XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label sigi wimala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sigi wimala. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Maret 2010

AFFAIR : Cinta Segitiga Berbuntut Maut

Storyline:
Santi yang berpacaran dengan Daniel tiba-tiba bertemu sahabat lamanya Reta yg baru saja pindah kampus. Tak dinyana Reta malah jatuh cinta pada Daniel sejak pandangan pertama. Santi yang dulu pernah berhutang budi pada Reta punya ide menjodohkan Daniel dengan Reta hanya karena Reta didiagnosa kanker otak dan hidupnya kurang lebih 3 bulan. Awalnya Daniel menolak tapi akhirnya menyanggupi untuk berpura-pura pacaran. Kedekatan Daniel dengan Reta yang semakin lengket hingga setahun lamanya malah membuat Santi terbakar cemburu. Terlebih setelah Santi berulang kali membohonginya. Reta yang kalap terlibat adu fisik dengan Santi di rumahnya yang kosong pada suatu malam. Bagaimana akhir dari kemelut cinta segitiga ini?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Starvision Plus dan gala premierenya diadakan di Planet Hollywood pada tanggal 9 Maret 2010.

Cast:
Baru saja tampil dalam slasher sukses Rumah Dara, Sigi Wimala kembali bermain dengan peran Reta yang sakit-sakitan.
Garneta Haruni kebagian tokoh Santi yang berhutang budi pada Reta di masa lampau.
Dimas Aditya sebagai Daniel yang mencintai Santi tetapi terjebak pada perasaannya sendiri terhadap Reta.

Director:
Pria yang menggunakan nama Nayato Fio Nuala berupaya mengadopsi genre thriller slasher yang sedang marak belakangan ini.

Comment:
Tiga puluh menit pertama semua unsur thriller horor bercampur baur sehingga tidak heran jika kepala penonton akan pening karena dipaksa mengikutinya. Mulai dari halusinasi, flashback, penampakan, pengalaman spiritual dsb. Awal itu yang diyakini kunci cerita dan juga perasaan dejavu pada endingnya. Namun setelahnya film bergulir dengan pengenalan ketiga tokohnya lebih dekat. Konflik yang berhubungan dengan ruang dan waktu diantara mereka ternyata tidak dieksplorasi dengan baik sehingga intervalnya terasa meloncat-loncat. Sayang sekali karena jika digarap lebih serius, hal ini bisa jadi bagian yang menarik. Semua tokoh disini adalah abu-abu. Reta dan Santi sama-sama berjiwa psikopat. Beruntung Sigi dan Garneta cukup serius berlakon disini sehingga penjiwaan mereka terasa maksimal. Dimas sebagai Daniel tidak banyak terekspos. Harus diakui Nayato menyajikan sinematografi yang cukup apik disini dengan angle dan visualisasi yang terus berganti. Dikatakan slasher karena banyak adegan berdarah antar dua wanita tersebut yang bisa jadi memacu adrenalin penonton meski dirasa agak terlalu berlebihan juga. Kesimpulannya, Affair adalah pengalaman obsesi yang akhirnya mengaburkan makna cinta dan persahabatan itu sendiri dan mampu membuat pribadi seseorang berubah seratus delapan puluh derajat!

Durasi:
75 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Senin, 20 Juli 2009

KRAZY CRAZY KREZY : Tiga Pemuda Mengejar Mimpi Ibukota

Cerita:
Dari Jakarta - Sony yang bercita-cita jadi artis walau tampang pas-pasan, dari Yogyakarta - Tino yang punya mimpi bertemu idolanya Suzanne, dari Kuala Lumpur - Farid yang bertekad mengadu nasib di ibukota dengan uang lima ratus ribu rupiah. Ketiganya bertemu dan sepakat tinggal bersama sementara di kos Sony yang digawangi Ratna dan ibunya yang galak sambil memutar otak untuk mencari uang. Perlahan, persahabatan pun terjalin di antara mereka lewat serangkaian kejadian memalukan dan berujung pada peristiwa tak terduga yang akan melibatkan nama baik mereka semua.

Gambar:
Suasana metropolitan digambarkan dengan pas lengkap dengan kos-kosan yang padat dan sulitnya mencari sesuai nasi di ibukota.

