XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label nicolas cage. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nicolas cage. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

STOLEN : Uneffective Family Drama Unsuccessful Action Movie


Tagline:
12 Hours. $10 Million. 1 Kidnapped Daughter.

Nice-to-know: 
Baik Clive Owen maupun Jason Statham pernah dikabarkan mengisi peran utama dalam film ini.

Cast:
Nicolas Cage sebagai Will Montgomery
Josh Lucas sebagai Vincent
Danny Huston sebagai Tim Harlend
Malin Åkerman sebagai Riley Jeffers
Sami Gayle sebagai
Alison Loeb 

Director:
Film pertama Simon West adalah Con Air (1997) yang juga dibintangi oleh Nicolas Cage.

W For Words:
Melihat lima filmnya sepanjang tahun 2011 yaitu Season of the Witch, Drive Angry, Seeking Justice, Trespass, Ghost Rider: Spirit of Vengeance yang flop abis rasanya anda sudah tahu dimana level seorang Nicolas Cage sekarang. Pemenang Aktor Terbaik di ajang Academy Awards 1996 lewat Leaving Las Vegas (1995) ini ironisnya tak kunjung mendapat tawaran berarti sehingga memilih untuk ’kejar setoran’. Apalagi poster film yang diproduksi oleh Millennium Films, Nu Image Films dan lain-lain ini tergolong buruk dengan teknik photoshop yang amat kentara. 

Will Montgomery adalah pencuri ulung yang secara tidak sengaja melukai rekannya sendiri Vincent pada saat merampok bank. Tertangkap dan mendiami tahanan selama delapan tahun, Will akhirnya bebas dan bisa menjumpai putrinya kembali Alison. Malangnya, Vincent masih menyimpan dendam dan menganggap Will menyembunyikan hasil rampokan hingga tega menculik Alison dan menyekapnya di dalam bagasi taksi yang dikendarainya. Kini Will harus mencari cara untuk mengumpulkan sejumlah uang tebusan dengan bantuan mantan rekannya si pramusaji bar, Riley Jeffers. 

Skrip yang ditulis oleh David Guggenheim ini memang tidak terbilang baru. Cage bahkan pernah melakoni peran serupa dalam Gone in Sixty Seconds (2000) yang juga bertemakan pencurian mobil demi menyelamatkan adiknya. Anda tinggal mengganti mobil dengan emas, adiknya dengan putrinya. Voila! Belum lagi kasus penculikan yang selama ini dipopulerkan oleh Liam Neeson dalam Taken (2008) dan sekuelnya tersebut. Silakan kombinasikan elemen-elemen itu dan jadilah sebuah film anyar dengan citarasa lawas. Still okay if you have a great presentation to the audience!

Kapabilitas sutradara West untuk genre action memang tak perlu diragukan lagi. Timing tepat dan tempo cepat amat dibutuhkan demi memacu adrenalin penonton. Production value yang “menjual” disini adalah setting jalanan New Orleans selama parade Mardi Gras dimana tingkat kesulitan menata suara dan dialognya memang cukup tinggi. Selain itu adegan kebut-kebutan mobilnya lumayan menegangkan walaupun kehancuran yang disebabkan sedikit terasa berlebihan. Pergulatan dengan FBI lagi-lagi sesuai stereotype, datang terlambat, respon telat dsb.

Untungnya Cage tidak sampai overreact seperti yang ditunjukkannya belakangan ini. Setiap adegan aksi yang dilakoninya masih believable. Sayang penjiwaannya sebagai rekan, ayah dan korban belum beranjak dari kebiasaan lama yang datar saja. Lucas mampu mencuri perhatian sebagai antagonis dengan gangguan mental, semakin meyakinkan dalam rambut pirang panjang yang tak terurus. Salah satu aktris cantik favorit saya yakni Akerman seakan memperpanjang daftar buruknya setelah Catch.44 (2011). Sama halnya dengan Gayle yang tidak memberi kontribusi berarti dalam peran putri pemberontak.

Stolen memang lebih baik dari lima film Cage yang saya sebutkan pada paragraf pertama di atas. Setidaknya masih terbilang efektif mengisi waktu santai anda dengan hiburan brainless yang sesekali menghadirkan tawa baik disengaja ataupun tidak. Dua subplot yang berjalan bersisian bisa jadi diniatkan sedari awal walau secara tidak langsung mengaburkan penekanan film yang blur. Failed as a family drama but not successful either as an action movie. Still curious with Cage in similar roles? Well, you can give this a shot.

Durasi: 
96 menit

U.S. Box Office: 
$183,125 till Sep 2012

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Notes:

Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 17 Februari 2012

GHOST RIDER : SPIRIT OF VENGEANCE Failed (Staring) Contest Between Devils


Quotes:
Johnny Blaze: I'm gonna say yes! Hell yes!

Nice-to-know:
Tengkorak Ghost Rider didesain ulang untuk sekuelnya ini dengan dominan warna hitam membara.

Cast:
Nicolas Cage sebagai Johnny Blaze / Ghost Rider
Violante Placido sebagai Nadya
Ciarán Hinds sebagai Roarke
Idris Elba sebagai Moreau
Johnny Whitworth sebagai Ray Carrigan
Fergus Riordan sebagai Danny

Director:
Merupakan kolaborasi keempat bagi Mark Neveldine dan Brian Taylor setelah terakhir Gamer (2009).

W for Words:
Dengan hanya balik modal sedikit di U.S. saja tetapi total menghasilkan lebih dari 230 juta dollar rasanya sudah cukup alasan bagi Columbia Pictures untuk melanjutkan kiprah Johnny Blaze sebagai Ghost Rider. Selang waktu 4 tahun ternyata menyebabkan pergantian sutradara dan penulis skrip juga yaitu Neveldine/Taylor dan David S. Goyer yang berkolaborasi dengan Scott M. Gimple serta Seth Hoffman untuk mengambil tongkat estafet dari Mark Steven Johnson.
Selagi Johnny Blaze bersembunyi di Eropa TImur, ia mendapat tugas untuk menyelamatkan Danny, bocah 10 tahun yang diyakini bakal menjadi titisan iblis berikutnya. Hal ini dimanfaatkan Roarke terlebih dahulu yang mengutus Ray Carrigan untuk mengambil Danny dari ibunya, Nadya. Johnny pun terpaksa menunggangi motornya kembali dan menjelma menjadi Ghost Rider sebelum dunia yang dikenalnya berubah menjadi neraka.

