XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label denzel washington. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label denzel washington. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

SAFE HOUSE : Running Away With Intensity


Quotes:
Matt Weston: How am I supposed to get more experience by staring at four walls all day?

Nice-to-know:
Awalnya lokasi syuting direncanakan berlangsung di Rio de Janeiro tetapi rumah produksi membatalkannya dengan alasan keamanan.

Cast:
Denzel Washington sebagai Tobin Frost
Ryan Reynolds sebagai Matt Weston
Vera Farmiga sebagai Catherine Linklater
Brendan Gleeson sebagai David Barlow
Sam Shepard sebagai Harlan Whitford

Director:
Merupakan feature film ketiga bagi Daniel Espinosa setelah terakhir Outside Love (2007).

W for Words:
Denzel Washington merupakan satu dari sangat sedikitnya aktor kulit hitam terfavorit saya sepanjang masa dan menyaksikannya bersanding dengan idola masa kini Ryan Reynolds dalam sebuah action crime mystery membuat ekspektasi dan rasa penasaran semakin membuncah. Penulis naskah David Guggenheim dengan pintar memanfaatkan fasilitas rumah perlindungan sebagai sentralisasi cerita yang berkembang penuh intrik dan aksi tak terduga.
Tobin Frost merupakan pengkhianat legendaris yang ditangkap untuk menjalani proses interogasi mengenai berkas rahasia yang ia sembunyikan. Petugas CIA, Matt Weston yang ditugaskan menjaga rumah perlindungan di Johannesburg selama 12 bulan terakhir terpilih untuk mengawal Frost. Tak diduga, segerombolan penyusup bersenjata mengancam nyawa Tobin dan juga Matt yang harus melarikan diri dengan segala upayanya demi mempertahankan fakta yang rupanya jauh lebih berharga daripada nyawa.

Besar kemungkinan sutradara Daniel Espinosa terinspirasi oleh trilogy The Bourne Identity yang berkembang di tangan Paul Greengrass. Itu sebabnya kinerja kamera yang menangkap serentetan adegan aksi secara close up disajikan dengan senyata mungkin walaupun tak jarang “shaky” terlebih saat pengejaran ala cat and mouse. Richard Pearson juga memaksimalkan hasil editingnya untuk dapat memberikan penonton rasa mencekam dari apa yang mereka lihat dan dengar di saat yang bersamaan.
Apa yang dilakukan Denzel disini tak jauh berbeda dengan apa yang sudah anda lihat dalam Training Day ataupun Unstoppable dimana ia bertindak sebagai mentor atas rekan yang lebih muda. Perbedaannya adalah Washington dan Reynolds berhasil menguatkan posisi satu sama lain dengan penjiwaan yang teramat personal dan believeable. Baik Tobin maupun Matt tidak mengesankan superioritas yang mereka miliki sebagai agen CIA terlatih melainkan kemungkinan paling manusiawi untuk bertahan hidup dari situasi yang berbahaya sekalipun.

Di luar faktor rumah pengamanan yang dimanfaatkan secara maksimal sebagai setting lokasi, plot ceritanya sendiri masih menawarkan hal-hal klise yang mudah ditebak seiring dengan berjalannya durasi. Keistimewaannya terletak pada pengaturan tempo yang terasa tepat dalam membentuk sisi emosional yang diinginkan filmmakers atau penonton. Sekuens aksinya yang intens dijamin mengundang decak kagum para pecinta genre ini tanpa lupa menyebutkan berbagai twist and turns yang sebetulnya tidak terlalu mengejutkan lagi. Safe House is definitely a safe bet to fulfill your thirst for such mindless two hours entertainment!

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$81,812,440 till Feb 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 27 November 2010

UNSTOPPABLE : Misi Menghentikan Kereta Tanpa Masinis

Quotes:
Frank: This ain't training. In training they just give you an F. Out here you get killed.

Storyline:
Sang masinis ceroboh Dewey meninggalkan keretanya selagi berusaha menarik rem sendirian. Sayang usahanya untuk kembali ke kereta sudah terlambat karena kecepatannya. Kejadian ini menarik perhatian Connie, pengawas jalur KA yang berusaha meminimalisir resiko terlebih setelah mengetahui bahwa sebagian gerbong tersebut mengangkut muatan kimia yang berbahaya dan mudah terbakar. Sayangnya usahanya tidak disetujui oleh sang pimpinan Galvin yang tetap yakin mampu mengatasinya. Di lain kesempatan, tandem engineer senior-junior Frank dan Will tengah berargumen mengisi hari-hari mereka dengan permasalahan masing-masing. Kemudian keduanya berusaha melakukan usaha terbaiknya untuk menghentikan kereta sebelum menghancurkan kota kecil Stanton.

