XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label ryan reynolds. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ryan reynolds. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

R.I.P.D. : Restless Cops Keeping Peace Tryouts

Quote:
Roy Pulsipher: Damn. I don't know what eyes to shoot you between.

Nice-to-know:
Di Amerika Serikat dan negara lainnya, film ini dirilis pada tanggal yang sama dengan Red 2, sekuel Red yang ditangani Robert Schwentke dengan bintang Mary-Louise Parker. Juga dua hari setelah Turbo yang disulihsuarakan oleh Ryan Reynolds.

Cast:
Jeff Bridges sebagai Roy
Ryan Reynolds sebagai Nick
Kevin Bacon sebagai Hayes
Mary-Louise Parker sebagai Proctor
Stephanie Szostak sebagai Julia
James Hong sebagai Nick's Avatar
Marisa Miller sebagai
Roy's Avatar

Director:
Merupakan feature film keempat bagi Robert Schwentke setelah RED (2010).

W For Words:
Buddy cop movies mungkin sudah biasa dalam persepsi anda. Bagaimana jika mereka hantu? I bet most of you might think for hours to recall similar themes you’ve seen before. Got it? No? Okay forgiven! Dead Heat di tahun 1988 dimana sutradara Mark Goldblatt memasangkan Treat Williams dan Joe Piscopo adalah satu dari sedikit judul di antaranya. Entah mengapa saya sendiri justru langsung teringat akan franchise Ghostbusters yang sudah menjadi teman setia sepulang sekolah dulu. Yes, I’m 80’s generation. Proud and will always be.

Bertekad menyerahkan emas temuan saat menggerebek sarang kriminal, polisi jujur Nick malah terbunuh dalam tugas. Rohnya sampai di hadapan Proctor yang menawarkannya sebuah posisi di Departemen Rest In Peace dimana pemberantas kejahatan yang telah meninggal bekerja menjaga perdamaian di muka bumi dari ancaman monster. Nick yang tidak memiliki pilihan kemudian dipasangkan dengan Roy, petugas senior nan eksentrik yang selalu punya cara sendiri. Kerjasama unik pun terjalin dimana Nick malah mendapat kesempatan untuk mencari pembunuhnya.
Adaptasi komik serial Dark Horse milik Peter M. Lenkov ini ditranskripsi oleh Phil Hay dan Matt Manfredi ke dalam bentuk skenario. Benang merah yang digunakan memang nyaris serupa dengan trilogy Men In Black (1997-2012) dimana ketidakcocokan Nick dan Roy dieksploitasi sedemikian rupa di awal cerita. Ide yang cukup orisinil adalah wujud asli dunia nyata Nick dan Roy yang begitu kontradiktif meski terkadang physical jokes yang repetitif ini tak jarang mengganggu. Sedangkan kelemahan yang paling mendasar adalah tidak adanya perbedaan prosedural ‘above universe’ yang semestinya bisa digali lebih jauh lagi.

Aktor aktris yang terlibat di sini sudah mengalami limitasi karakter sehingga terasa begitu satu dimensi. Humor yang dilontarkan terbilang hit and miss, sebagian besar terlalu karikatural. Bridges masih mengandalkan gaya lawasnya lengkap dengan suara sengau dan sorot mata tajamnya. Reynolds berupaya semaksimal mungkin menampilkan perjalanan emosi dari hidup hingga mati. Chemistry keduanya tergolong asyik terlepas dari keterbatasan di sana-sini. Parker juga masih mencuri perhatian dalam kerjasama keduanya berturut-turut dengan sang sutradara.
Overall, Sutradara Schwentke berupaya mengalihkan perhatian penonton dari faktor skrip yang kurang solid dengan memfokuskan diri pada dynamic duo Bridges-Reynolds dan sekuens aksi cepat dari satu titik ke titik lain. Sayangnya benang merah film tak dipungkiri memang membutuhkan polesan CGI yang mumpuni. Aspek lain lagi yang juga gagal ditampilkan karena teknologi yang digunakan kurang kekinian. Bahkan 3D nya tak membantu. Monsternya tak jauh beda dengan apa yang diburu oleh Ghostbusters sehingga gagal memukau penonton dewasa yang sudah kian terbiasa menikmati sajian mutakhir. 

