XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label george clooney. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label george clooney. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Oktober 2013

GRAVITY : Spectacular Space Survival Ride


Tagline:
Don't Let Go

Nice-to-know:
Penggarapan Gravity sempat terombang-ambing selama empat tahun karena perfeksionisme Cuarón yang menginginkan inovasi teknologi yang lebih tinggi lagi.

Cast:
Sandra Bullock sebagai Ryan Stone
George Clooney sebagai Matt Kowalski
Ed Harris sebagai Mission Control
Orto Ignatiussen sebagai Aningaaq
Paul Sharma sebagai Shariff
Amy Warren sebagai Explorer Captain


Director:
Merupakan f
ilm ke-16 bagi Alfonso Cuarón setelah feature terakhirnya Children of Men (2006).

W For Words:
Ayo tunjuk tangan siapa di antara anda yang waktu kecil sempat bercita-cita menjadi astronot ketika ditanya guru? Setelah dewasa mungkin sebagian besar diantaranya sudah mengurungkan niat tetapi masih berpikiran bahwa profesi astronot itu keren. Namun semua opini tersebut dijamin akan berubah seratus delapan puluh derajat selepas menyaksikan persembahan terbaru Warner Bros., Esperanto Filmoj dan Heyday Films ini. Tidak percaya? Buktikan saja. Saya rekomendasikan versi 3D, IMAX 3D atau bahkan 4DX untuk pengalaman sinematik yang lebih nyata. Worth the higher admission price!

Ahli medis Dr. Ryan Stone menjalani misi luar angkasa pertamanya bersama astronot kawakan Matt Kowalski yang berniat pensiun segera. Tugas yang semula tampak tenang dan sederhana itu berubah menjadi bencana ketika serpihan satelit Rusia menerjang stasiun mereka hingga hancur berantakan. Beruntung Matt sempat ‘mengikat’ Ryan sebelum terombang-ambing dalam kepanikan dimana cadangan oksigen nya kian menipis. Komunikasi dengan Houston yang terputus ditambah perjalanan jauh menuju statsiun terdekat membuat harapan hidup keduanya menjadi minim. 

Skrip yang dikerjakan oleh ayah dan anak Cuarón, Alfonso dan Jonás ini sepintas memang terkesan ‘ringan’ tanpa subplot. Murni interaksi antara kedua karakter utama yang berlawanan jenis tanpa tendensi seksual eksplisit dari awal sampai akhir. Demi menjaga tensi film maka dimaksimalkan berbagai macam elemen sebagai penguat cerita seperti persediaan oksigen yang hampir habis, kesigapan bergerak di hampa udara, kemampuan mengoperasikan mesin hingga keinginan kuat untuk bertahan hidup dalam rentang waktu yang demikian terbatas. 

Sebagai filmmaker handal, Alfonso jelas tahu betul bagaimana memvisualisasikan konsep yang ada di kepalanya. Setting stasiun dan kapal luar angkasa dibangun sedetail mungkin melampaui berbagai referensi yang sudah ada dari film sejenis. Pergerakan kamera yang smooth dari berbagai angle kinerja Emmanuel Lubezki juga sangat memikat. Bukan hanya mata, indera pendengaran anda pun dimanjakan dengan sound design yang apik mulai dari yang silent sampai menggelegar sekalipun. Sumbangsih scoring music nan grande dari composer Steven Price juga tak main-main. 

Besar kemungkinan Bullock akan dinominasikan kembali sebagai aktris terbaik di banyak ajang penghargaan film internasional tahun depan melalui performa primanya sebagai Stone. Lihat ekspresi wajah dan dengar intonasi suara saat ketakutan melanda tanpa harus menghilangkan sosok ilmuwan cerdas dan berkemauan keras. Tokoh Kowalski bisa jadi mengingatkan anda pada Chris Kelvin dalam Solaris (2002) yang sama-sama dimainkan Clooney. Gaya perayu flamboyan paruh baya yang dibawakannya di sini tergolong sah saja demi membangkitkan suasana rileks barang sejenak. Ada yang mengenali suara Harris sebagai Mission Control?

Tak dipungkiri, Gravity adalah obsesi tingkat tinggi sekaligus puncak prestasi seorang Cuarón sejauh ini. Sebuah tontonan sempurna yang mampu menstimulasi multi indera penonton secara efektif dari awal sampai akhir. Audiences will be emotionally challenged. Sebuah pengalaman sinematik kaya perspektif yang akan bertahan lama di dalam memori anda selepas meninggalkan bangku bioskop. Most of us could never imagined what it feels like being up there hopeless with fears around. That would be the key for success to gain cult status among survival thriller in years to come.

Durasi:
90 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 25 Februari 2012

THE IDES OF MARCH : Intense Political Campaign Thriller


Quotes:
Stephen Meyers: You can lie, you can cheat, you can start a war, you can bankrupt the country, but you can't fuck the interns. They get you for that.

Nice-to-know:
Leonardo DiCaprio batal memerankan Stephen Meyers tetapi tetap menjabat sebagai produser eksekutif melalui perusahaannya sendiri Appian Way. Chris Pine sempat dipertimbangkan untuk peran tersebut sebelum Ryan Gosling mendapatkannya.

Cast:
Ryan Gosling sebagai Stephen Meyers
George Clooney sebagai Governor Mike Morris
Philip Seymour Hoffman sebagai Paul Zara
Paul Giamatti sebagai Tom Duffy
Evan Rachel Wood sebagai Molly Stearns
Marisa Tomei sebagai Ida Horowicz

Director:
Merupakan film keempat yang disutradarai George Clooney setelah terakhir Leatherheads (2008).

W for Words:
Terpilih sebagai film pembuka Venice Film Festival 2011 yang lalu, skrip yang digagas dari drama teater pendek “Farragut North” karya Beau Willimon ini bertutur mengenai sistem perpolitikan negara adidaya Amerika Serikat yang merupakan lahan bermain Willimon di masa silam. George Clooney dengan cermat (kalau tidak mau disebut ambisius) melihat peluang tersebut untuk membuat sebuah thriller cerdas nan intens sehingga menjabat sebagai produser, sutradara, penulis skenario sekaligus aktor utamanya.
Stephen Meyers memiliki kemampuan komunikasi di atas rata-rata sehingga terpilih menjadi tim sukses Gubernur Mike Morris yang tengah mencalonkan diri menjadi Presiden. Atasan Stephen, Paul Zara memastikan semua berjalan lancar termasuk menyapu bersih jumlah suara dari Ohio. Godaan datang saat rival Morris, Tom Duffy meminta Stephen bekerja padanya atau putri petinggi sekaligus petugas intern, Molly Stearns menaruh hati padanya. Stephen pun harus menggunakan intelejensi sekaligus akal sehatnya untuk tetap berpijak walaupun dapat mengubah prioritas hidupnya.

Sutradara Clooney tampaknya meminta komitmen semua castnya untuk bermain maksimal. Terbukti nama-nama tenar dan berpengalaman yang terlibat disini mampu melahap segala dialog cerdas dengan amat fokus. Terkadang penonton tidak perlu melihat wajah mereka secara utuh tapi mengenali intonasi suara dari berbagai pilihan shot yang unik. Tempo lambat film perlahan meningkat seiring bergulirnya konflik yang semakin memanas. Semua kejutan dan twist tak lagi tersembunyi karena berjalan secara linier sampai detik pamungkas.
Saya pribadi melihat Ryan Gosling sebagai tokoh sentral yang pantas difavoritkan. Menarik melihat karakter Meyers yang semula naïf dan lurus berubah menjadi licik dan penuh intrik karena wajib beradaptasi dengan situasi tak terduga yang kerapkali memojokkannya. George Clooney sebagai aktor juga menampilkan karisma seorang calon pemimpin Morris yang berprinsip kuat dan tak dapat diajak kompromi. Sedangkan Giamati, Seymour Hoffman, Rachel Wood dan Tomei tidak kalah kontribusinya saat berbagi layar dengan kedua tokoh kunci di atas muncul, tentunya dengan rahasia masing-masing yang tersimpan rapi.

The Ides of March memang menggunakan “template” sederhana tentang bagaimana manusia dapat bertahan hidup, bukan hanya di bidang politik tapi turut berlaku dalam dunia bisnis, keuangan dsb. Oleh karena itu nyaris tidak ada tokoh jahat/baik disini, anda akan mengerti jika ada di posisi tersebut dimana hal yang salah untuk dilakukan justru bisa jadi malah menyelamatkan anda. Pertentangan moralitas dan idealisme tersaji lewat suguhan melodrama sinis yang muatan politisnya mungkin tidak setajam yang anda bayangkan. Might be well-deserved victory for the actors in every film festival entered!

Durasi:
101 menit

U.S. Box Office:
$40,962,534 till Jan 2012.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 11 Januari 2011

THE AMERICAN : Ketenangan Pelarian Terusik Kecurigaan

Quotes:
Father Benedetto: A man can be rich, if he has God in his heart.
Jack: I don't think God is very interested in me, Father.

Storyline:
Setelah selamat dari insiden di Swedia, penembak jitu Amerika bernama Jack alias Edward menghubungi kontaknya Pavel yang kemudian mengirimnya ke kota Abruzzian dengan berbagai peringatan. Jack akhirnya pergi ke Castelvecchio dan berpura-pura menjadi seorang fotografer selagi menunggu Pavel membereskan urusan geng Swedia nya. Pelan-pelan Jack belajar merangkai senjata untuk pembunuh bayaran Belgia sambil berkenalan dengan pendeta setempat Father Benedetto dan pelacur lokal Clara. Akankah Jack mampu keluar dari semua persoalannya dan tidak salah mempercayai orang?

Nice-to-know:
Jack / Edward menggunakan pistol jenis Walther PPK sama seperti James Bond.

Cast:
Terakhir kali menyumbangkan suara dalam Fantastic Mr. Fox (2009), George Clooney disini bermain sebagai Jack / Edward.
Irina Björklund sebagai Ingrid
Paolo Bonacelli sebagai Father Benedetto
Johan Leysen sebagai Pavel
Filippo Timi sebagai Fabio
Violante Placido sebagai Clara

Director:
Pria kelahiran Belanda bernama Anton Corbijn ini sebelumnya piawai menggarap beberapa video musik ataupun dokumenter untuk televisi.

Comment:
Pertama-tama harus saya katakan, film ini (lagi-lagi) bukan film konsumsi sembarang orang. Artinya butuh open-minded dan art lovers untuk menikmatinya. Sebuah thriller bergaya Eropa tahun 80an yang dirancang sedemikian rupa dengan teramat sangat tenang tanpa banyak gejolak yang berarti. Aspek inilah yang bisa jadi amat membosankan bagi anda yang salah mengartikan judul dan poster film ini seperti beberapa orang yang terbukti keluar dari gedung bioskop tanpa menunggu sampai habis. Namun sekalinya gejolak itu muncul, anda akan terpaku untuk mereka-reka apa yang terjadi selanjutnya. Percayalah!
Semua aktor aktris di luar Hollywood bermain menarik dan mampu membawakan gaya khas mereka masing-masing. Sosok Bonacelli sebagai Father Benedetto bahkan mengingatkan saya pada Alfred Hitchcock yang legendaris itu. Khusus Clooney tampaknya ia semakin nyaman dengan peran-peran off mainstream. Kesepian yang dihayatinya dalam Up In The Air kali ini diangkat ke level yang lebih tinggi lagi. Sepanjang film penonton akan diajak memposisikan diri di belakang tokoh Jack / Edward yang berbagi keahlian dan caranya berinteraksi dengan orang-orang yang baru ditemuinya. Chemistry dengan siapapun yang terhubung dengannya tergolong menarik dan memberikan nuansa tersendiri.
Sutradara Corbijn bisa jadi memiliki karir yang cerah di masa mendatang. Kemiskinan pengalamannya terbayar lunas dengan film feature debutnya yang didasarkan pada novel A Very Private Gentleman karya Martin Booth ini. Martin Ruhe selaku sinematografer juga berhasil menghadirkan lanskap Italia yang indah tanpa mengindahkan adegan-adegan indoornya baik siang maupun malam. Terkadang terlalu berlama-lama pada satu scene yang apik tapi hal itu memberi kesempatan kita untuk menikmatinya.
Jika anda menginginkan action thriller super cepat, lebih baik sewa kembali dvd franchise James Bond ataupun Jason Bourne trilogy. Sebab The American tidak akan memuaskan anda yang harus menunggu satu jam di awal untuk penceritaan detail cerita dan juga pengenalan karakternya. Namun percayalah endingnya pantas untuk ditunggu dan selagi menunggu mungkin tidak ada salahnya menikmati beberapa adegan syur yang lumayan artistik. Terima kasih pada gunting sensor yang membabat film ini hingga lebih kurang 100 menit untuk peredaran bioskopnya.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$35,596,227 till end of Oct 2010.

Movie-meter:

Sabtu, 06 Maret 2010

UP IN THE AIR : Hidup Perjalanan Sang Eksekutor Pemecatan

Quotes:
Ryan Bingham: If you think about it, your favorite memories, the most important moments in your life... were you alone? Life's better with company.

Storyline:
Bekerja bertahun-tahun sebagai konsultan eksekutif di Omaha, Ryan Bingham menghabiskan waktu nyaris 320 hari dalam setahun dalam perjalanan antar negara bagian! Tujuannya hanya memecat orang seefektif mungkin. Tiba-tiba bosnya, Craig memiliki ide lain dengan melakukan semua tugas Ryan lewat teleconference webcam oleh pekerja baru yang pintar, Natalie Keener. Ryan yang terancam kedudukannya berusaha membuktikan bahwa apa yang sudah dilakukannya lebih tepat dengan mengajak Natalie ikut serta dalam perjalanannya sekaligus menurunkan ilmunya. Di sisi lain ketika adik kandungnya, Julie menikah, Ryan memutuskan untuk mengajak "teman kencannya", Alex Goran pulang ke kampung halamannya. Pada saat itulah, Ryan mulai merasakan sesuatu yang berubah dalam hidupnya.

Nice-to-know:
Diangkat dari novel tahun 2001 berjudul sama karya Walter Kim, Sheldon Turner dan Jason Reitman berencana memfilmkan pada tahun 2002 tetapi rencananya dibatalkan dan baru terealisasi 7 tahun kemudian.

Cast:
Pernah memenangkan Oscar Aktor Terbaik lewat Syriana (2005), George Clooney membuktikan kualitas aktingnya sekali lagi dengan berperan sebagai Ryan Bingham yang terbiasa hidup praktis dalam perjalanan tanpa terikat hal apapun.
Terakhir bermain cemerlang dalam Orphan (2009), Vera Farmiga sebagai Alex Goran yang cantik independen.
Aktris muda potensial, Anna Kendrick yang baru saja mendukung New Moon (2009) bermain sebagai Natalie Keener, pekerja muda yang cerdas idealis.

Director:
Pernah mendapat nominasi Oscar dalam kategori Best Achievement in Directing lewat Juno (2008), Jason Reitman kali ini berusaha mengulangi pencapaian yang sama dalam film yang bertemakan unik dan fresh ini.