Nice-to-know:
Berdasarkan insiden sungguhan dimana pada tanggal 15 Mei 2001, 47 gerbong lokomotif meninggalkan Toledo, Ohio tanpa masinis hingga berhenti setelah berlari sejauh 66 mil dan melewati tiga negara bagian. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Cast:
Merupakan kerjasama kelimanya dengan sutradara Tony Scott yang diawali dalam Crimson Tide (1995), Denzel Washington bermain sebagai Frank yang menjalani hari-hari terakhirnya sebelum pensiun.
Mulai ternama di seantero dunia lewat peran Captain Kirk muda dalam Star Trek (2009), Chris Pine kebagian peran masinis muda bernama Will yang tengah bermasalah dengan rumah tangganya.
Rosario Dawson sebagai Connie
Ethan Suplee sebagai Dewey
Kevin Dunn sebagai Galvin

Director:
Bukan kebetulan jika Tony Scott terakhir kali menggarap thriller bersetting kereta juga yakni dalam The Taking of Pelham 1 2 3 (2009).

Comment:
Secara tidak langsung, film ini akan mengingatkan anda pada The Taking Of Pelham 123 yang merupakan proyek remake tahun lalu. Menampilkan kinerja Washington dan Travolta yang diarahkan oleh Scott memang cukup mengecewakan disana, apalagi dibandingkan dengan versi originalnya. Namun buang jauh-jauh pesimisme anda terhadap film ini jika film yang saya sebutkan pertama menjadi acuannya. Meski sama-sama bersetting di kereta tetapi jauh berbeda hasilnya, sebab utamanya karena ini adalah action movie, not a crime thriller.
Penulis Mark Bomback menghasilkan skrip dengan premis yang sederhana dan sangat mendasar bahkan tanpa tokoh antagonis sekalipun. Yang ada hanyalah heroisme Frank yang senior dan Will yang junior. Keduanya dibawakan dengan sangat baik oleh Washington dan Pine. Chemistrynya terasa wajar dikarenakan mereka sama-sama memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi meski hanya sebagai manusia biasa. Belum lagi konflik pro-kontra Dawson dan Dunn yang cukup menggigit dimana masing-masing berusaha mempertahankan idealisme dan rasionalitas tersendiri.
Sutradara Scott memang sedikit melambat di awal dengan dramatisasi klise yang menyertai pengenalan para karakternya. Namun memasuki pertengahan hingga akhir, tensi film semakin meningkat apalagi situasi mencekam yang diciptakannya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Menggunakan kereta sungguhan, jalur KA yang riil sehingga kecepatannya membelah angin dengan decitan pergantian jalur seakan membawa kita berada di tengahnya.
Cukup menyenangkan melihat Unstoppable hadir sebagai tontonan action murni tanpa unsur 3D ataupun efek CGI yang berlebihan yang sudah semakin membombardir industri film Hollywood belakangan ini. Jalan cerita yang mudah diikuti berpadu cantik dengan sinematografi memukau yang menampilkan full adegan outdoor di Pennsylvania. Ini jelas bukan film kelas penghargaan pretensius tetapi sangat menyenangkan untuk mengisi waktu luang anda terutama bagi pecinta film aksi yang mengandalkan kepahlawanan orang-orang biasa yang banyak kita temui di sepanjang jalan.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$41,867,769 till mid Nov 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 18 April 2010

THE BOOK OF ELI : Perjalanan Membawa Alkitab Terakhir

Quotes:
Eli-God is good you know.. All the time!

Storyline:
30 tahun berjalan melintas Amerika setelah perang peradaban yang nyaris musnah, Eli bertujuan mengantar buku yang dibawanya ke suatu tempat di daerah Barat yang diyakini tepat. Sepanjang perjalanan, komunitas manusia yang tersisa harus siap membunuh atau dibunuh demi memperebutkan tempat tinggal ataupun makanan. Salah satu penguasa jalanan adalah Carnegie dengan segerombolan anak buahnya yang beringas yang ditugaskan mencari sebuah buku yang ternyata hanya dimiliki Eli. Diam-diam, Solara yang bersama ibunya Claudia menjadi tawanan tetap Carnegie mengikuti Eli untuk tahu lebih jauh misinya. Akankah Eli mencapai tujuan di luar segala rintangan yang dihadapinya?

Nice-to-know:
Dalam bahasa Arabic, Hebrew dan Aramaic, kata Eli merupakan varian nama lain dari Tuhan. Sufiks "i" mengindikan kepemilikan kata ganti orang pertama seperti "my El" atau "my God".

Cast:
Pertama kali memenangkan Oscar 1990 kategori Aktor Pendukung Terbaik lewat Glory (1989), Denzel Washington disini kebagian peran Eli yang tangguh dan dingin dalam mengemban misinya.
Karakter antagonis Carnegie yang culas dihidupkan oleh Gary Oldman yang terakhir mengisi suara dalam animasi Planet 51 (2009).
Memulai debut akting dalam Make a Wish, Molly (1995), Mila Kunis yang asli Ukraina ini bermain sebagai Solara yang nekad menentukan jalan hidupnya sendiri dengan mengikuti Eli walau harus lepas dari ibunya yang sering disiksa.

Director:
Kolaborasi The Hughes Brothers yaitu si kembar Allen dan Albert sebelum ini adalah From Hell (2001) yang dibintangi Johnny Depp dan Heather Graham.

