XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label wes bentley. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wes bentley. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

GONE : Lazy Thriller Little Suspense

Tagline:
No one believes her. Nothing will stop her.

Nice-to-know:
Film yang berlokasi syuting di Portland, OR yang juga kampung kelahiran Joel David Moore ini tidak mengadakan screening di awal rilis.

Cast:
Amanda Seyfried sebagai Jill
Daniel Sunjata sebagai Powers
Jennifer Carpenter sebagai Sharon Ames
Wes Bentley sebagai Peter Hood
Sebastian Stan sebagai Billy
Nick Searcy sebagai Mr. Miller

Director:
Pria Brazil yang mengawali karir penyutradaraan feature film berjudul Nina (2004) bernama Heitor Dhalia ini mengerjakan film keempatnya sejauh ini.

W for Words:
Pemilihan judul film ini terbilang amat sederhana sehingga sulit bagi penonton untuk mereka apa kira-kira yang ingin disuguhkan oleh sutradara Dhalia dan penulis skrip Allison Burnett. Namun melihat nama dan wajah Amanda Seyfried terpampang besar-besar di poster, rasanya dialah nilai jual sekaligus karakter utama yang ingin dikedepankan. Sah-sah saja mengingat gadis bermata besar ini tengah naik daun di Hollywood berkat peran-peran yang sukses mencuri perhatian.
Jill yang baru pulih dari trauma penculikan yang dialaminya bertahun-tahun lalu kembali dilanda rasa takut saat adiknya yang alkoholik, Molly menghilang. Kasus yang belum terungkap membuat Jill yakin hal serupa akan akan terulang kembali. Jill menghubungi polisi yang tidak mempercayai kisahnya termasuk Peter Hood yang terus mengawasinya. Akankah Jill harus menghadapi sang penculik sendirian sekaligus membahayakan nyawanya sendiri?

Seyfried sendiri terbilang berhasil memerankan Jill yang paranoid (atau gila) karena dirundung kecemasan berlebihan. Meski demikian kemampuannya menganalisa, mencari alibi, mengumpulkan bukti sekaligus beraksi sendiri menghadapi penculik patut diacungi jempol. Terima kasih pada stereotype dimana pihak kepolisian lagi-lagi tidak bertindak sesuai harapan. Heroine wanita dalam sebuah film tergolong lebih mampu menimbulkan simpati penonton karena dianggap kurang “berdaya”.
Sepanjang film mungkin anda berusaha menebak apakah pelakunya ternyata salah satu dari orang-orang yang dikenal Jill. Kecurigaan bisa jadi dilayangkan pada polisi Peter atau kekasih Molly yaitu Billy. Suspensi tersebut disimpan rapat-rapat hingga bagian ending tapi sayangnya tak akan terlalu mengesankan anda pada akhirnya. Itupun dengan catatan, anda mampu bersabar menunggu menit demi menit dari sutradara Dhalia yang menggunakan tipikal film klasik Noir tanpa tendensi itu.

Bukan hanya itu, Dhalia tampak terlalu berusaha keras menghadirkan dunia yang gelap, misterius dan penuh sarkasme dimana setiap orang tampak memiliki agenda tersembunyi masing-masing. Hal yang mengaburkan batas antara nyata atau tidak sehingga penonton sulit untuk mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Gone memang lebih terkesan sebagai thriller kelas B dalam nuansa modern, hanya saja ambiguitas yang tak terjawab sempurna sangat mungkin meninggalkan rasa tidak puas selepas credit title bergulir.

Durasi:
94 menit

U.S. Box Office:
$11,527,305 till March 2012

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 22 Maret 2012

THE HUNGER GAMES : Hungry Young Souls Against Autocracy













Quotes:
Haymitch Abernathy: This is the time to show them everything. Make sure theyremember you.

Nice-to-know:
Pada tanggal 22 Februari, empat minggu sebelum rilis, Lionsgate mulai menjualtiket di muka. Tidak hanya berhasil memecahkan rekor per hari yang dicetak olehThe Twilight Saga: Eclipse sebelumnya tetapi mengumpulkan 83% dari total penjualanhari tersebut.

Cast:
Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen
Stanley Tucci sebagai Caesar Flickerman
Josh Hutcherson sebagai Peeta Mellark
Wes Bentley sebagai Seneca Crane
Willow Shields sebagai Primrose Everdeen
Liam Hemsworth sebagai Gale Hawthorne
Elizabeth Banks sebagai Effie Trinket

Director:
Merupakan film ketiga bagi Gary Ross yang pertama kali diawali olehPleasantville (1998).

W for Words:
Selepas 7 seri Harry Potter berakhir, wajar jika banyak pecinta film di seluruhdunia menantikan kehadiran franchise baru yang sedianya dapat selalu ditunggukelanjutannya. Harapan itu ada pada novel trilogy milik Suzzane Collins yangterdiri dari The Hunger Games, Catching Fire dan Mockingjay. Trailer seripertama yang sudah wara-wiri sejak akhir tahun lalu ini nyatanya suksesmemancing perhatian publik dimana skripnya digarap sendiri oleh Collins bersamasutradara Gary Ross yang juga dibantu oleh Billy Ray ini.
Capitol memilih sepasang remaja laki-laki dan perempuan dari 12 distrik untukberkompetisi dalam ajang The Hunger Games ke-74. Mengajukan diri sebagaipengganti adiknya Primrose yang terpilih, Katniss Everdeen harus meninggalkansahabatnya Gale untuk bergabung dengan Peeta Mellark. Mentor mereka adalahCinna dan Haymitch yang mengajarkan trik khusus agar mendapat simpati daripenonton sehingga mau memberikan sponsor yang mungkin saja mempengaruhi hasilakhir permainan yang tinggal menyisakan satu orang saja tersebut.

Premisnya mungkin akan lumayan brutal dalam bayangan anda. Namun sutradara Rossdengan cerdas memanipulasi berbagai aksi di antara para kontenstan untukmenyelamatkan rating Remaja yang disematkan pada film ini. Adegan kekerasanmemang terlihat di beberapa bagian tapi tidak eksplisit menampilkan darah.Sebaliknya sisi kemanusiaan turut ditekankan, dimana remaja-remaja ini seakanmenjadi tumbal para Pemerintah sehingga mengundang simpati siapapun yangmelihatnya.
Jennifer Lawrence pernah dinominasikan Oscar kategori Aktris Terbaik bukantanpa alasan. Ia mewakili kekuatan, ketakutan, kemauan hingga kelembutan hatiKatniss dengan penjiwaan yang baik. Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth jugamenjadi padanan yang seimbang bagi Lawrence meskipun nama tersebut belakangantidak terlalu dominan disini. Siapa yang tahu jika cinta segitiga ini akanbersemi pada sekuelnya di kemudian hari. Another Twilight wannabe perhaps?

Aktor-aktris pendukung yang sudah punya nama juga menuntaskan tugasnya denganmaksimal, sebut saja Stanley Tucci yang menggelikan sebagai presenter televisi Caesarlayaknya The Truman Show, Donald Sutherland yang mengerikan sebagai PresidenSnow, Woody Harrelson yang eksentrik sebagai mentor pemabuk Haymitch. Janganlupakan juga si menyebalkan Wes Bentley sebagai Seneca dan Elizabeth Banks yangtampil bak Lady Gaga sebagai Effie dengan make-up dan rambut warna-warninya.
Bagi yang sudah membaca bukunya niscaya akan menyukai perubahan minor dari Rossyang berhasil mempertajam narasi, apalagi suguhan musik T-Bone Burnett danJames Newton Howard yang semakin mengangkat semangat permainan itu sendiri.Sejujurnya saya belum menemukan sesuatu yang terlalu istimewa dari seri pertamanyaini walau mengakui adanya potensi besar di dalamnya untuk pengembangan yanglebih dalam di masa mendatang. Konsep “perburuan” yang terlalu berlarut-larutdengan “aturan” membunuh yang tidak biasa memang tak jarang membuat penontonmenguap ataupun mengernyitkan dahi. Beruntung jajaran cast dan eksekusi ciamikRoss masih menjadikan The Hunger Games tontonan yang berkelas dan memilikipesan moral di dalamnya. Yes, it’s us versus the government, hungry for justiceagainst hungry for autocracy!

Durasi:
142 menit

U.S. Box Office:.
$50,451,681 till Feb 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 24 Oktober 2008

P2 : Terjebak Dalam Basemen Gedung Bersama Psikopat

Quotes:
Thomas-What kind of car does he drive?
Angela Bridges-I don't know.
Thomas-You don't know? You don't know what kind of car your fiancé drives?
Angela Bridges-A Toyota.
Thomas-A Toyota? Now. that is a fast car. He could be here any minute...

Cerita:
Angela pulang terakhir pada malam Natal di kantornya. Saat berusaha menstarter mobilnya di basement P2, mesinnya tidak mau menyala. Datang satpam bernama Thomas membantunya sekaligus mengajaknya makan malam bersama. Angela menolak karena harus memenuhi undangan keluarganya tapi malah membuat Thomas kecewa. Tiba-tiba ia menyergap Angela dan menyekapnya sambil menebar teror mimpi buruk yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Akankah Angela berhasil keluar dari P2 dengan selamat?

Gambar:
Bersetting di Ontario, Canada, film ini praktis hanya menggunakan satu gedung perkantoran dan basement parkir sebagai lokasi syutingnya.

Act:
Rachel Nichols memulai debutnya dalam peran kecil di Autumn In New York (2000) disini berperan sebagai Angela Bridges, karyawati mandiri ambisius yang harus menghadapi situasi sulit tidak terduga.
Pernah mendukung thriller horor remaja Soul Survivors (2001), Wes Bentley kali ini kebagian karakter antagonis Thomas, petugas security yang psikopat dan posesif.

Sutradara:
Franck Khalfoun terakhir menyutradarai Snowboarder (2003) dan dalam P2 ini dibantu oleh sutradara penulis spesialis thriller, Alexandre Aja.

Komentar:
Dengan setting irit yang memaksimalkan keterbatasan lokasi, P2 justru terlihat kuat dalam eksekusi. Berhasil mempertahankan tensi dari awal sampai akhir dengan aktor-aktris yang sangat minim dan plot yang simpel bukanlah perkara mudah. Namun hal itu dibuktikan sutradara dan cast dengan cukup baik. Meski tidak diungkapkan masa lalu Thomas hingga berkarakter seperti itu, rasanya tidak terlalu mengganggu bangunan cerita. Cocok lah bagi anda penyuka thriller yang baik dan sulit diduga.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$3,992,339 till Dec 2007

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!