R.I.P.D. mungkin masih bisa dihargai dalam usahanya menghibur penonton lewat materi yang begitu terbatas, mostly helped by Nick-Roy’s mishmash combination and Schwentke’s practical approach. Selebihnya adalah presentasi setengah jadi yang menyisakan begitu banyak lubang menganga di sana-sini. Twist di penghujung film pun rasanya tidak mengejutkan lagi. Moviegoers might find it quite (at least) suitable for one hour and a half entertainment but in the end should agree that those undead probably better rest in peace rather than get wrong tryouts.

Durasi:
96 menit

U.S. Box Office:
$33,284,630 till September 2013

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 03 Maret 2012

SAFE HOUSE : Running Away With Intensity


Quotes:
Matt Weston: How am I supposed to get more experience by staring at four walls all day?

Nice-to-know:
Awalnya lokasi syuting direncanakan berlangsung di Rio de Janeiro tetapi rumah produksi membatalkannya dengan alasan keamanan.

Cast:
Denzel Washington sebagai Tobin Frost
Ryan Reynolds sebagai Matt Weston
Vera Farmiga sebagai Catherine Linklater
Brendan Gleeson sebagai David Barlow
Sam Shepard sebagai Harlan Whitford

Director:
Merupakan feature film ketiga bagi Daniel Espinosa setelah terakhir Outside Love (2007).

W for Words:
Denzel Washington merupakan satu dari sangat sedikitnya aktor kulit hitam terfavorit saya sepanjang masa dan menyaksikannya bersanding dengan idola masa kini Ryan Reynolds dalam sebuah action crime mystery membuat ekspektasi dan rasa penasaran semakin membuncah. Penulis naskah David Guggenheim dengan pintar memanfaatkan fasilitas rumah perlindungan sebagai sentralisasi cerita yang berkembang penuh intrik dan aksi tak terduga.
Tobin Frost merupakan pengkhianat legendaris yang ditangkap untuk menjalani proses interogasi mengenai berkas rahasia yang ia sembunyikan. Petugas CIA, Matt Weston yang ditugaskan menjaga rumah perlindungan di Johannesburg selama 12 bulan terakhir terpilih untuk mengawal Frost. Tak diduga, segerombolan penyusup bersenjata mengancam nyawa Tobin dan juga Matt yang harus melarikan diri dengan segala upayanya demi mempertahankan fakta yang rupanya jauh lebih berharga daripada nyawa.

Besar kemungkinan sutradara Daniel Espinosa terinspirasi oleh trilogy The Bourne Identity yang berkembang di tangan Paul Greengrass. Itu sebabnya kinerja kamera yang menangkap serentetan adegan aksi secara close up disajikan dengan senyata mungkin walaupun tak jarang “shaky” terlebih saat pengejaran ala cat and mouse. Richard Pearson juga memaksimalkan hasil editingnya untuk dapat memberikan penonton rasa mencekam dari apa yang mereka lihat dan dengar di saat yang bersamaan.
Apa yang dilakukan Denzel disini tak jauh berbeda dengan apa yang sudah anda lihat dalam Training Day ataupun Unstoppable dimana ia bertindak sebagai mentor atas rekan yang lebih muda. Perbedaannya adalah Washington dan Reynolds berhasil menguatkan posisi satu sama lain dengan penjiwaan yang teramat personal dan believeable. Baik Tobin maupun Matt tidak mengesankan superioritas yang mereka miliki sebagai agen CIA terlatih melainkan kemungkinan paling manusiawi untuk bertahan hidup dari situasi yang berbahaya sekalipun.