Harus diakui plot ceritanya tidak mengesankan samasekali. Bodoh dan klise dimana semua elemen yang sudah pernah disajikan sebelumnya hanya dicampur-adukkan tanpa benang merah yang jelas. Karakterisasi juga tidak berjalan dengan baik karena tokoh-tokohnya terlalu sibuk timbul tenggelam di sepanjang film. Antagonis gagal memancing emosi penonton sedangkan protagonis tidak berhasil menyembulkan karisma yang diharapkan. Devil? I can call every characters in the movie as a devil itself, really.
Neveldine/Taylor memang pernah membesut action movie sebelumnya terbukti unsur ledakan dan pertarungan mendebarkan dipertahankan disini. Namun sayangnya spesial efek yang digunakan terlalu absurd dan menggelikan bahkan sebagian di antaranya sukses menggugah tawa sinis dari penonton. Belum lagi kinerja kamera yang juga mengganggu seakan-akan sutradara ikutan berlari kesana kemari ditambah dengan close-up shots yang tidak penting.

Nic Cage tampaknya semakin melanjutkan keterpurukannya. Johnny Blaze bukan lagi karakter favorit yang mampu mengangkat namanya dengan kekuatan super “tak lazim” seperti dalam Ghost Rider (2007) karena disini ia lebih banyak berdiam diri dimana sekalinya buka mulut, dialog yang terlontar juga singkat dan amat miskin. Sebaiknya Marvel bisa kembali mengambil alih franchise ini jika ingin tetap lestari di masa mendatang. Yang jelas satu kata untuk Ghost Rider : Spirit Of Vengeance: LAME! And it’s even not worth it to see in 3D. Save your money!

Durasi:
95 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 09 Desember 2011

TRESPASS : Perampokan Rumah Berujung Pengkhianatan

Quotes:
Kyle Miller: Your filthy lust invited them in.


Storyline:
Kyle dan Sarah Miller dapat dikatakan memiliki semuanya, rumah elit menghadap pantai, kendaraan mewah termasuk putrinya Avery yang beranjak dewasa. Sekembalinya dari perjalanan bisnis, Kyle yang juga seorang pedagang berlian mendapati empat penjahat memasuki rumahnya secara paksa. Suami istri Miller pun disandera dimana penjahat tersebut menginginkan sejumlah uang tunai dan berlian yang bernilai tinggi itu. Perlahan-lahan, rahasia masing-masing mulai terkuak. Pertaruhan hidup dan mati pun terancam oleh kepercayaan.

Nice-to-know:
Produksi sempat tertunda pada tanggal 3 Agustus 2010 saat Nic Cage ingin mengganti peran nya sebagai pencuri. Peran suami Nic Kidman sempat ditawarkan kepada Liev Schreiber. Nic Cage akhirnya memutuskan untuk meneruskan peran semulanya.

Cast:
Nicolas Cage sebagai Kyle Miller
Tidak terlalu sukses mendampingi Adam Sandler dalam Just Go With It (2011), Nicole Kidman berperan sebagai Sarah Miller
Ben Mendelsohn sebagai Elias
Baru saja bermain luar biasa dalam Trust (2010), Liana Liberato bermain sebagai Avery Miller
Cam Gigandet sebagai Jonah

Director:
Pria berusia 72 tahun bernama Joel Schumacher ini pertama kali mendapat kesempatan menyutradarai dalam The Incredible Shrinking Woman (1981).

Comment:
Tema penyanderaan di rumah sendiri yang dilakukan oleh sekelompok orang rasanya bukan sesuatu yang baru. Berkali-kali dihadirkan sebelumnya dalam drama action maupun thriller, bahkan beberapa diantaranya menggunakan gaya dokumenter yang secara detil menyuguhkan babak per babak dengan mencekam. Kali ini daya tariknya jelas ada pada faktor jajaran cast dan sutradara yang menanganinya. Apakah hasilnya berbeda? Anda sendiri yang menentukan.
Penulis skrip Karl Gajdusek kali ini membagi cerita dalam dua kubu yaitu protagonis versus antagonis. Masing-masing kubu memiliki hubungan yang tidak dapat disepelekan artinya begitu saja. Sepanjang cerita bergulir, anda akan menemukan banyak sekali intrik dan problematika yang terjadi di antara para karakternya sehingga konflik diperlebar sedemikian rupa yang berujung pada sebuah klimaks yang lagi-lagi klise yaitu “Who’s gonna survive?”

Saya mempertanyakan motif Kidman bermain disini. Setelah memenangkan Piala Oscar, ia terlihat selektif bermain film. Namun keputusannya mendukung film yang dikategorikan “biasa-biasa saja” ini cukup mencengangkan. Meski demikian peran Sarah Miller mampu dijiwainya, istri yang tidak puas meski bergelimang harta hingga pada akhirnya berusaha sekuat tenaga menebus kesalahannya. Justru yang lebih mencuri perhatian adalah aktris masa depan Liberato yang bermain lugas sebagai putri yang menginginkan kepercayaan orangtuanya untuk bisa bertindak dewasa.
Sebaliknya Cage merupakan aktor yang boleh dibilang menerima peran apapun yang disodorkan kepadanya. Terbukti beberapa deretan filmografi terakhirnya tidak terlalu memuaskan dari segi kualitas maupun kuantitas. Tokoh Kyle yang “tricky” disini ternyata lebih dari sekadar ayah maupun suami biasa. Para penjahat seperti Gigandet, Mendelsohn, Mihok dan Spiro sebetulnya cukup menakutkan dengan keberingasan dan senjata di tangan tapi agak gagal menjaga intensitas yang diinginkan.

Sutradara senior Schumacher melupakan sedikit logika disini. Kyle dan Sarah Miller seakan memiliki superioritas lebih. Memang secara nama besar jelas di atas aktor-aktris lainnya tapi kapasitas mereka sebagai pihak tersandera yang nyawanya betul-betul terancam harusnya diperhatikan terlepas dari status sebagai pemegang harta yang amat diinginkan oleh penjahat. Klastrofobia yang bisa melingkupi setiap ruang dalam rumah megah tersebut juga gagal dimanfaatkan setiap jengkalnya.
Trespass adalah sebuah ide lawas yang dieksekusi tanpa mengacu pada realita yang ada apalagi dilengkapi latar belakang para karakternya. Permainan kucing tikus yang diharapkan memacu adrenalin tidak terjadi secara frekuentif. Sebaliknya pertukaran dialog yang terganggu oleh suara bising maupun histeris tokoh wanita kerapkali terjadi. Pada akhirnya yang membuat film ini masih layak tonton adalah akting kaliber Cage dan Kidman selain fakta bahwa kepercayaan merupakan modal utama yang harus dijaga kalau tidak ingin berselisihpaham yang berujung pada kefatalan.

Durasi:
91 menit

U.S. Box Office:
$16,816 in opening week end of Oct 2011 (10 screens)

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 02 November 2011

SEEKING JUSTICE : Sindikat Misterius Main Hakim Sendiri

Tagline:
Would you cross the lines for vengeance?


Storyline:
Melewatkan pesta bersama teman-temannya, Laura Gerard secara brutal diperkosa oleh seorang pria di dalam mobilnya sendiri. Cedera fisik dan trauma tersebut memang hilang setelah terapi 6 bulan. Namun sang suami, Will Gerard tidak tinggal diam terlebih setelah seorang pria misterius bernama Simon menawarkan diri untuk menghabisi sang pelaku. Tanpa sadar, Will terjerat “permainan” sindikat luas New Orleans yang memiliki aturan mainnya sendiri untuk membereskan kejahatan. Berhasilkah suami istri tersebut mendapatkan ketenangan hidup mereka kembali?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Endgame Entertainment, Maguire Entertainment dan Ram Bergman Productions mengambil setting di New Orleans, Louisiana, L.A.

Cast:
Bermain di satu dari 4 filmnya di tahun 2011 setelah Drive Angry, Nicolas Cage berperan sebagai Will Gerard
Sama sibuknya dengan Cage, ini adalah film ke-3 setelah X-Men : First Class di tahun 2011 bagi January Jones yang bermain sebagai Laura Gerard
Jennifer Carpenter sebagai Trudy
Guy Pearce sebagai Simon
Harold Perrineau sebagai Jimmy
Xander Berkeley sebagai Lieutenant Durgan
Jason Davis sebagai Leon Walczak / Alan Marsh

Director:
Merupakan film ke-19 bagi sutradara kawakan Roger Donaldson yang mengawali film perdananya Sleeping Dogs (1977).

Comment:
Masih ingat konsep tindak kejahatan yang tidak diganjar dengan hukum setimpal hingga sang tokoh utama harus turun tangan sendiri mencari keadilan dalam sebuah film? Saya sebutkan salah satu judul yang paling anyar adalah Jodie Foster dalam The Brave One (2007). Setidaknya film ini terlihat di awal memiliki arah yang sama. Selebihnya? Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan karena masih ada berbagai twist dari cerita yang direkayasa oleh Todd Hickey dan Robert Tannen ini.
Nic Cage lagi-lagi bermain sebagai one man show. Bedanya ada garis lurus yang bisa ditarik dari interaksi menarik karakter Will dengan orang-orang di sekitarnya, sebut saja sang istri-Laura, sahabatnya-Jimmy, penolongnya-Simon hingga kepala polisi yang menyelidikinya-Durgan. Apa yang dilakukan Cage mungkin mengingatkan kita pada tipikal film Liam Neeson. Namun harus saya akui, Cage mampu menarik simpati penonton sejak awal dan tidak membosankan samasekali seperti diduga sebelumnya.

Karakter-karakter lain di luar Will memang tidak banyak mendapat kesempatan yang cukup tetapi sudah mampu menerjemahkan maksud dan tujuan skenario tersebut. Jones terlihat tegar sebagai istri yang mengalami musibah sebelum bangkit berdiri bahkan mampu menjaga dirinya sendiri. Saya nyaris tidak mengenali sosok Pearce yang botak sebagai Simon yang keji dan merasa berkuasa dalam organisasi itu. Davis lumayan mencuri perhatian walau muncul sejenak sebagai jurnalis kriminal yang misterius.

Sutradara Donaldson memvisualkan kota New Orleans dengan baik sebagai setting lokasi, lengkap dengan kultural Mardi Gras di bagian pembuka hingga insiden Badai Katrina tak lama setelahnya. Berbagai adegan aksi termasuk kejar-kejaran dan kebut-kebutan mobil yang disuguhkan mungkin tidak sampai taraf luar biasa tetapi cukup mempertahankan animo penonton mengikuti kiprah pasangan guru sekolah dan pemain biola orchestra yang sangat “biasa” itu.
Seeking Justice sepintas terlihat seperti action lawas yang tidak menawarkan hal-hal baru. Namun percayalah dengan sedikit twists dan turns cerita, film ini cukup sepadan untuk diikuti selama satu setengah jam lebih. Pada akhirnya memang kembali pada bumbu tipikal yaitu pengkhianatan dan penyelesaian berdarah di tingkat kekuatan yang tertinggi. Kejahatan seringkali berada di luar kendali tetapi apakah “main hakim sendiri” adalah solusi yang tepat bagi penduduk sipil seperti kita? Think again!

Durasi:
105 menit

Europe Box Office:
€351,788 in Italy till Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 12 Maret 2011

DRIVE ANGRY : Tuntut Balas Dendam Sekte Sesat

Quotes:
Piper: Gimme one good reason I shouldn't shoot you in the face.
Milton: I'm driving.
Piper: You know what I mean!

Storyline:
Misi John Milton cuma satu yaitu mencari Jonah King yang telah menculik cucu perempuan dari putrinya yang menghilang demi persembahan sebuah sekte sesat. Namun John selalu dibuntuti pria perlente, The Accountant yang bertekad menangkapnya kembali. Dalam perjalanan, John bertemu pramusaji Piper yang diyakini dapat membantunya. Berdua mereka menelusuri jejak Jonah dengan mobil dan senjata untuk menumpas siapapun yang menghalangi jalan mereka.

Nice-to-know:
Karakter Nicolas Cage disini adalah John Milton yang juga nama penulis film Paradise Lost, sebuah epic yang bercerita Satan pencipta neraka.

Cast:
Kemunculan pertamanya lewat film televisi Best of Times (1981) telah menuntun Nicolas Cage menjadi seperti sekarang ini. Peran John Milton diwujudkannya dalam sosok berambut setengah pirang, berjaket kulit dan berkacamata hitam.
3 dari 4 filmnya di tahun 2009 sudah saya saksikan termasuk Zombieland, kini Amber Heard bermain sebagai Piper, mantan waitress yang dikhianati tunangannya hingga harus menelusuri perjalanan maut.
William Fichtner sebagai The Accountant
Billy Burke sebagai Jonah King
David Morse sebagai Webster

Director:

Merupakan film berbasis 3D kedua bagi Patrick Lussier setelah My Bloody Valentine (2009).

Comment:
Terus terang saya teramat jengah melihat nama Cage mengisi sebuah film selama 2 tahun terakhir. Kebintangannya semakin memudar dengan peran-peran stereotype yang samasekali tidak membantu apapun dalam peningkatan karirnya. Bagaimana dengan tokoh John Milton disini? Di luar dugaan, Cage mampu memainkan sosok tangguh gila yang berpenampilan dingin dengan penampilan super cuek berantakan dari luka dan codet di sekujur wajahnya. Dan ini menyenangkan apalagi dilengkapi dengan kacamata hitam dan senjata-senjata mematikan yang dimilikinya.
Di luar Cage juga ternyata didukung oleh aktor-aktris yang bermain cool dan nyaman. Sang heroine adalah Heard yang cantik seksi tetapi mampu bertarung dengan cekatan, tipikal jagoan wanita dalam action flick favorit anda. Sang messiah adalah Burke yang terlihat flamboyan yang mengingatkan pada sosok Elvis Presley dengan aksen Amerika Selatan yang mantap. Sang accountant adalah Fichtner yang berdandan kelimis seperti Neo dalam The Matrix tetapi dengan dialog-dialog tajam terlontar dari mulutnya. Lihat bagaimana ia menjentikkan koin dan mengubahnya menjadi kartu identitas FBI dengan cepatnya. Menarik!
Sutradara Lussier memadukan segala elemen yang biasanya dipertontonkan oleh film kelas B yaitu konten-konten dewasa. Sebut saja minuman keras, rokok, seks bebas, senjata tajam dsb plus berbagai umpatan kasar mewarnai nyaris setiap pertukaran kalimatnya. Semua itu terasa cukup menyenangkan dalam balutan 3D seperti desingan peluru, sambaran api, pecahan bom dll meskipun semua itu bukan hal baru lagi.
Skrip yang ditulis oleh Lussier sendiri bersama Todd Farmer memang tergolong klise dan murahan. Anda akan dengan mudah menebak adegan demi adegan bahkan mungkin pengucapan dialog demi dialognya. Namun penempatan soundtrack yang tepat rasanya tetap mampu membuat anda bersemangat mengikutinya sampai selesai walaupun harus menggeleng-gelengkan kepala akan apa yang anda baru saksikan.
Bagi saya, Drive Angry merupakan sebuah guilty pleasure. Film yang berkualitas buruk tapi herannya masih dapat dinikmati sebagai tontonan aksi yang lengkap termasuk suguhan adegan vulgar dan sadis dimana-mana. Sekarang terserah anda menilainya apakah sependapat dengan saya atau tidak. Yang pasti bagian penutup yang memperlihatkan jalan raya terbakar menuju neraka saat credit title bergulir sangatlah indah di mata!

Durasi:

95 menit

U.S. Box Office:

$9,103,951 till March 2011

Overall:

7.5 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 25 Januari 2011

SEASON OF THE WITCH : Pertempuran Baik Jahat Penyihir Titisan Iblis

Tagline:
Not all souls can be saved.

Storyline:
Abad ke-14, kaum Crusader kembali ke tanah kelahirannya yang tengah terjangkiti Wabah Hitam. Pendeta Debelzag dan pendeta muda Kay berusaha menjaga seorang gadis yang dicurigai sebagai titisan penyihir untuk tetap terkurung. Bersama mereka terlibat juga prajurit Eckhart yang berduka atas kematian keluarganya dan juga dua mantan pejuang Perang Salib, Behmen dan Felson. Lewat serangkaian peristiwa, gerombolan tersebut dipimpin oleh Hegamar bertekad melakukan perjalanan mencari biara tua untuk mengakhiri segala kutukan yang melanda desa tersebut. Benarkah ada kekuatan lain yang lebih besar menanti mereka selanjutnya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Atlas Entertainment dan Relativity Media.

Cast:
Terakhir juga memerangi kekuatan gelap dalam The Sorcerer’s Apprentice, Nicolas Cage disini kebagian peran Behmen
Terkenal sebagai Hellboy yang dilakoninya pertama tahun 2004, Ron Perlman kali ini bermain sebagai Felson
Stephen Campbell Moore sebagai Pendeta Debelzaq
Stephen Graham sebagai Hagamar
Ulrich Thomsen sebagai Eckhart
Claire Foy sebagai The Girl

Director:
Dominic Sena pernah mengarahkan Nicolas Cage sebelumnya dalam Gone In Sixty Seconds (2000).

Comment:
Karena kekosongan slot film belakangan ini, film bergenre aksi petualangan fantasi ini lumayan mencuri perhatian di jaringan bioskop Blitzmegaplex sampai diputar di dua auditorium di dua minggu perdana penayangannya. Atas dasar itulah, saya tergerak untuk menonton film ini sambil berharap kharisma seorang Cage (yang sudah lama hilang) bisa kembali lagi apalagi didukung oleh sutradara Sena yang pernah menghasilkan beberapa judul menarik sebelumnya.
Sayangnya lagi-lagi Cage membosankan. Tidak ada yang berbeda dari aktingnya sebagai Behman selain model rambutnya yang aneh itu. Masih dengan ekspresi dan intonasi yang sama seperti yang sudah-sudah. Beruntung tandemnya Perlman bermain lebih variatif sehingga chemistry keduanya disini terasa saling mengisi. Rasa penyesalan yang menyergap mereka juga terkesan hanya seperti sebuah sebab tanpa ada korelasi yang kuat untuk mendukung perjuangan mereka selanjutnya. Para pendukung lainnya juga sayangnya tidak terlalu mengesankan dalam menerjemahkan karakternya masing-masing.
Sutradara Sena tampak kebingungan mengangkat hasil penulisan Bragi F. Schut ke dalam sekuens aksi yang dinamis. Gaya penceritaan yang lemah terutama pada paruh pertama durasinya bisa jadi menyebabkan anda tertidur pulas. Jika itu yang terjadi, tidak usah takut melewatkan sesuatu karena paruh kedua film ini anda tetap bisa mengikutinya dan menemukan intensitas yang setidaknya sedikit meningkat.
Pertarungan besar (Perang Salib) maupun kecil (Iblis) malah mengalir begitu saja nyaris tanpa greget dimana efek CGI terasa dominan walaupun tidak mulus dieksekusinya. Sampai tahap ini, terasa film seperti penggabungan berbagai macam subplot yang telah dihadirkan sebelumnya, hanya saja tidak dilengkapi dengan pertukaran dialog yang kreatif ataupun latar belakang sejarah yang cukup jelas sebagai bukti pendukung.
Selayaknya penundaan tanggal rilis yang sempat dilakukan studio filmnya, kualitas akhir Season Of The Witch juga memang patut dipertanyakan. Rasanya cukup sulit menjual film ini selain ending menit-menit terakhir yang walau klise selayaknya arcade battle video game tapi tetap dapat menjaga minat anda menyelesaikan film ini. Bukankah iblis tetap harus diperangi walau harus ada pengorbanan?