Comment:
Lagi-lagi sebuah film yang bercerita tentang masa paska kiamat di masa mendatang. Lantas apa yang membuatnya berbeda? Kopi Alkitab terakhir lah jawabannya. Sesuatu yang diyakini dapat membentuk dunia yang baru sekaligus mengubah pandangan orang-orang di dalamnya. Relijius bukan? Dan semua itu dikemas The Hughes Brothers dengan elemen-elemen yang mudah dimengerti apalagi dibantu kamera yang membesut lanskap yang mendukung narasi cerita secara keseluruhan. Jika bicara dari segi cast, Washington disini mendapat peran yang berbeda dan ia berhasil menerjemahkannya dengan baik termasuk melakukan sendiri laga tangan kosong setelah dilatih oleh mantan murid Bruce Lee, Don Inosanto. Kunis termasuk beruntung mendapatkan peran disini setelah Kristen Stewart mengundurkan diri akibat jadwal syuting New Moon dan ia memperlihatkan pesona keseksian sekaligus ketangguhan seorang wanita muda. Oldman kembali ke jaman dahulu dimana ia berhasil menampilkan karakter antagonis yang psikopat. Pada akhirnya Book Of Eli bukanlah film besar dengan sekuens aksi yang sadis dan isu yang cukup provokatif, tetapi tetap sebuah action thriller yang menyenangkan untuk ditonton. Tetaplah membuka mata anda lebar-lebar dan nikmati endingnya yang pastinya membuat kita ingin menyaksikan kembali dari awal.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$94,482,974 till early Apr 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 15 Agustus 2009

THE TAKING OF PELHAM 123 : Menuntaskan Pembajakan Kereta Api Bawah Tanah

Quotes:
Ryder-We all owe God a death!
Garber-That's not true Ryder!

Cerita:
Kesibukan seperti biasa di Grand Central Station, tiba-tiba dikejutkan adanya pembajakan subway oleh sekelompok teroris yang dipimpin Ryder yang berujung pada penyanderaan 19 orang warga sipil yang berada pada tempat dan waktu yang salah. Ryder berkomunikasi dengan Walter Garber, seorang pemandu MTA dan menuntut tebusan 10 juta dollar kepada Walikota hanya dalam waktu sejam! Dibantu ahli negosiator NYPD, detektif Camonetti, Garber berusaha mengulur waktu dan berusaha mencaritahu siapa sebenarnya Ryder. Pengalamannya dan pengetahuannya tentang subway tersebut sangat menentukan berhasil tidaknya ia menggagalkan misi Ryder yang keji itu.

Gambar:
Lokasi syuting area ruang kontrol dan gerbong subway terasa riuh ramainya karena diambil di Stasiun Grand Central, Manhattan yang asli. Beberapa adegan kejar-kejaran juga membantu dalam penyajian scene-scene cepat yang mendominasi film.

Act:
Peraih 2 Oscar termasuk dalam Glory (1990), Denzel Washington adalah aktor watak kulit hitam kelas satu di Hollywood. Kali ini bermain sebagai Walter Garber, pemandu kereta api bawah tanah yang pernah terlibat kasus sebelumnya.
Sebaliknya dengan Denzel, John Travolta "hanya" dinominasikan dalam 2 Oscar. Yang pertama adalah yang melejitkan namanya yakni Saturday Night Fever (1977). Disini berperan sebagai Ryder, pemimpin teroris penyanderaan dan pembajakan subway.

Sutradara:
Sutradara gaek Tony Scott pernah menelurkan beberapa karya yang sukses diterima kritikus dan publik termasuk yang paling ternama, Top Gun (1986) yang juga melejitkan nama Tom Cruise pada masa itu. Dalam The Taking Of Pelham 123, ia sukses menggaet dua aktor watak berbakat Travolta dan Washington.

Komentar:
Diangkat dari novel best-seller karya John Godey, drama kejahatan urban ini menawarkan aksi, ketegangan dan percakapan adu cerdik untuk menjaga intensitas film secara keseluruhan. Berhasil? Mungkin terutama karena faktor duet aktor kuat Washington dan Travolta yang seperti biasa menunjukkan kharismanya. Belum lagi faktor sutradara kawakan yang pandai mengeksplorasi dan memaksimalkan eksekusinya. Tapi jika dipikir lebih jauh, banyak hal yang terlewat dari remake berjudul sama versi 1974 ini seperti kurangnya dukungan aktris supporting cast dan interaksi antar sesama penumpang tersandera yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk menambah poin plus cerita. Dan lagi tidak disinggung apa motif tim teroris back up Ryder serta penjelasan aktifitas keseharian Garber sampai di posisi pengawas MTA. Andai saja semua itu terpenuhi, The Taking Of Pelham 123 bisa jadi cukup legendaris di mata penonton. Sayangnya hanya sampai pada tahap menghibur standar pakem film sejenis dengan andalan interaksi cerdas Ryder dan Garber yang memang outstanding sepanjang film.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$65,000,000 till mid Aug 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!