XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label channing tatum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label channing tatum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Mei 2012

THE SON OF NO ONE : Mislead Crime Thriller Without Direction

 
Tagline:
Serve. Protect. Lie. 

Nice-to-know:
Robert De Niro awalnya dicast sebagai Detective Stanford sebelum digantikan oleh Al Pacino.

Cast:
Al Pacino sebagai Detective Charles Stanford
Channing Tatum sebagai Jonathan White
James Ransone sebagai Officer Thomas Prudenti
Ray Liotta sebagai Captain Marion Mathers
Katie Holmes sebagai Kerry White

Director:
Merupakan film ketiga bagi Dito Montiel setelah Fighting (2009).

W For Words:
Dengan postur tinggi tegap besar tidak heran jika Channing Tatum kerapkali menjadi pilihan pertama produser/sutradara untuk peran tentara, polisi dan sejenisnya seperti yang dilakoninya dalam Dear John (2010) dan 21 Jump Street baru-baru ini. Tatum sendiri memerankan karakter Jonathan ‘Milk’ White dengan cukup baik, sosok polisi pemula yang menyimpan rahasia masa lalu sehingga hidupnya dirundung beban berat. Sayangnya interaksi dengan orang sekitarnya yang timbul tenggelam tidak cukup kuat untuk menyajikan konflik yang memadai.

Milk dan Vinny adalah dua bocah kulit putih dan hitam yang bersahabat di Precinct 118 dimana terjadi kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan. Sayangnya 16 tahun kemudian, surat ancaman terus berdatangan meneror Milk yang telah bertransformasi menjadi petugas polisi Jonathan White yang bertandem dengan rekannya yang bermasalah, Thomas Prudenti di bawah arahan Kapten Marion Mathers. Jonathan harus menggali kembali ingatannya sebelum karir dan keutuhan keluarganya hancur berantakan.

Mengapa Katie Holmes terus menerus meluapkan kemarahan sebagai seorang istri bernama Kerry White? Bagaimana hidup Al Pacino yang seolah ‘tersembunyi’ selama belasan tahun sebagai Detektif Charles dengan segala kasus buka-tutupnya? Mengapa Ray Liotta bersikap sinis sebagai Kapten Marion dalam upanya menyingkap kenyataan? Apa motif Juliette Binoche sebagai wartawan Lauren Bridges mengangkat berita yang sudah usang bertahun-tahun silam? Semua itu dijawab sutradara Montiel dengan seribu satu “kemungkinan” yang muncul dalam benak penonton.

Montiel yang juga menulis skripnya justru sibuk bermain dengan dialog-dialog monoton dan perjalanan back and forth antara tahun 1986 dan 2002 yang melelahkan seakan penonton diajak bermimpi dan terbangun berulang kali. Flashy editing yang sama buruknya di sebagian besar film. Tokoh Vincent yang sebetulnya bisa menjadi karakter kunci malah seakan menjadi pelengkap belaka, padahal Tracy Morgan sendiri sudah cukup menggugah dalam penampilan minornya itu.

Premis yang sesungguhnya menarik itu pada akhirnya hanya mengambang saja karena pengembangan ide yang tidak memadai. Bukan hanya itu, kesemua aktor-aktris kaliber yang bermain disini seakan “under-used”. Padahal sebuah crime thriller yang baik wajib didukung oleh performa akting dan kompleksitas karakter yang kuat. Lubang yang menganga dimana-mana tidak sempat tertutupi lagi bahkan setelah adegan pamungkas berlalu. The Son Of No One merupakan film tak bertuan yang kehilangan arah dalam bercerita.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$28,870 till Nov 2011

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
 
Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 21 April 2012

21 JUMP STREET : Stupid Yet Entertaining Cover Up


Tagline:
They're too old for this shift.

Nice-to-know:
Channing Tatum sempat melepaskan tawaran bermain disini sebanyak dua kali sebelum akhirnya diyakinkan oleh Jonah Hill yang juga bertindak sebagai eksekutif produser untuk mengambil peran Jenko.

