XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label dennis quaid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dennis quaid. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2010

LEGION : Pertempuran Akhir Peradaban Malaikat dan Manusia

Quotes:
Michael-I knew He'd send you, Gabriel. You were always so eager to please Him.
Gabriel-Unlike you... the rebellious son.

Storyline:
Sebuah resto sekaligus bengkel di tengah perjalanan panjang menyusuri pinggir kota Amerika bernama Paradise Falls tiba-tiba menjadi tempat persinggahan terakhir sekelompok umat manusia yang bertahan hidup. Saat Tuhan kehilangan kepercayaan terhadap umatnya, Ia mengirim sejumlah 'malaikat' berwujud manusia untuk menciptakan kiamat di muka bumi. Saat itulah seorang malaikat bernama Michael membangkang dan memilih untuk menyelamatkan seorang gadis yang tengah mengandung, Charlie beserta kawanannya sebelum benar-benar dimusnahkan kehidupannya.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Bold Films dan bersyuting di New Mexico, USA termaasuk Galisteo dan Garson Studios, College of Santa Fe.

Cast:
Pernah tampil mengesankan sebagai antagonis Silas dalam The Da Vinci Code (2006), Paul Bettany disini berperan sebagai Michael, malaikat pembangkang yang lebih memilih berada di sisi manusia.
Lucas Black dan Adrianne Palicki bermain sebagai Jeep Hanson dan Charlie, pasangan manusia terakhir yang mungkin ada di muka bumi jika perjuangan mereka berhasil.
Selain itu juga didukung oleh Dennis Quaid sebagai ayah Jeep dan juga Tyrese Gibson sebagai Kyle Williams.

Director:
Selama ini Scott Stewart boleh dibilang lebih berpengalaman di bidang visual efek film-film besar seperti Iron Man dan salah satu franchise Harry Potter, Pirates of the Caribbean, Die Hard dan Superman.

Comment:
Menyaksikan Legion sedikit mengingatkan kita pada beberapa referensi film seperti The Mist, Dawn Of The Dead, 28 Days Later, End Of Days dsb bahkan Terminator! Familiar dengan judul-judul tersebut? Tema kehancuran dunia yang dikombinasikan dengan unsur agama juga proses bertahan hidup sekelompok manusia dari segala serangan monster-monster haus nyawa. Lantas apa lagi yang coba ditawarkan? Dari segi cast, Paul Bettany jarang sekali mengecewakan dalam film-filmnya. Disini ia masih menunjukkan kharismanya walau sedikit tidak konsisten. Quaid seperti biasa tampil cukup maksimal. Selebihnya sedang-sedang saja. Dari segi sutradara, Stewart boleh dibilang mampu memaksimalkan "penampilan" filmnya walaupun dari segi eksekusi, masih perlu banyak peningkatan. 30 menit pertama film bisa dibilang menjanjikan, karena kita belum tahu apa yang akan disuguhkan. Tetapi setelah kemunculan iblis berwujud nenek dan tukang es krim, thriller ini menjadi sedikit lebih mudah ditebak. Beruntung adegan aksi dan pertarungannya dimaksimalkan sehingga ketegangan dan empati penonton mampu dijaga sampai akhir. Sayangnya endingnya terkesan digampangkan dan cenderung tidak masuk akal di beberapa sisi, takut dianggap propaganda agama sehingga cenderung kontroversial?

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$17,501,625 in opening week Jan 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 27 September 2009

HORSEMEN : Pembunuh Berantai Mengatasnamakan Kitab Wahyu

Tagline:
Come and see. Four victims. Four painful secrets.

Cerita:
Detektif senior, Aidan Breslin secara psikologis jauh dari kedua putranya, si remaja Alex dan si kecil Sean terutama sejak kematian istri tercintanya beberapa tahun lalu. Selagi menangani kasus pembunuhan berantai yang sangat kejam, Aidan menemukan fakta bahwa hal tersebut dipicu oleh kejadian di Kitab Wahyu yang menyebutkan empat penunggang kuda penyebab kiamat yaitu Perang, Kekeringan, Penyakit dan Maut. Berpacu dengan waktu, Aidan berusaha memecahkan kasus tersebut dengan segala petunjuk yang ada termasuk dari Kristin, anak dari salah satu korban pembunuhan yang misterius.

Gambar:
Beberapa gambar kekerasan hasil penyiksaan ditampilkan cukup eksplisit sehingga terasa memilukan. Kontras dengan pencahayaan gelap sepanjang film.

Act:
Aktor kawakan berusia 55 tahun ini pertama kali bermain layar lebar dalam I Never Promised You a Rose Garden (1977). Kali ini Dennis Quaid berperan sebagai Aidan Breslin, seorang detektif yang dituntut mendahulukan profesinya sehingga mengabaikan keluarganya sendiri.
Mengawali debutnya dalam The Road Home (1999), Zhang Ziyi disini bermain sebagai Kristin, gadis anak korban pembunuhan yang merupakan salah satu kunci pembunuhan berantai tersebut.
Dikenal setelah bermain dalam Thumbsucker (2005), Lou Taylor Pucci sebagai Alex, anak Aidan yang beranjak dewasa.
Clifton Collins Jr. sebagai Stingray, rekan kerja Aidan.