Di luar faktor rumah pengamanan yang dimanfaatkan secara maksimal sebagai setting lokasi, plot ceritanya sendiri masih menawarkan hal-hal klise yang mudah ditebak seiring dengan berjalannya durasi. Keistimewaannya terletak pada pengaturan tempo yang terasa tepat dalam membentuk sisi emosional yang diinginkan filmmakers atau penonton. Sekuens aksinya yang intens dijamin mengundang decak kagum para pecinta genre ini tanpa lupa menyebutkan berbagai twist and turns yang sebetulnya tidak terlalu mengejutkan lagi. Safe House is definitely a safe bet to fulfill your thirst for such mindless two hours entertainment!

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$81,812,440 till Feb 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 07 Oktober 2011

GREEN LANTERN : Cincin Hijau Atasi Rasa Takut Manusia

Quotes:
Hal Jordan: No matter how bad things get, something good is out there, just over the horizon...


Storyline:
Pilot Hal Jordan memiliki kekuatan manusia super saat terpilih oleh "the Ring" sebagai Green Lantern alias anggota dari perkumpulan penjaga perdamaian alam semesta. Kesiapannya diuji lewat serangkaian tes hingga membuat dirinya sempat merasa ragu. Terlebih hubungan dengan sang kekasih Carol seakan tidak mampu diperbaiki. Sementara itu ilmuwan Hector Hammond yang mengotopsi tubuh Abin Sur terkontaminasi kekuatan Parallax sehingga berbuat destruktif. Hal dalam identitas barunya harus mengatasi rasa takut untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

Nice-to-know:
Dalam komik ada 6 orang yang menyandang gelar Green Lantern yaitu Alan Scott (1940), Hal Jordan (1959), Guy Gardner (1968), John Stewart (1971), Kyle Rayner (1994) dan Jennifer-Lynn Hayden (putrid Alan Scott, 1983). Scott dand Jen tidak tergabung dalam Green Lantern Corps karena kekuatan mereka berasal dari sumber lain.

Cast:
Terakhir tampil solo dalam Buried (2010), Ryan Reynolds terpilih sebagai Hal Jordan / Green Lantern
Mulai dikenal luas setelah membintangi The Sisterhood of the Traveling Pants (2005), Blake Lively bermain sebagai Carol Ferris
Peter Sarsgaard sebagai Hector Hammond
Mark Strong sebagai Sinestro
Tim Robbins sebagai Hammond

Director:
Martin Campbell terakhir menangani Mel Gibson dalam The Edge of Darkness (2010).

Comment:
Selama 5 tahun terakhir bisa jadi anda jenuh dijejali berbagai macam film bertemakan superhero dari DC Comic ataupun Marvel Comic yang sepertinya berlomba-lomba menjadi yang terdepan di kancah box office internasional. Tidak heran karena pangsa pasar film sejenis masih besar terlebih komiknya bersifat timeless dan sudah dikenal luas sejak puluhan tahun yang lalu. Mudah untuk menarik minat fanbase yang sudah ada ataupun calonnya.
Skrip yang dikerjakan oleh Greg Berlanti, Michael Green, Marc Guggenheim dan Michael Goldenberg ini secara unik mengetengahkan manusia biasa yang dianugerahi kekuatan super dari cincin yang dikenakannya. Tugasnya adalah menjaga planet yang didiaminya dari Parallax yang menyerap ketakutan terbesar sebagai bagian dari tanggungjawabnya terhadap penjaga alam semesta. Sedikit tidak biasa tetapi anda harus membiasakan diri dengan plotnya itu.

Menilik akting jajaran pemainnya tidaklah mengecewakan. Reynolds pas dalam memerankan Hal yang eksentrik dan percaya diri. Sama halnya dengan Lively yang seksi dan mandiri sebagai Carol. Keduanya juga berbagi chemistry yang unik dan tidak menonjolkan romantisme picisan. Sedangkan Sarsgaard menghidupkan peran antagonis Hector dengan gaya tersendiri, penampilannya disulap menyedihkan untuk membangkitkan murka yang destruktif dengan kekuatan telekinetiknya.
Sutradara Campbell memposisikan setiap adegan aksinya sesuai dengan timing yang terukur, bersisian dengan elemen drama yang membungkusnya. Kekurangannya ada pada editing yang terkadang cukup mengganggu terutama pada perpindahan adegan antar planet. Penggunaan spesial efeknya cukup memukau walaupun kesan CGI banget tidak dapat dihilangkan begitu saja. Sayangnya tampilan Parallax sebagai momok yang menakutkan tidak terlalu berhasil mencekam penonton.

Bagian yang terpenting yang ingin saya bahas adalah tata kostumnya. Kinerja CGI sangat krusial dalam mewujudkan kostum spandex hijau bagi Hal Jordan dan harus diakui terlihat keren apalagi dengan topeng penutup mata yang bisa terbuka/tertutup secara otomatis. Belum lagi penampilan alien wannabe lainnya yang mengenakan kostum latex berwarna merah ataupun biru yang tidak terlalu asing bagi anda pecinta film-film fiksi ilmiah seperti Star Trek atau Star Wars sebagai contoh.
Green Lantern memang lebih bersahabat dengan penonton remaja atau anak-anak sekalipun akibat kesan kartun yang ditimbulkan saat tokoh Hal Jordan mampu membentuk bermacam-macam senjata secara “instan”. Suguhan duo produser Greg Berlanti dan Donald De Line ini tidak mengharuskan anda berpikir dalam mencerna plotnya atau mengikat sisi emosional terhadap para karakternya. Kualitasnya ada di bawah beberapa film superhero sejenis walaupun masih memenuhi standar film musim panas. Sama halnya seperti Hal, ketakutan adalah milik semua orang, tergantung bagaimana anda menyiasatinya sehingga langkah maju tidak terhalang.

Durasi:
114 menit

U.S. Box Office:
$116,593,191 till Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 24 Desember 2010

BURIED : Berjuang Terkubur Seorang Diri

Tagline:
170,000 SQ miles of desert. 90 minutes of Oxygen. No way out.

Storyline:
Terbangun dalam kegelapan pekat, supir truk Amerika yang bekerja sebagai kontraktor di Irak pada tahun 2006 bernama Paul Conroy menyadari ia berada di dalam peti mati kayu yang terkubur. Dengan geretan yang dimilikinya, ia menemukan sebuah Blackberry aktif yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak luar. Namun apakah mereka cukup peduli dengan kondisi Paul yang lokasinya tidak diketahui samasekali? Paul harus menggunakan akalnya sekaligus berpacu dengan waktu sebelum persediaan oksigen mulai menipis.

Nice-to-know:
Syuting film ini hanya menghabiskan waktu 17 hari di sebuah studio di Barcelona dengan menggunakan 7 peti mati yang berbeda-beda dalam prosesnya.

Cast:
Selagi mempersiapkan diri dalam The Green Lantern, Ryan Reynolds bermain dalam sebuah film indie ini sebagai Paul Conroy, supir truk CRT yang terjebak dalam misinya di Irak.
José Luis García Pérez sebagai Jabir
Robert Paterson sebagai Dan Brenner
Stephen Tobolowsky sebagai Alan Davenport
Samantha Mathis sebagai Linda Conroy
Ivana Miño sebagai Pamela Lutti

Director:
Merupakan film panjang kedua bagi Rodrigo Cortés sejauh ini setelah The Contestant (2007).

Comment:
Apakah anda pengidap klaustrofobia? Jika iya, saya sarankan untuk tidak menonton film ini atas dasar apapun juga. Sebab sepanjang 90 menit yang anda saksikan hanyalah dimensi kotak panjang kali lebar sebuah peti mati dengan seorang pria hidup di dalamnya. Anda mungkin bisa mengurut dada karena anda bukanlah pria tersebut. Jika iya, apa yang akan anda lakukan?
Itulah yang ingin disampaikan sutradara Cortés dalam film yang hanya berbujet 3 juta dollar ini. Dan ia dengan pintar memaksimalkan segala sudut ruang peti mati dari berbagai angle kamera dengan lighting yang pas. Acungan jempol juga patut diberikan pada Chris Sparling yang menulis ceritanya dengan sangat brilian dimana segala suspensi dikerahkan secara maksimal untuk tetap menjaga minat penonton untuk tetap mengikuti jalur yang dibuat.
Bagaimana dengan Reynolds? Saya cukup salut dengan pilihannya kali ini karena beresiko tinggi. Tokoh Paul Conroy merupakan nyawa film ini. Dan Reynolds melakukannya dengan gemilang. Segala keterbatasan pendukung dijawabnya dengan ekspresi muka, intonasi suara, kedipan mata, bahasa tubuh yang natural dan tersinkron baik. Kita diajak peduli pada nasibnya walau bisa dibilang ia bukan siapa-siapa yang patut diberikan simpati. Di luar penampakan Reynolds, yang lain mungkin hanya terdengar suaranya saja diiringi dengan suara tembakan, langkah kaki dsb tetapi itu sudah cukup meyakinkan audiens bahwa situasi itu nyata senyata-nyatanya.
Ending Buried yang sedemikian simpel bisa jadi mencengangkan anda semua walaupun tidak seperti yang diharapkan tetapi cukup smart dan provokatif. Hal yang sedikit mengganggu saya adalah pemilihan musik pengiring credit title karena nadanya terkesan mengolok-olok penonton untuk segera bergegas meninggalkan bioskop. Sampai kapanpun, rasanya Buried akan tetap dikenang sebagai film independen panggung milik Cortés dan Reynolds.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$1,028,658 till early Nov 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 08 November 2010

ADVENTURELAND : Liburan Musim Panas Taman Bermain

Quotes:
James Brennan-I am amazed at how tiny my paycheck is.
Joel-We are doing the work of lazy, pathetic morons.

Storyline:
James Brennan harus membatalkan liburan musim panas dengan bekerja mengumpulkan uang demi kelulusannya. Dan pekerjaan itu adalah menjadi penjaga di sebuah taman bermain bermain bernama Adventureland yang dikelola manager dan istrinya, Bobby dan Paulette. Semula James tidak menyukai aktifitas sehari-harinya disana hingga ia bertemu Emily, sesama pekerja yang banyak membantunya beradaptasi. Bukan hanya dia, masih ada Sue, Mark, Joel, Lisa P, Kelly yang sebaya dengannya serta teknisi ganteng Connell yang juga memiliki band sendiri. Liburan musim panas di Adventureland mungkinkah akan membawa perspektif baru dalam hidup James?

Nice-to-know:
Sedianya film ini dijadwalkan rilis sesuai tanggal dibukanya Adventureland setiap tahunnya yaitu 27 Maret.

Cast:
Sebelum ini mendukung Richard Gere dalam The Hunting Party (2007), Jesse Eisenberg kali ini bermain sebagai James Brennan, remaja yang baru terjun sebagai pegawai taman hiburan Adventureland dan sangat tidak berpengalaman dalam cinta.
Baru saja sukses besar dalam Twilight (2008), Kristen Stewart disini berperan sebagai Em Lewin yang baik hati sekaligus dingin.
Ryan Reynolds sebagai Mike Connell
Kristen Wiig sebagai Paulette
Bill Hader sebagai Bobby
Michael Zegen sebagai Eric
Margarita Levieva sebagai Lisa P

Director:
Greg Mottola baru saja sukses dengan Superbad (2007) yang mendapat sambutan luar biasa penikmat film di Amrik sana.