Cast:
Jonah Hill sebagai Schmidt
Channing Tatum sebagai Jenko
Brie Larson sebagai Molly Tracey
Dave Franco sebagai Eric Molson
Rob Riggle sebagai Mr. Walters
DeRay Davis sebagai Domingo
Ice Cube sebagai Captain Dickson

Director:
Merupakan kolaborasi kedua Phil Lord dan Chris Miller setelah Cloudy with a Chance of Meatballs (2009).

W for Words:
Siapa diantara anda yang pernah menjadi penikmat serial televisi 21 Jump Street di penghujung era 1980an? Salah satunya adalah saya yang masih balita tapi sesekali menyimak bersama kakak di rumah. Cukup ya nostalgianya. Jika waktu itu Patrick Hasburgh dan Stephen J. Cannell menggagas ide ceritaya maka kali ini Michael Bacall bersama dengan Jonah Hill menggarap skrip layar lebarnya dengan karakter-karakter yang samasekali berbeda nama dan kepribadian.
Dua polisi patroli sekali lagi mendapat kesempatan mengulang masa SMU mereka. Schmidt yang kutu buku dan Jenko yang populer mendapat tugas untuk meringkus pengedar sekaligus penyalur narkoba yang dapat menyebabkan kematian setelah serangkaian fase ‘teler’. Sayangnya kondisi pergaulan remaja sekarang tidaklah sama dengan bertahun-tahun lalu. Mereka pun harus berpacu dengan waktu melakukan adaptasi sekaligus menunaikan misinya di samping ujian terhadap persahabatan itu sendiri.

Terus terang saya tak pernah terkesan dengan Jonah Hill sebelumnya. Namun kontribusinya dalam reboot ini teramat besar. Schmidt di tangannya terasa hidup mulai dari sekelumit potret masa kecilnya yang tergambar lewat interaksinya dengan kedua orangtuanya hingga tumbuh berkembang menjadi siswa cerdas tetapi sulit bergaul apalagi bercinta. Chemistry nya dengan Brie Larson juga tercipta manis dimana sederetan dialog “unyu” di antara mereka tetap menjadi highlight tersendiri.
Channing Tatum yang sudah identik dengan idiom ‘tampan bodoh’ justru terlihat nyaman dengan predikat tersebut lewat karakter Jenko. Keunggulan telak di awal dari sahabatnya yang kemudian berbalik 180 derajat membuat persaingan dua tokoh ini semakin memanas. Upaya saling unjuk gigi menjadi babak-babak yang menarik untuk disimak walau terjadi di atas kebodohan dan kesalahpahaman yang semu. Ya, bromance memang tidak selamanya berjalan mulus, bukan?

Berbagai twist konyol berhasil diselipkan seperti pertukaran identitas Schmidt dan Jenko di SMU atau kejar-kejaran mobil yang (seharusnya) berpotensi memicu ledakan besar. Sutradara Lord dan Miller yang juga bersahabat seakan mengerti benar konsep buddies-bromance sehingga tarik ulur di antara kedua tokoh utama terasa wajar. Coba tebak di bagian mana kehadiran cameo dua tokoh sentral serial televisi lawasnya yaitu Johnny Depp dan Peter DeLuise. Niscaya anda akan ternganga kala adegan tersebut muncul.
21 Jump Street tak dipungkiri adalah tontonan bodoh yang justru sangat menyenangkan untuk dinikmati. Action dan comedy nya berjalan konstan di atas konflik kepentingan “cinta, sahabat atau dedikasi” yang terkadang menjadi obyektifitas yang teramat sulit untuk dipilih. Penyamaran “tak sempurna” membuat kekuatan film ini terasa “sempurna” dalam mengembangkan setiap formula lazim dalam film sejenis tanpa harus terbilang basi dan klise. Just enjoy the show as much as your popcorn in your hand does!

Durasi:
109 menit

U.S. Box Office:
$109,413,763 till April 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 18 Februari 2012

THE VOW : Second Tries Happily Marriage Challenge


Quotes:
Leo: Life's all about moments, of impact and how they changes our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them?

Nice-to-know:
Café dimana Paige bekerja dan menjadi tempat pertemuan rutin Leo-Paige bernama Mnemonic yang berarti pula alat yang - a mnemonic or mnemonic device is a learning technique used to help memory.

Cast:
Rachel McAdams sebagai Paige
Channing Tatum sebagai Leo
Jessica Lange sebagai Rita Thornton
Sam Neill sebagai Bill Thornton
Scott Speedman sebagai Jeremy

Director:
Merupakan debut penyutradaraan Michael Sucsy.

W for Words:
Terpikirkah anda jika pasangan hidup anda kehilangan semua memori tentang anda? Stuart Sender menggagas ide tersebut berdasarkan sebuah kisah nyata yang kemudian dituangkan dalam bentuk skrip oleh Jason Katims, Abby Kohn dan juga Marc Silverstein. Tema serupa pernah dihadirkan sebelumnya sebut saja 50 First Dates (2004) ataupun A Moment To Remember di tahun yang sama tentunya dengan alasan medis yang berbeda-beda sebagai latar belakangnya.
Leo dan Paige adalah pasutri muda berbahagia yang tengah mengarungi rumah tangga mereka. Sayangnya sebuah kecelakaan mobil mengakibatkan Paige koma hingga terbangun tanpa mengingat apapun dalam 5 tahun terakhir termasuk tidak mengenali Leo samasekali. Kecintaan Leo lantas membangkitkan usaha kerasnya untuk membuat Paige mengenang kembali apa yang mereka miliki walau bertentangan dengan masa lalu Paige yang sesungguhnya ingin ia lupakan.

Rachel McAdams menjiwai peran dengan cukup baik sehingga tercipta Paige yang menyenangkan dengan kepribadian kuat nan hangat sehingga mampu menarik simpati penonton. Sedangkan Channing Tatum terlepas dari kelebihan fisiknya yang memukau nyatanya masih memperlihatkan akting yang kurang luas sebagai Leo. Aktor aktris senior Sam Neill dan Jessica Lange tampak pas dengan peran orangtua perfeksionis, sama halnya dengan Scott Speedman dengan tokoh mantan brengsek yang sedikit banyak mampu melibatkan emosi penonton.
Pertanyaan yang harus dijawab di sepanjang film adalah dapatkah Paige mengingat semuanya kembali atau maukah ia untuk setidaknya mencoba melakukannya? Konflik dilematis yang diyakini mampu mengaduk-aduk perasaan siapapun yang menyaksikan upaya maksimal Leo yang terkadang kehilangan akal harus bagaimana lagi. Secara film ini diangkat dari kejadian sesungguhnya pada satu titik anda akan meragukan hasilnya apakah mereka akan berakhir bahagia atau tidak.

The Vow mungkin bukanlah cerita cinta terindah yang pernah difilmkan tetapi film ini cukup berbicara banyak mengenai komitmen dua insan terlebih dirilis bersamaan dengan momen hari kasih sayang. Niscaya anda akan tergugah oleh penderitaan Paige ataupun tersentuh oleh jerih payah Leo yang mengalir secara nyata. Tak dipungkiri, momen demi momen akan terus kita temui dalam menjalani hidup, baik ataupun buruk, hingga yang tersisa adalah kenangan itu sendiri yang seringkali terakumulasi tanpa mengenal kesadaran penuh. Siap untuk berikrar?

Durasi:
107 menit

U.S. Box Office:
$41,202,458 opening week of Feb 2012.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 10 Februari 2012

HAYWIRE : Misi Rahasia Pengkhianatan Oknum


Quotes:
Paul: I've never done a woman before.
Kenneth: You shouldn't think of her as being a woman. That would be a mistake.

Nice-to-know:
Dennis Quaid sempat dicasting tetapi mundur karena jadwalnya bertabrakan dengan Soul Surfer. Bill Paxton pun terpanggil menggantikannya.

Cast:
Gina Carano sebagai Mallory
Michael Angarano sebagai Scott
Channing Tatum sebagai Aaron
Debby Lynn Ross sebagai Diner Waitress
Michael Douglas sebagai Coblen
Antonio Banderas sebagai Rodrigo
Ewan McGregor sebagai Kenneth


Director:
Merupakan film ketiga Steven Soderbergh di tahun 2011 setelah The Last Time I Saw Michael Gregg dan Contagion.


W for Words:
I just don’t like Haywire. It is quite pointless with overly done plot in much better similar titles before. Unconcluded ending perhaps opened for another sequel but kinda silly for such closing. Soderbergh should done bigger jobs as we called him a great director to date. Debutante Gina Carano will not go anywhere far in her acting career, unless she can do more martial arts choreography in many action movies coming up. After the credit title rolls, I was sleepwalking towards the cinema’s exit, still buoyed by sleepy music scoring during the movie. Oh well!

Durasi:
93 menit

U.S. Box Office:
$8,425,370 in opening week Jan 2012.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 25 Februari 2011

THE EAGLE : Pencarian Jati Diri dan Misteri Masa Lalu

Quotes:
Esca: How can a piece of metal mean so much to you?
Marcus Aquila: The eagle is not a piece of metal. The eagle is Rome.

Storyline:
Pada masa 140 SM, 20 puluh tahun setelah Legion Sembilan menghilang secara misterius di Pegunungan Skotlandia, pemimpin muda Marcus Aquila tiba dari Roma untuk memecahkan misteri tersebut. Konon ayahnya yang mengepalai Legion Sembilan juga lenyap tanpa kabar bersama dengan emblem emas, the Eagle of the Ninth. Ditemani budaknya Esca, perjalanan Marcus pun dimulai melintasi Hadrian's Wall hingga dataran Kaledonia. Akankah misinya berjalan lancar tanpa hambatan?

Nice-to-know:
Nama karakter utama disini adalah Marcus Aquila. Dalam bahasa Latin, Aquila berarti Elang.

Cast:
Pertama kali dikenal lewat episode salah satu serial sukses CSI: Miami (2004), Channing Tatum kali ini kebagian peran utama Marcus Aquila
Memulai debutnya sebagai “ballerina boy” dalam Billy Elliot (2000), Jamie Bell sebagai Esca
Donald Sutherland sebagai Uncle Aquila
Denis O'Hare sebagai Lutorius
Mark Strong sebagai Guern

Director:
Sutradara asal Skotlandia bernama Kevin Macdonald ini paling dikenal lewat The Last King of Scotland (2006) yang mengantarkan Forest Whitaker meraih gelar Aktor Terbaik dalam ajang Academy Awards 2007.

Comment:
Jika mengharapkan sebuah epik yang seru dan megah selayaknya Gladiator atau 300, bisa jadi anda kecewa dengan film ini. Sebab bujetnya hanya 25 juta dollar sehingga penggunaan spesial efek ataupun pendekatan kolosalnya terasa minimal. Tidak heran jika pada akhirnya hanya dijejali pengembangan cerita yang diutarakan lewat serangkaian dialog yang terkesan terlalu modern dan juga klise.
Namun sutradara Macdonald bukanlah orang sembarangan. Meski namanya belum banyak dikenal, ia telah memenangkan Piala Oscar kategori Best Documentary beberapa tahun silam. Macdonald menyiasati segalanya dengan adegan aksi yang terus bergerak maju walau kadang semua keterbatasan tersebut sangat terasa. Coba saja anda hitung scene pertarungan pasti tidak lebih dari 60 detik dan seringkali diselesaikan begitu saja.
Penunjukan Tatum sebagai Marcus cukup beresiko. Dia lebih dikenal dalam film-film komersil dengan supporting cast yang kuat. Namun kehadiran Bell sebagai Esca tampaknya mampu membangun chemistry yang pas diantara mereka. Kita akan mencium unsur “bro-mance” disini dari kedekatan karakter Marcus dan Esca di sepanjang perjalanan mereka. Tak jarang penonton akan berpikir adanya hubungan “khusus” yang tersirat diantara keduanya tapi memang tidak tercantum dalam skrip samasekali. Silakan anda sendiri yang mengasumsikannya terlebih endingnya yang sedikit liberal itu.
The Eagle sebagai sebuah drama petualangan memang cukup menjanjikan, lebih karena gaya penceritaan yang cukup solid dengan bumbu ketegangan yang sesekali masih berusaha diselipkan disana-sini. Selebihnya jangan bandingkan dengan film-film sejenis yang berbujet lebih besar sebab film ini nyatanya tidak terlalu ambisius. Rasanya anda akan cukup peduli pada kedua karakter utamanya sampai film berakhir, siapa tahu anda bisa belajar mengenai nilai-nilai kehormatan sekaligus persahabatan itu sendiri.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$15,799,628 till mid Feb 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 26 Februari 2010

DEAR JOHN : Ujian Jarak Waktu Cinta Tentara

Quotes:
Savannah Curtis: The saddest people I've ever met in life are the ones who don't care deeply about anything at all.


Storyline:
Marinir John Tyree tengah menghabiskan masa cuti selama 2 minggu di kampung halamannya. John berkenalan dengan Savannah Curtis hingga terlibat dalam asmara yang amat membahagiakan. Liburan dihabiskan berdua sampai John mengenalkan Savannah pada ayahnya yang menderita autis. Walaupun sempat timbul masalah, keduanya sepakat meneruskan hubungan melalui surat. Terpisah jarak dan waktu, Savannah mulai ragu akan masa depan hubungan mereka. Di sisi lain, John yang terus berpindah-pindah dalam misinya terus percaya akan kekuatan cinta yang membuatnya bertahan.

Nice-to-know:
Rilis minggu pertamanya di United States menempati posisi puncak sekaligus mengakhiri Avatar nya James Cameron yang sudah berada di sana selama 7 minggu berturut-turut!

Cast:
Baru saja membintang utamai G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009), Channing Tatum berperan sebagai John Tyree
Mulai dikenal luas sejak serial televisi Veronica Mars (2004-2006), Amanda Seyfried bermain sebagai Savannah Curtis
Richard Jenkins sebagai Mr. Tyree
Henry Thomas sebagai Tim Wheddon
D.J. Cotrona sebagai Noodles

Director:
Lasse Hallstrom baru saja sukses mengharu-biru penonton lewat Hachiko : A Dog’s Story (2009)

Comment:
Nicholas Sparks memang terkenal dengan novel-novel romansa melankolisnya yang rata-rata sudah pernah difilmkan sebelumnya. Judul yang satu ini tanpa pengecualian dimana percintaan jarak jauh antara gadis konservatif dan pemuda Angkatan Darat menjadi bumbu utama. Jamie Linden ditunjuk untuk menggarap skripnya tanpa banyak perubahan berarti, terkecuali mempertajam dialognya yang disesuaikan dengan momen-momen yang ingin disampaikan.

Channing Tatum merupakan pilihan tepat untuk menokohkan John Tyree. Badannya yang tinggi tegap terlihat amat cocok sebagai tentara muda. Sepintas anda dapat menangkap kegelisahan jiwanya karena tumbuh di dalam keluarga yang tidak sempurna, bahkan tidak mengakui kalau ayahnya memiliki kelainan autisme. Sayangnya kiprah John di medan perang hanya terkesan sebagai latar belakang saja sehingga empati penonton tidak sampai terbangun dengan kuat untuk mempedulikannya.
Aktris muda bermata besar yang sedang naik daun, Amanda Seyfried memberikan penjiwaan yang cukup matang. Keriaan Savannah Curtis yang juga berjiwa sosial itu mampu dikombinasikannya dengan perasaan perempuan yang tak berdaya karena cinta yang tak pernah benar-benar ada di sisinya. Chemistry keduanya terjalin manis meskipun scene yang mempertemukan keduanya berhadap-hadapan boleh dihitung dengan jari.

Sutradara Hallstrom sudah populer dengan kemampuannya meracik bumbu drama sedemikian rupa hingga menjadi tontonan yang emosional. Sinematografinya cukup natural berpadu dengan ilustrasi musik tipikal bergaya lawas. Kali ini ia sampai melakukan syuting ulang untuk penutupan film karena adegan asli yang setia dengan bukunya tidak sesuai dengan harapan audiens pada saat screening awal. Jujur saya belum membaca bukunya sehingga tidak merasa berhak untuk membandingkan.
Sebagai sebuah drama percintaan, Dear John mengeksploitasi perasaan tentara perang dan gadis yang menunggunya dengan seimbang. Itulah sebabnya penonton pria maupun wanita mampu menikmati narasinya dengan curahan perasaan penuh lewat tulisan. Cinta sejati memang butuh ujian, sebagian menyerah dan sebagian lagi terus berupaya meskipun tertatih dan kehilangan arah. Satu yang pasti, waktu yang akan menjawab itu semua.

Durasi:
108 menit

U.S. Box Office:
$ 80,014,842 till Apr 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 14 Agustus 2009

G.I. JOE : RISE OF THE COBRA

Quotes:
Duke-[after crashing into cars while running in the accelerator suits] Okay, that was crazy... What happened to you?
Ripcord-I went through the train. What happened to you?
Duke-I jumped over it.
Ripcord-[pause] You can do that?
Duke-I told you to read that manual.
Ripcord-There's a manual?

Cerita:
Ahli senjata James McCullen berhasil menciptakan nanoteknologi yang dipercaya mampu menghancurkan seluruh kota tanpa sisa. Adalah Duke dan Ripcord yang diselamatkan oleh Scarlett, Snake Eyes dan Heavy Duty saat bertugas untuk kemudian direkrut Jenderal Hawk untuk menjadi anggota pasukan G.I. Joe yang berpusat di Afrika Selatan. Setelah berlatih keras dan mempersiapkan strategi jitu, pasukan elit tersebut harus menghadapi McCullen yang rupanya mendapat bantuan Doctor dalam menciptakan armada tentara yang kebal dan tidak kenal rasa takut. Berhasilkah G.I. Joe terlebih setelah Duke mengetahui bahwa mantan kekasihnya Ana telah berubah sifat 180 derajat?

Gambar:
Sebagian besar berlokasi syuting di California dan Republik Ceko termasuk adegan utama di Paris yang menggunakan replikanya. Aksi seru yang ditampilkan hampir sepanjang film membuat scene bergerak cepat dan kerapkali sulit tertangkap mata.

Act:
Hampir seluruh jajaran castnya memiliki nama di kancah perfilman Hollywood.
Dennis Quaid sebagai Jenderal Hawk.
Channing Tatum sebagai Duke.
Sienna Miller sebagai Ana.
Marlon Wayans sebagai Ripcord.
Ray Park sebagai Snake Eyes.
Joseph Gordon-Levitt sebagai Rex.
Rachel Nichols sebagai Scarlett.
Jonathan Pryce sebagai Presiden AS.
Jangan lupakan aktor papan atas Lee Byung Hun yang memulai debut internasionalnya dengan meyakinkan sebagai Storm Shadow.

Sutradara:
Belum banyak film yang dihasilkan Stephen Sommers. Namun yang paling melecutkan namanya tentu saja The Mummy (1999) dan sekuelnya The Mummy Returns (2001). Sejak saat itu ia mulai dipercaya menangani film-film berbujet besar dan potensial box-office.

Komentar:
Teringat saat usia terbilang belia menyaksikan kartun G.I. Joe di televisi hampir 15 tahun silam membuat ekspektasi tinggi kala mendengar film layar lebarnya akan diproduksi. Hari ini saya menontonnya dan satu hal yang paling merasuk dalam pikiran saya adalah adegan kejar-kejaran di Paris saat G.I. Joe berusaha menghentikan Baroness dan Storm Shadow untuk menghancurkan Menara Eiffel dengan nanoteknologi! Adegan hampir 30 menit tersebut sangat spektakuler dan membuat penonton menghela nafas kagum. Selebihnya? Ini hanyalah manifestasi CGI yang sudah berulang-ulang-ulang kembali disuntikkan pada film aksi Hollywood liburan musim panas berbujet ratusan juta dollar dengan mengabaikan kecerdasan plot cerita dan hanya terlihat cool dari luarnya saja. Terlalu dangkal dan mudah ditebak dengan akting yang standar dan dialog yang juga biasa. Untungnya hampir semua penonton masih bisa dipuaskan karena harus diakui sebagai film aksi, Rise Of The Cobra memiliki banyak unsur yang bisa dijual. Saya menganggap ini masih sedikit lebih baik dibandingkan sekuel Transformers. Namun yang paling diharapkan adalah peningkatan kualitas di berbagai sisi jika memang muncul sekuelnya di masa mendatang. Kita tunggu saja!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$54,713,046 in opening week Aug 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!