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$18,913,782 till mid Jan 2011.

Movie-meter:

Sabtu, 24 Juli 2010

THE SORCERER'S APPRENTICE : Peremajaan Klasikal Dunia Sihir Disney

Quotes:
Balthazar Blake-You're a bad liar, Dave. That's good.

Storyline:
Kedua murid Merlin, Balthazar Blake dan Maxim Horvath terus saja berseteru beratus-ratus tahun memperebutkan guci berisi arwah Morgana dengan tujuan yang berbeda. Balthazar tetap ingin mengurung Morgana yang telah merenggut nyawa kekasihnya Victoria di masa lampau sedangkan Maxim ingin membebaskan Morgana yang dapat membantunya menguasai dunia dengan sihir terkuat. Di masa modern, Balthazar secara tidak sengaja bertemu dengan bocah Dave Stutler yang kelihatannya mewarisi kekuatan Merlin. Sayang lewat suatu insiden, Balthazar dan Maxim terkurung dalam sebuah guci. 10 tahun kemudian, Dave yang beranjak remaja tengah mendekati gadis impiannya semenjak kecil, Becky Barnes dan secara tidak sengaja harus kembali terlibat dalam perebutan kekuasaan sihir tersebut demi menjaga perdamaian dunia.

Nice-to-know:
Saat syuting adegan kebut-kebutan mobil, sempat terjadi kecelakaan di Jalan Sbarro dan Seventh Avenue pukul 1 pagi yang menyebabkan cedera dua orang yang tidak terlalu serius.

Cast:
Pernah menggenggam Piala Oscar gelar Aktor Terbaik lewat Leaving Las Vegas (2005), Nicolas Cage berperan sebagai Balthazar Blake yang harus menjadi mentor bagi pewaris Merlin, Dave Stutler.
Baru saja sukses mengisi suara dalam How To Train Your Dragon, Jay Baruchel bermain sebagai remaja biasa-biasa saja yang mendadak harus menyelamatkan dunia.
Karakter antagonis kedua kali berturut-turut setelah Prince of Persia : The Sands Of Time diemban oleh aktor senior Inggris, Alfred Molina.
Teresa Palmer sebagai Becky Barnes.
Monica Belucci sebagai Veronica.
Alice Krige sebagai Morgana.

Director:
Kerjasama ketiga Jon Turteltaub dengan Nicolas Cage setelah menggarap dua seri National Treasure di tahun 2004 dan 2007.

Comment:
Konon diilhami dari animasi Walt Disney pertama, Fantasia yang mengorbitkan karakter Mickey Mouse, film ini kembali mengupas dunia sihir dan permasalahan umumnya yaitu perseteruan dua penyihir senior dan bagaimana mereka mencari murid masing-masing untuk memperpanjang hegemoninya. Selebihnya tidak ada yang baru sehingga anda hanya perlu duduk manis di dalam bioskop dan dengan mudah mereka-reka adegan apa yang ditampilkan berikutnya. Very predictable! Kemampuan CGI nya terasa terlalu "sederhana" untuk masa sekarang ini. Beruntung alunan Secret nya OneRepublic mampu membangun mood di beberapa scene.
Bagaimana dengan karakterisasinya? Sejujurnya saya sudah agak muak melihat Cage yang seakan kejar setoran dalam 5-10 tahun terakhir dengan berbagai peranan yang nyaris serupa penjiwaannya. Kita pernah menyaksikan gaya mentornya yang tidak berbeda jauh dalam remake Bangkok Dangerous ataupun Kick-Ass baru-baru ini. Baruchel yang "suara"nya dipuji dalam How To Train Your Dragon malah terdengar "sengau" disini dan sedikit banyak penampilannya mengingatkan saya akan Tria The Changcuters. Keluguannya disini sedikit mengganggu sehingga sulit mengundang simpati penonton yang seharusnya muncul. Sayang sekali melihat Belucci hanya menjadi pemanis belaka dan memang tokoh Veronica tidak diberikan banyak ruang selain fakta "love interestnya" Balthazar dan Maxim sekaligus.
Selayaknya produksi Bruckheimer yang lebih menjual spesial efek daripada aspek-aspek lain sebuah film yang lebih penting, Turteltaub memperparah hasil akhirnya dengan eksekusi skrip yang sangat standar. Alhasil The Sorcerer's Apprentice hanyalah modernisasi dari versi klasik Disney yang sebetulnya tidak buruk, hanya saja tidak akan meninggalkan kesan apapun setelah menyaksikannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$24,708,059 in opening week mid July 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 22 Mei 2010

KICK ASS : Kala Pecundang Berusaha Menjadi Pahlawan Super

Quotes:
Dave Lizewski-If it wasn't for you, I'd be dead.
Hit Girl-And if it wasn't for you... my dad wouldn't be.


Storyline:
Siswa SMU cupu, Dave Livewski yang menyukai komik bercita-cita menjadi pahlawan super terlebih setelah maraknya kejahatan terjadi di sekelilingnya. Lewat internet, Dave membeli sebuah kostum hijau dan menamakan dirinya Kick Ass, pahlawan tanpa kekuatan super. Dalam sebuah kejadian membela seseorang dari keroyokan anggota gang, Kick Ass tertangkap video dan kamera yang kemudian membuatnya terkenal seantero Amerika! Di luar dugaan, tindakannya itu mengundang perhatian bos mafia, Frank D'Amico yang terganggu olehnya. Dibantu superhero sebayanya Red Mist, dan ayah-anak, Big Daddy-Hit Girl, Kick Ass pun berjuang menuntaskan misinya memberantas gerombolan D'Amico.

