XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label january jones. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label january jones. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

SEEKING JUSTICE : Sindikat Misterius Main Hakim Sendiri

Tagline:
Would you cross the lines for vengeance?


Storyline:
Melewatkan pesta bersama teman-temannya, Laura Gerard secara brutal diperkosa oleh seorang pria di dalam mobilnya sendiri. Cedera fisik dan trauma tersebut memang hilang setelah terapi 6 bulan. Namun sang suami, Will Gerard tidak tinggal diam terlebih setelah seorang pria misterius bernama Simon menawarkan diri untuk menghabisi sang pelaku. Tanpa sadar, Will terjerat “permainan” sindikat luas New Orleans yang memiliki aturan mainnya sendiri untuk membereskan kejahatan. Berhasilkah suami istri tersebut mendapatkan ketenangan hidup mereka kembali?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Endgame Entertainment, Maguire Entertainment dan Ram Bergman Productions mengambil setting di New Orleans, Louisiana, L.A.

Cast:
Bermain di satu dari 4 filmnya di tahun 2011 setelah Drive Angry, Nicolas Cage berperan sebagai Will Gerard
Sama sibuknya dengan Cage, ini adalah film ke-3 setelah X-Men : First Class di tahun 2011 bagi January Jones yang bermain sebagai Laura Gerard
Jennifer Carpenter sebagai Trudy
Guy Pearce sebagai Simon
Harold Perrineau sebagai Jimmy
Xander Berkeley sebagai Lieutenant Durgan
Jason Davis sebagai Leon Walczak / Alan Marsh

Director:
Merupakan film ke-19 bagi sutradara kawakan Roger Donaldson yang mengawali film perdananya Sleeping Dogs (1977).

Comment:
Masih ingat konsep tindak kejahatan yang tidak diganjar dengan hukum setimpal hingga sang tokoh utama harus turun tangan sendiri mencari keadilan dalam sebuah film? Saya sebutkan salah satu judul yang paling anyar adalah Jodie Foster dalam The Brave One (2007). Setidaknya film ini terlihat di awal memiliki arah yang sama. Selebihnya? Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan karena masih ada berbagai twist dari cerita yang direkayasa oleh Todd Hickey dan Robert Tannen ini.
Nic Cage lagi-lagi bermain sebagai one man show. Bedanya ada garis lurus yang bisa ditarik dari interaksi menarik karakter Will dengan orang-orang di sekitarnya, sebut saja sang istri-Laura, sahabatnya-Jimmy, penolongnya-Simon hingga kepala polisi yang menyelidikinya-Durgan. Apa yang dilakukan Cage mungkin mengingatkan kita pada tipikal film Liam Neeson. Namun harus saya akui, Cage mampu menarik simpati penonton sejak awal dan tidak membosankan samasekali seperti diduga sebelumnya.

Karakter-karakter lain di luar Will memang tidak banyak mendapat kesempatan yang cukup tetapi sudah mampu menerjemahkan maksud dan tujuan skenario tersebut. Jones terlihat tegar sebagai istri yang mengalami musibah sebelum bangkit berdiri bahkan mampu menjaga dirinya sendiri. Saya nyaris tidak mengenali sosok Pearce yang botak sebagai Simon yang keji dan merasa berkuasa dalam organisasi itu. Davis lumayan mencuri perhatian walau muncul sejenak sebagai jurnalis kriminal yang misterius.

Sutradara Donaldson memvisualkan kota New Orleans dengan baik sebagai setting lokasi, lengkap dengan kultural Mardi Gras di bagian pembuka hingga insiden Badai Katrina tak lama setelahnya. Berbagai adegan aksi termasuk kejar-kejaran dan kebut-kebutan mobil yang disuguhkan mungkin tidak sampai taraf luar biasa tetapi cukup mempertahankan animo penonton mengikuti kiprah pasangan guru sekolah dan pemain biola orchestra yang sangat “biasa” itu.
Seeking Justice sepintas terlihat seperti action lawas yang tidak menawarkan hal-hal baru. Namun percayalah dengan sedikit twists dan turns cerita, film ini cukup sepadan untuk diikuti selama satu setengah jam lebih. Pada akhirnya memang kembali pada bumbu tipikal yaitu pengkhianatan dan penyelesaian berdarah di tingkat kekuatan yang tertinggi. Kejahatan seringkali berada di luar kendali tetapi apakah “main hakim sendiri” adalah solusi yang tepat bagi penduduk sipil seperti kita? Think again!

Durasi:
105 menit

Europe Box Office:
€351,788 in Italy till Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 19 Juni 2011

UNKNOWN : Hilang Ingatan Dualisme Identitas

Quotes:
Dr. Martin Harris: For a moment they had me convinced that I was crazy. But when they came to take me, when they killed your friend, I knew.


Storyline:
Biokimia Dr. Martin Harris dan istrinya Elizabeth tiba di Berlin untuk menghadiri konferensi dimana seorang ilmuwan dan Pangeran dari Arab akan membicarakan penemuan fenomenal. Sayangnya dalam perjalanan, taksi yang ditumpangi Martin mengalami kecelakaan hingga membuatnya hilang ingatan secara utuh setelah 4 hari koma. Tanpa identitas dan kesulitan mengingat kembali, Martin mencoba menemukan istrinya yang ternyata sudah bersama Dr. Martin Harris lain yang bukan dirinya! Di samping itu ada beberapa pihak yang berusaha melenyapkan nyawanya. Bagaimana Martin bisa menjawab semua teka-teki tersebut?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Warner Bros Pictures yang berkolaborasi dengan beberapa perusahaan lainnya dimana tanggal rilis di Amerika Serikat adalah 16 Februari 2011 yang lalu.

Cast:
Aktor berusia 59 tahun ini terakhir mengisi suara Azlan dalam The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010), Liam Neeson bermain sebagai Dr. Martin Harris
Memulai karirnya lewat serial televisi Duelles (2002), Diane Kruger berperan sebagai Gina
January Jones sebagai Elizabeth Harris
Aidan Quinn sebagai Martin B
Bruno Ganz sebagai Ernst Jürgen
Frank Langella sebagai Rodney Cole
Sebastian Koch sebagai Professor Leo Bressler

Director:
Merupakan film keempat bagi Jaume Collet-Serra setelah terakhir kali sukses mencabik-cabik perasaan lewat The Orphan (2009).

Comment:
Dua alasan saya menyaksikan film ini adalah faktor sutradara dan jajaran castnya terutama aktor aktris utama. Jaume Collet-Serra meskipun filmografinya belum banyak tapi sudah mampu menghasilkan karya-karya yang intriguing. Tidak peduli jika seorang Liam Neeson dikatakan terlalu banyak bermain dalam film-film sejenis sebelumnya, ia tetaplah aktor watak yang handal dalam menerjemahkan peran-peran yang ditawarkan kepadanya.
Diangkat dari novel berjudul “Out of My Head” karya Didier Van Cauwelaert, duet penulis Oliver Butcher dan Stephen Cornwell menerjemahkan bagian demi bagian dengan runut. “Who am I?” di bagian opening akan membuat anda sama blanknya dengan karakter Dr. Martin Harris. Pemaparan sekuensi yang cermat berhasil menjaga intensitas cerita sekaligus memaksa penonton untuk tetap antusias menyaksikannya hingga akhir.
Film ini lebih tepat dikategorikan suspense mystery daripada action thriller. Terlepas dari berbagai adegan aksi seru yang disematkan, tidak menjadi fokus utamanya. Jalinan kisahnya yang tidak mudah ditebak karena berbagai twist yang disisipkan membuat kita menerka-nerka akankah tokoh Dr. Martin Harris akan sukses menemukan jawaban pada akhirnya? Apa yang kita pikirkan A ternyata berbalik menjadi B, begitu seterusnya hingga seluruh rangkaian teka-teki terjawab di bagian penutupnya.

Sutradara Collet-Serra manyajikan berbagai elemen thriller yang baik layaknya pembatas buku. Lihat saja adegan pembuka kecelakaan mobil yang membuat Neeson mengalami amnesia, sangat realistis! Atau kejar-kejaran mobil di tengah kota yang mengasyikkan walau disyut tidak terlalu detil dari sisi antagonisnya. Sinematografi ciamik dihadirkan Flavio Martínez Labiano dengan nuansa abu-abu, atmosfir kering yang melambangkan cuacana Jerman yang dingin bersalju.
Penampilan Neeson mungkin mengingatkan anda pada Taken (2008). Bedanya ia ‘hilang ingatan’ disini tetapi tetap sama tangguhnya dengan peran ‘singa terluka’ disana. Salah satu aktris fave saya, Kruger di luar dugaan tidak hanya menjadi sidekick belaka. Gina tergolong superwoman yang mampu meloloskan diri dari bahaya sekaligus menyelamatkan sang superhero. Awesome! Sedangkan Jones lumayan mencerahkan sebagai ‘istri’ Dr. Martin Harris yang anggun.
Unknown bukanlah film ambisius yang ingin mencetak dollar ataupun meraup penghargaan internasional dengan kekuatan cerita dan karakterisasinya. Kemudahan antagonis melacak protagonis untuk kemudian memberinya nafas panjang sebelum menghabisinya tampak masih kurang logis. Selebihnya trio produser Leonard Goldberg, Andrew Rona dan Joel Silver benar-benar seperti mengajak penonton membaca sebuah novel seru, lembar per lembar untuk memecahkan misteri terselubung itu. Overall, well done for me. Great puzzle if you had those pieces in place!

Durasi:
113 menit

U.S. Box Office:
$63,686,397 till May 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent