XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jennifer lawrence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jennifer lawrence. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

SILVER LININGS PLAYBOOK : Unlikeliest Romantic Comedy Bipolar Life


Quotes:
Tiffany: You know, for a while, I thought you were the best thing that ever happened to me. But now I'm starting to think you're the worst.
Pat: Of course you do. Come on, let's go dance.


Nice-to-know:
5 nominasi utama yaitu Best Picture, Best Actor, Best Actress, Best Director, Best Writing dari 8 nominasi Academy Award yang diterimanya, film ini menyusul langkah Reds (1981) dan Million Dollar Baby (2004).

Cast:
Bradley Cooper sebagai Pat
Jennifer Lawrence sebagai Tiffany
Robert De Niro sebagai Pat Sr.
Jacki Weaver sebagai Dolores
Chris Tucker sebagai Danny
Anupam Kher sebagai Dr. Cliff Patel

Director:
Merupakan feature film keenam bagi David O. Russell setelah terakhir The Fighter (2010) yang juga menominasikan dirinya sebagai Sutradara Terbaik dalam ajang Academy Awards 2011.

W For Words:
Nyaris semua orang pernah mengalami kehilangan seseorang yang mereka cintai, entah karena kematian atau segala bentuk perpisahan yang dilandasi oleh rasa ketidakcocokan. Proses move-on kemudian menjadi tahapan terberat untuk menata hidup kembali. Premis itulah yang diangkat dalam novel berjudul sama karangan Matthew Quick yang kemudian dibeli hak adaptasi layar lebarnya oleh The Weinstein company. Awalnya sempat dikabarkan akan diproduseri oleh Sydney Pollack dan Anthony Minghella dimana keduanya meninggal sebelum tahun 2008.

Sekeluarnya dari institusi kejiwaan akibat memukuli selingkuhan istrinya Nikki, Pat Solatano Jr. kembali ke rumah orangtuanya Pat Sr. dan Dolores di Philladelphia. Dr. Cliff Patel yang menangani Pat Jr. mengindikasikan adanya gangguan bipolar dan mengharuskannya menjalani sesi perawatan. Awalnya Pat Jr. yang juga mantan guru itu terobsesi untuk rujuk dengan berbagai cara hingga ia berjumpa Tiffany yang juga pernah dirawat karena gangguan psikologis. Keduanya lantas sepakat saling membantu setelah melalui serangkaian perjanjian unik demi rekonsiliasi.

Kekuatan skrip ini jelas ada pada rangkaian dialog tajam dari dua protagonisnya pengidap bipolar yang kerap menyebabkan perubahan mood secara mendadak, lari dari kenyataan, kesulitan belajar dari kesalahan masa lalu dsb. Keadaan tersebut kian diperburuk oleh pemutusan hubungan, kehilangan pekerjaan, keluarga disfungsi sampai merasa tak diterima oleh lingkungan sekitar. Kompleksitas yang sesungguhnya sangat mungkin terjadi di kehidupan kita sehari-hari tapi jarang yang mau mengakuinya. Pat and Tiff could be anyone of us. Only its’ scale makes the difference betwe
en sane and insane.

Sutradara O’Russell yang sudah lekat dengan bentuk kehidupan nyata seorang bipolar dari putranya Matthew tampak tidak berupaya mendramatisir keadaan yang memang sudah dramatis dari ‘sono’ nya. Bagaimana moment-to-moment scenes yang dari awal sampai akhir didominasi oleh Cooper-Lawrence dieksekusi secara brilian. Setting Philadelphia yang mengedepankan keluarga Amerika modern kelas menengah ini sesungguhnya memiliki pakem baku sebuah komedi romantic meski sesekali menyasar pada konsep satir dalam porsi yang minor.

Kemenangan Lawrence di ajang Oscar menyisihkan empat nominee lain yang jauh lebih senior memang mengejutkan. Namun melihat performanya dalam mengimbangi lawan main yang berusia 15 tahun lebih tua pantas diacungi jempol. Karakternya kompleks dan unpredictable dalam sosok Tiff yang cantik sekaligus rapuh. Akting Cooper juga tak kalah spektakuler dalam menerjemahkan karakter delusional Pat Jr. yang menyedihkan (atau justru mengganggu) tanpa harus kehilangan pesonanya. Jangan kecilkan sumbangsih DeNiro, Weaver, Tucker, Kher yang begitu besar sebagai supporting casts, terlebih melihat ‘polah tingkah’ superstitious Pat Sr. kita bisa tahu mengapa putranya demikian.


Silver Linings Playbook tetaplah sebuah komedi romantis yang berasal dari dunia yang ‘berbeda’. Tak melulu mengeksploitasi pahit manis chemistry pria dan wanitanya, sahabat dan keluarga mereka dalam neighborhood yang sama pun dilibatkan secara serius. Ending cheesy nya memang tergolong klise tapi tetap tak akan menghalangi hadirnya senyum di wajah dan kehangatan di hati anda. Easily connect with us because we’ve all been very emotional through the struggling times. In the end, you might realize it’s the journey of life that matters. Do not ever lose any hope.

Durasi:
122 menit

U.S. Box Office:
$115.697.021 till Mar 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 22 Maret 2012

THE HUNGER GAMES : Hungry Young Souls Against Autocracy













Quotes:
Haymitch Abernathy: This is the time to show them everything. Make sure theyremember you.

Nice-to-know:
Pada tanggal 22 Februari, empat minggu sebelum rilis, Lionsgate mulai menjualtiket di muka. Tidak hanya berhasil memecahkan rekor per hari yang dicetak olehThe Twilight Saga: Eclipse sebelumnya tetapi mengumpulkan 83% dari total penjualanhari tersebut.

Cast:
Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen
Stanley Tucci sebagai Caesar Flickerman
Josh Hutcherson sebagai Peeta Mellark
Wes Bentley sebagai Seneca Crane
Willow Shields sebagai Primrose Everdeen
Liam Hemsworth sebagai Gale Hawthorne
Elizabeth Banks sebagai Effie Trinket

Director:
Merupakan film ketiga bagi Gary Ross yang pertama kali diawali olehPleasantville (1998).

W for Words:
Selepas 7 seri Harry Potter berakhir, wajar jika banyak pecinta film di seluruhdunia menantikan kehadiran franchise baru yang sedianya dapat selalu ditunggukelanjutannya. Harapan itu ada pada novel trilogy milik Suzzane Collins yangterdiri dari The Hunger Games, Catching Fire dan Mockingjay. Trailer seripertama yang sudah wara-wiri sejak akhir tahun lalu ini nyatanya suksesmemancing perhatian publik dimana skripnya digarap sendiri oleh Collins bersamasutradara Gary Ross yang juga dibantu oleh Billy Ray ini.
Capitol memilih sepasang remaja laki-laki dan perempuan dari 12 distrik untukberkompetisi dalam ajang The Hunger Games ke-74. Mengajukan diri sebagaipengganti adiknya Primrose yang terpilih, Katniss Everdeen harus meninggalkansahabatnya Gale untuk bergabung dengan Peeta Mellark. Mentor mereka adalahCinna dan Haymitch yang mengajarkan trik khusus agar mendapat simpati daripenonton sehingga mau memberikan sponsor yang mungkin saja mempengaruhi hasilakhir permainan yang tinggal menyisakan satu orang saja tersebut.

Premisnya mungkin akan lumayan brutal dalam bayangan anda. Namun sutradara Rossdengan cerdas memanipulasi berbagai aksi di antara para kontenstan untukmenyelamatkan rating Remaja yang disematkan pada film ini. Adegan kekerasanmemang terlihat di beberapa bagian tapi tidak eksplisit menampilkan darah.Sebaliknya sisi kemanusiaan turut ditekankan, dimana remaja-remaja ini seakanmenjadi tumbal para Pemerintah sehingga mengundang simpati siapapun yangmelihatnya.
Jennifer Lawrence pernah dinominasikan Oscar kategori Aktris Terbaik bukantanpa alasan. Ia mewakili kekuatan, ketakutan, kemauan hingga kelembutan hatiKatniss dengan penjiwaan yang baik. Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth jugamenjadi padanan yang seimbang bagi Lawrence meskipun nama tersebut belakangantidak terlalu dominan disini. Siapa yang tahu jika cinta segitiga ini akanbersemi pada sekuelnya di kemudian hari. Another Twilight wannabe perhaps?

Aktor-aktris pendukung yang sudah punya nama juga menuntaskan tugasnya denganmaksimal, sebut saja Stanley Tucci yang menggelikan sebagai presenter televisi Caesarlayaknya The Truman Show, Donald Sutherland yang mengerikan sebagai PresidenSnow, Woody Harrelson yang eksentrik sebagai mentor pemabuk Haymitch. Janganlupakan juga si menyebalkan Wes Bentley sebagai Seneca dan Elizabeth Banks yangtampil bak Lady Gaga sebagai Effie dengan make-up dan rambut warna-warninya.
Bagi yang sudah membaca bukunya niscaya akan menyukai perubahan minor dari Rossyang berhasil mempertajam narasi, apalagi suguhan musik T-Bone Burnett danJames Newton Howard yang semakin mengangkat semangat permainan itu sendiri.Sejujurnya saya belum menemukan sesuatu yang terlalu istimewa dari seri pertamanyaini walau mengakui adanya potensi besar di dalamnya untuk pengembangan yanglebih dalam di masa mendatang. Konsep “perburuan” yang terlalu berlarut-larutdengan “aturan” membunuh yang tidak biasa memang tak jarang membuat penontonmenguap ataupun mengernyitkan dahi. Beruntung jajaran cast dan eksekusi ciamikRoss masih menjadikan The Hunger Games tontonan yang berkelas dan memilikipesan moral di dalamnya. Yes, it’s us versus the government, hungry for justiceagainst hungry for autocracy!

Durasi:
142 menit

U.S. Box Office:.
$50,451,681 till Feb 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent