XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label ben foster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ben foster. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

CONTRABAND : Terjun Kembali Kapal Penyelundupan Narkoba


Quotes:
Chris Farraday: You think you're the only guy with a gun?

Nice-to-know:
Baltasar Kormákur yang menyutradarai film ini adalah aktor utama Reykjavik-Rotterdam yang kemudian diremakenya itu.

Cast:
Mark Wahlberg sebagai Chris Farraday
Ben Foster sebagai Sebastian Abney
Kate Beckinsale sebagai Kate Farraday
Giovanni Ribisi sebagai Tim Briggs
Connor Hill sebagai Michael
Robert Wahlberg sebagai John Bryce
Caleb Landry Jones sebagai Andy

Director:
Merupakan film Hollywood pertama bagi Baltasar Kormákur.

W for Words:
Mantan napi yang kembali lagi ke dunia hitam karena situasi yang tidak terhindarkan, semisal anggota keluarga yang terjerat hutang atau musuh lama yang membuat perhitungan dsb memang selalu menjadi tema yang kerapkali diangkat dalam sebuah film aksi, tanpa terkecuali yang satu ini. Jujur saya antusiasme saya nyaris tidak ada lagi mengingat banyaknya kemiripan dengan film-film sebelumnya. Apalagi film remake ini sepertinya lebih dikategorikan sebagai film kelas B.
Cerita asli yang ditulis oleh Arnaldur Indriðason dan Óskar Jónasson yang kemudian digubah oleh Aaron Guzikowski ini bertutur mengenai mantan penyelundup, Chris Farraday yang harus terlibat sekali lagi dalam aksi kotor demi menyelamatkan iparnya Andy dari tangan mafia kejam Tim Briggs. Dengan bantuan sahabat karibnya Sebastian, Chris tidak kesulitan mengumpulkan kru kapal dalam perjalanan menuju Panama untuk bekerjasama memasok narkoba dalam jumlah besar.

Film yang bertemakan pembajakan biasanya memberikan detil perencanaan yang memikat. Namun sutradara Baltasar Kormákur memilih tidak melakukannya sehingga penonton hanya bisa meraba-raba lewat serangkaian elemen suspensi yang tidak maksimal. Adegan aksi yang diharapkan seru nyatanya terjadi dalam porsi kecil, padahal anda sudah dihadapkan pada para kriminal, penyelundup, senjata, mobil, penyanderaan bahkan soundtrack blues ala New Orleans yang kental!
Mark Wahlberg pernah melakukan hal serupa dalam The Italian Job (2003) yang menjadi favorit saya itu. Sayangnya kali ini ia berakting dengan datar. Entah apa motivasinya memilih peran yang itu-itu saja, mudah-mudahan bukan karena uang sebab kita semua tahu bahwa ia adalah aktor laga yang cukup kompeten. Ben Foster dan Giovanni Ribisi justru bermain dengan esensi yang lebih baik, dimana antipati penonton mampu timbul menyaksikan aksi kotor mereka.

Contraband memang masih dapat dinikmati tetapi tidak dapat dikatakan bagus. Jika anda sempat menyaksikan trailernya yang dibuat dramatis dengan sempilan musik latar penggugah jiwa, tidak demikian dengan isi filmnya itu sendiri. Kesalahan utama mungkin ada pada penampilan para castnya yang kurang maksimal tetapi andil Kormákur dalam eksekusi ide cerita dan pengarahan aktor-aktrisnya jelas tidak bisa diabaikan begitu saja. Semua terserah anda jika masih bersemangat menyaksikan kapal pengangkut container yang bergerak lambat dengan aksi penyelundupan yang diperpanjang.

Durasi:
109 menit

U.S. Box Office:
$45,937,525 till Jan 2012.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 30 Januari 2011

THE MECHANIC : Tuntaskan Misi Sempurna Sekaligus Mentoring

Tagline:
Someone has to fix the problems.

Storyline:
Arthur Bishop adalah seorang mekanik alias orang yang membereskan segala sesuatunya hingga tuntas atas perintah orang yang membayarnya termasuk melakukan pembunuhan tanpa jejak sekalipun. Saat mentor yang juga teman baik Arthur, Harry dibunuh secara misterius, aksi balas dendam pun dirancang. Arthur tidak sendiri karena putra Harry, Steve memiliki niat yang sama, bahkan berguru langsung padanya. Mampukah Arthur mendidik Steve hingga menjadi seorang mekanik handal atau sebaliknya menjerumuskannya ke dalam kerasnya dunia hitam?

Nice-to-know:
Merupakan remake dari film berjudul sama di tahun 1972 yang dibintangi oleh Charles Bronson.

Cast:
Terakhir muncul dalam 13 (2010) yang juga bergenre action, Jason Statham kali ini berperan sebagai Arthur Bishop
Mengawali karirnya lewat serial televisi Flash Forward (1996-1997), Ben Foster disini bermain sebagai Steve McKenna
Tony Goldwyn sebagai Dan
Donald Sutherland sebagai Harry McKenna
Jeff Chase sebagai Burke
Mini Anden sebagai Sarah

Director:
Debut gemilangnya dalam Con Air (1997) sempat membuat nama Simon West melambung sebagai sutradara film aksi.