Nice-to-know:
Daniel Craig dan Mark Wahlberg sempat dicast untuk peran Big Daddy dalam film yang komiknya dihasilkan oleh Stan Lee yang juga muncul sebagai cameo disini.

Act:
Sudah bermain serial televisi sejak usia 11 tahun, aktor muda Inggris bernama Aaron Johnson ini didapuk sebagai Dave Lizewski alias Kick Ass.
Pernah mengisi suara animasi Disney Bolt (2008), Chloe Moretz didaulat sebagai Mindy Macready alias Hit Girl.
Clark Duke dan Evan Peters sebagai duo tandem Kick Ass yaitu Marty dan Todd.
Love interest Kick Ass yaitu Katie Deauxma dimainkan oleh Lyndsy Fonseca.
Tak ketinggalan aktor yang rajin bermain film yaitu Nicolas Cage sebagai Big Daddy.

Director:
Pria kelahiran London pada 7 Maret 1971 bernama Matthew Vaughn ini terakhir lumayan berhasil menangani Stardust (2007) yang cukup disukai kritikus dan publik itu.

Comment:
Saya menyaksikan film ini tanpa ekspektasi apapun selain mendengar bahwa film ini booming di Amerika sana. Dan bagi sebagian besar penonton di belahan dunia bagian Asia mungkin akan sulit menyukainya karena beberapa hal. Awal film mungkin sedikit membosankan menyaksikan kehidupan monoton pecundang bernama Dave LIzewski yang berusaha menjadi seseorang. Beberapa adegan satir yang dialami Dave mungkin membuat kita miris dan berpikir harus ada yang seseorang yang melakukan sesuatu terhadapnya. Sampai titik ini kemunculan Big Daddy dan Hit Girl seakan menjadi jawabannya. Keduanya dibekali skill dan peralatan yang mumpuni untuk syarat menjadi superhero, tentu saja bukan tanpa misi karena masa lalu kelam yang dialami mereka. Adegan bertarungnya seakan perpaduan dari Spiderman dan Kill Bill dengan koreografi yang menarik. Pengeksekusian plotnya juga terasa abnormal karena mengombinasikan kekejamanan, sarkasme, humor dan keputusasaan secara seimbang. Johnson dan Moretz bermain gemilang menerjemahkan karakter utama yang dipercayakan pada mereka. Cage dan Strong juga efektif membagi pengalaman akting mereka. Semua terbantu oleh lagu-lagu Prodigy ataupun Sparks yang pas mengisi adegan bertensi tinggi. Terkadang musik latar mengingatkan pada Watchmen yang bertemakan tidak jauh berbeda. Yang cukup kontroversial adalah fakta bahwa Hit Girl masih berusia 11 tahun tetapi terbiasa dengan kata-kata kasar dan kemampuan membunuhnya yang sangat keras terlepas dari sekelam apapun masa lalunya. Namun jangan biarkan hal tersebut mengganggu pengalaman baru bersinema yang akan anda temukan dalam Kick Ass. I can't say it's good but it's uniquely stylish!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$46,616,232 till mid May 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 04 November 2009

ASTRO BOY : Petualangan Bocah Robot Mencari Identitas

Quotes:
Astro Boy-I was made ready

Cerita:
Seorang bocah cerdas, Toby tanpa sengaja tewas saat terkena ledakan percobaan ilmiah. Ayahnya Dr. Tenma berusaha membangkitkan kembali dengan membuat sebuah robot muda dengan kekuatan luar biasa "inti biru" dengan ingatan Toby. Sayang hal itu dianggapnya tidak dapat menggantikan putra yang dicintainya itu. Robot yang kemudian disebut Astro Boy itupun dibuang dari Metro City. Di tempat barunya, Astro berkenalan dengan Ham Egg, ayah sekumpulan anak-anak terlantar seperti Cora, Orrin, Sparx dsb. Berusaha menyembunyikan identitas aslinya, Astro malah terlibat dalam pertarungan robot-robot hasil rakitan Ham Egg. Sementara itu, terjadi kekacauan di Metro City saat Presiden Stone ngotot mengaktifkan "inti merah" untuk menguasai dunia. Tibalah saatnya bagi Astro untuk kembali dan menyelamatkan situasi dunia tempat ayah yang membuangnya itu.

Gambar:
Animasi yang ditampilkan memang masih kental dengan nuansa 2 dimensi tetapi diberi sentuhan modern sehingga terlihat lebih nyata dan halus.

Voice:
Aktor cilik ini awalnya bermain dalam Women Talking DIrty (1999) tetapi seiring waktu, Freddie Highmore cukup memiliki tempat di hati moviegoers dan kali ini dipercaya mengisi suara Toby alias Astro Boy.
Dr. Tenma oleh Nicolas Cage
Cora oleh Kristen Bell
Presiden Stone oleh Donald Sutherland
Dr. Elefun oleh Bill Nighy
Narator oleh Charlize Theron

Sutradara:
Film keduanya setelah Flushed Away (2006), David Bowers kini berkesempatan menangani salah satu manga terpopuler di dunia, Astro Boy yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa.

Comment:
Lima belas menit pertama terasaaaa sangat lambat dikarenakan dialog-dialog yang tidak berisi sama sekali sehingga membuat saya sempat terkantuk-kantuk di kursi terlebih setelah jam kerja yang melelahkan. Namun jika anda bisa melewatinya, niscaya plot cerita terasa lebih menarik terutama saat Astro meninggalkan Metro City. Dari sini tensi meningkat cukup tajam dikarenakan eksplorasi yang cerdas, fun dan menyentuh di beberapa bagian. Mungkin pada satu kesempatan, anda akan berpikir tentang Robots, Wall-E dan film-film sejenis produksi Hollywood tetapi ingatlah Astro Boy merupakan akar anime Jepang yang sudah mendunia. Oleh sebab itu masih ada nilai-nilai Timur yang diperlihatkan disini meskipun tim kreatif termasuk sutradara yang merupakan asli Amerika. Astro Boy memang berangkat dari beberapa ide kompleks yang jarang dibahas mengenai karakteristik robot yang abu-abu dan secara keseluruhan menawarkan animasi yang cukup menarik di tingkat yang lebih. Satu minus yang paling mencolok adalah theme alias background musik yang teramat miskin dimana hal tersebut biasanya sangat membantu film animasi.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$6,702,923 opening week in end of Oct 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 19 September 2009

G-FORCE : Geng Marmut Terlatih Menggagalkan Misi Milyuner Jahat

Tagline:
The world needs bigger heroes

Cerita:
Mengisahkan satu tim agen rahasia marmut terlatih masing-masing Darwin, Blaster, Juarez dan tikus tanah Speckles serta lalat Mooch yang dikepalai oleh ilmuwan Ben dan asistennya Marcie dalam misinya mencuri rahasia milyuner Leonard Saber yang akan meluncurkan teknologi mematikan ke seluruh dunia dalam waktu dekat ini. Sayangnya hal tersebut tidak berlangsung mudah karena Darwin, Blaster dan Juarez sempat terdampar di toko binatang peliharaan dimana mereka baru menyadari siapa sesungguhnya diri mereka dan tujuan hidupnya.

Gambar:
Animasi G-Force tergolong detail dan penuh adegan close up apalagi yang memperlihatkan persenjataan lengkap yang dibawa ketiga karakter utama tersebut. Tentunya menjadi semakin menarik karena dilengkapi dengan teknologi 3D!

Voice:
Sam Rockwell sebagai Darwin
Penélope Cruz sebagai Juarez
Tracy Morgan sebagai Blaster
Nicolas Cage sebagai Speckles
Jon Favreau sebagai Hurley
Steve Buscemi sebagai Bucky

Act:
Bill Nighy sebagai Leonard Saber
Will Arnett sebagai Kip Killian
Zach Galifianakis sebagai Ben
Kelli Garner sebagai Marcie

Sutradara:
Film keduanya setelah Asteroid Adventure (1994), Hoyt Yeatman lebih banyak terlibat dalam bidang spesial/visual efek termasuk saat memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Effect dalam The Abyss (1989).

Soundtrack:
"Go G Force" by Ali Dee
"Boom Boom Pow" & "I Gotta Feeling" by Black Eyed Peas
"Just Dance" by Lady GaGa featuring Colby O'Donis
"Jump" by Flo Rida featuring Nelly Furtado

Komentar:
Bisa dikatakan gambaran yang sangat akurat mengenai marmut-marmut yang berperan sebagai agen rahasia meskipun hal ini tergolong belum pernah diangkat dalam animasi layar lebar. Belum lagi gadget dan teknologi canggih yang melengkapi persenjataan mereka masing-masing ditambah dengan keterampilan olah tubuh yang sangat cekatan dipercaya mampu memukau penonton. Tetapi semua itu belum cukup mampu menandingi animasi Disney-Pixar belakangan ini. Namun jika tidak dibandingkan G-Force tergolong menarik apalagi disuarakan dengan pas disertai dengan tempelan humor yang menyegarkan di suasana yang tidak semestinya. Sang sutradara melakukan usaha terbaiknya tetapi nilai minus yang paling mencolok adalah skrip yang terlalu polos dan kurang meyakinkan terutama pada bagian akhir yang sangat terasa dipaksakan. Saran saya, nikmatilah G-Force sebagai hiburan ringan belaka yang cocok ditonton oleh seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak anda.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$116,715,916 till mid Sep 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 07 April 2009

KNOWING : Prediksi Bencana Kehancuran Umat Manusia

Quotes:
John Koestler-Stay with me. I know how this sounds, but I've mapped these numbers to the dates of every major global disaster from the last 50 years in perfect sequence. Earthquakes, fires, tsunamis... The next number on the chain predicts that tomorrow, somewhere on the planet, 81 people are going to die, in some kind of tragedy.
Phil Bergman-Whoa. Just step back. Have another look at it! Systems that find meaning in numbers are a dime in dozen. Why? Because people see what they want to see.

Cerita:
Tahun 1958 sekelompok murid diminta menggambar masa depan khayalan mereka untuk disimpan di kapsul waktu. Namun seorang anak perempuan misterius memenuhi kertasnya dengan tulisan angka acak. 50 tahun kemudian, Profesor John Koestler membuat penemuan mengejutkan dimana pesan berkode yang sampai di tangan anaknya Caleb itu memprediksi setiap bencana besar selama 50 tahun terakhir. Selagi John menyingkap rahasia tersebut, dia menyadari adanya tiga kejadian tambahan dimana yang terakhir akan melibatkan dia dan putranya menghadapi penghancuran berskala global yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia!

Gambar:
Meski diceritakan setting di Massachusetts dan New York, Knowing banyak mengambil lokasi di Melbourne. Spesial efek yang ditampilkan disini cukup real dan mengagumkan terutama pada saat adegan bencana.

Act:
Rasanya baru kemarin melihat Nicolas Cage dengan peran serupa melihat masa depan dalam Next (2007) sudah kembali lagi sebagai John Koestler, seorang profesor yang tidak sengaja menemukan dokumen yang terbukti memprediksi terjadinya bencana dan jumlah korbannya.
Aktor cilik Chandler Canterbury cukup berbakat memberikan jiwa dalam perannya Caleb Koestler yang cerdas dan juga vegetarian.
Didukung pula oleh Rose Byrne sebagai Diana dan Nadia Townsend sebagai Grace, adik kandung John Koestler.

Sutradara:
Memulai debut penyutradaraan pada usia 17 tahun lewat Neon (1980), Alex Proyas perlahan tapi pasti menancapkan kuku di jajaran sutradara Hollywood pencetak box office.

Komentar:
Melihat reaksi penonton terhadap film ini rasanya terbagi dalam dua kubu: mereka yang menyukainya dan mereka yang menganggapnya aneh. Saya sendiri berada di tengah-tengah. Sebagai sebuah film bencana, Knowing masih kental dengan unsur drama dan penjabaran yang runut untuk segala sesuatunya. Sebagai sebuah fiksi ilmiah, Knowing justru kedodoran dalam menjelaskan semua hal yang sepintas terasa tidak masuk akal sehingga menimbulkan banyak pertanyaan. Di luar itu, sinematografi dan spesial efek bisa dibilang baik. Akting cast nya pun terjaga cukup baik dan berhasil menonjolkan sisi humanisme masing-masing. Endingnya memang kontroversial karena twist yang sulit diduga untuk film sejenis. Terserah anda mau melihat dari sudut pandang mana tetapi saya pribadi melihatnya dari unsur agamais.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$79,948,113 till July 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 21 Desember 2007

NATIONAL TREASURE 2 : Kitab Misterius Kunci Rahasia Berabad-abad

Quotes:
Ben Gates-I’m gonna kidnap him. I’m gonna kidnap the President of the United States.
Riley Poole-Wouldn’t it just have been easier to make an appointment?

Cerita:
Selembar halaman yang hilang dari diary John Wilkes Booth membuat kakek leluhur Ben Gates menjadi tersangka terlibat dalam konspirasi pembunuhan mantan presiden Abraham Lincolns. Berusaha membuktikan kakek leluhurnya tidak salah, Ben mengikuti petunjuk internasional yang membawanya dalam perjakanan Paris-London dan akhirnya kembali ke Amerika. Sempat menculik Presiden untuk mendapat keterangan, Ben dan timnya harus berjuang dengan waktu untuk menemukan kejutan yang mungkin terhubung pada jejak dunia yang hilang dan menyimpan harga yang sangat berharga.

Gambar:
Mengambil adegan di beberapa tempat terkenal seperti Buckingham Palace, Falls Lake, Buena Vista Street, George Washington Masonic National Memorial, Mount Rushmore National Memorial dsb menjadikan film ini menakjubkan dalam hal setting.

Act:
Nicolas Cage yang sudah bermain dalam 4 film sepanjang 2007 termasuk Ghost Rider kali ini melanjutkan peran petualang sejarah Ben Gates yang cerdas dan intuitif.
Membuka karir akting lewat Tag (1999), Justin Bartha berperan sebagai Riley Poole yang kocak tetapi setia kawan.

Memulai seni peran dalam waktu yang belum terlalu lama yaitu The Piano Player (2002), Diane Kruger yang juga seorang model meneruskan tokoh love interestnya Ben Gates, Abigail Chase.
Aktor kawakan Ed Harris sebagai Mitch Wilkinson, pesaing Ben Gates.
Dua aktor aktris senior, Jon Voight dan Helen Mirren sebagai orangtua Ben Gates yang selalu berseteru.

Sutradara:
Jon Turteltaub mulai dikenal publik lewat komedi romantis box-office While You Were Sleeping (2005). Keahliannya membuat berbagai genre film dengan sentuhan ringan dibuktikannya kembali dalam dwilogi National Treasure yang juga dibiayai Walt Disney sehingga hasilnya adalah sebuah film yang tidak hanya menghibur tapi memberikan aksi yang fantastis.

Komentar:
National Treasure boleh dibilang franchise modern dari Indiana Jones dikarenakan elemen utama yang sama yaitu berpetualang mencari harta atau sesuatu yang bernilai yang belum pernah terjamah sebelumnya. Hanya saja NT menambahkan unsur sejarah yang meski tidak bisa dibuktikan kebenarannya sehingga seakan petualangan yang ada di dalamnya terlihat nyata. Pertanyaannya adalah apakah Book Of Secrets akan sebaik National Treasure? Sulit membandingkannya karena keduanya memiliki plus minus masing-masing. Satu yang dapat dipastikan adalah Book Of Secrets seakan “mengulang” formula lama ke dalam sentuhan sejarah U.S. yang baru. Sebuah sekuel yang boleh dibilang predictable, cukup lambat di bagian awalnya dengan eksplorasi tokoh tapi termaafkan karena dari awal kita dituntun merangkai puzzle untuk kemudian mendapatkan gambaran utuh pada akhirnya. Masih perlukah film ketiganya? Melihat hasil box-office rasanya memang memungkinkan.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$219,961,501till June 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 16 Mei 2007

NEXT : Kemampuan Supervisi 2 Menit Masa Depan

Quotes:
Liz-You can see things before they happen? Cris Johnson-Only my future... except with you. I saw far beyond anything I'd ever seen before. You need to get away from here.
----------
Cris Johnson-I have a small magic act back in Vegas. The Frank Cadillac Show. Liz-I thought your name was Cris. Cris Johnson-It is. Frank Cadillac is my stage name. Liz-How'd you come up with that? Cris Johnson-I picked two things I really like and put the together. Frankenstein and Cadillacs.

Cerita:
Cris Johnson mempunyai kemampuan melihat apa yang akan terjadi padanya 2 menit ke depan, sesuatu yang ia gunakan untuk menciptakan trik di meja judi di Vegas, sebagai pesulap Frank Cadillac. Saat agen FBI, Callie Ferris menyadari kemampuannya, ia menghubungi Cris untuk membantu menghentikan teroris dari rencana peluncuran nuklir di Los Angeles. Namun Cris juga sedang melindungi kekasih barunya, Liz dari ramalan nasib yang telah terlihat olehnya.

Gambar:
Mengambil setting awal di kasino lalu bergulir sampai perbukitan Grand Canyon!

Act:
Nicolas Cage memulai debut akting di Fast Times At Ridgemont High (1982) sampai rutin menjadi aktor langganan film-film aksi Hollywood dari bujet kecil sampai besar. Dalam Next ia berperan sebagai Cris Johnson a.k.a Frank Cadillac yang memiliki kemampuan khusus dan harus menggunakannya untuk kepentingan pribadi maupun umum.
Sebelum ini tampil mendukung Children Of Men (2006), Julianne Moore adalah salah satu aktris watak Hollywood yang cukup dikenal. Kali ini ia berperan agen FBI Callie Ferris yang berusaha menggagalkan aksi teroris yang memicu ledakan nuklir besar di Los Angeles.
Si cantik Jessica Biel yang juga mendukung serial teve 7th Heaven selama 10 tahun dalam Next menjabat sebagai Liz Cooper yang baru saja bangkit dari putus hubungan dan bertemu dengan pria unik Frank Cadillac di sebuah cafe untuk kemudian terlibat cinta sekaligus bahaya.

Sutradara:
Pria kelahiran New Zealand 1950, Lee Tamahori paling dikenal saat membesut salah satu installment James Bond, Die Another Day (2002). Kepiawaiannya meramu action kembali terlihat dalam Next, sebuah film yang sebetulnya biasa tapi dibuat menegangkan.

Komentar:
Sedikit lambat di awal, film ini perlahan meningkatkan intensitasnya. Diselingi beberapa adegan spektakuler, Next merupakan salah satu blockbuster action yang potensial meraih pemasukan yang banyak. Tapi entah kenapa hasil akhirnya cenderung gagal. Mungkin karena tema yang sudah beberapa kali diangkat dan plot cerita yang bisa dibilang tidak ada! Yah di luar itu, bolehlah menyempatkan waktu menonton film ini. Terlebih dengan open ending yang sebetulnya cukup mengejutkan. Mungkinkah ada sekuelnya? Sulit diprediksi!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$17,993,461 till Jun 2007

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!