Comment:
Trailer film ini bisa dikatakan menipu karena menghadirkan adegan-adegan kocak yang humoris. Nyatanya bercerita mengenai drama remaja dengan segala problematikanya terutama cinta dan identitas diri.
Jadi saya tekankan sekali lagi, ini bukan film komedi! Mungkin ada beberapa unsur yang dimaksudkan untuk membuat anda tersenyum, tapi tidak banyak. Selebihnya lebih pantas dikategorikan cinta lokasi pada suatu liburan musim panas di sebuah taman hiburan.
Eisenberg yang terakhir cukup mencuri perhatian lewat Zombieland kembali menghadirkan karakter yang kurang lebih sama yaitu remaja pecundang yang jatuh cinta pada gadis keren. Lihat bagaimana transformasi Eisenberg dari tidak memiliki semangat dalam hidupnya sampai menemukan jati diri aslinya. Stewart sebagai sang pujaan hati juga sedikit terlepas dari karakter Bella Swan, keputusannya yang berubah-ubah karena suasana hati tergambar dalam ekspresi dan sorot matanya. Menarik juga melihat Reynolds yang bertindak sebagai mentor cinta walaupun kesombongannya sebagai pria yang didambakan para wanita masih belum luntur. Karakter Hader dan Wiig sebagai pasangan pengelola taman hiburan juga cukup pas dengan polah tingkah mereka yang unik itu.
Sutradara Mottola berusaha menampilkan situasi sewajar dan senyata mungkin dengan kehidupan sehari-hari. Nuansanya mengingatkan pada tahun 1980an dengan gaya dan kostum yang dikenakan serta dialog antar karakternya yang tergolong masih sopan.
Adventureland memang bukan sembarang drama remaja biasa karena perjalanan percintaan dua remaja ditampilkan dengan begitu realistis. Seakan kita bisa memahami karakter Brennan dalam memandang seorang . Bagaimana membohongi seseorang yang kita sangat kagumi kadang begitu menyakitkan sehingga rasanya lebih baik jujur saja walaupun terasa menyakitkan.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$16,025,394 till end of May 2009.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 29 Agustus 2009

THE PROPOSAL : Pernikahan Palsu Berbuntut Perasaan Cinta

Quotes:
Margaret Tate-What am I allergic to?
Andrew Paxton-Pine nuts, and the full spectrum of human emotion.

Cerita:
Kepala editor perfeksionis, Margaret Tate dihadapkan pada situasi sulit saat mengetahui dirinya akan dideportasi ke Kanada sekaligus kehilangan jabatan prestisiusnya. Tak kehilangan akal, Margaret langsung menggaet asisten pribadinya, Andew Paxton untuk merencanakan pernikahan palsu demi perjanjian mutualisme bersama. Namun hal tersebut tidaklah mudah karena mereka diawasi lembaga hukum Amerika dan juga harus melewati serangkaian tes kecocokan satu sama lain. Sebelumnya, Margaret harus berakhir pekan di kampung halaman Andrew demi merayakan ultah ke-95 Nenek Annie. Bagaimana kedua insan ini berinteraksi pada akhirnya untuk memuluskan rencana masing-masing?

Gambar:
Sebagian besar mengambil lokasi di Massachusetts termasuk tempat kerja Margaret dan Andrew. Sedangkan nuansa berbeda didapat pada Sitka, kampung halaman Andrew yang sebetulnya bertempat di Newport, Rhode Island.

Act:
Memulai karirnya dalam Hangmen (1987), Sandra Bullock adalah salah satu aktris kelas A Hollywood yang masih aktif dengan berbagai peran termasuk sebagai Margaret Tate, wanita karir mandiri yang perfeksionis sekaligus dibenci anak buahnya.
Nama Ryan Reynolds tengah membubung tinggi di kancah perfilman Hollywood saat ini apalagi jika dibandingkan dengan debutnya dalam Ordinary Magic (1993). Sebagai Andrew Paxton, Ryan bermain menarik dengan memperlihatkan ketulusan hati sekaligus keseriusannya dalam bekerja.

Didukung pula oleh Craig T. Nelson dan Mary Steenburgen sebagai orangtua Andrew serta Betty White dan Malin Akerman sebagai Nenek Annie dan Gertrude yang juga mantan kekasih Andrew.

