XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label aishwarya rai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aishwarya rai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juni 2010

RAAVAN : Action Thriller Ramayana Versi Modern

Tagline:
Ten Heads. Ten Minds. A Hundred Voices. One man.

Storyline:
Inspektur polisi, Dev seumur hidupnya mempunyai satu tujuan yaitu membekuk seteru abadinya, Bheera yang selalu menjadi buronan hukum selama bertahun-tahun. Suatu ketika Dev dipindahtugaskan ke Lal Maati, sebuah kota kecil di India Utara. Sayangnya ia tidak tahu disanalah Bheera dianggap kepala suku yang paling berkuasa dan pada satu kesempatan berhasil menculik istri Dev, Ragini yang tengah berperahu. Dev harus memutar otak untuk menaklukkan Bheera sekaligus mendapatkan Ragini kembali meskipun permainan kucing tikus tersebut membuka rahasia masing-masing dari mereka.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Madras Talkies.

Cast:
Abhishek Bachchan sebagai Beera Munda
Aishwarya Rai sebagai Ragini
Chiyaan' Vikram sebagai Dev Pratap Sharma

Director:
Karya-karya Mani Ratnam pernah memenangkan penghargaan di festival film internasional sebelumnya.

Comment:
Nyaris semua orang di Asia sudah mengenal kisah klasik Ramayana yang sudah diterjemahkan ke berbagai versi di seluruh pelosok negara Asia termasuk Indonesia tentunya. Bagaimana Rama berjuang menyelamatkan istrinya Sinta dari tawanan iblis berkepala sepuluh. Kini dongeng tersebut dimodernisasi oleh sutradara handal Ratnam yang bekerjasama dengan editor Sreekar Prasad dan desainer produksi Samir Chandra. Sinematografinya memukau dan konsisten sepanjang film dengan menampilkan lanskap hutan, lembah, jurang, tebing, air terjun, laut dengan paparan langit biru yang terbentang luas, terima kasih pada kinerja Manikandan dan Santosh Sivan yang demikian baiknya. Belum lagi masuknya nama A.R. Rahman sebagai komposer handal untuk musik latarnya. Jika tim produksi sudah solid apakah mudah menciptakan film action yang baik dengan jalinan cerita yang sudah dikenal luas? Tentu saja tidak. Paruh pertama film, gaya penyutradaraannya terasa sangat monoton dan mengganggu, belum lagi karakterisasinya seakan tidak bernyawa samasekali. Di paruh kedua memang meningkat dikarenakan intensitas action semakin memuncak dan penjiwaan ketiga karakter utama semakin terungkap. Melihat deretan cast, Bachchan dan Rai yang aslinya suami istri "tampak" berusaha keras menampilkan chemistry yang baik di luar fakta mereka pihak yang berseberangan disini. Sayangnya sepanjang film, hanya Bachchan yang terlihat sekuat tenaga mengangkat film dengan permainan watak dan aksi yang dilakukannya. Penilaian saya, Raavan terlihat bagus hanya di beberapa bagian tetapi mengecewakan sebagai satu kesatuan. Terlihat antusiasme penonton di awal, termangu-mangu kebingungan di pertengahan dan menjadi tanpa ekspresi di ending, mereka-reka apa yang baru saja mereka saksikan!

Durasi:
130 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 01 Oktober 2009

THE LAST LEGION : Epik Asal Mula Legenda King Arthur

Quotes:
Young Arthur-Is that where the last legion made their stand?
Ambrosinus-Of course. Just like in the story.
Young Arthur-With you as the hero.
Ambrosinus-Of course. We need heroes, don't we?

Cerita:
Tahun 460 Sebelum Masehi, kaum Goth yang dipimpin Odoacer menyerang Roma; membunuh orangtua Kaisar Romulis Augustus dengan brutal dan menculik bocah tersebut bersama gurunya Ambrosinus ke penjara di Capri. Pemerintahan Constantinople bersama Senator Nestor mengirim pejuang wanita bernama Mira untuk membantu Komandan setia, Aurelius untuk menyelamatkan Romulus dengan bermodalkan sedikit prajurit. Kesuksesan misi tersebut dikejutkan oleh fakta bahwa mereka dikhianati oleh Senator Nestor pada saat kembali. Tanpa pilihan, mereka mengubah haluan menuju Brittannia untuk bertemu kaum pejuang terakhir Roman.

Gambar:
Bersetting di Slovakia dan Tunisia, The Last Legion cukup berhasil mengedepankan bahasa gambar epik yang baik dan meyakinkan.

