat menjamur dalam lima tahun terakhir dan tentunya tidak adil jika saya membandingkannya dengan Paranormal Activity ataupun judul-judul lain bergenre serupa.
Duet Myrick dan Sánchez terbukti ampuh. Skrip yang ditulis mereka benar-benar believeable, terlepas dari elemen-elemen dasar yang digunakan tapi tidak jatuh menjadi klise. Penggarapannya tergolong memuaskan untuk kategori amatir dimana proses editing yang minimal menegaskan konsep otentik film ini termasuk konsep hitam putih yang kadang dihadirkan. Namun kelemahannya, kamera yang bergoyang-goyang bisa jadi akan memusingkan anda.
Donahue, Leonard dan C. Williams tampil kompak dengan penjiwaan yang natural. Mereka memang dituntut melakukan improvisasi sendiri dan hasil akhirnya cukup meyakinkan. Ketiganya berhasil memperlihatkan bahasa tubuh depresif yang kentara dibandingkan menjelaskan situasi yang dialami dengan kata-kata yang biasa dilakukan. Penonton tidak keberatan untuk mengikuti perjalanan nasib apa yang akan menimpa mereka dalam pencarian misterius itu.
Meski harus diakui slow moving, The Blair Witch Project merupakan salah satu mockumentary terbaik yang pernah dibuat. Tidak ada satupun unsur-unsur ketakutan yang dibuat-buat disini. Dengan perlengkapan yang minimalis semakin menegaskan bujet rendah yang dimilikinya tetapi semua itu cukup beralasan untuk mempertahankan konsep alami. Sekaligus memaksimalkan imajinasi penonton dalam merangkai visualisasi horor di benaknya masing-masing dibandingkan harus menggunakan spesial efek berlebihan.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$140,530,114 till Nov 1999

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 15 Januari 1999

AT FIRST SIGHT : Ujian Cinta Dalam Kebutaan

Quotes:
Virgil-Who are we kidding? I’m blind. I can’t see. See I don’t belong here. I’m not meant to see.
Amy Benic-You’re darn right you’re blind. I’m standing right here for you and you don’t even look.

Cerita:
Seorang arsitek perfeksionis, Amy Benic mengambil liburan di sebuah kota kecil dimana ia bertemu pemijat buta, Virgil Adamson. Dalam waktu singkat, keduanya saling jatuh cinta. Amy melakukan penelitian tentang operasi kornea untuk penderita katarak dan mengungkapkan ide tersebut kepada Virgil. Setelah melalui perdebatan, Virgil akhirnya setuju dan operasi tersebut berhasil. Kesulitannya adalah Virgil harus mempelajari banyak sekali hal untuk melatih indera penglihatannya tersebut. Masalah demi masalah mendera keduanya. Namun problem terbesar harus dihadapi bahwa Virgil mungkin akan kehilangan matanya kembali. Bagaimana Amy menyikapi semua itu?

Gambar:
Sudut-sudut kota Manhattan, urban sampai sub-urban berhasil ditangkap dengan pas di berbagai nuansa musim.

Act:
Memulai karir dalam Top Secret! (1984), Val Kilmer merupakan salah satu aktor papan tengah Hollywood yang bertahan lama. Dalam film ini, Val bertransformasi menjadi Virgil, pemijat buta yang berhati tulus tapi mendadak menjadi sensitif saat mendapat penglihatan baru.
Mira Sorvino paling dikenal di Indonesia lewat film sains fiksi Mimic (1997) kali ini kebagian peran sebagai arsitek cantik yang perfeksionis dan selalu berpikir jauh ke depan, Amy Benic yang juga mengalami kegagalan pernikahan dengan pria yang akhirnya menjadi rekan kerjanya.
Aktris lawas yang berakting sejak tahun 1983, Kelly McGillis sebagai Jennie Adamson, kakak Virgil yang sangat protektif terhadap adiknya yang kurang secara fisik.

Sutradara:
Pria kelahiran New York 1931, Irwin Winkler mulai dikenal luas sejak drama thrillernya The Net (1995) mencetak hit sekaligus melejitkan nama Sandra Bullock. Kinerja Irwin dalam At First Sight boleh diacungi jempol karena menguasai unsur-unsur drama dengan sangat baik.

Komentar:
At First Sight seakan terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama mengisahkan pertemuan Indah Amy dengan Virgil yang masih buta, bagaimana cara mereka berinteraksi untuk mengenal satu sama lain. Bagian kedua menekankan perjuangan Amy dan Virgil paska operasi mata, bagaimana cara mereka mengatasi masalah yang ada. Untungnya kedua bagian tersebut saling bersinergi dengan indah sehingga menghasilkan drama romantis yang menyentuh yang konon diilhami dari kisah nyata. Penjiwaan yang baik dari cast inti nya juga memberikan kekuatan sendiri. Niscaya anda akan tertawa sekaligus terharu saat menyaksikan film yang tidak sempat dirilis di bioskop Indonesia ini.

Soundtrack:
”It Never Entered My Mind” by George Shearing
A Kiss to Build a Dream On” by Louis Armstrong
”They Can’t Take That Away from Me” by Ella Fitzgerald and Louis Armstrong
”Let’s Keep it Going On” by She Moves
”Purpose to Be” by Nadirah Shakoor
”Y.M.C.A.” by The Village People
”Burn Rubber on Me (Why You Wanna Hurt Me)” by The Gap Band
”Easy Come Easy Go” by Diana Krall
”Mack The Knife” by Diana Krall
”Slapshot-The New York Rangers ‘Goal Theme’” by Bad Apple
”Love Is Where You Are” by Diana Krall

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$22,326,247 till March 1999

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!