Comment:
Dengan tema yang simpel tetapi baru, film ini bertempo lambat tapi bercerita dengan sangat maksimal. Bagi setiap karyawan yang pernah mengalaminya, pemecatan bukanlah hal yang mudah diterima oleh subyek maupun obyeknya dan hal tersebut disajikan dengan sangat menarik disini. Dari segi cast, Clooney, Farmiga dan Kendrick masuk nominasi Aktor Utama Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik Oscar tahun ini sudah membuktikan kualitas yang mereka tampilkan. Clooney menunjukkan ketegaran dan kerapuhan seorang eksekutif kesepian sekaligus dengan brilian. Kendrick yang awalnya idealis tetapi semakin ragu dengan tujuan hidupnya sendiri. Farmiga yang menarik dan mandiri tetapi menyimpan rahasia besar. Ketiganya memperlihatkan chemistry yang sama baiknya ketika berhadapan satu sama lain. Belum lagi supporting cast yang juga bermain di atas rata-rata. Reitman sang sutradara juga berhasil melakukan eksekusi dengan cara yang luar biasa dengan mengatur kinerja aktor-aktrisnya ke bagian depan dan belakang dengan maksimal. Penonton mampu diajak tertawa lucu dan getir sambil memikirkan apa yang benar-benar penting dalam hidup mereka sekaligus bersyukur atas hal-hal normal yang dimiliki selepas meninggalkan gedung bioskop. Up In The Air adalah sebuah film menghibur dengan konsep cerdas dimana pengenalan karakternya seakan-akan tidak pernah cukup karena banyak sisi humanisme tersembunyi yang sepintas terlihat biasa saja tetapi sangat menarik untuk dieksplorasi.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$82,078,918 till end of Feb 2010

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 18 Januari 2009

BURN AFTER READING : Tolok Ukur Bahwa Kecerdasan Itu Tidak Mutlak

Tagline:
Intelligence is relative.

Quotes:
Osbourne Cox-You are the guy from the gym.
Ted Treffon-I don't represent Hardbodies.
Osbourne Cox-I know very well what you represent. You represent the idiocy of today.
Ted Treffon-No, I don't represent that either.
Osbourne Cox-You are part of a league of morons. Oh, yes. You see you're one of the morons I've been fighting my whole life. My whole, fucking life. But guess what. Today, I win.

Cerita:
Setelah dipecat dari CIA karena masalah sepele, Osbourne Cox mulai berpikir untuk menebus hidupnya dengan suatu cara. Istrinya mengajukan cerai dan berharap kekasihnya, seorang mantan petugas Departemen Pertahanan, Harry yang sudah beristri mau menikahinya. Saat disket Osbourne jatuh dari tas gym nya di sebuah klub fitness Hardbodies, masalah mulai timbul. Dua pegawai yang menemukannya yakni Linda yang menginginkan uang untuk melakukan bedah plastik pada tubuhnya dan Chad yang bodoh tanpa ambisi kemudian berusaha memeras Osbourne. Yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan karena semua tokoh yang sebetulnya menjadi saling terkait itu berpusat pada tempat yang sama.

Gambar:
Adegan komikal yang tajam dimana scene demi scene bergerak cepat banyak dimainkan disini oleh aktor-aktris utamanya.

Act:
Semua tokoh mendapat porsi yang hampir sama besar untuk mengekspresikan talenta akting masing-masing mulai dari George Clooney sebagai Harry Pfarrer, Frances McDormand sebagai Linda Litzke, John Malkovich sebagai Osbourne Cox, Tilda Swinton sebagai Katie Cox dan Brad Pitt sebagai Chad Feldheimer bergantian saling memberikan performa terbaiknya dengan unik.

Sutradara:
Kolaborasi dua bersaudara Ethan dan Joel Coen terbukti ampuh dengan memenangkan beberapa Oscar termasuk karya terakhir mereka, No Country For Old Men. Ciri khas mereka adalah menciptakan konflik tajam antar para tokoh dimana pada akhirnya menjadi saling terhubung satu sama lain. Formula sama digunakan disini dan hasilnya jadilah film komedi satir dewasa ini.

Komentar:
Menyaksikan Burn After Reading yang penuh dengan kata-kata kasar dan lelucon sarkastik mungkin akan mengasyikan bagi mereka yang sudah mengenal siapa itu Coen bersaudara. Alurnya bergerak cepat dan pintar sekali menyambung plot menjadi satu kesatuan yang utuh dengan kejutan yang manis di beberapa scene. Namun sekali lagi, ini bukan film yang bisa dengan mudah dinikmati umum. Butuh kejelian dan cita rasa yang tinggi untuk bisa menyukai film ini.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office (till end of 2008):
$60,338,891

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!