Act:
Tora Sudiro memantapkan ikon aktor komedi masa kini baik di televisi maupun layar lebar. Kali ini berperan sebagai Sony, Tora memainkan aksen cadel yang lucu dengan tompel di samping hidungnya.
Tak ketinggalan Vincent Rompies dengan peran yang bervariasi belakangan ini termasuk sebagai Tino yang lugu dan pandai bermain gitar.
Satu lagi aktor Malaysia yang berkiprah disini, Pierre Andre sebagai Farid yang licik namun banyak akal.
Trio Sigi Wimala, Sissy Priscillia, aktris Malaysia Julia Ziegler sebagai love interest ketiga pria tersebut yakni Kartika, Ratna dan Melati. Juga kemunculan Acha Septriasa yang juga turut bernyanyi sebagai biduanita Suzanne.

Sutradara:
Baru saja beberapa minggu lalu karyanya Benci Disko dirilis, Rako Prijanto sudah maraton bersama Tora dan Vincent membuat Temanku Selamanya yang akhirnya berganti judul menjadi Krazy Crazy Krezy ini. Kabarnya Rako sempat berujar ingin menciptakan ikon baru di dunia perfilman nasional selayaknya Warkop DKI, Srimulat dsb sehingga tercetuslah ide film ini.

Komentar:
Diawali dengan humor yang cukup menyegarkan tapi semakin basi memasuki pertengahan dan akhir film sehingga membuat saya mengantuk. Terasa agak kosong dimana bangunan-bangunan cerita yang harusnya saling menguatkan malah seakan terpisah satu sama lain. Tora, Vincent, Pierre bermain cukup kompak tapi tampaknya belum mampu menciptakan sinergi komikal yang baik dan bisa diterima semua pihak. Apa yang salah? Skenario atau eksekusi? Tanyakan saja pada Rako yang masih belum mampu mengatasi kelemahannya itu. Anyway, nikmati saja film ini jika memang anda memiliki waktu luang.

Durasi:
100 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 15 Februari 2009

KALAU CINTA JANGAN CENGENG : Ketika Menebus Kesalahan Berbuah Cinta

Cerita:
Seorang aktor terkenal, Boy mengalami kecelakaan mobil bersama sahabatnya dan menewaskan dua orang. Sang sobat sendiri akhirnya menanggung derita penjara karena menerima sejumlah uang pengganti demi menjaga reputasi Boy. Bertahun-tahun semenjak kejadian itu, Boy menjadi Duta Anti Narkoba dan sering mengunjungi Panti Rehabilitas Anti Narkoba yang membawanya berkenalan dengan sesosok junkie muda, Yani yang ternyata anak dari pasangan suami-istri yang tewas dalam kecelakaan mobil Boy 5 tahun lalu. Merasa bersalah, Boy berusaha menebusnya dengan membantu Yani terbebas dari ketergantungan narkoba. Di sisi lain, kedekatan kedua menumbuhkan sesuatu yang mengikat. Bagaimana akhir dari perjuangan Boy membantu Yani?

Gambar:
Agak miskin karena pencahayaan dan setting yang "tidak indah" di mata.

Act:
Marshanda memulai debutnya sebagai peran utama sebetulnya bisa mendapat apresiasi yang cukup baik. Hanya saja beberapa idiom yang digunakannya terasa mengganggu karena cenderung kasar, tidak perlu dengan cara seperti itu untuk menggambarkan pergolakan batin seorang junkie bernama Yani.
Sebagai artis bernama Boy, Ringgo Agus Rahman tidak cukup kuat menampilkan sosok simpatik sekaligus bertobat atas segala dosa-dosa masa lalunya. Karakternya cenderung terlalu santai untuk dipedulikan.
Didukung pula oleh Sigi Wimala dengan peran yang tidak biasa sebagai pacar posesif dan Dwi Sasono sebagai sahabat yang tertimpa apes demi menutupi kenyataan yang sesungguhnya.

Sutradara:
Bermain kembali dalam genre drama setelah mencoba horor dan komedi, Monty Tiwa berusaha mengeksplorasi hubungan dua karakter utama yang jatuhnya miscasting karena chemistry yang tidak cukup kuat. Di sisi lain, "kekosongan" karya-karya Monty terjadi lagi di film ini. Sayang memang!

Komentar:
Digadang-gadang sebagai film kasih sayang 14 Februari, otomatis kita akan membandingkan film ini dengan Selamanya (2005) karena kemiripan tema. Hasilnya? Cengeng jauh tertinggal karena kekurang fokusan dan serba tanggung untuk bisa menggugah emosi penonton. Dari awal konflik berjalan lambat dan tidak cukup menarik untuk membuat penonton bersimpati pada hubungan Boy-Yani. Kesimpulannya? Cengeng akan begitu saja dilupakan begitu penonton meninggalkan gedung bioskop.

Durasi:
110 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!