Act:
Colin Firth yang pernah mendukung Bridget Jones' Diary (2001) kali ini berperan sebagai Aurelius
Aktor berusia 65 tahun kelahiran Inggris bergelar Sir ini sudah malang melintang di kancah perfilman Hollywood. Disini Ben Kingsley bermain sebagai Ambrosinus / Merlin.
Salah satu aktris India yang cukup dikenal di Amerika, Aishwarya Rai kebagian tokoh Mira, pejuang wanita yang tangguh.
Angkat nama lewat Nanny McPhee (2005), Thomas Sangster didapuk sebagai Romulus Augustus kecil.

Sutradara:
Doug Lefler lebih berpengalaman dalam bidang art department sekaligus sutradara beberapa episode serial televisi epik selayaknya Hercules, Xena dll.

Komentar:
Melihat premis dan trailer The Last Legion, rasanya penonton akan berharap banyak. Tetapi sayangnya hanya akan dikecewakan pada akhirnya. Apa pasal? Walau didukung oleh efek CGI yang lumayan sebagai sebuah epik, film ini tidak didukung oleh jalan cerita yang memadai dan adegan laga yang memukau. Jajaran cast yang ada pun tergolong bermain biasa-biasa saja walaupun masing-masing dari mereka sebenarnya memiliki bakat, hal ini mungkin saja disebabkan kinerja sutradara yang belum maksimal. Ending yang ditawarkan pun terasa dipaksakan dan cenderung norak. Secara keseluruhan, The Last Legion mungkin tidak seburuk itu, hanya saja segmennya lebih ditujukan untuk remaja muda dibandingkan orang dewasa karena film yang ringan ini bebas dari adegan berdarah, kekerasan ataupun seks.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$5,920,150 till Nov 2007

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 18 Februari 2009

THE PINK PANTHER 2 : Tim Impian Membekuk Sindikat Pencurian Internasional

Quotes:
Insp. Jacques Clouseau-I am now leaving France. This is a bad idea.
[steps over "You are now leaving France" line in airport]
TV Announcer-The legendary Pink Panther diamond has been stolen.
Insp. Jacques Clouseau-What'd I tell you?


Storyline:
Tiga pencuri internasional mengguncang Pemerintah Inggris, Italia dan Jepang hingga berinisiatif membentuk 'tim impian' untuk memecahkan kasus tersebut yang disinyalir dipimpin oleh Tornado. Perancis rupanya tidak mau ketinggalan kehilangan kembali berlian Pink Panther yang ternama itu dan akhirnya menugaskan Inspektur Jacques Clouseau, asistennya Gilbert Ponton dand sekretarisnya Nicole. Tim ini yang juga didukung oleh detektif dari Inggris, Jepang dan Italia serta penulis Spanyol, Sonia Solandres melancong ke Italia tempat Tornado dilaporkan bermukim. Saat inilah, mimpi buruk mereka dimulai sekaligus nama baiknya dipertaruhkan.

Nice-to-know:
Sutradara The Pink Panther, Shawn Levy lebih memilih menjadi produser eksekutif di sekuelnya ini.

Cast:
Melanjutkan perannya dari The Pink Panther (2006), Steve Martin kembali dipercaya memerankan Inspektur Clouseau yang pintar pintar bodoh.
Masih ditemani oleh Jean Reno sebagai Ponton dan Emily Mortimer sebagai Nicole.
Didukung pula oleh Andy Garcia sebagai Vicenzo, Alfred Molina sebagai Pepperidge dan aktris cantik India, Aishwarya Rai sebagai Sonia.

Director:
Terakhir menggarap film remaja Hollywood yaitu Agent Cody Banks (2003), Harald Zwart kali ini dipercaya menangani sekuel Pink Panther yang cukup sukses itu.

Comment:
Tiga tahun lalu, The Pink Panther yang cukup banyak mendapat kritik tajam itu rupanya masih melanjutkan petualangannya di sekuel pertamanya ini. Ilustrasi musiknya yang melegenda itu hingga kadang-kadang menetap di benak saya tetap mendorong saya untuk menontonnya. Plot ceritanya sendiri memang tergolong bodoh dan endingnya mudah ditebak. Tetapi proses delivery humornya dalam menghibur penonton lah yang penting. Dan film ini dapat dikatakan sukses melakukannya karena mengocok perut audiens dengan berbagai adegan slapstik. Ya Martin merupakan orang yang tepat untuk memerankan Clouseau terlepas dari sebagian besar orang yang mengatakan Peter Sellers lebih pantas. Gaya jenakanya yang khas kembali tersaji dan bahasa tubuhnya berbicara banyak di sini. Reno, Mortimer, Garcia, Rai, Molina, Matsuzaki juga berkibar dengan penjiwaan masing-masing yang kocak. The Pink Panther 2 bukanlah film serius yang bertujuan masuk festival film internasional sehingga nikmatilah adegan demi adegan ini sebagai sebuah komedi murni dan niscaya anda akan terhibur dibuatnya.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$35,922,978 till end of March 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!