Sutradara:
Nama Jonas Akerlund lebih banyak terlibat sebagai sutradara video klip artis-artis terkenal yakni Metallica, Blink 182, Madonna dsb. Horsemen merupakan film layar lebar kelima yang digarapnya.

Komentar:
Salah satu film yang setia dengan konsep kucing tikus pembunuhan berantai yang misterius, mengingatkan pada Silence Of The Lambs, Se7en atau bahkan Saw. Diawali dengan sangat menjanjikan tetapi berangsur menjadi antiklimaks hingga endingnya. Hal tersebut sedikit banyak disebabkan kinerja sutradara Akerlund yang kurang berhasil. Dari jajaran cast, Quaid seperti biasa tampil memikat dengan emosi dan penjiwaan yang konsisten dalam perannya sebagai detektif dan seorang ayah, sedangkan yang lainnya hanya standar saja termasuk Zhang yang tampaknya sedikit kesulitan berbahasa Inggris. Kepingan cerita yang terangkai untuk sebuah twist pada endingnya sebenarnya cukup baik, hanya saja tidak didukung oleh dialog yang pintar sehingga paruh akhir film mungkin saja sudah bisa diduga oleh sebagian besar penonton. Beberapa yang religius, mungkin menganggap plot ceritanya konyol. Namun bagi saya, terlepas dari segala kekurangannya, Horsemen tetaplah sebuah tontonan menarik.

Durasi:
90 menit

Europe Box Office:
$1,017,401 in March 2009.

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 14 Agustus 2009

G.I. JOE : RISE OF THE COBRA

Quotes:
Duke-[after crashing into cars while running in the accelerator suits] Okay, that was crazy... What happened to you?
Ripcord-I went through the train. What happened to you?
Duke-I jumped over it.
Ripcord-[pause] You can do that?
Duke-I told you to read that manual.
Ripcord-There's a manual?

Cerita:
Ahli senjata James McCullen berhasil menciptakan nanoteknologi yang dipercaya mampu menghancurkan seluruh kota tanpa sisa. Adalah Duke dan Ripcord yang diselamatkan oleh Scarlett, Snake Eyes dan Heavy Duty saat bertugas untuk kemudian direkrut Jenderal Hawk untuk menjadi anggota pasukan G.I. Joe yang berpusat di Afrika Selatan. Setelah berlatih keras dan mempersiapkan strategi jitu, pasukan elit tersebut harus menghadapi McCullen yang rupanya mendapat bantuan Doctor dalam menciptakan armada tentara yang kebal dan tidak kenal rasa takut. Berhasilkah G.I. Joe terlebih setelah Duke mengetahui bahwa mantan kekasihnya Ana telah berubah sifat 180 derajat?

Gambar:
Sebagian besar berlokasi syuting di California dan Republik Ceko termasuk adegan utama di Paris yang menggunakan replikanya. Aksi seru yang ditampilkan hampir sepanjang film membuat scene bergerak cepat dan kerapkali sulit tertangkap mata.

Act:
Hampir seluruh jajaran castnya memiliki nama di kancah perfilman Hollywood.
Dennis Quaid sebagai Jenderal Hawk.
Channing Tatum sebagai Duke.
Sienna Miller sebagai Ana.
Marlon Wayans sebagai Ripcord.
Ray Park sebagai Snake Eyes.
Joseph Gordon-Levitt sebagai Rex.
Rachel Nichols sebagai Scarlett.
Jonathan Pryce sebagai Presiden AS.
Jangan lupakan aktor papan atas Lee Byung Hun yang memulai debut internasionalnya dengan meyakinkan sebagai Storm Shadow.

Sutradara:
Belum banyak film yang dihasilkan Stephen Sommers. Namun yang paling melecutkan namanya tentu saja The Mummy (1999) dan sekuelnya The Mummy Returns (2001). Sejak saat itu ia mulai dipercaya menangani film-film berbujet besar dan potensial box-office.

Komentar:
Teringat saat usia terbilang belia menyaksikan kartun G.I. Joe di televisi hampir 15 tahun silam membuat ekspektasi tinggi kala mendengar film layar lebarnya akan diproduksi. Hari ini saya menontonnya dan satu hal yang paling merasuk dalam pikiran saya adalah adegan kejar-kejaran di Paris saat G.I. Joe berusaha menghentikan Baroness dan Storm Shadow untuk menghancurkan Menara Eiffel dengan nanoteknologi! Adegan hampir 30 menit tersebut sangat spektakuler dan membuat penonton menghela nafas kagum. Selebihnya? Ini hanyalah manifestasi CGI yang sudah berulang-ulang-ulang kembali disuntikkan pada film aksi Hollywood liburan musim panas berbujet ratusan juta dollar dengan mengabaikan kecerdasan plot cerita dan hanya terlihat cool dari luarnya saja. Terlalu dangkal dan mudah ditebak dengan akting yang standar dan dialog yang juga biasa. Untungnya hampir semua penonton masih bisa dipuaskan karena harus diakui sebagai film aksi, Rise Of The Cobra memiliki banyak unsur yang bisa dijual. Saya menganggap ini masih sedikit lebih baik dibandingkan sekuel Transformers. Namun yang paling diharapkan adalah peningkatan kualitas di berbagai sisi jika memang muncul sekuelnya di masa mendatang. Kita tunggu saja!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$54,713,046 in opening week Aug 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!