Sutradara:
Angkat nama saat menyutradarai debutnya Step Up (2006) yang mendapat sambutan baik, Anne Fletcher kembali dengan film ketiganya, The Proposal dengan menggaet ratu komedi romantis Hollywood dan aktor muda yang sedang naik daun dalam satu frame.

Komentar:
Secara keseluruhan jalan cerita The Proposal bisa ditebak, selayaknya komedi romantis. Tetapi yang menarik untuk disaksikan adalah proses menuju ke sana yang untungnya terasa manis di segala unsur. Pertama, kita punya Bullock yang menguasai genre ini sejak dulu yang dipadukan secara pas dengan Reynolds yang tengah laris walau baru saja melepas masa lajangnya. Kedua, cerita dunia karir antar bos wanita dengan bawahan prianya boleh jadi banyak terjadi di dunia nyata sehingga banyak memunculkan dialog tajam antar mereka. Ketiga, situasi yang semula tidak menguntungkan menjadi saling bersinergi untuk sebuah akhir yang menyenangkan di tempat yang terkesan indah dan sangat realistis. Sebagai produser, Bullock tahu betul apa yang harus dijualnya dan sebagai sutradara, Fletcher mampu mengeksekusi tugasnya dengan baik. Dengan demikian, saya tidak ragu menobatkan film ini sebagai komedi romantis terbaik tahun ini yang akan dengan mudah disukai publik!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$159,166,329 till end of Aug 2009

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 29 Oktober 2008

FIREFLIES IN THE GARDEN : Keluarga Adalah Jendela Kehidupan

“Every kid grows up based on his/her parents’ character”

Cerita:
Michael Taylor yang berencana menerbitkan buku autobiografinya diundang untuk datang ke suatu reuni keluarga di kawasan Chicago. Hal ini menimbulkan riak emosi dalam dirinya dikarenakan perselisihan yang pernah terjadi dengan ayahnya yang temperamental ambisius, Charles walau ia selalu dibela dengan ibunya yang penuh kasih sayang, Lisa. Suatu tragedi menimpa Lisa bahkan sebelum mereka semua berkumpul di rumah penuh kenangan yang kini ditempati adiknya Jane bersama sang suami Jimmy dan kedua anaknya, Christopher dan Leslie. Perlahan, potongan demi potongan kisah dari masa lalu terungkap di keluarga ini.

Gambar:
Sepanjang film anda akan disajikan gambar2 sunyi nan indah baik indoor maupun outdoor. Visualisasi pelarian dari konflik di tengah padang rumput pun membuat penonton mampu menangkap emosi dari sang tokoh.

Act:
Ryan Reynolds yg karier aktornya berangkat dari teen movie mampu meningkatkan eksistensinya dan tampil baik di beberapa film serius beberapa tahun terakhir termasuk di film ini.
Julia Roberts bermain cemerlang walau dengan porsi yang tidak banyak namun tokoh yang diperankannya menjadi sentral.
Willem Dafoe berhasil memperlihatkan sosok ayah yang keras, tegas dan ambisius dan terkesan menyebalkan.
Emily Watson menciptakan chemistry yang pas saat berbagi layar dengan aktor lain.
Beberapa nama seperti Carrie Anne Moss, Hayden Panettiere, Ioan Gruffudd, Shannon Lucio, Cayden Boyd, George Newbern juga tampil sesuai standardnya masing-masing.

Sutradara:
Walau menjadi film debut bagi Dennis Lee, pendekatan yang dilakukannya sangat brillian. Konsep2 drama mampu diraciknya dengan matang tanpa kehilangan esensi di dalamnya.

Komentar:
Untuk penyuka drama keluarga yang berkualitas seperti halnya saya, ini film yang tepat buat anda. Dialog2 smartnya mengalir mulus seakan membantu penonton memahami alur cerita secara keseluruhan. Ceritanya pun sangat personal dan mungkin pernah dialami oleh kita semua. Beautiful movie!

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!