Comment:
Jika membicarakan film-film Charles Bronson mungkin eranya terlalu dini karena saya belum lahir pada saat itu! Namun nama beliau memang terdengar familiar di telinga saya, sama halnya seperti Chuck Norris, Sean Connery, Van Damme dsb yang berbeda-beda masa. Dan harus diakui paska tahun 200an ini memang mencuat satu nama yaitu Jason Statham yang nyaris semua film aksinya berbenang merah yang sama. Bedanya kali ini ia tidak “one-man show” seperti biasanya tetapi didampingi Ben Foster yang lebih junior.
Kharisma Statham sebagai Arthur memang meyakinkan. Citarasa cool seorang pria sejati mungkin sudah melekat di dirinya sehingga tidak perlu banyak dialog rasanya Statham tetaplah jagoan sejati. Namun jika di setiap filmnya, kita disuguhi hal yang kurang lebih sama, anda bisa bayangkan? Sedangkan Foster bermain jauh lebih menarik sebagai Steve yang masih “hijau” tapi menyimpan “energi” tersembunyi di dalamnya. Tak lupa Sutherland dan Goldwyn yang sudah kawakan itu berhasil memaksimalkan keterbatasan scene yang melibatkan mereka.
Sutradara West sepintas terampil menyajikan aksi baku tembak ataupun baku hantam yang non-stop di sepanjang durasinya. Namun jika anda cermati lagi, penggunaan kamera terasa kurang konsisten dimana kadang terlalu cepat/lambat ataupun mengambil angle yang tidak terlalu pas. Sebuah siasat untuk menutupi kekurangan teknik berkelahi para aktornya? Bisa jadi. Aspek yang terpenting yaitu bagaimana terlihat meyakinkan dulu.
Kesimpulan yang dapat saya petik, The Mechanic adalah sebuah film action yang sangat menghibur dengan tempo cepat. It’s a men movie definitely! Apalagi ditambah dengan adegan seks yang eksplisit, ledakan, tembakan mematikan, pertarungan hingga kejar-kejaran mobil. Dan semuanya itu tidak dangkal ataupun klise seperti yang biasa ditonjolkan. Sebuah bentuk lain dari aksi seorang Statham tentunya yang nilainya di atas rata-rata.

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Senin, 28 Juni 2010

ALPHA DOG : Jeratan Muda-Mudi Narkoba dan Seks Bebas

Quotes:
Angela Holden-So you're like... ransom.
Julie Beckley-That's hot.
Zack Mazursky-It's ok. Its like another story to tell my grandchildren
Julie Beckley-Stolen boy.

Storyline:
Penyaluran narkoba di San Gabriel Valley, California di akhir tahun 1990an dimana Johnny menjadi orang termuda dalam daftar orang yang paling dicari FBI. Di usia 20, Johnny Truelove adalah pemuda yang rumahnya menjadi tempat populer buat teman-temannya untuk memakai narkoba dan melakukan seks. Tetapi semua hal baik berakhir ketika salah satu penyalur Johnny, Jake Mazursky berhutang padanya sebesar $1,200. Saudara tiri Jack yang berusia 15 tahun, Zack diculik dan disandera untuk mendapatkan uang itu kembali.

Nice-to-know:
Terpilih sebagai film penutup Festival Film Sundance 2006.

Cast:
Johnny Truelove muda diperankan oleh Emile Hirsch yang sudah bermain di puluhan serial televisi sejak usia 11 tahun.
Sang ayah Sonny Truelove dimainkan oleh aktor senior, Bruce Willis.
Ketiga sahabat utama Johnny yaitu Tiko, Elvis dan Frankie masing-masing dihidupkan oleh Fernando Vargas, Shawn Hatosy dan Justin Timberlake.
Kakak beradik Mazursky dilakoni oleh Ben Foster dan Anton Yelchin.

Director:
Nick Cassavetes yang kelahiran New York terakhir membesut Gosling dan McAdams dalam The Notebook (2004).

Comment:
Epilog film diceritakan dengan gaya yang sangat mengganggu dimana audiens diperkenalkan oleh sekumpulan anak muda kulit putih yang berdialog dengan gaya musik rap kulit hitam ditambah dengan gaya urakan satu sama lain. Namun semakin bercerita, rasanya kita akan mulai terbiasa akan semua itu kalau tidak mau dibilang bersimpati pada karakter-karakternya yang terasa nyata di kehidupan sehari-hari tersebut. Dari semuanya, Timberlake di luar dugaan menampilkan akting paling cemerlang sehingga sesaat sesaat kita lupa ketenarannya sebagai vokalis R&B papan atas masa kini. Tokoh Frankie yang dibawakannya mendominasi screen dari setiap scene yang ditawarkannya dengan kharisma tersendiri. Yelchin juga terbilang sukses mewakili karakter anak manis yang terjebak dalam lingkungan keluarga yang tidak membuatnya nyaman. Selebihnya tidak terlalu menonjol kalau tidak mau dikatakan terlalu satu dimensi. Sayangnya sutradara Cassavetes nyatanya berusaha terlalu banyak dalam mengangkat kisah yang diinspirasi dari kejadian nyata ini sehingga penonton akan bingung sekaligus tidak nyaman sepanjang durasinya yang cukup panjang itu apalagi dijejali dengan ratusan kata-kata kasar nyaris di setiap dialognya. Alpha Dog memiliki potensi yang baik dengan mood depresi yang diusungnya, great film but not comfortable watching it.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$15,229,325 till mid Feb 2007.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent